Fanfic Change Chapter 15.5 - Adaptation in new place And New Friend
Relvian,Ren dan Anarine Berjalan menuju ke wilayah Federasi namun ada yang menggangu pikiran Ren tentang ini semua.
"Rel, bini lu gimana tuh kalo di bawa federasi kan bahaya,lu dah nyiapin semua buat nanganinnya kan?" Tanya Ren yang yah sedikit khawatir karena ngambil resiko yang bisa dibilang bahaya bgt.
"udah kok, gue dah nyiapin rumah yang jaraknya lumayan jauh dari pengawasan federasi, jadi itu menurut gue aman." Relvian merogoh tasnya mengambil beberapa coklat.
"anarine kamu mau?" Relvian memberikan Coklat batangan ukuran sedang tersebut.
"ya boleh saja." Ia mengambil coklat itu dan memakannya, "manis dan lembut enak." Ucapnya sambil menikmati perjalanan.
"cuk mau gak lu? Gak usah ya yaudah deh." Ucap Relvian masukin lagi satu batang coklat itu ke Tas.
"gue belum jawab apa-apa cuk!" melihat ekspresi kawannya yang kesal membuat relvian tertawa lepas.
"buahahahaha, canda canda, nih." Relvian ngelmpar coklat itu dan di tangkep sama ren.
"kalian akrab banget udah kayak orang pacaran." Mendengar kata-kata nista tersebut membuat dua orang ini memuntahkan apa yang baru mereka makan.
"hoeek.. ohok..ohok.. plis Anarine jangan ngomong yang aneh aneh deh uhuk,kau membuat ku hampir mati tersedak." Relvian terbatuk batuk karena mendengar omongan nista dari istrinya.
"plis corite jangan ngogzmong yang aneh-aneh, gue masih doyan cewek jangan samain gue dengan orang itu yang kelainan seksual." Ren nunjuk Relvian yang masih posisi muntah.
"haa? Kelainan lu kali kelainan kelamaan jomblo." Ledek Relvian.
"ngajak berantem? " Tantang Ren.
"hooo boleh boleh, dengan senang hati gue layanin." Ren dan relvian saling melotot satu sama lain dengan tampang ngeledek.
"hadeh kalian berdua ini.." Anarine Tepok jidat liat kelakuan Archon sedeng dan wakilnya yang geblek.
Lalu dengan tampang diserem-seremin padahal gak serem di jewer lah dua orang yang ribut ribut ini.
" .. Sakit! oi Corite sakit." pekik Ren yang telinga di tarik begitu juga dengan Relvian.
"duhduhduh…Anarine napa di tarik sih sakit.." Anarine hanya menghela nafas melihat mereka brdua.
"mangkanya jangan ribut membuat kepala ku sakit." ucapnya lalu melepas tarikan dari kedua telinga dua orang sablng itu.
"Relv bini lu galak." Ledek Ren
"entahlah Ren gua aja baru tau dia galak, yah namanya cinta, cinta itu buta sih kalo kagak buta ya gak begini, gahaha." Relvian ketawa ngakak dengan kehidupannya yang baru aja dimulai.
"kok lu Ketawa lagi ngenes itu bego hahaha." Lalu dengan cepat relvian membalas "kadang hidup butuh di ketawain Ren" lalu mereka Bro fist tanda mereka stuju
"gue setuju kali ini hahaha." Melihat Ren dan Rlvian akrab walau suka bertengkar Anarine hanya tersenyum geli, sebenarnya Anarine baru kali ini bertemu Ren namun setelah melihat kekompakan dan keakraban mereka berdua Anarine yakin banget Ren orangnya enak dia jak komunikasi.
"kira-kira anaknya Cowok apa Cewek?" kini Relvian nanya ke Anarine.
"umm belum bisa di prediksi sih lagian aku juga gak prnah ngecek ke dokter." Ucap anarine mengelus perutnya.
"lu bego ya Relv kalo dia cek dokter pas di aliansi udah keburu modar duluan dia, dasar Pea yah ntar minta tolong si Shin aja, toh kalo dia mau dan juga gak shock liat corite." Ren ngasih saran ke Relvian dan Relvian hanya mangut mangut aja.
"mau langsung TP markas lu Ren? " yang di jawab hanya berdehem ria.
"well kalo gitu gue langsung TP area safe lane gua buat kerumah sekalian Anarine juga."sahut Relvian, Setelah mendengar temennya ngomong Ren langsung ngaktifin Teleport ke Markas.
