Fanfic By Natsu Michaelis or Hafidz Haan
INFO Chapter ini dengan Orang ketiga dan terkadang menggunakan P.O.V
Fanfic Change Chapter 12.5 – Relvian Story chapter 4
Cuplikan chapter sebelum nya : "sial kenapa harus sekarang gue suka sama nih anak, Kenapa gak dari dulu, dan kenapa baru sekarang gue sadar nya." Relvian mengutuk dirinya sendiri.
Lalu Relvian berfikir tentang Anarine, apakah dia harus memberitahukan ke Amethyst tentang itu? Atau kah harus dipendam begitu aja?
"Oy Ame ada yang mau gue omongin."
"oy Ame ada yang mau gue omongin" dengan nada serius Relvian berbicara, dan Amethyst merasa aneh dengan perubahan relvian.
"eamng lu mau ngomong apaan?" tanya nya bingung.
"gua rasa kalo disni gak tepat." Relvian menggandeng tangan Amethyst dan dia menuju ke Tempat Hero Stone Grave, karena tempat itu sepi dan jarang di hampiri orang.
"jadi lu ngapain bawa gue ke sini?" Amethys natap relvian aneh.
"Gini, sebener nya gue…." Ucap relvian terhenti.
"lu sebenr nya apa? Ngomong yang jelas napa." Amethyst dengan tatapan bosan.
"janji lu gak akan bilang pada siapapun, dan berjanji jaga rahasia ini sampe lu mati." Relvian membuat perjanjian ke Amethyst.
"ya gue gak akan bilang sama siapapun." Jawab Amethyst serius.
"sebenr nya gua….. jatuh cinta sama Cora." Ucap relvian serius.
Mendengar itu Hati amethyst serasa Pecah dan menjadi butiran debu, sakit memang tapi tetap mencoba bertahan.
"lalu? Hanya itu?" tanya Amethyst dingin.
"gak Cuma itu, dia juga …. Lagi mengandung anak gue." Plakkk… Setelah berkata itu Relvian kena tampar cukup keras suara nya.
"ya lu boleh tampar gue sekeras apapun, tapi kenyataan memang gitu Ame, gua rasa lu bisa jaga rahaisa ini dari siapapun, dan jika sampe tau ini bakal jadi masalah juga buat federasi." Relvian merasakan tamparan itu sampai ke hati dan perasaan Amethyst sangat terasa dari amparan itu.
"hiks..hiks…" tangis sang ratu es sedikit demi sedikit air mata itu jatuh.
Relvian kaget melihat Amethyst menangis, baru kali ini ia melihat ekspresi Amethyst yang seperti ini.
"me.. napa lu nangis, gua bingung kalo lu gini." Relvian ngusap air mata amethyst namun ia menepis tangan itu.
"jika lu tau, hiks..gua…suka sama lu!" sedikit berteriak dan menangis amethyst mengucapkan kalimat itu.
"maaf gua telat menyadari itu,tapi.. gua akuin lu emang pengertian makasih Me." Penolakan halus yang Relvian lakukan untuk amethyst sedih memang rasanya tapi apadaya memang kenyataan itu pahit.
"bego, bego bego.! Dasar gak peka!" Tangis Amethys kesal.
Secara instan Relvian memeluk Amethyst dan mengusap rambut ungu nya, untuk menenangkan sang Ratu Es.
"maafin gue me, mungkin jika gue gak telat menyadari perasaan lu, lu gak akan merasakan kayak gini." Ucap relvian.
Kesal dan juga sedih yang Amethyst rasakan,namun takdir berkata lain Relvian bukan untuk nya, namun Amethyst tetap pada pendirian nya.
"sampai gua mati, ataupun kita terpisah gue tetep suka sama lu, dan gak akan tergantiin, karena..lu udah ngubah hidup gue."mata terpejam dan amethyst mendekatkan wajah nya ke wajah Relvian, yah ciuman singkat untuk mengobat sedikit rasa sakit hati nya, setelah itu dia meninggalan Relvian.
