Change – By Hafidz Haan (legs Huner)

Chapter 18 – The Phantom Life Thief, dispell the darkness

Rf online is not mine

Masa lalu kelam bukanlah pilihan melainkan takdir yang memberikan, sebagai makhluk yang setengahbellato setengah cora bukanlah keinginan.

Di dalam kehidupan kita harus bisa bertahan hidup,layaknya di alam liar makan atau di makan, bunuh atau dibunuh.

Pada dasarnya bellato dan cora adalah makhluk yang mirip hanya saja beberapa perbedaan membuat mereka merasa berbeda satu sama lain.

"Kakek kenapa mereka menatap ku seperti mereka menatap ku monster?" tanya lace yang berumur 5 tahun.

"Hiraukan saja nak, mereka hanya iri dengan dirimu." Sang kakek membelai kepala lace kecil.

"Iri terhadap apa kek?Aku bahkan tak memiliki apapun untuk mereka iri kepadaku." Sang kakek hanya tersenyum lalu berkata "Ada sesuatu yang membuat mu istimewa dan gak banyak orang yang punya."

1 tahun kemudian kakek Lacemeninggal sebelum ia meninggal ia berkata

"jangan percaya siapapun kecuali ia benar benar saying kepadamu,jika kau membenci dunia ini bencilah,jika kau ingin membunuh orangyang menganggap mu sampah bunuhlah, jadilah kuat dan bertahan di dunia yang kotor ini." Kata-katanya selalu teringat di kepala Lace

Setelah meninggalnya kakek Lace ia dititipkan dipanti asuhan, pemiliknya adalah kawan dari kakek lace.

Sedikit mengurangi kesedihan di sana ia mendapatkawan-kawan baru dan ada orang yang menyayanginya.

Namun semua berubah di malam itu, cukup lama Lace tinggal disana namun semua berubah ketika panti itu di serang oleh sekum[ulan orang tak dikenal.

Warna merah oranye berkobar dimalam itu, sedikit dari mereka yang selamat beruntung lace di lindungi oleh seorang wanita yang mengasuhnya di panti.

Lalu wanita itu menyuruh lace pergi dan berkata "Lindungilah orang yang menurut mu kau cintai."

Setelah berlari jauh dan tak tau untuk tinggal akhirnya, lace yang baru berusia 7 tahun tinggal dijalanan yang keras.

Mencuri,memungut,mengambil makan bekas orang lain adalah cara ia untuk hidup.

Diam diam lace kecil menyelinap ke daerah militer untuk mencuri satu dua buah roti milik para kadet dan disana Lace kecil melihat cara menggunakan pisau dan cara bertarung.

Ia di jalan di cemoohi sebagai anak terkutuk atau anak pengkhianat,di lempari batu di lempari kotoran hewan adalah kehidupan yang ia alami.

Di tahun berikutnya ia masih melakukan rutinitas yang sama di area kadet kadet latihan untuk mencuri roti.

Dan malampun berlalu, ada beberapa preman jalanan yang mengintimmidasi yang lemah dan saat itu lace di pukuli sampai babak belur dan kejadian ini berulang ulang, sampai ingin rasanya mati itu lebih baik di banding hidup seperti ini pikir Lace.

"Cih makhluk terkutuk yang lemah kayak lu lebih baik gak usah hidup" lalu preman itu meludahi lace yang notabene masih kecil untuk di perlakukan seperti itu

Dendam ingin marah dan rasa ingin membunuh yang kuat yang ada di dalam diri lace saat ini.

Di minggu berikutnya preman preman itu datang lagi, namun ini adalah saat yang di tunggu lace ia menyimpan sebuah pisau untuk membunuh preman itu.

Panas itu yang Lace, rasa perasaan meluap luap ingin membunuh orang yang membuat nya menderita dan terhina, karena masih kecil ia tak mengerti apa itu force atau hal hal semacam itu.

Tubuhnya diselimui aura hitam keunguan, mata merah menyolok di dalam kegelapan lalu dan lace yang setengah sadar langsung menerjang preman yang berbadan besar.

