*1 month before Namjoon leave for South America*
Seokjin sadar kalau jauh sebelum dirinya bergabung dengan ke-enam pemuda itu, mereka sudah memiliki ikatan yang kuat dengan satu sama lain. Terlebih mereka sudah menghabiskan sebagian besar hidup mereka bersama-sama, mungkin sedikit pengecualian untuk Taehyung yang memang baru bergabung dengan Bangtan di masa remajanya.
Tetapi tetap saja sangat jauh bila dibandingkan keeratan hubungan mereka dengan dirinya namun bukan berarti mereka tidak terikat dengan dirinya begitu erat.
Dan ini sedikit menganggu Seokjin.
Karena mereka semua terlihat terlalu mengikatkan diri mereka dengan Seokjin dan kurang memfokuskan hubungan mereka dengan satu sama lain.
Terutama Namjoon, Yoongi, Jimin, tiga orang dengan tempramen yang paling tidak bisa diprediksi digrup mereka.
Ini cukup membuat Seokjin khawatir.
Semua ini berawal dari liburan mereka ke Bahama.
Seokjin sudah merasakan tensi yang meningkat diantara Leader dan Analytic mereka semenjak berangkat ke bandara. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang ingin membicarakannya, melainkan mereka berusaha membuat Seokjin tidak sadar dengan aura yang kurang mengenakan itu. Seokjin bukan orang yang bodoh, namun bila yang lain berusaha sangat keras agar membuat ia nyaman, maka ia akan melakukannya, berpura-pura tidak merasakan apa yang sesungguhnya terjadi.
Setelah hampir 17 jam penerbangan dengan 2 kali transit, tentunya membuat Seokjin sangat lelah. Meskipun selama perjalanan yang ia lakukan hanyalah tidur dan makan tetap saja tubuhnya lelah, belum lagi perbedaan waktu yang amat drastis membuatnya jetlag.
Ia tidak habis pikir dengan Jungkook dan Taehyung yang beberapa kali mengajaknya bergabung dengan high mile club , namun mereka berdua tetap memiliki stamina lebih untuk berselancar di detik pertama mereka sampai di pulau itu, bila tidak ingat ia kemarin malam di gunakan secara bergiliran mungkin Seokjin tertarik , (untuk high mile club tentunya, bukan surfing)
Jadi, ia , Jimin dan Hoseok , menghabiskan waktu di cottage menikmati matahari serta pemandangan indah yang ditawarkan pulau itu, sementara Namjoon dan Yoongi pergi untuk mengangkat panggilan mereka yang terlihat sangat penting itu.
Cottage itu sangat besar dengan cukup menjorok ke pantai dengan banyak pavilion, lengkap dengan kolam renang besar yang sangat dekat dengan laut, Seokjin sudah bisa membayangkan dirinya berenang di kolam renang kemudian berlari kepantai untuk menceburkan dirinya kelaut.
Tapi yang sekarang yang ingin ia lakukan hanya satu, tidur.
Karena sangat lelah.
Saat ia sedang asyik menggulung diri dibalik selimut , ada sepasang tangan yang perlahan-lahan memasuki kaus yang ia kenakan, meremas pinggangnya cukup keras namun sangat enak karena ia bagaikan di pijat, membuat Seokjin mendesah pelan.
"Shit baby, jangan mendesah , aku hanya ingin memijat", ujar orang yang menggerayangi tubuh Seokjin, Seokjin terkekeh pelan, "salahmu sendiri yang memijat dengan gerakan erotis begitu", bisik Seokjin, yang sekarang membalikan tubuhnya menghadap orang itu.
Seokjin yang memang hanya menggunakan kaus dan sweatpants, tanpa make up terlihat amat sempurna untuk diterjang, Hoseok harus menahan segala godaan yang menerjangnya menggeleng pelan, menghilangkan segala pikiran kotornya dan kembali ke misi utamanya untuk memijat Seokjin.
Bangkit dari tempat tidur untuk mengambil lotion yang ia bawa di koper. "Take off your clothes baby", perintah Hoseok.
Seokjin menggigit sudut bibirnya pelan, "Kinky aren't we ?" , Seokjin mengangkat pantatnya tinggi, menyombongkannya, menggoda Hoseok yang sekarang matanya menyepit tajam, tanda kalau ia mengingatkan Seokjin kalau ia memiliki batasan.
