Hi! Do you remember me and this stuff?

Sorry, saya terlalu lama menghilang, mungkin sampe kalian lupa apaan ini. Jadi ini adalah drables yang idenya random banget. udah. Gitu aja.

Selamat baca aja deh


"Hei. Kau tahu dimana Uzumaki Karin?" Namikaze Uzumaki Naruto bertanya pada siswi Kirigakure yang lewat didepannya.

Gadis yang baru keluar dari gerbang sekolahnya itu menatap Naruto dari atas kebawah. "Kau Naruto?"

Naruto menggosok tengkuknya yang tertutup rambut. "Kau mengenalku?" Dalam hati Naruto berdoa semoga jawabannya tidak. Bisa awkward nanti jika gadis didepannya ini mengenalnya sementara Naruto merasa tidak pernah bertemu dengan gadis itu sebelumnya.

Gadis berambut biru itu menatap Naruto remeh. "Kau Naruto pacar baru Sasuke-kun, 'kan?"

Gah! Naruto membuang muka. Jadi, dia hanya dikenal sebagai pacar baru Sasuke oleh gadis ini? "Oh bukan, bukan!" Otak Naruto membayangkan mencekik Sasuke si ayam mesum yang beberapa menit lalu ia kunci didalam lemari kelasnya. "Aku hanya Naruto." Senyum lima jari ada di wajahnya, bentuk kekesalan.

Si gadis berambut biru seolah tidak mendengar Naruto. "Tch. Bahkan wajahku lebih manis daripada wajah bekas cakaran milikmu."

Senyum Naruto lenyap detik itu juga. Naruto bukan tipikal manusia dengan kesabaran hati yang setinggi langit. Kesabarannya hanya sependek rambut para biksu. Semua orang di SMA Konoha tahu itu. Dan semua orang di alam semesta tahu bahwa para biksu menggundul rambutnya. Itulah kenapa Naruto mudah sekali terlibat masalah.

Kata Sasuke, otak dobe-nya tidak bisa diajak nego masalah ketenangan. Jadi anggap saja, kata-kata yang baru saja diucapkan oleh gadis didepannya adalah granat aktif yang baru saja dilempar kearahnya. Jangan memarahi Naruto karena dia akan meledak sekarang.

"Naruto!" Tapi sebelum Naruto hendak maju untuk menghajar gadis kurang ajar didepannya, ada Tobi yang tiba-tiba sudah menubruknya dari samping.

Naruto tersenyum memperlihatkan gigi sehatnya pada Tobi dan entah bagaimana sepenuhnya melupakan gadis yang tadi mengatainya. "Hai, anak baik. Bagaimana kabarmu?"

Anak laki-laki Kirigakure dengan topeng yang menutupi seluruh wajahnya itu menggungcang-guncang bahu Naruto ke depan belakang. "Katakan jika semua itu hanya gosip, Naruto!"

"Ap─" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Naruto harus kembali merasakan tubuhnya diguncang lagi oleh Tobi.

"Ayo, Naru cantik! Jawab! Ayo jawab! Tobi bisa mati jika Naruto membuat Tobi terus penasaran!" Kata Tobi, masih setia mengguncang bahu Naruto. Bahkan sekarang lebih kencang.

Murid-murid yang berlalu lalang di gerbang depan Kirigakure itu sebagian hanya melirik dan sebagian berhenti sejenak untuk menonton gadis manis berseragam SMA Konoha yang kerap berkunjung ke Kirigakure untuk tebar pesona ataupun mencari lawan berkelahi. Namikaze Uzumaki Naruto memang cukup dikenal di Kirigakure dengan popularitas uniknya.

Seharusnya jika Tobi mengenal Naruto cukup lama, dia mengetahui bagaimana tingkat kesabaran Naruto. Sekali lagi, Naruto hanya memiliki sedikit kesabaran. Analogikan saja kesabaran Naruto si adik Kurama ini hanya setipis kertas. Jadi untuk stok kesabarannya yang sudah dikikis sampai habis, wajar jika sekarang Naruto melayangkan kakinya untuk menendang perut berbalut kemeja putih milik Tobi sebagai bentuk pelampiasan.

