Hidup emang gini ya. Nggak ada yang bisa disalahin. Semua udah diatur oleh Tuhan. (mellow sumpah) wkwk. Jadi nikmati aja, guys! Saran saya gunain hidupmu buat sesuatu yang berguna. Selamat membaca C:
.
.
.
"Sasuke..." Naruto menutup mulutnya kembali. Ragu ingin melanjutkan.
"Ya, sayang?" Sasuke ingin sekali menyeru pada dunia bahwa saat ini Naruto adalah kekasihnya.
Semburat merah menghiasi wajah sampai telinga Naruto. Suara baritone Sasuke yang khas remaja laki-laki itu terdengar sangat dalam ditelinganya. "Bisakah kita pergi dari sini sekarang?" Saphire Naruto menatap Sasuke penuh harap.
Sasuke terkekeh keras. "Kau ingin kita pindah tempat?" Jeda sejenak karena Sasuke mengikis jarak tempat duduk mereka. Dan merasa superior saat bisa memerangkap Naruto. "Kenapa, sweetheart? Ini hanya pojok kantin." Katanya berusaha menggoda Naruto.
Jika wajah Naruto bisa lebih merah daripada ini, maka itu yang akan terjadi saat Naruto mengetahui Sasuke berusaha menghimpit tubuh kecilnya. Merangkapnya dengan dinding dan bahu kanan kekar itu.
"Ya Tuhan, Naruto. Kenapa kau bisa manis sekali sih." Sasuke tersenyum amat lebar ketika menangkap wajah Naruto yang semakin merah dan bola mata lucu itu bergerak liar karena gugup.
Tanpa tahu malu jika ada yang melihat mereka, Sasuke melumat lembut bibir kissable Naruto. Bahkan jika ada yang melihat, Sasuke akan tetap pada kegiatan menyenangkannya. Biarkan siapapun tahu bahwa Namikaze Uzumaki Naruto adalah kekasihnya.
Naruto hanya memejamkan matanya. Sama sekali tidak punya keberanian menatap langsung pada onyx yang menatapnya penuh.
"I love you, my love." Ucap Sasuke didepan bibir Naruto.
Naruto menatap malu-malu. "Love you, Sasuke."
Dan kemudian Sasuke mulai mengecupi bibir Naruto.
End.
.
.
.
"OH, GOD!" Sasuke berteriak keras. Phonecell ditangannya ia lempar ke meja begitu saja dan punggungnya ia sandarkan pada sandaran kursi. Imajinasinya melayang kemana-mana.
Teman sekelas Sasuke sempat berjengit kaget dan setelahnya menatap ingin tahu.
"OH, GOD!" Kali ini Naruto berteriak keras. "Un-freaking-believable!"
Dan teman sekelas Naruto harus mengelus dada. Ada apa dengan pasangan baru ini?
Sasuke berdiri dari duduknya dan dengan gerakan cepat sudah berdiri menjulang disamping meja milik Naruto.
"Apa?!" Naruto menatap sangar pada Sasuke.
"Apa, dobe?"
"Jangan menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan, teme." Naruto kembali fokus pada phonecell yang sejak tadi ia genggam.
Sasuke mengangguk patuh. "Kau sudah membacanya?"
"Gila. Gila. Siapapun yang membuat fiction itu, aku rasa dia membenciku. Bagaimana bisa aku serapuh itu!" Naruto menatap nyalang pada Sasuke sambil geleng kepala.
"No, Naruto. I love your character. So bad. But why in the real life you just..." Sasuke melipat mulutnya kedalam saat dipelototi. Memang mungkin hanya didalam fiction saja aku bisa mendominasi Naruto, Sasuke merana dalam hati.
Naruto berdiri dari duduknya dan menatap teman-teman sekelasnya yang pagi ini terlihat damai. "Katakan padaku siapa yang menulis fiksi tentang aku dan Sasuke! Akan kuberi pelajaran siapapun itu." Kata Naruto dengan suara keras.
Teman-teman sekelas Naruto duduk tenang. Seolah tidak mendengar protesan Naruto.
"Akan kulindungi siapapun itu." Sasuke berkata santai.
"Don't you dare, teme!"
"Oh please, dobe. Don't blame whoever it is." Sasuke duduk diatas meja Naruto dan tersenyum mengejek.
