Chapter 13 – Love is Beautifu Pain And partice about Force.

Fanfic Change By Hafidz Haan/Natsu Micahelis.

Dislcaimer

Cuplikan di chapter sebelum nya

"sudah lama aku ingin melihat mu, 20 tahun seperti nya kalau di lihat dari umur mu."

"ada banyak yang ingin kuceritakan ke bibi,mungkin bibi juga ada cerita yang hars ku dengar."

rayen "hey rayen menurut mu aku ini siapa?"

" jelas lah kau itu ya dirimu sendiri bukan orang lain, kau fikir kau itu siapa? Monster ? hahaha."

Lace sekarang mengikuti Amethyst menuju Rumah sang Bibi, jika di lihat memang Lace merasakan ada sebuah ikatan yang lain dengan sang bibi, mendengar kata-kata Shin ia bilang Amethyst adalah Calon ibunya No 1, tapi ada apa di balik itu? Mungkin itu yang Lace fikirkan.

"Hey Lace kau mengambil job Inflitrator yah?" Tanya Amethys tanpa mengadap ke Lace, Lace yang di tanya langsung sepontan menajwab Iya.

"Begitu ya,tak kusangka Anak dari seorang Dark priest dan juga Berseker mengambil job Inflitrator luarbiasa,hihi." Amethyst tertawa kecil melihat anak dari orang iya cintai berbeada Job dari ayah atau ibu nya Lace.

"Yah begitulah bibi,mungkin karena aku dibesarkan oleh Paman Rogue yang notabene seorang Inflitrator, jadi yah mungkin aku mengikuti langkahnya, dulu sebelum aku mengambil job dia hanya bercerita ayahku seorang yang hebat tak lebih dan kurang." Ucap Lace mengingat apa sang paman katakan.

"Yah itu adalah sifat nya Rogue, ia tak mau membebani mu, dia hanya ingin kau memilki tujuan mu sendiri dan gak memaksakan,nah kita sampai Lace ini rumah bibi." Rumah yang besar dan lebar, tidak diragukan rumah mantan Dewan elit, ketika masuk langsung disambut para pelayan.

"Selamat datang Nona, bagaimana hari anda nona." Ucap mereka serempak.

"Seperti biasa hanya saja berbeda sedikit, tolong siapkan minuman." Perintah Amethsyt pada para pelayan.

"Baik nona akan kami siapkan." Dengan sigap mereka berkerja, Lace yang melihat hanya berkata wah saja, bahkan di rumah Sang Paman Rogue gak begini walau setara kekayaannya.

"Nah Lace jadi apa yang kau ingin ceritakan? Atau mungkin ada yang kau ingin tanyakan padakau?" tanya Amethyst yang kini di sebelah lace.

"Banyak yang ingin kuceritakan bi, tetapi saat ini ada yang sangat ingin ku tanyakan, mengapa Paman Shin bilang bahwa bibi jadi calon nomor satu ibu ku?" Tanya lace tanpa basa-basi.

"Bagaimana yah,sulit untuk menceritakan dari awal, tetapi yah akan ku ceritakan mungkin agak panjang."Amethyst berfikir sejenak dan mengingat masa lalu nya.

Amehyst story

Awal mengapa mereka teman-teman ku bisa bilang bahwa aku adalah calon relvian no 1, karena ini di mulai dari akademi militer federasi.

Saat itu hari dimana aku bertemu Relvian, waktu itu aku terjatuh karena menyelamatkan seekor Kucing yang di serang segerombolan Anjing,kaki ku terluka dan rasanya tak bisa bergerak.

Lalu datang seorang laki-laki berambut merah berantakan menerjang grombolan anjing itu lalu ia berkata.

"Hei lu gak apa-apa? Kelihatan nya lu luka tuh mau di bantu?" tanya relvian saat itu aku belum mengetahu namanya.

"Yah gua gak apa-apa." Aku mencoba bangun tetapi apadaya kaki ku tak ada tenaga.

