Winter Tale Chap 4 Up !

Winter Tale ~

Author : Novita_Park

Cast :

•Park Chanyeol

•Byun Baekhyun as Bianca Byun

•Oh Sehun

• dll

*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai

Happy Reading

*

*

*

Chap Preview

"Ada yang ingin aku sampaikan padamu. Jangan pernah ganggu Bianca ku. Kalau kau sampai macam- macam padanya kau akan berurusan padaku. Aku tidak peduli kau itu siapa bahkan jika kau Bos nya sekali pun. "

Dengan tatapan mata nya yang tajam, Sehun pun langsung pergi meninggalkan 2 namja yang kini terlihat terdiam.

" Yeol..." Kata Kai mencoba menyadarkan sahabatnya itu.

"hmmm... "

Chanyeol terlihat menetralkan mimik muka nya yang beberapa detik lalu sangat terkejut.

" kau ...tidak apa-apa kan? " Tanya Kai sedikit ragu.

" Sudahlahh...habiskan saja makanan mu " Jawab Chanyeol. Lalu namja tinggi itu pun meminum ice Kopi miliknya tanpa sisa.

Sedangkan Kai hanya bisa mengedikan bahunya bingung.

Chap 4

Dengan perasaan takut, grogi dan khawatir. Bianca telah berdiri di ambang pintu bertuliskan Direkrur. Namun yang paling ia rasakan sekarang adalah rasa malu. Ya karena telah menyebut Direkturnya seorang yang mesum. Sungguh jika ia tau pri itu adalah Direkturnya Bianca pasti tidak akan mengucapkan kata itu.

"Bianca...kau tidak jadi masuk? "

Kai yang sedari tadi melihat Bianca yang hanya terdiam bingung di depan pintu hanya bisa tersenyum maklum.

" Kai aku takut..." cicit Bianca sambil menatap balik sosok yang yang mulai berjalan kearahnya.

"kenapa? Direktur tidak akan menggigitmu...tenang saja "

" Ya !! Bukan itu maksutku..Tapi "

" Sajangnim ! Bianca ingin menemui mu"

Belum sempat Bianca menyelesaikan ucapan nya, Kai pun sudah berteriak yang mana membuatnya kaget bukan main.

" Astaga Kai...Kau sungguh--"

Bisikan Bianca terputus karena mendengar suara barito dari dalam ruangan itu.

"Suruh dia masuk "

Bianca semakin bertambah gugup setelah sang Direktur menyuruhnya untuk masuk.

" sudah masuk lah... " Dengan senyum yang mengembang Kai pun membuka kan pintu. Dengan sebuah dorongan yang Kai lakukan,Bianca pun masuk ke dalam ruangan.

Kini Bianca dapat melihat seorang pria berkacamata sedang berkutat dengan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya.

" semoga sukses..." Bisik Kai sambil menutup pintu yang hanya bisa di balas Bianca dengan tatapan matanya yang marah.

" Jadi...siapa namamu tadi? "

Bianca dibuat terkejut saat tiba-tiba suara husky itu berucap.

" Bianca...Bianca Byun " Jawab Bianca sambil berjalan mendekat ke arah meja sang Direktur.

Di meja tersebut dapat ia lihat nama Park Chanyeol bertengger rapi.

" Jadi nona Bianca...bisa kau jelaskan ? " Chanyeol melepas kacamata yang bertengger di hidung mancung nya sambil menatap Bianca yang tampak menciut.

" Jadi..."

Bianca pun tampak gugup ditatap oleh obsidian hitam milik Direkturnya itu.

Ia tidak tau harus berbicara apa sekarang. Apa ia harus minta maaf dulu atau menjelaskan apa yang sudah ia lakukan kemarin. Astaga bagaimana ini.

"Jadi..." Ulang Chanyeol yang tak lepas menatap gerak -gerik Bianca di hadapan nya.

"Sebelumnya aku tidak bermaksud untuk berbicara kepada mereka tentang Sajangnim yang--"

"Tunggu dulu "

"Ya ?" Jawab Bianca kaget sambil menatap raut wajah Chanyeol yang kebingungan.

