Special Chapter – Fate Is So Hurt.
Cerita di ambil 30 menit setelah Chapter 13.5 dan ada pergantian P.o.V di sela-sela cerita.
Hafidz,Rajes dan Sebastian berjalan menuju Markas Cora, namun Rajes masih dengan pandangan Asamnya membuat 2 orang yang melihatnya curiga.
"Senior, ada masalah? Tumben kalem banget."Seabstian bertanya keadaan sang senior yang badmood.
"Gak biasanya kau begini dek,kalo ada masalah bilang aja pasti kita bantu kok." Kini sang kakak angkatnya yang bicara.
"Gak apa-apa kok Cuma capek aja,ya udah aku mau ngurusin anak guild yang telat dateng dulu." Rajes berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Haah, kenapa ini semua ini terjadi sial." Ia menggaruk kasar rambut putihnya.
Di tempat lain Anarine yang sekarang bersama Relvian dan Ren sedang berjalan santai menuju Daerah Bellato.
"Hey Anarine, kenapa Corite tadi membunuh sesamanya? Apa dia tidak punya hati sampai tega bunuh rasnya sendiri?" Tanya Relvian pada sang istri karena penasaran.
"Aku yakin Rajes gak berniat membunuhnya, namun ini ada ceritanya sendiri sampai dia tega membunuhnya." Ucap Anarine Membuat yang bertanya bingung.
"Jadi maksud mu?" relvian menaikan salah satu alisnya.
"semuanya berawal beberapa tahun lalu,yah mungkin sedikit panjang untuk di ceritakan gak apa kan?" Tanya anarine dan Relvian hanya mengangguk setuju.
Sestina adalah kawan ku dari kecil, sebenar nya dia gak jahat hanya saja karena suatu masalah dia sampai membenci ku.
Berawal dari akademi militer Cora aliansi.
Aku dan Sestina selalu bersama, sampai mengambil class yang sama, saat awal masuk tidak ada yang memisahkan kami karena kami selalu dekat.
Tak lama dari itu Sestina menyukai Senior yang bisa dibilang cukup keren dikalangan Akademi.
Sejujurnya saat itu aku juga menyukainya, namun aku mencoba menolak perasaan itu karena sahabat ku Mencintainya duluan.
Saat aku berjalan pulang sang senior datang kepada ku dan mengutarakan perasaanmya.
Jujur saat itu aku kaget dan juga bingung harus apa, karena aku yakin jika aku terima sestina akan sedih dan juga pasti akan menjauhi ku, aku berbohong pada senior itu.
"maaf senior,aku sudah suka pada orang lain."aku melihat Sestina di balik tembok itu dan aku pura-pura tak melihatnya.
Setelah Lulus dari akademi kami masuk di kemiliteran, saat itu Cinta sestina Terbalas dengan sang senior namun kejadian itu terjadi dimana kebencian Sestina kepadaku bangkit.
Di Crag mine saat chip war pertama kami, aku,Sestina dan pasukan yang lain sedang terjebak oleh kepungan Accretia.
Jujur Accretia sampai saat ini adalah Ras terkuat,di saat itu pasukan kami tinggal sedikit hanyasedikit kemungkinan untuk lari.
Sang senior memancing Pasukan Accretia yang berjumlah kurang lebih 30 itu, dan pasukan yang lain juga membantu senior.
Namun saat kami melarikan diri kaki ku terpanah, salah satu Ranger Accretia memanah tepat kaki ku dan tak bisa berjalan.
Namun. . . Sang senior mengorbankan dirinya tertusuk oleh Hailbred dari Warrior Accretia itu.
"Lari lah,aku sangat beruntung bisa berkorban untuk orang yang sempat aku sukai." Itulah kata-kata terakhirnya.
Setelah saat itu hubungan ku dan Sestina semakin merenggang dia memberikan tatapan benci terhadap ku, ingin sekali rasanya untuk meminta maaf kepadanya namun, hati nya telah tertutup akan kebencian.
alasan sestina lainnya dia ada dendam tersendiri denganku dan Hafidz,jika membahas Hafidz dan keluarganya itu sulit untu di ceritakan sangat tabu.
