Chapter 14 – Let's Change what I see now.

"Hee.. tawaran bibi seperti nya menarik.."

DEMI BEMO YANG BARU GUA LEDAKIN KEMAREN, GAK AKAN PERNAH!."

"Heh kurasa dia akan jadi orang yang hebat, yang bisa mengubah dunia ini menjadi berbeda."


Pagi hari cerah menyinari Novus, daerah yang hijau dengan alam yang masih terjaga,pria Corite yang berumur genap 40 tahun tapi berwajah 25 tahunan itu berjalan di area Pertokoan.

Pria berambut putih agak panjang dengan eye patch di mata kirinya berjalan santai menuju rumah sang kakak, rutinitas biasa mampir makan di rumah sang kakak dan juga sekalian morning Tea yang biasa di buat oleh istri sang kakak.

Well pria ini menjabat sebagai dewan supporter yang selalu di pilih 3 periode dan sekarang di periode nya yang ke 4 karena kekuatan dan juga teknik yang memadai, tak kalah dengan jabatannya, dia juga memiliki Status Legend yaitu JONES, ya JONES JOmblo NgEneS lengkapnya, entah karena sesuatu hal atau yang lain dia masih santai dengan status legend yg ia miliki.

Ia melihat anak dari kawannya yang kini tidak terlalu aktif dimiliter yaitu LilyCrown Sieghart, ia menghampiri anak dari kawannya tersebut.

"Pagi Lily." Ia menepuk kepala gadis bersurai hijau dan sedikit ada corak merah, ciri khas kedua orang tuanya.

"eh..oh paman Rajes,tumben lewat sini biasanya lewat belakang." Gadis Corite tadi sedikit kaget karena kepala nya tiba-tiba di tepuk, dan ia terheran karena pamannya berjalan biasanya tidak lewat jalan utama.

"haha biasa nanti ada upacara kenaikan pangkat, jadi harus cepat ketempat bibi Ara mu, aku sudah biasa sarapan di sana." Celetuk sang paman.

"hee udah kebiasaan rupanya, kukira paman suka sarapan di tempat bibi Ara karena paman males masak." Ledek lily.

"haha itu juga salah satu alasan, kau ngapain kesini pagi-pagi?" tanya sang paman.

"ibu menyuruh ku membeli bibit bunga, dan juga minta belikan bunga untuk di pajang di ruangan." Jawab Lily sambil mencari-cari bunga yang cocok.

"Rena yah, dasar gak berubah dia itu." Ucapnya sambil melihat sekeliling toko itu.

Drap … Drap… Drap

Gadis itu terburu-buru berlari entah karena apa,pakaian rapih dan formal yang ia kenakan,sayangnya ia tak melihat di depan nya karena terburu-buru, lalu BRUK.. ia menabrak orang di depannya.

"aduh..duh..duh. Maafkan saya.. saya terburu-buru.."ia saat ini menjadi posisi terduduk.

Yang di tubruk hanya garuk-garuk kepalanya, lalu ia lihat gadis itu.

"yah gak apa-apa kok,saya juga salah berdiri di tengah jalan." Ucap rajes yang bangkit lalu memberikan uluran tangan pada sang gadis.

Gadis itu menerima uluran tangan Rajes dan bangkit dari posisinya tadi.

"maaf saya terburu-buru permisi."ia mau berlari lagi tapi dihentikan oleh rajes.

"tunggu, kau terlihat acak-acakan karena jatuh tadi." Rajes membersihakn wajah sang gadis dengan sapu tangan yang ia bawa (semoga udah di cuci),dan mengambil salah satu bunga di toko tersebut lalu diselipkan di salah satu telinga sang gadis.

"nah begini lebih baik, maaf membuat mu terhalang." Ucap nya meminta maaf.

"saya juga, terima kasih." Gadis itu pergi meninggalkan rajes dan Lily yang ada di depan toko itu.

