Fanfic Change by Legs Hunter (HafidzHaan)

Chapter 19 – Black and white & Rea Haan in action.

RF online not mine

Ruang perawatan pribadi Keluarga Hardji.

Pria bellato berambut coklat terbaring lemas di kasur besar dan beberapa alat medis terpasang di tubuhnya.

Kira kira sudah 3 jam berlalu dan ia belum sadar sama sekali dan membuat orang orang di ruangan itu cemas.

"Hey Shin, benar kan dia gak apa-apa? Apa gara-gara Gue dia gak sadarkan diri begini?" Amethyst yang biasanya temperamen tinggi dan bisa di bilang pemarah berubah drastis hanya karena seorang Lace lachrymose yang terbaring tak sadarkan diri.

"Tenang lah seperti ini biasa, dan lu baru aja ngebangkitin Force miliknya harusnya kau bersyukur bisa memancing force Lace sampai keluar dari sekian lama terpendam." Shin masih mengecek data-data yang ada ditangannya, dan Amethyst masih menarik jas dokter milik Shin karena masih khawatir.

"Dia kuat kok percaya aja, dan pula hanya sedikit orang bisa hidup setelah kena Gaebolg dan gue rasa Cuma Lace doang, gak ada sejarahnya makhluk bisa hidup kena tusuk tombak itu, lagian Rina darimana kamu dapet itu tombak kenapa gk bilang sama ayah kamu punya artefak macem itu?" Shin kini bertanya ke Rina mengapa dia punya senjata itu dan banyak orang ingin tombak itu tidak hanya bellato melainkan ras lain juga, hanya saja mereka mati sia sia karena tombak ini mengeluarkan hawa membunuh yang kuat.

"Itu….aku mendapatkanya di semcam Area khusus yang terdapat portal khusus yang mengarah ke koordinat tertentu, dan ku cek di map ku semuanya no signal, jadi aku tidak tau pasti ayah tempatnya dimana." Ucap Rina dan masih menunduk gak berani menatap wajah ayahnya.

"Begitu, lebih baik jangan kau tunjukan pada siapapun Rina, senjata ini berbahaya, dan banyak yang menginginkanya,jadi berhati hatilah." Ia mengelus kepala anaknya agar dia menjadi tenang.

"Tapi sedikit saja menusuk lebih dalam sudah pasti itu terkena jantungnya, kekuatan yang dahsyat." Tsukiumi melihat tombak itu dengan seksama di seluruh bagianya, "Gue merasakan force meluap luap dari tombak ini,dia seperti hidup atau mungkin… akhh gue gak bisa njelasin jadi semacam itulah." Bahkan tsukiumi gak bisa menjelaskan dengan detail tentang senjata ini.

"Bahkan Force master seperti Tsukiumi pun gk bisa menjelaskan hebat."Hestia juga nnongkrongin liat senjata milik anaknya itu.

Di dalam alam bawah sadar Lace + Lace P.o.V.

"Haah…. liat apa yang lu lakuin, lu berlebihan tau gak." Gue mendengar suara yang mirip dengan suara gue.

"Ck. . setidaknya biarlah aku beraksi beberapa saat, padahal hanya beberapa persen yang di keluarkan, tapi gak nyangka bisa sebesar itu" Bahasa Cora? Dengan suara gue apa maksudnya ini dan gue masih belum bisa melihat dengan jelas, dan gue ini ada dimana sih.

"Hey Diriku yang berwarna abu abu, mau sampai kapan kau mau tidur." Dia yang memakasi bahasa Cora memanggil ku, tunggu abu abu? apa maksudnya? .

Gue mencoba membuka mat ague sedikit berat tapi perlahan dan pasti mat ague terbuka, dan banyak cahaya silau.

"Akhirnya bangun juga, lama juga lu tidur dasar abu-abu." Bahasa bellato? Ada apa sih dengan tempat ini.

Walau dengan mata yang masih kabur gue bertanya kepada penghuni tempat ini, "Gue ada dimana?" itulah kata pertama yang gue keluarkan.

"Pfft.. hahahah Si abu abu mulai ngelawak, dasar bodoh tentu saja ini di dalam dirimu sendiri, kau kurang meditasi sampai tempat ini tidak tau dimana." Gue melihat Diri gue sendiri tapi dengan tubuh lebih besar dan iris mata yang berbeda dengan mat ague, ya warnanya berwarna amber.