Bahkan saat Naruto tahu Tobi terjengkang sejauh 2 meter, Naruto hanya mengibaskan rambutnya. "Sorry, Tobi. Aku tidak tahan ingin menghajar seseorang sekarang." Kata Naruto sambil memandang kerumunan yang entah sejak kapan mengelilinginya. Dalam hati, Naruto bersujud syukur pada celana ketat berwarna hitam dibalik roknya. Apa jadinya jika dia kelepasan seperti barusan dan tidak memakai celana rangkap? Duh, Naruto lebih memilih dibully Sasuke daripada hal memalukan itu terjadi.

"Na-Naruto…Tobi hanya ingin tanya pada Naruto kok." Tobi dengan susah payah berusaha berdiri.

Dasarnya Naruto itu memang baik hati pada temannya, tangan berbalut kulit tan itu terjulur untuk membantu Tobi berdiri. Tatapan matanya menyorotkan permintaan maaf tulus. Kepribadian yang dimiliki Naruto memang gampang berubah-ubah, jadi jangan kaget saja.

"Ada apa ini?" Sebuah suara baritone kasar membuat Naruto menatap sekitar dan menemukan anak laki-laki dengan wajah penuh tindik berambut orange sedang berusaha menerobos kerumunan. Saat mata anak laki-laki itu bertemu dengan manik biru Naruto, ekspresi murkanya berganti dengan rona-rona cerah. "Well, si cantik dari SMA Konoha ada disini ternyata." Suaranya terdengar senang, berbeda dengan beberapa saat lalu.

Naruto mengerling pada pemuda itu. "Merindukanku, Pain tampan?"

Yang dipanggil Pain tampan, tidak bisa menahan kekehannya. "Tentu saja!" Katanya sambil berjalan mendekati Naruto. "Tidak heran ada ramai-ramai seperti ini jika itu tentangmu, Naruto." Tambah Pain sambil mengibaskan tangannya memberi isyarat agar murid-murid yang berkerumun ini bubar. Dan tampaknya jabatan wakil ketua OSIS yang dulu pernah ia miliki masih berpengaruh.

Saat kerumunan itu mengurai, 2 anak laki-laki malah terlihat mendekat. Satu berambut orange dan terlihat seperti duplikat Pain, yang satunya lagi berambut merah panjang.

"Yahiko! Nagato!" Pekik Naruto.

Si anak laki-laki berambut orange tersenyum lebar, berjalan cepat dan segera merangkul Naruto. "Kemana saja kau, Naruto? Hal sepenting apa yang membuatmu jarang kemari, eh?" Sementara si anak laki-laki berambut merah hanya tersenyum senang.

Naruto tertawa dan melepaskan pelukan anak berambut orange. Sasuke bisa mengurungnya di kastil Rapunzel jika tahu dia dipeluk-peluk laki-laki lain. Mental diktator sejenis Sasuke memang merepotkan orang lain. "Aku tidak menyangka aku seterkenal ini disini." Ucap Naruto mengabaikan pertanyaan anak duplikat Pein dan kemudian dia ingat tentang murid perempuan berambut biru yang tadi membuatnya jengkel.

Anak perempuan berambut biru itu masih berdiri di tempatnya. Menatap balik pada Naruto yang menatapnya sengit. "Apa!"

Alih-alih membalas dengan tajam, Naruto malah bersiul. Tiba-tiba dia ingin menunjukkan pada gadis ini siapa yang ia sebut 'Naruto pacar baru Sasuke-kun' tadi. Jelas Naruto tidak terima hanya dikenal sebagai pacar Uchiha shit Sasuke.

"Apa yang kulewatkan, girls?" Anak laki-laki duplikat Pain menatap Naruto dan gadis berambut biru.

"Gadis jelek ini pacar Sasuke-kun. Aku tidak tahu jika ternyata Sasuke-kun sedang sakit mata."

