Seokjin mengigit pelan kuku jarinya, menunggu seseorang untuk mengantarkan sarapan yang menandakan bahwa hari telah baru saja terbangun dari mimpi buruk yang tidak berkeseudahan jadi ia butuh seseorang untuk membuatnya sadar bahwa itu semua hanya mimpi yang tidak akan pernah terjadi. Siapapun. Entah itu Jungkook atau Taehyung atau mungkin Jimin.
Setiap waktu yang terlewati ia dapat merasakan perasaan gelisah yang tiada ujungnya, ia bertanya-tanya apa kesalahannya sehingga ia harus dikurung dipenjara ini, APA KESALAHANNYA ? Ia bukan lagi seorang boneka, siapapun tidak memiliki hak untuk mengurungnya sendirian, membuatnya terjebak dengan pikirannya.
Pemikiran yang mengerikan, pemikiran yang membuatnya tertelan oleh perasaan bersalah, tertekan dan ketakutan.
Ia tidak dapat tidur dengan nyenyak tanpa gangguan mimpi buruk, entah itu mimpi tentang masa lalunya, masa depannya, Bangtan, Mantan tuannya, WINGS, OASIS, penyergapan, semua itu terasa mengerikan.
Seokjin mulai mencium bau darah yang pekat yang menenggelamkan tubuhnya atau suara tembakan yang membuat telinganya berdenging keras, sehingga ia harus menutup kedua telinganya dengan erat saat suara itu timbul.
Lidahnya tidak lagi dapat merasakan apapun, semua yang masuk ketubuhnya terasa hambar, bahwa apa yang ia makan hanya untuk menghilangkan rasa lapar bukan untuk kepuasaanya, bukan untuk kebahagiaannya.
Ia juga sudah mulai kehilangan 'rabaan' terhadap waktu karena jam tidurnya yang berantakan, jadi satu-satu yang bisa ia andalkan adalah jadwal makan teratur yang diberikan oleh Bangtan. Waktu-waktu dimana ia bisa benar-benar berinteraksi dengan manusia, bukan dinding dingin yang mengelilingnya.
Namun saat ini ia dapat mendengarnya dengan jelas, ledakan yang semakin lama semendekati dirinya.
*After Untrue*
Seluruh tubuh Jungkook terasa bergetar, namun bukan karena seluruh kekacauan yang ada, namun karena rasa takut. Rasa takut itu menjalar keseluruh tubuhnya bagaikan sebuah setruman.
Dinding baja didalam tanah yang mereka bangun sekarang sudah hancur tidak bersisa dan saat tim autopsi mengangkat satu persatu jenazah anggota WINGS yang memang ditugaskan untuk menjaga Seokjin, ia hanya bisa terpaku.
Disudut hatinya ia masih berharap bahwa malaikat mereka masih bernafas, bersembunyi dari dunia, tetap hidup.
Tapi melihat banyaknya tubuh yang berceceran ia amat pesimis.
Ia merasakan tangan merambat kepinggangnya lalu wajah yang mencari ceruk lehernya serta air mata yang membasahi pundaknya.
"He's gone kook" , isak Taehyung.
"Kau bercanda"
"No, Namjoon dan Yoongi melihat mayatnya"
"Kau bercanda"
"Namjoon benar-benar menjadi Monster begitu juga dengan yang lain, mereka berubah, malaikat kita sudah tiada"
"KAU BERCANDA !" , Jungkook berteriak marah, mendorong tubuh pemuda itu menjauh darinya, Jungkook yakin ini semua hanyalah angan-angannya belaka. Semua ini hanya lah mimpi buruk, jadi ia harus segera bangun dari mimpi buruk ini.
Jungkook mengangkat tangannya untuk menampar wajahnya sendiri, berharap bahwa ia segera terbangun. Namun yang ia rasakan hanya lah rasa panas tamparan dari pipinya.
Tidak.
Tidak.
Tidak.
Otaknya berfikir panik, ini tidak mungkin terjadi.
"Kook-ah,ku mohon, kita harus kembali ke Headquarter sebelum Namjoon semakin murka", Ujar taehyung dengan nada memohon. Ia berusaha menarik tubuh Jungkook dari tempat yang sekarang hanya terlihat seperti puing-puing itu. Mansion besar mereka sebagian terbakar, taman bunga favorit Jin juga hancur sepenuhnya, seolah-olah Seokjin memang menghilang begitu saja.
