Winter Tale Chap 6 up !!!!
Winter Tale ~
Author : Novita_Park
Cast :
•Park Chanyeol
•Byun Baekhyun as Bianca Byun
•Oh Sehun
• dll
*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai
Happy Reading
Dijalan setapak yang tengah tertutup salju sekitar 2cm, terdapat jejak kaki mungil yang tercetak disana.
Jejak kaki tersebut tercetak dari kaki gadis mungil yang kini tengah berjalan mengendap.
Gadis itu masih mengenakan seragam sekolahnya, padahal langit sudah memancarkan sinar jingga nya.
"huh ...dingin sekali.." Gumam nya sambil mengeratkan syal yang melingkar indah di leher putihnya.
Sosok mungil itu tengah mengamati kumpulan pria yang sedang bermain basket di tengah tengah turun nya salju.
Namun gadis yang memakai syal berwarna biru itu hanya terfokus okeh salah satu pria yang sekarang sedang mendribble bola.
Entah kenapa saat memandangi sosok itu dirinya menjadi berdebar-debar dan wajahnya mendadak panas.
"Dia selalu tampak tampan..." Ucap Bianca diselingi senyum ceria nya .
Ya. Gadis mungil itu adalah Bianc, dan pria yang di sukinya itu adalah Sonbae tingkat 2 di Sekolahnya.
Saat ini Bianca masih berada di tingkat 1 Senior High School di salah satu sekolah favorit di Seoul.
Bianca sudah mengagumi sosok pria tinggi itu cukup lama semenjak ia melangkah memasuki area Sekolah ini.
Bagaimana tidak, Pria itu memiliki banyak teman,bisa berbagai macam olahraga dan jangan lupakan wajah tampan nya itu. Ahh dan 1 lagi ...sosok itu adalah anak dari pemilik Sekolah ini. Fakta itu saja sudah membuatnya menjadi pria idaman seluruh gadis yang bersekolah di sini.
Kembali lagi saat dimana Bianca yang sedang mengamati sosok pria menawan itu. Bianca akan memekik senang jika pria itu dapat memasukan bola ke dalam ring dan ia akan mendesah kecewa jika jika bola itu gagal masuk.
Jam di tangan Bianca sudah menunjukan pukul 4 sore, sudah menandakan bahwa ia harus segera pulang ke rumah. Ia tidak mau dimarahi oleh sang Ibu karena pulang terlambat. Segera saja Bianca pun berlari untuk segera pulang ke rumahnya.
"Siapa dia? "
Sosok tinggi yang sedari tadi mendribble bola kini teralihkan pada sosok gadis yang berlari menjauhi area lapangan sepak bola.
" entahlah...tapi aku sering melihat gadis itu menonton kita saat latihan " Salah seorang teman pria itu menanggapi sambil menegguk air dari botol.
Pria tinggi itu pun hanya bisa terdiam menatap kepergian Bianca dalam diam.
* * *
Langkah kaki besarnya ia arahkan masuk ke dalam sebuah Mansion yang sudah sangat ia hafal. Beberapa maid membungkuk hormat melihat pria ber kulit tan itu berjalan di dalam Mansion tersebut.
"Ohh Tuan muda Kai "
Sosok yang dipanggil itu pun menghentikan langkah kakinya.
"Ajushi...lama tidak bertemu " Kai tampak mengembangkan senyum nya kepada Tuan Ahn, Kepala Asisten rumah besar milik keluarga Chanyeol.
" Bagaimana kabarmu tuan muda " Sambil membungkuk hormat Tuan Ahn mendekati Kai.
Sebenarnya Kai adalah keturunan salah satu dari 5 Pengusaha terbesar di Korea Selatan. Orang tua Kai berbisnis Furniture terbesar di Seoul. Tapi dirinya tak mau bermanja - manja dan memilih bekerja di Perusahaan sahabatnya. Pria itu belum memutuskan untuk mengambil alih Perusahaan Furniture milik ayahnya Kim Siwon, karena ia menganggap ayahnya masih mampu memimpin perusahaan itu.
" Kabarku sangat baik Ajussi ... sudah lama aku tidak bertemu dengan mu"
" Kalian sering berpergian jauh dan juga Tuan muda Chanyeol dulu masih berada di Jerman " Jelas Tuan Ahn sambil tersenyum senang ke arah Kai.
