Fanfic Change By Natsu Michaelis/Hafidz Haan.

Chapter 11 – Good Bye My Friend.

Salah pengetikan dan juga salah kata mohon maaf Author hanya Manusia.

Accertia Colony Laboratorium.

Accretia Berjubah putih melangkah dengan gagah nya dan pandangan optik nya yang sangat tajam menunjukan dia sangat berwibawa, dengan Armor tebal dan berwarna putih bercorak sky blue yang sangat berbeda dengan Accretia lain.

Accretia tadi menghampiri pemimpin Laboratorium itu dan menanyakan sesuatu.

"Jadi Perkembangan tentang Accertia Humanoid kita bagaimana Profesor?" tanya sang Accretia tadi melihat layar Virtual di hadapan nya.

"Bisa anda lihat Tuan Archon, Perkembangan emosi dari Accretia Humanoid kita sangat cepat, dan juga dari segi tenaga dan juga daya serang diatas rata-rata Accertia lain,Namun Saya sempat berspekulasi Accretia Humanoid ini bisa tak terkendali." Sang Profesor yang Notabene Accretia juga menunjukan data-data tersebut pada sang Archon.

Sang Archon Masih memperhatikan Data-data tersebut, otak organik nya mencerna semua tulisan tulisan virtual itu.

"Tak terkendali? Bagaimana maksud mu profesor di lihat dari data semua sempurna sesuai dengan perhitungan kita." Sang Archon terheran dengan Spekulasi dari Profesor, dan gambar virtual dari Accretia Humanoid itu di bongkar perlahan oleh sang Archon.

"Maksud saya begini, Accretia Humanoid ini mempunyai Emosi yang berbeda dengan Accretia lain, dan juga perkembangan Emosi nya juga sangat pesat, di lain sisi dia juga memiliki senjata yang kuat untuk memberontak, ini wajib di waspadai Tuan Archon." Sang Profesor memberikan Teori nya yang sudah ia perhitungkan.

"Lalu bagaimana dengan Sistem nya? Bukankah Sistem anti pemberontak sudah di pasangkan?" Sang Archon bertanya kembali.

"ya Sistem itu sudah di pasngkan, Namun entah mengapa dilihat dari pengecekan terakhir Sistem itu sudah terdelete dari Otak dan juga Sistem Electronic nya, dan berbagai cara untuk di install ulang namun hasil nya sia-sia, karena Sistem Program dan Otak tidak menerima itu." Sang Profesor memberikan berkas berkas dan data-data ke Archon, lalu sang Archon mulai membaca apa yang terjadi dengan Accretia Humanoid ini.

"Bagaimana jika sistem Electronic nya di install ulang? Dan juga penyucian otak juga di lakukan?" Tanya sang Archon, Accretia Humanoid ini sangat di butuhkan untuk kemenangan Accretia jadi sang Archon benar benar waspada.

"jika kita melakukan itu Semua data yang ia pelajari dan juga Otak nya kembali ke awal, dan semua menjadi sia-sia." Agak ragu sang Profesor menjawab pertanyaan sang Archon.

"Cih Sial, demi tubuh Organic ku yang ku buang, jika kita menghancurkan nya Humanoid kita semua terbuang sia-sia, dia adalah proyek terakhir dan juga bahan terkahir yang kita miliki, Karena Ras yang di dalam Armor itu adalah Tubuh Ras Nenek moyang kita yang kita yang membeku dan juga kehilangan efek penuaan dari tubuh itu, sangat di sayangkan jika kita menghancurkan nya." Sang Archon masih mendecih kesal karena proyek nya bisa saja gagal di tengah jalan, dan mau tidak mau harus di hancurkan.

"dengan kata lain, Tubuh yang ada di dalam Armor itu sama seperti Cora dan Bellato begitu? Karena Bellato dan Cora penuaan dalam tubuh nya di perlambat jadi dia bisa di samakan oleh mereka?" Kini sang Profesor bertanya ke Archon.