Pikirannya terbang ke banyak hal yang sudah mereka lalui bersama, setiap kali ia memikirkan Seokjin, ia memikirkan bagaimana tersiksanya malaikat mereka.
Selama perjalanan menuju kantor Taehyung maupun Jungkook sama-sama berusaha menata hati dan pikiran mereka, karena mereka tau ada hal yang lebih penting untuk mereka urus saat ini.
Balas dendam kepada para kotoran itu.
Sampai di headquaters ia dan Taehyung di hadapkan dengan Yoongi, Hoseok dan Jimin namun tidak ada tanda-tanda dari Namjoon. Saat mereka tiba diruangan itu Yoongi hanya sedikit mengangkat kepalanya dari kertas yang sedari tadi ia pegang sebelum kembali melanjutkan diskusi dengan Hoseok dan Jimin.
Seakan tidak ada yang lebih penting dari kertas itu.
Ia dan Taehyung segera mengambil tempat.
"dari data yang sudah kukumpulkan keluarga Min keluar secara resmi dari OASIS karena mereka membelot", Hoseok membuka rapat mereka. Jungkook mengambil salah satu file data yang ada, yang menunjukkan chart pergerakan ekonomi OASIS.
"Dari informasi yang kudapatkan mereka membelot karena melihat bahwa OASIS kurang membawa pertumbuhan ekonomi yang baik di divisi yang dipegang oleh keluarga Min atau , sehingga mereka memutuskan untuk keluar sehingga keluarga Park, mengambil alih karena keluarga park memegang dua divisi sekaligus mereka membutuhkan bantuan dari sesama bisnis senjata dan disitulah Yoochun masuk" , Lanjut Hoseok, Jungkook menggigit sudut bibirnya pelan.
Namjoon tidak ada, Jungkook yakin leader mereka itu sedang membantai sekaligus mencari orang yang berhasil mengetahui letak persis malaikat mereka dikurung, jadi sekarang ia lah yang memegang pimpinan tertinggi. Dengan keadaan mental Namjoon yang tidak dapat ditebak, tidak menutup kemungkinan leader mereka tidak memikirkan rencana dan lebih memilih perang terbuka dengan OASIS.
Yang artinya itu tidak akan berakhir baik, jadi ia mencontoh Yoongi, Hoseok dan Jimin yang berusaha mencari jalan paling efektif agar mereka bisa menyingkirkan hama di ladang mereka, sementara Taehyung disebelahnya sedikit terisak namun tetap dengan tenang mendengarakan.
Jungkook menahan air mata di sudut matanya dan kembali fokus pada rencana mereka.
"Lalu mengapa OASIS membantu Yoochun ? Yoochun hanya sebuah kutu kecil yang tidak begitu berarti", desis Jimin pelan. Yoochun merupakan salah satu orang keluarga park dan Jimin tau benar pria itu bukan lah seseorang yang dapat diperhitungkan, karena dulu saat ia masih tinggal dengan keluarga park, nama pria itu bahkan dijadikan contoh orang-orang yang gagal dan ia harus melampaui mereka semua.
"Karena Kim Joonsu yang membantunya", celetuk Taehyung, sekarang semua mata tertuju pada Taehyung, pemuda yang sedari tadi hanya menahan segukan itu, sekarang menatap kertas dihadapannya seakan ingin membakar kertas itu.
"Siapa Kim Joonsu ?"
"Kim Joonsu adalah paman Namjoon yang juga termasuk dalam jajaran petinggi OASIS, ia merupakan wakil pertama, aku baru sadar hubungan mereka setelah kau mengatakan bahwa Yoochun tidak memiliki celah. Kim Joonsu sejak awal sadar bahwa keluarga Min mulai serakah sehingga ia diam-diam membangu kerja sama dengan keluarga Park agar mereka semakin mudah menyingkirkan keluarga Min"
"Aku tidak peduli itu semua, aku ingin mereka semua mati" , nada dingin keluar dari mulut Jungkook membuat yang lain terdiam.
