Winter Tale Chap 7 up !!
Winter Tale ~
Author : Novita_Park
Cast :
•Park Chanyeol
•Byun Baekhyun as Bianca Byun
•Oh Sehun
• dll
*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai
Happy Reading
*
*
*
*
Chanyeol tengah terduduk sambil memandang gelas berisi sampanye (minuman anggur putih) miliknya yang tinggal setengah.
Ya...Chanyeol sedang berada di suatu Club yang sering ia datangi.
"Sudahlah Loey...tidak usah kau fikirkan " Kai yang duduk di sebelah pria Park itu juga menegguk habis minuman beralkohol di gelas kecil miliknya.
" Dia adalah satu satunya gadis yang menolak ku " Gumaman Chanyeol nyatanya masih dapat didengar oleh Kai. Musik sangat menghentak keras bahkan di dalam ruang VIP yang mereka gunakan musik keras itu sayup sayup terdengar.
" Mungkin dia hanya terkejut dengan sikapmu yang tiba tiba " Jawab Kai sambil menuangkan lagi minuman nya dari botol.
" Belum ada seorang pun yang menolak pesona ku ini. Bahkan wanita di luar sana menyerahkan dirinya dengan suka rela padaku "
" Nyatanya Bianca menolak itu. "
Chanyeol yang mendengar ucapakan Kai hanya dapat terkekeh sinis.
Ia tak menyangka dapat penolakan dari Bianca dapat membuatnya stress seperti ini. Bahkan sebelumnya ia benci kata penolakan, tapi untuk gadis cantik itu ia rela mengalah.
" Lalu bagaimana hubungan mu dengan gadis bermata bulat itu? " Kini giliran Chanyeol yang menuangkan kembali minuman dari botol yang berada di hadapan nya.
" Entahlah ..."
Jawaban pasrah Kai nyatanya membuat Chanyeol tertawa lepas.
" Jangan sok menasehati jika hubungan mu saja tidak jelas "
" Du Du Bastard Loey !* "
Bajingan kau Loey !
Chanyeol yang mendengar umpatan dari sahabatnya hanya bisa terkekeh geli.
Flashback
Salju masih saja turun di kota Seoul ini, hal itu tak membuat surut semangat gadis mungil berponi yang seperti biasa akan segera berlari ke lapangan basket sepulang sekolah.
Untuk apa lagi kalau bukan menonton aksi pria pujaan hatinya.
Bianca nampak sangat antusias saat ia telah berada di area lapangan basket itu, gadis itu berdiri di balik pagar besi pembatas yng tidak terlalu jauh dari lapangan itu. Kenapa ia tak menonton di tempat penonton? ya karena disana sudah banyak para gadis yang menyorak kan suara nya untuk menyemangati pria idaman nya itu. Bianca tak suka dengan gadis - gadis itu, mereka selalu menatap Bianca dengan tatapan sinis nya.
" Hey... Tangkap ini !! "
Entah kenapa jantung Bianca berdetak tak karuan saat mendengar suara pria itu.
Belum selesai ia mengagumi betapa sempurna nya sosok itu, tiba -tiba seseorang memanggil namanya.
" Bianca ! "
Sontak saja Bianca pun membalik kan badan nya untuk menatap sosok yang telah memanggil nya.
" Kyungsoo ? ada apa? "
Balas Bianca sambil menatap Kyungsoo yang berjalan pelan ke arah nya. Bianca terlihat terkikik geli saat mengamati sosok sahabatnya itu berjalan pelan dia atas salju licin sambil membawa payung di tangan nya.
" Aiss... kenapa kau belum pulang? salju mulai turun lagi. Dimana payung mu? " Ucap Kyungsoo bertubi -tubi yang mana membuay Bianca tersenyum senang dengan kekhawatiran dari gadis bermata bulat itu.
" Tidak apa...aku lupa membawanya. Dan juga tenang saja aku akan segera pulang " Jawab Bianca sambil mengusap bahu teman nya lembut.
" Kau ini !! tidak bisakah kau tidak melihatnya sehari saja ? "
" Sebenarnya salah satu alasan ku selalu berangkat ke sekolah adalah dia ! "
Dengan wajah ceria nya Bianca berucap ber api api.
" Astaga...kau memang sudah jatuh hati padanya. Kalau begitu akau pergi dulu, maaf tidak bisa menemani mu "
Setelah mendapat persetujuan dari Bianca, Kyungsoo pun berlalu pergi dari area lapangan basket itu.
" Kyungsoo -yaa !!! Hati- hatii !! "
Ucap Bianca saat sosok sahabatnya itu berbalik dan melambaikan tangan mungil nya.