"Ini sih bukan gak apa-apa tapi kenapa-kenapa." Tanpa babibu dia langsung menggendong ku menuju akademi yang tempat nya lumayan jauh, dan ia menggendong ku dengan cara memalukan yaitu gaya bridal, sungguh aku kaget di buat nya. "Hey kenapa lu gendong gue kaya gini? Turunin gue!." Ucap ku memberontak karena sangat memalukan.

"Udahlah diem aja lagian kalo gendong begini lebih enteng, lagian kalo di belakang….ah udah lah." Entah mengapa dia berhenti mengucapkan kata-katanya dan membuang muka dari arah ku dan hanya melihat depan.

"Gakk msalah nih telat gara-gara gue?" tanya ku, "Ah persetan, paling diomelin doang."wajah nya yang penuh ambisi dan juga terlihat bebas tanpa peduli apa yang yang menghalangi nya, dia terlihat sangat keren kurasa.

Setelah itu makin lama kami makin akrab dia juga sering menjahili ku, tipikal anak laki-laki,lalu makin lama teman kami makin banyak, Shin,Hestia,Ren,Rogue,Rose dan banyak lagi tetap mereka berlima adalah temanku dan relvian yang paling awal.

Setelah lulus dari Akademi kami masuk kemiliteran, Ren dan Relvian mengambil warrior,Hestia dan Shin mengambil Spiritualis, Rogue,rose dan aku mengambil Ranger.

Tak disangka kami sema berkembang dengan cepat, di saat Chip war Relvian sangat sigap menjadi komando pasukan ketika terdesak, saat itu Archon dan para dewan sedang sibuk mengurus musuh yang setara dengan mereka untuk menahan agar tidak menyerangpasukan yang lemah, dia dan Ren sangat kompak dipeperangan Rogue mengatur pasukan dan dari pasukan elit pun mau menerima komando nya padahal ia masih tingkat rendah saat itu.

Banyak pertempuran yang kami menangkan karena Relvian yang menjadi otak peperangan, dan aku melihat itu sangat luar biasa, semakin lama perasaan ku kedirinya makin berkembang tapi entah kenapa aku tidak berani mengungkapkan nya.

Sampai saat kami menjadi dewan Perasaan ini ku pendam, dan akhir nya tiba saat itu ya saat ia bilang ia akan mempunyai anak dari bangsa Corite.

Marah? Jelas aku marah, Sakit hati? Itu sudah tak terelakan, aku hanya bisa menangis dipelukannya, walau tubuhnya tidak bisa ku miliki, setidak nya aku bisa merasakan Ciuman perpisahan dari Perasaan cinta ini.

Rasa cinta ku padanya mungkin sudah terlewat batas pikiran orang lain, dan aku bersumpah pada langit hujan saat itu aku akan mencintainya sampai Maut memisahkan, walau aku tidak bisa memilikinya, setidaknya biarkan aku Mencintai nya sampai aku Mati dan sampai sekarang aku masih mencintai nya.

Memang benar Hidup karena cinta Pendertitaannya tida akhir, sampai sekarang aku masih memegang sumpah ku dan akan tetap mencitainya sepanjang hidupku.

Amethyst Story end.

Lace yang mendengar itu langsung menangis terharu.

"Hiks..Hiks bibi sangat Luarbiasa,mencintai ayahku yang notabene gak peka bahkan sampe sekrang, dasar ayah ku itu bodoh sekali."Lace membersihakn air mata dengan lengannya, lalu Amethyst dengan sigap memeluk sang Anak dari orang yang ia cintai itu.

"Walau begitu kau juga mempunyai ibu yang sangat Mencintai Ayah mu, mungkin cinta nya melebihi cintaku padanya,dia rela meninggalkan Aliansi suci dan bahkan menjadi pengkhianat bagi bangsanya, melahirkan mu merawat mu sampai akhir hayatnya, mungkin aku tidak sekuat Anarine jika aku menjadi dirinya" Amethyst mengusap kepala Lace layak nya Ibu meneangkan anaknya.