Kaget tiba tiba di serang preman ini memerintah anak buahnya untuk menghajar lace.

"Kurang ajar dasar makhluk terkutuk hey kalian tangkap dia." 3 preman yang lain siap menghajar lace dengan pipa paralon dan besi

Lace berlalri Cukup cepat bahkan sangat cepat untuk ukuran anak-anak dan menebas dan memotong urat di siku salah satu preman itu.

"AKHHHHHHH TANGAN GUE!" teriak preman itu

"…" masih diam tanpa berbicara apapun lace kembali menyerang pria tadi namun di hadang oleh 2 orang kawanya.

"Bajingan mati lo!" belum sempat memukul kepala lace malah lace menggores kaki preman itu dengan pisau cukup dalam membuat urat saraf di bagian dengkul pria itu terputus.

"gyaaaaaaa!" pekik pria itu kesakitan kakinya berlumuran darah.

"Sakit?" Tanya Lace tenang "Tenang ini baru permulaan akan ku buat kalian merasakan lebih sakit lagi." Ucap Lace dingin.

Pisau yang ia pegang masih berlumuran darah karena menebas 2 orang tadi tapi ia masih focus akan preman yang berbadan besar itu.

"Bedebah!" Preman berbadan besar itu lari untuk menghantam lace dengan golok besar miliknya.

Tanpa ragu Lace berlari menghadapi pria itu mereka berhadapan satu sama lain.

Lace menghindari tebasan golok itu dan melompat ke sisi luar, lalu Lace memotong urat belakang tumit preman itu agar tidak bisa berdiri.

Berharap preman besar itu tidak bisa berdiri namun kenyataan berbeda preman itu masih bisa berdiri dan siap menghajar lace.

Namun pergerakannya melambat karena luka yang didapat, jadi cukup mudah untuk lace menghindar dan berguling menjauh.

Berdan saat itu juga dari belakang lace menujah leher pria besar itu dan mencabutnya.

Satu tumbang dan membuat lengan lace brlumuran darah.

Ketika boss mereka tumbang ingin mereka lari namun tak bisa mata merah itu memburu mereka layaknya mangsa empuk.

Lace mengambil golok yang di pakai pria besar tadi dan mulai membunuh mereka satu persatu.

"Apakah tadi itu enak? Bagaimana rasanya tubuh mu di tusuk seperti itu?" Tanya lace kepada salah satu preman yang sekarat.

"Aku tdiak mendengar apapun hmm kurasa kau menyukainya." Zlebbb golok tadi menancap ke badan pria yang sekarat itu.

"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA" Tawa lace puas membunuh orang-orang keparat itu, pikir lace yang pikiran nya telah kacau terbagi dengan force gelap miliknya.

Setelah itu ia pingsan karena kelelahan dan terlalu banyak mengeluarkan force untuk pertama kali.

Lace terbangun dari pingsannya ia berada di tempat yang tak dikenal.

"Aku dimana?" ucapnya bingung memperhatikan keadaan sekitar.

"Tenang lah nak kau berada di rumah sakit."ucap bellato yang memakai masker itu.

"lalu dengan orang orang itu?" Lace menanyakan keadaan preman itu pikirannya samar samar,ia tidak ingat kejadian setelah ia menebas tangan salah satu preman itu.

Kepala Lace di usap-usapoleh dokter itu, "Kamu gak perlu mengkhawatirkan mereka,anggap saja mereka telah menghilang." Sang dokter enggan bilang orang-orang itu mati.

"Lalu sampai kapan aku harus berada disini?" Tanya Lace pada orangitu.

"Hmm sebentar lagi kamu boleh pulang, tapi apa kamu punya tempat untuk pulang?" Tanya sang dokter.

"Aku tak punya rumah ataupun tempat untuk pulang karena semua telah meninggalkan ku." Perkataan Lace membuat dokter iru kaget di umur terbilang muda ia paham apa yang ia bicarakan barusan.