" Ya begitulah..banyak yang harus kami urus . Ohh ya dimana Chanyeol? "
"Tuan muda ada di kamar nya, baru saja dia pulang dan kurasa Tuan muda Chanyeol sedang bahagia."
" Bahagia? " Ulang Kai memastikan pendengaran nya tidak salah. Seorang Park Chanyeol yang dingin ternyata bisa bahagia, pikirnya.
" Baiklah aku akan menanyakan langsung padanya "
Setelah mendapat anggukan dari Tuan Ahn, Kai berlalu pergi menuju salah satu kamar mewah di Mansion itu.
Sebuah ketukan ia darat kan di Pintu besar berwarna coklat itu. Kai pun segera membuka pintu kamar yang memang tak di kunci oleh si pemilik kamar.
"Kenapa repot repot mengetuk pintu, jika kau masuk se enak jidat mu ke dalam kamarku tanpa izin "
Kai mendapati sebuah siluet jangkung itu berada di balkon yang terbuka.
"Hanya untuk formalitas "
Selain orang tua dan para sahabatnya tak ada seorang pun yang berani masuk ke dalam kamar Chanyeol meskipun kamar itu tak dikunci. Mereka pasti akan meminta izin terlebih dahulu, dan setelah sipemilik mengizinkan mereka baru akan memasuki kamar bernuansa gelap itu.
Kai pun berjalan masuk mendekati sahabatnya yang masih berdiam diri menikmati angin malam hari yang sebenarnya cukup dingin ini.
Dan benar apa kata Tuan Ahn, Kai dapat melihat senyuman di wajah tampan sahabatnya meskipun itu hanya sebuah garis tipis.
" Hohoho ... ada apa denganmu? " Kai memulai interogasi sahabatnya yang bertingkah cukup aneh belakangan ini.
"Memang nya apa yang aku lakukan? "
Setelah kembali merubah mimik wajahnya, Chanyeol pun berjalan masuk ke dalam kamarnya menuju sebuah sova berkulit beludru berwarna merah di dekat kamar tidur nya.
" Aku dengar dari Tuan Ahn... Kau pulang dengan wajah bahagia. Sebenarnya ada apa hmm? " Kai terlihat melipat kedua tangan nya di dada sambil berbalik menatap Chanyeol dan bersandar di dinding kamar yang terdapat sebuah simbol burung Phoenix yang sangat gagah.
" Kau pasti sudah tau kenapa aku bisa sampai seperti ini "
Chanyeol terlihat mendudukan tubuhnya dan menyilangkan kakinya dengan santai.
" Bianca ? "
" Tepat sekali " Jawab Chanyeol sambil menjentik kan jarinya.
" Apa kau serius dengan nya? "
" Aku merasa gadis ini berbeda dari gadis yang lain. Dia sulit untuk didekati "
"Dan kau benar - benar tertarik? "
Kai masih saja mempertahan kan posisinya dan terlihat fokus dengan perkataan Chanyeol.
" Ya ...dan aku akan segera menjadikan nya milik ku "
" Kau tidak bercanda dengan ucapan mu bukan? Dia adalah gadis yang baik "
Sebelum Chanyeol menjawab pertanyaan dari Kai, Pintu kamarnya diketuk dan munculah Hyuna dari luar.
" Ohh... ternyata ada JongIn disini "
Kata Hyuna saat melihat sosok Kai yang berdiri di dalam kamar putranya.
" Annyeonghaseyo "
Kai terlihat membungkuk kan badan saat Hyuna menyapanya.
"Kau sudah lama disini? "
" belum terlalu lama..." Jawab Kai dengan senyum ramahnya.
" Hmm baiklah... Oh iya Yeol eomma sudah membuatkan kau sebuah janji "
Hyuna terlihat antusias saat menceritakan apa maksud kedatangan nya.
" Sudah kubilang eomma...aku tidak mau " Tolak Chanyeol dengan mimik muka yang sangat tidak setuju dengan usulan sang ibu.
Kai yang mendengar percakapan antara anak dan Ibu itu hanya bisa terdiam sambil menahan kebingungan nya.
" Tapi putri dari Presdir Song sangat cantik Yeol...dia seorang model, kau pasti suka..."
