Disclaimer : Naruto©Masashi Kishimoto

WARNING! Typo(s), OOC, gaje, crack pairs, alur dan konflik yang tak jelas serta penempatan tanda baca yang tidak sesuai dan banyak sekali kesalahan-kesalahan lainnya.

Minoru

.

.

.

.

P : Papa

Mikomi menengadahkan kepala, ia menengokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, mencari keberadaan sosok pria yang kerap kali menyapanya tiap ia bangun tidur, dari box bayi tempatnya berada, ia berusaha untuk meraih sekat yang melindunginya agar tidak terjatuh dan berusaha berdiri, matanya memandang pintu kayu berwarna kecoklatan dimana pria itu akan masuk ke kamarnya dan menggendongnya, namun pagi ini, dimana ia?

Ia menjatuhkan tubuh mungilnya, bibirnya mengerucut, mata bayi berusia 10 bulan itu nampak berkaca-kaca.

hiks hiks uwaaaa...

Ia terisak kemudian menangis kencang.

"Ada apa, Mikomi-chan?" suara pintu terbuka, senyuman dari wanita pirang itu tak mampu membuat si kecil Mikomi menghentikan tangisannya, sosok ibu muda itu mendekati tubuh mungil putrinya, mengangkatnya dan membawanya dalam dekapan hangatnya, "Shhh! Ada apa? Mama disini!" Yamanaka Ino, ahh bukan! sekarang ia telah menyandang nama keluarga sang suami, Namikaze, Namikaze Ino menepuk pelan punggung Mikomi dan mengusapnya lembut.

Sang bocah tak menghentikan tangisannya, ia memeluk leher sang ibu, jari mungilnya menunjuk pintu, menginginkan untuk sang ibu mengajaknya keluar. Ino tersenyum lembut, "Kau mau keluar?"

Mikomi mengangguk.

"Baiklah! Mama akan membawamu keluar, jangan menangis lagi!" dengan cekatan jemari lentik milik Ino menghapus bulir-bulir air mata yang jatuh di pipi gembil sang putri, ahhh Mikomi benar-benar membuatnya gemas. Ia mengacak rambut pirang milik sang putri, benar-benar cantik. Ia tersenyum, tak mampu menyembunyikan rasa gemasnya dengan menciumi dahi, hidung mungil, bibir merah dan pipi chubby milik Mikomi.

Ibu muda itu lantas membawa sang putri untuk keluar dari kamar dan menuruni anak tangga hingga akhirnya membawanya ke ruang makan, menempatkan bocah perempuan cantik itu di kursi tinggi khusus balita yang diletakkan di samping kursinya, "Kau disini dulu, Mama akan menyiapkan bubur dan susumu, Ok?!"

Mata berwarna biru laut milik Mikomi mencari keberadaan pria itu, ia tidak ada disini! dimana dia?! Apakah ia melupakannya?!

"Paaaaa!" ocehnya.

"Huh?" Ino membalikkan tubuhnya, "Paaaaaa?!" Mikomi membuang sendok yang diletakkan Ino pada mejanya.

"Pa? Pa apa, Mikomi-chan?" Ino memungut sendok milik Mikomi, "Tidak boleh membuang-buang barang seperti ini?!" ia kemudian menaruh sendok tadi di wastafel untuk ia cuci nanti, ada apa dengan putrinya pagi ini? Tidak biasanya ia akan tantrum di pagi hari, Mikomi adalah tipe bocah aktif namun tidak akan seperti tadi. Ia menghela napas panjang, membawa bubur dan segelas air untuk ia suapkan pada putrinya, "Mikomi-chan...!" Ino mengambil tempat duduk disamping sang putri, "Pa!" ocehnya kembali.

"Ada apa?!" ia menjawil gemas pipi gembul itu, "Pa? apa kau mencari Papa?"

"Paaaaaa!" ia terisak, "Paaaaa..."

Ahh benar! Pagi ini Minato pamit untuk latihan bersama Shikamaru, biasanya ia yang akan membawa Mikomi ke ruang makan dan menyuapinya.

Ino terkekeh, "Kau terkejut karena Papa tidak menyapamu pagi ini, huh?" Ino mengusap lembut kepala putranya, "Kita akan menemui Papa! habiskan buburmu dulu!" ungkap ibu muda itu, mengambil sesuap bubur untuk ia suapkan pada sang putri, Aa?"

"Pwaaaa!"

Ino tak mampu lagi menahan gelak tawanya, balita itu memakan buburnya namun juga dengan memanggil sang papa.

"Lekas habiskan buburnya, kita akan menemui Papa di training ground."

..Training Ground..

