Fanfic Change by Hafidz-Haan/Natsu Michaelis.
Chapter 12 – Who am I ?
Mohon Maaf jika salah pengetikan dan tidak mengenakan hati Author hanya manusia
Aku mulai tersadar dan pengelihatan ku kembali terihat, aku merasa bingung dan terheran, aku berada dimana?
Aku melihat kiri dan kanan terlihat seperti ruangan sederhana, hanya meja kursi, dan aku melihat armor besar, jika di lihat itu seperti armor Accretia, tapi kenapa hanya armor saja?
Banyak pertanyaan di dalam otak ku, dan entah mengapa aku merasa ringan dari sebelum nya,dan aku teringat kejadian saat itu, ya saat AO-24 hancur aku memegang kepala ku dan aku merasa ada yang aneh.
Mengapa aku merasakan kepala ku bukan seperti besi, melainkan sesuatu yang lunak tapi keras, lalu aku mendengar seseorang berbicara.
"bagaimana keadaan mu anak muda?" tanya orang itu menggunakan bahasa yang ku mengerti.
"aku dimana? Dan apa yang sebenar nya terjadi?, maaf nama anda siapa?" tanya ku pada orang itu.
"Nama ku Rayen Strongforld, kau sedang berada di tempat yang bernama Nirvanah, untuk ukuran orang seperti mu kau kuat juga menggunakan armor setebal itu." Jawab Orang bernama Rayen ini.
"orang? Aku hanyalah mekanik dan aku bukan orang." Aku yakin orang ini salah lihat menganggap ku orang.
"haha kau ini sedang ngelantur atau kepala mu terbentur sesuatu? Lihat lah dirimu anak muda." Kata Rayen sambil menunjukan kaca yang lumayan besar.
Aku melihat pantulan gambar seseorang dari kaca tersebut, orang berambut hitam bermata biru langit, seperti corite tapi telinga nya berbeda.
"jadi itu sapa?" tanya ku pada Rayen.
"kau lucu anak muda, itu dirimu pantulan bayangan dari kaca itu adalah dirmu anak muda." Jawab nya sambil tertawa.
Ini aku? Aku bahkan tidak mengenali pantulan bayangan dari kaca itu adalah aku.
"hey anak muda kenapa kau tidak mandi di sungai sebelah sana, kau sudah tertidur selama 1 minggu." Jawab rayen menunjukan aah sungai.
"mandi? Apa itu mandi?" tanya ku pada rayen.
"kau tidak tau apa itu mandi? Jangan bercanda" dia memandang ku dan ia yakin aku hanya bercanda namun kenyataan nya aku serius.
"aku serius tidak tau apa itu mandi, kami bangsa accretia tidak pernah mandi."jawab ku dengan nada serius.
"memang bangsa mu itu seperti apa sih, sampai sampai mandi saja tidak pernah." Tanya nya kepada ku.
"bangsa ku adalah bangsa accretia, kami mekanik jadi kami tidak pernah melakukan hal-hal yang sama seprti organic tetapi terkadang kami belajar dari prilaku seorang organic karena nenek moyang kami seorang organic." Jawab ku jelas kepada nya.
Setelah menjelaskan itu rayen menjelaskan ku cara mandi dan langsung menunjukan arah nya, dan dia berjanji akan mengajari ku hal lain.
Aku berjalan menuju sungai yang di tunjukan rayen sebelum nya, dan terdapat orang-orang yang bentuk nya seperti ariel tapi berbeda entah disebut apa aku tidak mengerti, tanpa basa basi aku segera mandi di sungai dan mereka berteriak dan ada yang berlari pergi dan ada yang hanya menutup wajah nya yang memerah, aku juga bingung mengapa, organic memang sangat menyusahkan.
Aku merasakan badan ku segar ketika bertemu air, rasa lelah dan penat tiba-tiba di ganti dengan kesegaran yang berbeda,tubuh ku menjadi tidak lengket seperti tadi.
Setelah itu aku pergi lagi ke ruangan ku dan disana ada rayen yang menunggu.
"jadi bagai mana setelah mandi?" tanya nya padaku.
"terasa menyegarkan, tetapi ada yang mengganjal pikiran ku." Jawab ku pada nya sambilberfikir tentang kejadian tadi.
