Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
WARNING! Typo(s), OOC, Gaje, Crack Pairs, Alur dan Konflik yang tak jelas serta Penempatan tanda baca yang tidak sesuai dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.
N : Nadeshiko Namikaze
Bayi itu benar-benar cantik dengan mata indah berwarna biru, biru yang menyamai warna langit biru di atas sana, kulitnya putih dengan sejumput rambut cokelat lebat yang menghiasi kepalanya, mewarisi rambut cokelat yang diturunkan dari neneknya, Shion Yamanaka.
Bayi yang benar-benar sempurna dimata keduanya, senyum tak henti-henti terlukis pada wajah yang meskipun terlihat kelelahan karena proses melahirkan yang dilaluinya namun masih nampak ayu dengan peluh yang menetes dikeningnya.
Ia memainkan tangan chubby bayi yang baru dilahirkannya, bayi itu nampak tenang, mengerjapkan mata indahnya berkali-kali seolah dapat memandang mata biru kehijauan milik sang ibu, mulut kecilnya menganga membentuk huruf 'o' membuat kedua orangtuanya kini gemas memandangi sosok mungil ini.
"Sempurna..." gumamnya, nyatanya ini bukanlah pengalaman melahirkan yang pertama baginya, namun setiap kelahiran putra maupun putrinya selalu berhasil membuatnya takjub.
"Ia satu-satunya di keluarga kita yang mempunyai rambut berwarna cokelat, huh?!" Minato membelai pucuk kepala bayi cantiknya, sang istri mengamini dengan memberikan anggukan ceria, sementara Minato, mantan Hokage Konohagakure itu memainkan tangan gembil putrinya, gemas.
"Kau akan memberi nama dia siapa, Minato-kun?"
"Nadeshiko Namikaze." Jawab Minato mantap.
"Huh?" Ino mengalihkan pandangannya pada sang suami.
"Ada apa?"
"Mengapa kau menamai putri kita Nadeshiko dengan sangat mantap? Apakah di masa lalumu selain bersama Kushina-san kau juga menyukai gadis bernama Nadeshiko?"
Ino berpura-pura cemberut, Namun Minato terkekeh dan tak tahan untuk mencium bibir plum milik sang istri, "Kau cemburu? Bagaimana menurutmu? Apakah aku pernah menyukai gadis bernama Nadeshiko di masa lalu?" goda Minato.
Ino memanyunkan bibirnya, kesal, ibu dari 3 orang anak itu menjulurkan lidahnya meledek sang suami, "Mana ada yang mau denganmu?"
Minato terkekeh, "Aku bahkan lebih populer dari putra Fugaku yang sempat kau taksir itu!"
"Hoaaahmm... Aku tak percaya!" ungkap Ino.
"Berhenti bicara dan beristirahatlah, berikan Nadeshiko padaku! Mikomi dan Minoru pasti ingin bertemu dengan adiknya!"
"Minato-kun... aku masih mau menggendongnya!" rengek wanita Namikaze itu, namun sang suami yang jauh lebih dewasa darinya itu tak menggubrisnya, ia mengambil Nadeshiko dari gendongan sang ibu, mencium bayi itu gemas.
"Selamat datang di keluarga kita, Nak!" bisik Minato pada telinga bayi itu, sang bayipun tersenyum seolah mengerti apa yang dikatakan ayahnya, "Dan kau, tidurlah! Aku akan mengurus Nadeshiko dan membawanya menemui, Kakak-kakanya! Aku tidak mennerima bantahan!" ujarnya, membuat istrinya itu mendengus kesal.
"Oh! Dan jangan memikirkan apapun karena Nadeshiko bukan nama kekasihku! Aku rasa aku menyukai nama itu!" Minato tersenyum dan mengacak rambut pirang milik Ino, lantas sang Nyonya Namikaze itupun tersenyum puas, tak ingin membantah sang suami lagi, ia kemudian membenarkan posisinya untuk berbaring dan tidur. Nyatanya proses persalinan yang panjang itu benar-benar menguras tenaganya, yang ia butuhkan sekarang adalah tidur sebelum kembali bergadang untuk menyusui putrinya.
