Pintu rumah Naruto diketok, dia dengan santai berjalan menuju pintu rumahnya. Pemuda itu membuka pintu tersebut, wajahnya langsung menunjukkan sebuah keterkejutan yang amat sangat...terkejut.

"Ka-kau!"

Sosok wanita berambut putih panjang, kedua matanya berwarna lavender serta bibir manis yang seolah diberi lipstick merah. Naruto berdiri mematung melihat sosok yang sedang tersenyum pada dirinya itu. "Naruto Uzumaki, pewaris Chakra Ashura."

'Ke-kenapa ada Kaguya disini!?'

[Aku tak tahu Naruto, tapi aku tak merasakan hawa jahat darinya.]

'Yang benar saja?!'

[Demi celana dalam Hagoromo! Aku bersumpah!]

Naruto tak bisa menjawab apapun, dia diam sembari terus menatap Kaguya. Kedua matanya melirik kanan dan kiri, tak ada siapapun yang melihatnya bersama Kaguya. "Masuklah!"

Kaguya tersenyum, lalu mengangguk kecil mengiyakan perkataan Naruto barusan. Mereka berdua masuk ke dalam rumah Naruto, keduanya duduk di sebuah sofa besar yang berada di ruang tamu.

"Jadi, kenapa kau bisa hidup kembali? Dan kenapa kau berada disini? Kau tidak mau kan jika para warga takut akan kedatanganmu, serta dunia Shinobi yang akan berperang kembali jika kau ada disini?"

Kaguya sedikit merengut mendengarkan pertanyaan Naruto barusan, dia lalu beranjak dari tempatnya duduk untuk mendekati pemuda pirang itu. Rengutannya berubah menjadi sebuah senyuman manis nan menggoda, ia pun duduk di atas paha Naruto. Kedua tangannya berada di leher Naruto, bibirnya mulai mendekat ke bibir Naruto.

Pemuda itu bisa merasakan napas yang dihembuskan Kaguya, penisnya menggembung saat dia digoda oleh Dewi Kelinci itu. "Kaguya? Sebenarnya ada apa sih?"

"Aku menginginkan anak darimu."

"..."

[...]

"..."

Naruto memasang wajah bodohnya, sementara Kurama yang berada di dalam tubuhnya tengah menepuk jidatnya melihat Hostnya itu memasang wajah bodoh. Kaguya sendiri tengah tertawa kecil. "Aku serius Naruto Uzumaki."

"Lalu, bagaimana caranya kita membuat anak?"

Kaguya kembali tertawa kecil, sementara Kurama menjedotkan jidatnya di atas lantai yang penuh akan air. "Akan ku ajari, Naruto U—"

"Naruto saja Kaguya."

Kaguya tersenyum, dia kemudian mengelus pipi Naruto. Bibirnya mulai mendekat, deru napasnya menerpa wajah Naruto. Wanita itu mencium bibir Naruto dengan lembut, lidahnya masuk ke dalam mulut Naruto untuk bersilat dengan lidah pemuda pirang itu.

Keduanya berciuman agak lama, tapi Naruto masih saja pasif, ia tak bergerak sama sekali saat Kaguya mencium dirinya, tapi lidahnya ikut bergerak saat Kaguya memasukkan lidahnya. Tangan putih Kaguya pun, merangsek masuk ke dalam celana Naruto, ia mengeluarkan sebuah penis Naruto yang lumayan besar.

Kaguya sedikit terkejut dengan ukurannya, ia malah terus mencium Naruto sembari mengocok penis pemuda itu. Naruto masih belum mau bergeming sama sekali, tapi tubuhnya menampakkan sebuah gerakan kecil, tubuhnya menegang saat Kaguya menyentuh penis ereksi miliknya.

Kaguya menarik bibirnya, dia mengubah posisinya duduk di atas paha Naruto, rok yang dipakainya pun disingkap, menampilkan celana dalam putih yang sudah sedikit basah. Wanita itu melepas celana dalamnya, hingga ia telanjang dibagian bawah saja. Dia kembali tertawa melihat wajah bodoh Naruto. Penis tegang Naruto sudah ia pegang menggunakan kedua tangannya.

"Apa kau tak tertarik berhubungan badan seperti ini?"

"..."

"Seks."

