Vampire is soft-hearted but flat expression
Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto- DxD Ichie Ishibumi
Warning: Bahasa Non Baku, Romance, urban legend, Supranatural, Typo...
Pair: Uzumaki Naruto With
Rated: T
Summary: Kehidupan seorang Remaja vampire pada kehidupan manusia Normal, karena bangsa Manusia dan Vampire sudah berdamai. Kisah yang membuat Remaja tersebut pusing, kesal, dan penuh masalah akan kebatinan dan hati, Yups ini lah Kisah dari darah Murni seorang Vampire Eropa... Uzumaki Naruto.a
Chapter: Hal yang tak terduga..
" Présentez mon nom Uzumaki Naruto, meilleures salutations ( Perkenalkan Nama saya Uzumaki Naruto, salam kenal semua ) " Dengan aksen Perancis Naruto memperkenal dirinya yang membuat seluruh kaum hawa di kelas itu menjerit histeris terlebih melihat wajah ketampanan Naruto yang bak seorang pangeran yang menunggu seorang putri.
" cih, Quelqu'un qui était belle et expression plate ( seseorang yang sok tampan dan berekspresi datar ) " celetuk seorang gadis berambut merah yang membuat Naruto langsung melihat ke arah Gadis itu dengan ekspresi kosong.
" Et une fille gâtée, égoïste, et pleurnichard m'a parlé ( Dan seorang gadis manja, egois, cengeng berbicara dengan ku ) " Balas Naruto yang membuat gadis tadi langsung berdiri dan menunjukan ke arah Naruto dengan ekspresi begitu kesal dan marah.
" Vous!!! créature à face plate!? ( Kau!! makhluk berwajah datar ) " balas Gadis itu yang membuat Naruto berjalan ke arah Gadis itu dan langsung bertatapan mata mata.
" Oui oui ( memang iya ) " balas Naruto yang dengan suara dingin ciri khasnya.
Seluruh mata di kelas itu memandang ke arah dua sejoli itu terlebih berbagai ekspresi dari Pihak gadis itu dan satu Ekspresi dari pihak Lelaki, bahkan mereka semua seakan melihat beberapa petir dan sinar ke orangean di sekitar dua sejoli itu.
Cukup lama mereka saling bertatap muka hingga dari pihak perempuan sendiri membuang muka karena muak melihat wajah datar milik Naruto, itu menurut perempuan itu tidak dengan anak perempuan di kelas itu yang memandang Naruto dengan ekspresi berbinar bahkan jatuh hati hanya dalam sekali lihat saja.
" Tak ku sangka jika kau bersekolah di sini juga rupanya " Ujar Naruto yang mundur dua langkah untuk mengambil jarak perempuan itu.
" seharusnya aku yang berkata seperti itu, Triplek " Balas Perempuan itu dengan penuh ketus kepada Naruto yang hanya berekspresi datar.
"..." Naruto hanya diam dan tak membalas sama sekali tetapi dia melihat ke arah Azazel seakan memberi isyarat dimana dia duduk nanti.
" ehm! anda bisa duduk di sebelah kanan di dekat jendela sana, Naruto " Azazel tau isyarat Naruto barusan, maka dari itu lah dia memberitahukan dimana Naruto harus duduk nanti.
Untuk Naruto sendiri hanya diam dan sedikit menganggukkan kepalanya yang kemudian berjalan ke arah bangkunya dan sesekali membalas sapaan dari anak perempuan di kelasnya bahkan dirinya setelah duduk pun masih banyak sapaan dan pertanyaan kepadanya. Naruto cukup antusias menanggapi sapaan dan pertanyaan anak perempuan tapi itulah, Naruto tak sama sekali mengeluarkan ekspresi.
Kemudian pelajaran pun di mulai kembali dengan Azazel yang menjelaskan beberapa materi yang akan keluar saat ujian beberapa bulan lagi serta beberapa kuis dadakan yang buat, untuk Naruto sendiri ada beberapa poin yang di tangkap dari pelajaran dari Azazel dan itu semua menambah ilmu pengetahuan Naruto yang sudah ada. Naruto juga mengikuti kuis seperti siswa lainnya tapi Kuis itu begitu mudah bagi Naruto dan dia bisa menjawabnya dengan cukup mudah, serta ekspresi kosong miliknya tak tinggal juga.