Saat menyadari apa yang tengah dibicarakan antara 2 orang itu, Kai hanya bisa menahan tawanya.
" Eomma lihat ?! " Tunjuk Chanyeol pada Kai masih saja tertawa.
" Kenapa?? memangnya apa yang salah? "
Hyuna masih saja membujuk putra nya untuk menyetujui saran nya.
" Aku akan menemukan calon istriku sendiri eomma..Eomma tidak percaya dengan ketampanan putra mu ini? Aku bisa mencarinya dengan mudah "
Hyuna hanya bisa memutar bola matanya malas melihat tingkah putra nya itu.
" Aku tidak percaya itu...bahkan sampai sekarang kau juga belum punya kekasih bukan? "
Hyuna pun berbalik pergi meninggalkan kamar Chanyeol dengan suara bantingan pintu.
" AKU HANYA TERLALU SIBUK !! " Teriak Chanyeol kesal yang hanya ditanggapi suara tawa dari Ibunya yang masih terdengar.
"Kau lihat bukan? " Chanyeol menyandarkan kepalanya di sova.
" Kenapa kau tidak menurutinya saja "
Kai kini berjalan mendekat kearah Chanyeol.
" Maksudmu aku harus berkencan buta dengan para gadis yang tebar pesona dan merepotkan itu? Jangan berharap aku akan menyetujuinya "
Kini Kai hanya terdiam sambil menganggukan kepalanya, Ia pun sangat tidak mau jika orang tuanya menjodohkan dengan para gadis merepotkan anak Pengusaha atau apalah itu.
"Lalu apa yang akan kau lakukan ? "
Chanyeol menegakkan kembali tubuhnya, wajah tampan itu menampilkan sebuah tarikan kecil di sudut bibirnya.
"Bianca Byun"
*Winter Tale*
Bianca melangkah menuju ruang kerjanya dengan wajah cerah nya. Tak terlalu jauh di depan nya, sosok Kyungsoo juga terlihat berjalan untuk segera masuk ke dalam ruang bertuliskan Ruang Pemasaran.
"Kyungsoo-ya ..." Pekik Bianca sambil merangkul lengan gadis bermata bulat itu.
Sosok itu terlihat kaget namun dengan cepat merubah mimik mukanya kembali normal.
"Kenapa? ada apa denganmu? "
Kyungsoo dapat merasakan ada aura aneh yang mengelilingi tubuh Bianca.
" Tidak ada "
Jawaban singkat Bianca nyatanya berbandik terbalik dengan senyum yang mengembang di wajah gadis Byun itu.
"Oh iya ...Bagaimana kencan mu dengan Park Sajang kemarin?"
" Hey kami tidak berkencan.." Protes Bianca sambil menatap Kyungsoo yang hanya tertawa.
" Benarkah itu? "
" Tentu saja...Bagaiman kalau ada orang yang mendengarmu ?! "
" Mereka semua sudah tau "
Kyungsoo pun meninggalkan Bianca yang masih berdiam diri karena ucapan nya itu.
Di dalam ruangan tempat kerja nya, masih cukup sepi dan hanya ada Xiumin yang sibuk dengan pekerjaan nya, juga Taeyeong dan Mark yang masih mengobrol.
"Kalian baru datang? " Xiumin tersadar dari kesibukan nya saat sosok Kyungsoo dan Bianca berjalan masuk ke dalam ruangan dengan keributan ( seperti biasa ).
" Uhmm " Jawab Bianca seadanya karena masih marah dengan sikap Kyungsoo yang menggodanya.
"Dimana Luhan eonni? "
Kyungsoo terlihat melihat sekeliling dan tak menemukan keberadaan Luhan yang biasanya sudah sibuk di tempat duduknya.
" Entahlah..aku juga tak melihatnya sejak tadi " Jawab Xiumin sambil menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba ponsel milik Bianca berbunyi membuat ke 3 nya langsung tau siapa si penelefon itu.
Dan benar saja saat ia lihat layar ponselnya, tulisan Luhan eonni yang tercetak disana.
" Eonni ? kenapa kau sudah tak ada di kantor? "
Kyungsoo dan Xiumin hanya bisa menunggu panggilan itu selesai sambil menerka apa yang sedang disampaikan Ketua Departmen nya itu.
" Baiklah - baiklah..kami akan segera pergi "
Tanpa basa basi Bianca pun langsung memutus sambungan telefon itu.