Hujan turun menerpa Relvian, Air mata yang mengalir dari mata nya tertutup oleh tetesan hujan, lalu dia bergumam.
"bodoh nya gua, melukain perasaan perempuan yang bener bener cinta sama gua, dasar gue ini cowok lemah yang pernah ada." Saat ini sang warchon tengah bermandikan air hujan dan juga galau menerpa diri nya.
Sangat cocok keadaan yang sekarang hujan deras, awan gelap dan juga seseorang yang galau di tanah lapang.
1 hari kemudian di markas cora
Markas Cora.
Mata tajam berwarna biru itu menunjukan dirinya menyimpan rencana yang matang, wanita ini sudah menunggu saat ini untuk menjath kan seseorang.
"Chamtalion Prime, kapan rapat dengan seluruh bangsawan cora dimulai." Ucap wanita itu.
"sekitar setengah jam lagi Nona Sestina." Ucap sang Chamtalion sambil memberi hormat, walau tingat nya sudah chamtalion dia tetap hormat dengan status bangswan yang dimiliki wanita ini.
"persiapkan semua barang bukti dan juga berkas yang sudah kita persiapkan, ini Saat nya untuk menyingkirkan mu Anraine Fernandez." Mata penuh kebencian menunjukan dia sangat benci keapda Anarine, dia sudah menunggu saat ini akan terjadi.
Di lain sisi Anarine tampak lesu karena kandungan nya yang bisa dibilang saat-saat vital untuk diri nya, walau perut nya tak menunjukan kalau dia terlihat mengandung, namun tetap saja keadaan nya sangat tidak baik.
"Kak Anarine gak apa-apa?" tanya Sebastian sedikit khawatir tentang nya.
"tidak apa kok, hanya saja aku merasa gak enak badan." Anarine memijit kepala nya agar meringan kan beban di kepala nya yang dari tadi terasa berat.
"kurasa kau tak perlu memaksakan dirimu, toh kakak mu sudah hadir di rapat itu juga sudah cukup." Ucap Hafidz yang kini 11 12 khawatir tentang teman nya ini.
"aku tak bisa begitu saja meninggalkan kewajiban ku, dan yah ini sudah biasa bukan." Jawab Anarine sok tegar.
"yah Anarine memang begitu, mau gimana lagi?" Rajes hanya mengangkat bahu nya tanda ia tak bisa apa-apa lagi.
"ngomong-ngomong, kau yang paling muda di rapat itu ya sebas?" tanya rajes.
"yah begitulah, aku menggantikan posisi Ayah, dia sudah saat nya pensiun, lebih baik dia melati adik ku saja dirumah." Sebastian melihat gerak gerik aneh dari Anarine, dia bingung mau apa jadi nya hanya bisa pura-pura gak tau aja.
"Haha menggantikan Si tua Ravrick, yah kau memang sedikit berbeda dari dia, kau lebih enak di ajak kompromi." Ucap rajes sambil mengacak-acak ambut hitam sebas.
"haha, ayah memang gitu dia sedikit kaku." Sebastian hanya terkekeh geli dengan ucapan senior nya dan juga tindakan-tindakan diluar dugaan dari senior nya ini.
"dasar kalia beruda ini, gak jauh beda." Hafidz hanya memandang aneh adik angkat dan juga junior nya yang sedikit sableng.
Tak kerasa berjaan sambil ngobrol merka sudah tiba di ruang rapat para bangsawan Corite dan juga para Archin dan juga dewan.
Sedikit do'a –do'a untuk Decem dan juga Saedikit sambutan biasa yang di lakukan lalu rapat dimulai.
"Jadi, Rapat kita kali ini adalah tentang Pasukan Bellato yang mulai mendesak kita, dan di lain sisi, Accretia juga menyerang dari sudut kita yang lain,bagaimana ini bisa terjadi?" ucap Tetua Albert.
"Saya Sebagai Archon juga sedikit kaget dengan serangan dari Bellatean, dikarenakan mereka yang jarang menyerang lalu mereka menyerang balik seperti ini benar bener diluar dari perhitungan saya." Ucap sang Archon.