"Bener tuh kata si Hitam lu kurang meditasi, dan terlalu sibuk hal duniawi, kekuatan spiritual lu lemah banget bangsat, bahkan kami disini menderita gara-gara lu yang bodoh gk bisa makai force dengan jelas." Ini ada diri gue lagi dengan rambut merah dan warna mata merah layaknya mat ague, dan di a berbentuk bellato.

"Tolong bisa kalian jelasin secara detail namun singkat, gue gak ngerti sama sekali." Gue pasrah gak ngerti apapun yang gue alamin sekarang.

"Simpelnya, Force yang tadinya tersegel dan tertahan meluap dan meledak, lalu lu gak sadarkan diri dan masuk ke alam bawah sadar lu snediri sampai sini paham?" Ucap Si rambut merah menjelaskan.

"Oke gue paham terus kalian siapa? Kenapa kalian berada di alam bawah sadar gue?" Gue gak ngerti kenapa mereka bisa di dalem sini.

"Oke bisa ku bilang si abu-abu ini bodoh dan lebih bodoh dari yang ku pikir, haaah…. " si arambut coklat tepok jidat dengan pertanyaan gue.

"Haah ya gue akuin gue bodoh hal beginian jadi tolong berikan pencerahanya tuan jenius." Sedekit kesel dan juga pengen marah kalo sama mereka berdua ini selalu ngejekin gue dari tadi.

"Lu tau kan tubuh lu terdiri 2 force yang berbeda dan bertabrakan satu sama lain?" Tanya si rambut merah ke gue.

"Ya benar terus hubungan ke tubuh gue dan lu berdua apa?" Gue masih sedikit gagal paham dengan penjelasan mereka.

"Simplenya kami ini Force dan yang berubah bentuk menjadi tubuh lu, sampe sini jelas?" Si merah jelasin ke gue yah sedikt lebih paham sekarang.

"Lalu jika kalian ini force kenapa mengambil bentuk tubuh gue?" Tanya gue kemereka berdua.

"Karena kami gak ada tubuh tetap, dan juga kami ini hidup jadi jika ingin bertahan kami harus mengikuti bentuk tubuh yang kami tempati." Si rambut coklat masih njelasin detailnya ke gue.

"Ohh gitu jadi di setiap orang punya bentuk force berbeda-beda tergantung tubuh itu mumpuni apa enggak, ok ok gue sedikit jelas dengan ini semua, pertanyaan terakhir, apa semuanya memiliki 2 force begini di tubuhnya apa enggak?" Tanya gue kemereka berdua.

"Jawabanya bisa iya bisa enggak, simplenya di kasus lu, lu memiliki bentokran 2 force yang berlawanan dan menghasilkan force ketiga, dan kebanyakan dari makhluk hidup memiliki 1 force inti misalnya Biru itu untuk force air, nah dari inti force itu dia bisa berevolusi menjadi Es, untuk membuat evolusi lu harus memahami force yang bisa buat es tersebut dan terbentuklah force kedua dan menghasilkan force ketiga, Force itu bentuk dasar alam kalo lu paham tentang alam lu bakal paham tentang force." Si rambut merah yang berbentuk bellato menjelaskan dengan panjang lebar.

"Lalu kenapa para spiritualis bisa banyak elemen?" Kini gue tanya lagi ke si merah.

"Bisa memakai semua force bukan berarti semua forcenya kuat, pasti ada yang lebih dominan di dalam tubuh setiap masing masing makhluk, contohnya belphegor force utama Api lalu dia mencoba memahami force tanah setelah dia mendapatkan force tanah lahirlah force Lava." Jelas si merah rinci dan itu membuat gue belajar lebih baik.

"Okay….. lalu kalo cahaya dan kegelapan menghasilkan apa? Bukanya dua duanya saling tidak menyatu? Dan bukanya berevolusi malah jadi tolak menolak layaknya magnet? bisa kalian jelasin gimana nasibnya force gue gimana?" ketika gue bertanya gitu mereka tertawa.

"Buahahah kau ngelawak huh? Dasar abu abu pinter ngelawak, ngapain kamu mencampurkan 2 force yang berlawanan sedangkan kau bisa menggunakanya terpisah, kau itu abu abu bisa memakai keduanya, ahahha kebodohan mu itu sangat membuat kami terhibur." Si coklat ngetawain gue kayak gak ada dosa.