" Kenapa? Ada apa? " Tanya Xiumin ingin tau.
" Luhan eonni tidak bisa datang ke kantor karena pagi-pagi sekali ia harus bertemu clien bersama Park Sajang " Jelas Bianca panjang lebar yang hanya dijawab anggukan dari Kyungsoo dan Xiumin.
Lalu gadis itu pun kembali bangkit dengan membawa tas nya, yang mana langsung membuat ke 2 sahabatnya kembali bingung.
" Kau mau kemana? "
Kini Kyungsoo semakin dibuat bingung dengan tingkah Bianca yang tersenyum dengan amat bahagia.
" Dan karena Luhan eonni tidak bisa pergi ...kita ber 3 ditugaskan untuk cek pemasaran !!! "
Sontak terdengar jeritan dari ke 3 gadis itu yang mana membuat Taeyeong dan Mark yang sedang mengobrol santai terkejut bukan main.
" Astaga eonni deul... kenapa kalian menjerit seperti itu ? " Taeyeon pun mengalihkan tatapannya pada 3 senior yang nampak bahagia itu.
" Baik - baik di sini ya adik manis...kami akan pergi untuk cek pemasaran " Ucap Bianca sambil berjalan ke arah Taeyong dan menepuk pundak pria muda itu.
" Lalu kenapa kalian sangat senang? "
Kini giliran Mark yang bingung dengan tingkah senior nya itu.
" Kami bisa pergi untuk jalan - jalan... Kalau begitu kami pergi dulu "
Dibarengi dengan desahan kecewa dan keinginan untuk ikut serta acara 'Jalan -jalan' ke 3 gadis itu. Akhirnya Mark dan Taeyong pun mengikhlaskan kepergian para senior yang cerewet itu.
Setelah diributkan dengan urusan pekerjaan akhirnya ke 3 gadis itu pun memutuskan untuk mengakhiri hari panjangnya di sebuah Cafe untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.
Mereka mengobrol dengan asik, bahkan tanpa mereka sadari seseorang berjalan ke arah ke 3 gadis itu.
Namun tak lama ke3 gadis itu tersadar dan langsung terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Park Sajang ..?"
Kyungsoo mengalihkan pandangan Chanyeol yang beberapa saat lalu menatap Bianca yang juga terkejut dengan kedatangan nya.
" Apa yang kau lakukan disini? Ahh...kau ingin memesan kopi juga? "
Xiumin mencoba memangkas suasana canggung yang beberapa saat melanda mereka.
"Tidak. Bukan seperti itu..Aku hanya ingin menemui Bianca "
Chanyeol pun kembali mengalihkan tatapan nya pada sosok Bianca yang tambah terkejut dengan perkataan Bos nya itu.
" A..Aku ?? "
"Hmm ... Apa akhir pekan kau senggang? "
" APA ?!!! "
Kompak ke 2 sahabat Bianca memekik yang mana membuat seluruh orang yang berada di Cafe tersebut menatap bingung ke arah meja mereka.
Hal itu membuat kekehan Chanyeol terdengar yang lagi -lagi membuat 3 gadis itu tertegun. Baru kali ini mereka melihat senyuman Chanyeol.
" Jadi ... apa kau mau? "
Kembali Chanyeol mengalihkan tatapan nya pada Bianca yang tertunduk . Chanyeol dapat melihat gadis itu mencengkram kuat kedua tangan nya di bawah meja.
"Ya Bianca ! apa jawaban mu? Park Sajang sudah menunggu jawaban mu " Perkataan Kyungsoo tambah membuat Bianca terkejut terlihat sekali dari mimik muka nya yang gugup. Namun gadis itu masih setia membungkam bibir tipisnya.
" Mungkin perkataan ku mengejutkan mu, kau bisa memikirkan nya dulu."
Sebenarnya Chanyeol tidak suka dengan kata penolakan. Tak ada satu pun orang yang berani menolak nya. Tapi dengan penolakan Bianca yang terang terangan, Chanyeol rela membuang sementara harga dirinya untuk gadis itu.
" Kalau begitu aku pergi "
Chanyeol pun berjalan keluar dengan langkah besar nya yang mana membuat Bianca hanya bisa menatap punggung lebar itu semakin menjauh.