Setelah melihat kepergian Kyungsoo, Bianca pun membalik kan badan nya untuk menonton kembali aksi permainan basket pria idaman nya.
Namun saat ia amati dengan mata sipitnya, sosok tampan itu tak nampak di matanya.
" Ehh?? dimana dia?? "
Bianca masih saja sibuk mengamati satu per satu pemain basket di lapangan itu.
" Apa dia sudah pergi? aiss...bagaimana ini? "
Bianca mulai panik saat menyadari sosok itu tak ditemukan nya.
" Kau mencariku? "
DEG
DEG
Bianca kenal suara ini. Gadis itu bergerak pelan berbalik menatap sosok yang bersuara itu.
Bola mata Bianca tampak membukat sempurna, dan benar sosok yang kini berdiri sambil membawa payung di tangan nya adalah
" Hanbin Sonbae "
Sosok yang dipanggil Sonbae itu pun mengembangkan senyuman nya yang sudah pasti membuat Bianca tak bisa bernafas dengan benar. Dan alhasil seluruh wajahnya menjadi semerah tomat.
" Manis sekali "
Dengan senyum manis nya Hanbin menatap Bianca dengan gemas.
Dan semenjak hari itu, Bianca dan Hanbin mulai dekat satu sama lain.
Bianca mulai berani untuk menunggu acara latihan Hanbin di dalam lapangan basket bahkan ia duduk di tempat duduk pemain, itu juga atas saran Hanbin. Pria tinggi itu tak mau membuat Bianca kedinginan terkena guyuran salju di luar sana.
Bahkan mereka selalu pulang bersama-sama dengan senyuman yang tak pernah luntur dari wajah ke 2 nya.
Dan suatu hari hari yang masih diguyur hujan salju, Hanbin meminta Bianca untuk bertemu di Lapangan Basket sepulang sekolah. Karena para pemain sedang tidak berlatih karena salju cukup deras, di dalam sana hanya ada Hanbin yang tampak tersenyum manis semenjak kedatangan Bianca.
Sosok tampan itu tiba-tiba memintanya untuk menjadi kekasih nya dan tanpa pertimbangan lagi Bianca menerima perasaan itu dengan bahagia.
Sifat Hanbin yang sering bergurau membuat Bianca selalu nyaman berada di dekat nya, bahkan Bianca merasa Hanbin selalu melindunginya.
Contohnya saat tiba-tiba Bianca yang sedang duduk seorang diri di taman sambil membaca buku di kerumuni oleh gadis-gadis yang merasa marah akan kedekatan Bianca dan Hanbin.
Bianca yang tak tau harus berbuat apa hanya terdiam sambil mengepalkan tangan nya. Kyungsoo yang biasanya akan membantu kali ini tak berada di samping nya.
Namun saat ia ingin melawan omongan gadis gadis itu, tangan nya tiba-tiba digenggam yang sangat membuatnya terkejut. Siapa lagi kalau bukan Hanbin yang melakukan nya.
" Jika kalian macam-macam dengan nya, Kalian akan berurusan dengan ku. "
" Karena Bianca adalah kekasihku "
Itu adalah kalimat yang Hanbin ucapkan. Ucapan itu nyatanya mampu membuat kekhawatiran nya hilang.
Semenjak kejadian itu, tak ada seorang pun yang berani melawan titah Hanbin, Ya karena mereka semua tau jika berurusan dengan pemilik Sekolah tidak akan berakhir bagus.
Hari-hari yang mereka lalui sangat berkesan dan sikap romantis Hanbin sangat membekas di hati Bianca. Namun semua itu mulai berubah saat Hanbin lulus dan melanjutkan studinya di salah satu Universitas dan meninggalkan Bianca yang masih bersekolah di sekolah lamanya.
" Bianca .."
Bianca tampak mengembangkan senyum nya saat mengetahui Kyungsoo lah yang memanggilnya.
" Kenapa kau masih di sini? bukankah sebentar lagi bel masuk? "
Kyungsoo pun menduduk kan dirinya di kursi kosong yang bersebelahan dengan Bianca.
"Lalu kenapa kau juga masih ada di sini? "
" Ya !! aku mencarimu sejak tadi " Teriak Kyungsoo yang sukses membut Bianca tersenyum.
Ada raut wajah sedih yang Bianca sembunyikan di balik senyuman nya. Dan Kyungsoo jelas tau akan senyum palsu itu.
" Ada apa? " Nada bicara Kyungsoo cukup terdengar khawatir.
