Fanfic By Natsu Michaelis or Hafidz Haan
INFO Chapter ini dengan Orang ketiga dan terkadang menggunakan P.O.V
Special Chapter 8.5 – Relvian Lachrymose Story Part 3
-Markas Aliansi Cora-
Wanita berambut Coklat dengan iris mata Ambernya sedang menatapi dirinya sendiri, wajah nya pucat pasi menandakan dia tidak enak badan.
"Apa aku…hummmp.. Hoeeek" sekali lagi dia memuntahkan isi perutnya, sekujur tubuhnya lemas tak berdaya,yang ia fikirkan saat ini mengapa bisa terjadi seperti ini,
'Tenanglah Anarine coba fikirkan apa yang terjadi padamu beberapa bulan lalu.' Ia berfikir sejenak dan bergumam dalam hati mengingat apa yang telah ia lakukan dalam waktu beberapa bulan lalu.
'Astaga! Demi Decem aku lupa telah melakukan itu,tapi aku masih belum yakin pasti, apa aku harus membli alat itu yntuk memastikan nya?' fikir Anarine memijit dahi nya yang terasa sakit teramat sangat.
"Oh Decem.., apa yang telah ku perbuat,bagaimana jika sampai mereka tau,Oh Decem yang agung lindungi aku."dia duduk di depan altar dan berdo'a Anarine dengan tulus pada sang penciptanya.
Untuk memastikan lebih lanjut Anarine membeli tes kehamilan,dia harap semua tidak terjadi dengan apa yang ia fikirkan sekarang.
Namun Decem berkata lain, hasil menunjukan positif,kini Anarine hanya bisa pasrah apa yang akan terjadi.
Ia teringat akan pesan Relvian.
-Flashback beberapa minggu yang lalu-
"hei Anarine."Panggil Relvian ke sang pemilik nama.
"ya? Ada apa relv?" tanya Anarine.
"Begini…, jika kau ada masalah ataupun kau ingin bertemu kau bisa mengirimi ku kode ini, aku akan datang dimanapun koordinat mu berada, ku harap kau menggunakan nya dengan baik." Masih agak malu-malu, Relvian memberikan Kode ke Anarine, melihat wajah Relvian yang memerah karena malu, Anarine jadi tertawa geli.
"Tak kusangka kau mempunyai Sisi seperti ini, dan tak kusangka pertemuan kita juga sangat mendadak terus." Anarine duduk di atas batu besar yang ada di hadapannya memandangi pemandangan sekitar.
"Apa kau merasa tidak enak bersamaku?" tanya Relvian, bukan untuk meragukan hanya untuk memastikan.
"Tidak juga, karena aku bersama orang yang kucintai, jadi kenapa harus tidak enak? Dan sepertinya aku harus mengerti bahasamu sedikit aneh melihat Bellato menggunakan bahasa milik Cora."setelah mengatakan itu dia bersandar ke pundak salah satu Berseker kuat di bellato.
"yah aku hanya bisa berbicara padamu menggunakan Talk Jade, jadi apa boleh buat? Arsip bahasa cora di perpustakaan Bellato pun sudah banyak yang rusak, mungkin propaganda untuk mengalihkan sejarah masa lalu." Tangan sang berseker menggenggam tangan lentik sang dark Priest, pemandangan sekitar memang cocok untuk suasana hati seperti ini.
-End OF Flashback-
'apa aku harus menghubunginya? Saat ini aku tak aada tenaga sama sekali.' Gumam Anarine dan dia hanya bisa tertidur lemas di kasur empuk nya.
Ke esokan hari nya, ia memutuskan untuk memberi kode ke Relvian,keadaan nya sekarang memasuki tahap serius.
Posisinya saat ini di daerah Netral dekat Pitboss Varas lumayan jauh dari arah Aliansi Cora dan juga Agar Relvian aman dari pasukan Cora yang sedang hunting.
-Markas Federasi Bellato-.
Tiiit… Log milik sang Warchon berdering, ia melihat dari arah pengirim dengan tulisan berbeda dari tulisan yang ia kenal, dan dari koordinat arah, ini di area Netral tetapi gak terlalu jauh juga dari tempat Cora.
'Anarine' gumam Relvian.
"Napa lu muka serius banget."tanya pria Pirang di sampingnya.
"gak ada apa-apa sih, oh iya gue ada perlu nih sampe sora kayak nya, bilang sama Ren or Amethyts kalo nyariin gua, gua lagi pergi ke OC ada perlu." Titip Relvian ke teman piran nya itu.
"gak biasanya, ya udah dah kirain lu nongkrong di sini lama, malah minggat juga sepi tau." Balas sang rambut pirang.
"haha Sorry Shin, dah nanti malem aja dah kita NgeRF aja mayan kan besok libur, dah ya gue berangkat." Dengan cepat Relvian pergi menggunakan Teleport ke arah koordinat yang di tuju.
"fiuhh kerjaan gua jadi numpuk dah." Runtuk Shin.
-Anarine Place-
"kuharap dia datang." Anarinebersandar dibelakang batu besar yang ia lihat.
Tak lamamuncul seseorang dariportal, Anarine sedikit berjaga untuk memastikan bukan orang yang mencurigaan yang muncul.
"hoo jadi ini toh Crimson Coast,gue gak pernah mampir kesini, bagus juga." Relvian liat liat sekeliling Area Crimson Coast.
"hey." Panggil Anarine, entah mengapa Anarine agak ragu untuk mengatakan sesuatu.
