Winter Tale Chap 8 Up !!

Winter Tale ~

Author : Novita_Park

Cast :

•Park Chanyeol

•Byun Baekhyun as Bianca Byun

•Oh Sehun

• dll

*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai

Happy Reading

*

Chanyeol berlari menuju sebuah kamar Apartemen bernomor 142.

Berulang ulang, Chanyeol menekan bel di kamar itu, namun tak juga sipemilik membuka kan pintu padanya.

" Ya ! apa kau tidak mau membuka nya !! " Teriak Chanyeol emosi.

" Aku tau kau ada di dalam ! Jadi Cepat buka pintunya "

Dengan emosi yang sudah di ujung kepala Chanyeol berniat untuk mendobrak pintu laknat itu sebelum sang pemilik membuka dengan santai nya.

" Hey !! Ada apa dengan mu ! " Teriak Chanyeol frustasi.

Namun sosok itu tak mempedulikan Chanyeol yang hanya menatap pria Park itu datar tanpa berkata apapun dan langsung saja masuk kembali ke apartemen.

Chanyeol pun mengekori sosok itu, namun saat masuk ke dalam kekagetan nampak jelas di mimik muka Chanyeol.

Botol-botol minuman beralkohol tergeletak dimana mana. Banyak barang pecah berserakan yang mana mengharuskan Chanyeol ekstra hati-hati untuk melangkah.

" What the Fuck!! "

Chanyeol tak henti-hentinya mengumpati sosok yang terduduk di lantai sambil menekuk salah satu kaki nya untuk menutupi wajahnya.

" Lihat dirimu Kim ! "

Chanyeol tidak pernah melihat Kai sangat terpuruk seperti ini. Dengan rambut yang acak acakan,kemeja yang hitam yang dikenakan sudah tak terbentuk dan hanya menyisakan beberapa kancing yang masih terpasang. Dan setelah Chanyeol mendekati sosok tan itu, Chanyeol dapat mencium bau alkohol yang sangat menyengat.

" Jika bukan karena Ibu mu yang menelfonku dengan kepanikan yang berlebih itu, aku tidak akan datang kesini "

Masih tak ada jawaban dari Kai, Chanyeok mulai kehabisan stok kesabaran dengan tingkah sahabatnya itu.

" Segera bersihkan dirimu ! aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat " Ucap Chanyeol sambil berkacak pinggang.

" Aku sedang ingin sendiri, jadi..."

Brakkk !!!

Terdengar gebrakan keras yang mana cukup membuat Kai mendongak dan menatap ke arah Chanyeol. Pria Park itu menggebrak meja yang ada di hadapan nya tanpa melepas tatapan nya dari sosok keras kepala yang sial nya adalah sahabat baik nya itu.

" Kau tidak patuh dengan perintahku! " Chanyeol mengeram rendah.

Kai tau jika sudah seperti ini Chanyeol bukanlah sosok sahabatnya.

Dengan helaan nafas kasar, akhirnya Kai pun berjalan masuk ke dalam kamar nya diiringi umpatan kekesalan yang masih di dengar Chanyeol.

* * *

Jam di pergelangan tangan Chanyeol sudah menunjukan pukul 7.30 malam dan sudah terhitung 30 menit pria itu menunggu kedatangan sahabatnya dari dalam Apartemen.

Chanyeol sudah terpikir untuk menarik dan menghajar sosok itu sebelum pintu mobilnya tiba-tiba terbuka dan muncul lah Kai dengan kondisi yang bisa dibilang lebih baik dari beberapa jam lalu.

Surai hitam nya sudah di tata rapi, baju yang dikenakan nya hanya kaos abu-abu polos dipadu dengan jaket kulit hitam. Dan juga bau alkohol pun sudah hilang terganti dengan aroma parfum maskulin yang biasa Kai pakai.

