The New Story of Novus By Natsu Michaelis or Hafidz Haan

INFO CHAPTER INI FULL AP-17 P.O.V

Sebelumnya DI Chapter 4

"jadi ariel.. akan ku berikan kau teknik-teknik yang ku pelajari dan setelah itu selamat tinggal, karena aku tak akan bisa bertemu dengan mu lagi, karena melepas Force terakhir ku miliki." Balas nya dengan senum nya yang tampan.

Kakak ku mentransfer semua Force nya dan semua apa yang dia ketahui dan terakhir yang dia katakan adalah, Kakak selalu ada di sisi mu ariel.

Chapter 5 – Acerta Have Feeling And Heart Too

Aku duduk termenung di puncak menara tertinggi Accertia, rasanya aneh jika Para prajurit lain melihat ku seperti ini tetapi untung nya hanya aku dan AO-24 yang mengetahui tempat ini.

Sudah 3 hari sejak aku di beri kekuatan oleh Deca dan juga 3 hari itu aku terus berfikir apakah keputusan ku ini benar? Haaah, jika dipikir membuat otak organik ku mengkerut.

Di tiga hari terakhir aku merasakan hal aneh yang ada di dalam dada ku, aneh rasanya Mekanik seperti ku merasakaan sesuatu yang di bilang tak wajar bagi mekanik, ya itu bernama Perasaan.

Bukankah mekanik seperti ku tidak ada yang nama nya perasaan? , tetapi mengapa hanya aku saja yang mempunyai nya? , kemarin aku bertanya pada AO-24 tentang perasaan dia malah meledek ku.

Flashback 3 hari yang lalu setelah bertemu Deca

Setelah aku kemarkas Accertia dan melapor pada bagian Admin tentang misi aku kembali ke tempat biasa untuk bersantai sejenak, walau mekanik tubuh kami juga butuh istirahat.

Ketika aku bersantai aku berfikir kenapa aku merasa sedih melihat Ariel Menangis karena teman nya mati, aku hanya Accertia ya Acertia mekanik yang menggunakan Otak Organik mana ada nama nya perasaan, lalu AO-24 mendatangi ku.

"hey AP-17 kau kenapa? Apa baut mu ada yang hilang?."ledek nya yang melihat ku sedang mode Standby.

"tidak hanya berfikir saja, hey AO-24 Apa kau pernah berfikir apa Accertia punya Perasaan yang di miliki para Organik?" tanya ku pada nya, semoga saja ada petunjuk.

"Perasaan layak nya organik? Kau sedang konslet apa bagaimana AP-17, kita sudah membuang nama nya Perasaan dan kita hanya mempunyai Otak Organik dan itu juga sudah di setting dari pusat." Ledek nya, yah mungkin aku saja yang terlalu banyak berfikir seperti itu, tapi apa salah nya bertanya.

"hey AO-24,kau sudah ku beritahu kan tentang aku yang masuk ke ruangan hampa itu?." Aku bertanya kembali pada sahabat ku ini, hanya ia yang bisa aku percaya di Coloni Accertia.

"ya kau sudah menceritakan nya pada ku, apa kau berfikir aku akan berkhianat dan melapor pada Admin atau Archon untuk menghukum mu karena berhubungan dengan Bangsa lain?."giliran dia yang bertanya tentang kepercayaan ku padanya.

"tidak, aku percaya padamu AO-24 kau satu-satu nya yang bisa ku percaya di coloni, tetapi semakin lama aku berfikir tentang apa yang di berikan Deca Padaku, mungkin dia memberikan ku Parts yang hilang,yang bernam Perasaan."jawab ku pada nya,mungkin pemikiran ku ada benar nya karena sistem yang ku punya.

"jika kau berfikir demikian kenapa kau tidak mendalami saja? apa salah nya Accertia punya perasaan? bisa di bilang kau tipe special,jika di lihat dari bentuk tipe mu kau memang sangat khusus,ciri-ciri mu juga berbeda dari yang lain kan apa kau tak menyadari nya?." Ao-24 melihat semua yang ada pada diriku, yah dia memang benar kalu di lihat aku berbeda daqri yang lain.

