Fanfic By Natsu Michaelis or Hafidz Haan

INFO Chapter ini dengan Orang ketiga dan terkadang menggunakan P.O.V

Cuplikan sebelum nya di chapter 8

"gue kenapa?" gumam gue kayak orang bego

"lu masuk rumah sakit, karena kena hantaman keras, untung lu gak mati."balas si dzofi dan dokter yang ngurusin gue si rival nya si Grymnytre.

"gak elu, gak si tulang flem kerja nya buat masalah aja heran gua." Ni dokter ngeselin cara ngomong nya.

"yah, niat Cuma iseng tapi yah begini lah hasil nya." Gue cruol ke mereka.

"saya Shin Nitrate,Mantan Dewan dan juga Sahabat dekat Ayah mu Relvian Lachrymose,Akhir nya kita bisa bertemu lagi Lace,16 tahun yang lalu terakhir kita ketemu dan sekarang kamu udah besar,ya kan Hestia."yang di panggil muncul dari belakang sang Holy Chandra.

"Bellandroid lu KW yak." Gue tanya ke dia

"sempak lu!, ini Ori buatan gue, belum ada yang punya baru gue sama sabila plus kak ulfa." Dia gak terima barang buatan nya di bilang KW.

Chapter 9 – Story About Ariel Brother

Pagi yang indah di Markas Cora, Grazzier cantik berambut silver memandangi pemandangan indah di luar jendela kamar nya, tak hanya memandangi pemandangan yang indah Grazzier muda yang dipanggil Ariel sedang berfikir sesuatu, mata biru nya yang indah tetap memancarkan keseriusan yang ia fikirkan.

"kakak pasti masih menyembunyikan rahasia lain, aku yakin masih ada hal yang belum ku ketahui tentang rahasia kakak." Ia bergumam, lalu berbalik menjauhi jendela menuju ruang tengah nya.

"Ariel kenapa dirimu terlihat pucat apa kau sakit nak?" Ibu dari grazzier itu mengkhawatirkan sang anak, yah memang sewajarnya begitu.

"tidak bu hanya saja, ada yang inginku ketahui."balas ariel tetap dengan pandangan serius nya.

"ibu jadi penasaran apa yang ingin kau ketahui,apa seorang pria?."sang ibu jadi ingin tau dan asal menebak.

"a..Apa!? ibu ada-ada saja, huump ibu membuat ku kaget saja." Pipi ariel mengembung tanda ia sebal.

"lantas apa dong? Ibu jadi ingin tau." Sang ibu mengelus rambut ariel yang warna nya sama persis dengan dirinya.

"aku ingin tau tentang kakak, hanya penasaran sih." Mengambil segelas air karena haus dan melanjutkan percakapan dengan sang ibu.

"Sebastian yah, dia memang anak yang unik dan juga berbakat, terkadang ibu juga bingung dengan tingkah almarhum kakak mu itu,mungkin saja di kamar kakak mu ada sesuatu yang kau cari ariel, ahh ibu lupa harus pergi dengan ayahmu." Setelah berkata seperti itu sang ibu meninggalkan anaknya untuk berfikir sejenak.

"kamar kakak, aku juga jarang kekamar kakak." Kini ia berjalan menuju kamar sang kakak.

Sesampainya di depan kamar sang kakak, ariel agak ragu untuk membuka nya, apakah ia harus mengetahui apa yang ia ketahui apakah akan menjadi masalah.

10 menit ia berdiri di depan pintu, akhir nya dengan tekad ia membuka kamar sang kakak yang usdah tak dihuni lagi.

"uahh, ternyata masih rapih, pasti ibu yang selalu beresin kamar kakak." Kamar rapih bersih dan tempat nya masih sama seperti yang ia lihat terakhir kali.

Ariel menghampiri photo sang kakak yang berada di meja kerja nya,memberikan doa untuk sang kakak lalu setelah itu lanjut mencari tau apa yang ada di catatan-catatan sang kakak.

"coba kita liat, uhmmm…. Catatan Latihan? Seperti nya bukan tapi nanti akan berguna,Catatan misi? Ku kira nanti saja." Masih mencari cari di buku catatan sang kakak.