"Shut up you big baby, biarkan aku memijatmu, sebelum kau merengek semalam penuh karena badan yang sakit" , Seokjin yang masih sadar dengan garisnya, kemudan dengan cepat melepaskan seluruh pakaiannya dan hanya menyisakan celana dalaman.
Membiarkan Hoseok membalikan tubuhnya untuk di pijat. Beberapa menit kemudian ia tertidur dengan nyenyak berkat tangan-tangan terampil Hoseok.
Ia sangat suka keadaan seperti ini, berada disebuah pulau hanya mereka ber-7, menikmati hari dengan berlibur dan bersantai, melihat kekasihnya yang lain bebas dari tekanan yang datang dari tuntuntan perkerjaan mereka.
Tapi ia kemudian teringat bahwa Namjoon dan Yoongi belum kembali ke cottage, saat ia terbangun matahari sudah hampir terbenam dengan rona orange yang menyelimuti, jadi dengan segera Seokjin mengambil robe yang mengantung sebelum keluar menuju ruang keluarga yang ada di cottage.
Ia dapat melihat Hoseok dan Jimin yang asik bermain video game di karpet tebal sementara Jungkook dan Taehyung bersantai disofa sambil memakan camilan, tidak ada tanda-tanda dari Yoongi dna Namjoon.
Ia berjalan mendekati mereka kemudan menjatuhkan diri di pangkuan Jungkook dan mengambil chips yang hendak pemuda itu makan. Jungkook yang biasanya akan sangat kesal bila ada yang mengganggu camilannya, kali ini hanya bisa pasrah dan membiarkan princess mereka melakukan apapun yang ia mau.
"Kook-ie, kemana Namjoon-ie dan Yoongi-chi ?" , Seokjin bertanya setelah beberapa menit keheningan diantara mereka. Seokjin mendongkakan kepalanya mempertemukan pandangannya dengan Jungkook.
Jungkook tersenyum pada malaikat imut yang ada dipangkuannya ini, bagaimanapun posisinya, pemuda itu tetaplah yang terindah.
"Mereka seharusnya sudah kembali sejak tadi, tapi tadi Namjoon hanya mengambil laptopnya sebelum pergi-"
Tiba-tiba suara bantingan pintu terdengar dari cottage mereka memotong kalimat Jungkook, membuat Taehyung dan Jungkook segera dalam posisi siaga mereka dengan Jimin dan Hoseok mengambil senapan yang tersimpan dibawah karpet mereka. Mereka tidak sempat bereaksi saat bantingan kedua terdengar lagi, jadi dengan cepat mereka mengerubungi Seokjin, memberikan posisi pertahanan.
Namun kepanikan mereka terkikis saat mereka mendengar umpatan Yoongi. Serta menampilkan Yoongi dan Namjoon yang amat berantakan.
"I STILL CAN'T BELIEVE YOU FUCKING AGREED WITH HIM! ARE YOU CRAZY?!"
"I'MTHE LEADER, OKAY. IT'S UP TO ME TO MAKE THESE DAMN DECISIONS. EVEN IF THEY ARESTUPID."
Kedua pemuda itu tidak sadar dengan sekeliling mereka, amat fokus dengan pertengkaran itu.
Jungkook yang sadar akan keadaan yang ada kemudian berfikir cepat, pemuda itu dengan segera menangkup kedua pipi Seokjin "Jin, pergi ke kamarmu dan jangan keluar sebelum ku perintahkan", Seokjin menjadi sangat kesal karena bahkan dalam keadaan seperti ini mereka masih saja meragukan dirinya.
"Biarkan aku disini Jungkook, aku berhak tau" , desis Seokjin pelan. Belum sempat Jungkook membantah Taehyung memegang lengan pemuda itu "Jungkook, let him stay, he needs to know" , Seokjin dapat melihat konflik di mata Jungkook, namun akhirnya pemuda itu menyerah dan membiarkan Seokjin tinggal.
"OH,BECAUSE YOU'RE LEADER? SO? BANGTAN IS A TEAM. WEALWAYS MAKE THESE DECISIONS TOGETHER! WHY DID YOU HAVE TO GO AND FUCKING ACTDIFFERENT NOW?!"