"memang ada apa? Sampai ada yang mengganjal di pikiran mu." Tanya rayen
"tadi kau menyuruhku untuk mandi tetapi ada orang-orang di sana sedang mandi juga ku fikir, lalu ketika aku mandi mereka berteriak histeris dan ada yang pergi meninggalkan tempat itu, dan juga ada yang menatap ku tanpa henti, memang kenapa ya?" tanya ku panjang lebar semoga saja ada jawab yang menarik.
"hahaha, jelas saja mereka lari dan berteriak, kau mandid I saat para wanita mandi , kau tau walau kita sama pasti ada sedikit perbedaan yaitu gender, kau itu laki-laki dan yang kau lihat di sungai itu perempuan jadi jelas saja mereka lari,baiklah aku akan mengajari mu sedikit tentang kehidupa organic, oh iya beritahu anma mu siapa, aku lupa bertanya soal itu." Tanya rayen mengulurkan tangan nya.
"AP-1… " aku menggelengkan kepala ku lalu aku menjawab "Apit" jawab ku singkat, nama ku bukan AP-17 lagi aku sudah menyadari bahwa aku bukan accretia, jadi aku harus membuang nama itu.
Setelah berjabat tangan dan berkenalan aku di ajak rayn makan, seingat ku makana dalah dimana kau mengisi supplay bahan bakar, tapi bagai mana organic mengisi bahan bakar?.
Aku melihat mereka berkumpul, dan di sana banyak sekali benda benda yang di sebut makanan oleh rayen.
Lalu ada seseorang yang berteriak dan menunjuk ke arah ku.
"kau… kau yang tadi mengintip kami sedang di sungai, berani berani nya kau…" jawab wanita itu dan sebelu dia melempar pisau yang ada di tangan nya lalu di hadang oleh rayen, rayen menggelengkan kepala nya dan orang itu menurut seketika.
"maaf aku tidak tau jika itu membuat masalah, aku sama sekali tidak au." Tanpa memasang ekspresi apapun mereka melihat ku terheran dan aneh.
Rayen menjelaskan keadaan ku bagaimana dengan mereka, dan mereka akhir nya mengerti akan keadaan ku.
"jadi kenapa kau bisa kemari?" tanya seorang anak kecil di dekat ku.
"aku terdampar karena teleport, dan setelah itu aku tidak tau aku berada dimana." Dari bahasa yang mereka pakai, mereka menggunakan bahasa campuran antara cora dan bellato, mungkin karena tanah mereka di jajah oleh mereka dan merasa terusir.
"jadi kau didalam robit besi itu ya? Apakah teman teman mu juga begitu?" tanya anak itu penasaran.
"tidak, hanya aku yang berbeda dari mereka, mereka hanya robot dengan otak layak nya milik mu." Jelasku padanya semoga saja dia mengerti, dan kucicipi makanan ini aku merasa aneh dan meresa terkesan, rasanya bagaimana ya susah untuk di jelaskan, karena kosakata ku sangat sedikit.
"jadi apakah kau punya teman sama seperti mu?" tnya nya lagi
"iya dan dia sudah hancur." Anak ini mengingatkan ku tentang AO-24 dan setelah itu aku berdiri dan menuju ruangan ku, perasaan tak enak ketika dia menayakan tentang AO-24.
Aku memandangi Armor ku yang rusak, dan juga launcher AO-24 yang tidak layak pakai lagi karena menjadi persiai untuk melindungi ku.
Seketika saat melihat launcher itu, aku teringat saat aku dan AO-24 bersama dari akademi sampai saat terakhir nya.
Aku tidak tau mengapa, tetapi mata ku meneteskan air, sungguh aku tidak mengerti tentang tubuh manusia, dadaku terasa sakit, mataku terus meneteskan air, perasaan sesak entah dariana datang nya.
Lalu Rayn melihatku dan menepuk pundak ku dan berkata. "kau pasti sedih karena kehilangan teman mu." Sedih? Apa itu sedih aku tidak mengerti apa yang Rayn katakan.
"sedih? Maksud dari kata itu apa?" tanya ku masih dengan mata yang berair.
