CHANGE - BY LEGS HUNTER
CHAPTER 20.5 - RELVIAN LACHRYMOSE PART 9
RF online not mine
Diruang Archon dua orang yg abis babak belur baku hantam dengan sesama saling tatap dengan pandangan aneh dan memberikan suasana yg canggung.
"Lu kenapa dah tiba-tiba Ngajak sparing tadi, gue kan lagi ngelatih junior, kalo mau ikutan kasih kode napa sakit neh." Omel Relvian nunjukin luka lebam di hantam Ren.
"Tadinya mau ngasih kode, tapi kalo gue kasih itu orang bakal sadar pergerakan gue, jadi gue butuh sesuatu yg spontan bikin dia gak nyangka gue lakuin hal itu." Relvian mulai sedikit paham maksud kawan sablengnya ini, karena dia tau Ren gak semena-mena ngelakuin sesuatu tanpa sebab.
"Jadi maksud lu kenapa? Emg ada yg mau bunuh gue? Kalo cuma kaliber mereka gue di keroyok juga gak akan mati paling biru biru doang Ren, Emg siapa sih?" Relvian makin kepo siapa yg mau bunuh dia.
"Tadi yg gue liat, salah satu anak buah Rose, siap bunuh lu dari Sudut buta lu make panah racun, gue gak tau kenapa pasti ada sangkut pautnya dengan petinggi Federasi di bellator yg gak seneng dengan lu dan gue sekarang ini." Ren ngasih dokumen dokumen penting ke Relvian tentang penyelidikan yg ia lakuin secara diam diam.
"Lu liat salah satu dari team kita ada yg bocorin masalah ini ke federasi, dan impactnya Lu dan Anarine bakal kena eksekusi, dan gue yg pasti bakal jadi buronan masyarakat karena nolongin lu berdua." Ren menghela nafas berat dengan pikiran yg runyam "Jadi kita harus gimana sekarang, nyawa kita taruhannya ini, rebel ke federasi? Atau kita cari cara untuk ngulur waktu sampai anak lu lahir? Dan sekalian cari tau kenapa anak buah Rose mau bunuh lu?". Mendengar itu Relvian jd termenung sejenak, sang Ahli strategi mengolah data yg ia terima dan mencari apa alasan dibalik semua ini.
"Gue yakin Rose pasti di jebak dan kudu ngelakuin pembunuhan berencana begini, secara Rose itu gak akan ngelakuin hal gila macem gini tanpa sesuatu yg mendesak, dia bukan orang yg gampang Berkhianat, pasti ada dalang di balik semua ini, dan untuk nyawa kita sendiri, lu berani taruhan ke gue apa enggak? Kalo berani gue susun siasat buat kita hidup sementara waktu disini, setelahnya kita kabur keluar Novus." Mendengar itu Ren menarik alis matanya sebelah serasa gak yakin dengan apa yg Relvian taruhkan.
"Chance kita Survive berapa persen?" Tanya Ren serius, "Gak tinggi tapi cukup aman 65% lu gue hidup dan keluar dari sini sisanya mungkin gue mati kena eksekusi dan gue gk akan bisa kabur dari novus tapi lu masih bisa selamet dari maut." Ucapan Relvian bikin Ren terbelalak dan langsung gebrak meja.
Brakkk suara meja yg tergebrak keras cukup bikin retakan di meja marmer yg keras itu.
"Jangan becanda Relv gue gak akan ngorbanin Lu demi keselamatan gue sendiri, teman macem apa gue sampe ngorbanin sahabatnya mending mati mati bareng sekalian." Ucap Ren Lantang menentang keras rencana Relvian.
"Salah satu dari kita harus hidup, pertama kalo lu mati Gue positif di kejar 2 bangsa federasi sama aliansi karena gue punya anak dan istri dan lu tau anarine itu Bangsawan Cora pasti mereka gak akan diam, Percuma kalo lu mati gue gak bisa nahan mereka dan stabilitas Novus pasti goyang." Jelas Relvian jika terjadi kalo Ren mati dibunuh bedebah federasi, "Lalu kalo lu yg mati apa bedanya? Gue juga pasti mati di Novus." Ren masih maksa gak mau ngelakuin rencana Relvian.
