Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

WARNING! Typo(s), OOC, Gaje, Crack Pairs, Alur dan Konflik yang tak jelas serta Penempatan tanda baca yang tidak sesuai dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.

WARNING : JUICY CHAPTER


Chapter 15 : Old

.

.

.

.

OLD

.

.

.

.

Minato memandang lembut bayi perempuan yang ia letakkan di kasurnya, Nadheshiko, bayi berusia 40 hari yang menyita semua perhatiannya, tidak! Bukannya ia tidak mencintai tiga anaknya yang lain, hanya saja putri kecilnya ini tak pernah ia sangka akan 'hadir' di keluarganya, mengingat berapa usianya sekarang, ahh! Iya! Ia belum setua itu! Namun, ia merasa sangat tua mengingat berapa seharusnya ia berusia sekarang.

Ia tersenyum ketika melihat bayinya membuka mata, menggerakkan tubuh mungilnya, berusaha untuk 'lepas' dari kain yang melilit tubuh kecilnya, "Kau sudah bangun, Hmmm?!" Suara berat pria itu lembut menyapa putri barunya, tangan besarnya mengusap lembut dahi sang putri Namikaze. Bayi itu, meski belum bisa melihat dengan jelas sang ayah, tersenyum dan mengerjapkan mata, mulut mungilnya membentuk huruf 'o' dan menggeluarkan celotehan khas bayi membuat pria itu terkekeh dan tak kuasa untuk tidak mengangkat tubuh mungil putri Namikaze itu ke dalam pelukannya, menyandarkan tubuh kekarnya dan memandangi sosok mungil berambut cokelat di pelukannya, tak menyadari bahwa sekarang sosok pirang lainnya tengah memandangi ia dan putrinya dengan senyuman mengembang di paras cantiknya.

"Minato-kun,…" suara lembutnya menyapa sang suami yang kini mengalihkan pandangan ke arahnya, pria itu membalas senyum sang istri, "Apa yang sedang kau lakukan?" Ia menutup pintu kamar dan berjalan mendekati mantan Hokage keempat itu, mendudukkan tubuhnya disamping Minato.

"Apa yang sedang kau lakukan?" Ia tersenyum, "Halo sayang…." Jemarinya memainkan tangan gembil milik sang putri.

"Ino…."

"Hmm?"

"Apa ku tidak malu memiliki suami setua aku?"

Pertanyaan bodoh macam apa yang ditanyakan sang suami?! Sudah berkali-kali ia mengatakan pada Minato bahwa ia tak pernah ambil pusing perihal perbedaan usia yang mereka miliki, ia mencintai Minato sepenuh hatinya, "Lagipula kau adalah pria tua yang sexy!" Goda Ino pada Minato, membuat pria itu merona, terkekeh dengan tingkah antik sang putri Yamanaka.

"Kau tidak malu berkata seperti itu di depan putrimu, huh?" Ledek Minato, "Apa Mikomi dan Minoru sudah tidur?" Tanyanya sembari beranjak dari tempat tidur, pelan ia berjalan menuju box bayi Nadhesiko yang tidak jauh dari kasur mereka, hati-hati ia meletakkan tubuh mungil putri mereka di box miliknya, menepuk pelan ketika Nadhesiko kecil bergerak agar sang putri baru Namikaze itu kembai tidur.

"Aku baru saja menidurkan Mikomi-chan, Minoru-kun sudah dari tadi terlelap, ia mungkin lelah karena kegiatannya di akademi." Ino membenarkan posisi tidurnya, membenamkan tubuh lelahnya dibalik selimut tebal.

"Kau pasti lelah." Setelah memastikan Nadhesiko sudah tenang, ia kemudian memusatkan perhatiannya pada Ino yang membalas tatapannya yang entah apa yang sedang ia pikirkan.

Minato menyibak selimut dan bergabung dengan istrinya, "Apa yang sedang kau pikirkan?!" Minato membelai lembut pipi wanitannya.

