Fanfic By Natsu Michaelis or Hafidz Haan
INFO Chapter ini dengan Orang ketiga dan terkadang menggunakan P.O.V
Sebelum nya di chapter 9
"jadi nona ariel, ada perlu apa dengan saya?"tanya sang pria berambut biru itu.
"Lativeheart,… ohh kau adik nya Sebastian yah, haha tak kusangka bisa bertemu adik dari junior ku, dia banyak cerita tentang mu, jadi apa yang ingin kamu tanyakan."ekspresi pria yang bernama Hafidz-haan ini sangat berbeda saat di awal bertemu tadi.
"jadi kau mau mencoba bertarung dengan ku? Latih tanding kau mau?" ajak hafidz, seraya mencoba seberapa kuat ariel.
"baiklah aku stuju."
Chapter 10 – He Is …
Ariel kini akan berhadapan dengan Cross Job yang sangat di banggakan oleh Federasi julukan Twin One eye Dragon, "aku yakin dia melawan ku hanya dengan separuh kekuatan nya nanti atau malah sedikit." ariel sedikit kecewa
"hmm apa kau sudah siap? Aku tidak akan mengendurkan serangan ku walau ini latihan." Paman Hafidz menggunakan Pedang di tangan kiri dan gun nya di tangan kanan, kidal? Kurasa tidak gerakan orang kidal bukan sepert itu.
"baiklah jika paman tidak segan segan, maka aku juga begitu, Paimon, Hecate munculah bertarung bersama ku!" aku memunculkan 2 animus kebanggan ku, jarang ada yang bisa menggunakan 2 animus bersamaan karena butuh kekuatan force yang stabil, aku diberkati kekuatan yang stabil dan bisa mengatasi kelemahan itu walau berat.
"hee…. Jadi dia benar benar serius dan lagi menggunakan 2 animus bersamaan, menakjubkan memang benar adiknya sebastian." Paman Hafidz memuji ku, tapi bukan saat nya senang untuk di puji paman pasti merencanakan sesuatu.
"Phantom Dash Slash" serangan cepat datang kepada ku, gerakan yang gesit sangat terlatih tapi aku masih bisa melihat nya dan aku memerintahkan paimon untuk menahan serangan itu.
"Combination Force : Frozen Entangle!" ketika paimon menahan serangan Paman dan sedikit celah aku merapal Force Frozen entangle, aku mengikatnya dengan akar akar plus element es agar sedikit memberikan efek beku.
"dingin nya… akar akar ini menggangu, teknik tingkat tinggi yang dapat memanipulasi element, bisa mati beneran aku."dia bicara masih santai seperti biasanya, apakah dia menikmatinya?
Seketika itu juga ariel merapal Serangan Selanjut nya karena Hafidz masih terperangkap akar akar es yang di buat Ariel.
"METEOR SHOWER!" Ariel merapal Sihir hujan Meteor disekitar Hafidz, lalu terjadi ledakan hebat di situ.
BOOOOM
"wah wah, paman bakal luka luka nih bibi Ara gak apa-apa tuh paman di hantem meteor gitu?" Liliy nanya ke Ara dengan penasaran apa yang akan di jawab.
"dia masih main main, serangan setengah hati gak akan ngelukainnya, lagian dia itu kan.." ara berhneti mengucapkan kalimat terakhir nya.
Setelah ledakan itu selesai asap kemana-mana dan terlihat seseorang masih berdiri tegak seperti tidak terjadi apa-apa.
"dia itu kan?" lily masih penasaran apa yang terpotong dari omongan bibi nya.
"yah kau tau kan Paman mu itu sebenar nya Elemental guardian, karena itu dia cross job, serangan Force element setengah hati gak akan melukai nya, hihi dasar dia itu gak berubah." Ara hanya terkekeh geli melihat suami nya masih seperti anak-anak keitka bertarung.
"benar-benar Force yang kuat, kalau bukan aku pasti mati tadi." Ada seperti pelindung putih menutupi Hafidz.