"Gak gitu Ren, Kalo gue mati setidaknya gue bisa ngulur waktu kematian gue selama 5 atau 6 tahun, kita bisa ngakalin kematian lu dan buat seolah-olah lu menghilang tanpa jejak, dan kita make mayat palsu dan make sedikit dari DNA lu agar pas di otopsi meyakinkan kalo lu mati, dan pasti target mereka bukan di lu melainkan gue." Relvian ngambil nafas sebentar dan lanjut dengan rencananya, "anggap lah lu pergi ke bellator dan gue masih ketahan di novus lu bisa hidup dan mati di bellator jd warga biasa dan gue, gue cuma berharap anak gue lepas dari cengkrama bajingan bajingan federasi dan aliasni untuk bahan uji coba, lagian gue sedikit tau Tentang Penjahat federasi yg mau ngekstrak Clan Grymnystre buat bahan senjata atau apalah gue gak tau banget, setidaknya mereka gagal dapetin lu, pikirin itu Ren."
Ren gak nyangka Pemikiran Relvian udah Sejauh itu dan dia juga gak nyangka demi dia gak di tangkap dengan penjahat yg mau ekstrak dirinya, dan kata-kata itu buat Ren diam gak bergerak.
Ren meneguk sedikit air es dari botol yg ia bawa dan sedikit merilekskan beberapa pikiran dan tubuhnya dan menghela panjang
"Haaah… bajingan, lu berfikir udah sampe sejauh itu, benar benar diluar dugaan gue." Menyender di kursi empuknya dan sambil mematap langit langit kantor yg interiornya yg lumayan menarik.
"Itulah sebabnya lu gak pernah ngalahin gue sekalipun di duel, walau lu punya tenaga monster, gue selalu punya berpuluh ribu cara buat ngalahin lu dan kekuatan monster lu itu." Relvian sambil terkekeh menjawab itu semua dan Ren dia masih bingung untuk terima atau enggak kenyataan yg ada didepan matanya tak lama lagi.
"Ngomong-ngomong, gimana untuk persalinan Anarine nanti? Lu tau kan anak blasteran selalu gagal lahir, atau mungkin malah ninggal saat lahir lu dah cari informasi?" Ren yg tumben tumben nanyain hal yg begini terasa aneh bagi Relvian
"Itu beberapa udah di tangain sama Shin dan Hestia, dan juga Anarine dah ngasih lingakaran sihir buat Nahan force yg bakal meledak karena gak stabil dari 2 ras berbeda, plus ada Force Stone yg di kasih Sebastian junior Anarine jd kurang lebih aman untuk persiapannya." Relvian masih sibuk baca dokumen-dokumen Ren berikan dan Ren masih gak percaya dengan apa yg ia liat, Relvian sibuk dengan dokumen adalah hal yg gak wajar.
"Napa lo liat-liat? Ada yg aneh?" Relvian merasa aneh di liatin Ren sedari tadi dan Ren dengan santainya jawab "Cukup aneh ngeliat Seorang Relvian Lachrymose serius dengan dokumen-dokumen, kayak bukan lu aja." Mendengar tanggapan itu Relvian cuma muterin bola matanya males nanggepin Si Ren.
Di tengah kota markas bellato
Gak jauh dari keramaian markas bellato ada ruang rahasia didekat sana, Rose yg menjadi agen ganda demi menyelamatkan keluarganya yg disekap tetua tetua federasi membungkuk hormat ke tetua tersebut.
"Bagaimana dengan misimu?" tanya sang tetua dengan nada yg gak mengenakan.
"Saya sudah menyebar propaganda bahwa clan Grymnytre dan Lachrymose melakukan Pengkhianatan ke federasi Tetua, kemungkinan isu tersebut akan merajalela dalam waktu dekat." Ucap Rose getir, dia tau bahwa dia sangat bersalah terhadap dua sahabat karibnya tersebut.
"Bagus-bagus, dengan ini kita bisa menguasai daerah novus dan setelah itu kita akan menguasai bellator hahahha." Tawa keji Sang tetua bajingan menggema di ruangan tersebut
'Ren, Relvian maafkan aku, sebenarnya aku tak ingin melakukan ini namun terpaksa karena keluargaku di sekap mereka' ucapnya dalam hati sambil merasa sakit dan menahan perasaan getir dihatinya.
Rumah keluarga Rogue
"Jadi gini bre, gue sama Ren dah buat siasat bikin Ren kabur dari Novus, tapi kita masih kurang personil buat mastiin tuh landak albino lolos dari cengkraman bajingan federasi." Relvian dengan mantap ngasih Susunan rencana ke Rogue
Sang Inflitator mangut mangut sambil liat design rencana Relvian.
