Kediaman keluarga Akashi.
"Halo, Seijuro."
Ketika sedang merapikan buku-buku untuk pelajaran besok, sebuah suara menginterupsi kegiatannya.
"Kukira, sekarang aku tidak perlu khawatir lagi."
Akashi mengernyit. Menatap sosok yang kini dengan santainya duduk di atas tempat tidurnya.
"Ya, kau tidak perlu khawatir, aku sudah mengerti."
Akashi yang itu tersenyum, "Kalau begitu, jagalah semua yang kau punya, Seijuro. Aku pergi dulu."
"Tunggu!" Akashi berseru, "Apa kau datang karena ... aku hampir mati?"
Sosok itu hanya tersenyum. Akashi tidak bisa menerka arti dari seringai itu.
"Aku tidak bisa memberitahukan masa depan lebih jauh lagi padamu, Seijuro. Kau pintar, ditambah dengan kemampuan khususmu itu, kurasa kau sudah memahaminya. Selamat tinggal, Seijuro."
.
.
End.
