Winter Tale Chap 3

Winter Tale ~

Author : Novita_Park

Cast :

•Park Chanyeol

•Byun Baekhyun as Bianca Byun

•Oh Sehun

• dll

*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai

Happy Reading

Chap Preview

"Jadi teman -teman ...Dia adalah Direktur baru kita yang bernama--"

"Apa kalian bekerja di sini hanya untuk bercerita saja "

Omongan Jongin terpotong akibat ucapan tegas Pria tampan di sebelahnya.

Pria tinggi bermata tegas itu menatap ke arah Bianca.

Sontak sosok mungil itu pun tertunduk diam.

"Kembalilah bekerja"

Sosok tinggi berjas itu pun berjalan meninggalkan ruangan itu.

Semua orang yang berada di ruangan itu pun mulai merasa lega.

Tapi kelegaan tersebut tak berlangsung lama saat, Pria tinggi itu tiba-tiba berbalik dan berkata

" ahh kau yang berdiri di tengah ruangan... setelah makan siang temui saya di kantor. "

Chap 3

" Bee...kau...baik-baik saja? "

Dengan penuh kehati hatian Xiumin mengguncang bahu sahabatnya pelan.

Pasalnya sosok mungil ber surai panjang itu hanya terdiam menunduk setelah kepergian Direktur baru yang ehmm tampan itu.

" Eonni..."

"uhmm...kau tidak apa-apa? "

Dengan dipapah oleh Xiumin, Bianca pun duduk di kursinya dengan sorot mata yang terlihat khawatir.

"aku...tidak bicara yang aneh-aneh bukan" gumam Bianca yang masih dapat di dengar oleh rekan-rekan nya.

"maksutmu pria yang mengikutimu dalam bis itu? yang kau sebut mesum itu? "

"Aissss Jinjja!!!" Teriak Bianca frustasi mendengar jawaban Kyungsoo yang memang benar adanya.

"Aisss bagaimana ini !!! " Bianca tampak menjambak surai brunet nya yang hari ini ia gerai.

"Bee apa yang kau lakukan? Rambutmu bisa rontok? ada apa?? " Dengan cepat Xiumin pun menahan tangan-tangan mungil Bianca yang sedang berusaha menarik-narik rambutnya sendiri dengan frustasi.

" Pria mesum ahh tidak...pria yang ada di bis pagi tadi adalah Direktur baru itu !!! "

Sontak semua orang yang ada di ruangan itu pun akhirnya paham kenapa Direktur baru itu memanggil Bianca ke kantornya.

" apa dia dengar apa yang ku katakan tadi? astaga ...bagaimana ini..."

"aku dengar rumor yang beredar...bukan hanya dia sangat tegas,tapi Sajangnim itu lumayan mengerikan "

Kata-kata Nayeon sukses membuat Bianca tambah uring uringan.

" Jinjja??? aku harap Direktur itu tak mendengar apa yang aku katakan tadi..."

"Tapi...Sajangnim sudah berdiri di sana semenjak nunna bercerita bahwa dia pria mesum"

Tutur Mark polos yang langsung saja membuat Bianca berapi-api sambil berjalan mendekati pria mungil itu.

" Ya!! kenapa kau tidak bilang eoh??!! bagaimana kalau aku dipecat oleh pria itu!!!"

" Awww...Nunna !! Sakit!! jangan menjewer telingaku!! Sakitt!!!"

Protes Mark yang kini menjadi sasaran amukan Bianca.

"Jika aku dipecat aku tidak jadi membelikan mu Kopi eoh!!"

Kyungsoo hanya bisa memijit pelipisnya mendengar keributan sahabatnya itu. Ia sudah pusing dengan tugas yang ia kerjakan. Sekarang tambah 1 lagi hal yang membuatnya harus meminum obat penghilang sakit kepala. Yaitu kehebohan dan keributan Bianca.

Jam sudah menunjukan waktu untuk makan siang.

Seluruh pegawai di P'exl pun beegegas pergi untuk mengisi perut mereka.

Tak terkecuali Kyungsoo dan Xiumin.

"Aku ada janji dengan temanku..jadi kalian makan sianglah ber2 "

Xiumin sibuk mengambil tas dan juga mantel nya. Ya..Karena sudah menginjak akhir tahun, udara di kota Seoul semakin dingin.

"Buat dia makan Soo...Kalau begitu aku pergi dulu "

" Baiklah eonni...hati-hatii dijalan "

Setelah melambai pada Xiumin, Kyungsoo pun segera mendekati Bianca yang masih terduduk menatap layar komputer. Tapi Kyungsoo tau, sahabatnya itu tengah melamun.

" apa kau tidak makan siang eoh?? "

Tanya Kyungsoo sambil mendudukan dirinya di sebelah Bianca.

" Aku tidak lapar...dan juga tugas dari manajer belum aku selesaikan "

" Ya !! bagaimana bisa selesai jika kau sedari tadi hanya melamun..."

