Fanfic Change By Legs Hunter (Hafidz Haan/Natsu Michaelis)
Chapter 18,5 – Relvian Lachrymose Part 8
Rf online not mine, some characters are mine and some by : Mie Rebus, baydzofi .etc
Ruangan cukup gelap di lorong markas Federasi Bellato, ada dua orang yang sedang melakukan percakapan yang cukup serius, dan salah satunya seperti mendapati tekanan yg kuat.
"Jadi seperti apa keadaan di sana? " Orang itu bertanya kepada orang yang sedang memberikan hormat menunduk kepada dirinya.
"Seperti yang tidak anda inginkan, para anggota dewan Militer mulai bergerak untuk melakukan perlawanan jika pemerintah mulai mengusik teritorial milik Militer." Ucap seorang gadis yang sedang hromat tadi.
"Begitu lalu bagaimana dengan wakil Archon apa sudah kau selidiki keganjilannya? , aku mencium bau bau pengkhianatan, kau tau sendiri Clan yang menggunakan Serum dark force itu menjijikan, lalu apa yang mereka lakukan di daerah Cora beberapa hari yang lalu?" Tanya orang itu.
" Ya tuan, untuk saat ini belum ada keganjilan yang di lakukan wakil archon." Bohong itulah yang ia jabarkan kepada tuanya ini dan setelah itu dia melanjutkan sandiwaranya. "beberapa hari lalu Archon dan wakil archon melakukan negosiasi dengan Para Cora tentang pertukaran tawanan antara bellato dan cora, namun cora melakukan Serangan terhadap archon dan menggagalkan negosiasi." Sang gadis menjabarkan rentetan kejadian palsu yang ia buat.
"Baiklah lakukan terus pengawasan mu, dan ingat jika kau berkhianat keapda ku, kau tau konsekuensi yang kau terima anggota keluarga mu ada di tangan ku ingat itu, dan juga kau harus ingat nyawa adik mu bisa saja ku lenyapkan saat ini juga, baiklah kau boleh pergi." Setelah itu sang gadis tadi keluar dari ruangan.
Brakkkk salah satu locker yang tidak tau pemilikanya siapa bentuknya sudah penyok tidak karuan sehabis terkana pukulan kuat, "Bedebah, sial maafkan aku Ren, Relvian aku mengkhianati kalian." Ucap gadis berambut merah itu.
Saat ini Rose menjadi agen ganda karena keadaan yang mendesaknya melakukan demikian, namun sejujurnya Rose tak ingin melakukannya.
Rose Izkanov Raphatelia, dari Clan Raphatelia yang notabene Keturunan wizard ayahnya berkerja di pemerintahan dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, Ayah yang berkerja di pemerintahan sebagai politisi dia sangat bersih dan tidak senang dengan hal hal kotor, namun apa daya di pemerintahan tak selamananya yang bersih di senangi oleh yang lain, para politisi kotor mulai geram dengan langkah langkah ayah rose.
Dan malam itu ayahnya di bunuh oleh pembunuh bayaran dari lawan politiknya, lalu Sang ibu dan adiknya di Sandra dan rose harus berkerja sebagai agen ganda untuk orang itu.
Di lain sisi Relvian dan kawan kawan adalah sahabat rose yang tidak bisa ia khianati, namun karena keadaan yang memaksa dia harus melakukan perbuatan yang tidak mengenakan tersebut.
Saat ini hari yang cerah di federasi bellato dan sinar pagi hari yang bagus cukup bagus untuk memulai hari, di kediaman Relvian Lachrymose yang saat ini udah gak single dan stausnya yang telah menikah mengubah semua kegiatan saat pagi harinya.
"Hey sampai kapan kau akan tidur?" Istri dari sang wakil archon ini mencoba membangunkan suaminya tersebut.
"Ukhhh biarkan aku tidur sebentar lagi, aku ingin libur." Ucap Pria itu dengan ogah ogahan untuk bagun dari kasur.
Sang istri masih mencoba membangunkannya lagi dengan cara yang lebut, "Bukankah dirimu ada rapat pagi ini sayang? Kalu tak cepat Amethyst dan lain akan memarahi mu loh." Masih menggoyang-goyang tubuh Relvian yang masih seperti kepompong di atas kasur.
"Ukhh biarlah aku tak peduli dengan mereka." Relvian gak peduli dengan istrinya yang memaksanya bangun.