"Bibi..bisakah begni untuk sementara, aku merasa perasaan rindu dengan keadaan seperti ini."Lace merasakan kehangatan yang ia cari selama 20 tahun lebih, hangat dan juga nyaman namun entah mengapa mata nya tak bisa berhentu mengalirkan air matanya.

Amethyst hanya bisa tersenyum melihat Lace seperti ini, Amethyst yakin kehidupan Lace sangat berat, ia tau bahwa Lace itu setengah Cora dan setengah Bellato, keluarga nya di cap pegkhianat diajuhkan dan di asingkan, walau begitu ia bisa merasakan nya hanya dari memeluk nya sesaat, mungkin Insting seorang ibu.

"Ngomong-ngomong bi, apa arti cinta itu sendiri dimata bibi?" tanya Lace.

"Cinta? Cinta itu keiindahan dari rasa sakit, semakin kau mencintai semakin kau merasa sakit, namun karena cinta menghubungkan perasaan yang terpisah dan juga menghubungkan dari sesuatu yang berbeda menajdi satu." Mata Amethyst nya yang indah menatap mata merah terang itu.

"Mungkin bibi bisa menjadi ibuku saat ini, haha ini hanya fikran ku saja jangan di anggap serius." Lace akhirnya menunjkan senym lebarnya, dan amethyst hanya tertawa kecil melihat wajah bahagia Lace.

"Apapun Lace, selama itu bisa ku lakukan, karena kau adalah hal terakhir yang berharga yang di tinggal oleh Relvian." Di dalam hati Amethyst berdoa,Tuhan jika memang kau tidak bisa menyatukan cintaku pada orang yang kucintai, setidak nya berikan seseorang yang bisa ku sayangi layak nya darah daging ku sendiri.

"Ngomong-ngomong Lace, kau udah punya pacar belum?" Tanya Amethyst.

"Gak ada bi aku masih jomblo." Ucap Lace.

"Haha bukannya anaknya Rogue perempuan yah? Kalo gak salah nama nya umm Lamia kan?" tanya Amethyst ke lace sambil terkekeh geli.

"Dia udah kayak keluarga ku sendiri, dan juga aku gak mau ketika msial di tolak dan musuhan ikatan yang ku buat bertahun tahun jadi ilang." Jawab Lace, yah Lace berfikir memang itu jalan terbaik.

"Hoo begitu yah, tapi Lace hati orang siapa yang tau, mungkin aja dia ada perasaan dengan mu?, Lace perempuan itu selalu nyembunyiin perasaan nya gak kayak cowok selalu terang terangan, tapi memang sih cowok kalo nyimpen rahasia pasti susah kebongkar."Amethyst menasehati Lace yang dilanda kegalauan.

"akan kupikiran nanti bi." Lace meminum minuman yang diiapkan para maid tadi.

"Lalu bagaimana dengan anak nya Shin? Kurasa dia juga cantik sama cantik nya dengan Lamia, lagipula dia seperti hestia cantik nya." Mendengar ucapan Amethyst Lace langsung menyembur minuman nya.

"Ayolah bi, bibi rasanya senang sekali menjodoh jodohkan ku, aku hanya belum merasakan apa itu cinta bi, kalo Cuma rasa suka doang mah gak cinta namanya." Amethyst meliha Lace bener bener dewasa saat memilih pilihan, tapi tetap saja gak peka nya sama kayak Relvian.

Amethyst mencubit pipi sang ponakan nya yang bikin dia ketawa geli "dasar gak peka, jangan nyesel kayak bibi loh kalo nanti kamu di tinggal salah satu dari mereka atau di tinggal dua duanya, saran aja ini mah." Masih asik dengan mencubit pipi sang ponakan, yang jadi korban hanya teriak sakit.

"Umm kalo gak mau sama mereka berdua, gimana sama ponakan bibi, dia cantik loh walau agak galak dikit." Tanya Amethyst ke Lace.

