Malam dimana ia akhirnya dinyatakan sebagai seorang pria bebas para anggota Bangtan kemudian mengajaknya untuk datang ke salah satu bar milik mereka untuk menyambut kedatangan Seokjin sebagai member baru mereka.

"Jin kau bebas untuk mengenakan pakaian apapun untuk ke Bar malam ini", Namjoon memberitahunya saat mereka sarapan tadi.

Seokjin yang masih merasa kurang familiar dengan rasa empuk dari kursi yang ia dudukin, karena ia terbiasa untuk duduk di bawah, di lantai atau karpet bila ia beruntung hanya bisa mengangguk pelan meneguk jusnya.

Saat mereka makan, seluruh ruang makan akan di netralisirkan dari orang diluar Bangtan sehingga Jimin bisa dengan leluasa melepaskan topengnya, Yoongi yang biasanya memasang wajah dingin tertawa pelan saat mendengarkan lelucon dari Jungkook, Namjoon yang selalu terlihat mengawasi segalanya akan menurunkan tingkat kewaspadaanya dan fokus dengan anggota grupnya.

Itu semua terasa hangat.

Ia dapat melihat Taehyung yang bermain-main dengan makanannya dengan Hoseok yang tertawa lepas, pria itu terus saja diam-diam menaruh brokoli di piring Jungkook yang akan terus menerus menggerutu karena brokolinya seakan tidak ada habisnya.

"Princess, ceritakan sedikit tentang hidupmu" , Hoseok bertanya sambil menampilkan senyuman cerahnya.

Seokjin yang sedari tadi hanya memperhatikan sekarang menjadi pusat perhatian dari ke-6 pangeran itu.

"ya Tuan ?" , senyuman akan Hoseok meluntur karena hal tersebut.

Yang pasti Bangtan kurang menyukai dirinya yang masih saja menyebut mereka sebagai 'Tuan' , meskipun itu adalah kebiasaan yang akan amat sangat sulit dihilangkan.

Tiap kali ia tidak sengaja menyebutkan mereka dengan embel-embel Tuan, Jimin akan memeluk dirinya sangat erat hingga ia kemudian mengulang kalimatnya, menyemangati dirinya yang selalu merasa rendah tiap kali itu terjadi dan seluruh pemuda yang ada dirumah itu menyadari itu.

Setelah pendeklarasian dirinya sebagai sebagai pria bebas , Seokjin diperbolehkan untuk merasakan hidup selayaknya manusia normal.

Ia boleh duduk di kursi saat makan, Ia tidak perlu menggunakan penanda apapun untuk menyatakan bahwa ia milik tuannya.

Ia bebas.

Jadi saat mereka berangkat ke bar , Seokjin dengan amat semangat membuka lemari yang memang disiapkan untuk dirinya, Bangtan bahkan dengan amat pengertian sudah menyiapkan segala kebutuhannya.

Seokjin selalu ingin menggunakan kemeja pajang dengan lengan yang menggembung, karena ia biasanya hanya akan mengenakan baju yang amat minim.

Kemudian baju itu ia padukan dengan dalaman baju ketat berbahan sutra yang amat tipis , bila ia tidak mengenakan kemeja tubuhnya yang amat berlekuk itu akan terlihat dengan jelas serta celana jeans hitam super ketat yang menutupi hingga mata kakinya.

Ia dapat melihat pantulan dirinya di kaca.

Tubuhnya terlihat bersinar didalam balutan berlian yang ada ditubuhnya.

Wajahnya yang indah semakin terpancarkan auranya bagaikan seorang pangeran.

Ia bukan lagi Seokjin yang hanya bisa menjual tubuhnya kepada orang lain.

Ia adalah KIM Seokjin , Bangtan Jin.

Seokjin selalu merasa amat terkesan dengan pengaruh yang dimiliki oleh Bangtan, bagaiman ke-6 pemuda yang sangat indah ini mampu memiliki kekuatan yang bahkan ditakutin oleh orang-orang yang usianya 3 kali lipat umur mereka.

Sesaat mereka masuk kedalam klub semua orang secara spontan berhenti berbicara dan membuka jalan untuk Bangtan, karpet merah sudah tergelar hanya untuk mereka

Satu persatu anggota WINGS mulai membungkung, menyirami mereka dengan penuh homat, rasa segan, pengakuan.

Klub itu seperti klub orang kaya pada umumnya.

Champagne , diamonds, musik yang keras, namun tidak ada satupun boneka.

Seokjin berdiri dibelakang punggung ke enam pemuda menawan itu, dari belakang mereka berenam bagaikan malaikat pencabut nyawa.

Terlihat penuh dengan diri mereka sendiri tapi tetap memiliki ikatan yang menyatakan bahwa mereka adalah sebuah kesatuan.

Dan Seokjin tidak yakin ia pantas untuk itu.

Dari sudut matanya ia dapat melihat Taehyung yang tersenyum miring menikmati afeksi yang diberikan oleh member WINGS.

Pemuda itu amat menawan dengan celana hitam terketat yang pernah ia lihat.