"Daftar Orang Hutang? Hee..?! kakak punya buku seperti ini seperti penagih hutang saja."wajah cantik nya kaget melihat buku daftar orang hutang.

"Catatan Harian Sebastian, hmm ini dia yang ku cari." Senyum nya menunjukan puas mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Coba kita baca dari awal.

Catatan Seabstian Hari XX tahun XX

Hari ini aku menyelesaikan misiku untuk naik pangkat, rasanya agak sulit tetapi dengan bantuan Senior Hafidz dan Senior Rajes aku berhasil dengan cepat tanpa buang waktu.

"Senior nya kakak? Rasanya agak familiar." Sedikit terkejut dengan tulisan sang kakak, ternyata memang tak salah membuka buku harian nya.

Catatan Sebastian Hari XX tahun XX

Mentor ku kak Anarine Fernandez dia sangat cantik wajar adik dari Dewan Siegfried, tak hanya cantik dia juga hebat sebagai Dark Priest,aku belajar banyak oleh nya.

Wajah Ariel makin lama makin serius dengan bacaan yang ia baca saat ini.

Catatan Sebastian Hari XX Tahun XX

Aku baru tau Orang pertama Cross Job di Cora adalah Senior Hafidz, warrior tetapi mengambil job Ranger aneh sih tapi dia hebat di medan pertarungan, skill warrior nya tetap kuat di tambah skill lanjutan dari job Rangerpun terlihat selaras

"Cross Job? Sebentar aku jadi semakin familiar dengan nama ini."mata biru nya masih fokus dengan buku sang kakak.

Catatan Sebastian Hari XX tahun XX

Teman Senior Menitipkan Anaknya, ku harap Senior Hafidz tak ada masalah dengan itu, lagipula dia punya istri yang handal,anak itu kalo gak salah bernama LilyCrown,entah benar apa salah

"Lily? Ahhh aku baru ingat lily dulu dititipkan ke paman-nya, aku sampai lupa." Tangan lentik nya membuka lembaran Baru di buku sang kakak.

Catatan Sebastian Hari xx Tahun XX

Aku tak percaya Senior Anarine Mengandung, tetapi ayah nya siapa? Ini menjadi masalah internal kawanan bangsawan Cora,aku lihat senyum licik dari Senior Sestina, yang ku ketahui senior Sestina Rival Senior Anarine dalam berbagai hal.

"Masalah internal Bansawan? Kenapa berita itu tak pernah ku dengar?" wajah nya makin penasaran dengan kata selanjut nya dari buku sang kakak.

Catatan Sebastian Hari XX Tahun XX

Keputusan parabangsawan adalah mengusir Senior Anarine dan aku mengawal nya sampai perbatasan Cora, rasanya tak tega, tetapi ini tugas aku tak bisa apa-apa.

Lalu dia bercerita, Ayah dari Anak ang di kandung nya adalah dari Bangsa Bellato, aku sampai tak percaya apa yang ia katakan, awal nya aku marah tetapi dia menjelaskan semua nya.

Dia Mencintai Bellato itu, cinta memang luar biasa sampai berani melakukan hal yang begitu nekat, aku salut pada Senior Anarine.

Mungkin Sudah saat nya para Bangsa berkerjasama bukan nya membantai satu sama lain,aku yakin suatu saat pasti mereka bisa mengerti.

Dan juga Anak yang di kandung Senior Anarine pasti sangat hebat, tapi di lain sisi ini hanya pemikiran ku saja, anak itu pasti mengalami cobaan hidup yang berat, karena dia memeliki 2 ras berbeda.

"pasti ini anak ini Lace,nama ibu nya sama seperti apa yang ia ceritakan, hanya berbeda nama keluarga." Tangan nya membuka halaman selnajut nya tetapi buku catatan sang kakak sudah tak terlihat lagi tulisan di lembar berikut nya. "ahh.. padahal sedikit lagi aku dapat penjelasan nya, lebih baik ku tanya pada Paman nya Lily saja." Sedikit kecewa yang ia rasakan, tapi dengan otak nya yang cerdas Ariel langsung menemui Lily untuk menanyakan dimana paman nya tinggal.

