The New Story of Novus By Natsu Michaelis or Hafidz Haan

INFO Chapter ini dengan Orang ketiga dan terkadang menggunakan P.O.V

Sebelum nya di Chapter 6

"Thank you accertia" Lily mengucapkan terimakasih ke AO-24 walau AO-24 tak paham bahasa nya tapi dia tau dia berterimakasih.

"heh nevermind Corite" balas Ao-24

"ukhh kepala ku sakit." Lace terbangun.

"huh kau ini menyusahkan saja" balas AP-17

"memang nya ada apa?" tanya Lace bingung.

"nanti ku ceritakan" lalu suara mini computer di lengan AP-17 berbunyi

Congratulation Master skill Unlock

Passive skill Absolute defense : skill yang bisa membuat mu menggunakan prisai dan pedang/tombak yang biasanya harus di gunakan dengan2 tangandan juga dapatdi gunakan jika mengguanakan pistol/Crossbow

"heh jadi master skill ku terbuka yah" gumam AP-17

Chapter 7 – The Truth Of Lace Past.

Lace melihat Lily yang di gendong AP-17 karena pingsan menggunakan force berlebihan di dalam diri Lace merasa bersalah karena menyerang teman nya.

Yah teman… bagi Lace mereka adalah teman yang berharga karena dalam hidup lace dia…..

"hey APIT (AP-17) bisa lu ceritakan gimana Ariel bisa terluka dan semua ini terjadi? Gue gak inget sama sekali." Lace menunduk dan sedih apa yang ia perbuat tetapi dia tak ingat.

"hmm ya tak masalah tapi kita istirahat di bawah pohon itu di sana lebih sejuk dan Ariel bisa istirahat." Ap-17 menyarankan tempat beristrihat dan juga di sana tempat yang aman dari jangkauan radar.

Ariel yang tadi pingsan terbangun dari pingsan nya, dia merasa aneh kenapa dia merasa di gotong seseorang, mata nya yang masih blur dia melihat yang menggondong nya adalah kakak nya.

"ukhh Kakak?" Ariel memeluk erat AP-17 yang sedang menggendong nya.

"kau sudah bangun Ariel?" tanya AP-17 melihat Ariel masih belum bertenaga.

" .. APIT kenapa kau menggendong? ku umm maaf meepotkan mu." Jawab Ariel yang wajah nya memerah bak Queen Qrook Rebus.

"tak masalah, istirahat lah kau terlalu lelah" AP-17 menyenderkan ariel ke pohon yang rindang agar Ariel dapat beristirahat.

"Ariel kau gak luka parah kan?" Lily cemas akan keadaan Ariel yang bisa di katakan gawat.

Lace hanya termenung menatap langit dan bergumam "Kenapa semua ini terjadi padaku?"

"tenang lily, aku istirahat sebentar lalu aku akan mensummon Inana untuk mengobati ku." Ariel dengan tenang nya menghilangkan kekhawatiran sahabat kecil nya.

"don't force your self corite, you need rest until your Force come back again" AO-24 memberi saran ke Ariel.

"don't worry AO-24 I just little bit tierd." Setelah menatakan itu Ariel tertidur lagi.

"hey Lace lu mau tau kenapa Ariel jadi gini? " tanya APIT

"yah begitulah jelasin aja." Lace masih memandangi langit elan yang damai.

"hey corite want hunt some monster?" AO-24 menyarankan lily untuk hunting bersama.

Lily bingung dengan perkataan AO-24 dia tidak bisa biacara apa-apa

"dia ingin mengajak mu hunting Lily, kurasa kalian sama-sama ranger bisa kolaborasi." APIT menggunakan bahasa Cora agar Lily paham apa yang Ao-24 katakan.

"yeah Sure why not."Lily pergi bersama AO-24 untuk hunting.

"sekarang kita hanya berdua, bertiaga sama ariel yang lagi tidur, yah gue ceritain kenapa lu bisa nyerang ariel." Jelas APIT

"awal nya ketika lagi nyerang LackJow lu tiba-tiba diem dan gak nyerang, tapi ada yang aneh dari itu." APIT mulai cerita.