Hari ini kali pertamanya Minato meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada Mikomi, Apa putrinya itu akan baik-baik saja? hfft ia tidak baik-baik saja! Ia sangat tidak ingin meninggalkan putri kecilnya itu, namun ia harus disini untuk menjaga stamina tubuhnya yang ia rasa sudah jauh berkurang, usianya tak lagi muda dan ia juga tak ingin sakit-sakitan, Minoru dan Mikomi masih membutuhkannya dan sungguh ia belum ingin mati untuk kedua kalinya.

"Anda tidak fokus, Minato-sama!" Shikamaru terengah, mengusap keringat pada dahinya, "Ada apa, Minato-sama?"

"Tidak apa, kurasa latihan kali ini harus kita sudahi, Shika!"

"Kita belum ada 2 jam disini dan anda sudah ingin kembali pulang?"

Minato mengangguk, "Kurasa Mikomi akan mencariku, aku tidak ingin peristiwa beberapa tahun lalu dimana Minoru mengelilingi Konoha untuk mencariku terulang kembali."

Hah Minoru kecil memang sangat dekat dengan Minato-sama, bahkan bayi Minoru saat itu akan mencari-cari keberadaan sang ayah dan hal ini juga pasti akan terjadi pada Mikomi karena Minato-sama jugalah yang setiap pagi membawa bayi perempuannya itu ke ruang makan. Masih teringat jelas pada ingatan Shikamaru bagaimana Minoru kecil mengelilingi Konoha hanya sekedar untuk mencari ayahnya, dan Mikomi adalah bayi perempuan yang mirip sekali dengan sahabatnya, pasti ia akan nekat seperti sang ibu.

"Anda benar! Mikomi benar-benar mirip dengan Ino, kupikir ia akan senekat ibunya."

"Apa kau bilang, Shika?!"

Dapat Shikamaru lihat Ino tengah mengendong Mikomi dengan mengerucutkan bibirnya sebal, "Nekat?! tapi kami benar-benar cantik bukan? benar begitu, Mikomi-chan?"

Sang bayi yang berada di dekapannya mengangguk, kemudian raut wajah mungilnya sumringah ketika menyadari pria yang dicarinya tengah berjalan ke arah dimana ibunya dan ia berada, "Paaaaaaaapaaaaaaa!" serunya dengan jelas.

Aaahhh?

Mikomi memanggilnya Papa?

Ino tersenyum sumringah, "Ia tantrum, membuang sendoknya hanya untuk bertemu denganmu, Minato-kun!"

"Papa!" kicaunya kembali, membuat Minato gemas dan mengambil bayi imut itu dari gendongan Ino, "Papa disini Mikomi!" Minato mengacak surai pirang sebahu milik putri mungilnya, "Maafkan papa tidak pamit padamu pagi ini!"

"Ia menangis pagi ini, tidak biasanya kan dia akan menangis saat bangun, ia benar-benar tidak bisa jika terbangun tanpa melihatmu, Minato-kun!"

"Sama halnya dengan Minoru saat ia masih seumuran dengan Mikomi, bukan? ngomong-ngomong dimana Minoru?" tanya Shikamaru pda sang sahabat.

"Naruto-kun mengajaknya ke Hokage Tower ia bilang bahwa ia akan menjaga Minoru-kun sampai Minato-kun menyelesaikan latihan denganmu, Shika."

"Ahh sebaiknya aku membantu Naruto untuk menjaga Minoru, aku pergi dulu Minato-sama, Ino! dan Kau cantik!" Shika mengusap lembut pipi gembil sang 'keponakan', meninggalkan sepasang suami dan istri beserta putri mereka itu di training ground.

"Papa?!" oceh balita itu, menepuk dada sang ayah.

"Ahh sejak kapan kau bisa memanggil Papa, huh?" Minato menjawil hidung mancung putrinya, yang kemudian dibalas pelukan erat tangan Mikomi pada lehernya.

"Kalian melupakan bahwa ada aku disini?"

Minato terkekeh, menarik tubuh ramping Ino kedalam dekapannya, mengecup dahi sang istri mesra, "Kau cemburu pada putrimu sendiri?"

Mikomi mengerucutkan bibirnya, ia masih merindukan papanya, tapi mamanya ikut-ikutan merajuk sepertinya. Kekanakan sekali.

"Papa!" teriak Mikomi.

"Iya, Mikomi! Papa disini!"

Ino tersenyum, ia melepaskan pelukan Minato padanya, "Mama mengerti, Mama mengerti! Papa untukmu sepenuhnya.

Ino tak bisa menyembunyikan tawanya, ahh Mikomi benar-benar salinan dirinya, dan ia tahu benar apa yang ada dipikiran putri kecilnya itu, Mikomi benar-benar tak bisa jauh dari sosok Minato sama halnya dengan Minoru kecil, Layaknya dirinya yang tak bisa jauh dari Inoichi.

Papa, Aku merindukanmu.

.

.

.

.

.TAMAT.


P for Papa. Done. Reupload karena salah File :D.

Enjoy

VALE.