Winter Tale Chap 9
Winter Tale ~
Author : Novita_Park
Cast :
•Park Chanyeol
•Byun Baekhyun as Bianca Byun
•Oh Sehun
• dll
*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai
Happy Reading
* * *
"maaf karena telah menyusahkan mu "
" Tidak apa...Tapi aku mempunyai 1 permintaan padamu "
" permintaan ? apa itu ? "
" Maukah kau menemui teman ku? Aku jamin dia tidak akan macam-macam padamu"
Dan disinilah Bianca sekarang, berjalan bersama Chen dan Xiumin untuk menemui tamu yang disebut sahabat dari si pemilik Cafe.
" Apa kau tau siapa yang ingin menemui ku eonni? "
Bianca berjalan beriringan dengan Xiumin keluar dari ruangan.
" Aniya...aku tidak tau " Jawab Xiumin cepat.
Saat langkah kaki Bianca berjalan, banyak sekali pasang mata yang menatapnya kagum. Bukan hanya soal penampilan nya tadi yang memukau, tapi pesona nya yang cantik mengundak decak kagum banyak pria di sana.
Bianca belum sempat mengungkapkan kekaguman nya pada Cafe milik Chen itu.
Desain kayu pada dinding Cafe membuat suasana menjadi alami, bersih dan nyaman.
Namun lampu-lampu berwarna pink yang menyambut para pengunjung membuat Cafe itu tampak elegan sekaligus.
Bahkan di dalam ruangan Cafe itu ada sebuah pahatan dari emas yang berbentuk seperti burung yang tampak gagah.
Melihat burung itu, Bianca merasa akhir-akhir ia ini selalu menemukan simbol burung itu. Mungkin sedang ngetrend pikirnya.
Fokusnya teralihkan saat Chen sudah berdiri di depan salah satu meja pengunjung yang wajahnya tak bisa ia lihat. Karena sosok itu membelakangi nya.
Dari postur tubuhnya sepertinya Bianca mengenal sosok itu.
" Aku akan tinggalkan kalian ber2 "
Setelah memberikan senyum tampan nya, Chen menarik Xiumin untuk segera meninggalkan 2 orang itu.
Bianca berjalan dengan mantap mendekati sosok pria yang masih duduk itu.
" Apa anda ingin menemui- "
" Bagaimana kabarmu adik kecilku "
Sosok itu tersenyum menawan kepada Bianca yang cukup terkejut.
" Suho oppa ! " Pekik Bianca senang.
Segera saja Bianca berhambur memeluk tubuh sosok pria yang ia panggil Suho itu.
" Kenapa kau ada di sini? " Bianca mendudukan tubuh nya berhadapan dengan Suho yang tak henti-henti nya tersenyum
" Aku sudah sering datang kemari..dan hari ini aku cukup terkejut saat kau tiba-tiba menaiki panggung. Lalu aku bertanya pada sahabatku dan ternyata itu benar kau " Jelas Suho panjang lebar.
" Kau sudah mengenal Chen-ssi ? " Ucap Bianca sambil menopang dagu menggunakan kedua tangannya di atas meja yang mana membuat Suho hanya terkekeh geli.
" Uhmm tentu saja, aku mengenalnya sewaktu tinggal di China dulu " Suho mengusak surai Bianca pelan, Pria itu tak bisa menahan rasa gemas nya jika berada dekat dengan gadis cantik itu.
Mendapat perlakuan dari Suho, Bianca hanya bisa tersenyum manis. Ia sangat ingin merasakan kasih sayang dari kakak laki-laki tapi apa daya, dirinya malah yang menjadi kakak dari pria yang menyebalkan seperti Sehun.
" Aku merindukan mu oppa "
" Jika kau merindukan ku kenapa kau tidak pernah datang menemuiku di kantor eoh? " Suho mencibir omongan Bianca dengan nada kesalnya ditambah lipatan tangan nya di depan dada.
" Oppa..." Rengek Bianca sambil mempoutan bibirnya.
Suho yang memang tidak bisa tahan dengan rengekan Bianca akhirnya menyerah.
" Baiklah-baiklah...aku tau kau sibuk "
Mendengar hal itu Bianca kembali menampilkan senyum manisnya.