"Kau yang mengirim kode itu kan Anarine? Ada perlu apa?" Talk jade selalu di bawa ditas kemana-mana Aman pikir relvian.
Anarine Sedikit Menghela nafas, mungkin kalo di katakan pasti membuat nya kaget, jika tidak dia tidak akan tahu, pilihan sulit untuk Anarine.
"begini Relvian, aku..aku…" ucapan nya terputus-putus.
"kau kenapa? Ayolah jangan membuat ku penasaran." Relvian makin menatap ke arah Anarine, Anarine Malah makin merah wajah nya.
"huuuhaaah.." Anarine sedikit mengambil nafas agar menghilangkan tegang, "Aku sedang Mengandung Anak mu." Akhir nya dengan tekad yang bulat Anarine mengatakan nya.
"A..Apa?! Jangan bercanda Anarine, hahaha…. Kau serius?" tanya Relvian kedua kali, dan Anarine hanya menggangguk dan Relvian, dia bingung antara Senang dan bingung.
Greb… Relvian memeluk Anarine, "jadi gimana perkembangan nya?" tanya relvian sedikit kalem.
"kira kira sudah ada 3 bulan, dan aku sudah mengecek dan positive." Anarine mengusap rambut belakang relvian, dan relvian merasa tenang saat Anarine mengusap nya.
"lalu para Aliansi dan para keluarga bangsawan? Aku jadi khawatir tentang mu, jika mereka tau habis lah." Relvian masih menikmati pelukan nya dengan Anarine, karena tubuh nya yang lebih kecil dari Anarine yah jadi terlihat adik kakak.
"mereka belum menyadari nya, aku juga berfikir untuk lari dari Aliansi dan melharikan anak ini, karena dia Berharga." Anarine yakin dengan keputusan yang ia buat,dan juga anak itu adalah hasil dari orang yang ia cintai.
"baiklah aku akan membantu mu lari dari aliansi,aku ada rumah di daerah Netral tapi masih dekat dengan Daerah Bellato, yah walau tempat itu sangat jarang ada yang lewat, bagaimana kau mau tinggal di sana?" Tanya relvian memberi saran.
"dimanapun aku tinggal asal bersama mu aku setuju." Anarine memberikan senyum lembut nya ke Relvian, sungguh beruntung relvian mendapat wanita seperti Anarine.
"Aku senang melihat mu tersenyum, Ada manis manis nya." Kebiasaan relvian ngegodain orang.
"Makasih Relvian, jadi bagaimana kapan waktu untuk aku melarikan diri?" tanya Anarine.
"kemngkinan besar 5 ahri dari sekarang, aku juga mempersiapkan tepat agar aman, dan juga memasang sensor daerah tempat tinggal sedikit memakan waktu, itu juga demi keamanan mu." Relvian menjelaskan hal yang di butuhkan.
"baiklah aku harap aku tidak akan ketahuan sampai saat itu tiba, dan terimkassih sudah au bertanggung jawab, ku kira kau akan melarikan diri." Anarine menatap penuh arti ke relvian.
"huh Aku ini laki-laki,apa yang ku lakukan harus di pertanggung jawabkan,dan aku gak pernah melarikan diri." Jawab Relvian penuh semangat.
"baiklah kalo begitu, terimkasih sudah datang aku kembali ke markas ku dulu menyiapkan apa yang ku butuhkan." Anarine berdiri dari duduk nya dan siap berpindah menggunakan portal.
"well aku juga harus kembali." Relvian sedang bangkit dari duduk nya lalu tiba-tiba Anarine langsung mencium nya mendadak.
"hihi" setelah itu Anarine langsung teleport ke markas.
"dasar, ternyata selalu buat kaget terus, well gua juga sama sih." Gumam Relvian.
Setelah itu Relvian pergike Beast Mountain bersama Rogue, sebener nya karena gak tau ahrus ngapain lagi dia ngajak Rogue Hunting.
"Rel tumben ngajakin hunting" Rogue merasa heran dengan sahabat nya yang tiba-tiba ngajakin tanpa perencanaan.
"boring gue, sekalian melarikan diri dari kertas kertas di ruangan Archon, hoaaam badang gue pegel pegel maou lawan Momon keras dulu." Sahut Relvian nguap plus gerakin pundak nya yang pegel.
"cuk seinget gue BM sering Ada Cora yang Farming deh, kitakan kalah War di BM beberapa hari lalu lu tau kan?" tanya Rogue ke relvian.
"iya gue tau, si Shin kelabakan lawan Cora dan lagi ada Duet One eye Dragon di pihak cora, well kata nya si shin sih tu duo ngeri Cuma sedikit informasi gue dapet." Relvian nginget apa yang shin kasih beberapa hari lalu.
"Duet One Eye Dragon emang gimana? Gue sih jarang pernah ketemu, tapi yang gue denger denger dari yang pernah ketemu mereka kompak banget." Rogue juga mengingat gosip gosip yang sedang tenar.
"si shing bilang tuh duet mata nya Cuma sebelah, sebelah nya ketutupan, dan dia bilang mereka adik kakak, tapi gue gak yakin masalah nya rambut nya beda warna." Relvian liat data-data yang di simpen di log nya.
"gak heran di sebut duo one eye, tapi kenapa harus Dragon? Itu kan mitos jaman dulu banget, buku yang gue baca Dragon itu sejenis Draco tapi sedikit beda." Rogue merhatiin sekeliling.
"yah nama nya juga orang asal sebut, dan kali aja mereka hebat kayak tuh hewan mitos." Relvian sebener nya gak mood buat bahas beginian bikin pusing.