"ada yang aneh? Apa itu." Tanya Lace.

"di sekelilingi mu terdapat aura hitam pekat, dan tekanan nya sangat dahsyat." APIT berhenti sejenak "lalu kau menembakan Panah kegelapan yang kuat membuat Lackjow lenyap tak bersisa, hanya Drop item saja yang tersisa di hadapan ku waktu itu." Lanjut APIT.

"panah hitam? Force arrow ku? Tapi gue hanya bisa menggunakan Force arrow ku mengunakan alam sekitar." Balas Lace.

"hanya pendapat gue ini mah yah lu gunain aura hitam itu, lalu dari aura hitam itu lu jadiin force arrow, gue juga gak tau juga tentang Ranger Cuma dikit." Bales APIT dengan ngibas-ngibas tangan nya.

"lalu setelah itu?" tanya Lace.

"setelah Lackjow lenyap, lu menyerang lengan gue dan mengambil Life Eater." Lanjut APIT bererita.

"gue mengambil Life Eater? Untuk apa?" lace masih terheran-heran dengan semua yang di certakan APIT.

"ya dan lu nggunain Life Eater untuk membunuh Kami, tapi sebelum lu membunuh kami, lu ingin membunuh Ariel karena memliki light force". APIT kembali melanjutjkan cerita nya.

"dan lu tau? saat lu menjadi tak terkendali, dia bilang ke gue." Lalu lace memotong omongan APIT ."dia? Dia siapa gue jadi tak mengerti". APit melanjutkan cerita nya. "ya dia, hawanafsu dalam dirimu, ambisi jahat mu,dendam dan juga rasa kurang akan kekuatan." Apit menatap tajam Lace dengan mata optik nya.

" gue tanyapadamu Lace, Apakah ada masalah dalam hidup mu sampai kau terlalu berambisi? Ku lihat lu gak terlalu berambisi dan gak suka berfikir negatif." Tanya APIT serius.

"haah rasanya gue harus cerita ke elu dah." APIT garuk-garuk kepala nya.

"baiklah gue ceritain masa lalu gue dan kehdipan gue".

Lace Story P.O.V

Gue adalah anak dari Relvian Lahrymose dan Anarine Lachrymose.

Ayah gue terkenal dengan Berseker pintar di medan perang, banyak Accertia dan corite mengakui kekuatan nya dan Clan Lachrymose sendri di juluki Clan terpintar di Federasi.

Berbeda dari Grymnaste yang terkenal dapat menghancurkan pasukan musuh hanya dengan bebearpa orang Grymnaste, Clan lahrymose bisa di blang sangat licik dalam berperang.

Kakek ku pernah bilang kalau setiap Pertarungan tanpa adanya 1 orang dariclan Lachrymose kemungkianan banyak yang mati di saat pertarungan, dan clan Lachrymose sangat menghargai nyawa seseorang, walau itu Bangsa lain sekalipun.

Ayah gue dia memang tampan dan kuat tapi gue hanya melihat nya sampai umur 6 tahun dan ibuku aku tak terlalu ingat dengan wajah nya, yang pasti dia mirip seorang Corite, ibuku meninggal bersama dengan ayah ku, mereka di bunuh oleh federasi.

gue awal nya tak begitu mengerti karena saat itu masih kecil, dan kakek merawat ku dia bilang ayah dan ibu tewas di kalahkan accertia tetapi bukan.

Dan pandangan orang-orang terhadap gue sangat jijik entah mengapa, itu gue mengalami nya di saat masih anak-anak.

Ayah lamia seperti ayah guw sendiri dia merawat dan membesarkan gue layak nya anak nya setelah kakek gue meninggal.

Ayah lamia dan ayah gue sangat berteman baik, mereka adalah partner dalam berbagai macam sesuatu, aku belajar ranger dari dia.

