Winter Tale Chap 10 UP !!
Winter Tale ~
Author : Novita_Park
Cast :
•Park Chanyeol
•Byun Baekhyun as Bianca Byun
•Oh Sehun
• dll
*Ide pemikiran dari author sendiri semoga para reader menyukai dan menghargai
Happy Reading
* * *
Chanyeol berjalan menuntun Bianca yang masih di genggam nya. Entah ke mana arah kakinya melangkah, hanya dengan menggenggam tangan gadis itu membuat Chanyeol menyisipkan senyum tipis di wajah tampan nya.
Langkah Chanyeol terhenti saat iris nya menangkap sebuah lapangan yang tak terlalu luas berada beberapa meter dari jaraknya. Di dalam lapangan itu nampak sepi dan hanya ada sebuah ring basket yang menarik perhatian Chanyeol.
Dengan tangan yang masih menggenggam tangan kecil Bianca, Chanyeol pun menarik nya untuk segera mengikuti langkah lebarnya masuk ke dalam lapangan.
Ada rasa cemas saat Bianca menyamakan langkah nya mengikuti Chanyeol.
" Chanyeol-ssi...tunggu dulu...sepertinya-"
" Sepertinya adikmu itu sedikit terlambat. Aku tau di jam seperti ini dia tengah terjebak macet " Potong Chanyeol cepat sambil menatap Bianca. Pria tinggi itu pun melepas tautan tangan mereka.
Chanyeol berjalan memasuki lapangan dan mendapati sebuah bola basket, dan segera ia ambil untuk dimainkan.
Bianca masih saja berdiam diri di pinggir lapangan tak berniat untuk menyusul Chanyeol yang asik bermain bola.
" Ayo Bianca ! " Teriakan Chanyeol nyatanya tak membuat Bianca beranjak.
Gadis itu masih mematung.
" Bianca !"
'Bianca!! Hey!! Bianca !! '
'Tunggu!! Bianca !! '
Seperti sebuah klise, bayang bayang yang selama ini ingin ia buah jauh jauh kembali berputar. Bulir bulir air matanya turun membasahi pipi tanpa sadar.
Chanyeol yang menyadari keterdiaman Bianca segera berlari dan melemparkan asal bola basket yang ia genggam.
" Bianca? "
Chanyeol semakin dilanda rasa khawatir saat melihat wajah Bianca sudah banjir dengan air mata.
" Hey ada apa? Apa kau sakit? apa aku melukaimu ? "
Lanjut Chanyeol sambil menelisik seluruh tubuh Bianca jikalau ada sebuah luka yang membuat gadis itu tiba-tiba menangis.
Namun memang tak ada yang salah dengan penampilan Bianca. Gadis itu tak menjawab dan masih saja menangis.
" Bianca ada apa? kenapa kau - "
Tak bisa berkata apa pun. Chanyeol terdiam saat tubuh nya telah diterjang oleh Bianca.
" Hiks...hikss... "
Sebuah isakan kembali terdengar membuat Chanyeol tersadar dari keterdiaman nya.
" ssstt...tidak apa-apa..."
Tangan Chanyeol reflek mengusap punggung kecil Bianca yang bergetar sekedar untuk menenangkan tangis gadis Byun itu.
Entah dorongan dari mana, Bianca ikut menyamankan pelukan nya pada Chanyeol.
Chanyeol masih mengusap usap dan menggumamkan kata- kata penenang pada Bainca sambil terfikir beberapa hal.
Apakah perkataan nya tadi membuat Bianca menagis? atau sikap pemaksanya yang membuat gadis itu menjadi seperti ini?
" Tenang lah Bee...jangan menangis lagi..tidak apa-apa, aku ada di sini "
Bee? entah kenapa panggilan itu membuat sesuatu di sudut hati nya menghangat. Karena perlakuan Chanyeol isakan Bianca mulai mereda. Keduanya masih dalam mode berpelukan satu sama lain.
" Nunna ! "
Teriakan seseorang membuat Bianca cepat melepas pelukan nya.
" a..aku...harus pulang..." Gumam Bianca yang masih menunduk.
Hanya dehaman yang menjadi jawaban Chanyeol. Namun tangan besar Chanyeol telah menyentuh dagu Bianca agar dapat melihat wajah gadis itu. Akibat tangisan nya tadi, wajah Bianca berubah merah tak lupa hidung kecil nya pun semerah tomat. Bahkan mata nya masih digenangi oleh air mata.
" Jangan menagis lagi " Ibu jari Chanyeol tergerak untuk menghapus lelehan air mata Bianca yang tiba-tiba kembali mengalir.
Mendapat perlakuan semanis ini, Bianca pun menyunggingkan senyum nya pada Chanyeol. Pria Park itu sudah cukup lega karena Bianca telah berhenti dari tangis nya.