"dan terus mereka job nya apa?" tanay rogue penasaran.
"yang satu warrior Cross job ranger dan satu nya Specialis entah duet aneh macam apa itu, heran gue jadi pengen ketemu hahaha." Si relvian ngakak gak jelas.
Entah takdir atau apa mereka di pertemukand I beast montain, Sang specialist dari cora sedang farming Talic dari tubuh monster yang ia bunuh, jelas saja mereka ber 4 kaget ketemu di saat gak tepat.
"oi Jes, kita ketemu Bellato nih, gimana?" tanya Cora berambut biru itu.
"Lawan gak? Aku sih basing ngikut aja bang." Yang sedang farming malah nyengir gaje nanggepin abang nya.
"adek somplak, siapin senjata lu lawan kita bahaya, sense gue gak akan salah." Sang kakak ngasih peringatan ke adek nya.
"well ini bakal pertarungan sengit." Relvian ngaktifin Aura Dewan nya, dan juga Spear andalan nya juga siap stand by.
"buhh cuk langsung onfire aja lu." Rogue ready dengan Altex Sniper beam nya berjaga di belakang relvian.
"heh Ayo mulai!" Relvian membuka serangan dengan cepat menghunuskan Spear ke arah si rambut biru, dan gak kalah cepat pedang si rambut biru mematahkan serangan Relvian.
"cihh, kuat juga padahal gue udah make Aura dewan,Slashing Dive! Heyaahhhhh….." lompatan relvian menebas dengan cepat membuat si rambut biru sedikit mendapatkan tekanan, relvian melihat senyum si rambut biru karena dia meyembunyikan siasat lain.
"heeh, lumayan buat Bellato kayak dirimu." Si rambut biru masih bisa menahan serangan relvian dan whushhh.. Peluru Rogue dengan cepat melesat ke arah Si rambut biru.
Dengan gerak sepersekian detik Panah Sang adik melast dengan cepat beradu, si rambut biru menyadari panah sang adik dan memberikan sedikit celah dan slow motion.
"heh jangan harap kau bisa menembak dengan tepat bellato." Di depan sang spcialist terdapat Pedang yang sudah menancap di tanah siap pakai.
Relvian mundur sejenak mencari celah dan sedikit membuka percakapan.
"Twin one Eye dragon, jadi pengen kenal nama asli kalian." Relvian dengan bahasa Cora dari Talk jade nya membuka percakapan dan masih dalam keadaan mode standbye.
"heh Talk jade yah, tak kusangka ada yang memakai barang langka, Nama? Jika kau ingin tau, Nama ku Hafidz Haan dan Yang di belakang itu Adik ku Rajes VonMarco's, tak kusangak bisa bertemu dewan bellato." Hafidz menyambut perkenalan nya dengan relvian menggunakan Seranagn mendadak.
Trang Trang Tang… bunyi ujung Spear Relvian beradu dengan Pedang Hafidz, "tak kusangka kekuatan dari Twin one eye dragon segini kuat, luamyan buat pemanasan." Sahut relvian menyapu kaki Hafidz, dengan sigap Hafidz membaca serangan Relvian dan melompat menghindari sapuan dari Relvian.
"Kena Kau!" tangan kiri Hafidz mengeluarkan Demonic Repulsher dari tas 4 dimensi nya.
"sial, posisi gue gak nguntungin." Gumam relvian cemas.
"Fast Shoot!" Rogue menembak ke arah Tangan kiri Hafidz, Rajes tak mau mengalah dari sang kakak dia menembakan 1 panah nya ke arah peluru yang di tuju.
"bagus dia tidak menggunakan skill." Rogue percaya diri.
"jangan senang dulu Bellato" dengan senyum licik nya Rajes memberi arah tembakan pada Tower yang dia buat.
"APA! Tower sejak kapan?!" Rogue Kaget bukan main kini relvian yang dia back up menjadi terancam dan Fast shoot nya tak berdaya karena di tahan oleh tembakan tower.
Ciuww… bunyi tembakan dari Demonic Repulsher Hafidz ke arah relvian yang posisi nya yang tidak bagus.
"shit.. laser dengan efek elemental, Shadow Step!" bergerak kearah lain dari arah tembakan Hafidz Relvian melarikan diri.
"spear user dan juga bisa bergerak cepat, sama seperti Ara." Hafidz memperhatikan gerak gerik relvian.
"huh nyaris gue mati, oy rogue lu sehat kan? Kok lu gak back up gue?" tanya Relvian sebel.
"dia masang tower cuk, gue gak tau dia udah masang tower." Gak kalah sebel Rogue juga kesel dengan omongan Relvian.
"huh kalo gitu gue bakal 100% ngehadapin nya, gak 400% malah." Relvian ngaktifin buff nya.
"Rel lu gak bercanda kan? Ngaktifin itu?" rogue masih berjaga kalo kalo si Specialist nembak.
"ngapain gue becanda ni lawan berat, dual weapon pergerakan juga terlatih,dia bisa bunuh gue kapan aja." Jawab relvian.
Di lain sisi Hafidz juga sedang berbicara sedikit dengan Rajes.
"tower mu guna juga yah, ku kira kau Cuma bisa males-malesan doang." Ledek sang kakak.
"cih, gini gini juga aku ketua Guild Urobors kali, jadi bang gak make itu?" tanya sanga dik.
"tergantung situasi kalo dia udah serius mau nggak mau di pake, tapi konsekuensi nya berat." Jawab sang kakak sedikit cemas.