"Smplenya gini cahaya melahirkan bayangan dan kegelapan, sedangkan kegelapan melahirkan cahya jadinya mau gimanapun lu satukan semuanya akan kembali keawal, bisa di bilang unlimited circle jadinya ya kesitu situ aja, nah karena tubuh lu itu di lahirkan dari 2 force yang bertubrukan terciptalah warna force baru, yaitu abu abu hitam enggak putih juga enggak, force gak stabil, force cacad, force rendah yang paling rendah." Dengar kata kata itu dari mereka sakitnya ampun gak nahan, bahkan diri gue sendiri bilangforce gue sampah asataga hidup memang gak menyenangkan.

"Tapi jangan sedih dulu, yang rendah bukan berarti gak bisa berkembang, force abu abu macem lu ini ada kelebihanya tapi tergantung yang punya tubuh bisa berkembang apa enggak, kelebihan force abu abu, dia bisa menguasai element yang bertubrukan menjadi stabil, dan dari dua element tersebut bisa menguasai elemen elemen lain walau gak kuat seperti inti force, tapi setidaknya lu bisa memakai force ketiga macem es,magma,tumbuhan,dll dalam batas normal, inget dalam batas normal kalo lu mencoba lebih yang ada lu akan rusak dan tubuh lu meledak." Si merah masih memberi gue pelajaran.

"Jadi selain memakai force ketiga apa lagi kelebihan force abu abu macem gue ini?" tanya gue ke mereka.

"Lu bisa make force cahaya dan kegelapan di saat yang sama di timing yang sama, force kegelapan yang menghasilkan bencana, force cahaya yang bisa menahan bencana dan memberi sumber kehidupan, kalo lu sadar temen lu cewek cora itu forcenya abu abu, tapi dia jenius gak macem lu, dia bisa mengendalikan force cahaya dan kegelapan di saat yang sama dan juga bisa mengkombine force bahkan force yang berlawanan contohnya frost entangle, yang mana itu force yang keliatan simple namun aslinya rumit." Dan mendengar ucapan si merah gue jadi kaget gak kebayang Ariel yang hebat gitu forcenya abu abu? gue kira dia murni hitam.

"Lah memang apa sulitnya Frost entangle? Bukanya itu hanya entangle biasa di tambah force es?" tanya gue ke dua orang ini.

"Dasar emg lu bener bener bego soal force, entangle itu force ketiga dari tanah dan air, sedangkan es itu angin dan air, nah kesulitanya itu disini mengabungkan 2 force ketiga menjadi satu, butuh porsi mana yang tepat dari masing masing force agar bisa tercipta force gabungan, untuk kasus lu saat ini gak akan bisa make itu skill, karena lu masih gak paham takaran force yang sesuai buat gabungin force, dan lu saat ini sering make force arrow seharusnya lu paham force yang keluar apaan, sekarang gue tanya itu force arrow yang sering lu pake element apa?" Si merah bertanya ke gue.

"Angin mungkin karena gak berwarna dan berhembus doang." Lalu kepala gue di jitak sama si coklat.

"Otak mu harus di getok biar lancar, salah bukan angin melainkan suara dan suara itu force ketiga bukan force inti macem angin, force arrow lu itu sebenernya sonic boost yang di perkecil dan di padatin yang bentuknya berubah jadi anak panah, alasan kenapa force arrow lu bisa nembus apapun karena itu bukan Cuma angin semata, lu menekan angin tersebut dan menajdi partikel padat sedikit campuran beberapa force lain semisal macem destructive froce arrow lu itu gabungan element angin + kegelapan, force arrow normal itu angin + sedikit banget partikel tanah tapi tetep aja ada element tanahnya, kecuali shadow step lu, itu murni force kegelapan." Ucap si coklat.

"Lah bukanya itu angin dan kegelapan juga?" tanya gue ke rambut coklat.

"Seharusnya itu gak berelement kegelapan melainkan full force udara, tapi karena tubuh lu unik bukanya make force angin tapi lu ubah menjadi force kegelapan, dan orang mengira itu force angin biasa." Setelah dia bicara begitu gue baru menyadari apa yang gue lakuin, ternyata selama ini yang gue lakuin itu bukan hal semestinya wajar aja kecepatanya juga berbeda.

"Jadi bagaimana cara gue biar bisa mengendalikan force layaknya orang normal, lu tau make force secara random dan tanpa penguasaan sama sekali itu sangat melelahkan tubuh." Tanya gue kepada mereka gue harap mereka memberikan solusi.

"Tentu aja kami tau karena lu make secara acak begitu kami juga terkenda dampaknya, sebenarnya simple sih, lu meditasi dan pisahkan forcet hitam dan putih di ruang berbeda jangan mencoba menaytukan melainkan membuat harmoni tanpa memaksa kedua element yang berbeda menyatu, lu ngerti gak?" Gue Cuma melongo gak paham dengan apa yang merah omongin.