Saat masih anak-anak gue selalu di singkirkan, gue juga gak tau kenapa alasan nya, tetapi hanya lamia teman gue satu-satu nya, cewek brisik itu sangat bergahrga bagi gue.

Tapi bukan di situ permasalahan nya.

Gue akhir nya menyadari kenapa ayah dan ibu gue meninggal, itu juga gue di ceritain sama ayah nya lamia.

Ayah gue ternyata menikah sama seorang Corite, nikah nya juga diam-diam antara federasi bellato and aliansi cora tak tau akan hal itu.

tetapi ibu gue ketahuan oleh musuh bebuyutan nya di aliansi. Dia ketahuan menggandung gue masih bayi dan saat itu juga ibu gue di usir dari Aliansi cora dan untung nya gak dibunuh karena ibu gue seorang dari bangsawan cora.

Akhir nya ayah gue dan ibu gue tinggal agak jauh dari kota dan federasi, layak nya pengasingan.

Akhir nya Ayahgue ketahuan menikahi seorang corite dan mempunyai anak dan federasi tidak tinggal diam, mereka langsung mengeksekusi ayah dan ibuku di gurun sette, dengan alasan mereka akan membiarkan gue hidup tetapi mereka mati atau gue mati mereka akan tetap hidup.

Lalu mereka mengorbankan nywa mereka untuk guedan sampai sekarang aku masih bisa hidup.

Kebenaran itu membuat ku benci dan dendam terhadap federasi ku sendiri dan aliansi cora mereka tega membuang nyawa seseorang tanpa memikirkan nya.

Aku berfikir dengan kekuatan gue bisa mendapatkan segalanya, tetapi gue hanya bisa memendam ambisi itu di dalam hati gue.

Lama kelamaan gue belajar arti nama nya hidup, gue gak tega nama nya membunuh Corite dalam perang karena mereka juga punya darah yang sama kayak gue walau setengah.

Dan juga sama gue juga gak tega melihat ras gue di federasi mati sia-sia di medan perang, gue serasa buah simalakama.

Semakin lama semakingue benci perang dan makin benci yang nama nya politik yang busuk di federasi, walau gak semua nya buruk di sana, Archon Croiss sendiri yang menjabat saat ini menurut gue bagus hanya saja tetua-tetua sialan itu yang telah membunuh ayah dan ibu gue dan membuat gue benci pada mereka.

Semakin lama ambisi dengan kekuatan makin ada dalam diri gue,gue berlatih dengan ayah lamia layak nya orang gila, dan hasil nya tidak sia-sia di akademi aku terlihat santai dan bodoh dan tak peduli apapun. Itu hanya klise agar mereka gak peduli terhadap gue, dan mendengar nama lachrymose mereka agak jijik dengan nama itu, gue melihat anak laki-laki yang bernama Grymnaste dia juga sama di kucilkan sepertiku, aku jadi tak terlalu sedih karena ada yang nasib serupa.

Dan gue makin benci di saat gue hampir di bunuh oleh federasi dan gue di selamatkan oleh seorrang pria Corite dan di sana ada Maximus hana juga yang kebetulan saat itu masih tak terlalu tinggi pangkat nya, melihat para tetua ingin membunuh ku dan mereka melihat maximus hana saat itu pangkat nya mayor dia juga akan di bunuh tapi di selamatkan oleh pria itu, hidup ku selalu di selamatkan orang lain.

Mulai saat itu di dalam benak gue, gue akan membalas mereka dan tiba-tiba terbesit wajah ibu gue dan berkata "hargailah seorang nyawa walau itu musuh mu" . dan gue merasa bingung dan galau.

Jadi mengapa aku bisa terlihat seperti sekarang karena aku tidak peduli akan apapun,siapapun jika mereka tidak berharga bagi gue.

Itulah masa lalu gue dan kehidupan gue.

END OF STORY LACE

"HMM gak heran sih dia bisa muncul dari diri lu, karena dia berasal dari masa lalu kelam lu, berarti yang harus lu lakuin menghilangkan perasaan itu lace" AP-17 memberi saran.