"hampir sama tetapi sedikit berbeda, jika ras Bellato dia memiliki tubuh yang kecil dan Cora memiliki tubuh yang cenderung lebih besar dari dan lebih kuat dari Bellato namun dia sangat berbeda." Sang Archon membuka data yang ia simpan dalam sistem nya menjadi layar virtual. "Bisa kau lihat dia memiliki Postur yang hampir sama dengan Cora, Cerdik seperti Bellato, dan juga dia memiliki tenaga setara Accretia karena dia memakai Armor khusus itu, dan menjadi kan tubuh itu terbiasa menggunakan Armor Accretia lalu tubuh itu menjadi sangat kuat." Jelas panjang lebar dari Sang Archon.

"tapi jika memeberontak bagaimana? Apakah harus kita hancurkan?" tanya sang Profesor ragu.

"jika memang itu harus di lakukan, maka kita akan sangat kehilangan kunci kemenangan kita, karena Cora memliki senjata rahasia yang menurut kabar bisa membalikan logika, dan bellato mereka penyerang yang licik dan juga kuat, sisanya kuserahkan padamu." Sang Archon meninggalkan Laboratorium itu.

"Homo Sapiens Sapiens,ras yang sangat Berbahaya yang pernah ada, dan juga Ras yang paling Mengerikan yang pernah tercipta di seluruh Galaksi." Gumam sang Archon.

DI tempat lain AP-17 atau yang kita kenal APIT sedang berlatih dengan Deca di kuil rahasia gurun Sette.

APIT menebaskan Life eater berpadu dengan skill yang ia latih, kekuatan dan juga kecepatan sangat mengagumkan untuk seorang Punisher.

"bagus sekali Accretian, kau berkembang dengan cepat penggunaan Life Eater sangat efisien, mungkin ini terkahir kali aku bisa melatih mu, karena kekuatan di kuil ini sudah menipis." Hologram Deca menjadi sedikit demi sedikit menghilang.

"terimakasih sudah melatih ku, dan sudah memberikan pengetahuan tentang perasaan DECA." Jawab Apit penuh hormat.

"dan satu lagi, aku akan memberitaukan tentang bahaya yang ada di hadapan mu, Kau akan di serang oleh seluruh Accretia Berhati-hatilah perjalanan mu akan dimulai saat ini." Setelah berkata seperti itu Hologram Deca menghilang.

Setelah diberikan pencerahan APIT kembali kemarkas nya untuk mengisi Ulang tenaga dan juga mengecek tubuh nya secara rutin.

DI amrkas Accretia terjadi bincang bincang yang sangat menarik dan terdengar di sensor APIT.

"hey kau tau tawanan yang di dapat oleh Dewan ER-78, ku dengar tawanan itu akan dijadikan percobaan." Accretia berjob Assaulter itu berbicara pada teman di sebelah nya.

"maksud mu Cora dan bellato itu? Para organic itu pasti mati saat di jadikan percobaan, karena Force mereka dipaksa di tarik keluar, aku sudah melihat percobaan di laboratorium itu, percobaan yang sangta menarik karena biasanya menggunakan Monster kini menggunakan Para organic." Sang Specialist ini dari pasukan peneliti karena dia banyak tau tentang isi laboratorium.

"Cora dan bellato? Mungkin aku harus melihat nya." Gumam APIt dan rasa penasaran nya membuat dirinya semakin dekat dengant akdir yang akan ia alami.

Apit menyusup dan melihat di ruang penjara Accretia, tempat ini sangat sulit dimasuki karena hanya orang tertentu yang dapat memasuki nya.

Apit melihat Bellato dan cora itu tertunduk lesu dan juga tidak bertenaga, mungkin karena tidak diberikan makan oleh para penjaga Accretia itu, fikir nya.

Karena melihat itu Apit merasakan Aneh di dalam armor nya, Sesak dan juga ia merasakan sakit saat melihat mereka.

"apa ini yang dinamakan Iba? Apakah yang harus ku lakukan? Menyelamatkan nya dan menjadi pengkhianat? Atau melihat mereka Mati begitu saja?" fikir APIT penuh pertanyaan di otak nya.

