Sunshine in the Storm

By: Malfoy1409

Naruto Belong to Masashi K

Standard Warning

Cerita ini sepenuhnya adalah imajinasi saya jika dikemudian hari ditemukan adanya kesamaan cerita ini atau cerita lain maka kemungkinan saya dan penulisnya berjodoh

-o0o-

Karena ini chapter terbaru dan saya sudah sangat lma tidak update jadi saya menyarankan untuk membacanya ulang dari chapter 1

-o0o-

Happy Reading

-o0o-

Previous Chapter

"Tidurlah, Sasuke-san. Maaf mengganggumu" Lalu Hinata membalikan badannya memunggungi Sasuke.

"Aku minta maaf" Sasuke mengatakannya dengan gurat sedih di wajahnya. Harusnya ia tidak mengatakan hal seperti itu kepada Hinata. Bukankah Sasuke juga tahu betapa sakitnya perasaan seperti itu?

Hinata tidak menjawab meskipun jelas dia mendengar apa yang diucapkan Sasuke.

"Hinata" Sasuke mencoba mendapatkan respon dari Hinata sekali lagi.

"Aku tidak apa-apa, tidurlah" Hinata merespon.

Lalu Sasuke melakukan hal kemudian mungkin akan disesalinya.

-o0o-

Sasuke sebenarnya merasa sedikit bersalah mengatakan hal tersebut kepada Hinata. Ia sadar perasaan Hinata kepada Naruto tidak akan semudah itu hilang, sama seperti perasaannya sendiri kepada Hinata.

Sasuke tahu hal yang akan dilakukannya ini mungkin akan membuat Hinata takut kepadanya atau merasa tidak nyaman tetapi Sasuke sudah tidak peduli akan hal itu sekarang. Yang terpenting adalah ia ingin mendengar Hinata mengatakan sesuatu lagi kepadanya seperti percakapan mereka beberapa saat lalu sebelum Sasuke mengucapkan hal bodoh terkait Naruto.

"Sasuke-san!" Hinata sedikit memberontak saat Sasuke memeluknya dari belakang.

"Aku minta maaf. Aku tidak seharusnya megatakan hal itu" Sasuke mengatakan hal itu dengan nada sedih dan dalam. Hinata mencoba melepaskan tangan Sasuke yang memeluknya. Mereka berdua sadar jika Hinata tidak benar benar berusaha untuk melepaskan tangan Sasuke. Sasuke tidak yakin mengapa begitupun dengan Hinata.

"Sasuke-san, ja-jangan seperti ini" Ucap Hinata.

"Aku tahu seperti apa rasanya memiliki perasaan seperti itu, Hinata" Sekarang Hinata merasa bingug tentang siapa yang dibicarakan Sasuke sebenernya. Apakah Sasuke berbicara tentang Sakura? Tetapi tidak mungkin, semua orang tahu seperti apa perasaan Sakura terhadap Sasuke.

Dan entah mengapa Sasuke sekarang berbicara begitu terbuka dan personal kepada Hinata?

Hinata yang tidak tahu harus bersikap seperti apa akhirnya berhenti mencoba melepaskan tangan Sasuke. Ia sebenarnya merasa sedikit tidak nyaman dengan posisi ini tetapi ia mengerti jika Sasuke sudah lama menyendiri dan tidak punya teman berbicara. Mungkin…Sasuke mulai menggapnya teman?

"Sa-Sasu—"

"Perasaan seperti itu tidak baik untukmu, Hinata. A-Aku hanya tidak ingin kau merasakan hal seperti itu" Potong Sasuke. Sekarang Hinata merasakan hembusan nafas Sasuke begitu dekat dengan bahu dan lehernya. Hinata merasa asing dengan perasaan seperti ini namun ia tidak mengerti kenapa ia tidak berusaha menghindar.

"Kau mengerti maksudku, kan?" Tanya Sasuke

"Y-Ya" Mendengar jawaban Hinata, Sasuke semakin mengencangkan pelukannya kepada gadis itu. Hinata yang terkejut memekik pelan. Sasuke lalu tersadar jika posisi seperti ini tidak cukup pantas dilakukan diantara mereka berdua terutama gadis seperti Hinata.

"Kau mau aku melepaskan pelukanku?" Tanya Sasuke. Sasuke sebenarnya ingin bersikap egois malam ini tapi ia merasa bahwa hal seperti ini mungkin akan membuat Hinata berpikir ribuan kali untuk memberinya kesempatan seperti malam ini untuk terjadi lagi. Ya, Sasuke sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin dan ia pastikan akan terjadi setelah malam ini.

"A-Aku sedikit sesak" Hinata memberanikan diri menjawab pertanya Sasuke. Ia sebenarnya kurang mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Ia tidak pernah membayangkan akan berada di ranjang yang sama dengan Sasuke Uchiha….berpelukan. memikirkannya membuatwajah Hinata memerah. Ia berharap Sasuke tidak dapat melihat warna wajahnya saat ini.

"Seperti ini tidak apa?" Sasuke sedikit merenggangkan pelukannya kepada Hinata.

"Y-Ya" Hinata merutuki jawabannya setelah itu. Iya baru saja memberi izin Sasuke untuk memeluknya. Ia ingin menolak pada awalnya tetapi ia juga merasa sedikit…nyaman?

Hinata tidak yakin dengan apa yang ia rasakan saat ini. Semua terasa tidak meyakinkan.