"Memang bibi ada ponakan lain?" tanya Lace uyang kini bingung,

"Adalah memang nya keponakan ku Cuma kamu dasar, ada 2 keponakan ku nama nya.." mau nyebut nama sang ponakan daranglah 2 orang dari pintu rumah.

"Bibi kami berkunjung." Ucap salah satunya, "Rumah bibi emang The best dah." Dan yang satunya teriak gak jelas.

Lace melihat itu hanya menganga dan kaget.

"DZOFI?" dan yang kepanggil gak kalah kaget nya "LACE? Ngapain lo dimari." Dzofi kaget bukan main orang yang entah kayak hantu tau-tau nongol di rumah sang bibi.

"Nah itu ponakan bibi, Dzofi dan Ulfa, kalo gak mau sama anak nya Rogue atau Shin kau bisa sama Ulfa kalo mau." Entah sang bibi gak tau kalo dia bilang begitu tanda nya Dzofi mau perang.

"GAK! Gak akan gue kasih kak Ulfa ke elu maniak Kaki." Sifat over protective Dzofi kumat jika menynggung sang kakak sepupu.

Di saat kayak gini memang cocok buat jahilin Dzofi pikir Lace.

"Hee.. tawaran bibi seperti nya menarik.." Lace ndeketin dzofi yang kepala nya lagi nguap karena emosi, "ey Dzof kan gua bailang apa, takdir mah kemana, Lu Bakal Jadi Adek IPAR GUE." Lace menekan kan akhir omongan di telinga dzofi.

"DEMI BEMO YANG BARU GUA LEDAKIN KEMAREN, GAK AKAN PERNAH!." Dzofi kini melindungi sang kakak, dan sang kakak hanya face palm dan pusing karena keributan hal bodoh.

"Haha baru kali ini rasanya aku merasa seperti dulu, kalian sangat lucu hahah." Amethyst tertawa lepas, Dzofi dan Ulfa kaget selama ini bibi nya gak pernah tertawa lepas seperti itu, mereka bingung hanya kedatangan Lace bisa membuat bibi nya tertawa seperti itu.

"Oi Lace apa yang lu lakuin sama bibi gua?!" tanya Dzofi ngamuk.

"Gak gua apa-apain, toh dia juga bibi gue juga keleus, gimana dzof tawaran gua, Lu jadi adek ipar gue dan gue buat lu naik pangkat cepet fufufu penawaran ini limited edition." Lace hanya nyengir kuda jahilin dzofi.

"Gak,GAK GAK GAK." Dzofi masih dengan keputusan nya, Ulfa yang kepalanya sakit karna keributan dua orang konyol gak jelas, dengan sigap jitak kepala Lace dan Dzofi.

"Anjay sakit tau, duh cakep cakep galak, gak lamia gak lu demen banget maen tangan." Lace megang kepala nya yang di jitak.

"Bego!" duakk… perut Lace di antem sama ulfa rasanya sakit pake banget, lalu ulfa pergi ke ruangan atas ninggalin Dzofi and Lace

"Ukhh Skait pake banget." Lace meringis kesakitan.

"Mampos sukurin buahahaha." Dzofi ketawa ngakak liat Lace yang kesakitan.

Amethsyt merasa bahagia saat ini karena kehadiran Lace, ia menunggu sesorang yang membuat nya bahgia walau hanya sebatas bibi dan ponakan.

Terselimut dalam hatimu, Ku membuat janji cinta
Ku tak bisa tidur walaupun kucoba, terimalah diriku
Kuingin bertemu denganmu saat ini, Air mataku 'tak bisa berhenti
Karena aku mencintaimu, itu sangat menyakitkan.