" Oh iya...kapan kau akan meneruskan Perusahaan Ibumu ? Beberapa kali terakhir aku rasa ibu mu cukup kelelahan . Ya kita patut bersyukur karena banyak investor yang tertarik dengan desainer kita dan ingin bekerja sama. Tapi melihat fisik ibu mu aku merasa cukup kasihan. Bahkan hari ini dia meminta ku untuk menemui Clien karena beliau merasa fisiknya kurang sehat " Memang tugas Suho sebagai asisten dari Bora untuk menangani beberapa tugas disaat Bora tidak bisa melakukan tugasnya.
Keluarga Bianca memang memiliki sebuah produk desain rancangan sendiri. Tidak terlalu besar memang, tapi akhir-akhir ini banyak orang yang tertarik dengan Brand yang di buat oleh Perusahaan BBless milik keluarga Byun.
" Hari ini eomma juga tidak bekerja...aku tidak tau kalau eomma kelelahan seperti itu"
Bianca tampak menundukan kepalanya. Ia merasa tak dapat mengerti apa yang tengah di rasakan ibu nya. Bianca hanya sibuk dengan pemikiran nya sendiri, tanpa tau apa yang tengah ibu nya rasakan.
" aku hanya...aku takut tidak bisa meneruskan bisnis dengan baik. Itu adalah ketakutan ku yang terbesar "
" Aku akan selalu mendukung mu... Tenang saja aku akan selau ada untukmu..." Suho terlihat mengusap lembut tangan Bianca yang terkepal di atas meja.
Bianca pun mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada Suho yang juga menampilkan senyum terbaik nya.
" Terimakasih oppa...aku akan selalu membutuhkan mu "
" Kau bisa mengandalkan ku...eee apa kau tau Bianca? "
" Uhm? ada apa? " Bianca nampak kebingungan saat tiba-tiba Suho tersenyum cukup aneh kearahnya.
" Sejak tadi banyak orang-orang yang menatap ke arah kita. Mungkin mereka kira aku ini kekasih mu " Suho tertawa ringan menanggapi gurauan nya sendiri.
" benarkah? kalau begitu oppa sangat beruntung karena mempunyai kekasih yang sangat cantik ini "
Sambil memperbaiki posisi duduk nya, Bianca menampilkan senyuman nya pada Suho yang masih tertawa.
" Apalagi pria yang ada di ujung sana...sejak kedatangan mu tadi ia tak lepas menatap mu"
Suho menunjuk seorang pria yang ada di arah belakang tempat Bianca duduk menggunakan dagunya.
Karena dilanda penasaran, Bianca pun memutar tubuhnya untuk melihat sosok yang Suho maksud.
Bianca mengamati satu persatu pengunjung yang ada di belakangnya dan tepat di ujung sana hanya beberapa meja di belakang nya, iris yang amat ia kenal itu telah mengunci pergerakan nya.
" Orang itu... "
" Apa kau mengenal nya ? " Perkataan Suho nyatanya tak Bianca hiraukan karena pria yang sedang ia amati itu tiba-tiba berjalan dan mendekati nya.
Setelah kesadaran Bianca kembali, cepat-cepat tubuhnya ia putar ke arah semula dan segera menundukan pandangan nya.
Bianca dapat mendengar langkah kaki itu semakin mendekat dan-
" Hai... "
Mendengarnya saja sudah membuat Bianca gugup setengah mati.
" Ohh Hai... " Balasan sapaan Suho nyatanya didengar oleh Bianca yang masih tertunduk.
" Kau Bianca Byun bukan? "
" Kau mengenal Bianca? " Tanya Suho yang terlihat cukup terkejut.
" Ya kami adalah teman kerja ..."
Mendengar jawaban dari pria itu, Bianca pun menatap sosok itu kaget.
" Kau nampak berbeda. Aku bahkan tak mengenali mu tadi. Kau...tampak cantik "
" Chan..Chanyeol-ssi..." Gumam Bianca gugup dan ia sudah merasa pipinya tiba-tiba memanas.
Chanyeol yang mendapati pemandangan itu hanya bisa menarik ujung bibirnya singkat.
" Kenapa kau tidak bergabung saja dengan kami sejak tadi " Suho kini tau apa alasan sosok pria yang di panggil Chanyeol itu sedari tadi menatap ke arah mereka.
" Aku hanya tidak mau mengganggu kalian berdua..kalian ber 2 terlihat..."
" hahaha...ya kami terlihat seperti sepasang kekasih bukan? tapi tidak ..aku dan Bianca sudah seperti keluarga dan aku pun sudah... " Sambil memperlihatkan jari manis di tangan kirinya, Suho tersenyum maklum pada Chanyeol.
