Fanfic Change By Legs Hunter

Chapter 20 – Girl With Desire Not to Be lose

Zahard melakukan serangan Cepat menggunakan tombaknya, Otot Lengan yang kuat mengakibatkan serangan yang kuat untuk Rea dan membuatnya terpental beberapa meter.

"Blok yang cukup bagus." Zahard memberikan tekanan ke Rea "Namun bisakah kau menang jika hanya memblok serangan ku?" Ia memberikantekanan ke kaki kiri miliknya untuk memberikan effek dorongan cepat.

Blentang! Lagi lagi serangan di blok Oleh Rea namun dampaknya membuat Rea berguling merasakan tanah.

"Ayolah Inikah semua kemampuan mu?, lebih baik kau pulang daripada kau terluka dan kalah memalukan." Hazard memprofokasi Rea lalu Rea berdiri lagi.

"Begitukah?" Rea menjawab provokasi Hazard dengan enteng, " Mungkin kau sebaiknya berhati-hati, karena giliran ku yang berikutnya yang akan menyerangmu." Force putih kebiruan berkumpul di kaki Rea, lalu Rea memberi sedikit peringatan ke Zahard. "jangan berkedip atau kau kehilangan diriku Wind Boost." Zwushh! Secara secepat angin Rea melancarkan Serangan Ke Zahard dan itu cukup sukes karena Zahard lupa untuk bertahan dan terlampau meremehkan, dan hasilnya membuat ia terpelanting beberapa meter dari tempat dia berdiri.

"Ingin mencoba lagi? Aku masih banyak yang seperti itu." Rea melakukan kuda kuda menyerang.

"URAAAAAAA!" Zahard Berteriak dan melakukan ledakan Force dan menambahkan kekuatannya.

"Self Buff Warriors Rage dan Warcry of Templar huh, kelihatanya ini akan menjadi sulit." Rea mengetahui skill yang digunakan Zahard, dan ia tau betul efek dari skill itu.

"Sepertinya kau cukup cerdas Tau tentang skill ini." Force api mendominasi Tombak Zahard kemungkinan besar Akan di lemparkan dalam jumlah banyak dan mengakibatkan dampak serius, itulah yang dipikir Rea saat ini.

"Sepertinya dirimu ingin sekali membunuh ku, lihat force itu sangat panas sepertinya." Celetuk Rea agar ia tidak terlalu teganang

Whoa whoa whoa lihat saudara saudara aura force panas itu melingkari Tombak Zahard apakah Rea masih bisa bertahan? (jhony)

Kelihatanya Rea mulai terdesak saudara Jhony, jika Rea tak bisa menahan serangan ini selesai sudah nasibnya. (Sesvi)

"Ada kata-kata Terakhir sebelum aku melenyapkan mu?" setelah mengucapkan itu Zahard melakukan Gesture untuk mengaktifkan jurusnya.

"Umm mungkin?, dan jawabnya ini bukan terakhir melainkan baru pemanasan." Setelah mengucapkan itu Zahard Melepakan seranganya "Inferno eruption!" ia salto kedepan dan menggetarkan tanah membuat erupsi berapi dan sangat cepat ke arah Rea.

"REA!" Teriak Ara,Hafidz dan Rajes melihat serangan itu menyerang Rea.

"Haah kupikir tidak akan menggunakan ini di pertandingan awal, sepertinya kalkulasi ku salah." Semakin dekat Serangan itu menghampiri Rea namun ia tetap tenang tanpa melakukan gestur bertahan sediktpun, lalu ia sedikit berbisik "Spirit form Release" BOOOOM! Serangan tadi menghantam Rea dan mengakibatkan kabut asap panas yang cukup tebal.

Apakah seranganya Zahard berhasil dari dampak yang terlihat saat ini sepertinya serangan itu cukup ekstrim dan panasnya bukan main (Jhony)

Kemungkinan Dia selamat sangat kecil Bung jhony namun masih ada harapan. (Sesvi)

"Masih ingin mengguruiku? Kurasa kau belum cukup dengan kemampuan mu yang sekarang." Zahard merasa menang karena tidak ada balasan apapun di area serangan tersebut.