"apa-apan itu serangan ku tak ada efek kerusakan sama sekali." Ariel Kaget karena Force nya tidak melukai sedikitpun ke hafidz.
"kaget? Pasti nya hahaha, ini teknik Asli ku Element guard, teknik bertahan untuk serangan force element, hebat juga kau ariel tapi serangan setengah hati gak akan mempan, PHANTOM DIVE!" hafidz melompat dan menerjang tanah di depan Ariel dan pedang nya menghantam tanah lalu timbuk efek Blast lurus kedepan yang siap mengenai Ariel.
"ukh.. Earth Montain!" Ariel menancapkan Tonkat nya ke tanah dan membuat tanah yang di tancapkan nya melebar dan menjulang tinggi melindungi nya, dan hantaman keras beradu dari Blast phantom dive Hafidz.
Duar! Tanah yang tadi menjulang tinggi kini rata kembali karena hantaman keras.
"Paman benar benar kuat." Ariel memuji serangan Hafidz.
"serangan ku masih berlanjut ariel" Hafidz maju dengan cepat menyerang langsung Ariel karena kelemahan Seorang Spiritualist seperti ariel adalah serangan langsung.
Dengan cepat Paimon menyambut serangan Hafidz lalu di back ups erangan oleh hecate, kombo bertahan dan menyerang dari animus ariel sangat singkron.
"sulit untuk mendekat..cihh" Hafidz masih menyerang paimon dan menahan balik serangan Hecate dengan gun dan sword nya.
"Jangan paksa dirimu Sayang…" panggil Ara agar dia tidak memaksakan diri.
"huh Paman seperti nya hanya 60% seriusnya." Lily hanya menghela nafas lihat pertarungan itu.
"jika Ayah menggunakan 100% kekuatan nya Ariel bisa mati, kau ini ada ada aja dasar Lily."Rea menanggapi apa yang di katakan Lily.
"tetep aja jadi terkesan main-main, padahal paman sudah bilang dia serius." Lily masih gak paham jalan pikir paman nya itu.
"dilihat memang seperti main main tapi dia serius kok, ku harap gak terlalu serius juga sih, kalo dia bener bener serius berarti itu tanda dia bertarung dengan musuh." Ara menasehati Ponakan nya yang sedikit sableng.
Masih dengan peratarungan sengit dari Spiritualist grazzier dan juga Cross job Warrior ke ranger, jual beli serangan masih berlanjut rapalan rapaan sihir terus di lemparkan Ariel dari kombinasi dari Fire Bolt dan juga Thunder Wave, hafidz sekarang merasa kepayahan akan serangan kombinasi dari Ariel jangan pula di lupakan animus nya yang juga menggangu serangan Hafidz.
"kalo gini..akunya yang bakal kedesek terus, lawan grazzier 2 animus memang ngeri." Hafidz melompat langsung mengganti dual Gun sword.
"Crossing Marbas!" dari lompatan itu dia menembakan dengan dual Gun swordnya dari atas dan juga sangat cepat layak nya machine gun.
Dar dar dar dar dar dar dar sangat cepat dan juga kuat serangan Corssing marbas, serangan tadi sangat berdampak keras pada ariel luka yang di dapat oleh ariel lumayan banyak.
"sakit..ketakutan..gemetar.. jadi ini yang namanya takut akan kematian.. huuh…..!" Ariel menghela nafas dan keseriusan nya mulai memuncak.
"Paimon kembali lah.. bikalh kali ini serius, Fast Recall, Animus summon Inana, Link Mind.. Animus summon Isis!, Skill Enchanted force!,Light heal!" Ariel melakukan dengan benar benar sangat serius tetapi.
"Aku menyerah.. aku bakal mati kalo ketemu isis hecate dan inana barengan, gak kuat dan lagi .. Force mu benar benar luar biasa yah, yah kayak nya bentar lagi kau dapat posisi tertinggi di cora Ariel, kekuatanmu mengerikan." Haifdz mengusap usap kepala Ariel, dan memuji Ariel.
"kau terluka parah gak ariel? Apa aku terlalu serius?" tanya hafidz.