Setelah 20 menit hanya duduk dimeja yang telah mereka pesan, Jimin, Hoseok dan Jungkook mulai satu persatu menuju lantai dansa.

Sesungguhnya Jin ingin bergabung dengan mereka namun ia menyadari ketidak mampuan dirinya dalam menyaingi ke tiga pemuda yang sudah menjadi perhatian seluruh klub sekarang.

Tubuh mereka sudah meliuk-liuk dengan sempurna, bagaikan sebuah mahakarya.

Taehyung sudah pergi untuk mengambil minuman di bar, namun ia yakin pemuda itu akan berakhir dilantai dan dansa bersama yang lain.

Sementara Namjoon dan Yoongi sudah tenggelam dalam pembicaraan seputar pekerjaan dan hal-hal filosofis lainnya.

Lagi-lagi keinginannya untuk bergabung terelakan.

Karena ia tidak bisa menahan rasa malu yang akan ia terima bila ia tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan.

Ia belum siap untuk menghadapi Soekjin yang malang , tidak untuk malam dimana ia menikmati kebebasannya.

Seokjin yakin Yoongi dapat melihat kebosanan yang terpancar dimata Seokjin karena sekarang dapat merasakan tangan Yoongi meraih pinggangnya dan pemuda itu berbicara tepat ditelinganya agar bisa terdengar diantara bear musik yang memekak.

"Kau butuh sesuatu, princess ?"

"Nope"

Namjoon yang tadinya tidak begitu memperhatikan karena tenggelam dengan pembicaraanya sekarang ikut menaruh perhatian pada bunga mereka.

"Kau yakin ?"

Namjoon ikut bertanya, Seokjin hanya mengangguk pelan.

"yep , seratus persen"

Sekarang tangan Namjoon mengelus pipinya.

"you can ask for anything princess" , mendengar itu membuat Seokjin menjadi berfikir.

"Joonie, bolehkah aku ke bar , menyusul Taehyung"

"Tentu saja" , Setelah mendapat persetujuan dari kedua pemuda itu, ia melancarkan tubuhnya dari meja VVIP menuju meja bar dan duduk disalah satu kursi.

Ia memutuskan untuk memesan segelas cocktail untuk dirinya sendiri.

Dari kejauhan ia dapat melihat empat pria yang saling menggerayangi tubuh satu sama lain. Seokjin tidak melihat hal se-panas dan se-memukai itu sebelumnya.

Saat ia hendak membayar pesanannya bartender itu mengatakan bahwa minumannya sudah dibayar, bartender itu menunjuk pria yang duduk tidak jauh dari tempatnya.

Pria itu tampan , ia dapat melihat jam mahal yang kenakan pria itu, rambutnya panjang terikat.

Namun tetap saja tidak bisa mengalahkan pesona Bangtan.

Pria itu tersenyum congkak sambil berjalan menuju Seokjin.

"Hey, little thing. Aku pikir kau berhutang satu ciuman untuk minuman mu?"

Salah satu tangan pria itu menyentuh pahanya, yang bahkan Bangtan belum pernah menyentuhnya dan ia merasa tubuhnya terdiam.

Perasaan saat ia hanya sebuah boneka yang harus memenuhi apapun perintah tuannya menyeruak kedalam otaknya.

Perasaan dimana tuannya membiarkannya disentuh oleh orang lain.

Rasa sendiri dan tidak berdaya.

Ia dapat merasakan salah satu tangan pria itu menyentuh bahunya.

Ia merasa mual karena harus kembali merasakan perasaan itu, pikiran pergi kepada ke enam pria yang sudah membebaskannya.

Dan malam ini adalah malam pertamanya sebagai seorang pria bebas dan ia tidak akan membiarkan pria yang sangat kurang ajar ini menyentuh tubuhnya.

Sehinnga dengan penuh kebaranian ia menyingkirkan tangan pria itu.

"Aku tidak berhutang apapun padamu"

"Maksudmu ?"

Dengan penuh rasa percaya diri Seokjin menatap pria itu.

"Kau tidak berhak meminta apapun pada ku"

Kemudian dengan segera ia bergerak menuju area VVIP , penuh rasa takut akan tindakan yang akan dilakukan pria itu. ia kabur secepatnya.

"PELACUR !" , Seokjin dapat mendengar pria itu mencela dirinya, berteriak penuh amarah.

Pengawal yang berjaga diluar area VVIP dengan segera membuka jalan untuk dirinya yang berlari kemudian memeluk tubuh Yoongi dan duduk dipangkuannya.

"Ada apa princess ?"

Yoongi melarikan tangannya menuju rambut Seokjin, mengelus pelan rambut kecoklatan miliknya yang sekarang Seokjin yakini sudah berantakan.

Ia dapat melihat pantulan dirinya yang menyedihkan dimata Yoongi.

Make-upnya yang berantakan, air mata yang turun perlahan dari bola matanya, ia terlihat amat kecil dan memprihatinkan.

"Aku selama ini hidup dengan sangat banyak batasan bahkan bagaiman aku harus duduk sangat dibatasi-" , ia berusaha bicara dengan penuh segukan, ia merasakan elusan tangan Namjoon di punggungnya yang membantunya bernafas.