"Di lain sisi juga, banyak pandangan dari Kalangan Menengah yang saat ini kurang mempercayai para bangsawan." Lanjut sang archon.
"ya Benar para kalangan menengah saat ini benar-bener menganggap kita para bangsawan melalkuan ketidak adilan untuk mereka." Ucap salah satu bangsawan Cora.
"aku setuju dengan Para Kalangan Menengah,Para bangsawan ukhmm aku tau mau menyebutkan nama-nama nya terlalu banyak, mereka hanya emikir kan kekuasaan, dan juga harta, jadi para kalangan menegah menyadari hal itu." Ucap Hafidz Panjang dan menyindir bangsawan lain.
Brakk.. Meja dehntakan oleh seseorang bangswan Cora"kau.. berani berani nya bilang seperti itu, itu sama saja kau Mencoreng nama Bangsawan." Dia marah akan sindiran dari hafidz.
"aku bukan mencoreng nama bangsawan, hanya saja Bangsawan itu telah mencoreng nama nya sendiri, sebut saja kasus Korupsi kemarin, itu sungguh memalukan, bukan kah begitu Tuan Lochnest?" pandangan menusuk membuat Bangsawan itu terhenti dan tak jadi melawan apa yang dikatakan hafidz.
"ck.. sejujur nya saja, aku juga muak dengan rapat ini, hanya memikirkan golongan tertentu saja,apa yang di bilang Tuan hafidz juga benar adanya,beberapa bangsawan menyelewengkan jabatan dan juga nama nya." Ucap seorang wanita bangsawan yang lain.
"begini saja,jika kalangan menengah itu sampai menyerang balik kita ini sama saja menghancurkan Aliansi Cora,apakah kalian tidak memikirkan nya sama sekali? Kami Para pemimpin Militer hanya bisa melakukan hal tertentu saja untuk meredam itu, sisa nya ya dijalankan kalian para bangswan yang memimpin pemerintahan, jangan sampai para kalangan menengah memberontak, karena kalangan menengah adalah sumber kekuatan Aliansi dan juga sumber keuangan aliansi itu sendiri." Ucap Chamtalion Kalos.
Banyak bangsawan yang menunjukan kebencian ke hafidz karena mengungkapkan sesuatu yang sangat fatal bagi kedudukan mereka, di lain pihak para petinggi militer menjadi tak mendukung mereka.
"Warchon fernandez bisa anda jelaskan tentang kekalahan anda di elan?" ucap Tetua Albert mengganti topik, karena topik sebelum nya sangat panas.
"baiklah, kekalahan saya di elan menunjukan bahwa saya sedikit mengalami perhitungan yang salah, namun para Anggota yang saya bawa tidak ada korban jiwa maupun yang terluka, jika kita perang di elan pun hasil sama saja, karena ketika saya melihat keadaan sebenar nya, Para bellatean sudah mengumpulkan pasukan nya lebih lama dari pasukan yang saya bawa." Ucap Kakak Anarine rinci.
"jadi begitu, lalu kau kalah 1 lawan 1 dengan seorang bellato itu?" tanya Lochnest.
"ya dia Bernama Relvian Lachrymose, Warchon Bellato, dia sangat kuat dan juga sangat cerdik saat bertarung."jelas Siegfried.
"bisa kau jelaskan lebih detail lagi?" tanya Tetua Albert.
"kalau itu biar kau yang menjelaskan." Ucap hafidz.
"aku baru bertarung dengan nya beberapa hari yang lalu, dia Warrior yang unik, kekuatan nya tak seperti tubuh ny, dia menyimpan banyak force, dan lagi ketika dia dengan Aura hitam yang di tubuh nya keluar dia sangat berbahaya.
"jangan lupakan Partner nya, dia juga memiliki partner yang hebat, dan kurasa dia memiliki 2 partner, sang Archon dan juga teman nya itu." Ucap rajes.
"lalu kau menang atau kalah?" tanya Sang Archon.
"kami seimbang, walau aku gunakan Absolut eye dan juga Adik ku menggunakan Eye of future, tetap saja merka bisa mengimbangi kami."ucap Hafidz serius, dia ingat betul akan kekuatan Relvian dan juga partner nya.