"yah gue juga tau sih, gue jadi berfikir apakah gue cocok dapet kekuatan sekuat ini tapi gue masih pengen lebih?"Lace melihat ariel yang tertidur lelap jadi merasa sakit hati nya.

"dah lah lace itu juga bukan murni kesalahan lu kok, itu juga kesalahan dari berbagai pihak lu Cuma korban yang menghaslikan korban lain."APIt meenyimpulkan apa yang lace ceritakan

"kalao semua orang kayak lu idup rasanya damai dah."Lace tiduran di bawah rumput hijau di elan dan di tutupi phon besar yang rindang.

"kita betiga pasti bisa buat dunia ini menjadi damai dan menyelasaikan perang bodoh ini" APIt melihat langit dengan mata optik nya.

"lu dah kayak Corite dan bellato aja dah APIT, Accertia yang aneh" Lace ngeledek APIT.

"plis deh jing lu juga aneh gak usah ngatain gue aneh" APIt mulai bercanda e Lace agar lae terhibur.

"ntar dropan nya bagi rata yah" bales Lae

"gue gak bakal korup kayak lu" APIT sedang membagi rata dropan mereka dari lawan Lackjow.

Setelah istrihat dan lily dan AO-24 kembali ari hunting mereka dapat informasi dari mereka berdua.

"Hey AP-17 sebaik nya kita cepat kembali ke markas karena ada serangan besar-beasran di dekat sana pertarungan tiga bangsa, jika tidak cepat kita bakal ada masalah" saran AO-24

"sebaik nya begitu, baiklah kami pergi ke markas jaga diri kalian." AP-17 menghilang mengguanakn portal.

"Lace kami pergi yah, makasih hunting nya aku ajdi bisa nyelasin misi."Ariel kembali ceria dan membuat lace lega.

"maaf ya membuat kalian terluka, lain kali aku akan berhati-hati." Lae minta maaf ke ariel den nundukin kepala nya.

"udah gak usah di pikirin kok lace Cuma luka kecil, dan lagi aku gak tau kalu kau bagain dari kami juga walau setengah." Ariel mencium kening Lace dan sontak buat Lacekaget bukan main.

"EHHHH kkau ngapain Ariel…" Lace kaget.

"hmm kebiasaan kalo sama temen ya gak liy?" tanya Ariel ke lily

"kebiasaan aneh ariel, dan selalu buat orang salah paham, ratu nya PHP." Lily hanya sweatdrop liat kelakuan temen nya

"bye-bye Bells" Lily pergi gunain portal ke markas nya.

"daa lace kapan-kapa misi bareng yah."Ariel ngikut menghialng.

lace berfikir kenapa, ariel tau dia setengah bangsa nya? Apa jangan-jangan dia gak tidur?

"ah sudah lah dia mah orang nya gitu". Lace balik ke markas nya.

Lace Room.

"Ahh kita liat dropan nya apa, hmm cincin 4 biji, amulet 2 biji, weapon drop nya Cuma dapet strong intens vulcan gun, bagus sih tapi gue kan make panah bukan gun, kasih dzofi aja apa yah? Gue kan ngebon peluru terra 4 biji sama dia" lae bergumam.

"ah kasih cicin ini ke Lamia sama rina ah yang evasion,Critcal ke lamia, yang defense,attack ke rina." Lace ngaprit ke toko buat bungkus cinin nya dan gak mau ambil repot dia milih nya basing kotak nya gimana.

"oyyy lamia…" Lace teriak-teriak menggil nama lamia dan di iat sama temen-temen lamia.

"eh tuh di cariin suami masa depan tuh ihihi" goda salah satu teman spirituali lamia.

"apaan sih kalain ini."lamia langsung nyamperin lace.

"napa nyari gue? Makanan dah di siapin di meja tinggal makan." Lamia dengan mode Tsundere nya.

"Cuma mau ngasih ini, tadi abis pulang misi dapet nya ginian jadi gue kasih ke elu aja."Lace ngasih kotak berwarna mereah ke lamia.

