Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

WARNING! Typo(s), OOC, Gaje, Crack Pairs, Alur dan Konflik yang tak jelas serta Penempatan tanda baca yang tidak sesuai dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.


L : Lie

Bocah laki-laki berusia 10 tahun itu menggandeng adiknya yang berusia 5 tahun menuju sebuah Training Ground dimana ia menghabiskan waktu melatih jutsu-nya, "Bisakah kau berjalan lebih cepat, Mikomi-chan?" perintahnya memandang gadis kecil dengan ikatan rambut ekor kuda yang terlihat mengerucutkan bibirnya akibat ketidaksabaran sang kakak.

"Aku lelah, Onii-chan." keluhnya namun tetap melangkahkan kakinya berusaha untuk mengimbangi langkah Minoru yang lebih lebar, "Aku tahu, Mikomi-chan! tapi kita harus cepat sampai, Yuki-chan pasti sudah kelaparan."

Yuki-chan?

Hanya mendengar nama itu saja Mikomi menjadi bersemangat dan melepaskan gandengan tangannya dari sang kakak, berlari memasuki wilayah yang di dominasi dengan hutan itu, Minoru menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil dengan tingkah laku adiknya yang mirip sekali dengan sang ibu itu, "Hati-hati, Mikomi-chan!" pekiknya dan berjalan menyusul sang adik yang sudah sampai di tempat dimana mereka meletakkan Yuki.

"Yuki-chan . . .!" teriak gadis kecil yang mewarisi kecantikan ibunya itu, "Aku dan Minoru-nii datang!" Minoru yang tepat berada di belakang sang adik itupun berlutut di samping Mikomi dan mengusap lembut bulu putih milik kucing mereka, "Kau pasti lapar!"

Minoru meletakkan bento yang diam-diam ia bawa, beberapa hari ini ia dan Mikomi terpaksa berbohong pada Otou-san dan Okaa-san mereka demi melindungi kucing lucu ini, andai saja Mikomi tidak merengek untuk memelihara kucing ini diam-diam maka dia tidak akan berbuat sejauh ini. Ia sangat menyayangi adik kecilnya tak peduli bahwa ia berbohong pada Orang tua mereka, menyisakan separuh jatah makannya untuk kucing yang memiliki bulu putih seputih salju itu.

"Makanlah Yuki-chan!" ucap gadis kecil itu polos, menggeser bento-nya untuk lebih dekat pada sang kucing.

Hah~ Minoru yakin benar jika ayah dan ibunya tidak akan mengijinkan mereka memilhara Yuki-chan di rumah, terutama sang ibu yang selalu cerewet dan mengeluh bagaimana berantakannya rumah mereka karena ulah Mikomi dan dirinya.

Ia memandang lembut sang adik yang bersenandung riang mengelus bulu putih milik kucingnya tak menyadari bahwa saat ini kedua orang tua mereka tengah berdiri di belakang mereka.

"Ada yang mau kalian jelaskan pada Otou-san dan Okaa-san, Minoru? Mikomi?"

Mikomi dan Minoru terkejut seketika. Suara ibu mereka? Perlahan keduanya membalikkan tubuh mereka dan menemukan sosok ayah mereka yang tersenyum lebar dan ibu mereka yang berkacak pinggang dengan ekspresi muka yang sulit untuk diungkapkan, "Tou-chan . . . Kaa-chan." seru Mikomi dan menarik Yuki kedalam pelukannya.

"Darimana Kaa-san mengetahui kami berada di sini?" keluh Minoru pelan namun cukup mampu untuk membuat Ino mendekati putra pertamanya bersama Minato itu, "Sejak kapan kau belajar untuk berbohong, Minoru-kun? kau bilang kau akan berlatih dan membawa Mikomi-chan untuk menemanimu, menyisakan makanan kalian setiap hari dan lihatlah apa yang kalian lakukan di sini?!"

Melihat sang kakak yang mendapat amukan sang ibu membuat gadis kecil kesayangan Minato itu merasa bersalah, bagaimanapun juga kakaknya melakukan semua ini karena permintaanya, "Jangan memarahi Minoru Onii-chan, Kaa-chan!" pinta gadis kecilnya dengan kucing berada di pelukannya sementara itu Minato tersenyum memandangi ketiga anggota keluarganya dan berjalan mendekati sang istri dan kedua anaknya, Minoru hanya menundukkan kepalanya menyesal sedangkan Mikomi menggigit bibirnya untuk menahan air mata yang mendesak untuk keluar, "Apa kita bisa memeliharanya, Tou-chan? ku mohon . . . !"

Huh~ Ino menggelengkan kepalanya mengerti apa yang akan terjadi kemudian, Minato paling tidak mampu menolak permintaan Mikomi jika gadis itu mulai merajuk dan mengeluarkan tatapan puppy eyes-nya.

"Ku mohon . . ." ucap gadis kecilnya yang menegadahkan kepala untuk bertemu pandang dengan mata sebiru lautan milik sang ayah, "Kasihan dia, dia tidak memiliki siapapun untuk merawatnya, bagaimana jika ia kelaparan? Bagaimana jika nanti dia disakiti oleh hewan-hewan lainnya?" kedua mata Mikomi berkaca-kaca demi memohon pada sang ayah.