"Hee…. Kau mau ku timpah dengan meteor atau di bekukan dengan Ice path?" Mengluarkan hawa panas dan dingin di tangan kanan dan kiri membuat Relvian seketika itu juga bangun.
"Tunggu tunggu stop! Jangan mainan force ok ok gue bangun tahan force mu sayang or semua jadi berabe." Relvian menenangkan istrinya yang ngamuk di pagi hari karena hal sepele, yak Cuma gara-gara susah bangun doang.
"Nah gitu dong kan enak." Ucap Anarine memberikan senyum yang berbeda daripada yang tadi.
Ruangan Archon
"Anjir pagi-pagi gue dah mau di gebukin make force, edhan baru kali ini gue di bangunin dengan cara gila kayak gitu." Relvian dengan rambut klimis rapih dan make baju dewan lengkap kayak bukan relvian biasanya.
"Pfft lu kayak pftt hahahahaha anjir sumpah lu kayak orang lain." Ren gak tahan buat ketawain si relvian yang stylenya berubah abis.
"Biar gue tebak, pasti kerjaannya si Anarine nih, gk buruk dia punya selera bagus, tapi tetep aja liat muka Relv yang kayak gitu..hahaha geli tau." Kini giliran Hestia yang ngetawain Relvian.
"STFU puas lu pada ledekin gue, bukannya gue mau kayak gini tp kepaksa tau gak." Liat temen temenya gak ada hentinya ngetawain dirinya ia jadi merasa sebal.
"Serius lu cocok kok kayak gitu, tapi ya aneh aja, kita semua kan terbiasa liat lu yang berantakan dan style amburadul, tiba tiba rapih gini siapa yang gak kaget." Hestia mencoba meredam kekesalan Relvian dengan sedikit memujinya.
"Terus apa yang kita bahas sekarang?" Tanya relvian ke kawan-kawanya.
"Uhum.. hari ini kita bahas tentang grafik militer dan rencana perkembangan yang akan dating, dan juga ada beberapa tentang pemberian dana dari pemerintah." Amethys yang jadi sekertaris Archon langsung jelasin apa yang ingin di rapatin.
"Ok langsung aja di grafiknya, apa permasalahnya sampe serius di rapatin begini." Tanya Relvian ke Amethys.
"Karena banyaknya perang untuk memertahanin wilayah kita jadi banyak kekurangan anggota anggota elite dan expert dan di lain sisi kandidat-kandidat baru juga belum terlihat matang dari segi skill dan pengalaman, lalu banyaknya kadet kadet baru juga adalah sisi postif untuk keadaan militer yang akan dating, namun karena kita kekurangan anggota senior jadi akan sulit untuk mengembangkan anak-anak baru ini." Jelas Amethyst panjang lebar.
"Yakin gk ada Anggota anggota expert yang bisa jadi Elite? Memang pada kemana pasukan –pasukan expert kita?" Tanya relvian dan langsung di jawab oleh Ren.
"Anggota kita banyak yang gugur saat tugas, dan lagi kebanyakan mereka adalah expert expert berbakat." Setelah itu Relvian kembali bertanya, "kok bisa bukanya expert expert berbakat bakal langsung pindah divisi dan di sengajain baur dengan yang elite?" dan ini langsung di bahas dengan Shin.
"Karena perbedaan class tadi terjadi kasta tersendiri, yang elite merasa percaya diri dan menindas yang expert, gak salah jadinya kalo terjadi kekurangan expert berbakat kita." Mendengar itu Relvian langsung geram.
"Bisa di ubah peraturan itu? Yang mengharuskan expert belajar ke elite?, gue punya ide yang lebih bagus dari pada itu."ucap relvian yang masih kesal dengan pejelasan tadi.
"Silahkan." Ren memberikan waktu buat Relvian bicara. "Gimana kalo menurut kita ada benih benih bagus buat calon elite dia ikut dari salah satu dewan buat belajar jika sama dewan dah pasti skillnya juga terasah dengan baik, namun yang elite juga gk boleh di sisa siain karena bakal jadi bibit-bibit untuk penguasa berikutnya mereka harus sering terjun ke lapangan melihat keadaan yang akan datang dan itu tugas archon dan wakil-wakilnya buat ngatasin itu gimana?" Relvian menjabarkan semua opininya.