"Kamu mau tinggal disini untuk beberapa saat nanti ada yang menjemput mu untuk pulang apa kamu mau?." Sang dokter memberi saran kepada Lace namun lace masih curiga ia tak percaya siapapun, karena ia yakin karena tak ada yang memberikan kebaikan Cuma-Cuma

"Tenanglah aku tak akan menyakiti mu dan orang yang menjemput mu juga itu orang baik aku bisa menjamin itu." Mendengar itu lace hanya mengangguk setuju.

"Lalu apa paman tak takut dengan ku? yang di juluki makhluk terkutuk ini? Lace bertanya pada dokter iru.

"Kauhanyalah bellato normal, tidak ada yang perlu di takutkan." Setelah berkata begitu dokter itu pergi.

Lalu dokter itu menelpon kawanya melalu log.

"Aku menemukanya, cepatlah kemari." Kata sang dokter "Yang benar kau Shin, aku akan segera kesana." Setelah berkata itu langsung di Tutup telpon itu.

Tak lama lalu datnglah kaan Shin yang di telpon.

"Hey bagaiman keadaanya?" Tanya kawanya itu.

"Cukup buruk, mental yang rusak akibat kerasnya kehidupan jalanan dan cemoohan, dan mungkin terkena trauma akan kekerasan, kurasa ini cukup sulit apa kau yakin akan mengasuhnya?" Shin bertanya kepada kawanya ini.

"Ayolah, gue gak akan bisa bales hutang budi si kampret itu kalo gak ngelakuin ini." Jawabnya enteng.

"Sebenrnya gue mau ngehubungin si ame, tapi karena lu ngotot dari awal yaudah deh." Kata Shin psarah.

"Lagian kasian kalo anak ini sama ame, si ame sendirikan kerja di pemerintah jd pengawasanya kurang mending gue aja yang ngawasin." Ucap kawanya itu.

"Ya lu ada benernya juga, tapi sampe ame ngamuk jangan salahin gue yak tanggung jawab sendiri." Shin gak mau cari masalah dengan amethyst.

"Ya santailah gue kenal banget sama tuh anak, sengamuk ngamuknya dia di jelasin juga diem, kecuali pas dia lagi PMS." Kata-kata kawannya barusan membuat shin ketawa.

"Hahaha bener Rog, si Ame pas PMS horror dia macem caliana sengol bacok." Dan setelah itu Rogue bertanya ke Shin.

"Butuh berapa minggu dia dirumah sakit untuk rehabilitasi?" lalu shin melihat data-data yang ia terima, "paling lama 1 bulan tapi kalo dia bisa balik keadaan normal dalam 1 minggu itu kemungkinan yang pengen gue wujudkan." Setelah berkata itu pundak shin di tebuk oleh Rouge.

"Gue percaya kok, percaya banget dokter paling hebat pilihan si Ren dan Relvian pasti gak akanmengecewakan, mungkin gue bawa anak gue buat nemenin dia di sini agar ada kawan." Mendengar ucapankawanya dan dua nama orang yang sangat berarti baginya, sedikit ada sedih dan juga bangga.

Dan esoknya Rogue mendekati lace dan menceritakan hubungan ia dan Relvian, Rogue mencoba meyakinkan agar Lace percaya dan membuat Lace sendiri tidak takut dengan orang asing.

Dan saat itu juga adalah pertemuan Lamia dan lace Pertama kali.

Waktu terus berjalan dan kondisi mental Lace jauh lebih baik dari sebelumnya.

"Terus kondisi Forcenya gimana?" Hestia bertanya ke Shin, "kalo di lihat masih normal tapi aku heran kenapa pada saat dia datang di rumah sakit aku merasakan force abnormal dalam dirinya." Shin menjelaskan dengan melihat data-data yangia catat.

"Tapi tidak abnormal saat pertama dia lahir kan? Apa kau ingat kejadian itu kita harus menggunakan Segel 5 element agar forcenya tidak meluap keluar." Hestia ingat bgetul kejadian itu kemungkinan itu pertama dan terakhir ia lihat force yg abnormal.

"kemungkinan besar hanya force hitamnya yang meluap tapi untung lah gak ada yang menyadari saat itu." Ujar shin kepada hestia.