Apit memberanikan diri bertemu dengan para tawanan itu dan penjaga penjara? Semua sudah dilumpuhkan sempurna.

Apit menghampiri para tawanan itu, dan para tawanan mentap Apit dengan tatapan Bencid an Marah.

"Kau mau Apa dasar Mekanik jahat." Gadis cora itu memaki APit dan Apit hanya bingung karena heran kenapa dia amrah kepadanya.

"kenapa kau Marah padaku? Aku hanya ingin melihat kalian saja." Jawab Apit terheran.

"Demi Decem, aku tak percaya omongan mu,walau kaumengguanakan bahasa ku aku masih tidak percaya, kau kesini ingin menyiksa kan sama seperti yang sudah sudah." Gadis Cora itu menahan sakit nya karena disiksa oleh para penjaga penjara tadi.

"aku berencana melepaskan kalian, di dalam armor ku terasa sesak di bagian dada melihat kalian seperti itu." Apit menunjukan daerah yang terasa sakit di dada nya.

"hey bellato, apakah kau masih sanggup berlari?" tanya APit.

"sang bellato hanya mengangguk tak berdaya.

"kau hanya bicara omong kosong, buktikanlah jika memang kau ingin membebaskan kami." Sang Cora tadi masih menatap nya dengan pandangan Marah.

"aku ingin menyelamatkan kalian karena kalian mirip teman ku dari bangsa kalian masing-masing, tenang lah aku berbeda."Apit melepas Laser di penajra itu dengan kode bypass yang ia ketahui dari AC-24

"aku tak berbohongkan, ayo cepat lari ke arah sini." Gadis bellato dan gadis Cora itu berlari mengikuti Apit, namun alarem tanda penyusup berdering dan membuat seluruh pasukan mengejar arah yang diberikan oleh system markas accretia.

"sial kita ketahuan, cepatlah pergi aku akan menahan mereka." Jawab Apit.

Tak lama AO-24 muncul karena pertanda alarem tadi, dan Apit sedikit bersyukur karena AO-24 yang pertama muncul.

"hey AP-17 apakah kau melihat penyusup yang melepaskan para tawanan itu?" tanya AO-24 dengan pandangan serius.

Apit kini bingung harus apa yang akan ia lakukan karena dia tidak bisa berbohong pada teman nya,dan jika ia berbohong pasti pasukan lain akan menyerang nya dan dia di hancurkan oleh AO-24.

"Hey Ao-24, apakah kau masih menjadi teman ku jika aku mengatakan yang sebenar nya?"tanya Apit serius.

"tergantung, jangan bilang kau.." Ao-24 terhenti.

"ya aku yang melepas nya, aku merasakan aneh saat melihat nya, tubuh ku merasa sakit dan menderita." Jawab Apit serius.

"Demi tubuh Organic, kau melakuakn hal bodoh, tapi tenang saja kawan aku akan berada di samping mu selalu, kita susul para tawanan itu dan selamatkan mereka." Jawab Ao-24 mengajak Apit berasalaman dan mereka berjabat tanang sejenak lalu mengaktifkan booster mengejar Cora dan bellato tadi.

Tak lama mengejar mereka dan mereka sampai di bukit yang lumayan jauh dari Markas Accretia, dan disana ada Portal tua yang siapa saja bisa menggunakan nya, tetapi portal itu hanya sekali pakai lagi.

"kau Accretia yang tadi, apakah kau akan membunuh kami?" sang Cora masih tak percaya dengan Apit.

"tenang lah Corite aku dan teman ku akan menahan serangan para Accretia lain sampai portal itu berfungsi." Jawab Apit masih melihat sekitar blum ada tanda tanda Accreta yang mengejar.

Tak lama muncul dewan ER-78 dan para pasukan nya.

"wah-wah ternyata Ada pemberontak disni, coba kita lihat Striker terbaik AO-24 dan juga Punisher terkuat AP-17 atau harus ku sebut Accretia Prototype Tipe 17" Dewan ER-78 menyuruh pasukan nya bersiaga siap tempur

"ER-78 Tipe Warrior Assaulter, tak kusangka lawan nya begini." Ao-24 merasa kesal akan dirinya yang membantu teman nya dan sekarang berhadapan dengan dewan.