"Benarkah? Kau kira aku akan kalah dengan cepat seperti itu? Itu bukan gayaku." Swush! Angin besar menghilangkan asap tebal tersebut dan terlihat Rea masih berdiri dengan gesture bertarungnya, namun sedikit ada perubahan dari Rea.

Sangat tidak terduga ia selamat dari itu Miss Sesvi sangat diluar perkiraan. (jhony)

Saya juga kaget bung jhony apakah ini keajaiban atau memang ini sudah di persiapkan dari awal?, dan lihat itu ada perubahan di Rea Bung jhony. (sesvi)

"Rambut putih, corak kuning di bagian wajah,kuku tangan menjadi lancip, dan ekor hewan" Hafidz melihat perubahan anaknya yang sangat tiba-tiba.

"Pasti itu, ya ini pasti itu teknik yang hanya bisa di latih dari garis keturunan asli keluarga kakak." Jelas Rajes tentang form tersebut.

"Memangnya itu teknik apa?" tanya Lily ke Rajes.

"Spirit Form, teknik langka dari keturunan clan ku, cukup jarang dari keluarga kku yang memiliki ini." Ara menjelaskan tentang teknik ini.

"Memangnya efek dari teknik ini apa ra?" Rena pensaran dengan teknik ini selama ia berkawan dengan Ara ia tidak pernah certia dan tidak pernah lihat ia menggunakannya.

"Teknik memanggil Roh leluhur dengan mengambil wujud hewan, effeknya kau mendaptkan force, daya tahan fisik dan beberapa teknik khusus lainya tergantung hewan apa yang di ambil." Jelas ara singkat.

"Apa kau memilikinya juga?" tanya els singkat, "Ya aku punya, milikku Rubah putih sembilan ekor, efek khususnya dapat menyerap force lawan dan membuatku beregenerasi lebih cepat dan juga setiap aku melukai lawan dapat menyembuhkan luka yang ku dapat, dan juga ketika aku menggunakan teknik itu beberapa bagian tubuh ku berubah dari rambut,tangan,wajah dan bagian iris mata seperti milik Rea namnun tidak sekasar miliknya, karena yang ku lihat Rea mendaptkan Roh macan berwarna putih dan ymembuat rambutnya berantakan seperti itu.

"Hee jadi bisa seperti itu ya, hei hei apa aku bisa mendapatkan salah satunya?" tanya Rena antusias.

"Entahlah aku juga belum penrah mendengar orang luar dari darah clan ku bias menggunakan Spirit Form" kau bisa mencobanya kapan-kapan." Ara hanya mengangkat bahu dan bergeleng.

"Apakah dengan perubahan mu seperti itu bisa mengalahkanku? Jangan harap!" Zahard menerjang dengan kekuatan dahsyat dengan gaya dorong dari force api miliknya, "Flame Burst Tornado" dengan gaya dorong force api dia berputar mencoba menghancurkan Rea.

"Aku akui kau kuat, namun kau belum cukup kuat seperti Lily ataupun Klein kau tidak sebanding dengan mereka." Rea melakukan gesture seperti harimau menerjang, "mungkin kau yang pertama merasakan teknik ku ini" lalu Rea melompat ke arah tornado api Zahard "One Thrust Tiger Claw" dengan mengumpulkan Force di ujung tombak dan juga kekuatan fisik yang meningkat dari Spirit form sendiri, lalu serangan mereka berdau dan menghasilkanledakan keras.

Setelah kumpulan asap dari pertarungan tersebut melihat dua daunya masih berdiri membelakangi musuhnya.

"Uhuk.!" Rea sedikit mengeluarkan darah dari mulutnya dan spirit formnya menghilang.

"Hmm begitu ya…kau memang sangat kuat akan ku ingat nama mu dan juga ajaran sopan santun mu." Setelah mengucapkan itu Zahard terkapar ke tanah.

Tanpa di duga Zahard duluan yang tergeletak di tanah saudara-saudara ini sangat tidak terduga.(jhonny)

Benar sekali bung Jhonny di lihat dari pertarungan sebelumnya terlihat sangat berat untuk Rea namun yang di duga malah dia yang menang duel melawan Zahard. (Sesvi)

-Susana di block lain-

"Jadi Rea menang Melawan Zahard, aku sudah menduganya sih." Pria berambut Hitam membawa tombak duduk di batu besar dan di belakangnya terdapat banyak peserta yang K.O melawannya.