"kau dan RX-75 itu tipe yang langka di coloni tapi heran nya kenapa kalian sama-sama Punisher? Itu kan aneh, ahhh kau membuat Otak organik ku overheat."dia kesal karena aku banyak bertanya, kebiasaan AO-24 tidak suka di beri banyak pertanyaan.

"ngomong-ngomong kau mau beli senjata baru? Aku ingin melihat-lihat senjata baru, kau tau Intense Flaming Launcher ku sudah tak layak pakai lagi untuk melawan monster-monster di tingkat lebih tinggi." Yah dia selalu mengajakku jika ingin membeli hal-hal seperti ini.

"kurasa SC-67 lebih paham soal senjata, dia kan wakil bagian Persenjataan dan Artileri kau mau bertanya-tanya dengan nya? Mungkin bisa ada saran yang bagus." Saran ku pada AO-24 yah aku juga ingin mengcek senjata ku juga untuk di perbaiki dan di upgrade.

"ukhh aku kurang kenal dengan SC-67, dia dari dulu terlalu fokus dengan nama nya senjata." AO-24 menggosok-gosok belakang kepala nya.

"yah sudahlah aku yang akan bertanya pada nya ayo."aku berdiri dan meregangkan saraf-saraf mekanik ku.

Kami berjalan ke bagian persenjataan dan Artileri, di sana sangat ramai wajar saja tempat ini tak pernah sepi karena para stff selalu sibuk soal senjata, dan juga para Specialist memang sangat di perhitungkan karena mereka ada senjata-senjata hebat dan bagus.

Ku lihat SC-67 sedang milaht blue print senjata baru,kurasa ini menarik ku ajak AO-24 untuk melihat juga mungkin dia tertarik

"hey SC-67 lama gak bertemu apa masih sibuk?." Tanya ku pada nya yah dia satu tingkat dengan ku Primplus juga.

"AP-17? Yah begitu lah tempat ini tak pernah sepi dan juga tumben kau mampir apa senjata mu ingin di perbaiki? Atau mau membeli senjata baru?" tanya nya menawari ku barang-barang yang aa di sini.

"yah memang ada keperluan tapi bukan aku tapi AO-24, dia ingin bertanya tentang Launcher terbaru dan juga bagus." Balas ku hanya sekedar basa-basi

"Launcer yah kau mau tipe yang seperti apa?" dia masih fokus dengan blueprint nya.

"hmm tipe yang tidak terlalu berat tapi bertenaga, kau tau Armor untuk para striker itu berat-berat dan juga tidak fleksibel jadi aku ingin Launcher yang agak ringan tapi bertenaga." AO-24 to the point tentang apa yang dia ingin kan

"hmmm apa kau mau mencoba Launcher tipe baru yang ingin ku buat? Ini setara dengan Launcher Relic Cerberus, tapi masih ada kenadala tentang part yang belum cocok dengan launcher ini."SC-67 menggosok-gosok dagu nya dengan jari nya, yah layak nya seorang blacksmith jenius.

"part yang hilang? Mungkin aku ada barang yang cocok untuk launcher itu dan ku lihat launcher itu cocok dengan ku."AO-24 melihat Prototype launcher yang SC-67 buat.

"kau memang benar aku membuat launcher ini karena Armor untuk job Striker sangat berat dan tidak fleksibel jadi aku ingin membuat launcher yang efisien, tapi kendala nya dorongan launcher ini masih belum 100% ada yang kurang, aku masih bingung sudah 3 bulan aku merangkai nya tapi masih belum sempurna."Balas SC-67 masih mode berfikir nya.

"yah walau aku gak begitu tau tentang launcher, tapi kalau soal dorongan untuk launcher kenapa kau tidak menggunakan Pendorong yang ada di Booster? , kan pendorong di booster sangat kuat apa lagi saat pertama kali ON, Aku hanya memberi saran saja, mungkin saran ku bisa di gunakan."aku hanya mengatakan apa yang ada di otak ku.