Kini Chanyeol dapat merasa lega karena di jari manis pria itu terdapat cincin emas yang melingkar di sana.
" Ayo duduklah...tak usah sungkan..."
Setelah mendapat persetujuan dari Suho, Chanyeol pun segera mendudukan tubuh tingginya di sebelah Bianca. Jangan ditanya apa yang Bianca rasakan, jantung nya tiba-tiba berdetak tak karuan.
" Aku kalian bekerja di departemen yang sama? "
"Ya...begitulah " Jawab Chanyeol cepat yang membuat Bianca kembali menatap Chanyeol bingung. Pria yang duduk di sebelahnya itu menjawab pertanyaan Suho dengan senyum yang terpatri di wajah tampan itu.
Bianca tak menyangka sosok dingin seperti Chanyeol ternyata bisa tersenyum. Dan Senyuman itu membuat nya tampah semakin menawan.
" Aku harap adik kecilku ini tak membuatmu repot "
Mendengar perkataan Suho membuat imajinasi Bianca pecah dan segera memekik heboh pada pria yang sudah ia anggap kakak.
" Bianca bekerja sangat baik..."
Dan lagi. Perkataan Chanyeol membuat efek besar pada diri Bianca. Semburat merah itu kembali muncul di wajahnya.
" Ahhh syukurlah kalau adik kecilku ini tidak membuat masalah "
" Oppa !!! "
Rengekan Bianca hanya ditanggapi tawa ringan dari ke 2 pria itu.
Setelah kurang lebih 1 jam mereka atau lebih tepatnya Suho dan Chanyeol yang berbincang bincang. Suho memutuskan untuk pergi dari Cafe itu.
" Maaf tidak bisa berlama-lama...tapi aku harus menjemput istriku " Suho memakai kembali jaket nya dan berpamitan pada 2 sosok itu.
" Hmm...cepat lah nanti Yixing eonni menunggu. " Jawab Bianca diiringi senyum nya.
" Cha...kalau begitu aku pergi dulu..."
Setelah mendapat anggukan dari Chanyeol dan Bianca, pria Kim itu akhirnya pergi.
Dan disinilah Bianca sekarang bersama dengan Chanyeol yang terlihat sedang meminum minuman nya dengan tenang.
Berbeda sekali dengan Bianca yang hanya menunduk sambil menetrlakan degup jantung nya yang semakin berdebar. Ia sendiri tak tau kenapa hal ini bisa terjadi.
" Aku tidak menyangka kau bisa menyanyi "
Perkataan Chanyeol sontak membuat Bianca mengangkat wajahnya dan betapa terkejutnya gadis itu karena wajah Chanyeol hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya.
" I...itu ..hanya sekedar hobi "
Bianca menunduk dengan cepat. Ia tak bisa berdekatan dengan Chanyeol seperti ini. Tubuhnya mendadak lemas disaat iris hitam legam pria itu mengunci matanya.
Menyadari tingkah aneh Bianca, pria Park itu segera menarik wajahnya agar gadis itu tak selalu menunduk. Bukankah Chanyeol ingin melihat wajah cantik itu bukan?
Lama kedua nya terdiam menyelami pikiran masing-masing. Bianca dengan keberanian nya kembali membuka suara.
" A..apa kau datang sendiri? "
" Aku datang bersama Jong-in disana " Tunjuk Chanyeol dengan dagunya kearah dimana ia duduk sebelumnya.
Disana nampak Kai yang duduk seorang diri dan Bianca tau seperti nya pria itu sedang mabuk.
" Sepertinya pria itu butuh dihibur, sebaiknya kau temani saja dulu. Kalau begitu aku pergi dulu Chan- "
" Bisakah kau menemaniku sebentar? "
Lengan Bianca telah ditahan oleh Chanyeol sebelum gadis itu benar-benar beranjak dari tempat duduknya.
Setelah menimbang beberapa saat , akhirnya Bianca duduk kembali membuat Chanyeol bersorak dalam hati.
" Apa kau sering menyanyi? "
" uhmm...tidak sesering dulu saat ayah masih ada..karena dialah aku jadi suka menyanyi. "
Saat menceritakan hal itu Chanyeol dapat melihat senyum bahagia terpatri di wajah cantik Bianca.