Setelah Anarine bercerita Relvian menegrti akan keadaannya namun masih ada yang mengganjal di pikiran Relvian.
"kenapa Corite berambut putih tadi membunuhnya?" tanya Relvian.
"Ia tidak rela, orang yang sangat ia cintai mati bunuh diri karena dendam, lebih baik dia menanggung dosa karena membunuh nya, dari pada melihat orang yang ia cintai mati bunuh diri." Ucap sestina yakin.
Dilain sisi Rajes saat ini bertemu dengan Anggota guildnya.
"Laporan." Ucap nya dingin.
"kami tertahan oleh pasukan elit ketua, jadi kami terlambat datang." Ucap wakil ketua guild.
"begitu, apa anggota kita ada yang tewas?" tanyanya masih dengan ekspresi yang tidak biasa.
"masih lengkap Ketua." Ucap sang wakil mengecek list guild.
"baiklah, hadiah akan ku kirim ke mail masing masing, kalian boleh bubar." Ucap rajes meninggalkan mereka dan sang wakil prihatin melihat sang Ketua dengan keadaan seperti itu
Inisiatif sang Wakil ketua menepuk jubah sang Ketua guild.
"ketua gak apa-apa?" sempat terlihat bulir air mata dari sang ketua namun ia fikir hanya imajinasinya saja.
"gak apa aku hanya lelah, pulang lah kau juga lelah dengan pertempuran disana, aku masih ada urusan." Ucap nya meninggalkan sang wakil ketua.
Seelah sang ketua hilang dari pandangan sang wakil ketua menghela nafas.
"haah,kalo dia tau banyak wanita corite yang mengingin kannya, cinta bertepuk sebelah tangan memang gak enak." Wanita berambut perak yang di buat pony tail itu hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"memikirkan nya membuat ku pusing saja." Ia berjalan menuju markas.
Rajes kini berada dirumah sang kakak, dia meminum teh dengan pandangan kosong menatap langit sore yang tenang.
Ara menyadari keanehan Rajes yang notabene adiknya juga karena dia istri dari sang kakak.
"menurut mu ada yang aneh dengan rajes?" tanya Ara yang masih menggendong anaknya.
"bukannya dia memang sepeti itu?" kini Hafidz malah bertanya balik.
"jika dilihat dia berbeda dari biasanya, hanya insting wanita saja memang terjadi sesuatu dengannya?" Sang istri bertanya kejadian yang mereka alami.
"dia membunuh sestina dengan tangannya sendiri,ku kira dia gak tega, tapi kurasa dia lebih tega di bandingkan aku." Hafidz melihat tangannya yang di arahkan ke cahaya sore Novus.
"haah, kau dan adikmu itu sama-sama gak pekanya keterlaluan yah." Sang istri menghela nafas dan mengomel.
"hah? Maksud mu apa?." Yang di omelin gak ngerti.
"dia lagi sakit hati,pantes aja dia jadi kayak gitu sanah hibur adik mu itu."Perintah sang istri dan well Hafidz nurut aja dari pada jadi perkara.
Ia mendatangi rajes yang keadaan galau.
"jes kau kenapa aneh banget." Sang kakak buka pembicaraan.
"gak aneh kok bang, Cuma lagi gak mood aja, lagian minum teh di sini udah jadi rutinitas ku juga." Ia menyeruput teh hangat yang Ara biasa siapkan.
"ohh gitu, terus gimana, kau nembak sestina kan, memang kenapa sih kau sampe tega membunuhnya." Ucap sang kakak agar sang adik curhat kepadanya.
"itu..hanya saja…"kata kata nya berhenti dan terasa ambigu.
"haaah…" ia menghela nafas karena kepala nya sakit memikirkannya.
"begini, aku melihat dengan Eye of Future secara maksimal,lalu aku melihat keadaan sestina jika aku selamatkan sekarang ia akan makin mendendam kepadamu,Anarine dan juga keturunan Keluarga Haan, dan parahnya lagi, dia akan ditipu petinggi Bellato karena suatu hal, lalu dibunuh."ucapnya dengan tegar mengungkapkan segala yanga da di benaknya.