"gak apa paman gak terlalu serius kok luka nya lagian inana juga langsung merespon menyembuhkan ku." Ariel hanya kesenengan di elus elus kayak anak kucing.
"hadeh sampe gunain Marbas bener bener deh." Ara sedikit kesel dengan pria yang di depannya ini.
"yah mau gimana lagi asik banget sih." Dengan tampang polos nya dia hanya garuk garuk rambut belakang nya.
"paman sadar diri dong udah tua." Lily hanya sweatdrop liat paman nya.
"hei aku masih muda ya! Enak aja nyebut dah tua."hafidz sedikit kesel.
Lalu tak lama datang pria Rambut putih dengan mata kiri tertutup, jubah hitam nya menunjukan kalau dia salah satu dewan.
"heh, kau kesini tumben" Hafidz berbicara pada pria itu tanpa melihat nya.
"dasar sensitif, kau tau aku datang tanpa melihat ku, sense mu itu mengerikan sekali Abang." Kata pria itu menunjukan cengiran nya.
"heh, kau 100 tahun terlalu muda untuk melawan ku Adik somplak." Hafidz menyebutnya adik dan Arile langsung berfikir itu adalah partner Hafidz yang disebut Twin eye dragon.
"ohh Paman Rajes, tumben dateng biasanya di bengkel aja." Lily nyapa sang paman yang nota bene adiknya Hafidz.
"yah, Cuma mau ngasih Sepatu yang ku buat untuk si Abang yang gak jelas itu." Rajes ngeluarin spatu hasil karya nya.
Ariel melihat itu dia yakin bener bener rajes itu Specialist yang jarang di cora, karena tipe specialist sangat jarang.
"heh.. sepatu gagal lagi?" belum di coba sudah di ledek oleh sang abang.
"haah buatan paman Rajes memang selalu gagal, paling paling senjata doang yang bagus." Rea juga menanggapi hal serupa seperti apa yang ayah nya katakan.
"hey! Aku udah berusaha yah, untung untung ku buat gratis lagi, kalo orang lain mahal tau." Rajes makin sebel karena di ledek terus.
"bibi Ara apa mereka selalu begitu?" tanya Ariel ke ara.
"yah kau lihat sendiri, begini lah jika keluarga kami berkumpul pasti ramai, dan lagi rajes itu Adik satu satu nya yang di miliki Hafidz, jika kau tau dia sebatang kara dari lahir, setelah itu dia mendapatkan keluarga angkat." Ara memberikan sedikit informasi tentang suaminya,yah dia sangat mengerti tentang hafidz.
"jadi Paman rajes itu jadi saudara Angkat nya dari keluarga yang ia dapat?" Ariel kembali penasran.
"ahah tidak, Rajes itu adik angkatnya langsung, dulu si rajes di kejer kejer sama Anabola dan juga meat cold, lalu gak sengaja Hafidz lagi ngerjain misi bareng aku lewat ketemu dia." Jawab Ara sambil cerita masa lalu.
"lalu setelah itu bagaimana?" Ariel masih asik dengan cerita yang di dengar Ara.
"yah karena beruntung Hafidz dan aku menghajar Anabola dan juga meat could itu." Ara melanjutkab cerita nya.
Beberapa tahun yang lalu.
"haah, misi kali ini lawan Assasin builder tipe A yah? Padahal aku ingin mengajak mu makan siang hari ini." Hafidz mengajak ku makan siang bersama nya.
"hihi mau gimana lagi, lagian ini juga tugas penting harus di lakukan hari ini, yah yang penting kan masih sama-sama walau beda suasana." Jawab ku membuat hafidz agar lebih santai.
"tetp aja nyebelin, emang gak ada yang tingkat elite lain tah? Kenapa mesti aku gitu haaah!" dia menendang batu yang di hadapan nya karena kesal.
"dasar kau ini masih saja kayak anak-anak, kalo di liat junior malu loh." Aku sedikit meledek nya, ini merupakan salah satu kesenangan ku.