Walaupun kuterpisah darimu
Hatiku berkata "Kuingin bertemu denganmu"
Ciuman pertama saat itu hampir terhapus
Menunggu Pesan darimu

Waktu yang terbatas ini 'kan singkat disaat 'ku bertemu denganmu
Menghargai saat-saat dimana kita berdua bersama
Walaupun kita terpisah, kutetap ingin bertemu denganmu
Melalui
Log 'ku kan bertemu denganmu lagi
Ingatan yang dulu mulai memudar
Terasa semakin membawamu menjauh
Disaat kehangatanmu terhapus
Kubangun dari mimpiku 'tuk menghadapi jendela nyata dunia

Kuharap kau disni bersamaku melwati hari berasama.

Nirvana Tempat Apit sekarang berada

Apit banyak belajar dari Rayen tentang novus dan sejarah nya,mempelajari tentang kehdiupan dan perasaan, dan tak lupa belajar kosakata yang tidak ia miliki dan memahami nya.

Apit saat ini sedang latihan Sparing dengan Rayen.

"Tunjukan kemampuan mu Apit aku gak akan menhan nya." Rayen siap dengan posisi nya sekarang.

Apit mengambil Life Eater milik nya, karena Rayen bilang tidak menahan nya.

"Senjata itu.. ini akan menarik." Rayen menyerang Apit dengan cepat, pedang nya menunjukan kepastian saat menyerang tanpa ragu sedikit pun,Life eater yang apit gunakan bisa tertahan.

"Serangan yang kuat, bahkan bisa menahan life eater." Ucap apit kagum dengan kehebatan Rayen.

"Kau tau senjata yang kau pegang itu? Itu adalah pedang yang terbuat dari seseorang dari tempat ini, bisa di bilang senjata itu kembali ke asalnya." Sambil mengobrol serangan pun masih terasa serius.

"Benarkah? Aku bahkan tidak tau akan hal itu." Apit melompat dan menerjang rayen namun sia-sia life eater nya tidak dapat menembus pedang Rayen.

Jual beli serangan masih terjadi, Apit menndang rayen namun tendangan nya pun masih bisa tertahan dengan Lengan rayen yang menutupi serangan yang di tuju, serangan balik dilakukan kini tackle cepat membuat Apit terjatuh.

"Haha kurasa aku menang." Rayen menodongkan pedangnya ke leher apit.

"Kau kuat,dan kurasa kau juag gak 100% sserius tadi, sangat luarbiasa." Apit mengagumi teknik dan juga kekuatan Rayen.

"Kau tau kenapa kau bisa kalah? Kau sudah terbiasa di bantu dengan Armor mu yang kuat itu, dan saat ini kau tidak menggunakan armor jadi kekuatan mu menurun, walau di bantu dengan life eater, serangan mu masih terasa lemah, bukan bermaksud mengejek tetapi memang kenyataan begitu, hehe tenang aku akan melatih mu." Rayen menggendong pendang di pundaknya, apit berfikir memang seperti itu ia merasa ada yang hilang dari jati dirinya.

"Kau benar, aku terlalu bertumpu pada armor ku yang keras, dan juga aku terlalu mengharapkan dari Life eater, dan kau bilang Life Eater di buat dari seseorang dari tempat ini apa benar?" tanya Apit kini bertanya ke Rayen.

"Yap, yang membuat nya adalah keturunan kakek nya kakek buyut ku, lama banget tapi aku gak tau ternyata bisa lihat ini pedang beneran ku kira Cuma mitos." Rayen melihat permata yang menyegel jiwa jiwa yang menjadi kekuatan life eater.

"Life eater sendiri memilih penggunanya siapa, bisa di bilang senjata yang plin-plan, jika tidak cocok Life eater akan memakan jiwa itu, hanya 2 yang mau dengan Life eater, yang pertama mempunyai jiwa suci dan tulus dan yang kedua yang mempunyai ambisi dan niat membunuh yang kuat, kata kakek ku bentuk lain dari life eater sendiri tergantung pengguna nya jika pengguna nya jahat pedang nya juga memancarkan aura jahat, jika pengguna nya baik pedang itu tarasa indah dan memancarkan aura yang melindungi, kurasa kau pertama dilihat Aura dari life eater itu sendiri, dan lihat batu penyegel nya berwarna biru."rayen menunjukan kepada batu penyegel pada Life eater.