"Membuat harmoni tanpa menyatukan? Dan memisahkan force itu sendiri …. Giamana Caranya gue paham!" teriak gue frustasi dan mereka tepok jidat.

"Simplenya gini sih, buat bagian kanan jadi force putih dan buat force hitam di bagian kiri dan bagian tengah tetap hitam bisa?" dan si rambut coklat bertanya ke gue, dan penjelasan singkatnya buat gue mengerti.

"Ok ok gue paham, gini kek lebih enak." Dan mereka melihat gue dengan pandangan ngerendahin.

"Nah sekarang kami udah akur, dan tinggal lu aja gimana cara mngelola Force kami di tubuh lu yang notabene rusak semua sirkuit forcenya, ya walau si hitam sebelah sana sedikit memperbaiki tapi tetep aja gk bakal bisa sesempurna lu, karena ini tubuh lu." Mendengar itu gue sedikit mengerti tentang tubuh gue sendiri, selama ini gue hanya mengandalkan keterampilan insting daripada keterampilan murni tubuh gue.

"Lalu saat meditasi gue harus ngapain diem doang gitu?" dan merekahanya menghela nafas ketika gue bertanya gitu.

"Ya bisa di bilang gitu, diem tapi gak sekedar diam, rileks tapi gak tidur, fokus tapi gak membebankan ke otak dan tubuh, kalo lu bisa lakuin itu selanjutnya lu bisa kesini kapan aja dan bisa buat teknik teknik mengagumkan yang terdapat di bakat alami tubuh lu ini." Si rambut merah mengeluarkan cahaya putih di tanganya lalu di bentuk menjadi kupu-kupu lalu terbang menghilang.

"Yang barusan lu lakuin itu apa?" Tanya gue ke merah penasaran dan dia menjawab simple, "Kreasi Force, simple di pelajari tapi sulit di gunakan saat perang." Lalu dia membuat Force cahayanya menjadi bentuk bentuk lain.

"Mumpung kau disini mulai lah latihan mu untuk memisahkan force kami akan mengajari mu." Si rambut coklat duduk bersila dan mencoba memisahkan force hitam dari force putih gue yang tercampur.

"Sungguh gue gak begitu mengerti kenapa Lace bisa Sangat pandai menggunakan mantra mantra kutukan, bahkan force hitam bersekala besar seperti Catashrophe, gue selalu menyadari dia unik." Rogue masih melihat Lace yang keadaan tertidur karena pertarungan tadi.

"Bahkan gue sampe make skill Berseker Blood, lu tau udah berapa lama gue gak make itu skill." Ucap Amethyst sambil mengepal tanganya.

Flashback few min ago

"GaeBolg!" Rina melempar tombak itu lurus menghantam Force Lace yang akan menyerang Amethyst dan Tsukiumi.

"Rina!" Shin melihat anaknya menyerang dengan kekuatan yang sangat besar, ia bisa merasakan kekuatan tombak itu bisa menekan mundur force Lace.

Tsukuimi melihat peluang tersebut langsung Menekan force Lace "Pierching Water Sword!" Replika pedang dari 4 arah muncul menusuk Barier yang melindungi Lace.

"Tembuslah Gaebolg!" Rina memberikan forcenya ke tombak yang masih beradu dengan force lace dan Gaebolg menghancurkan force itu dan merusak 4 lapis barier Lace.

Jlebb! Tombak itu menusuk lace tidak terlalu dalam tapi vital, beruntung karena 4 lapis barier lace membuatnya selamat dari Tombak yang dapat menembus tubuhnya kapan saja, dan setelah terkena searangan tersebut Lace pingsan.

Setelah Lace pingsan cuaca berubah kembali seperti semula tanpa di kelilingi langit hitam.

"Cepat bawa Lace ke ruang perawatan, forcenya menajdi turun sangat drastis." Shin lagsung menghampiri Lace dan menekan Kutukan fore dari Gaebolg.

"Tak akan sempat jika ke ruang perawatan sebaiknya di rawat di tempatku saja, kurang lebih alatnya sama seperti ruang perawatan di rumah sakit." Lalu dengan cepat Lace di abwa keruang perawatan dirumahnya Amethyst.

-End of flashback-.

"Jika saja gue mengajarinya force lebih awal mungkin tidak akan terjadi seperti ini, Gue terlalu fokus mengajari Lamia dan melupakan Lace." Tsukiumi sedikit menyesali karena iya tidak memberikan Porsi belajar force yang sebnading dengan Lamia yang berujung dampak seperti sekarang.