"Anarine ini alat buat teleport ke Rumah kita yang baru." Anarine mengambil apa yang Relvian berikan.
"aku gak pernah makai yang seperti ini di Aliansi, apa ini aman?" tanya Anarine was was.
"yah tenang aja, lagian itu juga udah di uji kok jadi udah pasti aman." Relvian memegang tangan Anarine lalu mereka tleport.
Yep mereka teleport dengan selamat di tujuan tanpa ada kesalaan sedikitpun.
"rasanya seperti memakai teleport biasa." Ucap Anarine.
"ya memang begitu, tidak ada bedanya, dan inilah rumah mu yg baru, eh bukan Rumah kita."Ucap Relvian.
"aku menyukainya, bentuknya sederhana tapi nyaman dilihat." Ucapnya melihat lihat rumah yang akan ia tinggali.
"kau belum lihat bagian dalamnya,mungkin suasanya cocok untuk mu." Relvian membuka pintu rumah dan Anarine begitu kaget rumah yang akan di tinggali begitu bagus dan nyaman walau terlihat sederhana namun enak di tempati.
"ini lebih dari cukup, Kurasa ini memang lebih baik." Ucap Anarine Masih memperhatikan.
"Maaf aku tidak punya pelayan,mungkin dirimu harus membiasakan diri." Relvian membuat Minuman untuk mereka berdua.
Anarine menggelengkan kepala lalu berkata "tidak perlu pelayan aku lebih senang melakukan apapun sendiri."
"haha ku kira kau selalu dilayani oleh pelayan karena kau yahh keluarga bangsawan."ucap Relvian kini duduk di samping anarine
"itu dulu, sekarang aku hanya orang pelarian yang menjadi istri seorang Berseker Bellato." Anarine Meminum Minuman yang di sediakan Relvian dengan hikmat.
"Enak..Kau pandai hal seperti ini?" tanya Anarine.
"begitulah aku sudah lama tinggal sendiri jadi, hal seperti ini sudah biasa hihihi." Relvian tertawa dan nyengir gaje.
Yah hari pertama mereka di lewati dengan kebahagiaan, karena rencana yang mereka" buat berhasil walau sedikit masalah yahh sedikit.
Di tempat Ren
"Hahhh…Gue lelah." Ren menghela nafas dan bersandar di bangku Archon yang nyaman.
"Lu kayak kakek-kakek abis ngangkat batu gede."Hestia menyajikan the herbal agar Ren rileks.
"Ngikutin Relvian emang selalu bikin lelah hati sama lelah pikiran, dan ujung-ujungnya badan gue kena imbas juga." Ren melepas armor beratnya dan saat ini hanya menggunakan kaos dan celana training pendek.
"begini emg lebih nikmat, enteng..sruptt…"Ren melihat keluar jendela sambil nyeruput teh.
"andai kehidupan bisa setenang ini pasti enak rasanya."matanya melihat kadet-kadet yang kejar-kejaran dengan teman-temannya.
"yahh jika itu terjadi gak ada namanya perang tiga bangsa." Rose yang sedari tadi ngurusin laporan
"sayangnya perang ni udah beratus-ratus tahun jadi gimana mau kelarinnya?" tanya Hestia sang Holy chandra.
"mana gue tau hes, mungkin aja ada generasi yang bisa ngehentiin kegilaan ini, gue harap." Ucap sang Grymnystre.
"Mikirin gituan gak ada abisnya kayak ini laporan." Rose masih pusing dengan sisa-sia laporan dari Amethyst.
"Mana Amethyst? Gak kerja dia?" tanya Ren
"Tadi udah duluan dia udah balik, capek kayaknya, atau mungkin nyariin Relvian, tau sendiri tuh anak kayak magnet kalo sama Relvian." Dengan santai shin ngejawab sambil corat coret laporan.
"kalo nyari relvian berarti… Oh shiet." Ren ngambil jubahnya yang ada di cantolan deket pintu dan langsung lari ketempat Amethyst.
Dengan cepat Ren berlalri nyariin si amethyst dan untungnya sempet, saat ini amethyst lagi di Toko makanan mau beli sesuatu, tapi aneh aja orang kaya kok beli makanan bahkan pelayan yang begitu banyak gak cukup buat bikin masakan pikir Ren.
"oi methyst, haah..haah.. lu mau ngapain?" tanya REn yang sedikit aneh.