"Ku nantikan pertarungkan ku dengannya." Ucapnya lalu pergi meninggalkan area itu.

Di tempat yang agak jauh dari tempat pria berambut hitam.

Pria berambut putih membawa katana namun katana tersebut seperti pedang laser, dan senyum menyebalkan tepampang di wajahnya.

"Jangan mencoba mengganggu harimau tidur atau kau di terkam olehnya, Kurasa Macan betina ini bisa menjadi petaka untukku lebih baik aku harus berhati-hati jika melawannya." Ucapnya sambil memandang layar hologram yang menampilkan pertarungan rea dan Hazard.

Sama seperti Pria berambut hitam tadi banyak peserta yang telah K.O melawannya dan juga ia sudah mendapatkan semua peta yang di butuhkan.

Di lain sisi

"Spertinya di babak selanjutnya banyak lawan yang menarik daripada yang saat ini hahahaha!". Ucap wanita itu sambil membawa Kapak besar, akutidak sabar melawan meraka hahahaha!.

Kembali ke tempat Rea berada.

"Hosh. Hosh. Hosh." Nafas Rea terasa berat dan sesak, bagian pinggangnya terluka akibat serangan Zahard, ternyata putran tornadonya sangat cepat dan Rea salah perhitungan akan itu.

"sedikit lagi aku akan menyelesaikan peta peta ini hanya kurang beberapa lagi." Ucapnya sambil terngah engah, lalu ia meneguk satu botol potion merah dan juga menyiramnya beberapa ke daerah luka setelah ia teguk potion tadi.

"Untung potion boleh di gunakan tapi di beri batasan aku tak boleh menghabiskan semua potion, ku siapkan untuk pertandingan selanjutnya." Ingin rasanya Rea memejamkan mata sesaat untuk menghilangkan rasa kantuk dan lelah karena pertarungan dengan zahard tadi dan juga ia sempat melawan beberapa peserta lain namun dia bukan apa-apa untuk Rea namun tetap saja membuang beberapa stamina yang ia miliki.

"Kurasa memakan bekal buatan ibu bisa memberikan ku sedikit tenaga, aku banyak mengeluarkan darah melawan zahard tadi."ia mencari tempat aman untuk memakan bekal yang ia abwa namun sebelum itu dia melihat seorang yang ia kenal tengah di kepung beberpa orang, orang itu masih tenang dan juga belum melakukan gerakan apapun.

"bukankah itu….. tidak kurasa bukan" ia berubah pikiran namun ia tetap merasa ia mengenalnya.

"jadi kalian ingin menyrangku bersama-sama?, cukup bagus namun ketahuilah kalian salah pilih lawan." Ucap pria berambut biru gelap itu. "Frost Blade Silver Moon Fang" gesturenya tidak berubah dari sebelumnya namun area di sekitarnya menjadi es dan membekukan lawan-lawanya.

Apa-apan itu bung jhonny dengan sekejap dia membekukan musuh di sekitarnya apakah menggunakan sihir murni di perbolehkan? (sesvi).

Yang saya liat itu adalah teknik gabungan dari sihir dan teknink berpedang jadi masih di perbolehkan. (Jhonny)

"Pria itu sangat berbahaya dia Spiritual Warrior,orang yang di berkahi Decem ilmu warrior dan juga spiritualis sangat berbahaya." Ucap rea berbisik.

"Aku bisa mendengar pergerkan mu keluarlah aku tidak akan menyerang jika kau tidak menyerang ku terlebih dahulu." Ucap pria itu menyruh Rea keluar.

Mendengar itu Rea keluar dari persembunyiannya.

"Halo selamat siang, kau hebat banget bisa tau aku disana, kau melihatnya dengan force mu?" Tanya Rea ke pria itu.

"Tidak aku mendengar getaran abnormal dari semak disana." Ucap pria itu dan anehnya pria itu menggunakan kain menutupi seluruh matanya.

"Kenapa kau menutupi mata mu seperti itu? Apa kau bias melihat dengan keadaan seprti itu?" Rea merasa Kepo dengan pria ini.

"ahh maaf jika kau keberatan kau tidak perlu memberitahukannya kok." Rea adalah anak yang sopan jadi dia tidak akan seperti roang tiada adab kepada orangtdiak di kenal.

