Winter Tale ~
Story : Novita_Park
Cast :
•Park Chanyeol
•Byun Baekhyun as Bianca Byun
•Oh Sehun
• dll
*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai
Happy Reading
.
.
.
Jangan pergiii hiks..."
" Maaf... "
"Jangan... kau tidak bisa melakukan ini padaku, tolong... jangan pergii"
Bianca tak menyerah menggenggam pergelangan tangan namja yang ada di hadapan nya itu.
Namun semakin kuat Bianca menggenggam lengan itu, semakin kuat pula namja berbibir kisable itu melepasnya.
" Aku harus pergi... "
" Oppa...!!! ANDWEE!!!!
Dan setelah itu, Bianca pasti akan terbangun dari tidurnya. Setelah terbangun Bianca pasti akan menagis tersedu-sedu bahkan sampai membuat sang ibu dan adik laki-laki nya khawatir.
Ya ini memang sangat klise sekali tapi memang itu yang Bianca rasakan sejak kejadian itu terjadi kira-kira sudah 3 tahun yang lalu.
Namun 1 tahun belakangan Bianca sudah mulai lupa dengan kejadian itu karena Bianca sudah sibuk bekerja di salah satu Perusahaan P'elx bidang Elektronik di Seoul.
Tapi jika kalian bertanya apakah Bianca masih memikirkan namja itu tentu dan pasti jawabanya adalah IYA.
Bianca tidak bisa menampik, ia pernah mendengar seorang teman nya berkata bahwa "Cinta pertama pasti akan terkenang di hati" ya itu memang benar.
Seperti saat ini, Bianca tengah menatap dirinya di depan cermin dan malah melamun. Sebelum lamunan nya berlanjut, Bianca mendengar ketukan di pintu kamarnya sangat keras.
"Nunna...kau sedang apa? "
Bianca pun tersadar mendengar teriakan dari sang adik lalu dengan cepat memoleskan sebuah lipstik berwarna peach di bibirnya.
" wae?? " jawab Bianca malas.
" cepat turunlah.. eomma sudah menunggu mu"
"aiss... tunggu sebentar, bukankah biasanya eomma tidak terburu buru .." celetuk Bianca sambil memakai blezer berwarna peach yang bertengger di lengan kursi rias nya.
" tidak usah banyak bicara cepat lah nunna... kalau tidak aku akan mendobrak--"
Pintu pun Bianca buka dan tampak lah sang adik yang telah berpakaian rapi di depan nya.
"eiii... kenapa kau rapi sekali?? "
Kemarahan Bianca sirna saat melihat penampilan rapi sang adik.
" kenapa? aku ingin melamar kerja" jawab Sehun sambil berlalu untuk segera ke ruang makan.
"apa?? dengan penampilan mu dan sikapmu itu kau ingin melamar kerja?? siapa yang mau menerima mu? " ejek Bianca sambil menyeimbangkan langkah kaki sang adik yang panjang.
" wajah ini adalah asetku yang terbaik"
Mendengar perkataan Sehun, Bianca hanya bisa tertawa sambil berjalan mendekati sang ibu.
" Apa yang membuatmu senang sekali Bee" ucap Bora yang sedang menuangkan sup di mangkung putra putri nya itu.
"eomma... apa Sehun sudah bicara pada eomma? " tanya Bianca sambil duduk di tempat duduk nya, yaitu di sebelah kiri dan Sehun sebelah kanan sang eomma.
" maksut mu tentang Sehun yang ingin melamar kerja? "
Bianca hanya mengangguk menanggapi perkataan sang eomma.
" bukan kah Sehun sudah lulus? jika dia mau bekerja kenapa tidak? "
Sehun yang mendengar perkataan sang ibu tersenyum simpul sambil memakan sarapan nya.
Sebenarnya Bianca sangat menyayangkan jika adik nya itu bekerja. Tidak seperti diri nya, Sehun sangat pandai dalam hal akademis dan Bianca menyarankan untuk adik nya itu kuliah.
Tapi Sehun dengan tegas langsung menolak usulan kakak nya itu.
Sehun ingin mencari uang dan membantu orang tua nya. Ya karena ayah nya sudah tiada saat ia masih sekolah 2 tahun lalu.
Sebenarnya untuk keuangan di keluarga Byun ini sangat ber kecukupan. Mendiang ayah Bianca, Byun Leeteuk telah mendirikan sebuah perusahaan untuk sang ibu di bidang fashion. Dan saat ini Perusahaan B'bless cukup sukses bersaing dengan Perusahaan besar lain nya.
Dan Sehun sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga Byun merasa harus bertanggung jawab dengan Ibu dan sang kakak. Maka dari itu Sehun selalu bertekat bahwa setelah lulus sekolah, ia akan langsung bekerja.
Kenapa tidak meneruskan Perusahaan ibunya? Sehun pasti akan menjawab itu bukan pasion nya di bidang fashion, Perusahaan itu harus diambil alih oleh seseorang yang tau fashion seperti sang kakak yaitu anak pertama di keluarga Byun, Bianca Byun.
"Jika sudah selesai, ayo cepat berangkat " ucap nyonya Byun sambil berjalan meletakkan piring kotor di washtafel.
" eohh... kalian akan berangkat bersama? " Tanya Bianca kaget.
Karena adik nya itu selalu memakai motor besarnya yang sangat ia benci.
Ya karena motor putih milik adiknya itu sangat tinggi, dan Bianca pasti akan di cela habis-habisan saat membonceng motor laknat itu.
" kenapa kau tak memakai motor besarmu? "
" aku tidak mau membuat rekan kerja ku terpesona nanti"
Bianca hanya bisa menepuk dadanya keras-keras saat mendengar perkataan Sehun yang tingkat kePD-an nya melebihi tinggi badan nya sendiri.