"Inject booster memang daya dorong nya tinggi, hmm… kalau di liat dari bentuk nya ah kau benar AP-17, tak kusangka masalah nya selesai, AO-24 kau ada inject booster nya?" SC-67 seakrang bertanya ke AO-24 dengan antusias.

"ada sih, tapi gak baru karena ini bekas Inject booster lama ku, gak masalah kan?"tanya AO-24 agak ragu.

"tak masalah ini hanya untuk prototype saja" balasa SC-67 sambil menerima Inject booster AO-24

Tak lama setelah itu Launcher nya sukses di perbaiki dan siap untuk di ujicoba.

"baiklah laucnher sudah siap,AO-24 coba kau gunakan ini." SC-67 memberikan Launcher yang ia buat ke AO-24.

"baiklah akan ku coba."Ao-24 mengambil launcher yang di berikan SC-67, lalu di tempat latihan tembak untuk job Striker disanalah tempat uji coba nya.

AO-24 membiik sasaran itu dan peluru Laucher dengan dahsyat keluar dari launcher itu.

Boom BOOM BOOM

Daya rusak yang sangat luarbiasa,mungkin AO-24 bisa jadi dewan striker dengan cepat.

"bagaimana AO-24? Kau suka launcher tipe baru ini?" tanya SC-67.

"ini.. sangat luarbiasa SC-67 tak kusangka launcher ini sangat dahsyat walau kelihatan nya ringan tetapi saat menembak daya nya sangat kuat,jika di tambah Sige mode pasti sangat kuat." Ao-24 melihat launcher ini dengan tatapan takjub, wajar saja bagi nya senjata adalah bagian nyawa nya,bagitulah dia.

"jadi mau kau beri nama apa SC-67? Launcher ini sangat bagus dan jika tidak diberi nama kan sayang." Kata ku memberi ide lain.

"hmmm bagai mana kalu The Second Relic Launcher? Karena kita buat agar bisa menyaingi Relic Cerberus jadi kenapa tidak diberi nama itu saja?." Balas SC-67.

"hmm tidak buruk, jadi berapa harga nya SC-67, aku ambil launcher ini" tanya AO-24 menyiapkan CP nya.

"sudahlah AO-24 tak usah lagian ini kan barang Prototype dan juga berkat kalian senjata ini berhasil di buat, mungkin aku tak akan membuat nya lagi, karena jika semakin banyak maka senjata mu jadi terkesan biasa saja."SC-67 memberikan launcher itu secara Cuma-Cuma ke AO-24, ya beruntung nya nasib AO-24.

"baiklah jika itu keputusan mu, aku akan kembali ke tempat ku untuk mencocokan dengan sige ku jadi AP-17 aku duluan."kata AO-24 meninggalkan ku, sial setelah dapat yang ia mau dia meninggalkan ku cih.

"oh iya SC-67 apa kau ada Prisai bagus? Aku mau mencoba meningkatkan pertahanan ku."haah ujung-ujung nya aku belanja juga, padahal aku ingin hemat CP.

"ada sih Strog intense Black core lumayan mahal, kau mau?"tanya SC-67

"yah boleh lah sekalian cek Pedang ku yah, kalo bisa upgrade sekalian." Balas ku memberikan Mana Eater ku.

"oi AP-17 sejak kapan kau punya Soul Eater? Bahkan kelihatan nya ini bukan Soul eater yang ku kenal"dia memandangi Mana eater .

Jujur aku kaget saat SC-67 bilang Mana Eater ku jadi Soul eater,dan ku lihat memang Mana eater ku agak berubah corak nya agak kemerahan dan juga aura yang keluar bukan lagi biru tua dan aura listrik, tetapi Aura Biru muda dan aura nya menjadi membara layak nya api.

"jangan bercanda SC-67, Mana Eater ku mana mungkin jadi Soul eater" balas ku mengelak.

"coba sebentar ku cek lewat komputer ku."Sc-67 mengscan Mana eater ku.

Life Eater atau di sebut pemakan nyawa pedang kelas legenda,hanya sedikit info tentang pedang ini, menurut kabar nya pedang ini dibuat dengan darah Holy stone keeper dan juga material-material langka.