"sudahlah AO-24 aku yakin kita pasti menang." Apit mengeluarkan Life Eater nya dan aura dari pedang itu terasa sampai pada ER-78.

"pedang yang di katakan legendaris, aku sangat mengenali aura itu, Life Eater, ini menarik akan kudapatkan senjata itu, Pasukan serang." Er-78 memerintahkan pasukan itu menyerang AO-24 dan juga Apit di belakang mereka cora dan bellato harap harap cemas akan hidup mereka.

Fshuurr…..duar duar duar

Semburan Lidah api dari launcher milik AO-24 membuat banyak pasukan Accretia milik ER-78 menjadi lelehan besi dan meledak, di lain sisi Apit bertarung dengan Accretia yang bertipe jarak dekat.

Trang… Trang .. tang wushhh….

Suara Life eater menebas, Aura yang dimiliki Life eater saja dapat menebas para accretia yang berarmor lemah.

"rasakan Ini… Giga Drive Divider" Apit menancapkan pedang nya ke gurun itu dan membuat ledakan bergaris lurus mementalkan para accretia di sekitar nya.

"lumayan untuk seorang punsiher seperti mu." Flame Lance milik ER-78 menerjang Apit dan dengan gesit Apit menahan nya dengan life eater.

Hual beli serangan dilakukan oleh Apit dan juga ER-78 dan jika ada serangan dari jarak jauh di back up oleh AO-24 di belakang nya.

Masih dengan pertarungan Apit dan juga ER-78, Pedang dan tombak beradu dan membuat ledakan hebat, area disekeliling mereka jadi kawah yang cukup besar.

"Booster Active, Break Slash" Apit mengatifkan Booster untuk mendorong kecepatan nya dan menebas ER-78, tak mau kalah ER-78 melepaskan serangan nya "Slashing Wave" tebasan Er-78 dan serangan cepat yang mengahmpiri nya beradu dan membuat daya medan magnetik daerah nya benar benar kuat.

Gemma pertarungan mereka yang sangat dahsyat dirasakan oleh corite dan juga bellato itu dan mereka hanya memeluk masing-masing melupakan kalau mereka adalah musuh, karena takut akan kematian didepan mata mereka.

"tak kusangka kau bisa bertahan lebih lama dari yang ku kira." ER-78 melompat mundur karena senid ari menggunakan tombak adalah maju dan melompat mundur kembali mencari posisi.

"kau terlalu membanggakan kekuatan mu, kau akan kalah." Ketika Apit menyiapkan serangan terakhir nya Doomblast mengarah ke arah nya dan tak bisa di hindari lalu dengan cepat AO-24 melompat dan menahan Doomblast dengan launcher nya.

"AO-24!" Teriak Apit melihat teman nya terkena serangan telak dari Doomblast yang dimiliki oleh salah satu striker parjurit ER-78.

"mengorbankan dirinya untuk seorang partner, sangat menyentuh tapi kau akan mati Pressure…" serangan Pressuremengarah ke tubuh Ao-24 dan saat itu juga Apit merasa Marah dan juga sedih karena teman nya hancur di depan mata nya.

"KAU! MATI LAH KAU BEDEBAH! RAGE OF PRISON SOUL!" Amukan Jiwa yang tersegel dari Life eater keluar menyerang kesegala arah dan melenyapkan Serangan Pressure dari ER-78 dan juga pasukan pasukan yang ia bawa.

"cih.. Serangan yang . sangat da..syhat." kerusakan parah di alami ER-78 dan di pastikan Er-78 mati saat itu juga dan juga para pasukan yang ia bawa.

Apit menghampiri AO-24 yang terkapar dengan cepat dia menanyakan AO-24.

"hey AO-24 apakah kau masih kuat, kau pasti bisa di selamatkan bertahan lah." Apit merasakan sakit di dada nya melihat ao yang sudah di ambang kematian.