"Hmm gue rasa pemikiran sama si rambut api ini sama, gue stuju banget kalo hal ini di lakuin." Ungkap Amaethyst.
"Boleh juga idenya, dan lagi itu sangat efisien dan jadi hal yang postif kedepannya." Ungkap salah stau dewan yang mengikuti rapat tersebut.
"Jadi dewan-dewan yang lain gimana apa stuju dengan pendapat ini silahkan angkat tangan." Ren melihat sekeliling dan bertanya lagi. "ada yang tidak setuju?" Ren melihat lg dan hanya beberapa orang saja.
"80% : 20% yah kalo begitu pendapat Relvian di stujui, dan juga Relvian buat laporan tentang pendapat mu ini dan kita akan melakukannya 4 hari kemudian, rapat di tutup kalian boleh bubar kecuali koordinaot coordinator inti yang berhubungan dengan dana pemerintah dilarang bubar." Tegas Rend an membuat dewan dewan yang lain pergi meninggalkan ruangan.
"Oke nona Hestia silahkan berikan laporan tentang dana pemerintah." Ren meminta laporan ke Hestia.
"Dana dari pemerintah sepertinya menurun 35% dari dana yang biasanya kita terima, dan jika di lihat terdapat potongan potongan yang tidak masuk akal disini." Hestia memberikan Data table pendanaan.
"Lalu menurut anda gimana tentang permasalahan ini?" Ren masih sibuk menyatat apa yang jadi inti permasalahan.
"anda mengiginkan cara keras atau normal?" Tanya Hestia ke Ren.
"cara normal saja, jika cara keras aku sudah tau anda mau bilang apa." Ren memijit keningnya, seperti biasa pemikiran pemikiran Hestia benar benar gila
"Cara normalnya kita membuat Rapat bersama dengan Pemerintah dan juga menanyakan hal yang ganjil dan mencari tahu siapa yang membuat ulah ini, dan di pilihan kedua jalanya Cuma satu, Kudeta pemerintah dan kita kuasai." Hestia menutup laporannya.
"ukhhh ini permasalahan yang sangat sulit, baiklah nanti akan ku tanda tangani yang di butuhkan." Ucap Ren setelah itu dia menutup rapat dan pergi.
Setelah rapat Relvian berjalan santai menuju area Headquarter,beli beberapa makanan dan langsung menuju area kadet kadet dan juga anak anak yg di akademi.
"Selamat siang Maximus." Mereka memberi hormat dan Relvian memberi respon singkat ke mereka dan walau hanya respon singkat itu membuat moral mereka naik dan semangat.
"ahhhh lelahnya badan gue jarang di gerakin beberapa hari ini." Relvian mengerak gerak pundaknya yang pegal.
"gue rasa gue butuh asupan latihan atau mungkin gue butuh sesuatu buat refreshing, ahhh… napa gak itu aja." Relvian lari menuju area latihan para kadet kadet baru dan sontak saja membuat pengajar disana kaget,masalahnya tanpa ada pemberitahuan seorang wakil archon datang tiba tiba.
"Selamat siang Prajurit prajurit baru yang bersemangat muda, bagaimana lathian kalian?" Ucap Relvian menanyakan para kadet yang masih berbaris rapih.
"Keras dan dispilin Pak!" ucap mereka serentak.
"apa kalian mengnal saya?" Tanya Relvian lagi.
"tidak Pak! Kami belum mengenal anda." Ucap para kadet kadet itu.
"Oke nama saya Relvian Lachrymose Tingkat maximus seorang Berseker salam kenal prajurit prajurit baru." Ren mengenalkan diri kepada para parjurit muda itu.
Dan tiba tiba salah satu kadet itu teriak.
"aaa.a…aa..anda Wakil archon Salam hormat Kepada Warcon bellato." Kadet muda ini langsung menundukan diri dan hormat (hormat ala-ala kesatria u know lah), dan semua memberi hormat ke Relvian.
'ini kenapa jadi gini.' Batin relvian dengan senyum aneh yang di paksakan.
"oke lupakan soal posisi warcon saya, hari ini hari special buat kalian karena saya memberi kalian pelajaran khusus, apa kalian siap di beri pelajaran extra?" Tanya Relvian.
"siap pak tolomg jelaskan!" ucap mereka serentak.
"bagus, pelajaran hari ini simple kalian hanya sparing ya sparing." Ucap relvian menjelaskan latihan apa yang akan ia berikan.