Efek pedang : menguras Paksa MP dan HP secara maksimal,efek stun,dapat di gabungkan dengan Force

Skill yang di butuhan :skill pedang Master.

Aku kehilangan kata-kata karena benar kata SC-67 MAna eater ku berubah, ini sangat mengerikan senjata yang awal nya biasa saja menjai mengerikan seperti ini.

"hey AP-17 boleh kah aku menebas sekali dengan pedang ini, aku ingin tau efek lain nya apa." SC-67 penasaran dengan apa yang bisa di lakukan dengan pedang ku yang terlah berubah.

Aku hanya bisa menstujui nya saja, tidak ada pilihan lain.

SC-67 menebas nya sekali dan aku hampir tak percaya dengan mata optik ku, dia baru saja mengeluarkan skill Flash Cut.

"kau tadi menggunakan skill Flash Cut? Tanya ku pada SC-67.

SC-67 juga tidak percaya apa yang dia lihat dan apa yang ia lakukan.

"hey Ap-17 aku tadi tidak menggunakan skill apapun, senjata ini sangat mengerikan jujur skill pedang ku belum master tetapi di saat menggunakan nya, perbandingan nya sangat berbeda,mungkin jika Warrior yang sudah Master skill akan lebih baik dari itu." Komentar SC-67 tentang pedang ku.

Yah setelah kaget dan tak percaya soal pedang ku yang menjadi Tipe Legend pasti akan jadi berita besar, jadi aku meminta SC-67 merahasiakan nya.

Aku membayar prisai yang ku beli, lenyaplah 24 juta CP ku tapi spadan apa yang ku dapat Strong intense Black Core Upgrade +5.

END OF FLASHBACK.

"haah.., sepertinya aku harus bertemu Deca sekali lagi" gumam ku.

Aku pergi ke sette menggunakan teleport scroll ku, aku berjalan ke tempat kuil dan ku lihat sekeliling tidak ada yang mengikuti ku.

Agak jauh memang lokasi kuil nya, aku terus berjalan melalui jalan yang kemarin aku lalui, setelah sampai di kuil aku mencari arah ke ruang hampa itu.

Memang agak sulit menari ruangan hampa nya, layak nya labirin tetapi aku tau persis jalan masuk kemari

"wah wah sepertinya aku kedatangan tamu." Aku mendengar suara deca.

"salam, aku ke sini ingin bertanya padamu." Aku mulai membuka percakapan.

"kau ingin bertanya apa Accertia? Akan ku jawab jika aku tau jawaban yang kau butuh kan." Deca berbicara dengan bijak.

"begini, aku 3 hari ini mengalami hal aneh aku dapat merasakan hal yang sama seperti para organik yaitu perasaan kenapa hal itu terjadi?." Tanya ku pada deca.

"itu mudah accertia, aku sengaja memberikan mu perasaan agar kau bisa mengerti tentang ke dua teman mu yang berbeda bangsa itu, kau pasti tau accertia tidak memiliki perasaan seperti itu accertia hanya memiliki rasa soladiritas dan juga kepercayaan absolut, apa aku salah?"kini giliran deca yang bertanya padaku setelah dia menjawab apa yang ingin ku ketahui.

"yah seperti nya aku mengerti, dan lagi kenapa senjata ku berubah menjadi tipe legendaris dan juga kenapa skill ku menjadi master skill?." Aku mempertanyakaan keadaan ku sekarang ini, mengganjal rasanya menjadi master tanpa latihan.

"accertia di kedepan nya nanti kau akan mengadapi hal-hal sulit dan teman-teman mu sama ku berikan serupa yang kau alami, tapi kau sedikit berbeda aku memberi mu Life eater karena kau harus bisa melindungi teman mu, karena kau yang paling kuat." Deca memberikan ku nasihat, yah mungkin ada benar nya apa yang dia katakan.

"dan lalu, kenapa tidak Lace atau ariel? Bukan kah mereka lebih meyakinkan." Aku kembali bertanya.