Beberapa saat terdiam sambil menatap satu sama lain, akhirnya Bianca memutus kontak mata nya dan berlalu pergi menemui Sehun yang telah menunggu nya di samping mobil putih milik sang ibu.
Mobil putih itu berjalan melalui Chanyeol yang masih terdiam di pinggir lapangan. Pria Park itu masih memikirkan sebenarnya apa penyebab Bianca tiba-tiba bersikap aneh.
Sesuai rencana, hari ini Chanyeol berniat untuk meminta penjelasan akan sikap Bianca pada informan terbaik untuk masalah Bianca. Siapa lagi kalau bukan Do Kyungsoo, sahabat terbaik Bianca.
Setelah mencari tau keberadaan gadis bermata bulat itu, akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di sebuah Cafe.
Saat memasuki Cafe tersebut, Chanyeol telah disuguhi pemandangan romantis antara Kyungsoo dan Kai yang asik mengobrol. Namun sosok gadis itu telah menyadari kedatangan Chanyeol dan segera menyapa nya.
" Aku tau hari ini aku telah mengganggu kencan kalian "
Ucap Chanyeol yang sudah mendudukan tubuhnya berhadapan dengan sepasang kekasih itu.
" Lalu kenapa kau masih memerintah kami untuk datang?! "
Kai nampak melipat kedua tangan nya sambil menatap Chanyeol tak suka karena telah mengganggu kencan nya.
Siapa yang tak marah? Hari libur saja ia masih harus bertemu bos nya.
" Jangan pikirkan ucapan pria bodoh ini . Kami memang baru saja berkencan dan memutuskan untuk mampir membeli kopi sebelum pulang " Jelas Kyungsoo disertai senyum tulus nya.
" Pria yang kau sebut bodoh ini adalah kekasih mu nona Do "
Jelas Kai penuh penekanan.
Chanyeol yang melihat perdebatan ke 2 nya hanya tersenyum samar.
" kalian tampak cocok "
" benarkah itu? " Tanya Kyungsoo antusias.
" Tentu saja...kau adalah gadis beruntung yang mendapatkan pria terbaik di Korea "
Omongan Kai hanya mendapati cibiran sengit dari Kyungsoo.
" Kalian beruntung memiliki satu sama lain "
Perkataam Chanyeol nyatanya membuat Kyungsoo dan Kai mengalihkan tatapan nya pada Chanyeol sedikit terkejut. Ada kesan iri yang tersirat di kalimat itu.
" Terimakasih Chanyeol-sii...dan kuharap hanya aku lah gadis yang beruntung di hidup nya "
Kai nampak terkejut dengan perkataam kekasih nya itu.
" Astaga...kau meragukan ku Kyung? "
" Siapa tau di luar sana kau bermain dengan gadis lain. Aku mendengar dari salah seorang pegawai di kantor, kau sering tergoda dan tak bisa menolak pesona seorang gadis cantik"
Kai yang mendengarnya hanya dapat menganga tak percaya. Siapa yang telah membuat gadis nya mendengar hal mengerikan itu. Ia bersumpah akan menyumpal mulut itu dengan kepalan tangan nya.
" Si..siapa yang memberitahukan mu! aku akan membuatnya tak bisa berkata kata lagi"
" Sikap mu ini menunjukan kau memang melakukan nya bodoh ! "
" aku akan menjamin nya "
Akhirnya Chanyeol melerai perkelahian itu. Ia datang menemui keduanya bukan untuk melihat perdebadatan dari sepasang kekasih itu.
" Baiklah aku akan mengambil minuman pesanan yang telah ku pesan "
Kyungsoo pun beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Chanyeol yang nampak menatap tajam ke arah Kai.
" APA ! "
Kai yang merasa risih di perhatikan Chanyeol akhirnya bersuara juga setelah terdiam beberapa saat.
" kau belum memberitahukan nya? "
" Mana mungkin aku tega melakukan nya Loey...kau tidak lihat?? Kami sedang dalam hubungan yang baik "
Kai tampak mengamati kekasihnya yang sedang sibuk menunggu antrian nya untuk mengambil minuman.
" Apa kau sudah memberitahukan perihal Kyungsoo pada orang tua mu? "
" Tentu saja...bahkan mereka sangat dekat waktu pertama bertemu. Aku sangat terkejut tiba-tiba Ayah memberitahukan ku perihal perjodohan ini "
Kai terlihat cukup frustasi menghadapai masalahnya ini.