"sparing dengan siapa Maximus mohon di perjelas." Ucap salah satu kadet itu.
"ya tentu aja ngelawan saya siapa lagi? Kalian semua termasuk mentor disini boleh ikutan, Yang berhasil melukai saya minimal mendapat goresan luka saya akan memberi hadiah." Relvian merogoh tas 4 dimensinya.
"hadiahnya Tiket makanan special di restoran mewah selama 7 hari gratis, dan juga beberapa juta dallant lalu Saya akan memberikan kalian senjata khusus yang di buat untuk kalian dari divisi Teknologi dan sains gimana menarik?" Ucap relvian sumigrah
Dan mereka teriak histeris dengan imbalan yang akan Relvian berikan.
"bayangin cuy lu dapet senjata khusus buat lu dari divisi Sains dan teknologi." Ucap salah satu kadet disana.
"fufufu kalian masih hijau yang kita butuhkan itu bukanlah senjata melainkan Makan 7 hari gratis di restoran mewah di bellato dan beberapa juta dallant yang notabene bisa buat ngelamar cewek! Ini baru hadiah yang sebenarnya." Ucap salah satu mentor disana.
"rulenya simple kalian boleh menyerang saya secara bebarengan,sendiri sendiri ataupun kelompok tersendiri, senjata kalian bebas layaknya medan pertempuran asli, dan saya sendiri hanya memakai tombak intense tipe normal sebagai handicap untuk saya sendiri fufu hitungan ketiga mulai."
"TIGA!" Relvian langsung mengucapkan tiga tanpa urutan satu dan dua.
"uwoooooo! Maju!" Teriak mereka bersemangat semangat muda mereka terbakar, tanpa memperdulikan siang hari yang panas.
Relvian menikmati pertarungannya cukup berat karena ia hanya mengguanakn senjata intense tipe normal dan juga dia harus menahan diri sedikit agar para kadet tidak cidera.
"Maaf maximus tapi saya serius menyerang anda, DEMI DALLANT DEMI NGELAMAR PACAR!" ucap salah satu mentor disana yang sangat ingin menang.
"Majulah, jangan ada penyesalan." Mentor yang bertingat royal ini maju menggunakan Pedangnya serangan langsung secara garis lurus kedepan, Relvian melihat serangan itu menangkisnya dengan tombak yang ia pakai, walau tombak ecek ecek tetap saja skill gak bisa di bohongi.
"serangan mu terlalu lembek dan kurang tepat tingkatkan lagi." Ucap relvian memberi saran ke mentor itu dan tanpa memberikan relvian celah kadet kadet itu ada yang berupa ranger menyerang jarak jauh.
"bagus tapi masih terlalu terasa ingin membunuh, kurangi nafsu membunuh kalian Anak muda." Ucap relvian yang masih di hujani anak panah.
"pasukan warrior yang mengenakan pedang maju dari arah tengah, yang menggunakan tombak serang dari belakang, dan yang menggunakan kapak dan gada bersiap dari sisi lainya." Salah satu kadet memberikan komando yang bagus untuk serangan serentak.
'kadet kadet ini cukup bagus dan lagi bocah itu, leadership dan pemikiran strateginya juga bagus.' Relvian melihat kemampuan para prajurit prajurit baru.
Tiba tiba sebuah hantaman keras menerjang Relvian.
Booom!
"Mengganggu kesenangan orang lain huh? Tidak biasanya sang archon terhormat datang disini." Ucapnya sambil menahan serangan itu.
"Gue kira siapa yang ngerusuh di wilayah gue tanua Cuma seorang yang gak ada kerjaan gangguin bawahannya." Ren menatap lurus mata Relvian dan beradu pandangan membunuh.
"Saudara saudara sekalian saya rasa pertarunagn akan menjadi lebih intense dan berbahaya di harap mundur beberapa meter agar tidak terkena dampak serangan." Perintah salah satu pengajar disana.
"Tumben gak make Senjata favorit lu kemana tuh tombak? Patah apa lu jual?" ejek Ren, bellato berambut abu abu itu masih menekan Relvian dengan Tombak yang ia gunakan.
"Gue gak segila lu yang selalu serius, kalo gue make tombak gue gak ada tantangannya dong."Relvian mendorong balik Ren dengan tombak abal abal dan setelah itu mereka melompat mundur mengambil jarak.