"Sebenarnya kau bicara soal apa? aku memanggilmu kesini karena menurut apa yang Kai bilang bahwa kau asisten manajer nona Xiu, bukan?"

"eumm...iya benar " Bianca sebenarnya juga cukup bingung, bukankah tadi Mark bilang bahwa Chanyeol mendengar ucapannya? .Lalu kenapa Direktur itu tidak membahasnya?

" karena nona Xiu sedang menemui client, aku minta padamu untuk menyerahkan data penjualan produk kita selama 6 bulan terakhir ".

"Ahh...tentu saja, saya akan segera memberikan data itu". Ucap Bianca lega.

"Kau bisa langsung berikan pada Kai nanti...Baiklah kalau begitu". Ucap Chanyeol sambil membuka dokumen yang tadi ia tinggalkan, karena berbicara dengan Bianca.

"Kalau begitu saya pergi dulu sajangnim "

Dengan perasaan bahagian, Bianca pun segera keluar dari ruangan itu.

"Tunggu --!! "

Belum sempat Chanyeol memberikan sebuah benda berwarna putih yang ia ambil dari dalam meja kerja nya, Bianca telah melenggang pergi dari ruangan nya.

" Bagaimana caraku untuk mengembalikan nya "

Ia genggam kembali benda putih itu. Mungkin dengan benda ini, Chanyeol bisa mengenal lebih jauh dengan Bianca.

Jam sudah menunjukan pukul 6 sore. Seluruh pegawai di P'Exl mulai keluar dari dalam gedung untuk segera pulang ke rumah atau sekedar berjalan-jalan untuk menghilangkan penat setelah seharian bekerja.

Seperti yang dilakukan Kyungsoo dan Bianca saat ini , mereka ber 2 baru saja keluar dari kantor dan berjalan untuk sampai di Halte.

" Kyung kau tau heatseat miliku? "

Ucap Bianca panik sambil mengobrak-abrik tas miliknya.

"seharian ini aku tak melihatmu memakai nya " Jawab Kyungsoo sambil berjalan santai tak mempedulikan Baekhyun yang masih uring uringan.

Bianca itu memang orang yang ceroboh, jadi Kyungsoo sudah biasa jika barang Bianca ketinggalan atau hilang dari pandangan nya.

"Mungkin tertinggal di rumah . Kau itu ceroboh sekali sihh " Lanjut Kyungsoo sambil memandang Bianca yang masih terdiam di belakang nya menggeledah semua isi tas nya.

" Sudahlah ...cari saja di rumah. Aku pulang dulu Bee..." Kata Kyungsoo sambil memberhentikan sebuah taxi yang lewat.

"Bee !!! Aku pulang duluuu !!! " Teriak Kyungsoo lagi karena sahabatnya itu masih sibuk dengan tas nya.

Mendengar teriakan itu, Bianca pun mengalihkan tatapan nya pada sang sahabat.

" uhm...baiklah.."

Setelah mendengar jawaban dari Bianca, Kyungsoo pun segera masuk ke dalam taxi. Dan mobil berwarna silver itu pun melaju meninggalkan Bianca yang larut dalam pikiran nya sendiri.

'Bukan kah tadi pagi aku memakainya.

Aisss ...aku tidak boleh sampai menghilangkan nya karena itu pemberian dari seseorang yang sangat istimewa untuk.ku '

Langkah kaki jenjang nya menelusuri sebuah Mansion yang ia sebut rumah dengan perasaan lelah. Hari pertama ia kerja memang membuat energi dan fikiran nya cukup terkuras.

Di dalam rumah mewah itu sudah ada beberapa maid yang menyambut kedatangan nya.

"Selamat datang Tuan muda..."

Sosok yang di panggil Tuan muda itu hanya berjalan tanpa berkata sepatah kata pun.

Pria itu nampak berjalan menaiki tangga menuju Kamar nya yang berada di lantai 2.

"Chanyeol..."

Suara seorang wanita membuat nya mau tak mau harus membalikan badan nya.

"Nde eomma..."

Sosok wanita yang sudah menginjak kepala 4 namun masih berparas cantik nan anggun itu berjalan mendekati sang putra.