"Sudahlah yang terjadi biarlah terjadi sekarang kita hanya bisa berharap dia bisa kembali dengan normal." Hestia mencoba menenangkan Tsukiumi yang merasa ini semua salahnya.

"Gue gak tau dia punya kekuatan sebesar ini, gue merasa kecewa dengan Title yang gue punya." Tsukiumi memijit keningnya lalu kepalanya di usap usap oleh Hestia.

"Ini bukan salah lu kok, hanya saja kita memang gak tau dia ini Bisa kuat seperti ini." Shin mencoba menghibur Tsuki yang merasa terbebani.

"Lu juga punya anak jadi gak harus ngurus Lace sampai sejauh itu, lagi pula Lace bisa sampai sebesar ini juga lebih dari cukup, bahkan Jika Relvian di hidupin lagi juga dia berfikir sama berterimakasih dengan lu dan Rogue." Amethys mencoba menghilangkan perasaan bersalah tsukiumi, wanita berambut blonde itu melihat teman-temanya mengerti keadaan dirinya ia hanya bisa tersenyum dan berkata, "Memang Relvian benar benar unik memilih kawan, jika bukan kalian gue gak akan bisa sejauh ini." Dan setelah itu mereka tersenyum kembali melihat Tsukiumi yang kembali seperti semula.

"Sepertinya ibu, ayah, paman dan tante sekalian sangat akrab dengan Ayahnya Lace memang Paman relvian seperti apa sih? Ingatan ku hanya sedikit tentangnya." Tanya Rina pensaran.

"Umm dia orang yang sangat unik" Jelas Shin kepada rina lalu di sambung oleh Rogue "Dia juga setia kawan dan selalu percaya dengan kawanya meski dia di sakiti sekalipun." Hestia menghela nafas dan mengingat tentang Relvian dan berkata "Dia itu Bellato yang paling Kampret yang pernah gue temuin seumur hidup gue, tapi sisi baiknya dia itu orang yang sangat perhitungan prilaku dan fikiran sangat berbanding kebalik unik lah kalo kau mengenal dia lebih jauh." Lalu Tsukiumi melengkapi ucapan mereka, " Dia adalah Sosok seorang yang seharusnya di kenang sebagai pahlawan bukan penjahat perang, yap mereka bertiga memang seharusnya mendapatkan itu." Ucap tsukiumi sedikit kecewa.

"Bertiga?" Rina hanya memiringkan kepalanya tanda ia bingung akanucapan tsukiumi, " Yap bertiga Relvian,Anarine,Ren mereka bertiga seharusnya menjadi pahlawan bangsa Bellato karena menyelamatkan bangsa ini dari pertempuran saudara, bahkan anarine yang notabene seorang Cora dia merelakan nyawanya agar peperangan tak terjadi, mungkin ia cinta mati dengan Relvian jadi dia menganggap Bellato adalah bagian dirinya." Tsukiumi menjelaskan tentang kejadian saat itu lebih dari 20 tahun yang lalu.

"Di akademi gak ada sejarah kita perang saudara kenapa gak di jelasin?" Rina ingat betul karena ia sangat menyukai pelajaran sejarah saat di akademi dan dia tidak pernah mendengar perang saudara di sejahar bellato.

"Haah tentu saja sayangku, itu aib bagi Bangsa Bellato jika itu di umba, masalahnyaitu menyangkut para tetua bellato dan antek anteknya yang berbuat ulah." Hestia menepuk nepuk kepala anaknya.

"hee jadi begitu pantas saja."

-Warriors Arena Holy Alliance Cora-

"Hey Ara bukankah kau terlalu memaksa Rea untuk Ikut Kompetisi ini? Kau seudah fikir matang-matang tentang ini kan?" Tanya Rena khawatir akan keponakannya itu.

"Aku 100% yakin anak ku gak akan kenapa-kenapa, lagipula jika kenapa-kenapa paling luka serius gak kurang gak lebih, dan juga ada team medis jangan terlalu difikirkan hal semacam itu." Ara yakin betul dengan perasaanya saat ini bisa dibilang intusi seorang ibu.

"Haah terserah padamu saja Ara." Rena hanya ngepak ngepak tanganya tanda ia tak jadi serius berfkir tentang itu.