"heh aku juga sama kali bang, gue mah ngikut aja dah." Sang adik pasarah bingung mau ngapain.
"oi Rel beneran lu ngaktifin itu, tubuh lu bisa bahaya." Si rogue cemasin sang dwan sembrono.
"gue udah yakin rog, lu juag haris keluarin kekuatan maksimal lu." Tubuh relvian mendapat aura Gelap menyeliputi nya.
"hahh terserah lu dah, Sharpshooter Mindset!,Ranger Sense Active!,Hunter Sight!" Buff andalan rogue di aktifin.
"Lachrymose Secret Skill Dark Mind!" Mata kanan relvian yang tadi nya merah berubah menjadi hitam dan jugaterdapat garis garis hitam di sekitar Relvian, lalu relvian maju dengan kecepatan luar baisa cepat.
"Bahaya jes hati hati" hafidz maju mencoba mengimbangi kecepatan Relvian, tetapi hafidz salah perhitungan keceptan relvian bukan main.
Tebasan spear relvian makin kuat dan juga makin cepat, keceptan pergerakan menjadi lebih fleksibel, Dominasi relvian dalam pertaruangan makin terasa, Hafidz tak bisa menyaingi kecepatan Relvian.
Serangan relvian menyerang semua titik dari tubuh hafiz yang berdampak luka cukup banyak dan lecet-lecet di tubuh Hafdiz.
"jadi kau sudah maksimal serius yah, ku gunakan Kartu As pertama ku, Dual Gunsword." Hafidz mengganti senjata nya menjadi GunSword, relvian blum pernah melihat senjata unik sperti itu.
"Gunsword? Apa mirip seperti gun blade? ini semakin menarik. Earth Slam!" Relvian melompat ke arah Hafidz dan mengetarkan tanah.
Di lain sisi pertarungan rajes tak kalah sengit dengan rogue.
"Blaster strike!" Tembakan super cepat mengarah Rajes dan tower nya, Tower rajes pun sedkit mendapat serangan fatal.
"cih gak nyangka dia ngincer tower ku, Arc Shoot!" Rajes menbakan 6 panah dengan acak dan juga cepat.
"tak semudah itu."duar duar duar ledakan antara Peluru dan Beam arrow beradu, "cihh" Rajes berdecih karena serangan nya tak mempan.
"bagaimana kalo ini? Rain of Tower Arrow!" Rajes menbakan Panah nya ke atas.
"heh apa dia sudah menyerah? Menembakan panah ke atas? Meminta bala bantuan kah?" feeling pemburu nya dan juga pemikiran tajam pemanahkarena biff nya memberikan banyak pilihan, Roue merasakan hal buruk akan panah itu.
"Rasakan seranagn dari seorang Pemalas seperti ku." Cengiran rajes memberikan efek buruk bagi Rogue dan firasat nya.
1 panah tadi di tembak oleh 4 penjuru Tower yang usdah di pasang rajes, dan ternyata panah tadi hanya sebuah tanda tempat untuk meluncurkan serangan nya.
Zleb zleb zleb zelb hujan panah menyerang Area Rogue, karena firasat nya yang tajam dia bisa menghidnari nya sepersekian detik.
"huh tak kusangka dia bisa lolos." Gumam rajes,
Kemabli ke pertarungan Hafidz dan Relvian, hafidz terdesak kerena seranagn relvian makin mengerikan, walaupun menggunakan gunsword nya Hafidz masih blm bisa menahan serangan Relvian.
"jadi hanya segini , Twin one eye dragon! Mati lah..! Requiem Of Spear! " relvian menancapkan Spear nya dan muncuk tombak tombak dari dalam tanah menyerang hafidz.
"selesai sudah." Relvian percaya diri akan serangan terakhir nya.
"fufu ternyata kuat sekali yah." Kini hawa aneh dirasakan Relvian.
"tidak mungkin dia masih hidup?" relvian melihat ke arah tombak tombak yang menerjang Hafidzdan darah di sekujur tubuh hafidz karena luka dari seanagn relvian begitu kuat.
"sebenar nya aku gak mau nggunain ini, tapi karena terpaksa apa boleh buat, Absolut Eye!" Rambut yang menutupi mata kanan hafidz terlihat dengan sempurna, aura di mata kanan nya membara berwana merah, dan mata kanan nya juga mengerikan.
"jadi apa kah pertarungan kita bisa di mulai kembali?" darah di sekujur tubuh hafidz mulai menguap karena hawa di sekitar nya dan regenerasi dari luka tadi sedikit demi sedikit menghilang.
Di lain sisi rajes terkena serangan telak dari Rogue.
"cih aku tertembak,sial!" rajes mengumpat serangan rogue yang cepat karena buff yang ia bakai, melihat Abang ya sudah mengatifkan Absolut eye rajes juga berfikir demikian akan mengeluarkan teknik terlarang nya.
"well ini akan menajdi pertarungan yang mengerikan, Eye of future!" rajes melepas penutup mata kiri nya terlihat mata nya seperti mata Draco atau yang lain nya, mata kuning terang dan juga garis hitam menjukan perbedaan warna yang kontras dari mata kanan nya.
"jangan harap kau bisa lari!" dengan mode warrior rajes siap menyerang.
Peratrungan antara Hafidz dan relvian juga semakin sengit karena absolut Eye yang di pakai hafidz.