" Hanya saja..."
Buanca tak melanjutkan perkataan nya dan hanya menunduk sambil tersenyum kecut.
" apa kau merindukan Sonbaenim? " Kyungsoo pun menyenggol lengan Bianca mencoba menggoda sosok itu.
" aku sudah lama tidak bertemu dengan nya "
" kalau begitu temui lah dia " Kyungsoo pun memegang pundak Bianca.
" apa maksutmu? "
" temuilah dia di sana! buat ia terkejut dengan kedatangan mu. Pasti Sonbae akan senang " Ucap Kyungsoo semangat.
" apa tidak apa-apa ? " Bianca sedikit bimbang dengan usulan dari sahabatnya itu.
" tentu saja ! bukankah kau kekasihnya? dia pasti akan senang ! bahkan kalian sudah lama tidak bertemu "
Setelah menimbang- nimbang perkataan Kyungsoo, akhirnya Bianca menganggu
Flashback End
Langkah kaki Bianca berjalan lesu masuk ke dalam rumah. Sosok itu memasuk kan pasword rumahnya dengan malas.
" Apa itu kau Bee? "
Bora yang mendengar bunyi tombol pasword yang ditekan segera menengok melalui ruang tamu. Dan benar saja sosok putri sulung nya masuk dengan ekspresi lelahnya.
" Eomma ada di rumah? Tidak bekerja"
Bianca tampak berjalan mendekati sang ibu yang sedang asik menonton acara Tv.
" Eumm...begitulah. "
Bianca pun mendudukan tubuhnya bersebelah dengan sang ibu. Bora yang menyadari ada sesuatu hal yang salah segera menyentuh lembut pundak putri nya.
" Hey ... ada apa? "
" Tidak apa...Hanya seperti ini untuk sebentar saja "
Bianca pun menyandarkan tubuh lelahnya di pundak sang ibu. Bora yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecil sambil terus mengusap surai putrinya seperti biasa.
" Dimana Sehun? apa dia bekerja hari ini? "
Ucap Bianca saat tak di dapati sosok adik nya itu di rumah.
" Pagi -pagi sekali dia sudah pergi. Lalu kenapa kau sudah pulang? bukan kah biasanya kau akan pergi dengan Kyungsoo setiap akhir pekan? "
Masih dengan usapan lembut di surai Bianca, Bora sesekali menatap wajah sang putri yang seperti nya memang sedang banyak pikiran.
" Tidak...Aku lelah dan ingin tidur "
Bianca pun membuka mata nya lalu berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
Namun belum sempat ia menaiki tangga, ponsel di dalam tas nya berbunyi.
Kerutan di dahi nya muncul saat nama Xiumin yang tertera di layar ponsel nya.
" Eonni? ada apa? "
" BIANCAA !!!! "
Teriakan Xiumin dari sebrang nyatanya tak terlalu terdengar karena suara musik yang mengentak keras.
" Ya !! Eonni ! aku tak bisa mendengarmu ! "
Bianca pun kembali berjalan ke arah kamar nya, siapa tau di dalam ruang itu ia dapat mendengar suara sahabatnya.
Setelah beberapa saat musik itu mulai ber angsur pelan dan kini suara Xiumin mulai terdengar.
" apakah kau sekarang bisa mendengarku? "
" Eonni ..sebenarnya kau ini ada dimana? " Bianca pun mendudukan tubuhnya di atas ranjang besar miliknya.
" Aku berada di Cafe salah satu teman ku , Oh ya ..apa kau ada acara malam nanti? "
" eumm...tidak. memangnya kenapa? "
" Aku sudah menduga nya "
" Ya !! sebenarnya apa yang ingin eonni katakan "
Bianca nampak tak terima mendengar pernyataan dari gadis berpipi bakpao itu. Terdengar kekehan dari Xiumin karena dapat menggoda Bianca.
" Apa kau mau membantu ku? " Kini nada bicara Xiumin tiba-tiba terdengar memohon.
" membantu apa? "
" Di Cafe teman ku ini biasanya akan ada penampilan dari seorang penyanyi, tapi malam ini salah satu penyanyi itu tidak bisa datang. " Jelas Xiumin yang langsung membuat firasat Bianca buruk.
" Lalu ? "
" aku butuh penggantinya " Kata Xiumin cepat.
" Kalau begitu carilah pengganti nya, kenapa menelfon-"
" penggantinya adalah kau " Potong Xiumin cepat yang langsung membuat Bianca memekik kesal.