" Aku sudah siap menghajarmu jika 1 menit saja kau tidak segera datang " Ucap Chanyeol sambil menyalakan mesin mobil nya dan mulai melajukan Mobil hitam itu memecah jalanan ramai kota Seoul.

" Sebenarnya kau mau kemana? "

Kai berucap tanpa menatap sang lawan bicara, sosok itu lebih tertarik dengan pemandangan jalanan yang tertutup salju.

" Kita akan bersenang-senang ke tempat Chen. Jadi diam saja dan tidak usah banyak bicara . "

Mobil hitam itu melaju dengan kecepatan normal.Tak membutuhkan waktu yang lama, ke 2 telah sampai di depan sebuah Cafe yang ber hiaskan lampu-lampu temaram.

Banyak orang keluar masuk dari Cafe milik salah satu sahabatnya, Kim Jongdae atau Chen.

" Jongdae sangat pintar menjalankan bisnis nya "

Chanyeol terlihat keluar dari dalam mobil nya, namun terhenti saat Kai hanya menatap tak selera ke arah kerumunan orang-orang yang berjalan keluar masuk Cafe itu.

" Hey tidak biasanya kau seperti ini ! "

" Aku sedang butuh pelampiasan dengan kekesalan ku ini " Balas Kai sambil menatap Chanyeol singkat.

" Baiklah ! aku akan mentraktirmu minum- "

" Call ! "

Tanpa aba-aba lagi, Kai langsung berjalan masuk yang mana membuat Chanyeol menatap tidak percaya pada kelakuan sahabatnya itu.

Ke 2 pria tampan itu pun masuk ke dalam Cafe.

"ohoo...lihat siapa yang datang "

Seorang pria berpakaian rapi menyambut kedatangan Chanyeol dan Kai dengan senyuman nya.

" Kau berhasil menjalan kan bisnis mu...sepertinya usahamu kini tidak sia-sia " Chanyeol berucap pada Chen yang disambut sebuah rangkulan di pundak lebar pria Park.

" Tidak hanya kau ! aku juga mampu melakukan nya ... Tapi...ada apa dengan nya?" Tunjuk Chen menggunakan dagu nya pada Kai yang masih terdiam sambil mengamati suasana Cafe.

" Tidak seperti biasanya ..." Lanjutnya lagi sambil berjalan bersama Chanyeol.

" Entahlah...maka dari itu aku mengajaknya kesini " Sedikit berbisik Chanyeol menjawab perkataan Chen dan langsung membuat pria yang selalu tersenyum itu berucap bangga.

" Pilihan yang tepat Loey ! Kalian ber 2 duduklah di sana. Aku akan membawakan kalian minuman " Setelah menepuk pundak Chanyeol singkat Chen pun berlalu pergi.

Dan sesuai saran Chen, Ke 2 pria itu pun duduk di sebuah meja yang cukup jauh dengan meja-meja lain nya, mungkin ini adalah area VIP pikir Chanyeol.

Dari tempat duduk nya Chanyeol dapat melihat dengan jelas terdapat sebuah panggung kecil untuk hiburan di Cafe yang cukup ramai ini.

Kini giliran Chanyeol untuk mengintrogasi apa penyebab kelakuan aneh dari sahabatnya.

"Sebenarnya ada apa dengan mu? "

Fokus Chanyeol tampak teralih pada sosok yang kini menghela nafas kasar.

Jik sudah seperti ini Kai tidak bisa untuk diam lebih lama.

" Aku dijodohkan "

" Kau ingin menghinaku karena ulah Ibu ku kemarin? Hey ini tidak lucu " Sambil terkekeh Chanyeol menatap Kai yang terlihat cukup serius.

" Astaga Yeol ! apakah untuk saat ini aku bisa bercanda ? "

Benar saja raut wajah Kai terlihat serius tanpa keraguan apa pun. Dan hal ini membuat Chanyeol dapat mengerti kenapa sosok tan itu bisa sangat terpuruk.