"maju kerahin semua kemampuan lu, seinget gue duel kita lu gak pernah nundukin gue hanya beberapa kali karena hoki doang lu bisa menang." Relvian mencoba mengompori Ren, karena dia tau Ren gak bisa diem kalo dia yang ngejek.
"Hee gitu ya, lu yang minta ya kalo lu masuk rumah sakit jangan salahin gue." Mata hijau dedaunan itu memandang mata merah dengan memberikan aura pembunuh, dan di sekitar mereka banyak yang tiba tiba yang berdiri menjadi berlutut akan atmosfer sekitar dua orang gila yang lagi bertarung.
Lalu Relvian melepas armornya dan hanya bertelanjang dada dan di tangannya hanya memakai sarung tangan pelindung dan tanpa senjata.
"Ngapain lu lepas armor lu kira gue homo doyan badan lu?" Ren terheran heran dengan apa yang di lakuin Relvian.
"Make senjata dan make armor, huh gak ada asik asiknya dan powernya juga beda" setelah itu relvian mengambil kuda kuda bertarung tangan kosong, "make ini baru Greget." Relvian siap posisi bertarung dan Ren paham maksud apa yang di omongin Relvian.
Lalu Ren juga melepas armor beratnya dan menimbulkan effect getar dan gemma yang cukup kuat karena armor miliknya sangat tebal dan berat, ia sekarang hanya mengenakan jubbah putih kesayangannya dan sarung tangan seperti Relvian.
"Maju sini lu landak albino!" Relvian menantang Ren dan dengan cepat Ren maju menerjang Relvian.
Bak buk bak buk suara pukulan pukulan yang di lancarakan mereka berdua begitu nyaring.
Ren sangat cepat dan powernya juga bisa di bilang di luar perkiraan bellato normal, Ren menyerang dengan tendangan menyamping mengarah ke kepala Relvian dan dengan cepat Relvian menahan tendangan tiu dengan tangannya .
Relvian tau jika di adu dengan kekuatan dia mungkin bisa saja kalah, karena ia tau kekuatan seorang Grymnystre itu di luar nalar.
"Gak buruk untuk seorang landak albino." Ucap Relvian dan setelah mengucapkan itu relvian maju gak kalah cepat dengan Ren
Swush.. layaknya seperti bayangan dia tiba tiba menjadi hilang sekejap, "gue disini landak albino!" tendangan tiba tiba dari atas kepala Rend an sadar ia gak bisa nahan serangan itu lalu Ren salto kebelakang beberapa kali menghindari terjangan tersebut.
Booom! Tendangan itu membuat kawah kecil di area relvian.
"Gak buruk untuk orang macem lu, kepala obor keliatanya lu berkembang." Gentian Ren yang meledek Relvian, rival abadi ini selalu terlihat serius saat latihan serasa ingin membunuh satu sama lain, padahal Cuma latihan, atau mungkin Cuma becandaan doang.
Kaki kanan ren mengambil momentum di tanah dan menakan force di kakinya agar memberikan kecepatan dan menambah kelincahanya, fwushhh! Seperti kilat menyambar kecepatannya sampai sulit di lihat menggunakan mata normal.
Melihat itu relvian gak diem aja dia tau kalo kena serangan itu diapasti mental atu paling parah bisa pingsan, "Shadow Back slide!" kaki kanan menendang mundur ke tanah dan relvian langsung balik badan untuk menghidnari serangan cepat Ren.
"Cuma bisa lari huh Kepala obor?" Tanya Ren yang masih mengejar Relvian.
"Gak nyangka lu beneran ngejar gue buat ngelakuin serangan." Relvian masih menghindari pukulan pukulan rend an begitu juga sebaliknya Ren menghindari serangan serangan Relvian seperti menghadap cermin mereka seperti imbang dan sama persis dari segi kekuatan dan kecepatan, hanya soal stamina yang menentukan akhir pertarungan ini.
"LANDAK ALBINIO!" "KEPALA OBOR!" BOOOOOM teriak mereka berdua dan tinju mereka beradu dan menghasilkan force yang dahsyat dan menimbulkan effect ke seluruh area radius 500 m.
"ini gila pertarungan macam apa ini!" ucap salah satu kadet di sana.