Minato memandang Mikomi lembut, mengusap pelan pucuk kepala gadis kecilnya, "Tanyakan pada Kaa-chan, apa kita boleh merawatnya!" perintahnya lembut kemudian memandang sang istri yang masih terlihat kesal, "Kaa-chan . . ." panggil gadis kecil itu sesenggukkan dan menarik ujung kemeja yang dikenakan Ino membuat wanita cantik bermata indah itu melembut, "Mikomi-chan . . . ," ungkapnya mensejajarkan tubuhnya dengan sang putri dan mencubit gemas kedua pipi gembilnya, "Boleh aku memeliharanya? Aku berjanji tidak akan berbohong lagi dan meminta Minoru-nii untuk membantuku menyembunyikan sesuatu lagi, aku akan merawatnya dan memastikannya tidak membuat rumah berantakan. Aku mohon, Kaa-chan." pintanya polos.

Minato menepuk pundak sang putra yang tertunduk lesu, bangga dengan sikap sang putra yang sangat melindungi adik perempuanya itu. Minoru memandang sang ayah yang tersenyum kepadanya, "Tou-san . . . maafkan aku karena telah berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari Tou-san dan Kaa-san."

"Kau harus mendapat hukuman karena kau telah berbohong pada kami, Minoru!"

"Ouchhh! Tou-san!" keluhnya, "Aku 'kan sudah jujur."

"Jujur? Bagaimana jika Tou-san dan Kaa-san tidak mengikuti kalian kemari? Apa kalian akan memberitahu kami secepatnya?"

"Maafkan kami . . ." ungkap kedua pasang kakak-beradik itu bersamaan.

Hah~

Ino dan Minato saling berpandangan, "Baiklah kau boleh memeliharanya, Mikomi-chan! dan tepati janji kalian pada kami!"

"Yeayyyyyyy!" teriak Mikomi ceria dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Ino, "Terimakasih, Kaa-chan." dan menciumi tanpa henti pipi Ino, membuat wanita Namikaze itu tertawa geli dengan tingkah manis putrinya, "Oke, oke! Nona cantik." Ujar Ino dan membalas Mikomi dengan menciuminya tanpa ampun.

Minato dan Minoru tersenyum melihat kedua perempuan yang mereka cintai itu, "Minoru?!"

"Ya Tou-san?"

"Berlatih dengan Tou-san setelah kau pulang dari Akademi selama 1 bulan! Dan kau harus tepat waktu, jika tidak . . . kau tidak mau menambah lama masa hukumanmu, bukan?" Minato menyeringai jahil dan meninggalkan putranya untuk mendekati Ino dan Mikomi yang masih berpelukan sementara Minoru terlihat kesal dengan hukumannya, terbayang bagaimana sang ayah akan menyerangnya nanti. Minoru mendengus kesal.

"Ayo kita pulang, Minoru-kun!" panggilan sang ibu akhirnya membuyarkan bocah 10 tahun itu, ia kemudian berlari kecil untuk menyusul keluarganya, Minato menggendong Mikomi di belakang tubuhnya sedangkan Ino membawa Yuki di gendongannya.

.

.

.

.

"Huh~ dan pada akhirnya aku juga 'kan yang harus mengurus kucing itu!" keluh Ino setelah keluar dari kamar mandi, menyibak selimut tempat tidur mereka hingga akhirnya Ino berada di samping Minato yang sedang membaca gulungan jutsu yang akan ia ajarkan pada Minoru besok, pria itu meringis geli dan segera menutup gulungannya, menaruhnya di laci tepat di samping kasurnya, "Kau hebat!" ungkap Minato tersenyum dan menarik Ino ke dalam dekapannya.

"Terimakasih telah memberikanku putra dan putri sehebat Minoru-kun dan Mikomi-chan, Minato-kun!" desis Ino mempererat pelukannya pada Minato, pria itu hanya diam dan mengecup dahi istrinya seolah dengan kecupan itu sudah menjawab rasa terimakasih sang istri.

"Minato-kun . . .!"

"Hn . . .?"

Ino mengalungkan kedua tangannya pada leher Minato, menarik pria jabrik itu hingga suaminya itu kini berada di atasnya, sepersekian detik mereka saling memandang hingga Minato mengambil inisiatif untuk mendekatkan wajahnya pada Ino.

PYAAAARRRR!

"Arghhhhht! Yuki! Tidakkkk lagi." Rengek Ino dan berhasil membuat Minato tertawa tak tertahankan, "Kau atau aku yang membereskannya Nyonya Namikaze?"

Mengapa harus di saat seperti ini kucing itu berulah, baru saja ia ingin menyampaikan sesuatu pada suaminya itu dan sekarang Minato telah meninggalkannya untuk membereskan segala kekacauan yang ditimbulkan hewan peliharaan baru milik putri mereka itu.

Ahhhh~

Gagal lagi.

.

.

.

.

THE END (See Ya In M Series)


Dedicated buat kak White Azalea, terimakasih untuk idenya hahaha maaf kalau ga sesuai keinginan T_T.

ENJOY ^^

#Vale