"sedih adalah sifat dimana kau merasa depresi, kehilangan, dan perasaan sesak dan juga sakit di dada, mata menetes kan air itu yang di namakan sedih." Jawab Rayen, dia menepuk kepala ku entah untuk apa, tapi karena dia meepuk kepala ku rasa sakit itu mulai sedikit hilang.
"jadi apakah perasaan sedih ini bisa hilang?" aku bertanya lagi.
"semua butuh waktu, dan itu memakan waktu yang lama, tapi jika kau bisa menerima nya, dan menceoba bahagia kau pasti bisa melewati nya." Setelah berkata seperti itu Rayen menuju pintu untuk keluar dan saat itu aku bertanya lagi. " bahagia? Perasaan seperti apa itu?" lalu Rayen tersenyum dan berkata. " Bahagia adalah perasaan dimana kau bisa senang dan tertawa."
Rumah Sakit Cora Aliansi.
"jadi bagaimana cerita nya sampai dirimu bisa ditangkap oleh Accretia?" tanya Ariel kepada gadis yang di selamatkan nya tadi.
"Awal nya aku hunting bersama teman-teman ku menju elf area, lalu tanpa sadar kami disergap oleh pasukan Accretia, teman-teman ku melawan para Accretia itu, setidak nya ada 4 accretia yang tumbang, namun kekuatan Accretia tidak begitu lemah, mereka membunuh teman-teman ku dengan sadis." Jawab Gadis itu, badan nya menggigil karena mengingat kejadian yang ia alami.
"semoga Decem memberikan tempat yang baik untuk mereka, setelah itu kamu di tangkap hidup-hidup dan tidak di bunuh oleh mereka?" tanya Ariel sambil menenangkan Gadis itu dan membelai rambut birunya.
"begitulah, lalu di saat yang sama aku di penjara oleh accretia itu dan disana juga ada tawanan seorang bellato juga yang tertangkap." Lanjut cerita dari gadis itu.
"kami di paksa menjadi bahan percobaan accretia, dan berhari-hari seelah itu ada Accretia yang berbeda." Dia mengingat Accretia yang mencoba menyelamatkan nya,
"berbeda? Memang dia bagaimana sampai kamu bisa bilang berbeda?" Ariel masih penasaran dengan cerita gadis ini dan kembali bertanya.
Gadis itu melanjutkan cerita nya. "dia mencoba menyelamatkan ku, dan awal nya aku tak percaya lalu dia membuka penjara itu dan menyuruh ku kabur, dia berkata dia memiliki kawan seperti aku dan juga bellato itu, entah aku harus percaya atau tidak tapi seingat ku Accertia tidak pernah berbohong." Wajah nya masih terlihat lemas karena berhari0hari di penajra Accertia dan juga melihat kejadian perang itu membuat mental nya juga sedikit kacau.
Ariel sempat berfikir kalau Itu adalah Apit, namun itu hanya pemikiran Ariel saja dan lalu arile kembali bertanya. " jadi setelah menyuruh mu kabur dia bagaimana? Si Accretia itu." Wajah arel yang tenang dan menunjukan kehangatan membuat gadis itu kembali melanjutkan cerita nya.
"ya dia melindungi kami dari serangan accretia lain, dia bertarung dengan seorang Dewan Accretia, namun teman sang Accretia itu mati melindungi nya, dan setelah mengalahkan Dewan itu ada Accretia yang masih hidup dan menembakan launcher kepada kami, dia melindungi kami dengan tubuh nya, lalu sempat terlihat dibalik dari Kepala Besi milik Accertia itu yang sedikit rusak, Aku melihat Mata, ya Mata yang sama seperti kita semua layak nya mata Bellato ataupun Cora." Setelah mendengar cerita itu Ariel berfikir keras siapa Accretia yang memiliki mata yang sama seperti layak nya organik.
"terimakasih atas cerita mu semoga kau cepat sembuh,jika ada yang ingin diceritakan kau bisa datang kepada ku, oh iya siapa namamu? Aku lupa bertanya." Tanya Ariel lembut.
"Nama ku Rhieta Lancelot." Setelah berkenalan Ariel pergi meninggalkan ruangan itu.
"apakah itu dia? Ataukah Accretia ang lain?" gumam Ariel penuh dengan pertanyaan.