Tidak terasa jika sudah tiga jam pelajaran mereka lewati dan sekarang adalah waktu istirahat dan mengisi perut yang kosong. Terbukti dengan beberapa siswa yang langsung keluar dari kelas dan beberapa siswi juga mendatangi meja Naruto untuk sekedar mengajak makan bersama, tapi itu semua di tolak dengan halus oleh Naruto. Naruto beralasan untuk berkeliling sekolah, karena di siswa baru disini.
Naruto berjalan keluar dari kelas dengan tenang dan tentunya mengikuti aroma manis yang sedari pagi tadi selalu menggelitik Indra penciumannya, Naruto terus berjalan mengikuti aroma ini dan sesekali menyapa dengan para guru jika berpapasan walau hanya ekspresi kosong miliknya, sepanjang perjalanan begitu banyak pasang mata melihat ke arah terlebih itu kaum hawa dan vampir sekalipun bagi mereka harus menjaga jarak dari Naruto dahulu karena insting mereka berteriak jangan mendekati Naruto saat ini. Banyak juga kaum hawa yang terang terangan mengajak Naruto kencan, makan bersama, pergi bersama padahal mereka baru melihat Naruto beberapa menit di sekolah ini tapi itu semua di tolak dengan halus oleh Naruto yang memiliki begitu banyak alasan untuk menolak itu semua.
" Sudah lama kita tidak bertemu, Dobe? " Panggil seseorang dari balik tembok yang kebetulan Naruto lintasi dan Naruto kenal suara ini serta panggilan itu.
" Kau masih saja tak berubah, bahkan panggilan nya sama " Balas Naruto yang melihat ke belakang dan terlihat lah seorang Lelaki yang seumuran dengan Naruto yang memiliki kulit putih pucat, gaya rambut yang menutupi sebelah mata miliknya.
" Tentu saja, karena hanya kau saja yang menolak 4 Putri bangsawan vampir di depan keluarga mereka " Tambah Lelaki itu yang memperlihatkan sedikit taringnya kepada Naruto yang diam saja.
" Aku tidak tertarik dengan mereka sekalipun dan aku bertemu salah satunya tadi, Sasuke " Kata Naruto yang memperlihatkan ekspresi kosong kepada teman masa kecilnya ini.
" Memang, dia sudah terlebih dahulu bersekolah disini sejak kau menolaknya dulu. Oh ya besok malam datanglah ke rumah ku, Oka-chan merindukan mu Naruto " Ucap Sasuke kepada Naruto yang menganggukkan kepala dan sedikit menegang di tempat saat ini, Sasuke yang melihat tubuh Naruto menegang saat ini hanya bisa menaikan satu alisnya karena tidak biasanya Naruto bereaksi seperti sekarang kecuali jika ada yang mengganggu indra penciuman teman bodohnya ini.
Naruto menegang di tempat saat aroma manis ini yang dia ikuti tadi berjalan mendekati dirinya dengan perlahan Naruto memutar tubuhnya ke arah belakang yang memperlihatkan seorang gadis berambut hitam panjang berkaca mata tebal dan penampilan yang kurang menarik perhatian sedang berjalan sedikit tertunduk ke arahnya saat ini, Naruto tidak bereaksi sedikitpun bahkan saat gadis itu berjalan melewati dirinya.
" Sepertinya kau akan menyusul kami nanti " Sahut Sasuke yang berdiri di samping Naruto yang ikut memperhatikan gadis tadi yang terus berjalan menjauh dari mereka.
" Nama gadis itu Himejime(?) Akeno, siswi biasa dan tentunya menjadi banyak incaran para vampir disini " Tambah Sasuke yang membuat Naruto menoleh ke arahnya dan tentunya aura kebangsawanan Naruto keluar dengan sendirinya.
" Rupanya sudah banyak yang mengincar rupanya " Ujar Naruto yang melihat punggung gadis itu sebelum menghilang di persimpangan disana.
" Tentu saja, ayo aku temani kau berkeliling Dobe " Ajak Sasuke yang berjalan terlebih dahulu dan dikuti oleh Naruto di belakangnya.
