Orang Baik

February 20, 2020

By Candyroll, Characters by Marvelous Inc.


Kai hanya bisa mengusap tengkuknya, merasa tidak nyaman dengan atmosfer yang menyudutkannya. Sementara gadis berambut pirang membuang muka, Cliff membuka pembicaraan yang diawali dengan tawa renyah.

"Maafkan Claire, Kai. Aku juga tak mengerti kenapa Claire begitu tak menyukai dirimu," Cliff berucap sebelum kembali tertawa. Claire, yang mendengar namanya disebut, tak terlalu peduli. Iris safir-nya masih menatap tajam pada Kai, membuat sang objek tatapan hanya tersenyum canggung.

"Baiklah, kalau begitu aku pulang duluan. Kau lihat sendiri matahari sudah mulai sepanas neraka," ujar Kai sembari mendongakkan kepalanya, menatap sipit bulatan kuning yang bersinar terang tepat di atasnya, sebelum kembali melihat pada dua temannya. "Sampai jumpa Cliff dan—err … Claire."

Salam canggung diberikan, namun Claire tak membalas dan justru mendengus kasar. Cliff melambaikan tangan pada kawannya, sebelum menarik tangan Claire, kekasihnya. Claire sendiri tak berucap banyak—tipikal gadis berperingai dingin.

Sementara Cliff membayangkan kencan yang akan dilakukannya bersama Claire ketika libur kerja esok hari, gadis pirang itu diam-diam menengok ke belakang. Iris lavender bertemu safir. Hawa dan adam saling melontarkan tersenyum. Dengan tatapan mata, mereka bertukar kode, yang diakhiri dengan Claire mengangkat tangannya dan memberikan pose jari orang yang sedang menelepon.

"Huh, Claire? Ada apa?" Menyadari Claire yang tak memperhatikan jalanan di depan, Cliff bertanya. Ia ikut menengok ke belakang, menyadari masih ada sosok Kai di sana. "Itu … Kai?"

Claire membuang senyum, memutar netra kembali ke arah depan secepat kilat. "Aku hanya bertanya-tanya kenapa kau kuat berteman dengan orang menyebalkan sepertinya."

"Oh, ya?" Cliff membalas sembari tersenyum lebar. "Dia itu orang yang baik, kau tahu?"

"Tidak juga, kurasa," Claire membalas singkat. Matanya terpejam sembari mengeratkan genggaman pada tangan Cliff yang menggandengnya.

Sementara jauh di belakang pasangan itu, Kai berdiri, mengibarkan senyumnya sebelum bersiul-siul bahagia. Alih-alih pulang ke tokonya, ia memilih untuk membeli mangkir di restoran milik Doug dan bersantai dekat telepon umum di sana. Ah, Kai jadi teringat. Padahal ia yang ingin menjadi aktor ketika besar nanti (selain menjadi chef tentunya), namun siapa sangka kemampuan Claire dalam berakting justru lebih hebat darinya?

Heh. Dia terkekeh pelan.

Sepertinya Kai tidak salah memilih Claire sebagai affair-nya.


FIN


A/N : nemu ini di folder lama, remake dikit, jadi deh!