"Haha" ucap pria itu terawa kecil " yah baiklah akan ku tunjukan kepada mu kenapa aku menggunakan penutup mata ini." Ia melepas penutup matanya. "kau bisa lihat kenapa aku menggunakan penutup mata?" ia bertanya kepada Rea dan Rea cukup kaget melihat itu.

"Maaf aku tidak bermaksud." Belum selesai Rea berbicara pria itu memotong. "tidak apa lagian cukup aneh bukan ada orang berjalan dan ikut pertandinagn seperti ini menggunakan penutup mata seperti meremehkan yang lain, namun aku punya alasan tersendiri, Kau bisa lihat aku seorang tunanetra aku dari lahir tidak memiliki iris mata dan juga bagian yang untuk melihat hanya bola mata putih." Ia menjelaskan.

"Tapi bagaimana kau bisa melihat sekitarmu kau seperti orang biasa saja dan tidak terlihat seperti orang tunanetra, ah ngomong2 kau mau ini sandwich? Aku bawa cukup banyak." Rea memberikan pria itu roti isi yang ia bawa.

"terimakasih akan ku terima, kau bisa lihat aku tadi menggunakan teknik spiritualist? Ya aku melihat dengan merasakan force sekitar dan juga indra pendengaran dan juga getaran getaran sekitar merspon ke tubuh ku dan memberikannya informasi, walau aku buta seperti ini karena force aku masih bisa melihat walau itu tidak pasti, seperti aku meliaht dirimu, seorang wanita cora berambut hitam membawa tombak dan juga menggunakan armor yang cukup unik hmm apa mungkin seperti jubah? Aku kurang tau haha." Ia menerka nerka Rea dengan merasakan force sekitar.

"Hebat semuanya benar, bahkan kau benar benar tidak seperti tunantera kau bis amelihatku dengan sempurna, hei bisa kau ajari aku teknik itu? Kurasa itu sangat menguntungkan jika tiba-tiba di pertempuran kau tidak bisa melihat atau keadaan memaksa seprti itu, itu sangat menguntungkan." Rea sedikit berharap dapat belajar dengannya, karena ini bisa dibilang teknik untuk dan langka.

"Setelah festival ini selesai aku bisa mengajari mu, lagi pula untuk beberapa bulan ini aku tidak ada misi jadi aku bisa mengajari mu. Ah ngomong-ngomong aku mendapatkan lebih peta-peta ini menurutku kurang berguna untuk ku apa kau mau? Aku bisa memberikannya untuk mu.

"Serius kau begitu saja memberikanya pada orang tidak di kenal seperti ku?" Sebenarnya rea sangat senang dapat Peta gratisan tanpa harus bertarung dari peserta lain,hemat tenaga hemat energi.

"Anggap saja membalas roti isi yang kau berikan ku tadi, bagaimana impas kan?" ucap pria itu santai.

"Baiklah jika kau berfikir begitu, humm boleh aku tau nama mu siapa?" Tanya Rea ke pria ini.

"Nama ku Salvatein Silver Wolf, kau kenal keluarga Silver Wolf? Mungkin tidak karena keluarga ku tidak terlalu terknal mugkin sudah bukan zamanya haha, bagaimana kita berjalan menuju pintu keluar dungeon ini bersama semabri mengobrol." Ajaknya lalu Rea hanya menagguk.

"Sebentar.. hmmm… sepertinya ayah ku pernah bercerita tentang keluarga mu tapi aku kurang yakin." Sembari jari memegang dagu ia masih berfikir kenal atau tidak ayahnya dengan keluarga silver.

"Mungkin setelah ini bisa kita tanyakan langsung pada ayah ku bagai mana menurut mu salvatein?" Tanya Rea dan Silver berfikir sejenak.

"Ya tidak masalah, oh iya panggil saja Silver lebih mudah di ingat." Ucapnya lalu berjalan menelusuri dungeon, dan tak lama dari itu mereka berdua berhasil keluar dari dungeon.

Sudah beberapa dari peserta kita keluar dari dungeon dan berhasil menyelesaikan misinya dan bagi yang berhasil silahkan istirahat di ruang peserta atau di sekitar arena, setelah ini kita akan adakan sedikit konser dari artis artis papan atas, salam dan terima kasih (jhonny)

"Puahh….. lelahnya bertarung menyela,atkan diri dari peserta-peserta lain cukup menguras banyak tenaga." Rea meminum beberapa jamu stamina buatan Lily, ya disa selalu menyiapkan beberapa karena memang menurutnya mujarab.