"nanti kalian akan lebih sering melihat seperti ini di Chip war ini hanya sebagian kecilnya saja, jika maximus REN atau Maximus Relvian menggunakan persejataan lengkap daratan yang tadinya normal bisa saja jadi penih kawah kawah gak jelas hanya karena mereka bertarung." Ucap salah satu conquest.
"Nyerah aja lu Landak albino lu gak akan bisa menang dari gue." Tanganya masih beradu dengan tangan Ren mereka berdua gak mau mengalah.
"Nyerah? Gak ada di kamus Keluarga Grymnystre." Masih menahan serangan Relvian ren mencoba bertahan, pasti malu dong kalo archon kalah di battle beginian, di liat bawahan lagi.
"Nyerah aja lu PERJAKA KAMPRET!" Teriak Relvian, "BACOT! DASAR PK!" buakkkkkkk tinju mereka sama sama terkena di wajah masing masing dan membuat mereka mental beberapa meter.
"Belum masih belum gue gak kan nyerah! Apa lagi lawannya kepala obor Dan juga PK macem lu!, guoohhhh!" Ren mengonsentrasi adrenalin dan juga Forcenya, force berwarna biru muda itu mulai berkumpul membuat tekanan dahsyat.
"DASAR LANDAK ALBINO LAKNAT! Guooohhh!" Gak mau kalah dari Ren Force Hitam ke kcoklatan berkumpul di tubuh Relvian.
"BEDEBAH!" ucap mereka bebarengan dan siap meninju satu sama lain dan BOOM! Kepulan asap dan debu terjadi dan mereka semua yang hadir di sana gak tau apa yang terjadi.
Setelah kepulan asap dan debu itu sedikit demi sedikit menghilang terlihat ada beberapa orang di sana, dan juga mereka melihat archon dan wakilnya tergeletak di injak dua wanita.
"dasar Archon dan wakil gendeng siang siang bikin ribut!" ucap salah satu wanita berambut Amethyts.
"dasar mereka ini kayak bocah aja hadeh." Yang satunya wanita berambut pirang panjang sampai bokong tersebut hanya bisa facepalm.
Yep yang menginjak mereka berdua adalah Amethyst dan tsukiumi.
"ternyata gue bener bawa kalian berdua, soalnya yang bisa ngehajar mereka berdua ini kan Cuma kalian haha." Shin hanya ketawa renyah liat kawanya tergeletak di bawah kaki seorang wanita, dan hari itu mereka yang melihat keadaan itu semua menjadi ngeri terhadap wanita wanita bellato, karena berurusan dengan wanita bellato minimal pasti pingsan atau lebih parah, dan semua prai pria di sana hanya memandang rasa gelisah ke wanita wantia bellato yang ada di sana.
"oi shin, Rogue angkat ini bangke kodok ke ruang perawatan mereka pingsan." Ucap Amethyst dengan nada galak.
"iya iya nyonya." Shin dan rogue hanya nurut apa yang di bilang amethyst kalo enggak pasti kena hantam juga.
"awagahghaghagaha" ucap Ren dan relvian dengan nyawa yang hampir keluar dari mulut, mereka di seret rogue dan shin ke ruang perawatan.
To be continued….?
Heyo guys balik lagi dengan gue Hafidz-haan/Legs hunter si author gendeng di fanfi yang gak jelas nasibnya gimana hahaha.
Mungkin gue bakalan lebih serius menanggapi arc relvian dari sekarang dan gue baru sadar gue gak bisa buat tempo cepat buat arc ini serius, akrena ini berpengaruh ke main time line jadi gue harus lebih berhati hati buat alurnya biar gak ngerusak yang ada.
Mungkin chap depan agak lama ya guys karena gue sekarang sibuk belajar gambar dan berencana membuat ini sebagai komik targetnya sih sementara di webtoon atau komik online lain semoga berhasil gan.
Well gue dah ketemu dengan Author komik sebelah si Dzofi di Real world jika ingin ketemu silahkan saja asalkan region dekat masih bisa di atur haha.
Makasih yang masih setia nunggu ini cerita dan meunggu kapan ini arc kelar rasanya flashback serasa main story dan udah bosen banget mungkin harap bersabar ini ujian.
Well guys that's all sorry gak banyak karena gue blum selesai dengan konsep konesp lainya, semoga berikutnya akan jadi lebih baik, tahnks for reading this story and review for better future story bye bye
Quotes : "Hee…. You want I smash u with meteor or freezing with ice path? " – Anarine lachrymose