Markas Bellato
Lace yang kini dapet tugas khusus untuk introgasi Bellato yang ia selamatkan, sebenar nya ia malas melakukan nya karena banyak yang harus ia lakukan, karena ini tugas nya sebagai badan elit intel mau gak mau harus di kerjakan.
Namun sebelum introgasi ia melihat gadis bellato itu, dan ia melihat gadis itu masih dala kondisi yang belum stabil dan Lace mengurungkan niat nya untuk memberikan pertanyaan nya.
Terbesit di fikiran Lace untuk menggunakan Mind Snare, yah skill ini adalah skill ayah nya yang diwariskan kepada nya, bisa di pakai disaat orang sadar maupun enggak untuk membaca pikiran orang tau membajak nya untuk memerintah orang itu.
Saat dia menuju ruangan gadis itu pundak nya di tepuk oleh seseorang.
"hai Lace, sedang apa disini." Suara berat dan sudah pasti orang yang lebih tua dari nya memanggil nya.
Lalu lace membalikan badan nya dan ternyata itu adalah Shin paman sekaligus sahabat Ayah nya.
"Paman Shin, aku sedang tugas paman, tapi orang yang menajdi target sedang di rawat aku jadi bingung sendiri, ngomong-ngomong paman, kau tau skill ayah kan." Tanya Lace.
"tentu saja, tetapi skill yang mana dulu, ada skill yang gak ku ketahui karena dia lebih sering mengembangkan skill nya dengan Amethyts dan juga Rogue." Jawab Shin menjelaskan pertanyaan lace.
"Skill Mind Snare, jika kau gunakan di saat orang itu sedang mental nya terganggu dan tubuh nya tidak bagus apakah memberikan masalah?, paman kan kepala rumahsakit dan juga mantan Holy chandra yang menjabat dewan pasti tau entang skill mind snare, aku kurang paham dengan skil ini walau aku menguasainya." Lace garuk-garuk kepalanya bingung dan juga agak ragu yang ia rasakan saat ini.
"Mind snare yah, yah tidak apa-apa sih jika pengguna mind snare tidak untuk membajak pikiran seseorang dengan paksa, dan lagi posisi target mu itu sedang terbaring sakit, kemungkinan tidak menghasilkan efek apapun skill itu juga bisa menajdi pembaca fikiran saja, itu kan skill Cora yang Relvian Pelajarin gak sengaja saat dia bertemu petualang Cora yang lari dari Aliansi karena dibilang pengkhianat, ahahha keinget masa muda." Tawa Shin memecah ketegangan Lace.
"oh iya Lace, kau sdah berteu dengan teman ayah mu Amethyst Hardji?" tanya Shin.
"Amethyst Hardji? Aku Cuma pernah mendengar nama nya aja tapi gak pernah ketemu." Lace memang gak pernah ketemu Amethyst seingat dia sih.
"padahal saat kau kecil dia sering banget gendongin kamu, temuin lah dia gitu-gitu dia calon nomor 1 jadi ibumu." Shin mengacak-acak rambut Lace dan Lace hanya bingung sendiri.
"calon nomor 1 jadi ibu ku? Setauku Ibu ku itu bernama Anarine deh." Lace masih dengan wajah terheran-heran.
"hmm,gimana ya… Amethyst itu kalo ayah mu gak nikah sama Anarine dia lah pendamping nya, namun takdir berkata lain jadi kamu terlahir dari tubuh Anarine bukan dari Amethyst, kalo dari Amethyst mungkin aja rambut mu warna ungu atau mata nya yang ungu."Shin melihat Lace dia melihat sesosok Relvian yang pernah ia lihat, namun bayangan itu menghilang seketika.
"apakah bibi Amethyst sebegitu cinta nya sama Ayah sampai paman bilang dia calon nomo 1 jadi ibu ku?"tanya Lace penasaran.
"yah tentu saja dia sangat mencintai ayah mu, sampai sekarang dia gak mencintai orang lain selain ayahmu si Relvian,aku gak pernah melihat seorang Gadis paling hebat dan kuat di Bellato ini selain Amethyst."Shin menjelaskan semua nya pada Lace, sosok bersahaja dari Shin memang cocok jadi tempat curhat dan sangat friendly banget.