"Kyung...bagaimana ini?? apa aku akan dipecat oleh Pria mesum...ahh maksutku sajangnim ?? "

Bianca pun memutar kursi nya menghadap sang sahabat.

"eumm...bagaimana ya... menurutku..."

"bagaiman menurutmu?? apa aku akan dipecat?? " Harap-harap cemas Bianca menunggu Kyungsoo berfikir.

" Lebih baik kita makan siang saja dulu..."

"Ya!!!! "

Dengan sekali tarikan Kyungsoo pun membuat Bianca berjalan pergi untuk makan siang.

"Tas dan mantelkuu!!!! "

@Cafe

Bianca dan Kyungsoo langsung duduk di pojok ruangan yang menghadap jalanan. Bianca bilang ia ingin melihat orang-orang berjalan agar pikiran nya bisa jernih.

Tapi apa yang Kyungsoo dapat, sedari tadi Bianca hanya diam tak memesan apapun.

"Bee kau mau pesan apa? "

" Terserah kau saja...aku sedang tidak nafsu makan..."

Jawab Bianca singkat.

Memang benar Bianca sedang tidak nafsu makan. Karena apa lagi kalau bukan masalah dengan sang Direktur.

Apa yang harus ia katakan kalau Direkturnya itu membicarakan masalah Bianca bilang yang memanggilnya pria mesum.

Bagaimana kalau ia sampai dipecat. Ia tidak ingin pekerjaan yang ia idam-idamkan sejak lama harus sampai di sini saja. Tidak...Tidak...Memikirkan nya saja membuat nya hampir menangis.

Kyungsoo yang melihat sahabatnya itu hanya melamun melihat orang-orang yang berlalu lalang hanya bisa menghela nafas kesal.

"Bee...apa kau akan seperti itu seharian ini??"

"aku hanya sedang memikirkan nasipku ini..."

Tanpa melepas pandangan,Bianca menjawab dengan lemas.

" Kau kan belum tau kenapa Sajangnim sampai memanggil mu.."

Kyungsoo berusaha semaksimal mungkin untuk membuat Bianca berfikir positif. Anak itu susah diajak berdiskusi jika sudah termenung dengan pikiran nya sendiri.

"Bagaimana jika aku langsung di pecat..."

Kini Bianca sudah meletakan kepalanya di atas meja. Ia merasa sudah frustasi. Salahkan saja bibirnya yang asal mengucap bahwa Direktur itu mesum.

"Ya!!...jika Sajangnim benar-benar memecatmu dia sungguh keterlaluan."

"Kau tidak mungkin dipecat..." Ucap seorang tiba-tiba.

Mendengar suara seorang namja, Bianca pun langsung beralih menatap ke arah sumber suara.

Suara ketukan pintu terdengar di dalam ruangan bertuliskan direktur.

"Masuklah..."

Tanpa mengalihkan tatapan nya dari berkas yang sedang ia pahami. Titah nya membuat seseorang masuk ke dalam ruangan nya.

Muncul lah Jongin sang asisten sambil tersenyum mendekati sang Direktur.

" Sajangnim..ini sudah saatnya jam makan siang "

"Tentu saja...pergi lah, kau tidak perlu meminta ijin untuk makan siang. Itu memang hak mu "

Sang Direktur masih saja sibuk dan hanya menjawab perkataan sang asisten seadanya.

" Aku tidak meminta ijin padamu "

"Lalu kenapa kau memberitahuku"

" Ya!! Park Chanyeol!!! Apa kau tidak lapar ?? Apa kau itu monster?? "

"Yes..You can call me monster"

Sambil melepas kacamata yang bertengger dihidung nya, Chanyeol pun tersenyum simpul kepada sang sahabat.

" Ayolah Yeol..ini sudah jam makan siang..aku tau kau gila kerja tapi ingat sahabatmu ini manusia biasa tidak sepertimu. Aku butuh asupan nutrisi" Dengan wajah memelasnya Jongin pun mengutarakan kemauan nya.

"Baiklah-baiklah..."

Lalu ke 2 sahabat itu pun berjalan keluar dari ruangan Direktur.

Tak bisa dipungkiri ketampanan 2 pria itu membuat para pegawai wanita terpesona melihatnya.

Beberapa kali para pegawai menyapa Chanyeol dan Kai bersamaan.

Tapi hanya Kai lah yang menjawab sapaan itu. Ya..Park Chanyeol dikenal sangat dingin dan profesional dalam urusan pekerjaan. Tapi jika sudah berkumpul dengan para sahabatnya, Chanyeol bersikap ramah bahkan namja itu pasti akan menanyakan kabar lebih dulu jika para sahabatnya lama tak berjumpa.

Lalu sampailah kedua namja tampan itu di sebuah Cafe yang berada dekat dengan perusahaan nya.