"ngomong-ngomong dia Corite kan? Kok gak terlalu tinggi yah, kau kenal dia Li?." Tanya Rajes ke Lily.

"kalo gak salah Dia Ophis deh, adik tingkat ku waktu di akademi,rambut silver terang agak sedikit pancaran biru,gak tinggi kayak gadis corite lain, dan selalu jadi bahan ledekan,walau gitu dia kuat." Jelas Lily.

"ouu, ophis yak.. imut juga." Ceplosnya.

"kenapa paman? Naksir? Sadar umur dah." Ledek lily.

"kagak, sapa juga yang naksir, ini bu buat yang tadi." Rajes memberikan beberapa disena kepada penjual toko dan wajah nya yang sedikit merah karena diledek Lily.

Ia kembali berjalan menuju rumah sang kakak untuk sarapan, masih ada 40 menit lebih sebelum upacara yang wajib ia datangi karena di dewan.

Sambil berjalan tiba-tiba teringat gadis tadi.

"hee.. gak tau ada gadis imut di Aliansi cora, ku kira Corite berwajah cantik doang gak ada yang imut." Ia berjalan agak melamun, lalu ia di kaget kan dengan anak dari sang kakak.

"ei.. paman ngelamun aja!." Karena di kagetkan Reflek Rajes maken teknik bertahannya "Roar of White Draco!" tangan nya melebar ke dua sisi dan menghembuskan angin yang cukup kuat

"Tiger Stance Roar!." Sang ponakan memantulkan Roar Pamannya dengan teknik yang hampir mirip.

Duar! Dua raungan berhembus dan membuat keributan yang cukup besar efeknya.

Yang punya rumah langsung keluar melihat apa yang terjadi.

"astaga Rea,Rajes kalian ngapain sih adu Raungan." Yang punya rumah kesel karena liat taman depan rumahnya berantakan.

"sorry bang, si Rea ngagetin jadinya reflek make Roar." Rajes nunjuk gadis yang ngagetin dia tadi yang nota bene anaknya sang kakak.

"ye.. Paman sih jalan sambil ngelamun,kok nyalahin aku, aku kan Cuma nyapa aja." Gak terima disalahin ia menjawab sambil cemberut.

"hadeh kalian ini,gak paman gak ponakan sama aja." Ayahnya Rea hanya menghela nafas melihat anak dan pamannya sama-sama kacau.

"oh iya Rea, tadi aku lihat Lily memang dia enggak kesini?" tanya Rajes ke ponakannya.

"enggak,kenapa paman gak ngajak dia kesini?"yang di tanya malah nanya balik.

"tadi sih dia lagi beli bibit bunga sama bunga nya juga, ku kira udah kesini jadi gak ku ajak." Rajes masuk kerumah sang Kakak layaknya rumah sendiri.

"puaahh… Masakan Kak Ara emang the best deh, harum nya mantap." Rajes langsung menuju Kursi makan lalu kepala nya digebuk make centong sayur sama Ara.

"cuci tanganmu sebelum makan."dengan tatapan serem Ara mengintimidasi rajes.

"ukhh Julukan Macan Surga gak salah salah, gak berubah walau udah lama gak tugas." Celetuk Rajes, yang di omongin malah kasih senyum yang berbeda jadi senyum yang imut nan menawan.

"pfft, udah tau kakak mu galak masih aja kayak gitu." Kini Giliran Sang suami yang kena getok make Centong sayur.

"Coba ulangin lagi yang sayang bilang, aku gak denger dengan jelas." Dengan nada yang dipaksain ceria tapi wajahnya nunjukin hal berbeda.

"enggak,gak bilang apa-apa kok,heheh." Well ngeliat sang istri dengan tatapan garang membuat sang pengguna absolut eye ciut.