"gak lu liat gue pengen beli makanan? Lu napa sih tumben-tumbennya aneh gini." Tatapan aneh di lancarkan ke Ren, amethyst liat ren kayak orang abis di kejer 10 pit boss barengan.
"iya gue tau kalo lu mau beli makanan." Belum selesai ngomong langsung di potong sama amethyst "ya kalo udah tau ya udah, emang ada urusan apa kepo bgt deh lu Ren." Ucap amethyst ketus.
'Ni orang bikin jengkel! Kalo monster aja udah gue bejek trus gue bekuin make skill Sever Cold Ice spike nih anak.' Batin Ren yang kesel tapi masih di usahain wajah kalem bak es batu.
"maksud gue abis ini mau ngapain, lu gue lagi ngomong udah di potong, trus tuh makanan buat siapa? Rumah lu kan banyak pelayannya tuh." Tanya Ren kepo.
"suer deh Ren lu kepo bgt kayak cewek aja, gue mau ngasih Relvian tuh anak kasian kalo gak di kasih makan." Haahh.. sial dugaan Ren bener si Amethyst mau ketempatnya relvian.
"gak usah Met si relvian dah makan bareng gue tadi serius, mending buat yang laen aja gimana? Oh iya Rogue kan mau nikah tuh gimana kalo kasih dia aja makan-makan di rumah dia gimana?" ajak Ren supaya gak ketempat relvian.
"hnn gue juga tau hal itu, tapi entar aja lah enak bareng relvian, kan Relvian partner nya si Rogue." Amethyst masih ketus dengan pendiriannya.
Usaha yang sia-sia inflitrator keras kepala macem batu yg satu ini sulit di hadepin, apa lagi kalo udah buat keputusan sulit di ubah, Ren masih nyari cara buat gagalin niat amethyts, sebenernya sih kalo di keadaan biasa si Ren oke-oke aja dan bahkan gak peduli, tapi sekarang beda persoalan karena di rumah Relvian dia gak sendirian lagi, yap dia sekarang berdua bareng Corite istrinya, dan takutnya Si Amethyst kaget relvian bawa tuh wanita corite itu yg ada Abis Relvian di hajar Amethyst, dan yang paling parah jangan sampe kayak kejadian Batalion 1 Cora yang di acak-acak sama amethyst, gara-garanya sepele sih, buat si relvian luka gak parah-parah amat tapi cukup buat Amethyst jadi Mode Berseker, yep Julukan SI amthyst di peperangan Berseker Blood Collector, bukan karena dia jobnya Berseker melainkan kekuatannya di atas rata2 berseker, bahkan Berseker Bellato sendiri mikir-mikir kalo mau duel sama amethyst.
"errr yaudah deh kalo emg mau lu gitu, gue ngikut yak hehe." Ren ketawa garing dan Amethyst juga gak terlalu peduli.
Dengan cepat Ren keluar toko tadi dan nelpon relvian.
"Halo Ini relvian Dewan paing ganteng sejagad ini siapa yak." Tanya Relvian dengan pedenya gak ketulungan.
"oi cug ada masalah besar, dan kampret gak usah sok kegantengan taik." Ucap Ren kesel.
"oh lu toh uban, ada apaan sampe lu rusuh gitu." Tanya relvian yang masih kalem.
"amethyst mau kerumah lu ini masalahnya biji Anabola!." Teriak ren.
"ohh amethyst mau kesini…. WHAT THE FAAAK! Demi Kolor Hestia yang di colong shin kemaren napa lu gak bilang dari tadi anjir!" kini giliran relvian yang panik.
"kenapa sayang? Kok panik gitu." Tanya Anarine dengan polosnya.
"gini beb, ada Dagnu yang mau mampir kerumah kita, jadi bisa gak nanti sembunyi di kamar jangan keluar sampe nih dagnu pulang kerumahnya?" harap harap cemas semoga bininya paham dengan omongannya.
"D..DAGNU?! aku gak boleh sembunyi aku harus lawan, aku gak mau kamu luka parah lawan dagnu sendirian." Anarine panik lebih panik dibanding Relvian.
Relvian tepok jidat ternyata istrinya salah paham soal dagnu, dikira dagnunya beneran si dagnu sodaranya Dagan.
"gini maksudnya beb, ada temen aku yang errr bisa di bilang over protect sama aku yah… jadi kalo dia ngeliat corite otomatis dia langsung nyerang, yah kau tau sendiri lah ras kitakan agak errr gitu deh, jadi please ya jangan keluar kamar." Harap-harap sang istri nurut namun omongan panjang relvian di bales senyuman dan berkata.