Tok tok tok bunyi pintu di ketuk, ariel pergi kerumah Lily untuk memastikan apa yang ia Baca.

"Permisi apakah ada orang" sekali lagi Ariel mengetuk pintu rumah itu.

Tak lama pintu di buka,wanita berambut Hijau dengan warna mata yang sama layak nya dedaunan.

"iya? Maaf nona mencari siapa?" tanya Wanita itu.

"Lily nya ada? Saya teman nya Lily." Ariel menjawab dengan sopan pertanyaan Wanita tersebut.

"Maaf nona, namanya siapa kalau boleh tau?" wanita berambut hijau itu masih memperhatikan Ariel dengan seksama.

"Nama saya Ariel Lativeheart." Dengan hormat dia menundukan kepala mengenalkan dirinya.

"ohh nona Lativeheart, salam kenal saya Ibu nya Lily Rena Sieghart, silahkan duduk, maaf tadi banyak bertanya masalah nya sekarang banyak orang asing yang yaah kamu pasti mengerti, sebentar yah bibi panggilkan Lily nya." Rena pergi memanggil lily dan mempersilahkan Ariel duduk.

Beberapa menit menunggu, datanglah Perempuan yang dicari Ariel.

"Ariel tumben kemari, ada apa?" tanya Lily Duduk di samping ariel yang menyeruput the yang disiapkan oleh Rena.

"Ada yang ingin ku tanyakan oleh mu, dan juga The buatan ibu mu enak yah." Sambil memberitahu maksud kedatangannya Ariel memuji The buatan Ibu nya Lily.

"Tidak bisanya kau menanyakan sesuatu, yah ibuku memang sangat handal dengan hal seperti itu."masih belum mengerti apa yang ingin Ariel tanya Lily menjawab saja pertanyaan yang di lontarkan Ariel.

"begini, kau kenal Warrior Crossjob bernama Hafidz-Haan?" Tanya Ariel langsung karena tak ingin mengulur waktu.

"Itu Paman ku, memang nya kau ada urusan dengannya Ariel?" Lily Masih Heran dengan Ariel tidak biasanya dia menanyakan begini.

"yah lumayan sih, bisa kau tunjukan dimana dia? Aku mohon padamu." pinta Ariel ke lily.

"tak perlu seperti itu, yah aku juga sudah jarang main kerumah paman, sebentar aku izin ke ibu dan ayah ku." Setelah bicara seperti itu Lily menghampiri kedua orangtua nya.

"Ayah, Ibu Aku ketempat Bibi Ara yah."Lily berpamitan.

"hati-hati nak,titip salam untuk paman dan bibi mu itu."sahut Ayah lily yang berambut crimson cemerlang.

"ini berikan pada Paman mu dia suka sekali kue buatan ibu." Lily mengambil kue yang ditangan sang ibu untuk diberikan ke sang paman.

"Paman mu itu sangat disayang oleh orangtua mu yah lily." Ariel membuka percakapan agar tidak sunyi selama perjalanan.

"memang, lagi pula dia juga seperti ayah ku sendiri dan lagi dia kan masih saudaranya ibu ku, tapi ibu tidak mau menjelaska nya saudara apa."Lily masih mengingat ingat apa yang ibunya katakan.

"lalu dia seperti apa? Aku penasaran saja dengan rupa nya bagaimana, yah biar gak kaget kalau pas bertemu nanti." Ariel masih penasaran dengan wajah paman nya lily.

"aku curiga hmm tapi sudahlah, Paman ku itu berambut biru mata kanan selalu di tutupi poninya, dan sampai sekarang aku juga penasaran dengan mata kanan nya,kalau mata kiri nya sih warna nya lavender,banyak yang bilang paman ku itu Pria imut,menurut ku sih jugabegitu." Penjelasan Lily yang cukup mendetail bisa di bayangkan oleh Ariel.

