Winter Tale Chap 5 Up !!!
Winter Tale ~
Author : Novita_Park
Cast :
•Park Chanyeol
•Byun Baekhyun as Bianca Byun
•Oh Sehun
• dll
*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai
Happy Reading
Suara mesin mobil semakin menjauh. Siluet mobil berwarna hitam itu pun semakin tak terlihat. Namun Bianca kini masih saja menatap jalanan yang dilalui mobil mewah itu dibalik tirai jendela rumahnya.
'Semoga mimpi indah '
" Ada apa dengan ku? " Gumam Bianca bingung saat ia kembali mengingat perkataan Chanyeol, entah kenapa ia merasa tidak tenang.
Apa mungkin karena Chanyeol sudah berbaik hati dan ia masih merasa bersalah dengan ucapan nya tadi pagi?
" Kau sedang apa? "
"Astaga...kau mengagetkan ku ! " Ucap Bianca saat tiba-tiba saja Sehun telah berdiri di belakang nya.
" Kau baru saja pulang? dari mana saja? "
Tanpa mempedulikan pertanyaan Sehun, Bianca pun berjalan menaiki tangga menuju kamarnya di lantai 2.
" Aku melihatmu diantar seseorang tadi... Siapa dia? "
Sehun masih saja mengekori Bianca.Dengan cepat wanita bersurai brunet itu pun membalikan badan nya.
" Hari ini pekerjaan ku banyak dan akhirnya aku lembur Sehun-a...dan tadi itu...dia...Direktur di Perusahan ku " Bianca menunduk kan wajahnya pada Sehun yang berada di tangga yang lebih rendah . Entah kenapa di akhir kalimat Bianca cukup ragu memberitahukan pada Sehun.
Sehun itu adalah adik yang cuek. Tapi di balik kecuekan nya Bianca merasa namja berparas tampan itu selalu menghawatirkan Ibu dan juga dirinya. Bahkan kadang sikap pria muda itu sangat overprotektif padanya. Mungkin karena hanya dia lah laki-laki di dalam keluarga ini, Jadi ia merasa harus melindungi anggota keluarga nya.
"ahh benar...apa kau bertemu dengan sajangnim?"
Bianca tiba-tiba teringat perkataan Chanyeol tadi.
"hmm..kami tidak sengaja bertemu" Jawab Sehun yang juga terlihat tengah berfikir.
" kau tidak berbicara yang aneh-aneh padanya kan? "
Bianca cukup curiga dengan sikap Sehun yang kini seperti tengah menutupi sesuatu.
"tidak...mana mungkin aku berbicara yang aneh padanya "
"Baiklah kalau begitu..."
Bianca pun berjalan meninggalkan Sehun untuk segera masuk ke dalam kamar.
Tubuh nya sangat lelah karena pekerjaan nya menumpuk ditambah lagi hari ini ia lembur seorang diri.
Setelah membersihkan diri,Bianca pun segera merebahkan tubuh mungilnya di ranjang.
Belum lama ia berbaring tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi.
Dengan tidak rela,Bianca pun mendudukan tubuhnya sambil mengecek ponsel yang ada di meja samping tempat tidurnya.
Tertera nama Kyungsoo di layar ponsel berwarna putih itu.
Kyungi
Bee...maafkan aku tidak bisa menemani mu 21.24
Bianca pun tampak mengembangkan senyum nya saat membaca pesan itu. Dengan segera gadis mungil itu membalas nya.
Tak apa... kau pasti akan tidak percaya dengan apa yang aku katakan. 21.29
Seseorang baru saja mengantarku pulang. 21.31
Kyungi
Siapa? ceritakan padaku ? " 21.32
Di iringi dengan senyum jahilnya, Bianca pun menaruh kembali ponsel di meja dan segera menyamankan tubuhnya di ranjang untuk segera menyelami alam mimpi.
Besok pagi Kyungsoo pasti akan mengintrogasi nya karena sudah membuat gadis bermata bulat itu penasaran semalaman.
Karena hari ini adalah hari peluncuran Brand baru di Perusahaan P'Exl. Dan di luar dugaan, antusias warga Seoul sangat menyambut peluncuran Ponsel itu. Pada malam harinya seluruh pegawai di perusahaan tersebut merayakan keberhasilan mereka dengan acara makan bersama di sebuah Cafe.
Seluruh pegawai tampak bergembira tak terkecuali 3 gadis yang duduk bersama dengan gelak tawa yang berasal dari salah satu dari mereka.
" Kau masih bisa tertawa ? Seharian ini kau mengacuhkan ku"
" aku tak bermaksut seperti itu Kyung...aku sibuk asal kau tau " Bianca senang karena berhasil mengerjai Kyungsoo seharian ini.
" aku juga sibuk asal kau tau " cibir Kyungsoo tidak terima dengan sikap jahil gadis yang duduk di sebelahnya itu.
"Aku mencari kalian kemana-mana...dan ternyata kalian ada di sini "
Tiba -tiba seorang wanita datang sambil merangkul pundak Kyungsoo dan Bianca.