"hyah.. rasakan ini.." tebasan demi tebasan di lontarkan Hafidz dan setelah menyerang dia melompat kebelakang dan Menembak "Illusion Shoot!" tembakan yang di lontarkan dari Gunsword juga tak kalah kuat.
"jarak dekat menjadi warrior, jarak jauh menajdi range, unik skill nya juga bukan main." Fikir relvian dengan sigap melontarkan kembali serangan hafidz.
"ini baru saja di mulai.. Phantom Dive Slash…" keceptan dan lomptan hadiz makin cepat dan menerjang Relvian lalu memberikan tebasan kilat, Relvian mendapatkan luka yang cukup dari serangan itu karena dia tidak bisa menghindari nya.
"ke..kenapa aku tak bisa menghindari nya?" relvian tertunduk merasakan sakit di area seranagn itu.
"itu karena Absolut Eye, serangan ku tak pernah meleset dan aku bisa membaca semua pergerakan mu,ku beritau yang meliah mata terkutuk ini pasti kemungkinan besar mati, karena setiap aku mengaktifkan mata ini maka dia menyerap kehidupan ku." Jelas hafidz dengan tatapan mengerikan nya berbeda dengan sebelum nya.
"dengan kata lain dia memakan mu, pasti ada batas waktu tertentu ketika ka menggunakan mata itu." Relvian kembali bangit dan siap menyerang kembali.
"benar, ada batas menggunakan ABsolut eye, karena semakin lama di gunakan semakin kuat dia mengambil nyawa mu, ayah ku mati karena memaksa menggunakan Absolut eye secara berlebihan, tetapi karena itu dia bisa menghabisi seluru musuh nya." Hafidz bersiap menyambut serangan Relvian.
"huh tak ksuangka cerita tentang seoang cora membasmi 3 pasukan Bellato dan Accertia bersamaan hanya demi menyelamatkan beberapa orang saja, ternayata itu ayah mu." Relvian maju dengan cepat menebaskan Spear nya, seranagn tersebut di sambut dengan Hafidz kun gun sword nya mengimbangi permainan Relvian.
"Rasakan GunSword ku..!"bzztciu … dar dar dar…. Hafidz menembakan Laser dari gunsword nya dual gunsword bukan main peluru peluru itu mengenai relvian, jika relvian tidak menggunakan buff sudah pasti mati terkena serangan Gunsword Hafidz.
"Dia..Kuat." efek negatif dari buff Relvian makin terasa limit waktu nya juga semakin dekat, begitu juga dengan Hafidz, absolut eye menyerap banyak kehidupan nya.
"Absolut eye Closed!" tidak mengambil resiko berbahaya Haifdz menutup kembali mata kanan nya.
"kurasa kita kali ini imbang." Sahut Hafidz masih bersiaga.
"huh Imbang? Aku tak pernah imbang selama ini, kau kuat." Walau dia musuh Relvian tetap mengaku kekuatan musuh nya.
Di lain pihak Rajes menggunakan Sword mode nya dan menyerang dengan jarak dekat.
"huh lawan range ini 30 : 70, akhh judi aja YOLO." Rajes maju dengan dorongan sepatu yang menggunakan dorogan mesin.
"Close range? Kesempatan, Heavy Machine gun..!" mengganti Sniper dengan senapan mesin, perkiraan Rogue ternyata benar Rajes mengunakan Pedang nya.
"heh.. aku sudah liat pergerakan mu 5 menit ke depan, mata ku bisa melihat nya.."Mata kiri Rajes memprediksi serangan yang akan datang selama 5 menit kedepan,dan serangan rogue bisa ia hindari.
"heyaah…" Rajes menebas Rogue dan hampir terkena serangan dia menahan dengan Machine gun nya yang keras.
Tanpa berfikir lama karna Buff Hunter sense Rogue melempar Pisau yang yang dia siapkan sebelum nya.
"dia murni jarak jauh, dan heba juga bisa sedikit menahan Eye of Future ku." Pisau pisau yang di lempar rogue di tahan atau di tepat nya di block dengan pedang Rajes.
"kesempatan!" Rogue melempar flashbang ke arah hafidz dan rajes kaget mengetahui rogue berencana lain.
"Abang! Awas..!" sedikit terlambat Flashbang rogue mebuat mata mereka ber dua menajdi silau.
Kerna kesempatan tersebut Relvian menyerang dengan cepat karena masih sedikit mendapatkan buff nya.
"Half Moon Slash!" serangan penutup dari relvian sama seperti seranagn yang dia guenakan melwan Siegfired.
"Crossing Marbas!" Lagi-lagi gunsword hafidz menyelamatkan hidup nya, di bantu dengan mata sang adik Serangan Half moon slash Relvian tertahan, dan menjadi ledakan luarbiasa, monster monster yang terdapat di area sekitar mereka bertarung mati tanpa perlawanan.
"kurasa Pertempuran kita kali ini benar benar imbang bellatian, jadi siapa nama mu." Tanya Hafidz yang di bopong oleh adik nya.
"nama ku.. Relvian Lachrymose, ingat itu di kepala kalian Twin One eye dragon." Relvian ambruk dan di bopong oleh rogue.
Karena sama-sama di keadaan tidak mengntungkan Mereka kembali ke Markas mereka masing masing menggunakan Portal.
-Portal Maskar Cora-
Bruk.. mereka berdua tepar di depan portal markas, Hafidz dan rajes sama-sama keleahan, efek dari kekuatan mata mereka mulai dirasa.
"bang, gimana lu mau mati?" tanay sang adik gemblung.