Saat mereka berjalan beriringan aura yang dimiliki mereka bertambah kuat bahkan bisa membuat para vampir langsung menjauh dari mereka berdua, karena Kharisma mereka berdua begitu dominan saat bersamaan seperti ini. Naruto maupun Sasuke tak mengeluarkan suara sedikitpun hanya berjalan dalam diam saja dan pandangan datar serta kosong menghiasi wajah keduanya, sampai pandangan yang menggelitik penglihatan Naruto saat ini yang ter arah pada sebuah pohon besar dan disana ada seorang gadis sedang menikmati makan siangnya sembari membaca sebuah novel.
" Teme, apa kau tau informasi gadis itu? " Tanya Naruto kepada Sasuke tanpa menoleh sekalipun, karena pandangannya saat ini ter arah ke gadis tadi yang sibuk membaca sebuah novel disana.
" Kau tanyakan saja pada Sakura, dia lebih tau dari ku dan Sakura berteman dengan gadis itu " Ujar Sasuke yang berdiri di belakang Naruto dan ikut memperhatikan gadis itu dengan kedua bola mata onix miliknya.
" Antar aku ke kekasih mu itu, sekalian memberi dia kejutan " sembari berjalan dari sana yang diikuti oleh Sasuke yang berjalan berdampingang Naruto. Mungkin mereka tak sadar jika gadis yang mereka lihat tadi berbalik melihat ke arah mereka terlebih itu ke arah Naruto.
' kenapa makhluk itu harus bersekolah disini juga? ' pikir gadis itu yang penuh akan kekesalan kepada Naruto di karena satu hal beberapa malam lalu setelah dirinya bertemu dengan mahkluk kuning berwajah tembok itu.
" keno-chan? hey " Panggil gadis yang berdebat dengan Naruto di kelas tadi ke arah teman yang terlihat melamun.
"... ah Ri-chan, ma'af tadi aku tak ke kelas mu terlebih dahulu " setelah mengerjapkan mata sebentar, Akeno menoleh ke arah temannya yang sudah disampingnya dengan dua buah kota bekal di pangkuannya.
" kau melamun kan apa lagi? melamun seorang pangeran gagah dan tampan datang ke arah mu serta mengajak mu menjadi kekasihnya? sepertinya aku harus menyingkirkan segala jenis novel roman picisan itu dari lemari baca mu mulai sekarang " Ujar Rias yang mengambil duduk di samping Akeno merengut lucu disampingnya.
" Jangan mencobanya Ri-chan! Atau Aku sebalik memusnahkan barang barang tak bermutu mu itu " Balas Akeno dengan ekspresi merengut yang membuat Rias tertawa sedikit.
" Iya iya deh nggak bakalan lagi " Rias lebih memilih mengalah dari pada berdebat dengan sahabatnya ini yang ujung ujung nya bakalan kalah juga nanti.
Kemudian Rias maupun Akeno memilih memakan bekal mereka dan sesekali mengobrol dalam sela makan bersama mereka saat ini banyak yang memperhatikan mereka terlebih dari kaum vampir yang memandang mereka dengan begitu tertarik terlebih lagi untuk Akeno yang terus mengeluarkan aroma manis yang menggelitik Indra penciuman mereka saat ini.
" Rias, apa kau kenal dengan murid baru berambut pirang yang masuk hari ini? " Tanya Akeno setelah merapikan bekal miliknya sembari melirik ke arah Rias yang langsung berwajah datar.
" Aku sangat kenal dengan murid terlebih dia itu yang menolak lamaran pertunangan keluarga beberapa tahun lalu bahkan dia menolak secara mentah mentah di depan keluarga ku yang datang kediamannya " Jelas Rias kepada Akeno yang sedikit terkejut, bagaimana tidak Akeno terkejut? Temannya ini adalah seorang vampir perempuan sempurna bahkan memiliki tubuh idaman para perempuan maupun lelaki.
" Nggak usah kaget seperti itu, Aku rasa Dia itu vampir berbelok dari kaedah kaum adam " tambah Rias yang membuat Akeno beberapa kali mengerjab mata hingga terkini geli melihat raut wajah sebal miliknya.