"-Tapi, seluruh kebaikan kalian, semua kebebasan ini membuatku... bingung", Yoongi kemudian memeluk tubuhnya , erat namun tetap membirikannya ruang untuk ia melepaskan segala tekanan yang ada di pikirannya.

"Namjoon, kenapa aku ?" , akhirnya pertanyaan itu keluar dari bbibirnya.

Ia dapat merasakan Namjoon yang mendekat dan ikut memeluk tubuhnya.

"Karena aku tau hanya kau yang bisa melengkapi kami Jin" , pria itu berbicara dengan lembut.

"Maafkan aku yang tiba-tiba menarikmu dan menjadikan mu milik kami. Aku tau ini semua terasa menakutkan tapi tidak ada cara lain Seokjin. Sejak awal aku melihatmu, kau yang begitu indah dan lembut, kau adalah jawaban dari segala pertanyaan yang selama ini menghantui Bangtan" .

Suara Namjoon yang lembut serta pernyataan yang dikeluarkan pemuda itu membuatnya tenang.

"Kau akan mengerti nanti, tapi sekarang aku ingin kau berjanji, apapun yang menggangu pikiran mu, kau harus segera memberitahukannya kepada kami"

Seokjin mengangguk kecil, menganggkat kepalanya yang tadinya tenggelam di leher Yoongi.

Yoongi tersenyum lembut padanya dan melanjutkan elusannya di kepala Seokjin.

Namun suasana hening itu harus di pecahkan dengan kedatangan empat pemuda yang setengah mabuk itu.

"Ada apa in-"

"Princess, kau menangis ? Kau terlihat-"

"Siapa yang harus kubunuh- "

"Jinnie kemari biarkan aku memelukmu"

Seokjin menggigit bibir bawahnya merasa malu dengan segala atensi yang mereka berikan dan sedikit memundurkan tubuhnya untuk melihat ke empat pemuda yang terhilat amat khawatir itu.

Pipinya terasa panas.

"Aku tidak apa-apa , hanya sedikit kurang percaya dengan segala kebebasan ini, membuatku sensitif"

Ia menjawab dengan cepat dan tiba-tiba wajahnya sudah dihujani oleh banyak ciuam kecil dari keempat pemuda itu, dengan cepat ia teralihkan dari rasa sedihnya.

Tanpa menyadari tangan Jungkook yang menyibakan poni yang menutupi dahinya. Pemuda yang termuda diantara mereka itu seperti menyadari hal lain yang terjadi kemudian dengan wajah seriusnya bertanya.

"Tapi kau tetap terlihat menangis karena hal lain. Bukan hanya tentang kami"

Seokjin menutup matanya sejekap, ia sungguh tidak dapat memikirkan satupun kebohongan. Jadi ia memutuskan untuk mengatakan hal yang sesungguhnya.

"Tadi ada seorang pria yang membelikan ku minuman, tapi aku bersumpah aku tidak memintanya untuk melakukam itu"

Ia menjelaskan.

"Kami tau princess" , Jungkook menarik tubuhnya dari tubuh Yoongi dan sekarang Seokjin duduk dipangkuan Pemuda terlatih itu.

"Dan pria itu mencoba menyentuhku , lalu aku pergi darinya tapi pria itu menyebutku pelacur"

Seokjin dapat marsakan otot-otot Jungkook yang menegang menahan amarah.

Taehyung menggerakan tangannya untuk memanggil salah satu pengawal dan Hoseok yang terlihat mengeluarkan pisau dibalik jaket yang ia kenakan.

Yoongi hanya bisa menghembuskan nafas pelan.

"Bagaimana kalau kita pulang dan menonton film dengan coklat panas" , pria itu mengusulkan.

Sesungguhnya bila ia meminta mereka untuk tidak memburu pria itu, pasti dengan penuh rasa terpaksa mereka akan melakukannya.

Sayangnya Bangtan Jin bukan lah orang yang bisa kau remehkan.

"Hoseok-ie, can you cut off his dick for me ?" , Ia dapat melihat senyuman miring Hoseok, pemuda itu kemudian mengecup pelan pipi Seokjin.

"Dengan senang hati , princess"

Hal yang aneh memang, seusatu yang sangat kau cintai akan menjadi sebuah penghalang bagi hidupmu.

Orang lain mungkin mengatakan bahwa Seokjin sudah gila, menjadi bagian Bangtan.

Memiliki tanggung jawab yang amat berat dalam hidupnya.

Namun Seokjin sudah tidak dapat menahan dirinya.

Ia sudah terjatuh begitu dalam terhadap ke enam pemuda itu dan ia tidak pernah berhenti.

Ia akan terus mengikuti Bangtan, bahkan bila itu akan membawanya ke nereka.

karena merekalah penyelamat Seokjin.

.

.

.

.

Itu sebelum fakta bahwa ia memang seorang penyelamat bagi Bangtan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

HOLA , it's me yo.

Happy reading , tetap jaga kesahatan teman-teman, baik itu jiwa dan raga. Dan HAVE A NICE DAY ^^ 3