"enggak, aku mau ketemu dia toh kalo dia ngelawan kan masih ada sayang yang ngelindungin aku dan si bayi." Mendengar jawaban itu relvian tepok jidat yang kesekian kali.
"oh decem! kenapa makhluk lu keras kepala dan oh Tuhan kenapa masalah ini menimpa gue!" relvian berdoa kepada yang mahakuasa karena takdir yang ia jalani rumit.
Bletak.. gulungan koran ndepak kepala relvian.
"what nje fuk , sakit! kenapa kepala ku di pukul" tanya relvian yang sewot kepalanya di pukul anarine.
"abis kamu doa yang aneh sama Decem jadi wajar lah aku marah huftt, tenang aja aku yakin temen mu pasti ngerti." Anarine kembali kalem ke sifat aslinya.
"ku harap anakku nanti punya sifat kalem seperti dirimu ku harap." Ucap relvian mengelus perut sang istri dan menciumnya.
"tapi aku ingin dia kuat sepertimu dan tampan, jika ia laki-laki." Anarine mengelus rambut relvian.
"ngomong-ngomong dulu aku pernah berjanji sama Rogue dan shin." Ingat relvian.
"janji apa?" tanya anarine.
"kalo aku punya anak laki-laki dan salah satu dari anak mereka perempuan ketika besar kelak akan kami jodohin, kalo anak kami bertiga sama-sama laki/perempuan mereka akan jadi saudara yang lebih dekat dibanding saudara kandung." Ucap relvian mengingat perjanjian konyol antara Rogue dan shin.
"lalu kalo dari anak kalian bertiga dan laki-lakinya Cuma satu atau perempuannya satu gimana?" kini giliran anarine yang nanya.
"kalo anak lakinya satu yah terpaksa milih dua-duanya, atau pilih satu atau gak sama sekali itu tegantung si anak mau apa enggak, kalo perempuanya yang satu yah tergantung si anak perempuan mau sama yang mana." Ucap relvian santai.
"haha kalian itu membuat masalah untuk anak kalian sendiri bodoh, hey anakku sepertinya nanti di kedepannya hidup mu banyak kesulitan, terutama untuk percintaan salahkan ayahmu yang buat perjanjian itu ibumu hanya bisa mendoakan mu semoga lancar-lancar saja." Anarine berbicara pada perut yang notabene isinya yang cikal bakal si Lace.
"tenang saja anakku, jika kau menikahi salah satu dari anak mereka ku jamin bahagia di finansial dan rohani ku jamin 100%" ucap relvian percaya diri dan ia lupa akan kedatangan si Amethyst.
"oi relvian ada orang gak di rumah." Pintu di gedor dan sang dagnu dateng.
"FAK! Gue lupa Dia mau dateng FAKK!" panik dan kalang kabut
Dan pintu di buka begitu aja si relvian lupa kalo pintu gak di kunci, dan Amethyst yap dia terpatung melihat relvian yang lg meluk Anarine yg notabene Corite.
'oh tuhan semoga gak ada darah yang bertumpah malem ini Amin.' Do'a Ren dalam hati.
"kau…." Ucap Amthyst tertahan lalu di potong oleh Relvian.
"gini Met gini gue bisa jelasin." Tahan relvian agar amethyst gak ngamuk.
Tanpa ba bi bu Amethyst ndorong relvian entah kemana dan nyamperin Anarine lalu tanpa di duga Amethyst menepuk pundak sang Corite (dengan jinjit).
"tolong jaga si bodoh itu ya, yah aku juga merasa past akan datang hari ini, Relvian sudah memberi tahu ku, walau tak rela tapi apa boelh buat demi si bodoh itu bahagia." Amethyst memeluk Anarine tanpa ragu.
"iya aku akan bersaha mewujdkannya, maksud ku itu pasti akan ku lakukan." Anarine memeluk erat Bellato yang ada di hadapannya walau untuk kali pertama ia memeluk bellato lain selain Relvian.
"errr gue rasa ini jauh lebih baik dari yang gue kira." Ren yang melihat itu hanya menghela nafas lega.
"memangnya apa yang lu kira?" tanya Amethsyt
"well gue kira kau akan jadi mode berserek dan menghajar Relvian dan Anarine, ternyata pemikiran gue yang salah haha." Ucapnya ketawa pelan.
"cih gue gak sedangkal yang lu pikir Ren,dan gue gak seserem yang lu bayangkan." Ucap amtehyst membela dirinya.
