yo agan semua balik lagi dengan arif4342.. hari ini kita masuk ke chapter 14 dimana issei akan bertemu kakak kembarnya di akademi kuoh.. untuk itu mari kita lihat langsung saja ke TKP

chapter 14 : meet oldest sister in academy kuoh

di pagi hari yang cerah yang begitu menenangkan nampaklah hari ini seorang pemuda yang bermabut coklat ala kapten tsubasa sedang bangun dan merupakan tokoh utama dari cerita ini yang bernama hyoudou issei. terlihat jika dia sedang bersiap-siap dengan pakaian kuoh setelah ia melakukan rutinitas paginya yang sangat dia sukai yakni berendam air panas di pagi hari

namun dia terlihat jika issei sedang membayangkan ucapan dari teman masa kecil keduanya yang pada saat itu mengatakan sesuatu yang serius

flashback on

"oiii.. issei-kun" ucap pemuda berambut hitam yang bernama arif rahman

"yo arif-kun. ada apa?" tanya issei kepada arif

"ada yang aku katakan serius untukmu juga kabar untukmu"

"memang apa yang ingin kamu katakan?" tanya issei yang nampak heran yang melihat ekspresi serius. padahal yang dia ingat arif selalu bercanda dan nggak pernah serius. namun dilihat dari ekspresinya bisa dikatakan jika itu hal yang penting

"besok kakak kamu akan bekerja menjadi guru. aku udah tanya kepada kakakmu itu dan dia jawab bahwa dia akan menjadi guru kesenian" ucap arif

"lalu dimana masalahnya?" tanya issei kembali

"masalahnya adalah lokal yang dia akan ajarkan pada jam pagi atau siang. aku juga nggak tahu dimana dia akan mengajar pada saat pertemuan dengan wali murid nantinya" ucap arif

"kita berharap saja bahwa dia nggak akan mengajar di lokal kita saja issei.. jika dia mengajar di lokal kita ada 2 kemungkinan terburuk yang akan kamu hadapi nantinya" sambung arif

"memang apa itu arif-kun?" tanya issei

" pertama, orang tua kamu pasti akan mencaci maki kakakmu dihadapan semua orang yang akan menyebabkan kakakmu keluar lokal kamu dalam keadaan tersenyum namun menangis

lalu yang kedua, kamu pasti akan dihajar oleh orang lain jika terlihat bahwa kamu berani membuat guru cantik itu menangis dihadapan umum sebab di jam kunjungan wali pasti akan ada kegiatan olahraga dan lagi mereka semua pasti mengidolakan onee-chanmu" balas arif yang berhasil membuat issei terdiam. dan itu mudah issei pahami sebab kakaknya pasti akan dikira akan menggunakan dukun atau guna-guna agar mendapatkan pekerjaan sebagai guru dan lagi mereka pasti akan menghina kakaknya dihadapan semua orang. terlebih para senpainya maupun kouhainya pasti akan beranggapan buruk kepada issei akibat kesalahpahaman jika melihat miki menangis

"lalu apa yang harus aku lakukan? aku nggak mau onee-chanku menangis jika kena hinaan dan makian dari orang tuaku itu. dan lagi kan nggak etis juga jika aku hanya berdiam diri saja melihat nee-chanku dihina" tanya issei serta memberikan alasan yang logis

"untuk saat ini kamu antisipasi saja 2 kemungkinan itu. dan lagi aku pasti akan mencegah gerak-gerik orang tuamu yang sudah keterlaluan itu karena mereka masih menganggap kakak kamu itu adalah aib bagi mereka" balas arif

"begitu ya" ucap issei yang akhirnya paham maksud dan tujuan dari arif

flashback off

setelah itu issei langsung berangkat ke sekolah dengan jalan kaki karena dia ingin sehat badan dan raga. sesampainya disana dia bertemu dengan salah satu seseorang yang berambut perak dengan pakaian layaknya preman jalanan