"ahh, padahal mau ku buatin Cake coklat Lava, tapi gak jadi gara-gara sayang bilang begitu padaku tadi." Masih dengan keadaan ngambek Sang istri mengancam dengan cara yang berbeda, ancaman yang sangat critical bagi sang suami, Gak dibuatin Cake kesukaannya,

"ehhhh! Jangan dong.., ayolah Ara sayang jangan ngambek." Kini Ia bangun dan mendekati sang istri buat ngebujuk biar gak ngambek.

"Drama pagi hari." Celetuk rajes dan dikasih tatapan horor dari kedua orang yang lagi rayu merayu tadi.

"hirauin aja aku, aku Cuma kulit kacang, Selamat makan." Ucapnya takut karena dikasih tatapan horor dan langsung sarapan.

"hahaha Paman bodoh." Ejek Rea yang ngeliat paman nya ciut.

Setelah sarapan Rajes menuju ruangan rapat sebelum upacara kenaikan pangkat, memang sangat membosankan melihat siapa saja yang naik pangkat dan melihat status mereka,rasanya ingin berhenti menjadi dewan, tapi apa daya, anak guild selalu mendukung, jadi apa boleh buat.

Tanpa sadar ia melihat berkas Gadis yang ia temui tadi pagi.

"Ophis DragBlaze." Ucap nya membaca nama yanga da di berkas.

"kenapa dengannya Chamtalion Rajes?" tanya Salah satu dewan.

"ahh tidak hanya saja dia terlihat unik." Jawab nya masih dengan memperhatikan berkas tadi.

"stamina A,Physical A+ , Akurasi S,speed C,Technic A+,Agility B+." gumam nya melihat status anak itu.

"kalau dilihat, menurut ku dia bisa di kategorikan bagus, dari status yang ia miliki hanya kecepatan saja yang kurang, di lain sisi status akurasi yang ia miliki sangat menaggumkan, bagaimana menurut kalian." Tanya rajes kedewan yang lain.

"yah anda benar,hanya kecepatannya yang berbeda dari corite lain, karena tubuhnya yang kecil dibanding Corite pada umumnya." Ucap salah satu dewan penyerang.

Lalu Rajes melihat sesutu yang membuatnya kaget, Ia ternyata seorang adventurer, Rajes fikir ia Spiritualis yang berjob Dark Priest atau sejenisnya, sangat tak di duga.

Lalu dia melihat perbandingan Status dengan Lily.

"mengapa anda membandingkan anak itu dengan Anclaime LilyCrown sieghart? Chamtalion rajes." Tanya sang wakil archon yang notabene bingung.

"aku hanya ingin melihat status yang keponakanku miliki dan juga miliknya." Ia melihat begitu jauh perbedaannya.

"bodohnya aku." Gumamnya tertawa kecil

LilyCrown Sieghart,all Status Endurance A,Speed A+,Technic A+,agillity S,Akurasi S,Emosion Control B, Physical A+

"Tentu saja berbeda,dia anak nya Rena dan els yang notabene Archer yang bisa menggunakan kekuatan fisik, serangan kaki nya juga gak main main, dan ketahan tubuh yang dimilki si Els yang gak lain warrior bercampur jadi satu, ini anak Status nya Gila." batin rajes.

"untuk saat ini Archer yang paling di unggulkan memang Anclaime Lily, dia memiliki bakat dan juga tekniknya hebat." Tutur salah satu ketua divisi Cora.

"hahahahahaha." Rajes tertawa Lepas karena mendengar ucapan salah satu ketua divisi.

"chamtalion rajes?" pandangan mereka menuju rajes yang tertawa lepas.

"gimana gak unggul, soalnya dia anak dari 2 orang itu, Mantan dewan Els Sieghart dan Rena Sieghart duo Archer Dan warrior yang mampu mengetarkan perang Crag mine, jadi wajar saja Statusnya Imbalance, tapi sayang emosi controlnya mengambil darah sang ayah yang notabene emosian, kombinasi gila hahahaha."ucap rajes geli.