"yap sudah sampai, itu rumah nya." Lily menunjukan rumah sang paman.

'Tak terlalu besar sih tapi cukup bagus untuk di lihat, apa lagi ada sedikit tanah lapang' itu lah yang dipikir Ariel.

Tok tok tok bunyi di ketuk lily.

"Bibi, Paman ini Lily apa ada orang?" well Ariel sedikit kaget dengan cara lily mengetuk pintu rumah paman nya, walau itu rumah saudara nya sendiri sih.

Pintu terbuka, sesosok Pria rambut biru lumayan panjang dan poni menutup mata kanan nya.

"Paman! Lama tak jumpa."Lily memeluk Paman nya, mungkin kangen Ariel yang melihat itu hanya tertawa geli.

"wah wah Lily ada apa kemari? Tumben gak ngasih kabar dulu." Sang paman hanya mengelus rambut hijau lily, dari cara memandang lily Pria berambut biru ini penuh perhatian layak nya ayah dan anak.

"teman ku yang ada urusan dengan paman, ngomong-ngomong Bibi Ara ada? Oh iya ini titipan dari ibu dan ayah titip salam saja, oh iya itu Ariel teman ku, ayo masuk Ariel." Sambil memberikan kue yang di buat rena Lily langsung masuk kerumah sang paman tanpa persetujuan.

"dasar kau ini, serasa rumah sendiri yah?" goda sang paman.

"kan memang rumah ku, paman kan yang bilang dulu." Sambil mengemil makanan yang ada di ruang tamu,lily menarik ariel duduk.

"bibimu ada di belakang bersama Rea, dah sana kau pasti kangen dengan bibi mu itu,dan juga Rea pasti kau sangat pengen ketemu kan."entah Ariel merasa agak canggung dengan suasana ini, terlalu ramai kalau ia rasa.

"ya sudah aku kebelakang paman."Lily langsung berlalri kearah dalam rumah sang paman menuju bibi nya berada.

"jadi nona ariel, ada perlu apa dengan saya?"tanya sang pria berambut biru itu.

"mohon maaf sebelum nya, saya perkenalakan saya dahulu, nama saya Ariel Lativeheart, saya kesini ingin menanyakan sesuatu hal dengan anda." Lily memperkenalkan dirinya,

"Lativeheart,… ohh kau adik nya Sebastian yah, haha tak kusangka bisa bertemu adik dari junior ku, dia banyak cerita tentang mu, jadi apa yang ingin kamu tanyakan."ekspresi pria yang bernama Hafidz-haan ini sangat berbeda saat di awal bertemu tadi.

"tentang kakak ku dan juga konflik apa yang terjadi sampai kakak ku harus mengawal mentor nya Anarine Fernandez, Atau harus saya bilang Anarine Lachrymose?, mohon penjelasan nya Paman."lily dengan hormat memohon secara baik-baik kepada senior sang kakak.

"darimana yah aku harus cerita, ini cerita yang panjang, baiklah akan ku ceritakan."

-Hafidz-haan story-

Awal mula bertemu dengan Sebastian, dia anak sangat berbakat yang ku temui saat misi S rank yaitu misi Perjalanan 10 tahun.

Pertemuan ku saat itu memasuki tahun terakhir saat menyelesaikan misi ku, dia meminta ku untuk membantu nya saat itu aku sedang di Beast Mountain sedang mengumpulkan barang yang diminta oleh Aliansi Cora.

Setelah misiku selesai, aku makin dekat dengan nya dan membantu nya naik tingkat dengan cepat, dan juga ia dibantu oleh adik ku bernama Rajes VorMarco's,dia seorang specialist.

Ku akui kejenisuan nya tentang force tak main main, dengan tingkat seperti itu dia sudah menyelesaikan semua Elit skill nya.

Lalu dia mendapat Mentor Adik dari Wakil archon saat itu yang menjabat adalah Siegfried Fernandez, adik dari sang Warchon bernama Anarine Fernandez.

Setelah semua itu terdapat masalah keluarga Bangsawan Fernandez, tentu saja aku juga terlibat saat itu karena Keluarga Kami juga bisa di bilang keluarga yang mencolok sama seperti keluarga mu Ariel.