"Jika di liat sih ia tidak apa-apa lagipula.." Rajes berhenti sejenak "Lagipula apa?" Tanya mereka "Ayolah dia menggunakan equip buatan ku yang terbaru dan juga kualitasnya ku jamin, dan juga sepatu yang ia kenakan ku setting khusus untuk dia, hahahaha aku ini paman yang baik ya hahaha." Tawa Rajes lepas dan mereka hanya topk jidat melihat Kelakuan Rajes.

"kau terlalu memanjakannya Jes, dia gak kan berkembang jika kau manjakan seperti itu." Ara sedikit marah dengan adik iparnya itu.

"ayolah kak, aku tau betul tentang keponakan ku itu, kau tau dia berlatih tiap tengah malam sampai subuh apa kalian tau? Dan juga apa kalian melihat ia berlatih di tengah hutan sendirian untuk melatih akurasi dan ketangkasanya?, aku selalu memerhatikan di saat orang-orang tak melihatnya." Rajes sedikit menekan nadanya untuk kakaknya itu "jika mendengarkan ucapan mu kok jadi rada labil yak, tapi apakah semua yang kau ucapkan itu benar Jes?" hafidz menanyakan kepastian ucapan Rajes.

"Yah terserah kalian saja jika tak percaya,yang pasti dia sedikit berbeda dari kak Ara dan kau bang, dia gimanaya mencoba menyatukan kedua alrian seni beladiri kalian berdua, aku sebenarnya malas mengungkap ini, tapi kalian tak pernah tau tentang keponakanku itu menggunakan skillnya hampir menghancurkan seluruh tulangnya, ku harap ia gak menggunakan skill itu lagi." Rajes mengambil coklat roll di sakunya dan menaruhnya di mulut layaknya rokok.

"Kenapa aku gak pernah kau kabari tentang hal yang sangat darurat seperti itu?" Tanya Hafidz ke Rajes.

"Itu janji ku ke Rea saati itu ia bilang tolong rahasiakan lukanya, dan saat itu kubilang ke kalian bahwa Rea sedang menjalankan misi, padahal dia di rawat di ruang perawatan khusus di lab ku." Ucapnya sambil sedikti demi sedikit Mengunyah coklat yag ada di mulutya.

"Jika tak salah ingat tekniknya saat itu Rising Nature Tiger Force, teknik yang mengandalkan Force dan juga kekuatan fisik di saat yang bersamaan, dan cukup menghancurkan beberapa area, namun reiskonya jika tubuhnya tidak kuat menahan tekanan force dan juga Tekanan fisik optimal ia bisa mati kapan saja."

Mendengar ucapan Rajes Ara yang tadinya tenang tenang saja jadi khawatir tenatng anak sematawayangnya.

Apa Kabar permirsa! Yak saya Jhony dan Sesvita disini sebagai MC untuk Acara yang di selenggarakan tiap 3 tahun sekali ini (jhony)

Benar sekali Bung Jhony Pertandingan antara warrior warrior Terkuat Cora akan di mulai sebentar lagi Bung, menurut Anda seperti apa pertandingan yang akan di mulai sebntar lagi ini? (Sesvi)

Hoho kita gak boleh bocorin dong Miss Sesvi biar para Penoton di arena dan di rumah pensaran apa yang akan terjadi di pertandingan awal ini. (jhony)

Oke kalau begitu Bung Jhony mari kita mulai Acara ini dengan pertandingan Pertama! (sesvi)

Oke kita liat di layar proyeksi apa yang akan muncul untuk pertandingan awal ini (Jhony)

Lalu layar proyeksi menunjukan tulisanya

-Hide and seek-

Woaah… semua pasti mengenal dengan permainan ini yak permainan yak Mencari dan Bersembunyi (Jhony)

"Haah yang benar saja kita harus bermain permainian anak-anak." ucap salah satu peserta.

Hoho jangan berfikir ini permainan anak-anak dulu parama peserta dan penonton sekalian pertandingan ini di buat untuk mencari lawan yang bersembunyi, masing masing peserta memegang peta untuk menemukan jalan keluar, karena pertandingan ini akan di lakukan di dalam dungeon. (jhony)

"APA! Ucap para peserta terkejut.

Wah keren sekali Bung jhony, lalu berapa syarat melengkapi peta tersebut bisa anda jelaskan. (sesvi)

Tiap Peserta di wajibkan Mendapatkan 10 peta, dan disini kalian bisa mencuri peta dari musuh,membuat kelompok atau mengalahkan kelompok lain demi mendapatkan peta, maksimal membuat kelompok adalah 5 orang Miss Sesvita menarik bukan ini akan mejadi babak kualifikasi yang menarik untuk di lihat, dan juga kalian bebas menggunakan senjata dan teknik kalian disini.