"puhh.." dia membuang muka dan mengembungkan pipi nya. Dan aku hanya bisa terkekeh geli melihat nya.
TOLONG!... waaaa.. jangan mendekat..! LARI…..!
Aku mendengar suara orang ketakutan dan minta tolon.
"Ra kau denger gak suara minta tolong?" tanya Hafidz dan aku hanya mengangguk.
"di kejer Accretia kah? Atau bellato? Kau tau ini daerah netral." Dia masih melacak sumber suara.
Aku membuka Map digital dan tidak ada tanda-tanda Bangsa lain.
"di map ku gak ada nih bangsa lain,apa Cuma perasaaan ku aja?" tanya ku pada hafidz.
SIAL! RAME BANGET HELP HELP SIAPA AJA TOLONG!.
Suara gemuruh datang dari arah selatan terlihat prajurit berambut putih bermata satu lari terbirit birit di kejar banyak monster.
YANG DISANA TOLONG AKU!
dia teriak teriak sambil lari, ku yakin stamina anak ini luarbiasa.
"Secret Art Hexa Srike" aku menyerang Monster monster itu dengan kecepatan tinggi dan meusuk mereka.
"Break Down Field.. MAGMA!"hafidz membantu ku dengan serangan grafitasi nya dan juga menimbulkan efek magma.
Aku masih menebas monster monster ini, yah lumayan berat karena sangat banyak dan juga Anabolda dan meat could menembakan lendir lendir panas jika terkena.
"akhh sial lendir..! Mati kalian monster berlendir ELEMENTAL BLAST!" Hafidz melompat dan melenyapkan mosnter di area nya denganSenapan khusus milik nya.
Ketika dia mendarat di tanah dia jatuh di tempat banyak lendir anabola dan meat cold.
"sial.. lendir lengket" tubuh nya di penuhi lendir biru dan hijau.
"haha kau menyedihkan Hafidz haha" aku hanya tertawa lepas melihat nya.
"hei bocah sableng kau gak apa-apa." Tanya hafidz pada prajurit itu yang sama dengan nya penuh dengan lendir mosnter.
"Pfft kalian ini monster jenis baru ya monster lendir haha." Aku tak bisa menahan tawa ku melihat mereka.
Hafidz hanya bisa menahan marah nya, akubisa lihat dari wajah nya.
"yah aku makasih kak aku gak apa-apa." Jawab anak itu.
"kamu kenapa bisa di kejer kejer monster itu?" tanya ku pada nya, kalau aku spiritualis aku bakal menyiram mereka dengan force air.
"aku tadi farming menggunakan Tower, lagi asik narik monster aku melewati grombolan anabola dan juga meat cold yang baru muncul, kakak ini pasti tau kan anabola dan meat cold sangat aggressive." Dia mengingat ingat kejadian yang ia alami.
"terus kenapa gak party? Kan lebih membantu?" tanya Hafidz yang sedang menghilangkan lendir lendir di tubuh nya.
"umm team ku gak ada yang cocok dengan ku, mereka gak mau satu teeam dengan specialist, bagi mereka aku hanya beban." Dia sedikit murung dengan hal itu.
"yah terkadang ada deskriminasi di suatu team, aku memaklumi nya, siapa mentor mu? Nanti biar aku yang akan bicara pada nya." Tanya hafidz.
"lalu setelah bertemu dengan mentor nya kau mau apa?" tanya ku pada hafidz.
"aku akan menghajar nya, mentor gak guna masa team nya dapet deskriminsai gak di liat." Mata kiri nya terlihat kesal dengan prilaku seperti itu,
Aku tau kenapa dia seperti itu karena dari kecil dia suka terdeskriminasi, jadi wajar saja dia membenci hal seperti itu,
"kurasa gak perlu, terimkasih sudah membantu ku, aku akan kembali kemarkas." Jawab anak itu sambil murung.
"hey, siapa nama mu?" tanya Hafidz.
"Rajes Von Marco's " jawab nya sambil bangkit dari duduk nya.