" Apa kau tau siapa yang akan dijodohkan dengan mu? "
" Tidak. Saat ayah memberitahukan ku aku langsung pergi dari rumah tanpa mendengar apa pun lagi "
" Bodoh ! Kau harus menemui mereka lagi "
" Hey bisakah kalian tidak mengataiku bodoh ? "
" Cha...ini minuman kalian "
Tanpa sempat Chanyeol membalas perkataan Kai, Kyungsoo telah datang sambil membawa 3 gelas minuman.
Gadis itu pun duduk kembali dan menatap Chanyeol dengan intens.
" Jadi sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan dengan ku? "
Chanyeol nampak berdeham beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan gadis itu.
" Ini tentang Bianca. Kau sudah tau bukan bahwa aku tertarik dengan Bianca "
Mendengar penuturan Chanyeol,Kyungsoo tampak menyunggingkan senyum lebarnya.
" Ya aku sudah menduganya. Tapi sebelumnya boleh lah aku bertanya 1 hal padamu? "
" Tentu saja...katakan " Titah Chanyeol cepat.
" Apa kau serius dengan Bianca ? "
Chanyeol yang mendengar penuturan Kyungsoo hanya bisa menarik ujung bibirnya tipis.
" Apa aku perlu menjawab nya? "
" Y...ya...tentu saja " Kyungsoo cukup gugup ditatap oleh iris Chanyeol yang sangat mengintimidasi.
"Bianca adalah satu-satu nya gadis yang telah membuat ku sampai seperti ini. Duduk bersama kalian ber 2 mencari tahu semua seluk beluk seorang gadis"
" Lalu apa yang ingin kau tau tentang Bianca? " Tanya Kyungsoo antusias saat mendengar jawaban yang cukup memuaskan dari Chanyeol.
Chanyeol teringat kembali akan kejadian semalam bersama Bianca.
" Semalam tanpa sengaja aku bertemu dengan Bianca, lalu aku mengajak nya berjalan jalan dan kami berhenti di sebuah lapangan basket untuk- "
" Tunggu dulu ! " Potong Kyungsoo cepat.
Chanyeol jelas menampilkan kerutan di dahinya dalam. Gadis itu meminta nya untuk berhenti bercerita.
" Apa kau baru saja menyebut lapangan basket? "
Dari perkataan Kyungsoo, Chanyeol menangkap nada khawatir yang lebih.
Chanyeol hanya menganggukan kepalanya membenarkan pertanyaan itu.
" Apakah...dia masih menangis? "
Chanyeol cukup terkejut mendengar nya. Kenapa Kyungsoo bisa mengetahui hal itu. Apakah Bianca telah menceritakan semuanya pada Kyungsoo?
" Bagaiman kau bisa tau? "
" Tentu saja...hal itu selalu terjadi saat Bianca ada di lapangan basket manapun "
Kyungsoo menampilkan raut wajah kesedihan. Chanyeol jelas menyadari hal itu. Ada yang tidak beres dengan sikap Bianca.
" Sebenarnya apa yang terjadi Kyung? "
Kini giliran Kai yang sedari tadi menjadi pendengar, sekarang ikut menimpali perkataan kekasihnya yang membuatnya sangat penasaran.
Jangan kan Kai, Chanyeol pun sudah dibuat penasaran dengan apa yang terjadi dengan Bianca sejak semalam.
" Chanyeol-ssi...bisakah kau berjanji padaku? "
" Janji apa? " Tanya Chanyeol bingung.
Mereka terdiam beberapa saat dengan pemikiran masing -masing.
" Berjanjilah untuk membuat Bianca kembali bahagia "
" Aku tak ingin melihatnya menangis lagi. Aku ingin tau alasan apa yang membuat Bianca bersikap seperti itu "
Kyungsoo nampak berfikir apakah Chanyeol adalah pria yang tepat untuk mengembalikan Bianca nya seperti dulu. Bianca yang selalu ceria.
" Aku berjanji " Ucap Chanyeol penuh keyakinan.
Apakah Chanyeol dapat dipercaya?
Kyungsoo akan dengan senang hati membantu jika menyangkut kebahagiaan Bianca. Lamunan nya tiba-tiba terputus karena sebuah tangan hangat mengusap punggung tangan nya dengan lembut.
"Chanyeol adalah pria yang memegang teguh apa yang telah ia ucapkan. Aku sudah mengenal nya cukup lama. Kau juga harus percaya padanya. "
Kai menatap Kyungsoo dengan senyum manis nya yang berakhir dengan anggukan di kepala gadis bermata bulat itu.
" Hal itu sudah terjadi beberapa tahun lalu saat kami masih bersekolah..."
T
B
C
Maaf nanggung ya...
Buat next Chap bakal flashback apa yang sebenarnya terjadi sama Bianca.
Jadi jangan bosan baca Winter Tale dan jangan lupa tinggalkan jejak dan kesan kalian baca WT yaa
Salam ChanBaek