"Aku tak tau tentang itu sama sekali, aku penggunanya malah tidak paham dengan senjata ku, yang ku tahu senjata ini kuat dan bisa mengambil jiwa orang saja." Apit melihat pedang nya, dia bahkan tidak tahu akan arti dibaliks enjata yang ia miliki.

"Hei apit kau tau cara mengguankan force?" tanya Rayen.

"Force? Ku kira itu hanya dimiliki para Corite dan juga Bellato, apa kau bisa menggunakannya?" tanya Apit ke Rayen.

"Tentu saja aku bisa, nih lihat aku bisa mengelurakan kegelapan dari tangan ku." Angan rayen memancarkan aura gelap tapi tidak seperti aura membunuh.

"Kau bingung? Karena kau tidak tau arti force, force itu bebas siapapun bisa memiliki nya, bahkan robot yang hanya mempunyai otak organik saja, namun itu tidak terlalu besar, kau pikir otak bisa berkerja tanpa tubuh? Aku tahu Accretia itu cangih tapi jika dipikir apa masuk akal hanya dengan otak tanpa tubuh yang memadai bisa berkerja?" tanya rayen.

"Kau benar, otak accretia di pasang di kepala mereka dan terdapat pelindung yang keras untu melindungi nya, dan sel sel tersebut di hubungkan melalu kabel yang berada di dalam tabung kusus di otak itu, tapi aku heran nya kenapa bisa hidup otak itu padahal accretia tidak punya jantung, memang benar accertia bisa menghasilkan listrik untuk tubuh nya sendiri tapi apa mungkin bisa berkerja tanpa kendali sesuatu?" itu yang saat ini Apit pikirkan.

"Nah jawaban nya ini, di dalam ini."rayen menunju ke kepala nya.

"Otak?" tanya apit bingung

"Benar otak, di dalam otak terdapat force yang dahsyat, kau fikir apa yang bisa membuat tunuh mu berkerja? Otak bukan? Karena Otak yang berkerja jadi bisa menggerkan tubuh mu, kenapa hanya Spiritualis yang dapat menguasai force? Karena mereka jenius dan dapat memanipulasi otak mereka dan menghasilkan kekuatan Force atau sihir." Rayen menjelaskan secara rinci tentang Force.

"Jadi apakah aku bisa menggunakan force?" tanya Apit.

"Tentu jika kau mau mencoba dan belajar, tapi tidak semudah yang kau pikir, karena kau blum pernah menggunakan force selama hidup mu, tapi dilihat dari cara mu belajar mungkin kau cepat mengausainya." Rayen optimis karena APit sangat cepat beradapt tasi dan juga belajar.

"Jadi kapan kau ingin mengajari ku?" tanay Apit antusias.

"Haha saat ini aku sendang mengajari mu,nah coba kau duduk dalam lingkaran ini." Rayen membuat lingkaran sihir untuk Apit belajar.

"Nah coba kau bersihkan pikiran mu, dan rasakan setiap gerak di otak mu, rasakan setruman kecil yang ada di otak mu." Rayen mulai mengajari Apit.

Apit duduk dan merasakan kepalanya kosong, dan ia melihat otaknya mengalirkan listrik-listrik kecil, mungkin ini yang dimaksud rayen.

"Tidak kau belum masuk sepenuhnya, lebih dalam lagi sampai masuk kedalam otak mu." Tanpa bertanya rayen sudah tau apa yang ada di pikiran Apit.

Apit mencoba memasuki otak nya sendiri namun ada yang menghalangi saat ia mencoba.

"Jangan memaksa biarkan dia mengalir dan menuntun mu kedalam,akan ku bantu dengan force ku Mind Linked."Rayen merapal sihir ke lingakaran itu dan area di sekliling apit menjadi berwarna ungu kehitaman.