"Teme!" Entah hanya perasaan Naruto saja atau memang benar jika Sasuke hari ini terlihat tampan? Dan Naruto membatin jika pacarnya mungkin sebelum berangkat sekolah pergi luluran dulu. Sebelumnya Uchiha Sasuke tidak pernah terlihat setampan ini. Eh pernah deh, itu saat kita resmi pacaran. Mana dia hari itu membelikanku ramen sepuasnya lagi, tambah tampan deh. Batin Naruto sambil membayangkan ramen.
"Apa sih, dobe? Mulutmu tidak lelah ya dari tadi teriak-teriak?" Sasuke menusuk-nusuk pipi gembil Naruto dengan telunjuknya. Gemas sekali sampai-sampai ingin menghujani wajah Naruto dengan ciumannya. Otak jeniusnya membayangkan Naruto dan sikap malu-malunya seperti fanfiction yang baru ia baca.
Ingatkan Sasuke untuk memberi Ino senyuman mautnya karena sudah memberitahunya link blog ―milik siapapun itu― yang penuh dengan fiction-fiction berkarakter SasuNaru. Surga imajinasi untuk Sasuke. Tapi, herannya adalah Suigetsu berkata, 'Semua orang di SMA Konoha sudah membacanya. Blog ini jempol.'
Jadi mungkin saja pemilik blog ini adalah murid Konoha. Yang jelas, jika Sasuke tahu siapa pemiliknya, Sasuke berjanji akan memperlakukan orang itu dengan baik.
"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, tapi bisakah kau tidak mengendus rambutku, teme! Dan juga buang ekspresi sok kerenmu itu!" Naruto menampar wajah Sasuke.
Entah sejak kapan Sasuke bermain dengan rambut berkilau dan harum jeruk milik Naruto. Jadi Sasuke hanya mengelus pipinya yang baru saja ditampar. Tuh 'kan, siapa sih di dunia ini yang berani menganiaya Sasuke selain Namikaze Uzumaki Naruto. Mengenaskan.
"Terimakasih, dobe. Pukulan sayang darimu membuatku bersemangat ingin menciummu sekarang juga." Sasuke menyeringai lebar. Tangan putih porselennya ia lingkarkan pada pinggang Naruto sementara kakinya juga ia lingkarkan pada kaki Naruto. "Jadi, bisa kita mulai?"
Naruto menarik kerah baju Sasuke dan mengacungkan kepalan tangan kirinya di depan wajah Sasuke. "Cium saja tinjuku!"
"Dengan senang hati, my love." Ucap Sasuke didepan tinju Naruto.
Naruto menatap penuh tantangan. "Kau mendapatkannya, Sasuke."
Dan kemudian Sasuke mulai mendapati tinju dari Naruto.
.
.
.
Terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentar. Rasa syukur saya hanya bisa saya ungkapkan lewat cerita-cerita ini. Mungkin cerita ini bukan favourite kamu, tapi kamu para pembaca setia dan para pemberi apresiasi lewat komentar adalah favourite saya. I LOVE YOU, MY LOVE! Semoga harimu menyenangkan ^^
.
.
.
[Tambahan]
"Jadi, kau sudah menyebarkan link blogku, Ino?"
Ino mengedipkan sebelah mata pada laki-laki didepannya. "Tentu. Bahkan Sasuke sampai kubuat lari kalang kabut mencari pacarnya."
Si laki-laki menggigit bibir bawahnya. Ingin sekali segera kembali menyalakan laptop-nya dan mulai kembali membuat cerita. "Oke bagus! Imbalannya akan kukirim lewat surel."
"Oh ya Tuhan~ aku tidak percaya akhirnya aku akan punya koleksi foto Sasuke-kun yang sedang tidur!" Ino berteriak heboh dan melompat-lompat kegirangan.
Laki-laki itu hanya mencibir gadis aneh didepannya. Memberikan satu dari sekian banyak foto Sasuke yang ia ambil tidak akan membuatnya rugi. Apalagi hanya pose saat tidur. Dia jelas memiliki foto Uchiha Sasuke berbagai pose. Saat makan, dia punya. Saat belajar, dia punya. Bahkan saat menungging dengan celananya robek pun dia punya. Semua itu tersimpan rapi di hidden folder dalam laptop ber-password-nya.
"Kutunggu ya, Itachi-kun!"
Yang dipanggil Itachi-kun hanya tersenyum tipis. "Senang bekerja sama denganmu."