"tidak mungkin Absolut eye dan eye of futre bisa di tahan?" Ucap Sang Archon tidak percaya, wajar jika tidak percaya selama ini mereka berdua bisa mengalahkan pasuka-pasukan elit bellato dan Accretia hanya berdua, tapi ini merka bisa di taan oleh 2 orang saja.
"sangat diluar dugaan,kita harus membereskannya, secepat mungkin."ucap tetua Albert.
"ukhmm, maaf menyela tapi aku bisa menyingkirkan nya, dan juga seseorang disini juga sangat dekat dengan bellato itu." Sestina dengan pandangan licik dan juga jahat menunjukan berkas-berkas yang ia siapkan.
"salah satu dari kita ada yang berkhianat." Ucap nya keras.
"Berkhianat? Bagaimana mungkin?, jika kau memang tau siapa dia tunjukan itu sekarang." Sang Archon marah.
"layar proyeksi menunjukan Anarine dengan relvian sedang berasama, dan juga berkas berkas menunjukan hasil yang valid.
"Anarine Fernandez, apa hubungan mu dengan orang ini?" desak sestina.
Anarine menjadi pucat dan juga tertekan, saat yang sangat tidak di untungkan untuk nya.
"aku tak ada hubungan nya dengan dia." Jawab Anarine sedikit ragu dengan ucapan nya.
"lalu dengan data ini, kau masih mengelak tak ada hubungan dengan nya?" Sestina menunjukan Data tentang kehamilan Anarine.
"apa bagaimana mungkin Anarine?" Siegfried kaget bahkan shock, karena adik nya yang ia kenal betul dengan sifat dan juga prilaku nya bisa melakukan hal itu, erlebih dengan bangsa lain.
"Jadi menurut kalian Hukuman apa yang harus di berikan kepada Nona Anarine Fernandez?" ucap Sestina dengan yakin akan kemenangan nya.
"sesuai dengan perjanjian yang di tulis, maka Anarine fernandez mendapatkan hukuman mati."wakil dari para tetua itu menyimpulkan.
Brak… Meja bundar yang terbuat dari batu marmer itu di gebrak dengan keras.
"aku tidak setuju dengan hukuman itu."Sebastian yang paling muda malah menentang apa yang di perjanjian tertulis tersebut, di lain sisi Siegfried sang kakak tak berani mentang keputusan itu.
"apa maksud mu Tuan sebastian? Apa anda menentang perjanjian tertulis ini?" tanya wakil tetua tersebut.
"itu hanya perjanjian yang di buat oleh orang, namun jika di fkir menggunakan logika apa yakin kalian bangsa Aliansi cora yang terkenal akan kesucian nya?" Sebatian marah bukan main, karena menurut nya perjanjian tersebut di buat umtuk mengekang kebebasan seseorang.
"tapi dia telah kehilangan kesucian nya, jadi apakah masih di sebut suci?" tanya sestina
"memang Nona Anarine telah kehilangan kesucian nya, namun tidak kah anda bertanya mengapa dia bisa kehilangan itu? Jika memang nona sestina harus mendapatkan hukuman mati, anak dalam kandungan nya juga mati, apakah ini yang nama nya Aliansi suci Cora? Membunuh anak yang belum lahir?" Sebastian kembali bertanya pada para bangsawan.
Orang orang yang mendengar itu agak ragu untuk menjatuhkan hukuman tersebut.
"namun tetap saja,pertarutran tetap lah peraturan." Ucap sestina kukuh.
Hati para bangswan tersentuh akan ucapan Sebastian lalu sang tetua merubah huuman Anarine
"aku setuju dengan Tuan Sebastian, namun Phukam harus tetap berikan, jadi keputusan yang ku buat adalah Anarine di usri dari Aliansi Cora, persiapkan barang mu dan tinggalkan Aliansi cora secepat nya." Ucap tetua Albert.