"Kau mau Silver? Rasanya sedikit aneh tapi manjur." Rea menyodorkan Jamu itu ke Silver.

"Tidak terimakasih stamina ku masih cukup dan aku tidak terlalu lelah." Silver menolak dengan sopan lalu Rea melambai ke arah Lily dan keluarganya disana ada ayah ibu dan pamannya juga.

"Heii! Lily aku berhasil di stage 1 yey!" Rea melompat ke arah Lily dan langsung saja sepupunya itu langsung menangkapnya dan menepuk-nepuk kepala lily.

"Kau keren tadi, huh punya jurus keren kok gak bilang-bilang aku kan iri." Lily menggembungkan pipinya kesal.

"Kalau ku beritahu nanti gak surpirse dong." Ucapnya girang lalu kepalanya di tepuk2 oleh pamanya.

"Heh keponakanku yang imut ini ternyata hebat juga ya, ku kira kau masih cengeng seperti dulu." Ucap rajes meldek keponakannya, "huuh enak saja aku tidak cengeng tau, dan agu aku bukan anak kecil paman." Mendengar itu Rajes tertawa lepas.

"Oh iya ayah ibu, kenalkan teman baru ku tadi bertemu di dungeon, namanya silver, dia hebat loh." Rea mempernalkan temanya yang baru saja ia dapatkan secara gak sengaja.

"Salvatein Silver Wolf salam kenal paman dan tante2 sekalian." Ucap silver sopan.

"Ufufu kok di panggil tante aku masih imut imut gini di panggil tante, panggil kaka dong." Rena sedikit bergurau.

"Rena sadar dong umur mu sekarang berapa." Ledek Ara ke rena.

"Ufufu aku masih 30an kok ya kan sayang.." Rena menatap els dengan tatapan membunuh.

"Huuh.. kau yang terbaik always 30 top dah." Els hanya bisa pasrah dan memberi dua jempolnya ke Rena.

"Kau memliki keluarga yang ramai." Ucap silver ke Rea , " yah begitulah keseharian hidupku di kelilingi keramaian kesal terkadang namun jika ada yang hilang beberpa saat semua merasakannya." Rea mersepon positif tentang apa yang ia rasakan.

"Aura force anda sangat kuat paman, apakah saya berbuat salah kepada anda sampai mengeluarkan force sebanyak itu?" tanya silver sopan.

"Ahh kau menyadari tekanan force ku? maaf-maaf kebiasaan, kukira aku sudah melemahkan sedikit pancaran force ku sedari tadi." Hafidz mersepon baik pertanyaan Silver ia tidak menduga forcenya bisa dirasakan pdahal sudah sangat tipis.

"Memangnya abang mengeluarkan pancaran force? Aku gak merasakan sama sekali." Tanya rajes ke abangnya itu.

"Ya sedikit dan sangat tipis tapi bagi orang yang sangat sensitif terhadap force pasti bisa merasakan abnormalnya dan tekananya cukup kuat, hebat sekali kamu bisa merasakannya." Hafidz memuji kesensitifan silver.

"DECEM memberikan kelebihan di dalam kekurangan paman, dan saya salah satu yang mendapatkan itu." Melihat jawaban itu Hafidz teringat dengan seseorang.

"Boleh aku bertanya?" tanya hafidz ke silver dan silver mengangguk.

"Apa kau anak dari Alric Salvastein Silver Wolf?" mendengar itu silver sedikit tegetar, "ya paman itu nama ayah saya, anda mengenalnya?" Silver bertanya balik dan langsung di respon cepat.