Pertandingan pertama dimulai!

Seluruh peserta telah memasuki Dungeon dan mereka tidak tau bentuk seperti apa dungeon tersebut, dan mereka hanya di berikan satu cara untuk keluar dari dungeon tersebut dengan Mendapatkan peta, Rea mencari tempatyang tinggi untuk mengamati area sekitar.

"Kurasa pohon ini tertinggi dari yang lainnya." Ia memusatkan force ke kakinya untuk memanjat pohon tersebut, "Sepatu yg di setting paman sangat bagus dan benar benar bisa melebihi limiternya." Rea mencampai puncak pohon tersebut dan melihat area dari atas.

"Teknik Search ku tidak berguna disini bahkan Area maping juga tidak bisa aktif, Dungeon tingkat tinggi memang luar biasa, namun aku masih bisa melihat dari atas ini walau samar." Rea memerhatikan sekitar dan mencoba menggunakan skillnya sekali lagi. "Sense aura" Rea mengaktifkan skill untuk merasakan area yang ia cari, dan ia dapat mengumpulkan beberapa informasi dari skill ini.

"Ada 8 orang di area ini mungkin mereka party untuk mendapatkan peta, kalau begini aku harus menjaga jarak agar tidak terkena Searching aura milik salah satu anggota party mereka." Rea melompat satu pohon ke pohon yang lain agar tak terlihat dari musuh.

Pertandingan baru berjalan lima menit sudah banyak terjadi pertempuran di beberapa area Bung jhony (sesvi)

Mereka adalah warrior Miss Sesvi sudah pasti pertempuran akan sangat cepat dimulai, lagi pula ini semi pertarungan bertahan hidup. (jhony)

Trangg dzing! Blarr! Begitulah suara yang ada di area ini pertarungan sengit antar templar black knight dan guardian.

"Hah untuk Templar kelas 5 sepertimu cukup lumayan bisa menahan serangan ku." Ucap pria yang berjob templar yang sama.

"Jangan begitu sombong Zahard ini baru dimulai." Templar yang sedang terdesak itu masih bertahan dengan serangan yang akan datang selanjutnya.

"Hoo kau tau nama ku? Haha berarti kau tau perbedaan kekuatan kita, templar kelas teri seperti dirimu tak sebanding dengan kekuatan ku." Tombaknya mengeluarkan Aura panas siap menerjang.

"Flame Blaze!" Zahard mengehtakan Tombaknya ke tanah dan tombaknya menyembur api panas yang menagrah ke target serangan.

"Impact Haze" Templar itu mencoba mengehntikan Serangan tersebut dengan tekniknya namung sayang daya serangnay tak sebanding dengan Flame Blaze walau bisa meredam beberapa dampak serius. "GuahhhhH!" Templar tadi terlempar beberapa meter karena tak bisa menahan seranganya Zahard.

"Berysukurlah kau ku beri belas kasihan dan tidak ku bunuh, lagi pula kau tidak akan bisa mati disini jika aku membunuh mu kau akan terlempar dari dungeon dan kembali hidup." Setelah itu Hazard mengambil peta yang di miliki templar tadi dan pergi dari area itu namun langkahnya tertahan karena ia merasakan sesuatu.

"Kau kucing pencuri keluar lah, aku bisa merasakan mu disana." Hazard menyuruh orang itu keluar.

"Tak kusangka kau bisa merasakan keberadaan ku, padahal aku sudah mencoba menjaga jarak agar tidak terkena skill Searching aura milik mu." Rea Muncul dari balik pohon.

"Seorang gadis? Huh kau kurang beruntung bertemu dengan ku, yah namanya pertandingan gender bukanlah pengaruh." Zahard dengan tiba-tiba menyerang Rea, dari posisinya sekarang ke posisi menyerang sangatlah cepat.

Trang! Tombak Rea dan Zahard beradu.

"Lumayan, namun lemah tetap lah lemah." Zahard menekan tombaknya Lebih besar dan meneka mundur rea

"Kau terlalu arogan, sifat arogan mu akan menghancurkan mu." Rea mulai berfikir bagaimana cara mengalahkan orang ini sangat cepat dan juga kuat.

Lalu dengan cepat Rea melakukan serangan balik menekan kakinya dan sepatu buatan rajes tersebut menembakan sedikit Force burst mempercepat gerakan Rea.

"apa!? Dia cepat." Beletang! Denging Dua tombak beradu dengan tekanan yang sangat besar.