"Lace dia memang kuat tetapi dia lebih cocok menjadi pendukung dan juga dia terlalu kekanak-kanakan, Ariel kau tau sendiri sifat ariel dia lebih cocok menjadi pendamping, saat ini dia sudah menguasai skill yang sangat mendukung mu di kemudian hari."balas deca.

"Accertia walau kau mekanik tetapi aku memberikan mu perasaan dan juga hati layak nya ras lain,kau ingin membuat semua nya menjadi damai kan? Jadi jika kau tidak mengerti perasaan orang lain apakah bisa membuat damai?" deca kembali bertanya.

Aku mengepal kan tangan ku yah deca memang benar jika tidak tau perasaan orang lain bagaimana bisa membuat damai.

"deca bisakah kau yang mengajari ku teknik master? Kau tau Accertia tidak memiliki Guru atau semacam nya hanya mentor, mentor juga hanya melihat perkembangan saja, jadi Deca bisakah kau mengajari ku?" tanya ku bersungguh-sungguh, aku yakin ini jalan terbaik yang ku buat

"tak masalah datang lah lagi besok,aku akan mengajari mu dan juga jangan lupa bawa perisai mu yah." Blasa deca lalu menghilang.

Setelah melihat deca menghilang aku pun berencana kembali ke markas, sepertinya melewati jalan biasa terlalu jauh jadi aku langsung memotong jalan menuju portal accertia.

Aku berlalu cepat agar tidak ada yang mengikuti ku, karena tempat deca sangat rahasia.

Hampir sampai di portal accertia aku melihat RX-75 melepas tawanan Cora yang di tangkap pasukan penyergap.

Apa dia sudah gila? Dia bisa jadi buronan seluruh Kerajaan, apa sebaik nya aku larang dia dan menangkap kembali Cora itu? , tetpai aku melihat mata ke dua Cora itu rasanya bahagia dan senang bisa di lepaskan dan sedikit takut, yah siapa tidak takut jika kau di tangkap oleh Bangsa lain menjadi tawanan dan kau di lepaskan kembali itu kan aneh.

Lalu aku teringat tentang RX-75 atau raxion untuk nama yang akan datang, yah aku ingat karena perjalanan waktu bersama Ariel dan lace.

"Baiklah Tuan punisher RX-75 aku akan membantu mu kali ini." Gumam ku dan mengambil Hora Bow ku,walau aku Warrior tetapi aku punya basic menembak karena AO-24.

RX-75 di kepung oleh Accertia pasukan penyergap, aku yakin RX-75 bisa mengatasi nya tetapi jika ada yang menyerang dari jarak jauh itu lain cerita.

Aku melihat RX-75 memainkan pedang nya, luar biasa sangat cepat gerakan yang lincah layak nya menari tetapi mematikan , aku membidik Striker itu dari sasaran yang tepat, kalau tak salah itu WE-56 terkenal dengan launcher yang kuat dan juga siege kit milik nya sangat khusus.

Ketika WE-56 ingin mendoom blast Rx-75 secara cepat aku memfast shoot kepala nya, yah tidak buruk panah yang ku tembak tak terlalu meleset dari target, 1 anak panah mengenai kepala dan 1 nya mengenai lengan nya.

Aku langsung pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke markas.

Sesampai nya di markas aku duduk di ruangan ku dan menstabilkan tenaga ku, accertia juga butuh istirahat.

"hey AP-17 tak biasanya kau mengisi ulang di saat seperti ini? Apa mesin mu sudah usang hahaha" Ao-24 meledek ku, yah begitulah teman.

"hey AO-24 tak biasanya kau menghampiri ku di ruangan ada keperluan apa?" tanya ku sambil membaca berkas berkas accertia.

"yah kau bilang menyuruh ku datang kemari, karena besok kita akan berangkat ke elan untuk melawan beberapa pit boss." Ao-24 mengingatkan ku. Sial aku lupa aku sdah janji dengan ariel tentang melawan pit boss.

"ya kita akan melwan beberapa pit boss di sana kau mau ikut?" tanya ku padanya.

"tentu saja aku akan mencoba launcher baru, jadi kau mau membawa berapa Mercenery untuk menjadi tank?." Balas AO-24 menanyakan pasukan yang akan di bawa.