"kau sendiri bukan nya gak bisa jalan lagi? Efek Dari Eye of future kan menguras stamina dan juga fisik mu jadi lemah setelah mengguankan nya." Sang kakak ngingetin sang adek karena dampak penggunaan skill yang berlebihan.
"lah ABsolut eye juga sama kan, malah bisa buat mati, tapi lawan kita tadi keras banget, si ranger nya juga hebat bisa nahan Tower buatan ku." Dengan nafas ngap-ngapan mereka masih bisa ngobrol.
"Astaga…! Ketua .. kok bisa babak belur begini gimana cerita nya?" tanya Gadis Ranger ke Rajes.
"ohh wakil ketua guild, ada war tadi, uhh dan tolong gua gak bisa bergerak minta bantuan medis, sama panggilin tuh istri nya abang ku, bakal di hajar aku kalo gak bilang sama kak Ara dia babak belur mau mati gitu." Rajes menutup matanya karena bener bener lelah.
"Relvian yah.. dia bener-bener lawan yang tangguh." Senyum nya memberi tanda ia puas bertarung melawan relvian dan seimbang.
-Portal Markas Bellato-
"uhh sial dual gunsword nya mengerikan, ak nyangka serangan jarak jauh nya kuat, gue kira Cuma serangan biasa." Relvian terkapar di depan Portal dan yang liat mereka berdua jadi heboh.
"Maximus.. Anda gak apa-apa?." Tanay seorang bawahan ke Relvian dan rogue.
"kira-kira gimana? Yah lumayan sakit sih, tolong anterin saya ke ruangan medis sama dia juga yah." Relvian memberi perintah ke bawahaan nya.
-ruangan medis-
"astaga kalian berdua bisa babak belur gini, lu lawan apaan sih? Belphegor solo? Sok kuat banget." Relvian sakit kepala di omelin sama Amethyst yang notabene lagi merban luka-luka Relvian.
"kagak tadi niat nya mau hunting di BM, ketemu Cora ribut deh." Si relvian malah nyengir kuda kayak gak terjadi apa-apa.
"gezz.. buat orang khawatir aja, ..Kalo lu kenapa-kenapa kan gue yang repot "Plak…."" Sahut Amethyst geregetan plus dapet tamparan di puggung relvian.
"Sakit Woy Adohh..tapi makasih dah mau khawatirin gue Ame." Relvian neuk-nepuk rambut ungu Amethyst yang senada dengan nama nya.
"bego.." sedikit blush dari wajah amethyst terlihat dia semakin cantik, sang Ratu es memang beda.
"ehem-ehem, kayaknya ganggu orang pacaran deh kita." Suara yang relvian kenal yang bikin dia sebel, sahabat nya si Ren.
"ngapain lu kemari repot-repot amat,"relvian tiduran di kasur serasa tubuh nya gak ada rasa sakit sama sekali.
"lu itu ya, di jenguk bukan nya sukur malah ngajak berantem, kampret emang lu ya."Ren udah sebel dengan tingkah relvian yang seenak jidat.
"udah lah Ren, kayak baru kenas si Relvi aja." Shin melerai merek aberdua, bisa gawat kalo di rumah sakit ada baku hantam.
"Btw lu bedua lawan siapa sih, bisa ampe mau mati gini." Tanya ren sambil makan Apel yang di meja Relvian.
"lawan gue yang gosip nya lagi tenar, Twin One eye dragon bangsa Cora, gila men kuat banget sumpah." Gak kalah heboh si relvian jadi curhat.
"ahh itu lawan shin beberapa hari lalu, dia memang kuat kan shin?" walau serius Amethyst tetep nyuapin Relvian buah, smupah manja banget.
"lalu apa yang lu dapet dari pertarungan tadi?" tanya ren ke relvian.
"nyem .. nyem.. yang gue dapet sih dia gak Cuma Pengguna pedang dan juga gun aja tapi dia punya senjata andalan, Dual Gunsword, eh Ame buah yang itu dong suapin, oh iya dia juga punya kekuatan khusus di mata kanan nya, nyem nyem.." asik ngejelasin asik juga relvian makan nya sambil di suapin si ratu es.
"kok kalian berdua kayak orang Pacaran yak? Apa jangan jangan udah jadian?" Goda hestia yang lagi nyembuhin si Rogue.
"a…Apa?! P..Pacar?" Amethsyt kaget walau udah sering di ledek gini tetep aja wajah nya ngeblush ria.
"emang napa? Serasi yah? Jangan jangan lu suka sama gue beneran yak Ame?" kini relvian yang Godain si Amethyst.
"Ke Geeran lu Sempak Accretia!" Amethyst nyekkin Salak sama biji biji nya si relvian jadi keselek.
"Lu mau bunuh gue yak.. Uhuk. Uhuk.. gila lu Me, Becanda juga kira kira geh!" si relvian jadi batuk batuk gara-gara keselek buah salak.
"abis… Au ah Gelap." Amethyst lanjutin motongin buah dan gak nanggepin relvian.
"jadi gimana tentang tuh cora?" Ren balik lagi nanya soal tadi.
"mata kanan nya dia bilang Absolut eye, jujur gue merinding pas dia nunjukin mata nya, aura ngebunuh nya kuat banget dari mata nya, dan juga dia bisa regenarsi dengan cepet." Relvian ngejelasin apa yang ia dapet dari pertarungan melawan hafidz.
"terus apa lagi gak Cuma itu kan?" sahut Shin yang makin penasaran.