"Konan kali yang jelek! Naruto cantik begini dibilang jelek, pfft." Tobi menempatkan diri di antara Naruto dan gadis biru itu.

"Tobi!" Gadis itu memekik tidak terima.

Naruto melongok dari tubuh Tobi yang membelakanginya. Sapphire-nya berbinar menemukan gadis biru itu, korban bully baru! "Kau bilang tadi siapa namamu?"

"Konan. Dan aku belum mengatakannya padamu, bitch."

Bitch?! So mean! Pedes banget euy!

Ow-ow. Gerombolan Pain yang ada disana serentak mengulum bibir menatap Naruto yang sudah berselimut aura oren pekat, macam legenda Kitsune, si rubah.

Konan masih menatap garang Naruto saat Naruto muncul dari belakang Tobi dan bergerak seperti kilatan kuning ke depannya.

"Apa kealianmu, tramp?"

Nyali Konan mulai menyusut. Suara Naruto yang tadi cempreng hilang kemana? Dan darimana datangnya aura-aura intimidasi ini? Juga, apa artinya tramp?!

"Sebut kau mahir dalam apa. Ayo duel apapun itu. Let's see yours, tramp."

Konan yang tertantang dengan ucapan Naruto, tanpa pikir panjang, menjawab dengan cepat bahkan sebelum Naruto menyelesaikan nafas pertama setelah berucap. "Origami! Kau lihat jepit bunga di rambutku? Itu buatanku sendiri! Kau tidak akan bisa menandingi origami buatanku, bitch!"

Naruto menatap jepit yang terus-menerus ditunjuk Konan, "Awesome." Jepit kertas berbentuk bunganya indah sekali! Sejenak Naruto benar-benar mengagumi jepit origami itu, tapi kemudian panggilan bitch kembali terngiang, salahkan ger otak Naruto yang bekerja lambat. "Well, apa lagi yang kau bisa? Sebut semua!"

Konan kicep, yang dia tahu hanya origami.

"My turn!" Naruto mengangkat dagunya tinggi, sebenarnya dia tidak begitu suka pamer, tapi gadis biru itu enteng sekali memenggilnya 'bitch'. Jadi, mungkin pamer keahliannya akan membuat Konan pikir-pikir lagi sebelum merendahkan orang lain. "Bowling. Basket. Hoki. Sepak bola. Lacrose. Game RPG. Sudoku. Memancing. Taekwondo. Muay Thai. Parkour." Naruto berucap bak rapper.

Kemudian hening.

Naruto mengangkat dagunya semakin tinggi sampai dia pegal sendiri. "Jika kau merasa lebih baik, sebutkan apapun keahlianmu! Beat mine, ttebayo. Oh atau mungkin kau merasa lebih cantik, eh." Tangan sun-kissed skin Naruto meraih dagu Shion. "Kau tidak bisa terus mengandalkan ini! Tidak tahan lama, kau tahu sendiri! Kau benar seorang tramp jika menarik seseorang dengan ini."

Konan tambah kicep. Naruto pintar ngomong ternyata! Konan tidak ingin menjawab ataupun mengatakan apapun.

Sudah cukup.

Sudah cukup dengan tramp atau apalah itu artinya!

Naruto yang melihat Konan megap-megap mulai merasa bersalah. "Hei, Konan. Bicaraku keterlaluan sadis ya? Eh eh, btw, jepitmu emang bagus tuh."

Apa-apaan pacar Sasuke-kun ini! Tadi wajahnya sengak minta dicakar sekarang malah imut-imut gimana gitu. Konan sebagai seseorang yang mempunyai gender sama seperti Naruto hanya berpikir jika gadis pirang itu ingin jaim dan ingin mengoloknya. "Sudah kuduga mulutmu memang tidak terkontrol!"

"Terserahlah." Naruto membuang muka dan menghela nafas. Tiba-tiba sebuah siluet familier tertangkap matanya. "Aku yakin sudah mengunci di lemari!" Naruto bergumam sambil tersenyum kecut.