"aku mempunyai satu permintaan, aku akan mengantar Nona Anarine sampai perbatasan cora dan sampai saat itu dilarang ada yang menyentuh atau mencoba membunuh nya, jika ada yang berani melakuka nya, Dengan Berat hati Aku akan membuat nya lenyap dari kehidupan." Tekanan Force yang di berikan oleh Sebastian benar benar kuat, bahkan sampai sang Archon bergedik ngeri akan kekuatan nya itu, walau terbilang sangat kuat sang Archon memiliki firasat yang sangat tajam.
Setelah itu Sebastian keluar ruangan rapat dan di susul oleh kedua senior nya.
Sebastian meninju salah satu pilar yang ia jumpai, dengan force nya ia meninju pilar itu dan membekas.
"hey sebastian ada apa dengan dirimu?" tanya HAfidz menghampiri nya.
"aku tak menyangka senior Anarine…" ucap nya melemah.
"haaah aku tau, kau mempunyai perasaan yang lebih dari Senior dan junior ya kan Sebas?" kini rajes yang biasa nya gak peka mengucapkan kata-kata yang sangat masuk akal.
"aku mengerti apa yang kau rasakan,lagipula kau bisa mengatakan nya walau sudah telat tentang perasaan mu." Hafidz menepuk kepala sang junior untuk menenangkan hati nya yang kacau.
"kami akan membantu mu mengawal Anarine." Rajes menunjukan jempol nya, yah dia bersedia membantu sebastian.
Di suatu tempat di markas Cora
"cih, anak itu berani berani nya dia menggagalkan rencana ku,Siapkan pasukan kita akan menghancurkan anak itu sebelum perbatasan Cora." Mata sestina terlihat sangat sebal karena sebastian.
"baiklah nona, pasukan elit akan saya siapkan segera." Ucap sang pelayan.
Kembali lagi ke rombongan Sebastian Dkk.
"jadi kalian mengawal anarine samapi perbatasan?" tanya Ara pada sang suami.
"begitulah jadi kemungkinan selama 2 hari atau lebih aku gak pulang, jaga dirimu dan rea baik baik ya."Hafidz menngusap –usap kepala Ara agar gak khawatir akan kepergian nya.
"jadi Anarine, setelah ini kau bagaimana?" tanya rena.
"aku akan menemui dia, kurasa ini memang waktu yang tepat, maafkan aku karena dicap sebagai pengkhianat, apakah kalian masih ingin berteman dengan ku?" tanya anarine sedikit khawatir dengan keadaan nya sekarang di mata mereka.
"seorang sahabat gak akan meninggalkan sahabatnya walau dia telah melakukan kesalahan yang membuat dirinya terjatuh dalam kegelapan, karena Sahabat itu adalah saudara di saat susah."rena memeluk Anarinemelepas kepergian sang sahabat, bisa dibilang untk waktu yang amat sangat lama.
"sebastian tolong jaga anarine yah, kalian berdua juga berhati-hati lah firasat ku tak enak." Ucap Rena.
"aku tau, wanita ular itu pasti merencanakan sesuatu yang lain." Ucap rajes sambil memakai sarung tangan baru buatan nya.
"kau menyadari nya?"tanya Haifdz pada sang adik.
"tentu saja, alangkah bodoh nya tidak bisa membaca wajah si wanita ular itu,jika perhitungan ku gak salah, pasti kita di sergap sebelum perbatasan, tapi tenang anak guild ku sudah ku tugaskan berjaga di sana."
"keputusan yang bagus."ucap hafidz, "saat nya berburu ular dan juga telur telur nya." Sambung hafidz mata kanan nya sempat sedikit terlihat dan mengeluarkan aura tajam.
Anarine memanggil Relvian melalui Log nya dan menggunakan koordinat khusus milik relvian.
"hey, apakah persiapan nya sudah siap aku akan berangkat di tempat yang di janjikan." Ucap anarine melalui log.
"baiklah aku akan segera berangkat, jaga dirimu baik baik." Balas relvian lalu menutup telfon.
Ketika sedang bersiap pundak relvian di tepuk oleh seseorang,
"oi relvian." Ucap orang itu.