Permasalahan Saat itu adalah Anarine mengandung tetapi tidak ada ayah, ini menjadi pertanyaan dan juga yang menyebarkan kabar itu adalah Sestina Bloodmarry, Rival abadi Anarine.

Sebenarnya masalah itu bisa di selesaikan, tetapi Sestina memaksa untuk mengusir Anarine, karena dengan adanya kabar buruk Anarine bisa membuat keluarga bangsawan tidak di percaya oleh publik Aliansi Cora, bahkan bisa sampai menimbulkan masalah besar.

Dan para Pemimpin keluarga bangsawan menyetujui pengusiran Anarine.

Awalnya tidak diusir melainkan Anarine harus dibunuh, tetapi Sebastian dengan Berani bicara pada petinggi keluarga Bangsawan untuk mengganti hukuman itu, dengan alasan Anarine tengah mengandung seorang bayi, apakah pantas yang di juluki makhluk suci membunuh nyawa yang belum lahir?

Dengan kata-kata yang ia lontarkan membuat para petinggi berfikir keras, lalu dengan berat hati hukuman teteap dijalankan, namun hukuman di ganti dengan pengsuiran dan juga jaminan hidup sampai Area netral dan Aliansi Cora tidak ada yang boleh membunuh Anarine, jika sampai terjadi hukuman mati d jalankan.

dan yang mengawal Anarine adalah Sebastian, karena saat itu yang paling muda dia dan juga yang paling dipercaya.

Lalu tentang kematian sebastian, itu terjadi setelah 5 tahun kejadian itu,yang melihat kejadian itu mengatakan dia menyelamatkan gadis Bellato dan seorang Bocah bellato di sette.

Mungkin hanya itu yang ku ketahui dari semua yang ku alami.

-End of story Hafidz Haan-.

"cerita yang cukup panjang, dan juga semua cerita paman membuat ku jelas."kata ariel sambil memijat kening nya.

"kakak ku sangat nekat." Timpal nya lagi.

"yah kau bisa bilang begitu, tapi dia anak yang hebat dan juga menjadi pahlawan kau tau, dengan semua usaha nya." Pria itu memberi semangat agar Ariel tak bersedih.

"paman, aku ingin bertanya lagi, kenapa paman crossjob?"tanya Ariel masih penasaran.

"itu simpel saja, aku tak ingin bakat yang ada diriku sia sia, gak semua warrior kan bisa make senjata rager, dan gak semua Ranger bisa make Senjata warrior, lagipula saat perang kau bisa menggunakan semua yang kau bisa." Jawab Hafidz santai.

"begitu yah, pantas saja kakak mengagumi kehebatan paman, ngomong-ngomong paman, senjata yang paman pakai apa kalo bisa kedua nya?" tanya Ariel.

"Ancient Sword, Demonic Pulser, Dual Gunsword, mau ku tunjukan senjata ku?" ajak hafidz menunjukan senjata koleksi nya.

"boleh boleh aku jadi ingin tau" dengan wajah serius Ariel ingin melihat senjata yang di miliki paman nya Lily.

Dia ajaklah ariel ketempat ruangan keluarga di sana terpasang di dinding senjata Paman nya lily.

"Itu pedang yang unik bentuk nya nama nya Ancient Sword, Lalu yang pistol umm kurasa tidak bisa di sebut pistol apa yah, yah seperti itu lah,d an yang di silang menjadi huruf X itu Dual GunSword." Hafidz menjelaskan semua senjata nya.

"lalu tombak itu milik siapa?" Ariel menunjuk Tombak yang menggantung di dinding itu.

"ohh itu senjata istri ku, Sakra Spear, hanya dia yang bisa makai tombak itu, kecuali teknik nya di wariskan, yah Rea juga belum mampu mempelajari skill yang dimiliki tombak itu, dan lily dia pernah mencoba, tapi bakat nya jadi Swordman dan juga Archer sih layak nya orangtua nya." Dari omongan nya, pria ini pasti banyak pengalaman bertarung itulah yang dipikir oleh Ariel.