"BECAUSEI'M GOING TO BE THE ONE WORKING THE MOST EITHER WAY! KAU PIKIR AKU TIDAK LELAH DENGAN SEMUA INI HAH?! KAU PIKIR SIAPA YANG SELALU HARUS MENANGGU SEGALANYA SELAMA INI ? AKU ! YOU SHOULD BOW IN MY FUCKING FEET FOR ALL THE TIME I FUCKING SAVE YOU !"
Yoongi yang mendengar itu terdiam mematung, tidak percaya dengan apa yang sudah Namjoon katakan, dari matanya Yoongi terlihat amat terluka. Namjoon berjanji untuk tindak akan pernah mengungkit masa lalunya yang memang amat memalukan.
Yang lain ikut terkejut, namun yang membuat mereka lebih terkejut adalah tamparan keras yang dilancarkan Yoongi di pipi Namjoon, suaranya menggema, Seokjin dapat melihat sudut bibir Namjoon yang terluka.
"YOU HAVE NO DAMN RIGHT ORDER US TO FUCKING BOW TO YOU, KIM NAMJOON. BUT FINE, DO WHATEVER AS YOU WISH, LEADER. GO AND PRETEND THAT EVERYONE WILL NOT FEEL BETRAYED BY YOUR STUPID ACTION, MAKING THEM FULL OF BULLSHIT YOU CALLED EXCUSES" , Yoongi mencerca sebelum lanjut keluar dari cottage itu dengan membanting pintu.
"YOU'LL SEE WHAT I HAVE TO GO THROUGH ONE DAY AND THANK ME INSTEAD. BUT IF YOU DON'T UNDERSTAND NOW, YOU CAN JUST GO ROT IN HELL."
Namjoon berdiri di ruang tamu sebentar, rasa sakit karena tamparan pipinya masih ada di sana tapi yang ada dipikirannya hanya rasa marah, jadi pemuda itu langsung keluar dari cottage untuk pergi pavilion lain untuk menenangkan dirinya.
"so, what the hell was that about ?", Seokjin bertanya, keempat pemuda lainnya saling melemparkan tatapa sebelum akhirnya Jimin angkat bicara, "Namjoon sepertinya setuju untuk membantu keluarga Min dan akan pergi selama tiga minggu untuk ekspedisi itu"
"Tapi bukannya hal yang biasa untuk Namjoon pergi dan membantu organisasi lainnya ?"
"Ya, kau benar, tapi bukan yang ini, karena dengan membantu keluarga Min sama saja membuka lama" , Seokjin mengerutkan kening tidak mengerti, siapa itu keluarga Min ?
Hoseok melempar senapannya kelantai dan membiarkan tubuhnya jatuh ke sofa.
"ini bukan bagian kami untuk bercerita, tapi kau memang berhak untuk tau-", Seokjin duduk mendekat kearah Hoseok. "- Singkat cerita keluarga min adalah mantan keluarga Yoongi yang mengusirnya dulu, lalu Keluarga min juga pernah menyangkutkan diri di sebuah perserikatan yang sama dengan menaungi keluargaku, keluarga Jimin dan keluarga Namjoon"
"Dan Namjoon tetap setuju dengan hal itu ?"
"kami belum tau yang pasti kenapa, tapi bila ia melakukan itu sama saja dengan upaya bunuh diri" , jawab Taehyung, Jungkook terlihat menghembuskan nafas pelan.
"Aku belum siap bila harus menghadapi perserikatan bodoh itu", gumam Jungkook pelan, sangat pelan hingga Seokjin yang ada di dekat pemuda itu pun hanya mendegarnya bagai bisikan kecil.
Jimin terlihat berfikir sebelum menggeleng pelan, mengambil senapan yang dilempar Hoseok kemudian kembali menaruh senjata mereka di kompartemen tersembunyi dibawah karpet. Jungkook lalu mengangkat tubuh Seokjin untuk dibawanya kekamar, tapi Seokjin tidak bisa tidur semalaman penuh, karena tubuhnya masih menyesuaikan diri dengan perbedaan waktu, selain itu pikirannya terlalu berisik untuk membiarkannya tidur.