Ino mengamati figur tampan sang suami, usianya tak lagi muda, namun entah mengapa ia seperti tidak termakan usia, tubuhnya masih kencang, tak nampak keriput sedikitpun pada wajah tampannya, belum lagi otot perut dan dada bidangnya yang membuat tampilannya semakin sexy. Meskipun acap kali prianya merasa bahwa ia menua tapi ia tidak melihat sedikitpun tanda-tanda penuaan itu pada dirinya.

"Kau tampan. Aku beruntung memilikimu, Minato-kun."

Minato tersenyum lembut, merengkuh tubuh yang lebih kecil darinya itu, "Meskipun aku tua?!" Godanya, membuat Ino memukul pelan dada bidang milik suaminya.

"Sudah berapa kali aku bilang untuk tidak mengatakan itu?! Kau bahkan tidak memiliki keriput menghiasi wajah tampanmu!" Ia membelai surai pirang suaminya, dahi, pipi dan bibir tipis sang Hokage ke-4, "Aku memiliki selera tinggi, kau tahu!"

Minato terkekeh, "Jangan memulai, Ino!" Minato menggeram tertahan begitu tangan Ino dengan nakalnya menelusup ke dalam kaos sang suami.

"Kau pasti merindukanku." Menggoda sang suami.

"Ungh…"

"Begitu 'nakal' untuk orang setua dirimu, Sayang." Bisik Ino, memainkan tangannya di sana.

"Jangan memulainya! Aku tidak akan bisa berhenti jika kau tidak menghentikannya sekarang."

Tak menghiraukan suaminya, tangannya semakin nakal menyusuri tubuh indah suaminya, sesekali ia mencium leher jenjang prianya, "Sudah 40 hari, apa kau tidak mau mengambil jatahmu?" Bisiknya.

"Ino…, hhh, hentikan!"

"Tidak mau." Jawab Ino seenaknya, kembali memberi perhatian pada salah satu anggota tubuh Minato yang sangat dirindukannya.

"Cukupp! Hhh…, kita akan membangunkan Nadhesiko!"

"Tahan suaramu, Sayang! Malam ini aku akan menyenangkan suamiku yang tua ini." Ino tersenyum nakal, mencium penuh gairah sang suami yang begitu ia 'rindukan', rasanya menggodanya saja tidak cukup malam ini, ia menginginkan suaminya malam ini, sejak usia kandungannya 8 bulan mereka tidak melakukannya, sampai 40 hari usia Nadhesiko, sudah hampir 4 bulan ia tidak merasakan suaminya.

"Uhhh, Apa kau yakin akan baik-baik saja? Maksudku lukamu."

Ino mengangguk, "Aku menginginkanmu, Minato-kun sayang!"

"Aku tidak akan menahan diriku lagi, Ino!"

Minato menarik tubuh Ino menghimpit tubuh kecilnya, dengan tatapan hangat dan ingin segera 'melepas' hasratnya, selama ini ia harus menahan diri untuk tidak menyentuh sang istri dan memuaskan kebutuhan miliknya di kamar mandi, ia tidak mau membuat Ino kelelahan hanyak untuk sekedar melayaninya, meski itu sudah menjadi tugas seorang istri, Namun ia perlu menjaga miliknya, ia tak ingin menyakiti miliknya, hanya menahan diri selama 4 bulan tak masalah baginya toh, ia masih bisa 'memuaskan' dirinya sendiri.

"Ahh, aku benar-benar merindukanmu, Minato-kun…."

"Kau merindukan pria tuamu ini, huh?"

Lumatan lembut mendarat di leher dan dada putri mendiang Yamanaka Inoichi itu, membuatnya mau tak mau menahan suaranya agar tak keluar. Ahh dia benar-benar merindukan sentuhan-sentuhan sang suami.

Tua? Minato tidak tua, nyatanya pria berumur lebih menggoda dari teman-teman seusianya, Minato lebih dari mereka di berbagai aspek dan ia benar-benar beruntung memiliki Minato dan bersyukur bahwa ia mempunyai pria yang menjaga dan menyayangi keluarganya.

"Aku mencintaimu, Minato-kun, hhhh..."

.

.

.

.

THE END (See Ya In P Series)


Minoru is back. Kecut? Kurang kecut? Atau kekecutan? :D

Enjoy ^^