"Jadi kita butuh beberapa ratus pasukan buat ngecoh pergerakan para bedebah itu terus buang mayat palsu ke tempat Si Ren yg lagi dibombardir serangan, Tp yg jadi Vanguard siapa? Lu doang gak akan bisa lu berseker bukan shield miller." Tukas Rogue dan memberi saran kurangnya shield miller yg jadi vanguar buat pengecohan.
"Gue paham maksud lu, mangkanya gue akan kerjasama dengan Duo one eye dragon dari cora lalu pasti nantinya oara bangsat itu bikin kambing hitam ke gue yg bilang jd pengkhianat Federasi tapi kekuatan politik gue masih kuat selama orang-orsng bellator dukung gue, dan Anarine masih blum terendus federasi gue masih ada nyawa 5 tahun, dan sebelum tahun ke 5 gue bakal kabur dari novus dan pindah ke galaksi lain, mungkin gue bakal lari ke Planet Elfcoralian tempat perpaduan Cora dan Elf hutan, lu tau kan kalo Elf di Novus Kebanyakan cursed Elf jadi warna mereka ungu." Rogue masih menimbang-nimbang keputusan.
"Ide lu boleh juga lari ke Elfcoralian, notabene itu planet netral mau cora bellato elf atau bangsa lain gak ada bedanya disana, dan juga banyak nyebut planet itu planet buangan,gak buruk." Sambil meneguk coklat panas Rogue kembali berfikir.
"Ok gue bawa pasukan gue, Batalion 4,5,6 total ada 300 pasukan elit, gue yakin ini lebih dari cukup untuk pelarian si landak albino." Rogue yakin dengan 3 Batalion miliknya cukup kuat nahan gempuran aliansi + federasi untuk buat Ren kabur.
"Tapi gue masih khawatir, gimana kalo kekaisaran ikut campur tangan? Denger-denger pemburu Grymnystre dibayar sama Kekaisaran dengan harga tinggi." Rogue mendengar itu perasaannya makin gak enak
"Kita bener-bener disudutkan banget dengan pilihan sulit." Rogue masih liat tata letak peta lokasi peperangan dan juga tempat lokasi Ren untuk kabur masih was was
"Gimana kalo pasukan Wizard gue berkumpul di titik ini? Gue yakin dengan pasukan gue nunggu di celah tepi tepi tebing dan bom bardir serangan dadakan bisa ngasih waktu luang untuk mundur pasukan batalion mu dan juga ngasih waktu untuk Ren kabur" Ucap wanita berambut blonde panjang bergelombang yg notabene istri rogue yg baru di nikahin beberapa bulan lalu Tsukiumi.
Relvian gak percaya dengan apa yg baru dikatakan tsukiumi, ternyata dia juga seorang yg cerdas mengamati lokasi dan spot untuk serangan dadakan.
"Kamu yakin sayang ikut rencana ini, kamu bisa di anggap pengkhianat jika ikut rencana ini." Tanya Rogue untuk memastikan sang istri untuk gak ikut tapi keliatannya sia-sia, Tsukiumi orang yg keras kepala lalu Tsukiumi berkata "Kamu sekarang suamiku, istri selalu mendukung suami semaksimal mungkin, kau dicap pengkhianat begitupun juga aku, aku selalu mengikutimu kemanapun, ingat itu." Dua orang bapak-bapak muda ini tertegun mendengar ucapan Tsukiumi ternyata pernikahan bisa membuat sifat orang berubah drastis dan membuatnya makin mengeluarkan pesonanya sendiri.
Rogue menghela nafas, "Haah yasudah jika kamu berkata demikian,aku akan melindungimu sekuatku." Melihat susana ini Relvian jd rada kesal susana serius malah jd suasana cinta pasangan muda
"Ehem jadi ok ya kita lakuin rencana ini setelah satu bulan anak gue lahir." Ucapan Relvian buat Drama percintaan mendadak barusan berhenti seketika dan Rogue bales ke muka Relvian dengan tatapan biarin gue romantis bentar napa njir.
"Ngomong-ngomong Relv, kata Hestia sama Shin lu butuh seorang master force Aqua buat nahan Force anakmu nanti? Gue dengan senang hati mau bantu." Relvian dengan senang hati nerima bantuan istri sahabatnya tersebut ya lagipula dia juga teman Relvian saat sekolah jd masih terhitung sahabat juga.