"ohh ada apa ren?" ternyata yang menepuk pundak nya adalah sang partner sekaligus archon bellato.
"gua dah mendengar semua nya dari Amethyst, kenapa lu menyembunyikan nya selama ini bodoh..!" buakkk, wajah relvian di hantam oleh pukulan keras sang grymnystre.
"gua mengerti keputusan lu, tapi ngomong kek, lu anggap kita ini berteman sudah berapa lama idiot." Ucap sang ren yang biasa nya kalem menjadi marah besar.
"maaf,gua takut lu semua menyerang gua dan dia ketika gue ceritain semua nya ke elu,dan kalo lu dah ngerti sekarang biarin gue pergi nemuin dia." Relvian berdiri dan siap pergi menggunakan teleport.
"kalo gitu seengak nya gue ikut dengan lu, lu tau sendiri Cora gimana, bisa jadi ini jebakan."ren memaksa dirinya ikut pergi dengan relvian.
"yah gua gak masalah, tadinya gue mau ajak rogue sih."Relvian kini telah siap dengan semua yang dia butuh kan dan juga ren dengan sigap mensiapkan semua perlatan yang di butuhkan.
"jika ini menjadi medan pertempuran, tolong jangan serang dia, jika lu sampe nyrang dia gua mau gak mau bunuh lu walau lu kawan gua." Relvian menngingat kan sekaligus mengancam Ren.
"gua gak akan melakukan hal sekeji itu sama temen gue sendiri, yuk berangkat." Ren dan Relvian menuju portal dan akan menunggu di tempat yang di rencanakan relvian.
Kembali lagi ke tempat cora, Anarine, sebastian,Hafidz dan rajes telah meninggalkan marakas cora secara cepat dan juga gak di ketahui orang-orang ramai. Dalam perjalan yang cukup panjang itu sempat beberapa kali istirahat karena keadaan Anarine yang kurang sehat.
"senior anarine apa masih kuat? Mau istirahat lagi? Lagian masiha ada 1 hari hari lagi perjalanan menuju lands cave." Ucap sebastian khawatir akan keadaan sang senior.
"yah kurasa memang begitu, aku seperti nya agak gak kuat jika memaksakan diri." Anarine bersandar di salah satu pohon besar untuk merileksan badan nya yang lelah.
"aku akan menyiapkan kemah."rajes dengan sigap membangun kemah untuk istirahat.
"kalau gitu aku akan nyiapin api unggun dan juga masak untuk kalian." Hafidz pergi mencari kayu kayu untuk api unggun.
Kini anarine dan sebastian tinggal berdua, ternyata para senior nya bener bener peka akan hal seperti ini membiarkan mereka berdua untuk bicara serius.
"senior anarine, jika aku boleh tanya seperti apa sih ayah dari anak ini?" tanya sebastian.
"dia anak dari Bellato yang terkenal,wakil Archon dari Bangsa Bellato, Relvian Lachrymose,pria berambut merah jabrik dan bertalenta." Ucap anarine sambil mengelus perut nya.
"jika sampai seperi ini, senior Anarine benar benar menyayangi orang itu yah."hati sebastian sakit saat anarine menjelaskan ayah dari sang anak yang ia kandung, karena anarine juga benar benar mencintai orang itu.
"yah sangat, aku sangat menyayangi nya, lebih dari itu ini nama nya cinta, tidak memandang dia itu bangsa apa, bentuk nya seperti apa,sifat nya seperti apa,karena punya ikatan tersendiri." Ucap Anarine lembut.
"kau tau Senior anarine, sebenar nya aku suka pada mu, walau sudah telat sih, apa salah nya untuk jujur kan."Sebastian mengungkapkan isi hati nya walau perih nambun ia tetap lakukan.
"terimakasih itu membuat ku senang, namun kamu itu udah kayak adik ku,aku sayang padamu sayang sebagai kakak, maaf membuat mu kecewa."Anarine menepuk kepala junior nya ini, memang begitu kenyataan nya dia tidak menutup-nutupi nya.