Sudah terhitung 2 hari semenjak mereka sampai di Bahama dan masih ada 5 hari lagi sebelum kembali ke Seoul, melanjutkan rutinitas mereka, tapi yang terjadi adalah perang dingin antara Namjoon dan Yoongi membuat anggota yang lain merasa kurang nyaman dengan keadaan yang ada.
Kedua pemuda tersebut tidak akan mau berada di satu ruangan yang sama, kalaupun mereka dipaksa bersama, maka mereka akan saling melontarkan sindiran pedas serta tatapan tajam yang membuat Seokjin amat terganggu, karena biasanya Namjoon dan Yoongi cukup dengan satu sama lain.
Tapi sekarang mereka bahkan tidak bisa melihat satu sama lain lebih dari 3 detik.
Ini juga berakibat mereka tidak ingin didekati, bahkan oleh Seokjin karena kedua pemuda itu mengusir Seokjin tiap kali ia mendekat dan itu cukup membuat Seokjin sakit hati. Namun selebihnya, Seokjin hanya takut adanya pertumpahan darah, ia menyayangi mereka semua dan tidak ingin salah satu diantara mereka terluka karna perseteruan ini.
Hingga dengan sedikit paksaan yang lain membuat mereka berkumpul di malam ke 3 mereka disini, sesuai rencana awal akan ada barbecue pada malam ke-3 dimana mereka, menikmati langit malam dengan udara sejuk yang berhembus, apapun yang terjadi mereka harus berkumpul.
Dengan posisi duduk yang dibuat setengah lingkaran, Namjoon dan Yoongi duduk di paling ujung sehingga meberikan jarak yang amat jauh.
Mereka berbincang santai dengan Namjoon dan Yoongi yang tidak mengataka satu patah katapun, beberapa botol bir dan sangat banyak potongan daging berlalu dan malam yang semakin pekat, Seokjin menutup matanya pelan menikmati hembusan angin.
"What a perfect night", Jimin yang duduk disamping kanan Seokjin tiba-tiba berceletuk.
"Yeah, aku selalu cinta liburan seperti ini, tidak dibebani dengan pekerjaan", sebelum ada keheningan untuk beberapa saat.
"Malam ini akan semakin sempurna bila tidak seseorang yang kembali menjalin hubungan dengan musuh kita" , ucap Yoongi dari ujung, dengan suara yang cukup keras.
"Hyung..", Jungkook dengan suara memelas agar tidak ada lagi pertikaian. Namun terlambat karena Namjoon dengan mata sinis menatap Yoongi dari ujung.
"If you were leader, you would know why I have to agree to help this time. You don't understand.", Namjoon memjawab balik dengan tegas. Yoongi mengendus keras.
"If I was leader , aku tidak akan membuat tim ini masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya ! Stop playing this bullshit Namjoon!", Yoongi mulai menaikan oktaf suaranya.
"KAU TIDAK PERNAH BERADA DI POSISI KU YOONGI !"
"AKU ADALAH ORANG YANG BERADA BERSAMA MU SEJAK AWAL KIM NAMJOON! I ALWAYS UNDERSTAND YOU ! DAN KAU! Kau tau betapa bencinya aku dengan keluarga Min !"
"KALAU KAU MEMANG MENGERTI SO RESPECT MY DECISION !"
Yoongi berdiri dengan amarah, membuat kursinya sedikit terlempar dengan amarah.
"We start this fucking shit as a TEAM ! Aku akan menghormati keputusanmu bila kau membicarakan hal ini dengan TIM mu, bukan mengambil keputusanmu sendiri !"
"Apakah kita masih pantas untuk disebut tim bila kau tidak percaya dengan ku" , dengan itu kemarahan Yoongi benar-benar memuncak, secepat kedipan mata pemuda itu sudah didepan Namjoon, menarik kerahnya, dan memukul pemuda itu sangat keras.
Namjoon terlihat masih terkejut namun kemudian pemuda itu membalas memukul dan terjadilah perkelahian diantara keduanya. Seokjin merasakan aura ingin membunuh satu sama lain yang, tubuhnya gemetar ketakutan, melihat dua orang yang sama-sama memiliki kekuatan bagaikan orang yang dirasuki bila sedang marah.