"oh iya, chamtalion rajes sudah 4 periode menjabat dewan supporter jadi wajar saja dia tau." Ucap sang wakil archon.

"baiklah, aku menstujui Pengangkatan Ophis DragBlaze,biar aku yang mengangkatnya langsung nanti." Setelah itu dia keluar dari ruangan itu lalu bergumam.

"Keahlian Khusus Force yang melebihi rata-rata,anak ini benar benar membuat ku tertarik." Gumamnya sambil membawa berkas Ophis.

Ophis DragBlaze

Status : No guild, Record Battle 47 win 12 lose. Range Type Archer (Adventurer)

Pangkat : Aranel – Anclaime (confirm)

Status yang di unggulkan : Akurasi,fisik, daya tampung force yang besar.

Skill paling kuat : Blazing Arrow.

Saat ini Upacara kenaikan Pangkat dilakukan,well memang terasa membosankan dan monoton bagi rajes, namun saat ini berbeda karena ia memilki tujuan lain dalam upacara ini, ya tujuan lain.

Para dewan yang gak lain junior nya rajes heran, gak biasanya sang dewan supporter tersenyum berambisi.

"pfft.."Sang kakak menahan tawa melihat wajah rajes yang berambisi, ia melihat melalui Monitor di rumahnya.

"kenapa yah?" Tanya Rea pada ayahnya.

"kau liat wajah pamanmu itu,gak biasanya ia berambisi kayak gitu" sang ayah nunjuk raut wajah rajes.

"hahaha apa-apaan wajah paman itu,tidak seperti dirinya."ujar rea meledek sang paman.

Beletak.. dua kepala di geplak dengan centong sayur, yep lagi lagi ara memberikan geplakan mautnya.

"hadeh kalian ini, gak ada habis-habisnya ngeledek rajes, bukannya bagus kan dia memiliki tujuan,kau tau selama ini dia berkerja hanya di keadaan mood dan lebih sering di bengkelnya." Bela sang Istri pada sang adik ipar.

"aduhh..ya itu juga menurut ku bagus untuknya, dia tak lagi merasa bosan dengan kehidupan."dengan kepala benjol sang suami masih asik menahan tawa melihat wajah sang adik.

Kini giliran Ophis yang maju untuk diberikan lencana pengangkatan dan rajes yang memberikan kehormatan tersebut.

"sial dia manis banget,apa karena tadi pagi gak terlalu merhatiin yak." Batin rajes deg degan.

"selamat atas kenaikan pangkat mu, semoga Decem selalu membimbing mu dan juga Aliansi suci mengharapkan dirimu juga untuk kedepannya." Rajes memberikan lencana dan memberikan doa doa layaknya yang lain.

Setelah upacara itu kini prajurit-pajurit tadi pada bubar, ada yang senang atas kenaikan pangkatnya dan makan-makan bersama teman, ada yg ngumpul dan berdoa atas kesuksesannya karena naik pangkat dan lain-lain.

Saat ini Rajes mencar-cari orang dan membuat prajurit-prajurit lain terheran.

Setelah agak lama mencari akhirnya ia menemukan orang itu,yep ia mencari ophis.

"ahh akhirnya ketemu,Ophis BlazeDrake kan?"tanya Rajes dan membuat yang punya nama kaget gak karuan.

" itu saya,ada apa ya Chamtalion seperti anda mencari saya?" hati nya deg-degan gak karuan takut kenapa-kenapa padahal barusan naik pangkat.

"ada tawaran bagus untuk mu." Ucap rajes kalem.

"tawaran? Tawaran apa chamtalion?" tanya ophis.

"umm.. kamu mau jadi..asisten pribadi saya?" Tanya rajes yang kini agak ehem blushing.

"ehhh….tapi..tapi anu.." ucap Ophis kalang kabut dan membuat rajes makin gemes akan tingkahnya.