"hmm kalau gitu kenapa gak masuk team kami aja?" ajak ku pada nya.
"aku takut jadi beban untuk kalian." Jawab nya pesimis.
"gak ada yang nama nya beban di dalam 1 team, karena 1 team itu menutupi kelemahan masing masing." Hafidz memberikan ceramah singkat.
"hee aku gak tau kau bisa ngomong bagus kayak begitu." Ledek ku.
"diam lah atau kau ku peluk dan kucium sekarang, aku lagi penuh dengan lendir." Ancam nya dan kata-kata nya membuat wajah ku memerah padam.
"bodoh." Hanya itu yang bisa ku katakan karena malu.
"jadi gimana kau mau? Kalo mau sekalian kita farming lawan Assasin builder kau mau? Luamayn loh drop nya Gli,wheat dab beam nya ku kira kau butuh itu karena kau specialist." Ajak hafidz.
Sifat ini yang membuat ku suka pada nya, selalu memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri, orang yang mengenal nama nya kesedihan pasti mengerti orang lain.
"umm.. baiklahtapi maafkan aku jika membuat masalah nanti." Dia masih agak ragu ragu.
"tenang-tenang makin banyak orang makin mudah mengalahkan musuh." Aku membuatnya tenang dan juga semangat kembali.
"Yosh mulai saat ini kau akan jadi Adek angkat ku, gak ada alasan dan kau gak boleh nolak!" paksa hafidz, dasar dia ini pemaksa.
"hooh jadi ada yah cerita seperti itu, sunggu cerita yang menarik, dan lagi sangat lucu di bagian paman Hafidz dan paman rajes penuh lendir, hahah dasar mereka itu." Ariel hanya terkekeh geli mendengar cerita Ara.
"ini photo nya aku masih menyimpan nya pas mereka masih penuh dengan lendir." Ara menunjukan photo itu dari ruang inventori nya.
"ARA! Jangan nunjukin itu memalukan." Haifdz berlari untuk merebut photo itu dan Ara langsung menyembunyikan nya di tas nya.
"ayah ku itu sungguh deh.." Rea hanya tepok jidat melihat kelakuan ayah nya.
"eh paman guild mu gimana katanya mau bubar?" tanya Lily kepo.
"issu itu mana ada bubar, yang ada lagi open rec kali, si Crestia Heboh dari kemaren." Rajes hanya ogah oghan tentang guildnya yang open recuritement.
"lah kok lesu banget, aku yakin pasti kak Crestia ngomeln paman lagi." Rea mandang aneh paman nya yang gak jelas 11 12 sama kayak ayahnya.
"aku aja jadi heran ini guild ketuanya aku apa si Crestia yah?" Rajes merasa ngeri dengan wakil ketua guild nya yang sangar minta ampun.
"lah denegr-denger kau jadian kan sama si Crestia Alencard itu? Warlock yang di bilang warlock paling ganas yang pernah ada, sampe dewan dewan laen aja gak berani lawan dia." Hafidz nanyain kabar adek nya yang masih singel.
"hah? Sejak kapan aku jadian, yang ada di omelin mulu iya, aku gak tau siapa yang suka sama aku, kayak nya gak ada deh." Dengan muka sok di polos polosin umur udah tua tapi gak peka.
"KAU GA PEKA!" Ara dan Hafidz meledek keras adik nya ini.
"shit" rajes hanya menutup kuping nya karena denging.
Ariel hanya ketawa geli melihat keluarga aneh ini.
"oh aku baru sadar ada gadis rambut silver itu di sini." Rajes menunjuk ariel.
"dia ini Adiknya sebastian junior kita loh, gini gini dia ngalahin aku hebat banget." Hafidz nepok nepok kepala ariel.
"aih paman.. jangan di tepuk kuat kuat sakit." Ariel ngebrontak.
"ahaha maaf maaf" dengan cengiran yang biasa dia tunjukin dia adalah tipe santai.
"kalo gitu paman terimakasih atas latihan nya dan juga informasi tentang kakak, sekali lagi terimaksih aku pamit dulu." Ariel pamit undur diri.