"baiklah aku akan membantu senior yang lain untuk bersiap."Lalu sebastian meninggalkan Anarine dan sedikitterlihat oleh anarine tetas air mata Sebastian, yah sakit memang cinta nya di tolak tapi ia mencoba tetap tegar, ia melihat junior nya itu benar benar sudah dewasa sekarang.
"jes,lu ngerasa kita di ikutin pada assasin gak?" tanya Hafidz ke adik nya.
"iya bang, kayak nya dia mau nyrang pas kita lengah, dan lagi ini Assasin elit,aku dah masang radar di area perkemahan sih tapi tak terduga mereka gak menyadari itu." Rajes melempar lempar bola kecil yanga ada di tangan nya.
"kurasa alat mu berkerja, nanti kita akan membasmi tikus kecil agar gak mengganggu."ucap Hafidz yang kini lagi masak buat makan malam.
"oi Sebas, kau nanti malam jaga ya ntar gantian, kau yang pertama."rajes menyuruh sebastian berjaga untuk malam ini.
"ya gak masalah emang senior mau ngapain?." Tanya Sebas.
"berburu bentar lumayan kan tempat gini gak berburu sayang, apa lagi ada tikus kecil yang buat di buru rasanya menarik." Senyuman aneh yang terpampang di wajah rajes, senyum aneh nya menunjukan dia mempunyai rencana tersendiri.
To Be continued.
Halo guys ketemu lagi dengan Hafidz-haan di Fanfic change, haha gak sabar pengen liat alur relvian yah monggo ini udah jadi,yah walau masih ada beberapa yang belum gua tulis karena belumm dapet ide nya jadi ane potong lah di sini.
Well di sini terlihat Sestina itu karakter yang jahat, yah pada awal settingan nya sih begitu, karena persaingan dan benci jadilah dia.
Ngomong ngomong soal cerita, kayak nya pas rapat bacaan nya terlalu berat deh atau monton gitu, yah maap aja sih biar terkesan agak bagus dikit aja ane buat begini.
Jujur gua aja kaget bisa buat beginian alur nya entah kenapa,well di samping cerita relvian yang sebentar lagi kan beres sekitar 2 atau 3 chap lagi lah, cerita Lace Dkk juga akan makin intense, kemunculan APIT yang seorang manusia yang memakai Armor Accretia yang khusus, padahal dari awal hint nya udah ane kasih tau kalao Armor nya Api itu berbeda dari yang lain,mungkin gk ada yang terlalu memperhatikan hahaha.
Story line nya Lace sendiri kayak nya bener bener ane lambatin soal nya kalo terlalu cepet juga nabrak Line nya pakde Mie sih, soal nya masih satu dunia sama pakde ini yang agak rumit dari awal juga udah ane persiapin soal ini, dan salah nya di ane ane ngambil dunia pakde di pertengaan chapter nya gak pas awal, kalo masih di awal sih masih enak, nama nya juga fans dan sekaligus khilaf, dan mana juga dah ada 18 chapter khilaf yang bener bener khilaf, ini dari ane langsung minta maaf buat pakde yah, masuk story line nya tapi tenang ane gak ngacau kok.
Maybe nanti di Arc Lace, Zofi,Rokai dan Lake bakal sering muncul sih,tapi dengan kondisi dan cerita yang agak berbeda dan juga kemasaan yang berbeda pula, ane demen make rokai karena dia keren dan ganteng strong pula, pas lah buat di nistain hahahaha becanda.
Chapter besok balik lagi ke Story line nya Apit,Ariel,lace yah kalo ada saran soal story line bisa di taro di review dan juga kalo ada ide buat event story silahkan masukin aja di review.
Kalo mau Character nya mau di masukin juga gak apa-apa silahkan PM atau revie juga boelh ntar tak kaji lagi.
Tahanks udah mau baca fanfic gak jelas ini See you guys in next chapter.
"seorang sahabat gak akan meninggalkan sahabatnya walau dia telah melakukan kesalahan yang membuat dirinya terjatuh dalam kegelapan, karena Sahabat itu adalah saudara di saat susah." Rena Sieghart