" Bagaimana hari pertama mu di kantor ? " Tanya Hyuna sambil menepuk pundak lebar Chanyeol. Ia merasa bahu tegap itu sangat berharga bahkan debu pun tak boleh berada di sana.

"hmm...berjalan lancar eomma " Chanyeol hanya menanggapi dengan senyuman tipis.

" kau sudah bekerja sangat keras..."

"Ahh benar...Presdir Perusahaan JK menghubungi ku. Beliau bilaang bahwa putrinya tau kau sudah pulang dan --"

" Eomma ...aku lelah, aku ingin istirahat duluu. Lain kali saja ya " Tolak Chanyeol lalu pergi meninggalkan Hyuna.

Setelah menutup pintu kamarnya, Chanyeol pun melepaskan jas nya dan meleparkan nya e sembarang arah. Lalu ia pun merebahkan tubuh lelahnya.

Terlihat Chanyeol menutup mata nya. Chanyeol sangat malas jika sang Ibu sudah membicarakan masalah perjodohan.

Dia tak mau menikah dengan cara seperti itu. Ia tak mau mengikuti jejak kakak nya, Yonna . Wanita anggin itu menikahi seorang pria penerus Perusahaan untuk menambah saham di Perusahaan milik Ayah Chanyeol dulu.

Chanyeol selalu menuruti ucapan Ayah dan Ibunya. Tapi untuk urusan menikah ia ingin menentukan nya menurut hati nya sendiri.

Dan sekarang Chanyeol telah menemuka sosok itu.

Memikirkan nya saja sudah membuat sebuah senyuman terpatri di wajah tampan nya.

" Tolong aku Bee..."

" hanya aku sendiri saja? "

" Mark mau membantu mu sebentar ..jadi tolong aku yha "

" Memang nya Luhan eonni mau kemana? "

" Direktur baru itu memintaku untuk menemani nya ke beberapa client karena besok adalah hari peluncuran produk baru kita..apa kau lupa? "

Dan disinilah Bianca duduk sendiri sambil menyelesaikan tugas yang sebenarnya milik managernya Xiu Luhan.

Jam sudah menunjukan pukul setengah 8 malam. Mark sudah ia suruh pulang sejak setengah jam yang lalu. Ia merasa kasihan kepada Intern baru itu karena harus menemani nya lembur.

"Dan...akhirnya selesai "

Dengan cepat Bianca pun membereskan beberapa berkas yang berserakan di meja nya. Ia juga merasa takut berada di kantor sendirian malam hari seperti ini.

Dengan langkah yang cukup terburu,Bianca pun berjalan keluar dari ruangan nya dan ia dapat melihat sesosok pria berjalan mendekat. Karena lampu di koridor ruangan sudah padam, Bianca tak dapat melihat siapa kah sosok itu.

" Kau baru saja pulang? "

" ohhh sajangnim " Jawab Bianca sambil membungkukan badan sopan saat sosok itu telah berada di hadapan nya.

" iya...karena Luhan Eonni sedang pergi, saya harus menyelesaikan tugas nya"

Sebenarnya Bianca sedang menyindir Chanyeol karena sudah membuat Luhan pergi untuk menemani nya.

"Ahh maafkan aku karena sudah menyuruh Luhan dan kau jadi lembur sampai malam" Jawab Chanyeol sambil mengusap tengkuk nya yang tidak gatal.

" ahh tidak masalah ini memang tugasku "

Bianca cukup terkejut karena sosok yang orang-orang bilang sangat tegas itu malah meminta maaf padanya karena ia lembur.

" Sebagai rasa maafku padamu bagaimana kalau aku mengantar mu pulang"

Ini sudah diluar perkiraan Bianca, bagaimana mungkin seorang Direktur seperti Chanyeol mengantarnya pulang ke rumah. Heoll !!

" Tidak perlu..."

" jadi kau menolak seseorang yang berbaik hati padamu? "

" tidak...bukan seperti itu...maksutku adalah-"

" Kau tunggu saja di bawah...aku akan mengambil sesuatu di kantor ku"

Chanyeol pun tampak bergegas masuk ke dalam kantornya.