"aigoo... eomma... cepat bawa Sehun pergi sebelum aku memuntahkan kembali sarapan berharga ini"
Mendengar celotehan Bianca, Bora pun segera menyambar kunci mobil yang berada di meja makan.
"kalau begitu kami pergi dulu... jangan lupa mengunci pintu Bee"
"Baiklah... hatii-hati dijalan... "
Pintu pun tertutup dan menyisahkan Bianca seorang diri.
" astaga...jam berapa ini!!"
Setelah melihat jam di lengan kiri nya, dengan sedikit berlari Bianca pun mengambil tas dan segera keluar dari rumah untuk pergi ke halte.
Hanya 5 menit saja Bianca telah sampai di halte. Tak terlalu banyak orang yang menunggu Bus hari ini. Dengan menetralkan deru nafasnya ia pun berdiri di barisan paling depan sambil mendengarkan musik kesukaan nya melalui headset .
" ajussi...butuh berapa lama lagi"
Dengan tak sabaran, seorang pria berdiri di samping sebuah mobil yang mogok dengan wajah yang cukup khawatir.
" sebaiknya Tuan muda naik bus saja, mobil ini harus di bawa ke bengkel " Jawab Tuan Ahn yang menemani sopir yang sedang mengutak-atik mesin mobil .
" aisss...menyusahkan saja"
Pemuda itu pun segera berlari namun baru beberapa langkah, sosok pemuda bersurai hitam itu pun menoleh.
" Ajussi segera pulang saja. Mintalah orang lain untuk menunggu mobil itu"
Tanpa memperlihatkan ekspresi apapun, Pemuda itu pun kembali berlari.
" Tuan muda Chanyeol tidak pernah berubah" Sambil menatap punggung sang tuan muda, Tuan Ahn tersenyum menanggapi tingkah anak majikan nya itu.
Dengan sedikit terburu, Chanyeol berjalan ke arah halte bus yang sudah ada di depan matanya.
Jam di lengan tangan nya masih menunjukan pukul 7 lebih 15 menit dan masih 45 menit sebelum rapat paginya dimulai.
Chanyeol pun berdiri sambil menunggu bis datang di samping seorang wanita yang tengah sibuk dengan ponsel pintarnya.
Jaman sekarang orang-orang sudah kecanduan gadget ,pikirnya.
Tak seberapa lama bis pun datang, orang-orang yang sedari tadi menunggu mulai memasuki bis satu persatu. Terkecuali wanita yang ada di sampingnya. Wanita itu masih sibuk dengan ponselnya.
Karena tak ingin membuat wanita itu ketinggalan bis,Chanyeol pun memutuskan untuk memberitahunya.
"maaf--"
"astaga...bis nya sudah datang"
Belum selesai Chanyeol bicara,wanita itu telah berlari masuk ke dalam bis.
Chanyeol pun berjalan masuk ke dalam bis,namun kaki nya seperti menginjak sesuatu.
" apakah ini milik wanita itu?"
Sebelum bis itu berjalan, dengan cepat Chanyeol pun mengambil barang berwarna putih itu dan segera masuk.
Sudah 5 menit Bianca duduk di dalam bis yang sedang berjalan menuju ke tempat kerjanya.
Dan 5 menit itu juga Bianca rasakan ada seseorang yang seolah sedang mengintainya.
Padahal Bianca sudah memilih tepat duduk di bagian belakang agar dirinya tidak banyak dilihat oleh penumpang lain.
Namun dari sebrang tempat duduknya ia merasa laki-laki tinggi itu selalu menatapnya.
Bianca pun sesekali melirik ke arah laki-laki itu. Dan saat mata mereka bertemu,Bianca memutuskan kotak mata nya.
" laki-laki itu menyeramkan..." gumam nya sambil ia alihkan tatapan nya ke arah jendela.
"permisi.."
"astaga!!" Pekik Bianca kaget saat tiba-tiba seseorang menepuk bahunya pelan.
"maaf.. aku tidak bermaksud membuatmu kaget"
"ahh...tidak apa-apa ..aku hanya sedang melamun saja" Jawab Bianca spontan.
Sosok laki-laki itu pun tanpa permisi duduk di sebelah nya.
Bianca pun semakin dilanda rasa takut.
"sebenarnya ada yang ingin --"
Bis pun terhenti dan dengan cepat Bianca pun berjalan dengan sedikit berlari keluar.
Ya ..saat laki-laki misterius itu meyapa nya, Bianca telah menekan tombol untuk berhenti di halte .
"heyy...tunggu..." ucap Chanyeol sambil membawa sebuah headset di tangan nya.
Bianca masih dapat mendengar sayup-sayup suara yang memanggil nya.
Itu pasti suara laki-laki misterius tadi.
Bis pun melaju tepat di sebelah nya. Dan Bianca masih dapat melihat bahwa laki-laki yang mengganggunya itu masih menatapnya.
" astaga...aku sangat merinding" ucap Bianca sambil menggosok kedua lengan nya.
"bisa-bisa nya laki-laki itu mendekati ku, padahal banyak orang yang melihat kelakuan nya. Padahal aku sudah memakai pakaian yang sopan. Dasar laki-laki mesum"
Dengan emosi yang memuncak,Bianca pun mengecek kembali jam di lengan nya.
"aissss...gara-gara laki laki itu aku jadi berhenti di halte yang salah"
Sambil berceloteh panjang lebar,Bianca pun terpaksa berjalan kaki sekitar 15 menit untuk sampai di kantornya.
TBC