Wajah Naruto mendadak merah semua, kepalanya mengeluarkan sebuah asap yang sangat banyak, melihat reaksi Naruto membuat Kaguya mau tak mau tertawa. Dia pun mengangkat pinggulnya ke atas, dan menancapkan penis Naruto pada vagina miliknya. Sedikit, demi sedikit Kaguya mendorong pinggulnya kebawah, membuat penis Naruto mulai masuk ke dalam tubuhnya.

Naruto meringis saat penisnya merengsek masuk ke dalam tubuh Kaguya, ia merasakan bagaimana sempitnya vagina Kaguya saat dimasuki oleh penisnya. "Ka-kaguya! Sempit!"

Kaguya tersenyum manis, wajahnya masih meringis merasakan penis Naruto yang ia masukkan ke dalam vaginanya. "Ahh~" Kaguya mendesah saat dirinya merasakan gesekan dinding rahimnya dengan penis Naruto, gerakan Kaguya terhenti sejenak, dia membuka semua manik baju miliknya. Wanita itu melepas bajunya, dan membuangnya ke sembarang tempat.

Naruto dengan susah payah meneguk salivanya, dia menatap tajam dua buah benda yang membuat para lelaki termasuk dirinya merasa panas, dua buah benda dengan ujung berwarna merah jambu. Naruto ingin sekali meremasnya, lalu menghisapnya dan...

"Naruto, kau mimisan."

"Eh?!" Naruto langsung mengusap hidungnya yang berdarah. Dirinya tertangkap basah saat darah keluar dari hidungnya. "Su-sudah hi-hmmhp!" Kaguya memotong perkataan Naruto dengan buah dadanya, dia menggencet kepala pirang Naruto menggunakan dadanya, menggesek wajah Naruto di belahan dadanya.

Naruto mau tak mau harus memegang benda kenyal itu, meremasnya lembut sembari menggesekkan wajahnya di sana. Ia menghirup aroma citrus yang menguar dari tubuh Kaguya, membuatnya semakin terangsang.

Kaguya menyeringai mesum melihat pemuda itu, ia pun menggerakkan pinggulnya naik turun. "Kau boleh bermain dengan mereka!" Tubuh Naruto menegang sesaat, ia pun mencubit puting susu Kaguya, memainkan benda-benda itu dengan sesuka hatinya. "Ahh~ ahh~ Naruto~"

Pemuda itu tak lupa untuk menghisapnya, ia berharap keluar air susu dari dalam sana. Kaguya tertawa geli melihatnya, dia memeluk kepala pirang Naruto, dan terus menggerakkan pinggulnya naik turun.

Beberapa saat kemudian, tubuh Kaguya menegang bersamaan dengan tubuh Naruto. "Aku~ keluar~"

Naruto tak tahu harus berkata apa, ia malah memeluk tubuh Kaguya dengan erat, dan tak mengeluarkan penisnya dari dalam vagina Kaguya. Keduanya menegang sesaat, mengeluarkan klimaksnya masing-masing.

Naruto menghela napas lega saat dia selesai mengeluarkan klimaksnya, dia terlihat puas akan hal itu, di atas tubuhnya ada Kaguya yang juga puas dengan klimaksnya, dia juga merasakan kehangatan di dalam vagina miliknya setelah Naruto menyemburkan sperma miliknya.

"Kau lelaki yang hebat."

"Lelaki hebat?"

Kaguya tersenyum tepat di telinga Naruto, posisi mereka masih seperti awal. "Ya, kau lelaki hebat. Mungkin kau bisa memuaskanku, lalu aku hamil dan punya anak dari seorang Uzumaki sepertimu."

"Lalu?"

"Kita akan jadi Suami-istri."

"Hah?!"

Naruto sekali lagi memasang wajah bodohnya, di dalam tubuhnya Kurama mendengkur membiarkan kedua orang itu bersetubuh. "Nanti akan kujelaskan, tapi saat ini kita puaskan dulu penis milikmu."

Naruto pun tersenyum, bukan senyuman biasa, tetapi sebuah senyum mesum yang sesungguhnya. "Kita akan melakukan persetubuhan ini sampai besok."

Disekitar Kaguya ada beberapa sosok Naruto lainnya. "Bayangan? Untuk apa?"

"Memuaskanmu! Mari berpesta!"

Kaguya menatap semua Naruto dengan wajah pucatnya, ternyata Naruto tengah menjahili dirinya. "Oh tidak!"

..

.

Naruto by Masashi Kishimoto