" Kapan kau dengar tentang hal itu ? "

"Kemarin "

" Apa kau akan bicara dengan Kyungsoo tentang masalah ini? "

Mendengar hal itu Kai langsung menatap tidak percaya pada Chanyeol.

" Apa kau gila!! aku tidak mungkin memberitahukan nya. Dia pasti akan menyuruhku untuk menuruti apa kata Orang tuaku"

" Lalu apa yang akan kau lakukan? Diam saja ?! Lalu kau akan membiarkan gadis itu mengetahui nya dari orang lain! "

Kai hanya bisa terdiam mendengar ucapan Chanyeol. Tapi dia tak bisa untuk melepaskan Kyungsoo. Tidak untuk saat ini.

" lalu apa rencana mu? "

Sebelum sempat Kai menjawab, 2 buah gelas sudah diletakan di meja nya.

" Ohh? Park Sajang? "

Mendengar nama nya disebut, Chanyeol segera mengalihkan tatapan nya pada sosok yang berdiri di hadapan nya dengan wajah kaget.

" Xiumin? Apa yang kau lakukan di sini? apa kau bekerja di sini juga? "

" Ahh tidak...aku di sini untuk membantu temanku " Dengan gelengan kepala Xiumin menjawab pertanyaan Chanyeol dengan senyum yang mengembang.

" Teman mu- Apa maksutmu Chen? "

" Seseorang sepertinya sedang membicarakan ku? "

Chen nampak berjalan menghampiri meja Chanyeol dan Kai sambil merengkuh pinggang Xiumin yang mana membuat Chanyeol cukup terkejut.

" Hey apa kalian ber2 ...? " Tidak hanya Chanyeol, Kai pun sepertinya cukup terguncang dengan pemandangan yang ia lihat kini.

" Ya kami berkencan. Aku adalah seorang pria yang tidak bisa mengabaikan pesona seorang gadis. Aku tidak sepertinya" Chen menunjuk Chanyeol dengan dagu nya. Namun sosok yang dimaksut hanya tersenyum remeh.

" Dia sudah berubah.. ada seorang gadis yang telah menaklukan nya " Sambil meminum cairan berkadar alkohol cukup tinggi Kai sesekali melirik Chanyeol.

" Benarkah? Siapa? "

" Tanya saja pada kekasihmu itu. Aku rasa dia tau siapa orang nya "

" Kekasihku? Kau tau say- "

" Apakah itu benar? " Xiumin memotong ucapan kekasihnya sambil menatap Kai menuntut jawaban.

Gadis itu sebenarnya sudah menyadari sejak awal, Pria Park itu sepertinya menyukai sang sahabat.

Kai yang menyadari apa yang difikirkan gadis berpipi bulat itu hanya mengangguk sambil terkekeh menatap Chanyeol yang masih tak terusik.

"kenapa hanya aku saja yang tidak tau apa-apa " Ucap Chen kesal.

Tiba-tiba lampu panggung mulai redup, membuat seluruh pengunjung yang datang mengalihkan pandangannya secara bersamaan.

" ahhh sudah waktunya " Chen tampak mengamati jam yang melingkar di tangan kirinya.

" ada apa? " Kai tampak bingung saat merasakan suasana yang tiba-tiba tenang.

" Ini sudah jadi tradisi setiap malam kami akan menampilkan hiburan. Aku yakin kalian pasti suka " Jawab Xiumin sambil tersenyum bangga menatap panggung yang masih kosong.

" Aku? apa dia sekelas Jennifer Lopez ? "

" Ya !! jika JeLo sampai datang aku adalah orang pertama yang melarang mu untuk datang"

Omongan Chen hanya dianggap angin lalu oleh si tinggi Park. Sosok itu kembali menegguk minuman nya sampai habis.

" Dia tidak secantik dan se sexy Jennifer Lopez. Tapi aku yakin kau pasti suka "

Bersamaan dengan perkataan Xiumin, tampak seseorang yang menaiki panggung.