"ciee lamia di lamar…. Di kasih cincin cuy ciee…" temen-temen lamia pada histeris.

"kalian apaan sih… hey lace ngapain kau ngasih aku cincin, make kotak lagi mau nge.. ngelamar aku yah?" Lamia dengan wajah yang merah makin keliat cantik.

"eh? Lamaran? Itu cincin evasion sama critical 35% 35% yang pengen kamu beli kan? Aku dapet dari drop." Dengan wajah yang bloon dan notabene lace ngasih tu cincin dan ngaprit entah kemana.

"cihuyy yang udah di lamar sama suami masa depan." Ledek salah satu teman lamia.

Lamia hanya memera dan nundukin kepala nya karena malu.

"bagus gak? Cincin nya?" tanya lamia.

"bagus kok cakep banget, tu cowok tau juga yang cakep-cakep." Seorang warrior teman nya lamia.

Lace langsung ngiprit ke rumah sakit Federasi ngejenguk rina, partner nya misi di sette.

"permisi…" Lace mau masuk ke ruang rina dan di jaga sama perwat nya.

"maaf pak ada perlu dengan siapa?" perawat tersebut bertanya pada lace

"aduh make pak masih muda saya, panggil aja kak atau apalah yang imut imut gitu."lace malah godain si perawat, emang dasar ganjen kalo sama cewek.

"jadi kakak nya ada perlu sama pasien siapa?" perawat tadi kembali bertanya.

"nah kan enak, hahah mau ketemu pasien yang nama nya rina di ruangan sbelah masih ada kan?" tanya Lace.

"kalo buat kakak nya sih apa yang gak ada." Bales si perawat godain si lace balik.

"oi coklat basi gak usah godain perawat ganggu aja lu" terdengar suara yang udah kenal doker songong dan musuh bebuyutan nya si lake, Rokai.

"oh elu toh biji kecap, masih idup lo nyet" ledek lace.

"kalo gue mati gak akan di mari, dasar pemakan mie."Rokai ninggalin lace yang mau masuk ek kamar rina setelah godain perawat tadi.

"yoo rina .. apa ka..bar." Lace berhenti ngeliat rina yang lagi ganti baju dan lupa ngetok.

"kyaa… Mesum…!" RIna nimpuk piso dan nyaris kena lae dan untung nya langsung di tutup tuh pintu.

"hadehh jika surga dan neraka Tak pernah sama.." Lace nyanyi lagu nya almarhum Crhiseye, emang enak-enak lagu nya

Lace kembali masuk ke kamar rina dan sekrang rina dah nyalin dan kembali duduk berandar di kasur nya.

"gimana udah sehat?" tanya lace ke rina.

"mendingan sih lace dah bisa jalan kemana-mana tai katanya 2 bulan lagi baru sembuh total." Rina nundukin wajah nya.

Berat memang dia breseker terakhir di divisi yang di kirim di sette waktu itu dan dia sama gue yang selamet, gue jadi sedih bukan nya ngehbir malah buat orang sedih, itulah yang dipikir lace sekarang.

"ey kalo lu dah sehat jalan-jalan yuk ke pantai atau kemana gitu" lace ngelus kepala si rina.

"lace lu kebiasaan yah ngelus rambut gue" wajah rina mulai merah karena lace ngelus-ngelus rambut nya.

"maaf-maaf kebiasaan kalo mainsama anak-anak suka ngelus kepala nya jadi gini deh." Lace geruk-garuk kepala nya yang gak gatal.

"gak apa-apa kok lace itu buat gue tenang, abis biasanya yang lain hanya nanya-nanya biasa ngobrol dan pulang gak ngehasilin ketenangan buat gue" rina ngeliat bucket bunga dan photo di samping nya

"kau suka banget bunga yang ku kasih itu yah? Belum layu hebat, btw itu anak kecil di foto siapa?" tanya lace penasaran

"iya gue seneng banget bunga yang lu kasih, perawat di sini juga ngerawat dengan baik, itu gue masih kecil dan sama temen ayah gue nama nya paman Relvian." Jawab si rina santai.