"jika ariel mau pulang aku juga gitu, karena aku yang nemenin dia ke sini." Lily juga mau pamit.
"liy kalo kamu mau disini dulu gak apa-apa aku jugamasih ada urusan kok." Ariel tau kalo Lily masih pengen di tempat paman nya.
"yah kalo kamu ada urusan yah aku gak bisa maksa, ya udah hati hati riel." Lily melambaikan tangan nya.
Hahh… Ariel menghela nafas karena pertarungan dengan Hafidz sangat keras.
"aku bisa saja mati, ternyata masih banyak orang yang kuat." ariel bergumam sambil merasakan serangan tadi.
"mungkin aku harus banyak latihan lagi."ariel berjalan menuju kota gak jauh sih karena aku tadi menggunakan teleport.
Kota sangat ramai banyak anak-anak dan juga prajurit prajurit baru yang berkumpul, menikmati waktu istirahat dan juga menikmati kota yang ramai.
Aku berjalan-jalan mencari apa yang kubutuhkan, lalu aku baru terbesit di pikiran ku paman Hafidz itu disebut Elemental guardian, aku penasaran dengan itu.
Ketika aku ingin ke toko buku aku melihat anak kecil menangis dan ku hampiri dia.
"hey adik kecil, kamu kenapa menangis?" tanyaku untuk menenagkan anak ini.
"ibu..ibuku menghilang." Anak ini ternyata tersesat dan kehilangan ibu nya.
"umm bagaimana jika kakak mencarikan ibu mu, tapi jangan menangis yah" Ariel masih membujuknya agar tidak menangis. Dan anak itu seketika berhenti menangis.
ariel membelikan anak ini es cream agar anak ini makin tenang, yahdia jadi keingat kakaknya yang selalu membujuknya agar gak menangis lalu di belikan es cream.
Ketika masih mencari ibu dari anak ini ariel bertemu dengan temannya.
"ariel? Kau sama siapa anakmu?" tanya nya ketika melihat anak ini.
"aku belum menikah!" jawabnya kesal di kira dia ibu anak ini.
"ahaha ku kira aku kan gak tau, lagian itu siapa? Anak orang kau bawa-bawa." Tanyanya masih penasran.
"dia tersesat dan mencari ibunya, jadi yah ku bantu nyariin." Jawabnya menjelaskan apa yang terjadi.
"yaudah deh ku bantu, lagian dah lama juga gak ketemu dirimu kau kan sibuk terus." Dia berjalan di samping anak itu.
"ngomong-ngomong Revan kau tau tentang Elemental guardian?" tanya ku pada revan dia adalah prajurit di bagian ilmu sejarah dan mitos.
"Elemental guardian yah, kalo gak salah dia salah satu pelindung Force yang terlahir di kalangan tertentu, dan itu acak bukan turunan, kecuali ilmu nya memang di wariskan, sudah sedikit yang menjadi elemental guardian, kebanyakan dari mereka mati dalam perang tanpa mewarisi ilmu nya." Jawab revan sangat rinci.
"begitu yah, lalu kau tau kekuatan dari Elemental guardian itu apa?" ariel masih penasran.
"yah nanti ku beritahu, yang penting anak ini harus kita berkan ke tempat yang berwajib untuk dicarikan ibu nya." Tak lama revan setelah bicara seperti itu terdapang pemberitahuan anak hilang dan ciri-ciri nya persis anak ini dan langsung saja ketempat pemberitahuan itu untuk menyerahkan anak ini, dan ariel juga masih penasaran dengan yang revan ingin katakan.
"jadi Elemntal guardian itu bagaimana?" ariel kembali bertanya padanya.
"yang ku ketahui dari buku buku sih, mereka dapat memanipulasikan Force alam di sekitar mereka mirip mirip spiritualist tapi beda nya mereka gak seperti spiritualist mereka gak bisa membuat sihir seperti itu hanya mengendalikan nya saja, dan juga menjaga keseimbangan itu sendiri." Jawab revan sambil membuka dokumen dokumennya.