Hinata dapat merasakan hembusan nafas Sasuke yang rendah, sepertinya Sasuke sudah mulai tertidur. Hinata berusaha memejamkan matanya dan mencoba tidur tetapi selalu gagal. Hembusan nafas Sasuke sekarang membuatnya merasakan hal berbeda yang ia sendiri tidak dapat jelaskan. Karena merasa kurang nyaman, Hinata sedikit menggerakan badannya gelisah.

"Kalau aku jadi kau, aku tidak akan banyak bergerak,Hinata" Suara Sasuke sedikit parau saat mengatakannya. Ia terbangun dari tidur pendeknya sesaat tadi.

"E-Eh?" Hinata merasa bingung.

"Aku haus" Menghiraukan ekspresi kebingungan Hinata, Sasuke bangkit dari ranjang menuju meja dimana air minum tersedia. Hinata mendudukan dirinya dan menatap kearah Sasuke masih dengan sama bingungnya.

Sasuke yang akhirnya melihat Hinata terduduk di ranjang hanya bisa mengutuk keadaan ini dalam hatinya. Bagaimana keadaan ini terjadi seperti ini.

Hinata. Ranjang. Sasuke. Sendiri.

Sasuke sedikit menghela nafas setelah menenggak satu gelas air minum. Ia berusaha keras menjernihkan pikirannya. Sejauh ini, hubungannya dengan Hinata mengalami kemajuan yang cukup baik. Ia harus berusaha untuk tidak teruburu-buru memaksakan perasaannya kepada Hinata Hyuuga.

"Kau haus?" Sasuke bertanya. Hinata menggelengkan kepalanya.

"A-Aku mulai mengantuk. Selamat malam Sasuke-kun" Hinata berfikir jika inilah saat yang tepat untuknya untuk tidur dengan nyenyak. Ia berfikir jika Sasuke tidak akan memeluknya lagi saat ia kembali ke atas ranjang.

"Hn" Sasuke menjawab. Ia mendudukan dirinya di dekat meja. Masih berusaha menenangkan pikirannya, Sasuke kini justru mendapati dirinya memperhatikan Hinata yang hamper tertidur. Hinata mencoba tidur dengan posisi menghadap ke samping. Kaki Hinata yang sedikit menekuk kearah depan dan kedua tangannya yang ia letakan di depan dadanyaseolah olah ingin memastikan jika Sasuke akan punya cukup ruang untuk tidur nantinya.

Memikirkannya membuat Sasuke tersenyum kecil. Jika tujuan Hinata untuk memberinya cukup ruang untuk tidur supaya ia tidak memeluknya maka pemikiran Hinata itu salah. Sasuke sudah merencanakan untuk kembali tidur dan pastinya dengan memeluk Hinata Hyuuga. Ia baru tersadar jika beberpa saat lalu ia dengan mudahnya tertidur setelah sekian lama. Wajah Sasuke berubah sedikit merah saat mengingat kenapa ia terbangun. Sasuke mencoba meyakinkan dirinya jika ia bersabar, maka ia pasti bisa mendapatkan Hinata tanpa paksaan.

Hinata tampak sudah tertidur dengan pulas. Sasuke berjalan perlahan kesisi ranjang lainnya. Ia merebahkan dirinya dan menghela napas sejenak menatap kearah langit-langit ruangan ini. Ia seketika berfikir bagaimana ia akan bersikap esok pagi saat keduanya terbangun karena apa yang sebelumnya terjadi bukanlah sesuatu yang akan Sasuke lakukan pada umumnya. Hal terburuk yang Sasuke pikirkan saat ini adalah bagaimana saat mereka terbangun Hinata akan menjauhinya.

Sasuke menggelengkan kepalanya. Ia merasa hal itu cukup mustahil terjadi karena ia merasa Hinata tidak benar-benar berusaha menolaknya. Tapi… ini Hinata Hyuuga yang kita bicarakan, Sasuke juga yakin jika gadis ini berbeda dari gadis pada umumnya yang akan senang jika Sasuke melakukan hal demikian.

Tak ingin berlarut dalam pikiran yang membuatnya gelisah, Sasuke memutuskan untuk mengubah posisi tidurnya agar ia dapat memeluk Hinata kembali.

Kali ini Sasuke tidak hanya memeluk sang pewaris Hyuuga, ia juga memberanikan diri membelai helaian rambut Hinata, Sasuke dapat menghirup harumnya rambut Hinata dari posisinya sekarang.

"Selamat tidur, Hime" Ucap Sasuke dan ia pun tertidur masih dengan memeluk Hinata. Sasuke memutuskan apapun yang akan terjadi keesokan hari maka terjadilah.

Jika Sasuke berfikir Hinata tertidur sangat pulas, maka ia salah. Hinata dapat merasakan dan mendengar apa yang Sasuke katakana sebelum ia terlelap tidur.

'Hime?' Batin Hinata. Hinata ingin berfikir lebih jauh tetapi ia tak dapat memungkiri rasa kantuk yang ia rasakan. Ia merasa asing dan nyaman disaat bersamaan saat Sasuke memeluknya seperti ini dan sama halnya dengan Sasuke, Hinata tidak ingin berfikir terlalu dalam saat ini. Ia hanya ingin terlelap dan membiarkan apapun yang akan terjadi esok hari terjadi.

TBC

Hiii…

Sudah lama ya engga diupdate hehe

Saya sedikit ragu sih sebenarnya ini masih ada yang akan baca atau engga.

Tetapi apapun itu, saya mau ngucapin terima kasih banget buat kalian kalian yang sudah mengingatkan untuk update

See you next week saat Sasuke dan Hinata sudah bangun