Karena tidak ada pilihan lain,Bianca pun berjalan keluar untuk menunggu Chanyeol.

Disepanjang perjalanan, hanya ada keheningan yang menguasai.

Chanyeol hanya sekali bertanya pada Bianca saat menanyakan alamat rumah nya. Dan Bianca pun hanya diam di sepanjang perjalanan. Entah kenapa ia merasa tak enak hati karena Chanyeol harus mengantarnya pulang, padahal arah rumah mereka ber 2 berbeda arah.

Dan kini sampailah mobil mewah berwarna hitam milik Chanyeol di depan sebuah rumah yang sederhana namun tampak mewah.

Bianca pun dengan cepat keluar dari mobil itu. Tanpa ia sadari ternyata Chanyeol juga ikut keluar dari mobilnya.

" Jadi ini rumahmu " Chanyeol sesekali melihat sekeliling area rumah Bianca.

" uhmm..Terima kasih karena sudah berbaik hati mengantarku Sajangnim" Jawab Bianca sambil membungkukan badan singkat.

"Kalau begitu aku masuk-"

"ehh tunggu sebentar ! "

Ucapan Chanyeol membuat Bianca tak jadi melangkah masuk ke area halaman rumahnya.

Pria tinggi itu mengambil sesuatu dari kantung jas nya.

"Astaga...itu heatseat milik ku"

Bianca pun menerima barang berwarna putih itu dengan senyum yang amat mengembang.

" Sebenarnya aku ingin mengembalikan nya padamu 2x tapi gagal "

Bianca tampak menatap Chanyeol yang juga menatapnya.

2x?

"Pertama saat di bis ..apa kau ingat? aku yang duduk di samping mu waktu itu. Tapi kau tiba-tiba turun dari bis "

Jelas Chanyeol yang langsung membuatnya malu bukan main.

Jadi waktu itu Chanyeol ingin mengembalikan heatseat miliknya. Bukan untuk macam-macam.

" dan yang ke 2 saat kemarin kau datang ke ruangan ku. Tapi aku lupa karena membicarakan masalah bisnis. "

Dan dengan perasaan tak enak hati Bianca pun berucap banyak terimakasih pada Chanyeol.

"Berkat mu heatseat ini ketemu. Ini adalah pemberian dari seseorang yang sangat berarti untuk ku"

Bianca bilang barang itu adalah pemberian dari seseorang . Apakah dari namja pelayan itu?

" Apa itu dari kekasihmu?" Dengan segenap keberanian yang ia punya, Chanyeol pun bertanya kepada Bianca .

"Kekasih? "

Entah kenapa Bianca cukup bingung dengan pertanyaan Chanyeol tersebut.

" Kemarin aku bertemu dengan nya. Dia si Pelayan bermuka datar itu kan" Jawab Chanyeol yang entah kenapa merasa sangat kesal saat membicarakan sosok pelayan yang ia temui kemarin.

"Pelayan? ahh...Maksut sajangnim Pelayan di Cafe itu? hahaha..itu adalah adik ku Byun Sehun "

Mendengar hal itu Chanyeol pun sontak terkejut. Bagaimana bisa sosok itu adalah adik Bianca? Dari cara nya bersikap dan melindungi sosok Bianca. Sehun sudah sangat pas untuk bersikap seperti seorang laki-laki yang melindungi kekasihnya.

" Dia memang seperti itu. Sikap nya sangat protektif jika sudah berhubungan dengan keluarga. " Jelas Bianca saat melihat Chanyeol terdiam sambil terlihat berfikir keras.

" Kalau begitu aku masuk dulu. Dan juga terima kasih karena sudah menemukan barang berharga dari Ayah ku. "

Chanyeol pun kini dapat tersenyum lega mendengar penuturan dari Bianca.

"Terimakasih untuk tumpangan nya Sajangnim..."

Setelah berpamitan Bianca pun berjalan masuk ke dalam rumah.

" Bianca ! "

Mendengar namanya dipanggil, Bianca pun kembali berbalik menatap Chanyeol.

" Semoga mimpi indah "

T

B

C

Semoga chap ini para reader suka ya

Silahkan tinggalkan jejak jika berkenan

Salam Chanbaek