Sosok itu memakai dress selutut berwarna putih,dengan surai brunette nya yang ia gerai. Semua mata terfokus pada sosok itu tak terkecuali si pria Park.

" Sudah kubilang bukan? kau pasti akan menyukai nya " Xiumin tersenyum simpul saat ia lihat Chanyeol yang tak lepas memandang Bianca yang sudah bersiap untuk menyanyi.

(Like rain Like Music By Baekhyun)

Biga naerigo eum-ag-i heureumyeon nan dangsin-eul saeng-gagkhaeyo. .ho

Sunyi. Hanya terdengar alunan musik dan suara merdu Bianca menggema di dalam ruangan itu.

Dangsin-i tteonasideon geu bam-e ireohge biga wasseoyo

Nan oneuldo.. i bireul maj-eumyeo… harureul geunyang bonaeyo…

" Bukankah suaranya sangat indah "

Chen tak bisa mengatakan apapun selain kata indah. Sungguh, meminta Bianca untuk tampil di Cafe nya adalah pilihan yang tepat.

o… aremdaun eum-aggat-eun uriui sarang-ui iyagideur-eun

heureuneun bicheoreom neomu apeugi ttaemun-ijyo..

Lain halnya dengan Chanyeol, pria itu stagnan terlihat baik-baik saja. Namun ada sesuatu yang aneh di dalam dirinya. Hatinya seperti tercubit oleh sesuatu tak kasat mata.

hoo… o geureohge apeun biga wass-eoyo oooo

" Kali ini kau benar Kim. Bianca memiliki suara yang lembut dan indah "

Pria Park itu tak lepas memandang gadis bermata bulan sabit itu.

* * *

Bianca telah selesai menyanyikan sebuah lagu yang bisa dibilang cukup sukses malam ini. Dirinya tak menyangka, setelah selesai bernyanyi banyak pengunjung yang memberinya pujian. Ia merasa sangat bahagia karena dapat menghibur banyak orang.

Dan saat ini gadis mungil itu tengah menunggu sahabatnya di suatu ruangan.

Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, sosok sahabatnya datang sambil tersenyum lebar ke arah nya.

" Hai...kau menunggu lama ? "

" Aku sampai bosan menunggu mu ! "

" Hey itu semua juga salahmu asal kau tau! Kau membuat beberapa pria menjadi sasaran kemarahan Chen karena meminta ingin bertemu dengan mu? "

Tak merasa bersalah, Bianca malah tersenyum bangga mendengar ucapan sahabatnya itu.

Tiba-tiba pintu kembali terbuka, dan muncul lah sosok si pemilik Cafe yang beberapa saat lalu ia ketahui adalah kekasih dari Xiumin.

" Hanya 1 kata yang bisa mengungkap kan penampilan mu hari ini. Beautiful "

" Kau terlalu menyanjung Chen-ssi . Aku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan kemewahan Cafe mu ini " Dengan senyum tulus nya Bianca menatap Chen yang juga tersenyum kearahnya.

" Tidak...tidak... Cafe ku ini tidak sebagus itu. Dan juga gara-gara kau banyak pria yang mendekati ku malam ini dan itu sangat mengganggu ku "

Bianca dan Xiumin hanya tersenyum mendengar celotehan pria Kim itu.

" maaf karena telah menyusahkan mu "

" Tidak apa...Tapi aku mempunyai 1 permintaan padamu "

" permintaan ? apa itu ? "

" Maukah kau menemui teman ku? Aku jamin dia tidak akan macam-macam padamu"

T

B

C

Next??

Siapa ya yang bakal ditemui Bianca? Apakah Chanyeol?

Lalu gimana nasip Kai dan juga Kyungsoo?

Tunggu di Chap selanjutnya ya

Aku bakal gak bisa update tiap hari tapi aku usaha ini buat tetep update. Jadi buat para reader makasih udah baca cerita ini ya... Karena kalian aku jadi semangat buat nulis

Salam Chanbaek