"tapi apa kita boleh mengajari dia force nanti?" Tsukiumi merasa jika force yang tidak stabil dan jika di ajari force sedikit berbahaya.

"tidak ada salahnya, lagipula jika ingin mengajarinya mungkin jangan terlalu mencolok apa lagi sampai nanti dia di federasi, mengambil base classnya Spiritualist sangat berbahaya untuknya, untuk seseorang yang dapat menggunakan force hitam di federasi itu pasti banyak membuat orang geger." Shin memberi saran ke tsukiumi, "Namun lebih baik jika ingin mengajarin dia force, sangat bagus mengajarinya force pertahanan di banding force menyerang, terlalu mencolok untuknya." yang lain mendngar hal itu hanya mangut mangut tanda stuju.

"jika waktunya tiba mungkin dia akan ku masukan divisi khusus, ya kalian tau agar dia gak terlalu mencolok dan di incar mereka." Ucap rose berdiri lalu keluar ruangan, "lagipula diakan anaknya Relvi sama anarine, gak terlalu mencolok itu adalah cirikhas mereka kan?" setelah mengatakan itu Rose meninggalkan ruangan.

Waktu tak terasa telah berlalu saat ini lace berusia 13 saat itu dia masuk ke akademi kemiliteran federasi usia yang sangat muda, untuk masuk ke militeranitu karena ia yang ingin malah Rogue tidak menyarankan Lace masuk kesana.

Lace bersikeras ingin masuk kemiliteran karena ia ingin bisa melindungi Lamia, selagi di kemiliteran Lace di latih Rogue dan ia dihadapi pilihan menjadi warrior,ranger atau Spiritualist.

Lalu Lace menjawab, "Aku ingin seperti Paman memasang perangkap dan menghabisinya, simple tapi menyenangkan." Pemikiran sederhana Lace membuat Rogue tertawa.

Berbanding terbalik dengan lamia, Lamia masuk kemiliteran berumur 17.

Banyak di kemiliteran mendengar nama Lace menjadi sebal karena nama itu di cap sebagai pengkhianat dan semacamnya, tapi lace tak perduli akan hal itu dia mencoba tenang dam gak menanggapinya.

Lalu ada suatu kejadian ia dibully oleh orang orang militer yang setara denganya.

"heh anak terkutuk, untuk apa lu disni lagian lu gak guna ngapain lu masuk kemiliteran, lu gak cocok disini lu hanyalah sampah." Bughh wajah Lace di tinju orang itu, sebeneranya bisa lace melawan namun enggan karena ia malas membuat kerusuhan, kalo hanya segini menurut lace bukan seberapa di banding saat ia masih kecil dulu.

"hey kawan-kawan liat dia lemah dasar bedebah ini sangat gak berguna" ketika Lace ingin di hajar lagi Force Aqua yang cukup keras mengkhantam krumunan itu.

"Dasar kotoran flem beraninya kroyokan, yang boleh gebukin ini orang Cuma Gue lu semua gaka ada Hak untuk itu." Lamia berdiri di depan Lace melindunginya gadis itu sangat overprotective kepada Lace.

"Kurang ajar, mentang emntang keluarga bangsawan lu pikir gua gak berani makan nih" orang itu mau melakukan 2x tebasan vertikal ke Lamia namun sayang, lamia merapal mantra lebih cepat dari serangan itu.

Klang.. bunyi tongkat sihir menyentuh tanah"Dark Reef Prison!" lamia mengurung orang itu didalam bola air.

"percuma melawan, lu gak akan bisa ngapa-ngapain kalo udah di dalem situ. Ada yang mau seperti dia?" ancam Lamia ke kerumunan itu.

Saat sedang menyembuhkan luka lace dengan sihir Aquanya tiba tiba ada yang merapal mantra sihir ke lamia dan itu gak bisa terelakan "thunder strike" boom petir menyambar ke lamia, walau bisa sedikit tertahan oleh barier forcenya tetap saja seranganya terkena telak dan itu membuat Lace marah.