"siapa kamu?" tanya issei

"perkenalkan namaku adalah vali hakuryuuko. vanishing dragon" ucap ucap seseorang itu yang bernama vali

"apa tujuan kamu kesini?" tanya issei kembali dengan tegas

" tidak ada hanya ingin mengobrol dengamu saja" ucap vali yang berjalan menuju issei

tanpa sepengetahuan issei yang lengah terlihat jika telunjuk tangan vali menuju kearah issei yang berhasil membuat issei kaget

"ternyata pertahanan kamu lemah juga" ucap vali dengan sarkasnya melihat issei lengah terhadap serangannya

"boost-" ucap issei yang ingin mengeluarkan gauntlet merahnya. namun, tergantikan dengan sepasang pedang yang entah sejak kapan teracung di leher vali yang siap diputuskan

"tidak akan kami biarkan kamu berani mengacau disini" ucap seseorang yang memiliki wajah tampan yang bernama kiba yuuto

"dan juga tidak akan kami biarkan engkau menyakiti sekiryuutei disini, hakuryuuko" ucap xenovia

"issei.. daijoubu?" tanya perempuan berambut merah darah yang bernama rias gremory

"heh... kalian saja tidak mampu melawan kokabiel malah merasa mampu melawanku yang dikenal hakuryuuko terkuat?" ucap vali yang kini mulai merendahkan kiba dan xenovia karena perkataan vali benar bahwa mereka berdua tidak mampu menghabisi kokabiel sang jendral malaikat jatuh

"lalu kenapa dengan itu hah, naga putih " ucap seseorang yang berada di belakang issei dengan tampang seram ke arah vali

'arif-niichan?!' batin issei yang berteriak histeris

"hah dia nampak lemah dan tidak berguna jika dia menjadi rivalku" ucap vali menunjuk issei diikuti oleh sepasang perempuan yang berada di belakang issei serta 7 perempuan yang berlari kearah arif

'miyuki-neechan, miki-neechan, dan juga temannya narita-san?!' batin issei dengan kaget lagi. dia ingin menanyakan dimana kakaknya ini mengajar, namun dia tahan karena menurut dia itu tidak berguna

"terima sajalah takdirmu itu dasar lemah" ucap arif yang jauh lebih sarkas daripada vali

"heh kau tidak tahu siapa aku" ucap vali kembali

"oh ya? lalu kau ingin dihantam oleh raja naga surgawi disini? hmm..." ucap arif

(kurasa kamu tidak bisa menghindar dari orang yang maniak yang bertarung ya, albion-chan) ucap gauntlelt arif yang menampakkan permata biru mudanya

[ma-masaka kau adalah raja naga surgawi selain ddraig, draco-sama] ucap albion yang kini kaget bertemu dengan 2 raja naga surgawi

(heh pemilik kamu itu benar-benar ingin dihajar agar bisa berpikir waras dan tidak menganggap remeh yang lain hah) ucap draco yang kini mulai mengeluarkan auranya yang sedikit namun membuat suasana lebih mencekam

[ku-kumohon draco-sama jangan membunuhnya. a-aku tidak sanggup jika berhadapan denganmu] ucap albion dengan takut

{hoooo...sebegitu takutnyakah kau sama temanku ini, hmm...} ucap sebuah mutiara yang berada di tangan kiri perempuan berambut coklat sama persis dengan issei begitupun dengan wajahnya yang dikenal dengan hyoudou miki

[ma-masaka su-suara ini zarco-sama. i-iya aku takut sekali menghadapi kalian yang dikenal raja naga surgawi]

'siapa mereka albion, kenapa kamu tampak takut dengan mereka?' batin vali yang kini bertelepati kepada albion

'[mereka adalah sepasang raja naga surgawi, mereka memiliki kekuatan yang sama dengan kita namun, mereka lebih patuh ketimbang aku dan ddraig yang merupakan naga surgawi saat ini. terlebih jika kamu berani menyerang mereka maka dalam waktu 3 detik kamu bakal nggak bisa bergerak akibat menghadapi mereka berdua]' balas albion