"dan juga kal dia make tuh mata serangan nya jadi Pasti kena, kayak 100% akurat mirip mirip skill nya Hunter Sight nya Sniper, gila pokok nya, yang bikkin serem lagi dual Gunsword nya bisa jadi kayak machinegun nembak nya serem gila." Relvian ngerasain banget tembakan dari Gunsword nya Hafidz.
"trus satu nya gimana? Dia specialist kan?" tanya Shin masalah nya dia kalah lawan rajes beberapa hari lalu.
"iya dia specialist, dan mata kiri nya juga gak kalah hebat, tuh si Rogue keteteran lawan nya." Relvian nunjuk si rogue yang masih tahap penyembuhan.
"jadi Rog gimana tuh specialist?" sang Archon yang nanya sekarang.
"kalo gak salah denger dia bilang Eye of future tapi pas dia njelasin gue gak paham dia make bahasa cora, gua kan gak bawa talk jade Cuma si relvian." Jawab si Rogue pasti
"terus dia bilang apaan?" tanya shin
"errr kalo gak salah.. My eye can see 5min faster than other, you can't Run from my eyes, because I can See the future itukalo gak salah." Jawab Rogue kurang pasti karena dia kurang faseh bahasa asing.
"coba lu translate kuya, lu kan make talk jade." Si ren nyuruh relvian si relvian masih asik minta suapin si Amethyst.
"ah taik lagi enak juga di suapin bete gue, Mata ku bisa melihat 5 menit lebih cepat dari yang lain, kau tidak bisa lari dari mata ku, karena aku bisa melihat masa depan. Yah gitu deh." Jelas relvian ogah ogahan.
"bisa melihat masa depan, gila 5 menit yang akan datang bisa dia liat, kuat banget udah asti serangan bisa dia hindarin." Shin kaget bukan main karena kekuatan mata kiri nya rajes.
"yah sebener nya sih serangan nya bisa lu tahan kalo lu tau kapan dia mau nyerang, pas dia nyerang ada spersekian detik titik buta serangan nya, atau bisa dibilang waktu dia mati langkah." Sambung Rogue.
"ini jadi pekerjan kita gimana cara nya ngehadepin nih dua cora, ntar di rapatin." Setelah itu ren pergi ninggalin rumah sakit.
"oh iya me lu ganti Armor yak? Agak beda cakep gituh." Si relvian muji Amethyst dia gak sadar pujian nya buat si ratu es salah tingkah.
"iyah gitu lah, gue mau tampil beda." Jelas amethyst.
-Ruangan Medis Cora-
"Senior luka nya Parah banget, abis lawan siapa sih?" tanya Sebastian sedikit kepo.
"tadi abis ketemu dewan Bellato kuat banget, yah sampe sampe baba belur gini haha." Hafidz Cuma bisa ketawa nahan sakit yang ia rasain akrena efek Absolut eye.
"ukhh kau buat aku khawatir aja dasar,hufft.." Wanita berambut hitam yang di samping Hafidz sebel karena dia agak teledor.
"hehe maaf Ara, tapi gak apa-apa kok kan sekarang aku ada disini, ya kan?" dia meluk wanita berambut hitam itu biar gak khawatir.
"Ketua sih jarang ikut War jadi nya gak tau kan ada musuh kuat kayak gitu!." Sang wakil ketua guild Urboros ceramahin Rajes karena sifat nya.
"ahh capek, mending gua tidur daripada war, gua kan gak niat jadi team supporter malah di calonin, keplih lagi sial." Gerutu rajes sebel.
"ya abis ketua gak pernah bener dan semau-mau." Gak kalah marah nya sang wakil makin menajdi jadi.
"hahah jes jes buruan nikah sono keburu kolot."ledek sang abang.
"ngomong mah enak bang, bingung gua siapa jodoh gue gaka da yang mau, Abang mah enak udah ada Kak Ara lah kita? Jomblo seumur umur." Grutu rajes.
"KAU NYA YANG GAK PEKA!" satu ruangan ledek rajes semua.
"TAIK." Dia selimutan sampe utupin kepala nya sembunyi dari ledekan mereka.
"oh iya lawan mu siapa?" tanya Anarine?
"Relvian Lachrymose, dewan bellato."Hafiz memberi tau nama yang ia lawan.
"umm.. jangan maksain diri lagi yah? Aku takut kamu kenapa-kenapa." Sang istri bener bener perhatian sampe sampe khawatir tingkat tinggi.
"iya sayang, gak maksain diri lagi, kalo buat kamu mah apa sih yang gak kulakuin." Hafidz narik Ara ke pelukan nya dan Ara seneng karena pasangan nya ngerti apa yang ia mau.
"err ruangan ini kok jadi panas sih, Ac nya mati yah?" tanya Sebastian ke Anarine.
"yah kayak nya gitu sih, hihihi" yang di ledek Cuma bisa malu-malu aja.
Yang difkir Anarine adalah, Apakah Relvian baik-baik saja? Karena lawan nya yang punya mata terkutuk Absolut eye.
Anarine tau Hafdz bukan sekedar Cross job biasa, dia juga pemimpin batalion saat perang,dan juga gelar Twin one eye dragon bukan Cuma omong kosong, Anarine jadi makin khawatir.
"ngomong-ngomong Soal itu bellato, dia ahli make Spear mirip kamu Ara, tapi dari tekhnik nya sangat berbeda dengan Ara, kalo Ara dia menggunakan kecepatan dan ketepatan, kalo dia menggunakan serangan di titik vital dan juga serangan Area, jadi sebatian ingat baik baik lawan Area kau harus puntar cari jarak." Afidz memberi saran ke Junior nya.