"BAJINGAN! GUA BUNUH KALIAN!" Mata merahnya membesar melihat orang terdekatnya terkena serangan itu, kalau dirinya gak masalah ini orang yang sangat berarti baginya terluka membuat lace marah lalu ia bersiap dengan Busurnya namun di halang oleh Lamia.

"ukhh lace jangan, jangan membunuh sesama lagi tolong jangan." Lamia mencoba menahan Amukan Lace dan memeluknya.

"hahah pecundang berani di belakang wanita dasar payah." Masih memancing emosi Lace tapi Lamia masih menahan Lace agar tidak mengamuk.

"BEDEBAH!" saat benar benar ingin mengamuk lamia memeluk erat lace dan berkata "biar gue yang urusin disini jadi tenang lah." Lalu lamia membuat lace pingsan dengan forcenya agar bisa tenang.

"nah kalian kotoran flem, siap siap gue hajar karena permbuatan konyol kalian." Lamia mengumpulkan forcenya dan mengetuk 3x tongkatnya ke tanah.

"kalian tau kan julukan gue apa? Apa kalian lupa? Okay gua buat kalian inget kenapa gue diberi julukan itu." Force aqua berkumpul di satu tempat dan lamia membuat lingkaran sihir yang sangat besar cukup buat 30 orang di dalamnya.

"oy kalian cepat hajar dia." Para spiritualis,dan ranger itu menyerangi lamia namun percuma lamia di lindungi barier force yang ia buat

"Heaven judgment, Aqua Nova!" air menyembul dari lingakarn sihir itu dan menyerang orang orang di dalamnya. "Masih belum kalian akan menderita lebih dari ini,ice from seven hell, Frozen Throne!"lamia mengepal tanganya dan mengaktifkan sihirnya, ketika mereka masih terjebak di dalam air lalu lamia mengurung mereka dengan es, untungnya lamia tidak membunuh mereka hanya saja membuat mereka gak bisa bergerak selama 1 minggu.

Menjadi lulusan terbaik namun menolak di umum kan jadinya Lamia yang maju kedepan sebagai lulusan terbaik akademi federasi,lalu Lace di rekrut di bagian intel dengan mudahnya tanpa test ataupun wawancara layaknya yang lain.

Awal mula ia di angkat menjadi squad elit saat umur 21 tahun, saat itu sebelum di angkat menjadi squad elit Lace mendapat ujian untuk masuk ke squad elit, misinya mencari informasi Cora dan Accretia untuk chip war.

"Para Gagak Malam saatnya berburu" ucap Lace kepada Teamnya (AN : mungkin kalo di inggrisin lebih keren kali yak.)

Night Crow Squad

-Lace Fallen Crow Lachrymose (inflitrator) (sebelum Lace mendapat Title Phantom Life Thief)

-Atlanta Moon Arrow Hazelrick (Sentinel)

-Ken Night Stalker Alvarez (Hidden Soldier)

- Siren Blue moon Cudgel Alkataz (Armsman)

- Yuel Silver moon Sword Alkataz (Berseker)

- Arulia Light of Eclips Sorceery Erene (Wizard)

Squad yang berisi 6 orang yang khusus Lace buat dan memang Lace yg memilih karena mentornya membebaskan memilih partner team.

Malam itu 12 jam sebelum chipwar.

Lace menggunakan skill Shadow Cloack (AN : basically infli punya skill hide tp gue ubah namanya tergantung orang yang make skill)untuk mengintai pasukan coradan siap untuk menculik salah satunya untuk mengambil informasi.

"Fallen crow disini gue mendapati 3 warrior dan 2 ranger, di lihat dari jobnya templar black knight dan 2 adventurer." Lace memberi informasi ke kawanya yang berjaga.

"hai hai Gue siap memanah dia dari jarak ini langsung lumpuhkan?" Atlanta meminta saran keLace.

"Jangan asal panah bisa runyam ini kalo gagal atlanta." Ken yang sedang membidik menggunakan Snipe Scater sky 432 masih menunggu posisi di buat pusing oleh atlanta.

"kami siap menyergap Fallen crow langsung beri aba aba jika waktunya menyerang." Ucap Siren.