"aku masih bisa lebih cepat dari ini, Tiger Art Beast Claw!" Rea memberikan Serangan beruntun secara lurus dan beberapa kali serangan samping dan membuat Zahard terpaksa mundur.

"Teknik itu sepertinya aku penerah liat beberapa kali,gadis sialan siapa namamu kenapa kau memilii teknik orang itu." Zahard merasa ia tau skill itu namun agak samar dari clan mana teknik itu di buat.

"Orang itu maksud mu siapa? Dan apakah seperti itu cara menanyakan nama seseorang?" Rea menolak memberitahu namanya.

"Ya orang itu pria berambut putih dari keluarga Haan, Klein Zefard Haan." Zehard masih waspada akan serangan Rea selanjtnya.

"Ohh kau kenal Klein? Kurasa dia memang Cukup terkenal keluarga utama memang beda, kurasa dia juga ikut partisipasi di acara ini." Ucap rea enteng menyebut nama itu.

"Apa hubungan mu dengan orang itu?" Tanya Hazard ke Rea.

"Ahh maksudmu Klein? Dia satu keluarga dengan ku tapi aku keluarga Cabang sih ya tetap saja satu keluarga dan aku gak peduli." Rea gak amau ambil pusing dengan urusan Klein dan orang ini.

"Jika kau ingin tau namaku baiklah, aku Rea Haan Dan aku akan mengajari mu Semua Kesopanan." Rea memasuki mode bertarungnya dan membuat tekanan dari force.

Whoaa liat miss Sesvi area 9 terdapat pertarungan yang sengit peserta Zahard Zalkeiv Vs Rea Haan untuk pertarungan Sesama pengguna tombak ini sangat bagus untuk di sorot miss.

Namun bukan saja di Area 9 yang panas bung Jhony area 4 juga begitu ini semua tak boleh di lewatkan bung.

"Jadi begitu kau satu keluarga dengan orang itu, ini menarik sehebat apa kau apakah sebanding denganya atau tidak." Ucap Zahard dan menekan force keseluruh kepala tombak miliknya.

"Tidak ada yang tau sebelum mencobanya kan? Majulah!" Rea dan Zahard sama-sama Menyerang satu sama lain dan memberikan glombang kejut di area 200 meter itu.

"Rea sangat mahir menggunakan Tombak, aku terkesan di usia yang muda bisa sangat mahir dengan senjata miliknya, bahkan aku saja tidak semahir itu saat seumuran dia." Els yang seorang warrior sangat paham dengan gestur seseorang dan juga ia dapat melihat orang itu kuat apa tidak karena pengalamannya yang banyak saat masa menjadi prajurit dan juga saat jadi Archon sementara.

"nah dia masih jauh dari kata mahir, walau begitu dia cukup lumayan lebih baik dari apa yang ku harapkan." Ara melihat anaknya yang bisa melibihi limiternya saat ini itu adalah hal yang patut dihargai.

"aku tak mengerti seberapa tinggi standar kakak, namun apa yang di katakan Els ada benarnya dia sangat mahir untuk anak-anak di usianya, dan lawanya saat ini tingkat anclaime ini benar benar ujuan untuk Rea." Rajes menstujui ucapan Els.

"kita lihat apa dia berhasil surivive di babak awal ini." Ucap Ara sambil menyeruput teh yang Ia bawa.

To be continued.

Author note

Oke guys kembali lagi dengan Fanfic Change yang notabene absurd dan gajes, semoga pembaca masih setia menunggu certia ini update walau updatenya terkadang lama pake banget.

Haha menerapkan ide lebih susah dari yang gue kira hohoho namun tetap asik karena dapat berbagi ide ke pembaca haha.

Harap maklum jika cerita sering agak ngaret karena gue lagi fokus di bidang gambar dan mencoba membuat beberapa illustrasi fanfic ini, dan juga beberapa illustrasi karakter dsb.

Jika masih menanti Arc Relvian harap bersabar sebntar lagi karena itu tinggal memberikan sentuhan akhir agar selesai dan menjadi bagus yang di harapkan pembaca.

Jika ada pertanyaan atau apapun itu dari segi cerita dsb silahkan Tulis di review yak nanti bisa saya PM satu-satu atau nanti di buat Q/A di author note

Thanks for reading and keep it up guys

Quotes

"Bisa memakai semua force bukan berarti semua forcenya kuat, pasti ada yang lebih dominan di dalam tubuh setiap masing masing makhluk." White Lace (Red hair Lace)