Minato nampak lega ketika melihat sang istri mulai terlelap tidur, tak perlu waktu lama untuk Ino tidur mengingat bagaimana waktu yang ia lewati saat melahirkan putrinya, pria 41 tahun itu tersenyum memandang sang putri yang berada digendongannya, "Mari bertemu kakak-kakakmu!" bisiknya pada sang putri, Nadeshiko kecil mengerjapkan matanya seolah mengerti.
=M=
Naruto membelai lembut surai pirang Mikomi, adiknya yang berusia 6 tahun, Hokage Konohagakure itu tersenyum ketika Mikomi memandangnya, "Apa Kaa-san dan adikku akan baik-baik saja?" tanyanya polos, sang Kakak terkekeh dan mencubit gemas hidung mancung gadis cilik itu.
"Tentu saja, sebentar lagi pasti Tou-san keluar membawa adik kita." Ungkap Naruto yang kemudian memandang Minoru yang sedang terlelap tidur dipangkuan Shion, "Apa kau tidak mengantuk seperti Minoru-Nii?"
Mikomi menggelengkan kepalanya, "Aku tidak bisa tidur! Aku ingin menunggu Tou-san!" lagi-lagi sikap Mikomi ini membuat Naruto tertawa, ahh bocah ini mengingatkannya pada Ino kecil, sifat keras kepalanya ini membuat Naruto tak tahan untuk tidak menggodanya lagi, "Apa kau tidak lapar?"
"Onii-san! Jangan menggodaku!" rengeknya, yang otomatis membuat Shion dan Naruto terkekeh.
"Mikomi-chan...! Lihat siapa yang datang!" Shion menunjuk arah dimana Minato tersenyum lebar, menunjukkan deretan gigi putihnya, tawa yang sama persis seperti Naruto, didekapannya, berselimut ungu muda ada sosok mungil yang terlelap tidur, tak seperti kedua kakaknya yang aktif, nampaknya bocah itu mewarisi ketenangan miliknya.
"Tou-san...!" pekik bocah itu, membuat sang kakak yang terlelap tidur itupun terbangun.
"Uhhh!" Minoru mengucek matanya dan bangun dari pangkuan sang nenek, "Dia benar-benar berisik." Protes Minoru belum menyadari bahwa ayahnya telah berjongkok dan menunjukkan adik barunya pada Mikomi.
"Lihatlah, kita resmi memiliki adik lagi!" Naruto menepuk pundak sang adik, ia dan Shion saling berpandangan dan tersenyum ceria, menghampiri Minato dan Mikomi yang memandang takjub bayi mungil di dekapan sang ayah.
Mata bocah berusia 6 tahun itu berbinar, "Apa kau bahagia?"
Mikomi mengangguk sebagai jawaban untuk ayahnya, "Dia cantik, rambutnya cokelat dan..." Mikomi tersenyum, memandang mata adiknya yang baru terbuka, "Dia memiliki mata seperti, Tou-san."
Minato kali ini benar-benar tertawa melihat kelakuan putri keduanya, Mikomi yang menggemaskan itu kini telah tumbuh menjadi gadis kecil yang ceria, masih teringat olehnya peristiwa 1 tahun yang lalu ketika gadis kecilnya itu memintanya dan Ino untuk mengurus kucing yang ia temukan bersama Minoru.
Pada waktu yang bersamaan pula ketika ia mengetahui bahwa akan ada tambahan anggota keluarga di keluarga mereka dan sekarang bayi itu berada di dekapannya, "Cium adikmu!"
Mikomi mencium adiknya pelan, membuat bayi itu menggerak-gerakkan tubuhnya, "Ihihi kau lucu sekali." Mikomi sekali lagi mencium pipi gembil Nadeshiko, "Onii-chan kemarilah! Lihat adik kita benar-benar lucu!" Mikomi memanggil Naruto dan Minoru mendekati ayah mereka, sejenak keduanya nampak takjub melihat bayi mungil itu.
"Ibu mertua, Naruto, Minoru, Mikomi-chan, ucapkan selamat datang pada Nadeshiko."
.
.
.
.
TBC
MINORU IS BACK! SAY HI TO OUR LOVELY NADESHIKO , SEBELUMNYA CERITA INI SUDAH DI UPDATE NAMUN SAYA HAPUS KARENA SUATU HAL HIHIHI JADI INILAH PENGGANTINYA.
ENJOY
VALE ^^