Setelah memilih tempat duduk dan memesan makanan, mereka ber 2 pun terlihat sedang mengamati suasanan Cafe tersebut.

Karena 2 namja itu sedang tidak ingin makan berat dan datang lah mereka ke Cafe tersebut.

Ini adalah pertama kali nya Chanyeol datang di Cafe yang menurut Jongin cukup enak untuk tempat nongkrong. Jadi Chanyeol hanya meng-Iya kan ajakan sahabatnya.

Tak begitu jauh dari tempat duduknya, nampak seseorang yang cukup Chanyeol kenal.

"Kim Jong-in ...bukankah itu gadis yang aku suruh untuk datang menemuiku nanti?" Ucap Chanyeol sambil menunjuk 2 orang wanita yang duduk tak jauh darinya.

"Bisakah Kau memanggilku Kai...para pegawai tidak terbiasa dengan sebutan Jong-In asal kau tau" Protes Kai pada sahabatnya itu.

"Lihatlah disana! "

"ohh...Bianca ? ahhh benar ...dia bersama Kyungsoo "

" Bagaimana kalau kita bergabung bersama mereka" Lanjut Kai sambil beranjak dari tempat duduknya.

"ehh...Tunggu dulu...Lihat dia siapa? "

"eumm?? " Jongin kembali mengamati ke 2 sosok wanita yang kini sedang mengobrol bersama seorang pria yang berpakaian seperti pelayan di Cafe tersebut.

"Siapa dia? " Tanya Chanyeol tak lepas menatap pria tinggi berpakaian pelayan itu.

" Tentu saja dia pelayan...tapi sebelumnya aku belum pernah melihat nya. Mungkin dia pegawai baru. " Kata Kai yang sangat ahli mengingat orang. ( Itu menurut Jong-In sendiri)

Chanyeol terlihat amat sangat lekat menatap interaksi sosok pelayan dan Bianca dihadapan nya.

Lalu tiba-tiba sosok pelayan itu mengusak surai milik Bianca dan membuatnya entah kenapa cukup terkejut.

Chanyeol terlihat termenung memikirkan kejadian itu. Mungkinkah sosok itu kekasihnya?

Tak selang beberapa lama, makanan yang ia pesan pun datang.

"Selamat menikmati..."

Dan betapa terkejutnya Chanyeol, bahwa sosok yang mengantar makanan itu adalah pelayan yang berinteraksi dengan Bianca.

" Kau kekasihnya?" Kata Chanyeol tiba-tiba yang mana membuat Kai terkejut dan juga sang pelayan menghentikan langkahnya untuk pergi.

" apa? " Jawab sang pelayan ragu.

" Apa kau mempunyai hubungan dengan Bianca?"

Entah kenapa Chanyeol sungguh ingin tau hubungan sosok itu dengan Bianca. Padahal ia sendiri belum atau bahkan tidak kenal dengan Bianca. Hubungan mereka hanya sebatas Bos dan pegawai.

" Kau mengenal Bianca?" Jawab pelayan itu sambil memandang Bianca yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Itu bukan urusan mu..." Mata Chanyeol tak lepas dari sosok sang pelayan yang berdiri di hadapan nya.

" Chanyeol..." Ucap Kai yang mencoba menenangkan sahabatnya itu. Pasalnya Chanyeol tiba-tiba terlihat cukup emosi.

"Kalau begitu tidak ada alasan juga bagiku untuk memberitahukan padamu"

Jawab sang pelayan lalu pergi meninggalkan sosok yang menurut nya tidak penting itu.

Namun lagi-lagi dia harus berbalik karena jawaban dari Chanyeol.

" Dia pegawai ku , Sehun-ssi "

Ucap Chanyeol yang beberapa saat lalu sudah membaca name tag milik sang pelayan itu.

"Ahhh...Jadi kau bos di kantornya." Sehun pun semakin mendekat kearah Chanyeol.

"Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Jangan pernah ganggu Bianca ku. Kalau kau sampai macam- macam padanya kau akan berurusan padaku. Aku tidak peduli kau itu siapa bahkan jika kau Bos nya sekali pun. "

Dengan tatapan mata nya yang tajam, Sehun pun langsung pergi meninggalkan 2 namja yang kini terlihat terdiam.

" Yeol..." Kata Kai mencoba menyadarkan sahabatnya itu.

"hmmm... "

Chanyeol terlihat menetralkan mimik muka nya yang beberapa detik lalu sangat terkejut.

" kau ...tidak apa-apa kan? " Tanya Kai sedikit ragu.

" Sudahlahh...habiskan saja makanan mu " Jawab Chanyeol. Lalu namja tinggi itu pun meminum ice Kopi miliknya tanpa sisa.

Sedangkan Kai hanya bisa mengedikan bahunya bingung.

T

B

C

Lanjutkah??

Chap ini lumayan panjang semoga kalian gk bosen bacanya

Silahkan tinggalkan jejak jika berkenan

Salam ChanBaek