"terima aja ophis, jarang loh Chamtalion minta langsung." Ujar salah satu kawannya.

"kyaa…Chamtalion rajes yang minta ahhh aku iri!." Ucap pajurit yang melihat itu.

Terjadi banyak omongan di sana, ada yang iri,ada yang kesal dll.

"udah ophis ambil aja." Paksa salah satu temannya.

"umm jika kamu keberatan,saya gak memakasa kok, jika berubah fikiran saya ada di guild ouroboros datang saja." Ucapnya lalu membalikan badan menuju ke arah guild.

Rajes mengitung mundur dari 10 jika sampai di 0 gak ada jawab berarti beneran gak mau fikirnya, dan sudah di hitungan 0 ophis belum menghampirinya, namun ia merasa jubahnya di tarik

Tanpa fikir panjang Ophis menahan Jubah sang Chamtalion, karena untuk ngejer sang chamtalion aja udah capek, mau teriak juga gak enak jadi ketika sudah dekat ia menggengam jubah sang chamtalion.

"maaf atas ketidak sopanan saya,saya menerima tawaran anda." Dengan wajah merah karena malu ,dan juga banyak yang liatin bikin tambah malu, penonton juga makin histeris melihat keadaan itu.

"akh! Aku ingin jadi anak itu, kenapa gak aku aja chamtalion!." Ucap mereka histeris.

"syukurlah,ku kira kau gak mau."ucap rajes mengelus rambut sang asisten.

Aku selalu percaya bahwa dirimu selalu ada walau raga mu tidak

Namun aku selalu menanti akan pengganti dirimu

Karena aku yakin kau juga menginginkan ku bahagia.

Aku selalu ingin pergi kemanapun agar bisa menghilangkan rasa kesendirian ku

Namun saat ini langkah ku terhenti karena aku tidak sendiri

Sang angin mengantarkan ku ketempat yang takdir tentukan.

Walau perjalanan panjang memakan waktu itu hanyalah sebuah batu asahan

Aku tau kau selalu mendorong ku untuk maju

Walau ku tau aku tak pernah sempat mengucapkan sepatah katapun untuk mu

Kau berubah di saat telah tiada, dan kini giliran ku untuk merubah apa yang ada di hadapan ku.

"Chamtalion, boleh saya bertanya sesuatu?" tanya ophis.

"silahkan." Jawab ajes santai.

"bagaimana anda menemukan saya di kerumunan orang itu." Tanya ophis.

"gampang saja, dirimu itu layaknya mawar putih di kerumunan mawar merah jadi mudah terlihat." Ucap rajes santai namun kata-katanya barusan membuat yang dapat jawaban jadi berfikir yang lain.

Di tempat lain Ariel yang kini masih mengamati catatan sang kakak, ia memerhatikan detail detail informasi dan juga apa yang tersimpan dalam buku itu.

Dari catatan harian,catatan latihan sampe buku orang hutang juga di baca, berjaga-jaga siapa tau kenal oangnya bisa di tagih.

Mata saphire nya masih menjelajahi huruf, angka, bahkan pola sihir, lalu ia bergumam.

"tak kusangka Pola sihir kakak sangat rumit,aku sangat sedikit mengethaui tentangnya, bahkan papa pun tak mau cerita." Pola sihir yang dilakukan sampai gerakan diulis dengan detail, lalu ia menemukan sesuatu yang benar-benar kebetulan dari buku peninggalan sang kakak.

Yap foto, foto kakaknya,wanita berambut coklat, lalu 2 orang yang ia kenal, terlihat dari ekspresi wajah sang kakak yang sangat cerah dan senyuman lembutnya membuat wajahnya yang notabene ganteng.