Lalu dengan posisi yang di tentukan lace Para cora tadi terkena Perangkap yang di tanam Lace sebelum Para cora tadi lewat di sana.

Boom ledakan dari perangkap Lace aktif membuat konsentrasi Party dari cora itu kacau.

"fuck Inflitrator they plant this mines here." Ucap salah satu Templar.

"defense position, they wanna attack us." Sang Blackknight memberi komando di party tersebut.

"sekarang Yuel,Siren serangan pembuka" belum sempat Party cora itu membentukposisi defense Yuel dan siren menerjang mereka dengan Pressure.

2 Adventurer mencoba menggunakan skill hold agar yuel dan siren gerakanya terkunci namun sayang gagal karena konsentrasi mereka terpecah.

Boom Sebuah anak panah dengan bomb sebagai mata anak panah melesat menghantam prisai Black knight "Destructive Blast arrow!" Atlanta menembak target yang ahrusnya bukan targetnya.

"ATLANTA!" teriak mereka ber 5 memarahi atlanta bersamaan.

"gyahahaha salah target tehee.." bukanya menyesali perbuatanya malah menikmati kesalahan dan pura pura gak terjadi apa apa.

"Arulia sekarang!." Lace melihat celah pertahanan para cora tadi gara gara Kesalahan atlanta tadi langsung memberi komando arulia untuk menyerang.

Cahaya putih dari atas kepala para Cora tersebut siap menghujani para cora dengan force "Solar Blast." Arulia merapal mantra api ke 5 cora tersebut.

"Blastoff!" Tidak ingin mati Konyol seorang templar meledakan Tenaga Forcenya untuk menghancurkan Solar Blast

"Pice of shit! You bellato." Adventurer itu menembak Siren dengan Panah dengan daya dorong force yang kuat sebagai tumpuan serangan "Impact Blast!" ucap sang adventurer itu.

Fwuzz suara anak panah melesat dan beradu lace yang dari tadi sembunyi akhirnya menembakan panahnya untuk melindungi Siren.

Dilihat masih belum bisa menahan anak panah yang melaju dari adventurer tersebut Ken menembak panah itu dan menghancurkanya dari jauh "kurasa aiming Shoot ku berhasil." Ken yang sedari tadi menunggu ternyata berbuah hasil.

Lace berlari menggunakan shadow step dan langsung berhadapan dengan templar itu dengan cepat sang templar tidak bisa menghindari serangan cepat lace.

"Fatal Blow!" Lace memusatkan energi ketanganya dan menghajar titik Vital templar tadi.

Lalu lace menggunakan Jade talk dan berkata "melawan kalian akan menderita jika kalian menuruti kata-kata gue, lu lu pada gak akan mati konyol di sini." Ucap Lace sambil mencengkram rahang sang templar, kawan-kawan sang templar tidak bisa berkutik karena Lace menyandra salah satu dari mereka.

"Tenang lah makhluk pemuja Decem, gue gak akan bunuh dia asal lu gak macem macem dan berani bergerak melaan." Ucap Lace sambil menekankan Force ke Templar yang masih ia sandra, Lalu lace berbisik "Mind Snare." Lace mencoba menjerat pikiran templar itu dan menyedot informasi yang ia punya.

Lace mulai menggali ingatanya dari si templar semua ingatanya satu persatu mulai terperangkap.

Sudah di peringatkan oleh Lace sang black knight membrontak dan melakukan Pressure Bomb ke arah Lace karena Itu lace Membunuh Templar tersebut.

Zrashhh... Lace menusuk leher templar itu menggunakan pisau yang ada di tanganya dan berguling menghindari pressure.

"udah gue bilang jangan macem –macem ,malah ngeyel kan Mati kawan lu jadinya." Lace masih menunjuk mayat templar itu, "jadi sedih gara gara ketololan lu templar ini jadi mati konyol." Ucap Lace menyulut emosi si Black knight.

"bajingan makhluk kafir!" saat melakukan serangan lace tersenyum dan berkata , "khehehe Mind Snare!" Black knight tadi terjerat karena Lace menunggu emosi si black knight ini sedang kacau.