"lalu jika bibi Amethyst di amta paman dia hebat dan kuat, kenapa paman meikah dengan bibi hestia?" pertanyaan gaje membuat Shin tertawa keras.
"hahahah, kau ini ada-ada aja jelas beda lah Lace, Mencintai dan mengagumi itu berbeda, kalo mencintai itu dengan perasaan yang dalam dan juga menggunakan hati, jika mengagumi itu perasaan yang terkesan akan seseorang, pantes aja kau gak peka, sifat ayah mu itu loh 11 12 sama kayak kamu, yasudah temuin dia biasanya dia ada di Hero Stone Grave, mungkin aja kau bisa tau kenapa aku bisa bilang Amethyst jadi calon nomor 1 ibu mu." Setelah berkata seperti itu shin pergi ningalin Lace dan lanjut ke pekerjaan nya.
Lace menggunakan Mind Snare ke Gadis bellato yang di culik Accretia itu, ia melihat semua kejadian itu dan ia catat semua kecuali di bagian Akhir, ia melihat Apit di sana, lalu Lace sedikit terkejut saat melihat di bagian akhir ingatan gadis itu, di balik helem accretia Apit terdapat mata yang sama seperti yang ia punya, dan ini menjadi pertanyaan di kepala lace.
Lace menuju Hero Stone Grave, benar apa yang dikatakan oleh shin, ada seorang wanita bersurai Amethyst sama seperti nama nya sedang berdoa di depan Batu nisan para pahlawan.
Enggan Lace mengganggu do'a yang begitu khusyuk dan tetap menunggu Amethyst selesai berdo'a, karena sense yang dimiliki oleh amethyst sangat tajam dia tau dibelakang nya ada seseorang.
"ada keperluan dengan ku?" tanya Amethys agak dingin tak berubah oleh waktu.
Lace yang ditanya agak bingung sendiri mau jawab apa,karena dia kesini hanya ingin ngecek aja bener apa enggak yang dikata oleh shin.
"anu..err gimana ya…" Lace panik dan jadi kehilangan kata-kata yang ada di kepala nya.
Amethyst menghadap belakang dan melihat Lace, namun dimata Amethyst sedikit berbeda dia melihat Relvian, "Relvian? Benarkah ini Relvian?" Amethyst menghampiri Lace lalu bayangan Relvian yang ada dimata Amethyst menghilang dan berubah menajdi Lace.
"anu…Bibi Amethyst? ini Aku Lace bukan ayahku."Lace menyadar kan Amethyst dari bayangan yang ia lihat dan Amethyst tetap saja masih ada perasaan yang hilang dari diri nya.
"Lace…" agak lama Amethyst memandangi wajah Lace dan ia lihat dari wajah dan rambut perpaduan orang yang ia kenal, Relvian dan Anarine Mata Merah dan gaya rambut berantakan Khas Relvian, dan warna rambut coklat dan wajah manis yang dimiliki Anarine, tanpa kata Amethyst memeluk erat lace, layak nya perasaan ibu dan anak, atau yang lain kita gak tau hanya Anarine dan tuhan lah yang tau.
"sudah lama aku ingin melihat mu, 20 tahun seperti nya kalau di lihat dari umur mu." Amethyst mengacak-acak rambut lace dan lace hanya bisa tersenyum.
"yah dari 20 tahun terakhir ini pertama kali nya, aku benar-benar lupa dengan wajah bibi, dan lagi mungkin orang tidak percaya kalau bibi umur nya sudah lebih dari 30 tahun." Setelah berkata seperti Lace dapat hantaman keras di perut nya.
"pelajaran Pertama, jangan membahas Umur seorang wanita atau kau langsung pergi kesurga." Pukulan telak dari Amethyst tenaga yang tak berubah dari 20 tahun yang lalu layak nya masih bertugas di kemiliteran.
"ukhhh,tapi bi memang kenyataan begitu, ukhhh sakit nya….."Lace meringis kesakitan yah kekuatan Inflitrator di zaman nya memang bukan nama belaka.
"maaf lace, reflek sepertinya kau tidak biasa seperti ayah mu,tak kusangka akan bertemu dengan mu dari sekian lama." Amethyst melihat Lace yang sekarang sama seperti melihat relvian sebelum ia tewas, hanya saja Lace sedikit lebih tinggi.