"tak perlu cukup kita berdua saja dan juga kau tau teman ku dari bangsa lain kan?." Aku mengigatkan nya dengan ariel dan Lace tapi dengan berbisik kau tau ada pepatah dinding juga punya telinga.

"maksud mu corite dan bellato itu? Yah tak masalah jika kau ada di sana dan meyakinkan mereka." Ao-24 merasakan hal biasa saja jika berkerja sama dengan Bangsa lain kalau aku aa di sana pasti nya.

"bagus lah aku membutuh kan mu di sana, oh iya nanti aku yang jadi tank nya kalian fokus menyerang Pit boss saja." Aku mengingatkan AO-24 agar jangan coba-coba menarik perhatian Pitboss.

"apa kau bodoh, mana mungkin aku yang menarik pitboss nya, yaiya lah kau yang jadi tank kau warrior."Ao-24 agak sewot kalo soal strategy, yah biasa komandan Chip war.

Ao-24 setuju dengan hunting Pitboss besok dan juga aku sudah mempersiapkan Black Core dan Gun Blade, manamungkin aku dapat menggunakan Life Eater dengan prisai sangat berat pasti nya,

Aku menghubungi Ariel pasti nya aku sedang berada di luar markas accertia, ya elah ribet banget Cuma mau nelpon doang haah.

"Halo Ariel."aku mengecek apakah ariel mengangkat telpon nya.

"ukhh hoaam umm Halo ariel di sini."balas nya dengan suara aneh, aku masih belum mengerti dengan bangsa lain.

"ariel kau baik-baik saja suara mu aneh dan seperti kelelahan, apa kau baru saja terbangun dari pengisian energi?" tanya ku pada ariel.

"ehhh ummm ya begitulah hehehe ada apa APIT menelpon ku?" ariel kembali menjawab, yah ia tak mengelak tentang terbangun dari pengisian energi.

"begini soal Pitboss yang kau bicarakan, aku siap hunting pit boss besok jadi apakah si Cebol itu mau ikut juga?" aku bertanya tentang si Lace apakah dia ingin ikut atau tidak.

"kalau soal lace aku belum sempat memberi nya kabar bagaimana jika kau saja yang menghubungi nya."ariel memberi saran.

"baiklah jadi di elan yah tempat pit boss pertama kita bertemu." Kata ku meneteapkan tempat berkumpul.

Setelah menelpon ariel aku menelpon Lace.

"halo di sini Lace si Pangeran tampan siapa ini." sial dia sok banget nada nya membuat ku kesal saja,

"ini aku APIT " balas ku datar.

"ohh apit ANJIRR ngapain lu nelpon gue Kaleng." Suara Lace terdengar kaget ketika aku menelpon nya.

"lu gila yah awas lu ketahuan ngomong sama gue, kena hukum bukan urusan gue." Balas ku dengan Bahsa Bellato.

"jadi apa urusan nya sampe nelpon gue yang ganteng nan menwan ini." lace kembali buka omongan yang bisa di bilang gak penting

"terserah lu dah gue Cuma mau ngasih tau, kalo ariel ngajak kita hunting di elan lu mau ikut apa kagak kalo mau ya udah dateng aja di tempat pitboss pertama kalo gak mau gpp jadi ya gue bisa kencan sama ariel." Ledek ku ke lace.

"WTF sejak kapan Accertia doyan Cewek wah ada yang mengganjal nih gue ikut, gue gak mau tu corite lu apa-apain gak enak aja masa mesin doyan cewek NGERI COK."Lace teriak teriak gaje di sana.

"Dancuk! Accertia juga Manusia PUNYA RASA PUNYA ATI JANGAN SAMAKAN DENGAN PISAU BELATI." Aku makin gak tahan dengan omongan lace dan ku bales aja apa yang kupikir.

"anjirr nih anak malah nyanyi, ya udah dah ntar gue dateng."bales nya dan langsung nutup telpon nya.

"dasar tu anak nyebelin banget." Aku menutup mini komputer yang ada di lengan ku dengan keras.