"relvian? Itu mah nama Ayah gue" lace kaget ternyata ayah nya temenan sama ayah nya rina.

"yang bener lace? Oh iya di pikir nama belakang nya juga sama heheh gue lupa" rina ketawa liat kekonyolan lace.

"iya inimah Babeh Gue liat tuh muka nya ngeledek , tapi ayah gue tu ngasuh gue yang terbaik emang." Lace tersenyum bahagia liat photo ayah nya.

"lu manis di photo ini rambut lu panjang ya masih kecil keliatan imut" lanjut lace.

"lu demen banget godain cewek lace bisa aja, kalo yang sekarang gimana?" tanya rina.

Kalo di lihat rina yang sekarang makin keliatan cantik sih lebih dewasa, dan lagi gue gak nyangka di balik armor berserk yang tebel terdapat body yang aduhai, yang di fikir lace menag kadang salah kadang gak bener.

"lu seksi rin" itulah komentar lace

"pfft dasar cowok" rina nahan tawa nya.

"oh iya lu njenguk gue ada acara apaan tumben banget" tanya rina mempertanyakan kehadiran seorang inflitator berambut coklat gaje ini

"ini tadi gue abis misi dan gue dapet barang bagus buat lu" lace ngerogoh saku nya. "nih yang amu gue kasih" lanjut lace.

rina nutup mulut nya gak bisa bilang apa-apa.

"lu kenapa rin?" lace dengan mode cengok nya.

"lu ngelamar gue lace? Gue belum siap buat hal gini paaran aja belum" rina nundukin kepala nya malu

Dan pas lace lagi ngomong temen-temen rina ngejenguk Apes dah nasib elu Lace.

"wah… Rina di lamar.. akhir nya .. Commander kita gak jomblo lagi" goda temen rina.

"cium cium cium" mereka pada bersorak meriah.

"oy oy kalain salah paham ini Cuma" lace makin merah wajahnya karena ruangan makin rame.

"ya udah rin ntar gue jelasin kenaoa gue kasih bye2" lace ngaprit dengan wajah merah gak karuan.

"OH TUHAN …. Apes banget dah hidup gue….. serbasalah…!" lace lari sambil teriak-teriak gaje.

TO BE Continued?

YOHallo kembali lagi dengan author kita Hafidz-haan dengan fanfic gaje nya kini di buat dengan cepat karena inspirasi lagi meledak buahahhahaha

Ok di chapter ini kita ngebahas masala lalu lace.

Gimana masa lalu nya suram kah? Fufu chapter ini di buat karena gue abis main RF lagi dan langsung dapet inspirasi

RF olympic gue maen kalo ada yang mane GBin gue make Corite gue awkaka.

Oh iye chap ini gak terlalu berat Cuma awal nya aja yang sengaja di buat begitu, dan kalo ada kekurangan saya hanya manusia bukan robot.

Lace Itu dia blasteran Corite sama Bells gue juga heran kenapa bisa kepikiran sampe sana wkkwkw.

Tapi dah gue jelasin kok di chap ini, dan di akhir chap ini gue buat comedy semi romance biar terkesan gak boring walau gak berasa amat hihihi.

Buat yang review makasih review nya ane menerima apa yang kalian review dahn soal typo kemaren keyboard emang eror dan baru gue benerin tadi.

Chapter depan masih rahasia wkwkw mau tau SOPILER nya ADD FB gue bakal ada SOPILER SOPILER YANG SERU.

Ahh masih menunggu fanfic sebelah update nungguin Faranell sama lake adegan romance itu agak mutahil :v kita tunggu aja tanggal main nya.

Niat nya gue mau ngebuat lake yaoian sama Rokai awkakkakaka tapi takut di timpuk Black lance jadi gak jadi dah :v ahaha salam author Bye bye di chapter depan…

Qote

"hargailah seorang nyawa walau itu musuh mu" Anarine Lachrymose. Chapter 7