Naruto menatap malas sosok gadis berambut hitam itu. Sifatnya yang agak kekanakan itu membuatnya sedikit risih, terkadang ada beberapa hal yang membuatnya menepuk dahi akan kelakuan gadis itu.
Seperti saat ini, dia tertidur di atas tubuh Naruto. Ia bisa mendengar dengkuran halus yang keluar dari mulutnya, sebuah dengkuran yang membuat Naruto menjadi tenang. Dia mengelus surai panjang milik gadis itu, wajah tidurnya itu sungguh cantik.
Kedua violet itu terbuka, gadis itu terlihat mengumpulkan nyawanya yang pergi entah kemana. Tapi ia malah kembali memenjamkan kedua mata indahnya itu, menikmati dada bidang nan nyaman tersebut.
Seulas senyum terpatri di wajah cantiknya, sungguh ia tak mau bangun saat ini, dia ingin tidur seharian ini.
"Sera, bangun." Namanya Serafall Leviathan, seorang Maou dari dunia Bawah. Sosok Iblis yang saat ini tengah tidur di atas tubuh seorang manusia biasa. "Bangun, hey!" Naruto mencubit pipi tembem Serafall, membuat gadis itu mengaduh.
"Naruto, sakit!"
Serafall beranjak dari tempatnya tidur, mengusap matanya yang masih mengantuk. Serafall menguap lebar sambil merenggangkan tubuh polosnya.
Naruto mencoba untuk tak menyerang Serafall, tetapi setan di dalam pikirannya berkata lain. Pemuda itu langsung menyerang Serafall, membuatnya berada di dalam kungkungannya. Naruto menciumi leher Serafall, kembali memberikan beberapa bercak merah di sana, ia juga tak lupa meremas lembut buah dada Serafall.
"Naruto, geli..."
"Sikap kekanakanmu berubah menjadi seorang wanita yang menginginkan sebuah kepuasan."
Serafall menatap Naruto dengan sebuah senyuman manis, jemari lentiknya itu menyentuh pipi Naruto dengan lembut. "Hanya denganmu aku besikap seperti ini, Naruto. Entah kenapa aku ingin menanggalkan gelar Leviathanku dan menjadi seorang Uzumaki."
"Dan meninggalkan semuanya? Kau gila Sera."
"Aku sangat tergila-gila padamu Naruto, kau membuatku menjadi Gila seperti ini kyah! Naruu!" Serafall mencengkram tangan Naruto yang saat ini tengah meremas buah dadanya, mulutnya mengerucut menatap pemuda yang akan memakan dirinya itu. "Baka."
"Ya sudahlah, mari kita lanjutkan."
Serafall mengangguk kecil, ia menerima sebuah ciuman mesra dari Naruto.
..
.
"Kaasama, Tousama, aku harap kalian menyetujuinya. Aku ingin mengundurkan diri sebagai Maou."
Lord Sitri mencubit dagunya, ia menatap Serafall yang saat ini sudah sangat serius. "Apa karena pemuda di dunia atas itu?" Serafall mengangguk mantap. "Baiklah, Tousama akan mengabulkannya, nanti kita akan ke Tetua untuk mengurus segalanya."
Serafall menyunggingkan sebuah senyuman bahagia. Dia memeluk kedua orang tuanya. "Aku sayang sama kalian!"
"Ya, kami juga sayang padamu Sera."
..
.
Highschool DxD by Ichiei Ishibumi
Naruto by Masashi Kishimoto
