AHOY!

-HIS APHRODITE, ABSOLUTE!-

Sasuke Uchiha sedang pelajaran olah raga saat ini. Pakaiannya sudah training mulai dari kaos sampai celana. Ia berjalan beriringan dengan Naruto Namikaze unyunya yang tampil beda. Saat teman-temannya memilih pakai sepatu olah raga, Naruto lebih memilih nyeker. Meresapi alam, katanya.

Ketika guru Guy memandu kelasnya untuk stretching lalu lari lapangan, Naruto adalah satu-satunya yang paling antusias dan terheboh di antara cewek lain.

Leh ugha pacarnya.

Sasuke tidak bisa tidak bangga punya pacar dengan kandidat terbaik.

Di putaran ketiga, Naruto sedang menikmati semilir angin, rumput di bawah kaki dan juga kehebatannya karena mampu jadi yang terdepan, saat Sasuke menyamai larinya.

"Dobe..."

"Teme! Kau kok menyalipku! Tidak bisa di biarkan!" Naruto tidak peduli dengan Sasuke yang mencoba mengucapkan sesuatu dan meninggalkannya di belakang.

Tapi bukan Uchiha agung Sasuke jika bisa di kalahkan dengan mudah, dia kembali menyejajari pacar cantiknya.

"Dobe, sebentar, aku mau bilang sesuatu."

Naruto tidak menoleh sedikitpun. "Bodo! Aku lah yang seharusnya jadi the greatest pas olah raga! Jangan menghalangiku dengan badan bongsor berpantat ayammu."

Sasuke melotot dan tidak percaya si Aphrodite masih mampu lari lebih cepat lagi dari sebelumnya. Gila saja, padahal dia sudah cukup ngos-ngosan. Namun untungnya, seperti yang dibilang Naruto, Sasuke memang punya tubuh bongsor yang juga dilengkapi sepasang kaki jenjang sehingga mampu melangkah sepanjang galah.

"Ayolah, aku cuma mau bilang sesuatu." Kata Sasuke di dekat kuping Naruto.

Otot bibir Sasuke tertarik senang ketika Naruto membalasnya dengan pelototan. Pelototan pun rasanya jadi enak kalo dari cewek cantik.

"Oke, ngomong!"

"Keringatmu beleleran kemana-mana, kau seksi sekali."

Sip.

Sasuke tahu dia tidak biasa menggombal. Otaknya tidak berisi kalimat puitis untuk menyenangkan hati cewek. Tapi harusnya itu mampu menggetarkan Naruto, mengingat dialah satu-satunya cewek di mata Sasuke.

Harusnya.

Tapi agaknya Sasuke lupa bahwa ini Naruto Namikaze, cewek begal yang absurdnya minta ampun.

Naruto malah menendang bokong Sasuke lalu melengos begitu mendapat gombalan tidak mutu dari si diktator. Sekalipun cowok multi talent itu sekarang sudah naik pangkat jadi pacarnya, entah kenapa, Naruto semakin iritasi jika Sasuke membuatnya dag dig dug serr.

"Sudah berapa kali ucapan penuh kotoran itu kau lempar pada cewek-cewekmu, eh?"

Sasuke mengelus bokongnya yang baru saja kena tendangan. Ingin menangis sebenarnya. Naruto suka sekali membullynya. Tapi Sasuke sudah membulatkan tekad dengan menjadi pacar idaman untuk Naruto. Segalanya dimulai dari sikapnya. Dia harus lemah lembut menghadapi Naruto yang tidak hanya cantik tapi juga bar-bar.

"Cewekku memang banyak." Dustanya.

"Oh ya? Kenapa mereka mau-mau saja denganmu yang sejenis amplas cat?"

Sabar, Sas!

"Entah, tapi cewekku tidak berkurang satu pun walau mereka tahu aku pacaran denganmu." Sasuke menyamai lari Naruto yang sama sekali tidak melambat. Sasuke takut Naruto terlalu lelah.

Demit Tuhan, itu buruk.

Karena Naruto akan jadi super menyebalkan jika sedang tidak dalam mood baik. Berkali-kali lipat lebih menyebalkan. Dan berkali-kali lipat lebih tega membullynya. Sasuke ingat banyak kejadian. Seperti dia yang diguyur air seember, diseret untuk jadi pel dadakan di koridor, dan banyak lagi.