" Aku rasa dia ada tertarik juga pada ku " Sahut Akeno yang membuat Rias menoleh dengan cepat bahkan raut wajah terkejut.
" Kau bercanda? " Tanya Rias kepada Akeno yang memilih pergi meninggalkan Rias disana dengan raut wajah jahil miliknya yang membuat sang empuh langsung mengejar teman miliknya ini agar mengetahui alasan dari perkataan temannya tadi meninggalkan suasana taman yang menjadi sebuah saksi bisu seorang berbeda Ras mulai menggerakkan roda takdir mereka.
Sedangkan Keadaan Naruto sekarang...
" Kau berniat mendekati seseorang atau mau ngajak berantem? senyum dikit kek " Ujar Sakura yang penuh kekesalan kepada sahabat kuningnya ini yang di suruh untuk tersenyum malah seperti menyeringai keji.
" Aku tak bisa Sakura, cara tersenyum saja aku tak tau jika tersenyum pun itu seperti reflek saja " Balas Naruto dengan nada datar plus ekspresi kosong miliknya yang membuat Sakura benar benar membenturkan kening lebar miliknya ke meja di samping nya, Sasuke sendiri hanya cuek bebek melihat tingkah sang pacar dan sahabat kuningnya.
" Suke bisa kau bantu aku mengajari pirang bodoh ini untuk tersenyum saja? " Tanya Sakura kepada Kekasihnya yang berada di sampingnya.
" Kau sudah tau buka jika itu bawaan lahir dari Naruto " Ujar Sasuke yang berekspresi sama seperti Naruto.
Sakura hanya bisa menghela nafas berat, mau kekasih ataupun sahabat kuningnya ini sama saja 11/12 tidak ada bedanya sama sekali. Walau Sasuke masih bisa berekspresi, nah sedangkan naruto? jangan di tanya. Waktu bahunya tertusuk pedang milik Kakek buyut Sasuke pun hanya keluar kata "sakit" ekspresi tak ada sama sekali.
" Nanti aku beritahu kan lagi saja lah Naruto, sebaiknya kau belajar tersenyum dari sekarang dan rasa ego serta to the point mu itu ilangan juga. Bisa bahaya kau langsung to the point " Ujar Sakura kepada Naruto yang hanya diam dan berekspresi datar.
" Ingat Sakura, kontrol kesabaran mu " Ucap Sasuke yang mengingatkan Sakura hal mengontrol emosi dalam menghadapi Naruto.
" Benar ." Satu kalimat meluncur mulus dari Naruto yang benar-benar menguji kesabaran milik Sakura.
" Nah kalo kau paham, maka pergilah dari hadapan ku sebelum wajah dan kepala mu ku hantam ke tembok sekarang ini " Ujar Sakura dengan kepalan tangan terancung di depan wajah Naruto.
" Baiklah, sampai bertemu nanti malam " Ucap Naruto yang berjalan menjauh dari kedua sahabatnya dan menuju ke arah kelasnya.
Selama perjalanan menuju ke kelas, Naruto banyak melihat bangsa vampir memilih menjauh dari dirinya bahkan langsung menghindar jika merasakan hawa keberadaan Naruto saat berada di dekat mereka. Naruto terus berjalan hingga pada tempat dia melihat Akeno tadi dihadang oleh segerombolan siswa dan siswi yang tepat berdiri depannya, jika dari pakaian yang mereka kenakan sepertinya anggota OSIS sekolah ini.
" Jika kalian mengajakku masuk ke dalam organisasi kalian, ma'af saja aku sangat tidak tertarik dan sekarang menyingkir dari hadapan ku segera " Jelas Naruto yang to the point bahkan aura keganasan Naruto merombak keluar yang membuat mereka benar-benar merasakan sesak nafas.
" Bagaimana dia mengetahui tujuan kita...?" Ucap salah satu siswi di sana yang menatap Naruto menjauh dari mereka.
" Karena dia tidak ingin melakukan sesuatu tanpa sebuah alasan yang logish" Tambah seseorang baru saja muncul di samping mereka semua..
" Kau siapa...?"