'omoshiroi, kali ini aku bisa melawan lawan yang kuat' batin vali

'[bodoh, jangan kau lakukan itu... jika kau lakukan. maka, kau akan pingsan dan tak sadarkan diri selama 1 minggu penuh]' batin albion yang memperingati vali

"hei, dengarkan aku bocah.. jika kamu berani menampakkan dirimu lagi disini dengan kesombonganmu itu lagi.. jangan harap aku akan membiarkan kamu lolos atas apa yang kamu lakukan terhadap temanku yang sudah aku anggap adikku sendiri" ucap arif yang kini mengeluarkan aura yang gila namun berhasil dia tekan semaksimal mungkin yang membuat semua orang disana bergidik ngeri menatap arif dengan tampang seram

'hiii...nggak aku sangka ternyata arif-kun lebih berbahaya' batin akeno yang berdiri disebelah ketuanya entah sejak kapan

'arif-senpai menakutkan sekali' batin koneko yang menatap tampang seram arif dengan muka takutnya

"baiklah akan aku ingat itu" ucap vali yang kini mulai menghilang seperti hantu

"cih... ingin sekali aku menabok kepalanya dan menyeret dia ke sekolah ini dengan pembelajaran selama 3 tahun lebih" ucap arif dengan kesal yang kini mulai tidak mengeluarkan aura naganya yang gila-gilaan

"arif-kun..teernyata kamu nampak mengerikan ya?" tanya issei yang berhasil membuat arif mengangkat alisnya dan bernafas dengan pasrah mendengar penuturan issei

"attarimaida. itu karena kamu adalah teman berhargaku. sesama teman haruslah menolong sesama bukan membencinya" balas arif

"yuk kita masuk karena kita nyaris telat 5 menit untuk meladeni naga tepung itu" ucap arif yang mengejek albion

'(pffft... malangnya nasibmu, albion)' batin ddraig yang kini menahan tawanya dengan kedua tangan besarnya. dan jika kita lihat di mindscape issei bisa dilihat jika ddraig tengah berusaha menahan tawa sekuat tenaga yang mana satu tangannya untuk menutup mulutnya sedangkan tangan satunya lagi memukul-mukul tanah

setelah masuk ke ruangan sekolah mereka langsung berangkat ke lokal masing-masing. namun, dapat dipastikan ada suara yang menginterupsi issei yakninya kedua orang tuanya yang sedang membawa kamera dan terlihat jika mereka merekam adegan sekolah dengan issei. pertama dimulai dari pelajaran matematika yang hampir membuat issei K.O. karena saking sulitnya namun dapat dikendalikan

setelah belajar kini issei istirahat sendiri. namun alangkah terkejutnya jika ketuanya menyuruh dia datang ketempat biasa issei duduk dengan duo mesumnya. mungkin ini isinya

to : issei

from : rias

issei aku harap kamu datang ketempat biasa kamu bersembunyi bersama duo mesum kamu itu. hari ini ada sona-chan tanyakan kepadamu mengenai masalah barusan dimana kamu bertemu dengan hakuryuuko itu

setelah membaca pesan itu hati issei menjadi miris melihat isi pesan yang disebut oleh buchounya

'mattaku... buchou sebaiknya jangan kamu libatkan juga tragedi yang membawa dampak kepadaku dong' batin issei

lalu isseipun berjalan menuju tempat dia bersembunyi bersama duo mesum dari kejaran siswi klub kendo akibat ulahnya dimana dia suka mengintipnya melalui celah lubang yang dibuat oleh duo mesumnya

dan tak lama berselang dia bertemu dengan 2 orang osis yang merupakan ketua dan wakil ketua yang bernama tsubaki shinra dan sona sitri juga orang yang merupakan salah satu pemilik julukan two great onee-sama yang bernama rias gremory

"issei-san ada yang ingin aku tanyakan" ucap sona dengan mata yang agak datar seperti koneko