Yang lain dengan cepat berusaha memisahkan kedua pemuda itu.
"HENTIKAN!" , Teriak Seokjin dengan suara bergemetar "Kumohon..., hentikan semua ini,, aku-aku , aku sungguh takut jadi tolong hentikan, ", ujar Seokjin dengan sesegukan menahan emosi
"Aku tidak mengerti dengan perkelahian kalian", suara Seokjin amat serak , ia memaksakan diri untuk terus bicara "tapi bukan berarti kalian akan saling membunuh satu sama lain di depan mataku, aku rindu kita, aku rindu kalian, tapi malah ini yang kudapatkan" , Dapat terlihat mata Seokjin yang berkaca-kaca menahan tangisan.
Seokjin hanya ingin menikmati liburan mereka bersama-sama, liburan pertama mereka diluar negri karena sebelumnya mereka tidak pernah memiliki waktu, dan saat itu terwujud ia cukup kecewa karena malah ini yang ia dapatkan.
Pertengakaran dua dari enam orang yang mengambil peran penting dalam hidupnya, ia sanggat kecewa.
"Seokjin benar, tolong kalian hentikan pertengkaran bodoh kalian, kami mohon" , ujar Jungkook "Yoongi-hyung, Namjoon-hyung sudah setuju dan kau bahwa prinsip kita tidak akan pernah mengingkari perjanjian, aku yakin Namjoon-hyung memiliki alasannya sendiri kenapa ia setuju, dan Namjoon-hyung kau pasti tau, konsekuensi yang kau ambil bila membantu keluarga Min, maka akan banyak memori lama yang terbuka, setidaknya mengerti mengapa Yoongi-hyung amat marah padamu"
Yoongi yang terlihat lebih babak belur dibandingkan Namjoon kemudian menjauhkan tubuh mereka berdua, hanya bisa terdiam, mengalihkan pandangannya kemanapun selain ke arah mereka sebelum menghembuskan nafas "Baiklah aku ingin meminta maaf, Namjoon maafkan aku karena bertingkah tidak dewasa, tapi aku tidak suka bila kau selalu saja lupa bahwa kami ada disisimu, bukan hanya sebagai pendampingmu melainkan sebuah tim yang kuat, aku benci bila kau meragukan rasa percaya kami pada mu"
Namjoon masih terdiam, dengan suara yang terpaksa ia berbicara "Maafkan aku juga karena sudah mengambil keputusan tergesa ini, tapi tidak ada yang bisa kulakukan, ini semua karena perjanjian yang kumiliki dengan keluarga Min, Yoongi hampir dibunuh bila bukan aku yang menawarkan perjanjian dan aku berjanji akan membalas budi mereka suatu hari nanti dan aku tidak akan pernah mengingkari perjanjian-"
"-selain itu keluarga Min sudah resmi lepas dari OASIS sejak beberapa bulan lalu, jadi kemungkinan kecil bahwa keluarga Jung akan bereaksi bila kita membantu keluarga Min"
Yoongi terlihat cukup terkejut dengan alasan Namjoon yang mau memberikan sumpah demi dirinya. Menundukan kepala merasa menyesal pemuda itu berbicara pelan "Maafkan aku karena tidak mendengarkanmu terlebih dahulu"
Namjoon mengangguk "Aku seharusnya memberitahu perjanjian itu sejak awal, aku juga minta maaf" , Dengan itu kedua pemuda itu berpelukan sangat erat.
"Aww... kalau begitu panggilan untuk group hug!" , Teriak Hoseok yang kemudian menarik mereka semua kedalam sebuha pelukan besar yang membuat Seokjin tertawa karena ia dapat mendengar Yoongi menggerutu tentang lukanya atau Jimin yang terjepit di sisi lainya. Rasa kecewanya terlupakan.
Seokjin amat mencintai mereka semua.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yep.
Boleh minta review gk 3 biji aja, biar ada semangat ngetik fold III , bilang halo jg gpp :( , plus biar tau ada yg baca gk sih cerita gaje ini.
Karena rasa kangen sama Seokjin di cerita ini sudah terpenuhi.
Jadi bye-bye
untuk : Golden aidakko
Thankyou udh selalu review dan kasih support dari awal 3 3