"Ya dengan senang hati, tolong ya Aqua Master" ledek Relvian iseng Tsukiumi hanya geleng-geleng liat kelakuan Relvian.
Relvian pulang kerumahnya agak telat dari biasanya dan tentu saja sang istri masih menunggunya di ruang makan.
"Aku pulang." Relvian masuk rumah dan melihat sang istri duduk terlelap menunggu dirinya.
"Hey jangan tidur disini, dingin dan gak bagus buat mu dan bayimu." Relvian mencoba membangunkan sang istri.
"Uhh..Relv.. kamu dh pulang? Maaf aku ketiduran ku kira kamu pulang seperti jam biasanya." Anarine mengusap-usap matanya yg mengantuk dan Relvian reflek mengelus rambut coklat milik sang istri.
"Aku tadi rapat dan menyusun sedikit rencana, bagaimana denganmu dan bayi mu? Baik-baik sajakan?" Anarine bersandar di dada relvian kehangatan Relvian dan merasa nyaman dan aman berada didekatnya.
"Mmh..ya dia baik gak nakal, aku juga gak mual mual seperti bulan bulan lalu, oh iya aku masak makan malam untukmu, dimakan ya." Relvian mengangguk dan menanyakan anarine sudah makan atau masih lapar dan tentu saja pasti dia gak mau makan karena sudah terlebih dahulu makan dan ia hanya ingin istirahat malam ini.
"Ini enak, gue bersyukur Anarine pinter masak, kalo gak susah dah." Dan tentu saja Relvian abis 4 porsi Karena enak banget.
Paginya.
"Hey sayang aku ingin ngobrol sebentar sebelum berangkat ke kantor." Relvian dah rapih dan gak perlu di omel Anarine kayak biasanya duduk diruang makan, well yeah Anarine marah lebih mengerikan jika disuruh nahan marah Anarine Relvian lebih senang Lawan 10.000 Accretia atau lawan 1000 orang macem Ren, Anarine Lebih serem dari mereka semua.
"Tentu memang ada apa? Tumben banget mau ngobrol serius." Kini Anarine yg bertsnya ke Relvian.
"Aku bisa minta tolong gak, aku butuh bantuan dari Duo One Eye Dragon cora, aku butuh mereka untuk rencana ku nyelametin Ren dan buat dia lari dari Novus." Relvian harap harap cemas mereka akan bantu jika tidak? Ya ganti rencana B dengan Tingkat keberhasilan dibawah 50%.
"Aku gak begitu yakin mereka mau, tp memang kenapa Relv? Ada masalah sampai harus Ren kabur?"
Mata merahnya menatap pasrah akan keadaan dan Anarine melihat itu makin merasa janggal.
"Clan Grymnystre dan Lachrymose di anggap pengkhianat dan beritanya menyebar dengan cepat di kalangan Masyarakat dan militer di novus, dan ini ulah pengkhianat yg ingin mengkestrak Keturunan Grym demi kekuatan khusus mereka dan melenyapkan keturunan keluargaku juga karena kami ahli strategi yg akan menggangu rencana mereka, dan juga Lachrymose DNA dapat tahan terhadap Dark Force dan dapat manipulasinya adalah hal Tabu di mata Federasi." Relvian memberikan detil Rencana ke Anarine dan juga membeberkan beberapa rahasia penting seperti yg ia bilang barusan.
"Tak kusangka, Grymnystre mempunyai kekuatan khusus seperti itu, dan lebih lagi DNA tubuh mu kompatibel dengan Dark force jauh lebih mengagetkan lagi, aku gak bisa membayangkan ledakan force yg akan terjadi jika anak ini lahir, pasti sangat gak stabil." Anarine mengelus perutnya yg besar sambil berfikir untuk menangani hal itu nanti.
"Pendahulu kami sempat berkerja sama dengan Aliansi ratusan tahun lalu sebelum Disaster of Sette dan dari itu perubahan genetik di tubuh clan Lachrymose di beri serum Dark force, banyak yg gagal menjadi gila dan meledak karena overload oleh force dan untungnya banyak Perubahan tersebut berhasil dan generasi seterusnya dapat memanipulasi force tersebut untuk kekuatan perang melawan ras penjajah lain dan juga Accretia saat itu." Relvian menjelaskan detil keluarganya dan aspek aspek yg ia miliki.