Mungkin aku harus masuk mode Sleep agar otak ku tak terlalu keras berkerja.

Aku kembali ke markas dan Setelahitu aku masuk ke mode sleep, ada yang aneh dan tidak biasanya terjadi, aku melihat tulisan-tulisan cora dan bellato, sangat membingung kan.

Lalu aku melihat kejadian aneh dlam mode sleep ku.

"Lace apa kau sudah gila!" aku melihat accertia itu berteriak.

"kau kenapa Lace? Ini bukan dirimu." Cora? Lace ada apa dengan Lace?

"kalian berdua lebih baik lenyap, hanya mengganggu jalan ku saja" pandangan bellato berambut coklat dengan mata merah nya yang membunuh.

Apakah itu lace mengapa dia seperti itu? Dan lagi dia membawa Life Eater ku.

"pertama yang harus ku hilangkan adalah ka L" Bellato itu menebas kan Life eater ke Cora itu yang pasti ariel.

Lalu Accertia itu melindungi Ariel dengan Shield nya seperti nya itu Black Core apa itu aku?.

"Ariel Pergilah biar aku yang melawan nya" perintah Accertia itu.

"tidak kita akan membuat nya kembali tersadar, aku yakin kita bisa membuat Lace kembali sadar."Ariel memegang erat staff nya.

"NEVERMORE"

Itulah kata terakhir yang ku dengar dari kejadian aneh dalam mode sleep ku.

Aku terbangun dari mode sleep, apakah pengisian tenaga sudah selesai? Dan ku lihat pengisian tenaga masih 70%, apakah tadi itu pengelihatan masa depan atau kah hanya ilusi?.

Lace menjadi orang yang berbeda aku harap itu hanya ilusi saja.

Aku kembali memasuki Mode sleep ku dan menunggu sampai 100% setelah itu berangkat ke elan I tempat perjanjian.

"NEVERMORE" yah itu ilusi yang sangat mengerikan.

TO BE CONTINUED?

Kembali lagi dengan Hafidz-haan, apa kalian rindu dengan ku fufu aku kembali dari filtrip amat sangat melelah kan dan juga sebener nya sebelum filtrip ane udah nyiapin 5 page buat nih Chapter.

BTW hapter ini masih agak monoton dan juga terkesan agak kaku dalam bahasa, jelas lah Accertia kan kesan nya kaku dan Cora yah sedikit formal jadi memang agak kaku.

Moga di chapter ini character nya terasa berbeda yah.

Jangan lupa ADD FB ane Lace Lachrymose :v FB lama ane kena blok jadi buat FB baru dan di FB itu ada fan art Lake,Dzofi,Rokai,Lace dalam 1 picture kepala nya doang sih :v awkakka.

Buat yang ngereview kemaren makasih banget sangat berarti buat gue dan kemarin memang banyak typo gak jelas, soal nya buru-buru jadi nya fatal banget salah nya.

Di chapter ini AP-17 masih belum mendapatkan Master skill nya jadi buat pecinta Accertia mohon jangan bully ane :v.

An lagi di chapter ini gak terlalu banyak Cuma 3k word soal nya kalo di lanjutin terkesan maksa.

Pakde Mie Rebus ngasih masukan yang pas banget walau ane sedikit ngambil cerita dari The new tale Of Nous and Lake tetep ujung-ujung nya yang Pakde Mie ilang pasti jadi Cerita Original.

Buat Dzofi yang tadi agak ragu dengan cerita ini yang bakal bertubrukan gue akan usaha semaksimal mungkin agar FF ini Ngebaur dengan yang lain.

Oh iye kemaren faranell ngasih semangat ke ane MAACIH ya… :v Buat Faranell nya semoga ketemu Sama Ariel di markas Cora DECEM with you :v.

Mungkin ini penutup yang paling oanjang yang gue buat nyahahha see you in Next Chapter

Qoutes

alasan? Membantu orang itu tidak perlu alasan Ariel jadi aku mati tidak sia-sia, ketika kau membantu orang lain walau itu musuh mu sendiri kau pasti akan terkenang sampai nyawa orang itu berakhir – Sebastian To ariel Chapter 4