" Ahh...maaf kan aku karena menceritakan hal itu "
Bianca pun tersadar dari lamunan nya.
" Aku merasa senang karena kau telah bercerita padaku. Jangan sungkan untuk bercerita lagi karena aku ini pendengar yang baik. " Balas Chanyeol senang.
Reflek Bianca menatap wajah Chanyeol dan lagi -lagi degup jantungnya bertambah keras saat melihat senyum di wajah tampan itu.
Bianca cukup terpesona dengan senyuman Chanyeol itu. Bahkan baru kali ini ia melihat pria tinggi itu tersenyum lepas. Dering ponsel membuat lamunan nya terputus.
Dengan cepat gadis itu mengambil ponsel putih miliknya di dalam tas.
" Yeoboseyo..."
Bianca tampak menunduk saat menjawab panggilan itu namun sesekali matanya melirik ke arah Chanyeol.
"uhmm...aku sudah selesai "
Chanyeol hanya bisa terdiam mendengar gadis itu menerima telfon.
" O...baiklah aku akan kesana. Uhmm aku akan menunggu mu "
Sambungan telfon selesai. Bianca kembali memasukan ponselnya ke dalam tas.
Chanyeol sebenarnya cukup gusar, sedari tadi fikiran nya mengarah pada Bianca yang menerima telfon dari seorang pria. Atau jangan-jangan gadis itu menolaknya tempo hari karena sudah punya kekasih?
" Kali ini aku benar-benar harus pergi...Sehun akan menjemputku sebentar lagi "
Rasa lega segera menyelimuti hati si tinggi Park.
" Aku akan menemui Chen-ssi untuk berpamitan "
Bianca segera beranjak untuk segera pergi menemui Chen yang entah ada di mana. Ia tak tau harus kemana mencari sosok dengan senyum menawan itu.
"Aku akan menemanimu" Chanyeol ikut beranjak dari tempat duduknya membuat Bianca cukup terkejut.
" A..apa? "
" Apa kau tak mendengar? aku akan menemani mu"
" Tapi aku bisa melakukan nya sendiri Chan-"
Sebelum Bianca menyelesaikan ucapan nya, Chanyeol telah menarik lengan nya untuk berjalan.
Pria yang mereka cari terlihat tengah menyapa beberapa tamu. Chen tampak terkejut saat melihat kedatangan Chanyeol yang sedang menggandeng lengan seseorang di balik punggungnya.
" Ohh Loey? "
Chen mengisyaratkan tatapan nya pada genggaman tangan sahabat nya. Chanyeol hanya tersenyum tipis menyadari arah tatapan Chen yang penuh pertanyaan.
" Chen-ssi aku ingin berpamitan padamu, sebentar lagi adik ku akan menjemput " Gadis itu tersenyum pada Chen.
" Ohh Baiklah...Terima kasih karena kau mau datang ke tempat ini " Balas Chen sambil memberikan sebuah amplop pada Bianca yang membuat Bianca cukup terkejut.
"Tidak perlu melakukan nya...aku hanya ingin membantu Xiumin eonni "
" Kau sudah lebih dari membantu...terima saja " Xiumin yang tiba-tiba berjalan ke arah nya memaksa Bianca untuk menerima nya.
" Tapi- "
" Tidak ada tapi-tapi an ! "
Melihat wajah serius dari sahabatnya, Bianca pun akhirnya menerima amplop itu.
" Terima kasih...Suatu kehormatan untuk ku dapat menyanyi di Cafe yang sangat bagus seperti ini. Jangan sungkan untuk menawariku pekerjaan lagi lain waktu "
" Tentu saja " Balas Chen sambil menepuk pundak Bianca pelan.
" Kalau begitu aku pergi dulu...sampai berjumpa lagi Chen-ssi "
Setelah memberi hormat singkat, Bianca pun berbalik untuk segera pergi namun badan nya tertahan karena lengan kirinya kembali digenggam oleh Chanyeol.
" Baiklah aku pergi dulu " Chanyeol yang beberapa saat terlihat berbincang-bincang dengan Chen segera berjalan sambil tetap menggenggam tangan Bianca.
" Tunggu tangan- "
" Sudah biarkan saja dia Bianca... aku akan menjamin dia tidak akan macam-macam padamu ! " Teriak Chen yang masih didengar Bianca saat keluar dari Cafe tersebut.
T
B
C
Next??
Silahkan tinggalkan jejak ya chingu deul...
Salam ChanBaek
