Sera sebenarnya tak tahu apa pekerjaan dari Naruto, ia melihat lelaki itu selalu ada dirumah, tak pernah keluar. Kalaupun keluar pastinya ke minimarket untuk membeli beberapa bahan makanan yang habis.
Sera penasaran akan pekerjaan Naruto, darimana juga Naruto mendapatkan uang banyak. "Aku penasaran sampai sekarang? Kau bekerja sebagai apa sih?"
Naruto terjatuh dari sofa, ia saat itu sedang bersantai tidur di atas sofa. "Ugh, kau penasaran?"
Serafall mengangguk mantap, kedua matanya menatap tajam Naruto yang mengusap pantatnya yang sedikit sakit. "Aku sangat penasaran."
Helaan napas keluar dari mulut Naruto. "Ayo, ikut aku!" Ia pun beranjak dari tempatnya, lalu keluar dari ruang tamu. Serafall mengikuti suaminya dari belakang, wanita itu di ajak Naruto ke sebuah ruangan yang baru saja diketahui oleh Serafall.
"Tempat apa ini?"
Naruto tak menjawabnya langsung, dia membuka pintu ruangan tersebut, dan masuk ke dalamnya. "Masuklah!"
Serafall dibuat kagum dengan sebuah ruangan dengan interior seperti sebuah ruangan di zaman kerajaan Eropa. Di sana ada beberapa meja serta sebuah sofa yang sangat nyaman untuk diduduki, lalu sebuah meja kerja dan kursi yang pastinya milik Naruto.
"Sebentar, ini apa sih?"
"Ruangan kerjaku," pria itu lalu duduk di kursi kebanggaannya. "Aku seorang penulis."
"Penis?"
"Penulis, lama-lama kau ku cium!" Serafall menjulurkan lidahnya dengan sebelah matanya yang berkedip manja.
"Penulis ya, apa anak Taman kanak-kanak juga bisa menulis sepertimu? Seperti cerpen?"
"..."
"..."
"Kau kuperkosa mau disini mau?" Serafall menggelengkan kepalanya kuat-kuat. "Anak kecil tak bisa menulis sebuah cerita Roman bego. Tak mungkin mereka akan menulis cerita dewasa seperti itu, dan pemikiran darimana itu Sera?"
"...tidak tahu."
"Ke kamar! Dan buka bajumu!"
"Ngapain?!"
"Membuat roti." Seringai mesum Naruto muncul di wajahnya, membuat bulu kuduk Serafall merinding. "Kita akan membuat sebelas anak."
"Kau kira aku pabrik?!"
...
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Highschool DxD by Ichiei Ishibumi.
..
.
Btw, saia di datangin sama penghapus! Beri keplokan!
Gitu aja wkwkw