"Aku akan memandu mu dari sini menuju inti force mu, saat ini pikiran dan otak kita menyatu karena Mind linked, ini bisa membantu menguasai dengan cepat, dilain sisi ini bisa membunuh orang jika di salah gunakan, kemarilah ikuti suara ku." Rayen menunjukan cara ke inti force Apit.

"Jangan mencoba melawan rasa sakit nya, biarkan saja mengalir apa yang ada di sana, sakit,sedih,senang rasakan semua nya." Ketika Rayen berbciara begitu Apit kini memahami apa arti force itu, menerima semua yang ia raakan dan tidak untuk mengelak rasa itu.

"Kurasa kau sudah mengerti dan seakrang coba masuk kembali ke inti force mu, dan kau melihat cahaya dan bayangkan kau memegang itu." Hampir selesai dengan riual Force nya tak di sangka Dia belajar dengan cepat, biasanya orang biasa mengalami pingsan saat pertama.

"Kurasa kau sudah selesai dengan tes pertama, apa yang kau rasakan saat ini."tanya rayen.

"Aku merasakan hal yang berbeda, tubuh serasa mengalirkan sesuatu yang hebat, aku bisa melihat seperti asap putih keluar dari tubuh ku." Ucap apit yang kini mengeluarkan Force putih ke kuningan.

"Itulah yang dinamakan Force, ini baru tahap awal nanti akan ku ajari kau memanipulasi nya, saat ini kau hanya bisa merasakan dan juga menggunakan sebagai kekuatan fisik saja, di tahap selanjut nya kau bisa menggunakan element dari force itu, baiklah istirahatlah kau pasti lelah." Rayen menyuruh Apit beristirahat karena ia yakin badan nya sudah kelelahan sangat.

Apit menagngguk dan pergi keruangan nya untuk istirhat dan juga tidur, tak di sangka hanya latihan seperti itu memakan waktu lebih dari 5 jam, padahal terasa singkat.

"Heh kurasa dia akan jadi orang yang hebat, yang bisa mengubah dunia ini menajdi berbeda." Sambil mengendong pedang nya rayen melihat langit malam novus yang cerah penih bintang.

Yohaloo Hafidz-haan kembali lagi setelah update beberapa minggu lalu, kini kita kembali ke Time line Lace dan Apit, jujur ane sneneg dapet inspirasi gara-gara lagu hahaha bisa nyambung nya jauh banget lagi.

Mungkin nanti pasti ada yang heran dengan penjelasan Rayen tentang force, di sini Force menurut ane bebas selagi otak berkerja, karena di dalam otak adalah Force terkuat yg ada, logika gini jika kita bisa ngendaliin 100% otak kita didunia nyata ini kita bisa kaya spiritualis di game RF sayang manusia di dunia nyata hanya mampu 10% itupun Cuma orang jenius doang,yang bisa sampe 10% kalo orang biasa hanya 7-3% aja ini beneran loh.

Kenapa ane kasih juduh Love is Beautiful pain karena memang sih cinta nya Amethyst di sini sangat perih dan ia tetp jalani nya, dan well di terakhir gue masukin lyric dari lagu yang berjudul sama dari Endless tears.

Mungkin gua gak bisa berkata banyak dengan chapter ini semoga kalian suka, dan gue lupa bilang sama dzofi buat minjem chara nya buat scene tambahan aja, gak ada sangkt paut dikedepan nya kok Cuma penyamnung saat ini aja.

Mungkin besok chapter Relvian lagi ane mikir dulu yah gimana enak nya sorry kalo lama.

See you later and give me REVIEW!.

"Cinta? Cinta itu keiindahan dari rasa sakit, semakin kau mencintai semakin kau merasa sakit, namun karena cinta menghubungkan perasaan yang terpisah dan juga menghubungkan dari sesuatu yang berbeda menajdi satu." – Amethyst hardji