Disclaimer : Naruto Masashi Kishimoto

WARNING! Typo(s), OOC, Gaje, Crack Pairs, Alur dan Konflik yang tak jelas serta Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.


B : Bayi

"Tou-san . . ."

Pekik Minoru pada sang ayah, bocah berusia 4 tahun itu melepaskan diri dari gandengan tangan sang ibu dan berlari memasuki rumah mereka yang terletak di kompleks Hokage. Ino menghela napasnya panjang, hanya mampu menggelengkan kepala dengan tingkah sang buah hati bersama Minato, "Jangan lari-larian di dalam rumah, Minoru! Ingat terakhir kali kau melakukannya dan memecahkan beberapa guci kesayangan Kaa-san?" pekik Ino mengikuti Minoru dari belakang.

Bocah tampan dengan seringaian khas seperti kakak dan ayahnya itu tak mengindahkan perkataan sang ibu, ia berlari menuju ruang baca namun nihil ia tak menemukan sang ayah, "Tou-san!"

"Minoru, jangan berteriak-teriak seperti itu!" Ino mendengus kesal dengan tingkah sang putra, ah! Mungkinkah ini karma masa lalu karena dia begitu bawel dulu? Tapi, bukankah ia sekarang masih bawel?!

Ino menahan tawanya sendiri menyadari kelakuannya dulu, ibu satu putra dan akan menjadi 2 dalam beberapa bulan lagi itu kemudian mengangkat kedua bahunya tak mengerti, "Mungkin Tou-san sedang berada di kamar! Cobalah cari ke kamar!" perintahnya begitu keluar dari dapur dan menemukan wajah sang putra yang bibirnya tertekuk ke bawah "Memang kau ingin bertanya apa pada Otou-san?" senyum Ino merekah ketika ia telah dekat dengan posisi Minoru yang terduduk lesu di kursi.

Ia mengusap pucuk kepala Minoru lembut dan duduk di samping bocah dengan garis wajah yang sangat mirip Minato itu.

"Kaa-san!"

"Ya …" Ino mengernyitkan dahinya penasaran dengan apa yang akan dipertanyakan sang putra.

"Dari mana asalnya bayi?"

Perlu sepersekian detik untuk Ino dapat mencerna perkataan sang putra, "Kaa-san!"

Ja-ja-jadi … Minoru hanya ingin menanyakan hal ini pada Minato-kun?

Uhukkk uhukkkk~

Ino terbatuk demi mendengar pertanyaan sang putra, "Kaa-san kenapa?" tanyanya polos, tak mengerti.

Minato yang baru saja turun dari lantai 2 terlihat khawatir dan berlari menuju istrinya berada, menepuk-nepuk punggung Ino pelan dan memberikannya minum, "Ada apa? Apa kau baik-baik saja?"

Urghhh~ ia benar-benar tak pernah mengira bahwa Minoru akan menanyakan hal ini, bagaimana ia harus menjawabnya?

Ino membelalakkan matanya pada sang suami, memberi tanda bahwa sang putra sedang 'berulah', namun sepertinya Minato tak mendapatkan petunjuk, ia malah membelai perut Ino lembut "Apa dia baik-baik saja?"

Ya Tuhan! Minato-kun!

Tidak sekarang!

Ino memandang ekspresi Minoru yang tak dapat ia artikan, "Di perut Kaa-san ada bayi? Bagaimana Kaa-san bisa memasukkan bayi ke dalam perut?"

Kriiik kriiik kriiikkk~

Ino bahkan Minato terdiam, tak ada yang berniat untuk menjawab kepolosan sang anak menyisakan Minoru yang memandang kedua orangtuanya yang menganga menatapnya.

Apaa? Apa dia membuat pertanyaan yang salah?

Minoru menepuk dahinya pelan.

"Tou-san! Kaa-san!"

"K-k-kau … mengapa kau menanyakan hal itu, Minoru?" Minato akhirnya angkat bicara setelah dapat menguasai diri. Ingatkan dia agar anaknya tidak banyak menghabiskan waktu dengan Kakashi!

"Kakashi-jii menyuruhku menanyakannya pada Tou-san!"

Kheh~ benar yang ia duga! Semua ini pasti ulah anak didiknya dulu.

"Heii! Dengar ya jagoan!" Minato mendekat pada Minoru dan mendudukkan dirinya agar sejajar dengan sang putra, "Kau akan mengetahuinya jika sudah besar nanti! Sekarang belum waktunya kau untuk mengetahuinya, dan satu lagi! Jangan pernah mendengarkan apa yang dikatakan Kakashi-jii padamu! apa kau mengerti?"

Minoru mengerucutkan bibirnya, ia tak mengerti mengapa ayahnya tak mau menjawab pertanyaanya, padahal itu hanya satu pertanyaan, apa susahnya menjawab?

"Mengapa kau tak menanyakannya saja pada Onii-chan?"

Minato seketika mengalihkan pandangannya pada Ino dengan ekspresi 'apa maksudnya ini?'

Namun, istrinya itu hanya tersenyum penuh kemenangan. Saatnya untuk membalas dendam pada anak tirinya khekhekhe~

"Itu ide bagus! Aku akan ke rumah Onii-chan sekarang! Aku pergi! Aku sayang Kaa-san dan Tou-san!" Ucap Minoru, ia dengan semangat menurunkan tubuh mungilnya dari kursi, memeluk ibunya erat sebelum akhirnya berlari keluar untuk mencari Onii-chan kesayangannya.

"Kau benar-benar jahil, huh?!"

"Tapi kau mencintaiku bukan?" kekeh Ino, jemari lembutnya membelai perut besarnya yang sudah menginjak usia 6 bulan itu.

"Jangan bermimpi!" sergah Minato dan menarik tubuh Ino ke dalam pelukannya.

Sementara itu …..

"Onii-chan! dari mana asal bayi?"

Uhuukkkk uhukkkkkkkk~

Naruto tersedak kuah ramen yang sedang ia santap, "Minoruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu~"

.

.

.

.

See You Next Chapter ^^


Khekhe~ maaf ngetik di Hp, tiba-tiba dapet ide ini saat makan siang jadi belom di-edit xD.

Kenapa Ino dan Minato bisa menikah? Sedikit akan dibahas di chapter-chapter selanjutnya xD. Yang pasti pikiran saya tertuju pada bagaimana jika mereka membina rumah tangga begitu :v.

Enjoy ^^

#Vale