Melihat foto itu, ia benar benar merindukan sang kakak,ternyata ia baru menyadari sekarang ia kekuarangan namanya sahabat, walau ia saat ini mempunyai teman dari ras lain, sahabat ang ia punya sangatlah sedikit, kebanyakan hanya datang dan pergi, tidak seperti Lily yang awal mereka bertemu sama-sama masih pemula dan sampai saat ini yang notabene udah mempunyai pangkat yang lumayan.

Ia menghela nafas lalu menaruh foto itu kedalam Bingkai dan diletakan di meja kerja sang kakak, sebelum pergi ia berdoa untuk sang kakak lalu pergi keluar rumah mencari sesuatu yang bisa membuat pikirannya fresh.

"Bu aku pergi keluar." ucapnya lalu pergi.

Ia berjalan kearah pertokoan, lalu ia melihat gadis bersurai hijau dengan sedikit corak merah di rambutnya.

"itu Lily kan?" ia memiringkan kepalanya serasa tak yakin, lalu menghampiri gadis itu dan menepuknya, "hey." Karena tepukan di pundak itu embuat gadis berambut hijau itu kaget.

"kyaa.., huuh Ariel kau mengagetkan ku." Lily kaget dan juga kesal akan tingkah sahabatnya itu.

"kau lagi apa ly? Kayak assasin aja ngintip-ngintip." Tanya Ariel.

"itu Paman rajes kayaknya punya pacar deh, mangkanya aku sama Rea ngikutin." Jelasnya sambil menunjuk pria 40an itu.

"lalu Rea mana?" tanya ariel lagi.

"oh Rea itu dia lagi nyamar dan kejarak yang lebih dekat." Lily menunjuk Rea yang duduk agak jauh dari Rajes.

"hoo, tapi bukannya itu adik tingkat mu ya ly?" Lalu ariel menujuk Gadis yg ada di depan Rajes.

"iya, aku penasaran aja, masa Ia Pria tua itu macarin gadis umur 20an apa gak keterlaluan?" Lily Kesal adik tingkatnya bersama dengan pamannya.

"tapi kalo sama-sama cinta sih gak masalah, umur bukan hambatan, Kalo Decem bilang Jodoh kita mah apa Cuma pasir aja bagi dia." Sahut ariel agak memberi dukungan buat rajes.

"tapi… masa Ia jadi Pedophil, 20 tahun loh bedanya 20!" Sahut Lily makin kesel.

Lalu Ariel mengusap kepala sang sahabat.

"kadang cinta itu sulit di mengerti,walau dirimu adalah pedang, tubuh mu adalah baja dan hati mu adalah Kaca, Cinta itu bisa ngehancurinnya dengan mudah." Ia masih menasehati sang sahabat dan mendukung hubungan mereka.

"kau dapet kata-kata darimana,kayak ngerti aja soal cinta padahal singel, haha." Ledek Lily.

"eumm dari Novel yang kubaca sih, bukannya gak mau ngelepas singel masih belum ada yng cocok, tapi kayaknya aku suka sama seseorang, namun sulit buat dicapai, terlalu bersiko."ucap nya melihat kearah langit novus.

"maksud mu Bellato rambut coklat itu?" tanya Lily.

"bukan, kurasa dia udah punya seseoang, tapi kalo di liat dari aura nya ketahan sesuatu entah kenapa." Ujar Ariel.

"lalu siapa? Accretia unik itu?" Tebak Lily sekali lagi.

Yg di tebak malah jadi aneh, "ehhh… mana mungkin lah, d..dia kan Makanik kitakan organic mana bisa lah." Agak sedikit tergagap ia mengucapkannya, walau Teman Accretia nya itu mengingatkan akan seseorang.

"hee~ tapi kau sendiri yang bilang, Kalo Decem Bilang jodoh kita mah apa Cuma pasir." Lily mengcopy ucapan Ariel.

"hufft, gak lucu tau." Ariel menggembungkan pipinya, dan membuat nya jadi imut.

"gihihi." Tawa lily senang menggofa sahabat karibnya ini.