Apakah ini akan berjalan baik-baik saja? Itu lah yang ada di dalam kepala Anarine dan cemas.
To be continued.
Author Note.
Slashing Dive : skill relvian dia melompat dan menerjang sambil menebas beberapa kali di udara.
Shadow Step : mendorong dengan tumpuan kaki dengan cepat dan seolah olah menajdi bayangan, skill yang Relvian dapat karena latihan tetapi di kembangkan oleh anarine nanti di jelasin di chapter chapter berikut nya.
Sharpshooter Mindset! : tembakan menjadi lebih taja dan juga lebih fokus, serangan fisik menjadi lemah tetapi serangan long range menjadi kuat
Ranger Sense : Ranger sense mempertajam feeling saat berada di situasi terdesak dan juga situasi menyerang
Hunter Sight : memberikan efek ketepatan saat menembak dan juga jarak pandang makin lebar.
Lachrymose Secret Skill Dark Mind : membuat fikiran menjadi kosong dan fokus akan pertarungan, efek negatif skill ini membuat tubuh menjadi lemah setelah menggunakan nya, kekuatan meningkat kecepatan dan juga akurasi, membuat fikiran lebih cepat bereaksi.
Earth Slam : Relvian melompat dan menggetarkan tanah di area musuh, terdapat efek stun jika kena.
Blaster strike! : skill rogue senjata tipe range apapun tembakan nya menjadi cepat, 4x lebih cepat dari fast shoot.
Rain of Tower Arrow : rajes skill sebenr nya bukan skill tapi serangan tower yang menggunakan panah sebagai alat penunjuk lokasi tempat untuk di serang, karena serangan nya itu rajes nagsih nama teknik ini tapi ini bukan skill loh.
Requiem Of Spear! : mirip mirip ulti Shadow fiend tapi ini nancepin spear lalu muncul ke area yang diserag, hehe keren aja nama awal nya jadi gue pake arti nya juga bagus.
Absolut Eye : udah di jealsin sih di cerita tapi sedikit informasi, ni mata gak bisa di pake terus-terusan atau nyawa pengguna abis di makan, ada konsekuensi di setiap kekuatan yang kuat.
Eye of future : melihat masa depan tapi Cuma 5 menit kedepan, walau gitu ini continue setiap setelah lima menit dari awal prediksi, efek negatif skill ini badan jadi sakit semua, bakan bisa sampe pingsan atau kalo maksa bisa mati.
Illusion Shoot : tembakan dari GunSword hafidz menjadi banyak seperti ilusi, tapi sebenr nya emang banyak Cuma karena cepat jadi terlihat kayak 10 penembak gunain machine gun.
Phantom Dive Slash : mirip skill Relvian tapi skill hafidz sedikit berbeda dia harus nyampe ke tanah baru bisa ngeslash itu yang jadi titik lemah skill ini.
Half Moon Slash : kalo lu maen DN ini mirip skill nya SM or Lunar jadi bisa kalian cari tau sendiri biji mane efek serangan nya.
Crossing Marbas : ini skill favorit gue di chapter ini Crossing Marbas, pertama dia nebas jadi Huruf X lalu nembak dengan Gunsword secara cepat gunain MP atau Force kalo sering kita bahas hohho, gak terlalu imba tapi efektif.
Jadi ini chapter terpanjang yang pernah gue buat karena 2 minggu gak update hahaha, biasalah baru kelar lebaranan terus juga dah masuk kuliah lagi heheh Semester pendek.
Jujur kalo mau di tulis ampe kelar bakal 10k word jadi gue tahan di 5k dulu biar makin banyak chapter nya, btw gue juga masih bingung gimana mau namatin filler ini, takut nya makin panjang punya cerita di dalam cerita itu agak aneh, wlau itu emang niat gue buat filler ini.
Kemunculuan Hafidz dan Rajes di sini yang masih penasaran akan teknik mereka berdua, gue ngebuat semua chara kuat tapi gak imba, susah juga kalo semua Imba gimana kalah nya coba? Ini aja draw gua buat hahaha.
Setiap character punya criteria amsing masing sih, dan juga chapter kedepan mungkin lebih kompleks ke Anarine dan Relvian kisah rmantis mereka berdua masih berlanjut bung, yang buat juga jadi makin Ngefeel karena masih singel hahahah.
Asli gue buat ini fanfic ngejer ketinggalan banget, sengaja sih biar FF sebelah update dulu hahhahaha.
Pertarungan nya gue buat kayak Game RPG jadi gitu suka ngomongin skill kalo ngelurain tuh skill, gua kan awal maen Game ya RPG jadi gini deh kebiasaan dan juga asik aja, bukan nya gimana yah maaf kalo gak seneng gaya penulisan bertarung gue kalo emang gak demen silahkan di rivew gimana mau nya nanti bisa ku buat sesuai permintaan, walau gak bagus sih nanti nya ini aja udah maksimal LEL.
Ya udah Cuma bisa itu aja yang bisa gue bilang, gue juga lagi ngejer Fanart tapi gak ada waktu buat gambar, makasih udah baca jangan lupa review ini wajbi buat pembaca, review membuat author makin berkembang apapun review nya pasti di terima buat Author nya sekian terimakasih.
"ngapain gue becanda ni lawan berat, dual weapon pergerakan juga terlatih,dia bisa bunuh gue kapan aja." Relvian Lachrymose Chapter 9.5