"Lalu tentang ahli strategi itu darimana? Itu bukan bakat alami dari lahir kan?" Relvian beregeleng dan berkata "Gak itu bakat alami clan kami yg sebenarnya, kami lahir dengan otak cerdas mengolah informasi, sebenernya kami klan terlemah di bellato sebelum Dark force kompatibel di tubuh kami."
"Pantas saja mereka ingin melenyapkan klanmu, otak yg cerdas dapat mengolah informasi dengan cepat tubuh yg kuat dengan kompatibel dark force sangat berbahaya jika ada pasukan seperti ini, tidak heran mengapa kalian tinggal sedikit." Mendengar itu Relvian hanya manggut-manggut setuju dengan apa yg Anarine bilang.
"Ku coba hubungi mereka sekarang." Anarine menggubakan log lama miliknya dan menelpon Rajes.
"Halo dengan siapa?" Rajes gak tau ini siapa karena dia sempat ganti Log baru tapi nomer tetap sama.
"Ini aku Jes Anarine" sapa anarine ke rajes
"Wah Anarine lama tak dengar dah lama ya, ada apa?" Rajes merasa terheran gak biasanya Anarine menelponya.
"Aku butuh bantuanmu dan kakakmu demi menyelamatkan kawan ku."
"Kawan mu? Siapa? Dia kenapa memangnya?" Rajes masih bingung dengan apa yg Anarine katakan.
"Archon Bellato Ren Grymnystre, kumohon tolong bantu dia keluar dari novus, jika dia tertangkap habislah novus di tangan Accretia dan juga Penjahat federasi." Mendengar itu Rajes mengepalkan tangannya geram.
"Accretia huh? Para kaleng itu pasti berencana mengekstrak Grymnystre untuk grymstone yg ada di legenda, ini gak bisa ku biarin, masa depan aliansi akan kacau kalo si kelabu sialan itu tertangkap." Rajes lalu melakukan panggilan lain ke Hafidz
"Halo Jes ada apa?"
"Bang gawat ada masalah anarine minta tolong."
"Hey Fidz lama tak dengar" ucap anarine simple.
"Oh anarine halo, lalu ada masalah apa jes?"
"Masih ingat desas desus pemburu Grymnystre, mereka beraksi mau ngulitin si Archon Bellato."
"Apa! Ku kira hanya desas desus bajingan pasti ulah kaleng kaleng sialan, mereka juga beberapa waktu lalu menculik dan membunuh klan cora yg memiliki kemampuan special bangsat."
"Jadi aku minta tolong bisakah kalian ikut rencana Relvian?, Kalian bisa mengobrol rencanaya dengan relvian di Hutan Beast mountain agar aman."
"Tentu aku juga ingin balas dendam beberapa teman ku di ekstrak bajingan bajingan itu dan hanya tinggal tulang." Hafidz merasa geram dengan tindakan Accretia dan para pemburu ini.
"Tak kusangka kau begitu semangat bang, baiklah kalo begitu kami tunggu di beast mountain beberapa hari yg akan datang dan mengirin koordinatnya."
"Terimakasih kalian sahabatku yg terbaik."
"Hey gak perlu seperti itu, seperti orang lain saja, ya sudah ya nanti kami hubungi lagi,oh iya jes kakak mu marah-marah kau hilangin alat masak favoritnya."
"Mampus aku di hajar kak Ara, aku akan kesana secepatnya untuk menjelaskan persoalan itu."
Mendengar itu anarine hanya tertawa geli dengan kelakuan kakak adik yg sableng.
"Kurang lebih seperti itu Relv mereka dengan senang hati membantumu." Relvian merasa lega dengan itu semua rencana aman.
"Kau memang Istri Terbaik yg dikirim untuk ku." Steleah itu Relvian mengecup pipi istrinya dan berangkat ke kantor Archon.
Ruang archon.
Relvian cek sekeliling kantor dan setiap sudut ruangan tanpa ada yg terlewatkan takut ada alat penyadap lalu Rose juga gak dateng di kantor saatnya rapat khusus.
"Jadi gini guys, Ren Rogue dah tau detail ini rencana gue harap kalian bisa kerjasama dengan gue." Relvian mandang Shin, Hestia, Amethyst dengan serius.
"Emang rencana apa sih sampe lu gupek sendiri dari tadi?" Hestia ngerasa aneh dengan perilaku kawannya yg gak biasa.