"oh iya kebanyakan dari mereka memiliki potensi hebat,jika di bellato Ada yang nama nya Grymnsytre yang katanya dewa nya pertempuran dan teknologi, kita ada nama nya Emental guardian, lalu bellato ada yang nama nya Ahli strategy dari clan Lachrymose dan juga ahli Teknik dari clan Hardji , kita juga memiliki hal serupa seperti…" revan sedikit mengceilkan suara nya.
"seperti apa?" aku masih penasaran.
"hah ini info rahasia sih, karena ini kau teman ku dan juga sahabat kecil ku jadi ku beri tahu, menurut mitos bangsa cora memiliki kutukan mata yang mana mata itu memberikan mu kekuatan tapi dia juga meminta bayaran yang serupa dari kekuatan itu." Revan memberikan inforamsi yang betul betul bagus.
"bayaran yang sama dengan kekuatan itu? Memang nya dia meminta apa?" aku masih ingin tahu lebih dalam tentang ini.
"ya bayaran nya adalah nyawa mereka, ketika menggunakan mata ini maka mereka mengurangi umur hidup nya, atau di bilang mempercepatk kematiannya, teknik mata ini turun temurun jika si pemilik mati maka penerus nya mendapatkan mata itu langsung dan juga ini sangat menjadi kartu As milik federasi Cora selain kartu andalan kita yaitu Animus." Revan masih mengacak acak dokumen nya tentang mitos ini.
"aku tau kalau animus itu sangat hebat tapi ada yang yang bisa menyetarakan animus itu rasanya agak mustahil." Ariel merumuskan apa yang Revan katakan.
"memang mustahil tapi itu nyata di peperangan, julukan mata kutukan itu adalah Absolut Eye, atau yang mereka sebut Mata Iblis, dan juga terdapat 1 lagi teknik mata yang sama yaitu mata yang bisa melihat masa depan, tetap saja konsekuensi menggunakan mata itu berat yaitu berkemungkinan pemilik mata itu buta, dan juga mati, mengapa ini di rahasiakan karena jika ini bocor ke musuh pasti mereka akan mengincar orang orang ini." Jawab Revan.
Ketika aku menyadari mata dari paman hafidz dan paman Rajes di tutup aku mengerti jadi dia Adalah …. Sang pengguna Mata kutukan.
TO BE CONTINUED..
Kembali lagi dengan Author kesayangan kalian Hafidz haan, masih cerita tentang Ariel dan sedikit action, tapi tetap memberikan cerita flash back andalan kita, hoho apakah menarik? Kuharap sih begitu.
Kau tau libhur nulis karena banyak tugas dan juga sakit kepala menyerang itu berat, mikirin chapter ini aja sampe berulang ulang.
Sedikit demi sedikit terkuak rahasia rahasia dari chapter ini tapi tenang masih ada misteri dalam misteri, masiha da flashback di dalam flashback, dan masih ada mantan di balik mantan aseek :v
Gua baru inget mau masukin aphrodite jadi nama eh keinget nama itu dah di pake Ff sebelah jadi gak jadi LEL keasikan sama mytology sih wkaoakoak.
Cerita selanjut nya filler Relvian apa lanjut story? Gue juga bingung mau milih apaan.
Gak banyak sih gue masukin chapter ini tapi sekedar menghibur apasalah nya kan, pembaca itu semakin senang kalo author nya nulis.
Oh iya gue di sini nulis make gaya Light novel jadi berubah gaya penulisan nya moga suka kalo gak suka ntar gue balik ke sedia kala cara nulis nya.
Buat pakde mie ayo update penasaran neh :v, ada yang kangen Lace gak? Kurasa enggak deh hahaha.
See you guys I love you all review pelase…!
Quotes : "gak ada yang nama nya beban di dalam 1 team, karena 1 team itu menutupi kelemahan masing masing." Hafidz Haan. nolak!"orang yang mengenal nama nya kesedihan
New note : sudah di edit agar gaka ncur kayak yang di bilang pakde mie