"gue Cuma nanya sedikit kok, beri tau gue semua yang lu ketahui tentang rencana Aliansi." Ingin melawan tapi tubuh black knigjht itu tidak bisa bergerak dan terpaksa mengucapkan semua apa yang seharusnya gak di katakan dan ia membocorkan semuanya.

"hee jadi gitu, bagus bagus sudah berkooperatif lalu selamat tidur black knight." Zrashhhhh Lace menebas Leher si black knight

Begitulah awal mula Lace di sebut Phantom Life Thief.

Amethyst melihat Lace yang tiba tiba terbangun dari pingsanya dan melihat force hitam yang meledak ledak di tubuh Lace membuat ia khawatir.

"oi Hestia jangan jangan ini." Ucap amethyst ragu.

"force hitamnya lepas kendali ini berbahaya Ame, masih mau ngelawan dia?" hestia sedikit panik dengan keadaan Lace.

"gue gak akan setengah setengah, gue juga bakal duga ini terjadi." Ucap ametyst bersiaga dengan Double hitternya, di lebihi auto reload jadi ia tidak memusingkan untuk mengisi peluru dan auto recoil menjadikan tekanan kebelakang menjadi berkurang membuatnya lebih gampang menembak dan akurasi menjadi lebih baik.

Lace mengambil staff yang ada di tas 4 dimensi miliknya lalu mer4apal mantra "Catastrhope" tiba tiba area di sana menjadi gelap gulita karena mantra Lace.

"sial ini bahaya Ame, ini mantra terlarang kita harus cepat nanganin ini." Ucap shin melihat keadaan di sekitarnya menjadi gelap dan sesak karena force hitam.

- kantor archon

"Tan bukanya ramalan cuaca hari ini cerah kok gelep gini." Tanya Croiss ke gatan

"entah mungkin lagi cuaca pancaroba, emg lagi musim tiba-tiba ujan begini." Bales gatan santai.

"tapi perasaan gak enak apa ini semacam tekanan force yang aneh." Croiss masih gak nyaman dengan keadaan sekitarnya.

"Tekanan ngurusan laporan kali? Kali aja lu kecapean ngurs laporan yang numpuk begitu." Gatan masih asik dengan bir dan rubick yang dari entah kapan gak beres beres di selsainya.

"tan gue titip kantor yak perasaan gue gak enak dengan keadaan ini." Sang archon pergi keluar ruangan mencari sumber tekanan force abnormal ini.

-back to amethyst dkk.

Aura hitam keunguan itu melindungi lace dari peluru peluru yang di lontarkan amethyst.

"sial gue gak bisa nyerang." Amethyst masih mencari cara agar bisa nembus pertahanan forcenya lace.

"Hestia Synchro!." Teriak Amethyst agar Hestia ebrsiap melakuakn sinkronasi. "apa sesingkat ini?!" Hestia kaget karena mendadak di suruh Syncro dengan amethyst.

Lalu amethyst dengan cepat mengigit Leher Hestia dan menyerap darahnya. "Blood Syncronation!" hestia merapal mantra agar forcenya terserap ke amethyst.

"ahhh udah lama banget gue gak make ini, Berseker blood Mode." Bak vampire yang sehabis menyedot darah sebagai santapan membuat forcenya membara.

"hey sakit tau gak lu gigit kayak gini, sinkronasi tanpa aba-aba itu nyebelin!" amuk hestia ke amethyts.

"hey kalian daripada ribut gak jelas, ukhh lebih baik bantuin gue ngatasin akar akar gak jelas ini." Tsukiumi sedari tadi menahan serangan force yang datang dari Lace.

"hey tsuki Back up gue sampe ke arah Lace." Amethyst yang sedang mode berserk siap menerjang lace yang sedang abnormal force.

"ya ya ya seperti biasa kan?" lalu di kedua tangan tsukiumi terbentuk pedang dari air " ayo maju Ame Water Sword!"

"shin rougue bantu buat segel cepat!" Suruh hestia keapda dua bapak-bapak yang sedari tadi melawan peitr petir yang gak jelas dateng dari mana.