"Rencana buat Ren kabur dari Novus, dia bakal di buru sama pengkhianat federasi dan juga Accretia dan juga ada ikut campur dari aliansi buat bunuh gue dan Anarine." Relvian bagiin selebaran yg dia print out tadi.
Mereka liat dokumen tersebut terbelalak gak percaya.
"Bajingan! Bahkan Rose ikut campur tangan!" Amethyst geram dengan data yg ia baca.
"Gak Rose gak ikut campur tangan karena ingin melainkan terpaksa." Ren yg akhirnya tau dari anak buahnya bagian intel jelasin hal ini.
"Maksud lu? Rose di jebak?" Tanya shin.
"Gak dijebak melainkan di paksa tetua federasi bagian novus karena keluarganya di kurung dan dia terpaksa jd agen ganda." Jelas Ren mata hijaunya kembali melihat dokumen yg Relvian beri dan baca ulang.
"Rencana ini nanti kita di bantu beberapa Cora dan tenang mereka bisa dipercaya, dan yg pasti kita harus sukses buat Ren kabur dari Novus." Mata Relvian memancarkan sorotan kesal dan ingin membunuh para pengkhianat.
"Tapi nanti lu jadi kambing hitamnya Relv dan juga beberapa Grymnystre yg gak tau apa-apa jadi korban, yg pasti bahan bullyan karena di cap pengkhianat dan Terkutuk." Hestia yg hatinya memang lembut gak tahan dengan pengorbanan yg terjadi nanti.
Ren bergeleng gk setuju dengan hestia "Gue yakin lebih baik clan gue di cap pengkhianat dan darah terkutuk atau yg lain tp mereka bisa aktifin kelebihan mereka yaitu manipulasi adrenalin, dengan serangan psikologis dari orang sekitar mereka gue yakin para Grymnystre bisa tahan dan bangkitin kekuatan mereka, gue harap begitu semoga aja." Ren menghela nafas panjang dan berharap keputusannya tepat walau keputusan ini menyebabkan konflik jangka panjang untuk clannya sendiri.
"Uhh kalo lu dah bilang kayak gitu gue gak bisa berdebat lagi, jadi rencana kapan?" Hestia tanya ke Relvian dan harap harap gak cepet terjadi.
"Satu bulan setelah anak gue lahir, gue yakin itu saat yg tepat dimana gue dah gak terlalu banyak pikiran dan juga cukup buat ngulur waktu ngumpulin pasukan." Karena suasana yg begitu serius buat Shin gak enak dan dia bilang
"Napa lu gak berangkat sekarang aja? Tuh ada kapal nganggur." Ucap Shin Buat Relvian kesel
"Kalo permasalahannya sesimple itu dah dilakuin dari kemaren bangsat!"
"Hehe kalem bos intermezzo dikit tegang neh ruangan,lagian kita pasti lakuin apa yg lo bilang kok Relv, Lu kan Ahli strategi yg pernah gue kenal seumur hidup gue." Ucapan itu membuat Relvian merasa lega dan juga kemungkinan berhasil lebih dari ekspetasinya tapi yg membuat dia gelisah cuma Accretia, para kaleng gak semudah itu di pukul mundur.
"Gue Harap para kaleng gak ngasih gue kejutan yg bikin rencana ini gagal gue harap." Relvian mencengkram kertas di depannya jadi gak berbentuk.
To be continued
Halo lama tak jumpa, apa kabar? Duh dah berdebu ni fanfic hahaha, maaf ya dengan kesibukan kesibukan dan juga data gue yg sempet hilang dan terpaksa buat ulang hadeh apes emg.
Mana pembuatan komik gagal pula bangsat hahaha yaudah lah mohon maaf jika kalian lama nunggu ni fanfic update dan ternyata hiatus lama bat dan pas update ternyata cuma sedikit.
Mohon maaf jika ada kata yg gak mengenakan selama gue nulis fanfic dan juga mohon maaf gue lambat berkembang, dan juga selalu melakukan hal yg sama terus menerus sampe kalian bosen ngingetinnya, makasih untuk baca sampai saat ini dan moga kedepannya gue gak males buat terus belajar demi tulisan ini jadi lebih baik.
Dan juga kemungkinan 1 chapter lagi Arc Relvian Tamat semoga aja bagus dengan yg gue harapkan.
Terima kasih semuanya dan jangan lupa untuk review buat gue lebih baik dari sekarang salam Legs Hunter/Hafidz Haan