"Kyunggg..."
"Bagaimana kalau adikmu itu marah? "
"Tidak akan, tenang saja aku akan bicara padanya nanti "
Kyungsoo hanya bisa mengembuskan nafasnya kasar.
" eumm...Kyunggg...aku mohon..."
Ya Bianca berencana untuk menginap di Apartemen Kyungsoo karena tiba - tiba suasana hatinya buruk dan ingin bercerita tentang keluh kesalnya pada sahabat semenjak Senior High School itu.
Dengan sekuat tenaga Bianca mencoba untuk membujuk Kyungsoo yang masih bersikeras menolak ide darinya.
Bianca tampak menampilkan ekspresi memohonnya dengan mata yang berkedip-kedip dengan poutan di bibirnya.
"Huh ... baiklahh..." Ucapan final Kyungsoo sontak membuat Bianca melonjak senang. Memang benar tak ada yang bisa menolak ekspresi memohon nya.
Setelah mengentikan Taxi, Bianca dan Kyungsoo pun pergi ke apartemennya.
Saat sampai di apartemen, Bianca langsung memutuskan untuk mandi bergantian dengan Kyungsoo selanjutnya.
Bianca merasa sangat nyaman di Apartemen milik sahabatnya, karena dari Balkon apartemen ia dapat melihat pemandangan kelap kelip lampu dari gedung dan mobil yang berlalu lalang di jalan Seoul yang tak kenal tidur.
Bianca akhirnya memutuskan untuk duduk di kursi balkon apartemen milik Kyungsoo sambil menatap pemandangan indah itu. Sosok gadis bersurai brunette yang kini ia gerai itu tengah termenung memikirkan sesuatu hal yang akhir akhir ini memenuhi kepalanya dan juga hatinya.
Apalagi kalau bukan sikap Park Chanyeol.
Entah kenapa hati dan pikiran nya tak berjalan sinkron. Terdengar desahan nafas kasar keluar dari bibir tipis itu.
" Ada apa ?? "
Saat menengok ke arah sumber suara, Kyungsoo telah terduduk di kursi lain sambil meletakkan 2 gelas coklat panas di meja yang berada di antara ke 2 nya.
" Tidak ada " Balas Bianca dengan senyuman tipis nya.
" Bukankah kau tidak suka dengan dingin? kenapa kau diluar? "
" uhmm...pikiran ku sedang kacau " Jawab Bianca sambil menatap kepungan asap yang berasa dari gelas yang telah ia genggam.
" Apa tentang Chanyeol ? " Kini tatapan Kyungsoo telah beralih pada Bianca.
Hanya gumaman yang dapat didengar oleh Kyungsoo. Bianca tak lepas memandang gelas yang ia genggam sejak tadi.
"Tapi bukan hanya dia yang aku pikirkan "
" Lalu apa? "
Terdengar lagi helaan nafas yang keluar dari bibir Bianca dan hal itu langsung membuat Kyungsoo tau apa yang sedang gadis itu fikirkan.
" Kenapa? kenapa kau masih mengingatnya?"
Bianca dapat merasakan nada bicara Kyungsoo terdengar cukup kesal.
" Tentu saja aku selalu mengingatnya...bahkan setiap hari aku selalu mengingatnya " Jawab Bianca sambil menatap Kyungsoo. Dan benar gadis bermata bulat itu benar benar kesal.
" Kyungg... "
" Bianca ...tidak bisakah kau lupakan pria itu? Jangan seperti ini. Bahkan ini sudah 5 tahun lamanya. Nyatanya dia tidak juga kembali "
Kyungsoo kembali menatap Bianca tapi kali ini dengan tatapan memohon.
" aa..aku tidak tau ..."
Bianca pun berjalan ke arah pembatas balkon, ia merasa tak enak hati untuk menatap wajah sahabatnya itu.
" Tapi kenapa? Takdir kalian sudah berbeda"
Dengan mata yang tertutup sambil merasakan udara dingin yang menyapu wajahnya Bianca pun berucap.
" Mungkin...aku masih mencintai nya "
T
B
C
Jadi gimana???
Chanyeol rela looo ditolak sama Bianca
Dan juga siapakah sosok pria di masala lalu Bianca????
Next??
Silahkan tinggalkan jejak ya Chingu deul
Salam ChanBaek