"ya gak seserem yang lu bayangin tapi gak Dorong gue sampe jedak tembok juga keleus." Relvian yang jadi korban kepalanya benjol.
"brisik orang bodoh diem aja." Amethyst ngeledek Relvian.
"oh hello, gue ini lulusan nomor satu di akademi yah inget itu dan juga nomor satu pas perubahan job 1 dan kedua beruntun, jadi lu salah bilang gue bodoh, dasar si nomor 6 beruntun." Ledek Relvian kembali.
"kalian kompak bgt yah hahaha." Anarine ketawa liat kelakuan Amethyst dan relvian.
Dan setelah itu ke akraban mereka mulai terjalin, Relvian mengajak teman-teman dewannya dan juga Rogue sang partner dan istrinya si Tsukiumi bertemu Anarine, mereka berjanji menjaga rahasia ini dengan nyawa mereka.
Anarine yang cepat akrab dengan yang lain menjadi layaknya seperti saudara sendiri, berbincang-bincang dengan para wanta bellato dan senda gurau dengan pria bellato yang ada di hadapannya.
Lalu Anarine meminta untuk di ajari bahasa Bellato tentu saja relvian dan kawan-kawan mengajari Anarine dengan sepenuh hati.
Tak lama untuk mengajari Anarine cukup 3 minggu Anarine lancar berbahasa Bellato, yah pada dasarnya Anarine itu cerdas dan cepat untuk memelajari sesuatu.
"err anarine boleh minta tolong sesuatu?" tanya Ren yang gak biasa-biasanya minta tolong sama orang.
"tentu Ren kau mau minta tolong apa?" ucap anarine lembut.
"itu…. Bisa ajari aku bahasa Cora? Yah kau tau daripada harus menggunakan talk jade akan lebih enak bila langsung paham apa yang cora katakan bila mereka bicara, kumohon." Yang mendengar itu kaget, sang berseker meminta mohon ini diluar dugaan mereka.
"oi ren lu gak kesambet kan?" tanya Relvian dan ren dia langsung jawab gak.
"lu gak sakit kan."
"gak"
"kepala lu kejedok pintu yak?"
'kagak"
"lu siapa lu bukan REN GRYMNYTRE!" ucap mereka kompak
"what the FAK, GUE REN GRYMNYTRE archon bellato!, lu kira gue gak bisa sopan meminta sesuatu? " Ren frustasi karena sahabatnya gak percaya dia itu ren yang biasanya.
"haha kalian ini kasian tuh si ren, yah tentu saja akan ku ajari dengan senang hati, berbagi itu indah, dan mempelajari itu menyenangkan." Ucap anarine.
"kalo gitu kami juga mau ikutan, gak asik kalo Cuma ren doang yang bisa." Hestia gak mau kalah dan yang lain pada setuju.
Well setelah itu setiap malam mereka kerumah Relvian belajar bahasa cora dan tulisannya sampai detail, dan siapa sangka bila jd guru anarine sangat ketat dan galak, bahkan pernah Shin di geplak make penggaris tanpa ragu.
Yah cukup lama mengajarinya karena memang bahasa cora sedikit rumit dan banyak tingkatnya, namun anarine tetap konsisten mengajar sahabat barunya mereka selesai belajar bahasa corite dalam waktu 1 bulan dan itu juga menunjukan kandungan anarine yang memasuki bulan ke 7
"tak terasa 2 bulan 12 hari lagi anak kita lahir." Ucap relvian
"yah waktu berjalan begitu cepat dan kau dan teman-teman lain sudah fasih berbahasa cora." Anarine mengelus-elus perutnya.
"itu berkat pengajaranmu yang baik dan ketat jadi kami belajar dengan cepat" relvian bersandar kepada sang istri.
"nama yang bagus untuk anak ini apa menurut mu?" tanya anarine ke relvian.
"gimana kalo Klein?" tanya relvian
"kurasa terlalu biasa untuk nama kalangan bellato dan cora nama klein sudah pasaran ada yang lain?" anarine masih penasaran apa yang bagus untuk sang buah hati.
"yang pasti sih anak ini punya masa-masa sulit karena kita, namun dia memliki banyak pilihan untuk takdirnya, dari segi percintaan maupun yang lainya." Relvian menebak yang akan terjadi beberapa tahun nanti.