"Aku juga ingin mereka semua mati Kim Jungkook , tapi perlu kuingatkan bahwa mereka sudah mengambil malaikat kita untuk SELAMANYA ! Aku tidak ingin mereka hanya mati, aku ingin mereka semua tersiksa terlebih dahulu sebelum memohon untuk dibunuh, aku ingin mendengar jeritan ketakutan mereka, aku ingin mereka merasakan perasaan menderita yang kita rasakan. Jadi kita harus menyusun semua ini dengan benar agar semua ini berjalan" , potong Yoongi, wajahnya terlihat gusar dengan aura membunuh yang pekat.
Jadi keesokan harinya terjadi perburuan besar-besaran terhadap seluruh anggota keluarga Park dimulai, seluruh aliansi WINGS berlomba-lomba untuk membawa seluruh anggota keluarga Park untuk diberikan pada mereka. Entah itu anak-anak maupun orang dewasa mereka semua ditangkap tanpa pengecualian membuat perang terkelam yang pernah ada, banyak terjadi penculikan dan perang senjata bahkan membuat negara tidak bisa berbuat apa-apa.
Mereka akan menyiksa seluruh anggota keluarga Park hingga mati sementara anak-anak mereka dijual ke pelelangan.
Dengan keenam malaikat kematian yang selama ini selalu dirantai akhirnya dilepaskan ke ladang penuh makanan, memenuhi rasa haus mereka terhadap nyawa, membantai siapapun yang ada dijalan mereka.
Karena keluarga park di buru satu persatu hingga tidak ada lagi keturunan park yang tentu saja pimpinan lain OASIS lainnya ikut turun tangan, keluarga Jung yang mengganti kan Keluarga Kim setelah FOLD keluar dari OASIS pun menjadi benteng pertahanan.
Namun dengan besarnya kekuatan WINGS dengan mudah keluarga Jung juga diratakan, dengan jatuhnya 3 divisi utama OASIS, membuat ekonomi mereka turun secara drastis meninggalkan hutang dimana-dimana.
Dengan seluruh petinggi OASIS bersembunyi dan ketua mereka Lee Sun Ho berhasil diburu dan di penggal sendiri kepalanya oleh Namjoon yang sudah kehilangan rasa kemanusiaanya, WINGS berhasil mengambil alih kekuasaan organisasi besar itu.
Beberapa hari kemudian seluruh kekuasaan mafia di Asia sudah berhasil mereka kuasai, Namjoon berhasil menemukan orang yang dengan berani-beraninya mengebom kediaman mereka, menguliti orang-orang itu dan memajangnya didepan kantor mereka.
Selama beberapa minggu mereka terus membantai lebih banyak orang, dari 5 general OASIS mereka sudah berhasil membunuh 4 diantaranya hingga saat ini hanya Kim Joonsu dan Park Yoochun yang masih belum ditemukan. Sementara petinggi Inti lainnya berhasil mereka lacak keberadaanya, membuat Namjoon amat murka.
Hingga WINGS mengumumkan saembara bagi orang-orang yang berhasil menemukan kedua orang itu maka mereka akan langsung diangkat menjadi salah satu pimpinan divisi WINGS yang tentu saja menarik perhatian organisasi kecil lainnya yang ingin medapatkan perhatian dari kelompok mafia.
Membuat kedua orang itu masuk dalam daftar orang paling diburu, terjadi kekacauan besar selama sebulan penuh perang besar itu terjadi, kelompok-kelompok mulai terpecah belah, kematian pemimpin-pemimpin yang lama membuat orang-orang baru dengan pemikiran yang lebih radikal bangkit menempati posisi itu membuat mereka haus akan uang, darah, dan kekuasaan. Kurangnya kontrol menghasilkan peningkatan tingkat kekerasan dan kota-kota sangat tidak aman.
Karena ini semua adalah satu-satunya hal yang dapat Bangtan lakukan, kehilangan malaikat yang tidak hanya berperan sebagai pengantin mereka melainkan seorang impulse control yang menahan mereka, bukan hal yang mudah, butuh waktu yang sama lama untuk mereka kembali menjadi diri mereka lagi.
Jadi hanya satu yang ada dibenak mereka sekarang, yaitu, balas dendam.
.
.
.
.
.
.
.
.