"Luhan eonni...kau dari mana saja? " Bianca sebenarnya kesal saat mendapati Managernya itu duduk bersebelahan dengan Xiumin sambil mengembangkan senyum ceria nya.
" Aku sibuk..Aku baru saja mengecek produk di salah satu Mall. " Jawab Luhan lelah sambil menyandarkan tubuhnya di pundak Xiumin.
" Eonni...apa kau tak mau mengucapkan apa pun padaku ? " Bianca tampak memberikan tatapan tajam nya pada Luhan yang kini sedang terlihat berfikir keras.
" ahhh...Aku hampir lupa. Gomawo Bee...karena kau beban ku sedikit ringan " Luhan tersenyum senang menatap Bianca.
" asal kau tau saja...aku lembur sampai jam 8 malam. "
Tak henti-henti Bianca mencibir Luhan yang kini hanya bisa tertawa mendengar pengorbanan nya.
"Aigooo...mianhae, hari itu aku tidak bisa menemanimu karena menemani Chanyeol " Jawaban Luhan langsung membuat ke3 gadis itu tertegun.
" Chanyeol? " Tanya Xiumin bingung
" Ahhh maksutku Chanyeol Sajang...Ahh sebentar,aku harus ke toilet "
Dengan cukup tergesa-gesa Luhan pun pergi meninggalkan ke3 wanita yang masih bingung itu.
"Apa mereka sudah seakrap itu? " Gumam Xiumin sambil menopang dagunya.
" Tapi aku dengar Sajangnim tidak mudah terbuka dengan orang baru" Jawab Xiumin
"aku rasa dia tidak seperti itu" Nyayanya gumaman Bianca masih bisa di dengar oleh telinga tajam Kyungsoo dan Xiumin.
"kau berkata seolah kau sudah sangat mengenalnya?" Kyungsoo memulai dengan acara introgasi nya.
" Apa hubungan mu dengan Park Sajang sudah semakin dekat?? " Goda Xiumin sambil menopang dagunya menatap Bianca.
" eum ... Jadiii... semalam ..orang yang mengantarku pulang adalah Park Chanyeol "
Sambil sesekali melirik ke arah 2 sahabatnya , Bianca pun akhirnya menceritakan kejadian malam itu. Namun yang ia dapat malah tatapan bingung dari para sahabatnya.
" Hey...kenapa kalian diam saja? "
" eee...Park Chanyeol?? maksutmu Park Sajang????!!! " Pekikan Kyungsoo sontak saja langsung membuat beberapa orang yang duduk di sekitar mereka menatap 3 gadis itu bingung.
" Ya !!! pelankan suaramu !! "
" heyy...itu tidak masuk akal. Bagaimana bisa Sajangnim mengantarmu pulang? "
Kembali Kyungsoo masih tak percaya dengan apa yang ia dengar dari sahabatnya itu.
" Bukankah kalian masih terlihat tidak begitu akrab? kenapa Park Sajang tiba-tiba bisa mengantarmu pulang? "
Kini Xiumin tak mau kalah menanggapi perkataan gadis bersurai Brunette itu.
"apa kalian tidak percaya padaku? "
" bukan nya kami tidak percaya . Tapi dia adalah Pemilik P'Exl .Park Chanyeol. Park Saja --"
"Apa kalian memanggilku? "
"Astaga !!!" Pekik Kyungsoo kaget karena tiba-tiba sosok yang tengah mereka bicarakan telah berdiri di samping nya.
" apakah aku boleh bergabung? "
"ap..apa?? "
" aku tidak tau harus duduk dengan siapa karena aku tidak kenal dengan siapa pun disini " lanjut Chanyeol sambil mengarahkan tatapan nya pada seluruh pegawai yang terkejut dengan kedatangan Chanyeol tiba-tiba.
"Karena kau adalah kekasih Jongin dan aku sudah cukup mengenal Bianca, Jadi bolehkah aku ikut bergabung? "
"oohhh...yaa...tentu saja ..." jawab Kyungsoo terbata.
Akhirnya Chanyeol pun duduk bersama 3 gadis itu. Kini pria itu dapat melihat, gadis yang ia antar semalam hanya menundukan kepalanya sambil sesekali meminum minuman miliknya.
Tak berselang lama munculah Jongin yang segera membuat ke 3 gadis itu merasa lega. Karena dengan adanya sosok tan itu dapat membuat suasana canggung yang sejak tadi terasa sedikit menguar.
" bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? "
Karena rasa penasaran nya yang tinggi akhirnya Kyungsoo pun memberanikan diri bertanya pada Chanyeol.
" ya tentu saja "
Bianca merasa ada yang tak beres setelah ini, perasaan nya mengatakan sahabatnya itu akan bertanya perihal kejadian malam tadi.
" jadi...apa benar Sajangnim mengantar gadis ini pulang?? "
" ya Kyungsoo!! " Bianca memekik kesal pada sahabat yang duduk bersebelahan dengan nya itu.
Akhirnya Chanyeol dapat mendengar suara gadis yang sedari tadi ia amati diam diam itu. Sejak kedatangan nya gadis manis itu hanya terdiam.
" wahh benarkah?? " ucap Jongin yang juga kaget dengan sikap Chanyeol itu.