Lace masih keadaan yang abnormal melakukan serangan serangan force dengan mantra aneh.

"Lightnig Clad" force petir menyambar dari segala arah menyerang tsuki dan ametyst.

"jangan sampai kesamber ame." Ucap tsuki sambil menghindari petir petir itu, "seharunya gue yang bilang begitu karena element lu lemah dengan petir ini." ame masih mengikuti gerakan tsukiumi.

Lalu tsukiumi merapal sihir aqua dan membuat ombak untuk menyerang barier force Lace.

"Force aqua Step 3 Raging Wave" sihir tersebut sangat berdampak bagus untuk menurunkan kekuatan barier di sekitar lace.

Lalu Amethyts menembak dengan cepat menggunakan force miliknya "Shooting magnum" Serangan beruntun sangat efektif terhadap barier lace dan membuatnya semakin melemah.

"Phase 4 miserabel Mist active phase 3 oblivion fall" force hitam menghantam tsukiumi dan amethyst.

"Gyaaaaaa" teriak mereka terkena serangan "cihh gue rasa gue harus sedikit serius." Ucap tsukiumi siap melontarkan force nya lebih kuat.

"gue kira lu sudah serius dari tadi." Kata amethyst melihat kawanya sedari tadi melontakan force kuat.

"haaaaaaa! Eight head water snake" Tsukiumi membuat ular kepala delapan dengan force yg ia miliki "maju kedepan! Ame!" teriak tsuki ke amethsyt "Quardple slash" tsukiumi menghancurkan barier lace

"yoshhhhh!" Binding shoot!" tanpa celah Binding shoot langsung mingikat Lace.

"shin,Hestia Segel!" perintah amethyst.

"dispell darkenss with heaven Light pierch it Light judgment" Hestia shin dan rogue merapal sihir itu bebarengan dan menekan force hitam lace agar tidak mengamuk.

Lace menjetikan jarinya lalu mengucapkan satu mantra "darkness fall" seperti laser besar berwarna hitam mengarah amethyst dan kawan-kawan

Lalu sebuah tombak melesat menahan serangan itu "Pierch it Gae Bolg!"

To be continued

Heyo guys Legs hunter here kembali lagi dengan cerita yang gak jelas bin aneh yha disinilah gue membuat flashback yang cukup panjang yap cukup panjang sampe main line terpaksa terputus awkakakaka.

Ingin nyoba gaya Pakde mie ngelarin arc satu persatu tapi pakde nyaranin arc Relivan yang nitabene gue gak negrti cara namatin itu arc always rancu jadi gue tahan terus, gue buruk untuk penyelasian akhir suatu arc jd pengen belajar lebih dari pakde dan yang lain.

Gue yakin mikir kenapa ini Lace OP banget tapi gue pikir enggak sih karena dark force yang ngeluap aja bikin dia OP dan itu juga gak kekontrol jadi sama aja kayak ngelawan mesin yang bakal meledak gitu deh penjabaran dari segi pandang gue entah kalo kalian.

Selebihnya squad Lace itu orang orang yang menurut Lace bisa ia percaya dari awal ia di kemiliteran jadi jangan heran karo isinya abnormal semua sifatnya apa lagi atlanta nanti mereka bakal sering muncul pas di misi misi lace.

Lalu apa lagi yak ukhhh gue bingung ahhh dagger of bahamut yak sebenrnya itu catalist Buat nyalurin dark forcenya lace agar stabil mangkanya selalu di bawa lace kemana-mana

Dan untuk lace jadi pembunuh udah gue jabarin ceritanya kenapa dia bisa enteng ngebunuh orang, gue pengen buat lebih dark lagi tapi bingung gimana caranya gue rasa harus belajar sama pakde cara ngebuat chara ngerasakan masalalu pahit, like chapter 51 pakde mantab dark banget dah.

Yah segini aja dulu guys curhatan gue thanks buat baca meet next chaoter cya~

Quote : "udah gue bilang jangan macem –macem ,malah ngeyel kan Mati kawan lu jadinya." Lace