"Ma..maafkan aku AP-17… kurasa aku sudah tak kuat lagi… mungkin ini akhir nya.."suara dari speker AO-24 semakin tak karuan dan semakin lama semakin menghilang.

"AO-24..kumohon jangan Mati..ayolah..kau kuat lebih kuat dari diriku." Masih dengan menggenggam tangan sahabat nya AO-24 lalu Ao-24 melepaskan perkataan terakhir nya.

"kau memang sahabat sejati ku, te..terima kasih menajdi sahabat ku, selamat tinggal teman." Setelah mengatakn itu Ao-24 tak bersaura kembali dan system nya pun mati tanpa di sadari masih ada striker yang masih hidup dan menembakan langsung ke arah corite dan bellato yang masih ketakutan itu.

Duar…..

Apit menahan serangan itu dan membuat helem di bagian mata sebelah kiri nya pecah, dan corite plus bellato yang melihat itu terheran dengan apa yang mereka lihat apa yang di balik helem itu, mereka melihat mata, ya mata yang sama seperti mereka.

Portal itu aktif dan mengirim mereka ke koordinat yang random, untung saja Corite itu terlempar dari Portal itu ke koordinat di depan markas nya, sedangkan sang bellato terlempar ke benteng solus.

Sedangkan Apit entah kemana ia terlempar, yang saat ini ia bawa adalah launcher rusak milik AO-24 dan berjalan lontang lantung tanpa arah, pandagan nya memudar dan terjatuh.

Lace yang pulang dari misi sedang berada di benteng solus melihat Gadis yang pingsan entah dari mana asal nya kaget gak karuan.

"oi medic mana Medic ada korban gawat darurat." Teriak Lace dan membuat orang di sekitar itu menghampiri Lace dan beruntung Ada rokai yang kebetulan lewat dari mesin lelang ngedengr Lace teriak.

"oy Pemakan Mie instan, ayok buru ketempat medis dia sekarat." Rokai mengecek gadis tadi dengan force nya.

Dengan ligat Lace menggendong gadis itu ke markas bellato dan menuju ruangan IGD.

Rokai dengan ligat melakuakn perawatan darurat di bantu dengan kawan-kawan nya.

Lace yang melihat itu sangat terkesan apa yang di lakukan si rokai dan kawan-kawan nya.

45menit selelsai perawatan dan rokai memberitau keadaan sang pasien.

"gadis itu di dalam tahap yang kritis, mental nya terganggu karena penyiksaan dan juga tubuh nya penuh luka oleh benda yang cukup tajam, ngomong-ngomong kok lu bisa ketemu gadis ini gimana cerita nya?" tanya rokai penasaran.

"gua pulang misi tau tau ada yang teleport dala keadaan pingsan, kalo diliat dari teleport nya ini teleport random yang koordinat nya bener bener acak." Jawab Lace melihat kejadian ulang ketemu gadis itu.

"lu tau nama nya?" tanya Rokai lagi.

"bentar kalo gak salah…" lace garuk garuk dagu nya sambil mejem.

"ah.. iya gue baru inget dia prajurit yang di culik Accretia, team nya laporan 4 hari yang lalu kalau salah satu anggota nya di culik Dewan Accretia, nama nya Delia Froshmount." Data base Lace soal orang-orang bellato cukup lengkap karena dia bagian elit intel udah pasti wajib tau nama-nama pasukan yang terkenal.

"Froushmount ya, Pantas saja Force yang mengalir dari nya Force Udara dan juga Force Air dia dari keluarga Froushmount." Rokai menulis sesuatu di catatan nya.

"karena lu yang nemuin tuh anak lu harus ngurus ini sampe kelar, oh iya gue harap lu baar nih tagihan obat yang wajib di beli sekarang karena kalo kagak tuh anak bakal mokad." Rokai ngasih resep ke Lace dan Notabene Lace kaget.

"What The F*ck , mesti gue yang bayar? Napa gak elu aja? Lu kan dokter nya, or make biaya pengobatan pemerintah kan bisa?" Lace mencoba nolak resep yang dikasih rokai.