Anehnya, dan tanpa disadari, Sasuke sendiri sebenarnya yang suka cari masalah dengan Naruto. Mungkin cowok ganteng, jenius, dan mantan ketua OSIS itu terlalu masokis.

"Kau punya cewek selain aku, sekarang?" Tanya Naruto, dia sudah melambatkan lari dengan wajah penasaran.

Sasuke tersenyum. Naruto cemburu! Demi apa?

"Akhirnya kau notis, dobe..."

"Apa?"

"Akhirnya larimu pelan juga, maksudku."

"What!"

Sasuke mengernyit. Tidak mengerti kenapa wajah Naruto sekarang mirip kecolongan kolor.

"Sialan kau, teme!" Naruto secepat kilat menghilang dari hadapan si ganteng Sasuke. "Pokoknya aku yang terbaik di kelas olah raga! Guru Guy! Kau lihat, aku yang terbaik kan?!"

Kali ini Sasuke beneran berhenti berlari dan hanya memandang melas Naruto yang sedang lari terbirit tidak berarah. "Naruto! Dobe, tunggu!"

"Tidak mempan! Jangan ganggu aku lagi, teme, atau ku botaki rambutmu!"

Naruto yang keras kepala tentu saja selalu ingin diakui menjadi yang terbaik. Konyol sekali Sasuke sampai tidak sadar menghambat makhluk sempurna itu untuk jadi yang terbaik.

"Guru Guy?! Sas, woi, ayam! Guru Guy dimana?" Teriak Naruto dari ujung lapangan.

"Itu...sebenarnya dari tadi aku cuma mau bilang kalau semuanya sudah ke kolam renang, dobe."

"APAH?" Teriak Naruto tidak santai.

Sasuke meringis saat melihat Naruto menatapnya dari jauh, syarat akan neraka dunia yang sudah siap untuk Sasuke.

-LINE BREAK-

Akhirnya Naruto diiringi Sasuke masuk ke gymnasium bagian kolam renang, paling terakhir. Guru Guy sedang memberi pengarahan saat keduanya masuk barisan dengan mencolok. Guru Guy melihat mereka. Naruto seketika melengos dan memilih memelototi Sasuke yang walau wajahnya sedang sedatar papan, hatinya ketar-ketir takut akan ancaman diremas pacarnya yang super duper tega.

"Kenapa kalian telat, wahai anak-anak muda?"

"Lupa jalan, sensei." Jawab Naruto asal saat teman-temannya serempak menoleh padanya dan Sasuke- yang jelas tidak bisa diandalkan dalam situasi macam ini.

"Pacaran dengan Sasuke itu bukan pengaruh baik, Naru. Putus saja!"

Itu entah suara siapa dan dari sab barisan berapa, yang jelas Sasuke terbakar dan menatap tajam semua cowok kelasnya. Yang tadi kan suara cowok, cowok yang pastinya anggota Aphrodite club.

"Iya, Naruto. Entar kau diena-ena Sasuke-kun. Jangan mau, berat, mending putus saja. Aku tidak apa jika kau paksa menggantikanmu."

Duh, barusan itu juga darimana lagi asalnya.

Sasuke membersit menutupi kekehannya yang sudah nyaris lolos. Otaknya mendadak jadi kotor, penuh debu bernama latin Naruto Namikaze.

"Aroma semangat masa muda ada dimana-mana, tidak masalah! Sekarang Naruto, Sasuke, ganti baju kalian dengan baju renang yang sama dengan yang teman kalian pakai."

Sasuke masih membersit sambil berjalan keluar barisan dan berjalan menuju ruang ganti. Naruto sudah berjalan di depannya. Tanpa sadar, Sasuke tersenyum memikirkan akan melihat pacarnya dengan pakaian renang.

Siapapun, sadarkan Sasuke!

-TBC OR END-

IT IS UP TO U, again and over again.

Maafin kalo perpotongan ini engga enak banget. Bayangin aja sendiri, gue Cuma ngumpan ye?

Eh btw gue post story baru. buut.. famdom lain (EXOHH). Kali aja lo tertarik~ cek profil guee.