" Eonni ! kenapa harus aku "
" Karena kau adalah teman ku "
" Aku tidak akan menjadi teman mu lagi "
" Ya !!! "
Kini giliran Xiumin yang memekik akibat perkataan Bianca. Sedangkan sosok gadis itu hanya tersenyum puas bisa membalas kelakuan Xiumin.
" Kenapa kau bilang seperti itu, Aku sudah berjanji kepada teman ku bahwa kau bisa "
" Maka dari itu jangan membuat janji yang belum tentu bisa kau tepati Xiumin eonni "
Sepertinya mengerjai sahabatnya ini tidak ada salahnya. Kapan lagi ia bisa melakukan hal menyenangkan ini.
" Apa yang bisa kau berikan padaku ? "
" Uhmm...bagaimana kalau aku akan mentraktirmu makan ice cream "
" eiii...itu tidak cukup untuk membayar suara emas ku ini " Tolak Bianca cepat.
" bagaimana kalau 1 minggu akan aku traktir kau makan ice cream sepuasnya "
Rengek Xiumin yang hanya bisa ditertawai Bianca dalam diam.
"1 bulan... ya 1 bulan aku akan berangkat ke sana "
" Ya ! itu terlalu lama ! Kau ingin membuatku jatuh miskin karena membiayai mu hanya untuk makan ice cream ! Aku tau kau sangat fanatik dengan ice cream "
" Kalau tidak mau ya sudah ... aku tutup du-"
" 2 minggu ! Ice cream dan juga Stroberi cake kesukaan mu ! " Ucap Xiumin final yang langsung membuat Bianca tersenyum dengan penuh kemenangan.
" Uhm...Baiklah. "
Bianca mencoba bersikap biasa saja menjawab perkataan Xiumin, padahal hati nya amatlah bahagia saat ini.
" Baiklah aku akan mengirimkan alamat nya padamu. Awas saja kalau kau tidak datang. Aku akan menyeretmu dari dalam rumah ! " Ancaman Xiumin hanya ditanggapi kekehan ringan dari bibir tipis Bianca.
" Tenang saja...aku pasti akan datang "
" Jam 8 malam kau sudah harus ada di sini. Kalau begitu aku tutup dulu "
Lalu telfon pun ditutup dari pihak Xiumin meninggalkan senyuman yang amat sangat bahagia dari Bianca.
" Uang saku ku akan aman bulan ini ! "
Pekik Bianca sambil mendaratkan tubuhnya ke atas ranjang dengan senang.
Chanyeol tampak mengemudikan mobilnya memecah jalanan kota Seoul di malam yang cukup dingin ini. Ya karena hari ini salju turun memenuhi jalanan dan rumah-rumah di kota Seoul.
Jika bukan karena seseorang yang penting ini, Pria tinggi itu tak akan mau pergi dari rumah yang hangat dan nyaman itu.
"Apa yang dia lakukan." Celoteh Chanyeol sambil mengemudikan mobil Lamborghini Veneno hitam miliknya.
" Ponselnya juga tidak aktif ,Verdammt! was ist los mit ihm?* "
Sial ! ada apa dengan nya?
Chanyeol masih saja menggerutu, sambil melemparkan ponsel nya kasar di dashboard mobilnya.
Dengan kesabaran yang hampir habis, Chanyeol menambahkan kecepatan mobilnya untuk menuju ke suatu tempat yang kemungkinan besar orang yang dicari nya itu ada di sana.
Setelah memarkirkan mobilnya, dengan celat Chanyeol berlari untuk memasuki Apartemen yang ditujunya.
Chanyeol segera memasuki lift dan memencet nomer lantai tujuan.
Dengan tidak sabar Chanyeol menunggu Lift itu terbuka. Setelah beberapa detik menunggu akhirnya pintu lif terbuka.
Tanpa basa basi lagi, Chanyeol berlari menuju sebuah kamar Apartemen bernomor 142.
Berulang ulang, Chanyeol menekan bel di kamar itu, namun tak juga sipemilik membuka kan pintu padanya.
" Ya ! apa kau tidak mau membuka nya !! " Teriak Chanyeol emosi.
" Aku tau kau ada di dalam ! Jadi Cepat buka pintunya "
Dengan emosi yang sudah di ujung kepala Chanyeol berniat untuk mendobrak pintu laknat itu sebelum sang pemilik membuka dengan santai nya.
" Hey !! Ada apa dengan mu ! "
T
B
C
Beberapa Chap depan bakal ada flashback yang nyeritain masal lalu Bianca.
Semoga kalian senang dengan Chap ini.
Jangan lupa tinggalkan jejak ️
Salam ChanBaek