"Tentu dia pernah satu party dengan ku, dan juga itu adalah party pertama dan terakhirku dengan alric, dia warrior hebat, dan juga… aku tidak bisa membicarakannya terlalu berat untuk mu." Ucapnya lalu Menepuk pundak silver "kau seperti dirinya itulah pertama kali ku lihat, lalu bagaimana ibu mu? Apa dia baik2 saja? Ahh aku lupa dia dari keluarga mana seingat ku dia itu hm…hmm jes kau ingat gak zaman kita dulu suka rusuh ada cewek Spiritualis galak rambut biru senada dengan elementalnya gue pernah di lempar make water blast sama dia tp lupa namanya." Tanya Hafidz ke rajes, "ahhh aku ingat dulu dia mantan tangan kanan archon kan yak padahal tingkatnya di bawah kita dulu ukhh kalo gak salah namanya Richel Streaf kurang yakin sih tapi lebih terkenal Si galak dari bawah laut." Rajes mencoba menggali-gali ingatannya.

"Ahh itu ibu saya." Ucap silver mendengar informasi yang sangat tepat namun beberapa gk ia ketahui.

"APA! Jadi kamu anaknya dia?" Rajes dan hafidz kaget bersamaan.

"Memang kalian berdua ada trauma apa dengan si Richel ini?" tanya els.

"Kau gak tau ya els sewaktu itu namanya ngerusuh di Area musuh itu kena sanksi dan yang paling strict banget tuh si Richel, aku sama Rajes kan suka ngerusuh tuh nah pulang dari tempat rusuh pas mau setoran point ke archon kami berdua di lempar make water blast gak Cuma sekali berkali-kali HOROR dah!." Hafidz bercerita ringan mengenai pengalamannya.

"Ahh aku sih anak baik-baik jadinya gak pernah kena gituan hehe." Els hanya tketawa garing.

"Bukan bermaksud meledek ibu mu Silver, tapi ya itu pengalaman kami saja, dia baik kok aku yakinitu.
" Jelas Hafidz ke silver dan rajes juga setuju dengan apa yang abangnya bilang.

"Saya memaklumi itu dan saya menyadarinya ibu saya galak." Ucapnya tenang dan kalem, "Yah Rea juga Punya ibu yang galak kok." Bletak! Kepala Rajes di bogem mentah sama ARA.

"sakit kak." Muka rajes mencium tanah akibat bogem mentah dari ARA.

Silver hanya tertawa renyah mendengar itu semua, "maaf semua saya permisi terlebih dahulu, selamat siang." Ucap Silver meninggalkan keluarga heboh tersebut.

"Bang, tuh anak make penutup mata gitu gak takut nabrak apa?" Rajes merasa heran dengan apa yang Silver kenakan.

"Kamu gak menyadarinya? dia tunanetra loh." Ara menyadari itu dan langsung memberitau rajes.

"Ehh bagaimana ibu bisa tau?" Tanya rea kagetibunya tau tentang silver sekali lihat.

"Dari postur dia berdiri dan juga sikap ia memegang Pedang di pinggangnya, menunjukan dia tidak bisa melihat namun dia mendengarkan suara dan pergerakan." Ara menjelaskan itu ke Rea dan Rajes secara rinci.

"Ara gitu loh, Veteran warrior Cora tingkat atas pasti menyadarinya, aku aja harus berfikir 3x kalo dia tidak bisa melihat, ku rasa dia hebat bisa masuk militer dengan keterbatasannya." Els kagum dengan Bakat Silver jujur jarang hampir langka orang ahli berpedang dan sihir dengan keadaan buta.

"Seperti yang ia ucapkan tadi, DECEMmemberikan kelebihan di dalam kekurangan, dia cukup bijak di usianya, mungkin bertahun tahunberjalan di dalam kegelapan hanya di pandu oleh force dan suara membuatnya bijak seperti petapa, dunia ini penuh misteri memang." Hafidz hanya menggosok2 dagunya seraya berfikir tentang yang ia ucapkan tadi.

"Tumben bijak, kau bang gak biasanya?" Ucap Rajes ke abangnya yang aneh ini.

"hahah umur dan pengalaman membuat mu bisa berubah jes hahaha." Setelah mengucapkan itu hafidz ngeloyor pergi cari minum dingin.

"Dia banyak berubah dari pada saat ia masih bertugas." Rena melihat kepribadian Hafidz yang begitu sangat berbeda dengan ia yang 20 tahun yang lalu.

"Ya kau benar Rena, dia jauh berbeda dengan yang dulu." Els merasakan hal yang sama dengan istrinya.

"Memang ayah kenapa?" tanya Rea ke paman dan tantenya.