"yah kalo mau tuh anak mati dan gak ada informasi terserah lu aja, toh tugas lu yang nanyain dia kenapa begitu dan juga dia kan abis dari penculikan dari accretia ini kasus besar, lu gak mau ngorek informasi dari dia?" Rokai mencecer Lace dengan hal hal yang bisa di dapatkan kalo tuh anak selamet.

"Shit, sini dah moga aja gua di bayar lebih buat ini, kalo kagak gue ajak berantem tuh archon." Dan lace gak sadar Sang Archon berada di belakang nya dan berbalik mereka berhadapan.

"jadi.., kamu mau ngajak berantem saya?" tanya sang Archon sambil senyum.

"err..itu hanya ungkapan aja kok Maximus." Lace hanya senyum kecut dan mendeathglare ke Rokai karena gak bilang kalo ada Archon di belakang nya.

"yasudah segera bayar itu tagihan, dan bilang atas nama saya Archon Croiss." Masih dengan senyum nya , lace merasakan hal aneh dari Senyum itu, topeng yang ia pakai bener bener beda dari yang lain, hanya mata Lace yang dapat melihat itu di balik senyum itu ada apa.

Lace pergi ke tempat pembayaran resep yang di kasih rokai.

Markas Cora.

Gadis tadi yang terempar dari Portal random itu pingsan tak bertenaga dan sangat beruntung di hadapan nya bertemu dengan Ariel.

Bibir sexy Ariel merapal Force penyembuh sementara, karena ini yang sangat dibutuhkan gadis itu.

Tak lama karena light healing force Ariel gadis itu mulai tersadar, ia melihat Rambut silver Ariel yang indah dan dia bergumam.

"oh dewi surga apakah itu anda? Apakah aku berada di surga?" tanya nya lemas.

"hihi aku bukan dewi Surga, dan kau berada di markas Cora, ada apa gerangan sampai kamu seperti ini? Sebaiknya kamu ku bawa ke ruang perawatan ya." Ariel membersihkan debu di pipi gadis itu, dan gadis itu hanya terpesona dengan kecantikan ariel.

"maaf, nama nona siapa ya, tidak hormat jika aku tidak tau nama penyelamat ku." Tanya gadis itu.

"Nama ku Ariel, Ariel LativeHeart." Senyum nya yang indah membuat hati sang gadis tenang, di mata gadis itu Ariel benar benar sepert seorang dewi.

"jika kamu sudah sehat, mau kah kau berceria mengapa bisa sampai seperti ini? Aku tidak memaksa jika kamu tidak mengingin kan nya." Ariel Masih membopong Sang gadis menuju ruang perawatan.

"ya aku akan menceritakan nya Nona Ariel."jawab gadis itu.

TO BE CONTINUED.

AKHIRNYA KELAR CHAPTER INI! FUCK BITCH I hate my laptop, crashing all the way.

Btw gimana chapter ini? Membosankan? Ada feel nya? Gak jelas? Atau gak menarik? Kurasa semua nya itu benar.

Yah ini udah usaha maksimal gua buat plot story yang baik, jika tidak berkenan maaf saya hanya membuat story line cerita saya nyambung, dan benar benar apa yang saya ingin kan.

Ariel di mata gue bener bener cantik banget, rambut silver, tinggi, sexy, mata biru, holy shit she is goddess, gue bayangin dia versi 3d bener bener waw banget, di pikiran gue, entah di pikiran kalian gimana.

Yah chapter ini gak banyak walau gua udah sering libur, gua gak kuat buat ngelanjutin nya mentok vroh.

Dan juga capek juga banyak pikiran biasa lah..blank mind gitu.

Well entah kenapa gue sering minjem rokai ranpa ngomong, yah Cuma sebagai chara penengah aja gak jadi chara inti.

Gimana cerita accretia nya, jarang kan gue buat accretia, this AP-17 time akhir nya kesampean buat story line dia susah bgt sumpah dah, dah ini aja yang bisa gue kasih ke kalian see you next time.

"kau memang sahabat sejati ku, te..terima kasih menajdi sahabat ku, selamat tinggal teman." AO-24 last Word.