"eh paman mu pergi lagi tuh." Ariel menunjuk Rajes yang pergi dengan sang asisten pribadinya.

"hei Rea kenapa gak bilang paman bergerak." Ucap Lily Melalui Earphone yang menyambung ke Rea.

"eheheh maaf dessert nya enak jadi lupa, aku akan mengejarnya,tenang saja lil kalo aku yang mata-matain pasti aman." Ucap rea melalu earphonenya.

"ya sudah Riel aku pergi dulu mau lanjut ngintai." Lily meninggalkan Ariel, Ariel hanya tertawa melihat tingkah konyol paman dan 2 ponakannya.

"dasar mereka itu, ngomong-ngomong aku mau ngapain yah?" ia jadi bingung mau ngapain di area pertokoan, karena pusing jadi dia membeli Es cream coklat kesukaannya.

"manisnya gak berubah, lembut dan juga ada rasa tersembunyi di balik lembut dan manis nya es ini." Ia memerhatikan es yang ia beli lalu memakannya lagi.

"ahhh ditempat ini mengingatkan ku saat Kakak mengajari ku beberapa teknik dasar waktu aku kecil." Duduk di dekat lapangan yang cukup luas dan warna rumput hijau yang mendominasi area tersebut.

"haah kakak, aku tau kau melakukan hal yang menurut mu benar,tapi kenapa sampai pergi meninggalkan ku." Mata saphire nya berkaca-kaca karena mengingat sang kakak.

Buk.. kepala nya digebuk pelan oleh buku.

"kenapa dengan dirimu, wajah mu menyedihkan, bahkan Lunker yang mau mati aja gak begini wajahnya." Ledek orang itu.

"ehh, kau…."

To Be continued.

Yup guys I back again, entah kenapa gue nulis begini, yah sebenernya pengen romance romance dulu sih pengen ngenalin character nya gimana jadi ya beginilah chapter ini, sorry di potong males banget ngelanjut pening gak dapet inspirasi, jadi chapter depan masih di cora story, pengenalan character lah cuz lumayan banyak juga supporting chara nya belum pada dijelasin.

Well entah mengapa gue merasa Author Author sini pada Tidur atau males ngetik,atau hal lain entahlah hanya authornya dan tuhan yang tahu yep tahu bukan tempe, lagian yang Update Cuma beberapa aja juga kangen dengan FF yang lain hahahaha.

Ayolah Update seengaknya Special Chapter one-shoot or Cuma 3k word kayak gue gak apa-apa biar pembaca gak capek nunggu hahaha.

Ariel disini lebih tua dari Lace, yah sekitar 25-26 lah kalo Lace sendiri 23-24 cuz masih di rahasiakan umur asli nya hohoho clue nya lebih tua dari Lake 2 tahunan.

Well sedikit gue masukin puisi, entah itu puisi apa bukan lebih tepat nya ungkapan perasaan, tapi kalo menurut gue sih lebih masuk ke ungkapan perasaan di banding puisi hahaha~

Niat nya sih chapter nya mau gue masukin sedikit lyric lagu dari Yuna Ito- Alone again, coba denger deh kali aja ada yang suka.

Ada saran dari pembaca, dengan senang hati author mencoba masukan, bila author mampu hahah~.

Terkadang ane butuh asupan inspirasi lebih, udah buat Kerangka kasar tapi malah ngelantur ke line yang lain.

Well Guys thanks for read, don't forget Review, Your Review make me Strong and Write more better and Better.

I am the Bone Of My fanfic.

Don't know to Imagine Nor To write

My body is MS Word

My heart is Keyboard.

Unlimited FANFIC WORKS!

Quotes

"kadang cinta itu sulit di mengerti,walau dirimu adalah pedang, tubuh mu adalah baja dan hati mu adalah Kaca, Cinta itu bisa ngehancurinnya dengan mudah." Ariel LativeHeart Chapter 14 mempunyai pangkat yang l