"Kamu belum siap tau tentang rahasia ayahmu dan juga masa lalunya, tunggulah saatnya tiba dia pasti cerita kepadamu, atau mungkin nanti kamu tau sendiri karena orang tua dan anak punya ikatan tersendiri." Els mengacal-acak rambut ponakannya itu Rajes dan Ara hanya tertawa melihatnya.

-di lain sisi tempat Apit berlatih-

Aura suram dan mencekam mengelilingi Pria berambut hitam yang sedang bertekuk lutut menahan tekanan Force dari pedang miliknya.

"Apa kau sudah lelah? Kau bisa mengulanginya nanti." Ucap pria yang sedang memantau pria berambut hitam itu.

"Belum aku masih bisa menahannya, ini belum seberapa Rayen." Apit menahan aura haus akan jiwa dari pedang Life eater miliknya.

"Jangan memaksakan diri ketahuilah batasan mu, aku tidak ingin kau mati sia-sia karena latihan ini." Rayen masihmenahan Force jahat itu tidak keluar dari batas lingkaran sihir pembantas yang ia buat.

"Wahai jiwa murni yang tertidur di pedang ini bangkitlah dan hilangkan rasa kebencian dan juga semua hal buruk di dalamnya, aku dengan darah ku membuktikan kemurnian jiwa ku, bangkitlah jiwa yang tertidur Life eater ceremony!" Apit memrapal mantra untuk membangunkan jiwa lifeeater yang asli untuk menghilangkan aura negatif yang di pancarkan dari nenek moyang pengguna sebelum dirinya.

Apit meneteskan Darah ke pedangnya dan perlahan Life eater mersepon namun hanya sesaaat lalu menghilang.

"Kurasa memang harus berhenti untuk saat ini." Rayen menyarankan Apit.

"Kau benar ini sudah batasan ku, terlalu berat kebencian dan juga rasa membunuh dari life eater, Soul Seal!" Apit menutup jiwa jiwa jahat itu kedalam Life eater kembali.

"Jujur saja, pengguna Life eater sebelum mu dan juga yang lain-lain itu sangat jahat dan juga rakus,padahal awalanya dia orang baik, tak kusangka dia menjadi brutal karena life eater memakan jiwanya, ku harap kau tidak seperti dia." Rayen berharap Apit berbeda dengan leluhur Pengguna life eater.

"Mau kah kau bercerita tentang mereka untuk ku?" Tanya Apit ke rayen.

"Aku tidak bisa bercerita tentang itu karena kau akan melihat itu semua nantinya tunggu saja, tapi jika kau masih penasran ini ambil." Rayen melempar buku yang lecek dan lusuh terbuat dari kulit hewan.

"Apa ini? Terlihat sangat tua." Apit membuka buku itu dan tulisan-tulisan itu bersinar.

"Sudah ku duga, kau memang bisa mengendalikannya, seharusnya ku berikan itu dari awal." Ucap Rayen.

Apakah kelanjutannya dari percakapan mereka berdua dan juga apa yang akan di hadapi Rea selanjutnya? Bagaimana dengan Keadaan Lace? Nantikan di chapter berikutnya stay tune.

Holaaa Author koplok bin gaje Legs hunter Is back from grave! Woo yaaaa, gimana chapter ini? Udah agak rapih tulisan gue? Gue harap begitu karena gue gak bisa menilai, yang menilai hanya pembaca hohoho.

Sorry jarang update ide stuck mempet brayy wkwk padahal udah riset kemana-mana wkwokwokowwk ya yasudah lah yang penting sekarang udah jadi dan tadinya gue mau buat lebih panjang tapi guenya cukup kelelahan dan juga bakalan gaje kalo terlalu panjang mending uge cut dan cari referensi lagi.

Dan selamat menjalankan puasa dalam waktu 9 hari lagi, author meminta maaf atas rasa salah dan juga jhilaf dan kegoblokan author yang menyinggung pemabca dan juga teman-teman author yang lain. Hohoho

Doa aja gue update cepet yak hehehe gue juga gak sabar pengen buat chapter yang panas dan tegang. Bukan mesum loh maksud gue story battle yang sengot dan panas karena memang babak awal gue buat santai dan gak terlalu ekstrim wakakakaa.

See you later big thanks from me Legs Hunter a.k.a Hafidz Haan

DECEM memberikan kelebihan di dalam kekurangan – Silver