Hei?

Disela pas saya lagi maen badminton sama 'temen', tiba-tiba dia ngomong, "kamu belum usaha keras". Saya lempeng santai aja. "tapi kamu udah usaha" tambahnya.

Yehe! Selamat membaca, guys!

.

.

"TEME! BERHENTII! AKU AKAN MEMBUNUHMU, BRENGSEK!" Suara cempreng Naruto menggema keluar bangunan Konoha High School.

Langkah lari kaki Naruto terdengar gaduh di koridor kelas. Membuat wara-wiri murid lain menatapnya ingin tahu. Karena Namikaze Naruto terlihat sangar. Secara garis besar, dia memang terlihat seperti si Aphrodhite biasa yang selalu badas. Tapi dengan gunting rumput dan tali panjang ditangan, lari marathon sambil berteriak-teriak ingin membunuh, dan Uchiha Sasuke wajah cengengesan yang berlari didepannya, membuat ini situasi yang patut diikuti. Hello hell? What the hell is going on here?

Sasuke merasa ingin kembali ke beberapa menit kebelakang. Saat dia dan pujaan hatinya masih berada di kelas. Duduk tenang mengerjakan PR bersama. Sampai the Naruto's amaze pencil jatuh. Naruto membungkuk mengambil pensilnya yang jatuh. Dan otak bejat Sasuke muncul. Sumpah wajah Sasuke sekarang sedang tersenyum mesum.

"TEMEH!"

Sasuke memperlambat larinya. Dia menebak pasti si Aphrodite sudah mulai kelelahan. Senyum mesum Sasuke masih disana. Membuat gadis-gadis yang dilewatinya membayangkan kegiatan yang 'iya-iya' bersama si Hotty diktator.

Tapi senyum Sasuke harus sirna saat tubuhnya terhuyung kedepan. Kakinya kehilangan keseimbangan. Dan berakhir dengan jatuh terguling 2 kali sebelum terlentang menatap langit putih. Mata tajamnya juga menangkap gunting rumput yang terayun-ayun diatas kepalanya dipegangi oleh sebuah tangan berkulit tan. Sasuke hafal diluar kepala siapa pemilik tangan itu. Si Dobe.

"Teme, tunjukan tanganmu tadi! Biar kupotong dia."

Sasuke baru ingat yang mengejarnya itu si Aphrodite. Aphrodite itu Naruto. Naruto itu si badas adik Kurama Uzumaki Namikaze. Mana ada lelahnya anak itu. Ditambah tendangannya yang wow! Sasuke sampai nyungsep begini. Pasti si rubah buluk orange yang mengajarinya. "Sorry, Dobe." Kata Sauke kalem. Tubuhnya masih telentang santai di lantai.

Murid-murid lain benar-benar menghentikan aktivitas mereka. Ada hal seru yang kelihatannya patut ditonton remaja agar dicontoh. Keh.

"Halah-halah," Naruto berjongkok dan semakin mendekatkan gunting rumputnya ke mata Sasuke. "Kali ini tidak akan kuampuni. Keseringan kau melakukan itu. Kau harus dihukum agar tidak mengulanginya!" Naruto mulai marah.

Sasuke sadar itu. Naruto yang marah harus ditenangkan. "Duh, Dobe. Serius, sorry!"

Naruto beranjak. "Akan kumaafkan tapi kau harus diam. Harus nurut supaya aku tidak marah padamu. Oke, Teme?"

Sasuke harus pasrah. Harus. Agar Naruto tidak marah dan dia tidak semakin menderita lahir batin. Tapi Sasuke juga manusia, yang tanpa bisa menahan, sekarang merasakan ada tanda bahaya saat Naruto menyatukan kedua tangan porselennya di atas kepala. "Kau mau apa, Nar?"

"Kau sudah tahu aturannya, Teme. Diam dan jangan protes. Atau kau akan lebih menderita daripada ini." Naruto menggunakan tali yang ia bawa. Mengikat kedua tangan Sasuke dengan simpul rumit yang sempat ia pelajari dari Kurama. Kurama bilang itu simpul yang pas untuk menggantung seorang anak berambut merah didahan pohon. Heheh.

Lengan panjang kemeja putih Sasuke tersingkap sedikit saat Naruto menarik kedua tangan itu semakin terjulur diatas kepala raven.

"Duh. Dobe, mau apa sih?" Firasat buruk Sasuke semakin menjadi.

Naruto selesai dengan pekerjaan ikat-mengikatnya. Dia berdiri dari jongkok dan mengitari tubuh Sasuke. Gunting rumputnya sudah terlupakan.

Murid-murid lain masih setia menonton dan belajar. Heh.

Berdiri tegak di dekat kaki Sasuke, Naruto berkata, "Kuharap kau belajar sesuatu, Teme. Mulai sekarang tidak ada lagi tindakan asusila. Tidak akan ada lagi 'alasan' kau memegang dan meremas bokongku!"

Blush! Apa Namikaze Uzumaki Naruto benar-benar mengerti apa yang diucapkannya di depan umum? Demi Tuhan! Murid-murid yang masih menonton itu memerah. Berusaha menerka-nerka ulang bagaimana Sasuke Uchiha memegang dan meremas bokong Naruto Uzumaki Namikaze. Uh.

Sasuke gagal move on. Otaknya mulai mengingat lagi how its texture. Duh duh.

"Hukumanmu, Teme!" Naruto mengingatkan.

Sasuke berkedip beberapa kali. Setelahnya, dia merasakan kedua kakinya diangkat paksa. Tubuhnya terputar dilantai sesaat. Kemudian tubuh otot dan awesomenya itu diseret oleh Naruto lewat kaki. Dammit! Aphrodite menyeret diktator!

"NARUTO! DOBE! NARUTO! HOI!" Sasuke bereriak kesetanan. Naruto menyeringai satan.

Dengan tangan terikat tidak bisa lepas meskipun sudah ia coba lepaskan, Sasuke Uchiha tidak bisa melakukan apapun selain pasrah saja diseret Naruto mengelilingi koridor sekolah.

"HWAHAHA rasakan, Teme!"

.

.

I don't know. I just know that i like to do this thing so bad; on line and read your review over and over again. I luv you, guys. So much!

Eh stop imagine it, guys! Naruto is freaking stupid in here. I am warning you! Stop imagine how that bastard do the immoral thing! Touch and crumple up Naruto's ass, huh!? Oops. What am I doing? Am I instead provoking you?! Oh Crap. This the mature area! I am 17 Y.O.. am I included mature? I wonder 'bout it.

520!