"Naruto." Sasuke muncul entah darimana. Menarik Naruto mendekat dan memelototi Pain dan kawanannya. "Aku tahu kau mengurungku karena ingin memilikiku sendiri, tapi perlu kau tahu, aku memang sepenuhnya milikmu tanpa perlu kau sembunyikan dari semesta."

Naruto memutar bola mata. "Hi Sas, dan bye guys." Naruto gentian yang menarik Sasuke pergi dan melambai pada teman-teman Kirigakure-nya. Jika Sasuke dibiarkan, mulutnya pasti tidak akan berhenti mengungkap imajinasi-imajinasi konyolnya, yang Naruto tekankan, semua yang dikatakan Sasuke tidak nyata.

Sasuke memaku diri ditempatnya berdiri. "Tunggu! Setidaknya biarkan aku menyapa teman-teman idiotmu sebelum aku menyerahkan diri untuk kau manjakan."

"APA?!" Itu teriakan Pain, Nagato, Yahiko, Tobi, bahkan juga Konan. Tapi yang paling keras adalah suara kekanakan Tobi.

Naruto berodoa dalam hati semoga Sasuke didatangi kucing hitam. "Bohong. Itu semua hanya ilusi, temans."

"Naruto jadi serius kau sekarang pacaran dengan Uchiha ini?" Pain adalah yang paling sering dihajar Naruto di Kirigakure meringis membayangkan betapa beruntungnya Uchiha Sasuke akan semakin sering dihajar Naruto. Pain rela jadi samsack gadis manis itu kok. Sumpah.

"Absolutely, yes. Jadi kuharap kalian jangan mengganggu Naruto lagi jika tidak ingin kupatahkan setiap tulangmu." Sasuke menggeram pada siapapun, nada mengerikan.

"Jika Sasuke menghajarmu tanpa alasan yang jelas, katakan saja padaku. Aku tidak peduli dia kekasihku atau buka, kupastikan dia akan tersiksa karena sudah mengganggu temanku." Naruto berkata dengan tenang pada Pain, Yahiko, Nagato, dan Tobi.

Wajah nakal Sasuke masih berjaya. Dunia harus tahu jika Naruto sekarang adalah miliknya. "Aku akan sangat tersiksa jika kau menggodaku dengan melakukannya denggan perlahan. Tapi well… aku lumayan suka juga sih karena aku bisa merasakan setiap incinya."

Apanya yang perlahan?

"SSSSTTT, hentikan omong kosongmu, teme!" Naruto mulai malu dengan omongan Sasuke. Nonesense sekali!

Naruto mengerlinga pada Pain dan teman-temannya yang membatu dengan mata menerawang. Konan malah terlihat seperti nyawanya hilang. Eh, Naruto hamper lupa jika masih ada Konan.

"Ayo antar aku pulang, teme! Tapi sebelumnya kenalkan, ini Konan." Naruto menunjuk Konan yang tiba-tiba nyawanya full ready siap bertarung ketika menangkap sinyal-sinyal fan service. "Fan girlmu." tambah Naruto.

Sasuke tanpa pikir panjang tentang tetek bengek perkenalan atau salam apapun, merangkul pinggang Naruto dan membawanya pergi setelah berucap. "Aku laki-laki yang sudah punya pendamping hidup, singkatnya, sudah beristri."

"APA?!"


Ini gak terlau memuaskan buat dijadiin comeback, but fyi aja, ini dibuatnya sebentar banget. Gak lama. Plotnya ngawur karena langsung ketik dan based on the apapun yang kilasan-kilasan imajinasi gue hasilkan. Intinya maaf buat segala typo. Juga maaf kalau mungkin, mungkin, mungkin, mungkin, ada yang nungguin ini update tapi saya malah enak-enakkan main plants vs zombies (old-fashioned sekalee).

Remember this, reviewmu sangat berarti banget, terima kasih buat kalian para reviewers! I really appreaciate it :*

Sekali lagi, karena ini drables, saya pengen menekankan kalau ini bisa jadi akhir ataupun bakal berkelanjutan. I mean the end button or to be continued button, it depends on… you… and me, lol.