"petinggi bellato maksud mu si rambut merah dan si Abu-abu pirang?"tanya sang kakak.
Rajes hany amenggeleng lalu berkata, "mereka baik, hanya saja yang mengatur pemerintahannya saja yang busuk, layaknya di aliansi suci sendiri." Tiba tiba,air mata sang saudara twin one eye dragon ini berlinang.
"tapi kenapa harus dia!." Ia menjerit keras dan menangis di bahu sang kakak, "kenapa bang Kenapa!, kenapa takdri begitu jahat, apakah DECEM sebegitunya benci padaku!,kenapa selalu oang yang kusayangi mempunyai takdir yang begini!." Jerit nya dalam tangis, sang kakak menghela nafas dan menepuk pundak kepala sang adik.
"menangislah jangan di tahan,kau tau DECEM mempunyai jalan takdir yang berbeda untuk mu, mungkin ini salah satu cobaan darinya untuk mu." Masih mencoba meneangkan sang adik dan membiarkan ia menangis sepuasnya.
Ara menghampiri Hafidz dan membantu menenangkan rajes.
"aku tau kau sedih rajes, tapi setidak nya cobalah untuk bertahan dan mencoba melepaskan,terkadang melepaskan itu pilihan terbaik daripada mencoba menahan."Ara menepuk-nepuk pelan pungung rajes.
"tapi.. Kak kenapa harus aku yang merasakan semua ini!, Mata ini, takdir ini sangat membebani diriku."semua yang ada di pikiran rajes kini terluapkan,kesedihan frustasi dan segala hal yang membebaninya di keluarkan oleh tangis.
"tenanglah, kami selalu berada disini di kala kau susah,senang tau hal yang lain, bagaimanapun kau sudah menjadi adikku, sakit mu sakitku juga,senangmu senangku juga,dan matamu adalah berkah dari DECEM aku tau itu berat karena aku juga mempunyai hal yang sama, itulah mengapa kita mendapatkan julukan Twin One eye Dragon." Dengan bijak Hafidz menangkan adik nya yang belum stabil akan kekuatan yang ia miliki, ia paham betul apa yang ia alami, hampir sama dengan ajes namun lebih tragis.
.
.
.
End of special Chapter.
Sebener nya mau di pasang di Arc relvian di chapte depan dari pada nyangkut dan bingung, mending gue buat aja penjelasnya muhehehe.
Ok soal Accretia itu arc belakangan sih soal ny bukan sulit tapi lg buntu ide, karena Arc Bellato baru mulai jalan, Corite lagi tahap berjaan,Accretia tinggal nunggu waktu.
Lagian kalo Arc relvian jelas fokus di Bells dan Corite masalah nya Accretia gak ikut campur tangan kejadian ini.
Well bukan nya Ngelemahin Accretia tapi bangsa paling kuat ntu arc nya paling dikit dan paling susah di cari imajinasi jalan cerita nya
Dilain sisi gue berharap penulisan gue makin bagus, Halah ngarep haha.
Maaf ini gak bisa ngasih banyak di chap special cuz bukan chap inti, ini hanya epiloge chapter kemaren aja.
Sebenr nya masih pusing di lingkup bellato karena bellato lingkup nya luas banget cerita nya wong chara nya aja setengah setengah jadi sulit.
corite sendiri chara nya kalem dann terlihat seperti brocon banget, jadi ini lebih sulit dari Arc nya Lace or APIT sendiri.
Arc nya apit mungkin akan nyrempet di arc accretia, cuz dia arc khusus cuz dia jadi posisi netral.
Ini kita bongkar aja soal arc nya biar gak bingung di kedepannya, bukan spoiler sih hanya guide aja.
Tenang gak ada yang imba di Fanfic gue, semua rata, si Hafdz yang ada Absolut eye aja bisa muntah darah yang keliatan nya powerfull hahaha~.
Well see you next chapter.