"Hmm... itu benar. Aku tidak tega melihat dia pulang seorang diri malam itu. " Jelas Chanyeol sambil menatap Bianca yang hanya bisa tertunduk sambil meminum
minuman nya dengan gugup.
" Jika aku berada di sana, pasti aku juga akan melakukan hal yang sama " Xiumin pun tersenyum pada Chanyeol yang duduk di sebelahnya.
Sedangkan Bianca hanya bisa berdiam diri saat semua sahabatnya sedang membicarakan nya .
Tiba -tiba terdengar sebuah bunyi notifikasi dari sebuah ponsel. Merasa ponsel berwarna putih nya berbunyi dengan cepat Bianca pun mengecek siapa gerangankah sosok yang mengirim pesan padanya.
Setelah membaca pesan tersebut,tampak gadis mungil itu memakai cout dengan tergesa.
" sebelumnya aku minta maaf...tapi aku harus pergi "
" ada apa?? kau mau kemana? " Tanya Kyungsoo bingung melihat sahabatnya yang telah rapi.
" aku lupa harus berbelanja di supermarket . Untung saja Sehun mengingatkan nya. "
Bianca pun telah bersiap untuk pergi sebelum sebuah tangan besar menahan lengan nya.
" Biar aku antar "
"Sajangnim...Tapi-"
" Aku juga berniat untuk membeli sesuatu setelah ini. Karena kita searah.. jadi kenapa tidak ? "
" Tapi Sehun sedang dalam perjalanan -"
" Sudahlah Bee .. terima saja ajakan Park Sajang. Lihatlah mereka semakin menatap mu " Kyungsoo tau bahwa sahabatnya itu tidak suka menjadi pusat perhatian jadilah alasan itu yang ia pilih.
Sebenarnya Binaca ingin menolak, tapi benar apa kata Kyungsoo orang orang di dalam Cafe yang mayoritas teman kantor nya semakin menatap nya dan ia semakin jelas mendengar bisik bisik dari orang orang itu .
Dan sebuah anggukan setuju pun Bianca berikan pada Chanyeol.
" Baiklah ayo "
Dengan cepat Chanyeol pun berjalan diikuti Bianca di belakang nya.
" hati-hati dijalan !!! " Pekik Kyungsoo riang mengikuti 2 sosok yang semakin menjauh dan keluar dari Cafe tersebut.
" aku tidak menyangka mereka memang sudah dekat "
Kini Xiumin terlihat berpikir penuh sambil menopang dagunya.
"Bahkan Park Sajang memanggilnya ke kantor kemarin " Kyungsoo pun ikut menimpali dengan kejadian yang ia rasa sangat aneh itu.
"Tapi bukankah kemarin Park Sajang sangat mengerikan?? Lalu kenapa sekarang dia tampak berbeda?"
" apa yang akan aku katakan ini kalian pasti tidak akan mempercayai nya "
Giliran Jongin yang menaggapi pemikiran 2 gadis itu.
" Sebenarnya apa yang kau tau? "
Sambil menatap sang kekasih yang sedang menegguk minuman nya Kyungsoo pun semakin penasaran dibuatnya.
" Sebenarnya ... Chanyeol itu tertarik--"
"Nunna "
"Ohh ... Sehun? kenapa kau ada disini? "
Kyungsoo tampak terkejut saat tiba -tiba sosok Sehun berjalan menghampirinya dengan ekspresi kebingungan.
" Dimana Bianca nunna? "
"Bukankah kau menyuruhnya untuk berbelanja? Dia sudah pergi "
"Baiklah kalau begitu aku pergi --"
"Heyy ...tidak usah meyusulnya "
Kini giliran Xiumin yang mencegah sosok pria muda itu.
Mendengar hal itu Sehun semakin dibuat kebingungan.
" Dia sudah pergi dengan seseorang. Tenang saja "
" Apa?! siapa orang itu? aku harus pergi --"
"Ya!! Byun Sehun tenanglahh...tidak ada yang perlu kau khawatirkan " Kyungsoo pun mencoba menjelaskan pada Sehun yang sudah panik seoarang diri. Ia juga tau apa yang dirisaukan sosok pria muda itu.
"Dia bersama Chanyeol. Kau tidak usah khawatir " Jongin pun sampai ikut menengakan sosok itu. Pria tan itu merasa bahwa adik Bianca terlalu panik hanya karena mendengar kakak nya pergi dengan seorang yang tidak ia ketahui.
"Apa??! Siapa Chanyeol?! berani beraninya dia -- Awww...!! Astaga Nunna !!! kenapa kau memukulku!! "
Sehun sedikit meringis akibat pukulan dari Kyungsoo di lengan nya.
" Biarlah dia pergi..ini sudah saatnya "
Mendengar hal itu langsung membuat Sehun menghentikan aktifitas mengusap lengannya.
" Aku masih tidak mau hal itu terjadi lagi padanya"
T
B
C
Next Next Next ???
Jadi apa yang membuat Sehun menjadi begitu protektif pada Bianca?
Ditunggu Chap Selanjutnya
Jangan lupa tinggalkan jejak
Dan terakhir Salam ChanBaek