"Paman aku liat paman dan lily seperti ayah dan anak kenapa? Yang ku tau dari catatan kakak sih katanya Lily Pernah di asuh paman." Kini Ariel penasaran dengan kisah Lily.

"lily yah, kau belum pernah di ceritakan oleh Lily?" tanya Hafidz.

"belum malah gak pernah." Ariel menggaruk garuk pipi nya sambil berfikir.

"haha wajah mu itu sama seperti sebastian saat berfikir, kalian memang kakak beradik yah, jadi gimana ya, Lily itu di titipkan ke aku saat dia umur 5 tahun, ayah nya pergi untuk misi S rank perjalanan 10 tahun kau tau misi itu kan?" kini giliran hafidz yang bertanya ke Ariel.

"kalau tidak salah misi itu bertujuan membuat Peta, lalu mengarahkan satelit dengan koordinat yang belum terjamah sebelum nya, dan juga memberikan informasi lebih lanjut tentang daerah itu, lalu mengupgrade data tentang monster, perubahan moster selama 10 tahun terakhir dan juga keadaan alam sekitar, apa kau benar?" tanya lily panjang lebar.

"yup kau benar, kau pintar juga ternyata." Kepala ariel di tepuk tepuk seraya memberikan penghargaan ke ariel.

"jadi kau mau mencoba bertarung dengan ku? Latih tanding kau mau?" ajak hafidz, seraya mencoba seberapa kuat ariel.

"boleh juga, memang ada tempat yang cukup luas?" tanya ariel.

"ada kok di ruang belakang ada tanah lapang buat latihan di sana tempat aku, istri ku dan rea latihan, terkadang lily juga latihan disini." Jawab nya enteng.

"baiklah aku stuju."

To Be continued.

Salam Author Gaje,kini Author menambahkan chara Baru yaitu dengan nama Author sendiri, jujur author make nama sendiri karena itu emang Original Character ane dari zaman buat fic Fandom Els*ord dan Fai*yTa*l hoho aku kangen dengan chara-chara Ori ku dan juga chara Fandom sebelah Cuma mau ambil nama aja loh bukan buat cross over.

Dijelaskan dia Crossjob dari warrior ambil skill range, entah mau nya apa :v gaje banget sama kayak author nya.

Dan untuk story nya kasih warna baru masa flashback bellato terus kan gak asik LEL.

Apa masih Penasaran soal Relvian Lachrymose? Tenang Author udah nyiapin segala macem yang kalian butuhkan, saran ide boleh di taro di review kalo perlu taro nama Character yang kalian punya siapa tau bisa namba name buat author kalo gak seneng dengan nama Author masuk fiction.

Sebener nya sih tabu hukum nya nama sendiri masuk fic, itu sih yang kata master fic gue dulu, tapi apa daya gue seneng dengan hal hal berbeda dan anti mainstream.

Hmm gue ada gambaran Hafidz haan loh nih gue kasih link nya biar pada tau

Facebook,com/photo,php?fbid=1437375253254775&set=a.1381777132147921.1073741829.100009469411126&type=1&theater(ganti koma jadi titik)

mantepkan? Jelas lah gue yang gambar walau jelek tetep mantep LOL.

Oh iye ada lagi ini tebak ye ini siapa ohohoho biar makin seru

facebook,com/photo,php?fbid=1437308239928143&set=a.1377173352608299.1073741828.100009469411126&type=1&theater (ganti koma jadi titik)

hayo di jawab yah :v penasaran Add aja Fb nya kalo mau jawab taro di komentar :v huhu.

Mungkin ini gak banyak tapi besok ane kasih Relvian deh kayak nya sih besok ending nya relvian or 2 chapter lagi susah mau namatin nya :v kalo emang terpaksa tamat ya gue paksa End kayak Anime Bleach hohoho.

See you later in Next Chapter Review di butuhkan

Quotes. : "lah lu kenapa over protect bangett , gak salah dong gue suka sama kakak lu kan cakep tuh, Adek ipar."Lace To Dzofi