"ada banyak yang ingin kuceritakan ke bibi,mungkin bibi juga ada cerita yang hars ku dengar." Mengingat kata dari Shin, pasti Amethyst sangat banyak tau tentang keluarga nya, dan juga bisa menajadi tempat curhat.
"jika kau tidak bertugas tak masalah, sebaiknya lebih enak kalau dirumah bibi saja jika ingin bercerita." Ajak Amethyst dan lace mengikuti di samping nya.
DI tempat lain.
Malam itu aku duduk termenung diatas batu dan melihat satelit asli planet Novus, bentuk nya tak berbeda dari satelit yang di buku yang ernah ku baca yang bernama bulan.
Aku berfikir, untuk apa aku diciptakan oleh para Accretia, dan bagaimana aku bisa hidup layak nya mereka,banyak pertanyaan yang ada dikepala ku, contoh nya seperti aku terlihat berbeda dari Bangsa Corite ataupun bellato.
Dan di lain pihak aku harus bagaimana dengan keadaan ini? Apakah aku kembali ke Accretia atau aku menjadi para penduduk Asli novus, netral tidak ikut campur urusan tiga bangsa yang berbeda ini.
Kepala ku terasa sangat berat memikirkan nya, untuk tidur pun sulit.
Memang aku sudah belajar banyak tentang kehidupan layak nya orang normal,tata cara berpakaian,berbicara, sopan santun kupelajari dengan singkat, namun masih ada yang mengganjal di kepala ku ini.
Lalu Rayen mengahmpiri ku dan duduk di samping ku lalu berkata, "jangan terlalu memaksakan dirimu, jika kau tidak mengerti itu tak masalah, sedikit demi sedikit pasti akan terungkap yang nama nya kebenaran." Ketika rayen berkata seperti itu, di kepalaku terdapat pertanyaan yang mungkin harus kucari dengan cepat jawaban nya.
Lalu aku bertanya dengan rayen "hey rayen menurut mu aku ini siapa?" , rayen tertawa mendengar pertanyaan ku, " jelas lah kau itu ya dirimu sendiri bukan orang lain, kau fikir kau itu siapa? Monster ? hahaha." Dia menjawab dengan santai dan memang ada benar nya, aku ini ya diriku sendiri, namun pertanyaan yang paling serius adalah Aku ini Apa?.
To be continued?
Kembali lagi dengan Fanfic change Lanjutan dari chapter sebelum nya karena cerita nya masih menggantung hebat, dan di chapter ini malah makin ngegantung dan bikin penasaran, author nya juga penasran mau lanjut nya gimana hahaha.
Well did you know ada sebagian dari cerita di fanfic ini adalah kisah nyata Author? Haha itu hanya cerita yang sama namun dikemas secara berbeda.
Jujur chapter ini adalah chapter kesukaan gue, karena gue buat nya merevisi dari chapter awal sampe akhir, walau semua chapter gue revisi dari awal entah kenapa gue demen aja ni chapter, semua chapter sih favorit namun ada perbedaan nya masing masing sih.
Character baru disni yaitu Rayen Strongforld, entah kenapa gue bisa buat nama ini, dia disini jadi spporting character untuk Apit, dia ngajarin apit yang layak nya bocah polos gak tau apa-apa karena supporting awal nya mati si Ao-24 ya harus ada supporting lain kalo enggak ya gak jalan cerita nya.
Lalu Ada Rhieta Lancelot, ini character khusus buat Mbak Rhieta karena udah nuntun ane dari Awal Chapter sampe sekarang, dan udah minta izin jadi ane buat lah dengan nama nya ahaha.
Kemunculan Amethyst akan menjadi jalan cerita di chapter selanjut nya, mungkin saja berubah karena bisa jadi certia pindah alur ke alur Rhieta.
Ya kemungkinana besar sih chapter selanjut nya filler Relvian, karena pengen ngejelasin alur nya dulu jadi stay di fanfic ane terus yah see you again bye bye….!
jangan terlalu memaksakan dirimu, jika kau tidak mengerti itu tak masalah, sedikit demi sedikit pasti akan terungkap yang nama nya kebenaran – Rayen StrongForld chapter 12