"kalo menurutku, dia akan jadi anak yang lembut, baik hati, kuat sepertimu dan kalo laki-laki dia tampan seperti mu dan kalo perempuan seperti diriku,karena dia begitu rumit bagaimana Kalo untuk Laki-laki di beri nama Lace? Gimana bagus gak." Anarine meminta saran ke relvian.
"Lace yah… kalau tak salah Lace artinya renda, atau mengikat dan menyusuri hmm boleh juga, Rumit seperti renda, mengikat karena dia mengikatkan kita dua ras yang berbeda lalu menyusuri kehidupannya walau itu gelap dan berat nama yang bagus aku suka." Relvian setuju dengan nama itu.
"lalu kalo anak perempuan namanya siapa?" kini anarine yang bertanya soal nama.
"karena kalo cowok bernama Lace berarti jika dia perempuan harus L juga depannya hmm Gimana kalo Luciana atau jika ingin beda Jeane kurasa itu bagus seperti nama pahlawan wanita dan putri-putri bangsawan." Relvian memberikan saran kepada sang istri.
"yah itu bagus aku suka semua, kau cocok memeberinama untuk anak perempuan yah." Yang di puji hanya cengar cengir gak jelas
"well jika kau tau rogue juga sedikit meminta saran padaku nama anak yang akan dia punya." Relvian mengingat kejadian tadi pagi.
"lalu nama apa yang kau beri?" tanya anarine.
"Lamia, dalam bahasa kuno berarti cahaya keren kan." Tapi anarnien malah kaget dengan nama itu.
"ehhhh… bukanya Lamia itu berarti penyihir kuat yang bisa berubah menjadi setengah ular setengah manusia yah? Seperti di buku kuno tentang peradaban nenek moyang kita ada certa tentang medusa mansua setengah ular setengah manusia." Jelas Anarine tentang nama itu.
"yah arti nama beda-beda tergantung yang mana yang mau di pakai, tergantung orang tuanya." Walau sedikit kaget tapi relvian tetap memberikan alasan yang masuk akal.
Dan kisah mereka masih berlanjut di chapter yang akan datang
To be continued
Halo.. author kita balik lagi nyahaha, sorry laptop ane bermasalah jadi gak bisa update haha, well ini aja maksa laptop walau harap-harap cemas gak eror nyahahah.
Gak kerasa 2 bulan ane gak ngupdate dan sekali ngupdate chapternya gak jelas pula yah dari pada gak ngupdate sama sekali.
Jujur untuk yang akan datang kayaknya gue ahrus lebih fokus ke satu arc ke arc yang laind I banding lompat2 gini capek mikirnya 2x mikir hahaha
Well gue ganti name sih tp kaian tetep manggil nama yg awal gpp kok cuz pengen ganti suasana aja haha.
Oke di chapter ini asal muasal nama Lamia and Lace dan itu sudah tertera dengan jelas dan kemungkinan sih chapter mendatang masuk ke Arcnya APIT kalo gak ke APIT ya ke Lace soalnya Arc Cora gue rasa cukup panjang namun belum seberapa jelas jujur gue agak males nulis Arcnya Si Ariel, jujur mumuet gue mikirin Arc doi walaupun dia salah satu Chara favorit gue ayyy…
Dan Arc Accretia gue rasa gue close dulu buat Arc Accretia cuz ini titik vital di Fanfic ini yah sedikit cluebuat kalian kenapa gue jarang buat arc accretia bukan karena ane gak mau atau gimana, yah karena sampe sekarang gue akuin Accretia itu ras superior di banding yang lain jd wajar ane masukin sedikit tentang mereka dan tenang gue buat mereka kuat kok walau sedikit balance cuz gak ada yang OP di fanfic ini semua ada kelemahan.
Dan Arc APIT sendiri gue udah nyiapin sesuatu yang unik dan bahkan yang blum ada di semua fanfic, well walau itu agak sedikit melenceng dari gamenya sih pada dasarnya ini fanfic udah melenceng jauh hahaha tp tetep kok gue masih berarah di rf online gak kemana2 serius.
Mungkin untuk saat ini itu aja yang bisa ane ucapin makasih udah mau baca plus review jangan lupa gpp kok sekedar next haha.
Oh iya bentar lagi puasa Selamat Ramadhan bagi yang menjalakan semoga di bulan yang suci ini kita bisa menjadi pribadi yang baik di mata tuhan kita masing-masng.
Untuk Dzofi monggo update saya udah duluan hahaha
Thx guys see you next time
Quotes
"Love is blind, well if not Blind not be like this" Relvian lachrymose