"eh.. memang apa yang kaichou tanyakan?" ucap issei yang heran karena jarang anggota osis seperti sona yang bertanya kepadanya

"kamu tahukan kejadian yang terjadi memang apa yang ditanyai oleh si hakuryuuko itu?" tanya sona

"dia tidak menanya apapun sona-kaichou. paling dia hanya ingin mengajak ngobrol saja" ucap issei kepada sona

"apa yang dia obrolkan kepadamu?" tanya tsubaki

"paling hanya sekedar ngobrol doang" balas issei kepada tsubaki

"rasanya agak aneh nih rias-chan" ucap sona yang memikirkan ucapan issei barusan

"aku rasa begitu. tapi kita juga harus waspada kepadanya karena kita tidak tahu apa yang akan dia lakukan" ucap rias

teng neng nong

tak lama kemudian akhirnya jam masuk kelas akan dimulai yanng membuat semua murid kembali ke lokal masing-masing

"kalau begitu aku kembali rias-buchou, sona-kaichou, dan tsubaki-fukukaichou" ucap issei yang langsung kembali ke lokalnya

"baiklah hari ini hanya sampai disini dulu diskusi kita dulu. aku mmau berpatroli dulu" ucap sona

"aku rasa begitu sona-chan" ucap rias

akhirnya duo osis dan salah satu 'two great onee-sama' pergi dan dari tempat lokasi penelitian ilmu gaib dan berjalan ke lokal masing-masing

ISSEI POV

akhirnya aku, hyoudou issei pergi menuju kelokalku yang sangat berwarna karena sudah ada onii-chanku sama kakak onii-chanku yang bernama miyuki shiba. aku sangat senang dikarenakan di lokalku tidak ada yang pernah mengajak aku bicara atau bermain selain duo mesumku yang merupakan teman dekatku yang bernama matsuda maupun motohama

sesampainya aku dilokal aku melihat onii-chanku duduk di sebelah asia-chan. aku tidak bisa marah dan tidak bisa cemburu karena onii-chanku tersenyum bila aku memiliki perempuan yang mencintaiku apa adanya

"cepat banget kamu kelokal. ada angin apa ini hingga mau langsung ke lokal?" tanya onii-chanku yang sedang bercanda kepadaku

"katanya sih ada rumor jika ada guru baru yang bakal masuk kelokal kita, arif-kun" ucapku. namun terlihat jika rahang onii-chanku mengeras. aku sengaja memanggilnya onii-chan ketika aku masih SD dimana semua teman-temanku tidak ada yang mau bermain denganku selain irina

"memang ada apa arif-kun?" tanyaku. lalu bisa aku lihat jika dia menulis sesuatu di kertas tersebut. setelah menulis di kertas dia memberikan kertas itu kepadaku dan aku membacanya yang isinya pasti aku pahami

'issei-kun aku yakin sebentar lagi kejadian tidak mengenakan bakalan terjadi. sebab hanya miki-neechan saja yang akan menjadi guru baru itu tidak ada guru lain yang akan mendaftar disini selain onee-chanmu dan lagi pasti orang tuamu akan menghina kakakmu sebentar lagi didepan umum. aku harap kamu bisa mengantisipasi yang kedua dimana kamu akan dihajar oleh teman-teman yang olahraga di luar sana'

begitulah aku membaca isi kertas yang disodorkan oleh temanku yang sudah aku anggap onii-chanku sendiri

"baik arif-kun" ucapku

akhirnya akupun duduk dibangku milikku. dan menatap dengan santai kayak nggak terjadi apa-apa sementara didalam hatiku, aku ingin meluapkan amarahku ke orang tuaku yang suka mengusir kakakku tanpa sebab. coba bayangin kamu diusir tanpa sebab oleh orang tua dan nggak tahu kesalahan kita apa cukup mengesalkan bukan

akhirnya kunjungan orang tua dengan wali murid itupun terjadi. dan disana terlihat jika semua orang tua murid berdiri dibelakang dan melihat tampat anak mereka yang sebentar lagi akan masuk ke pembelajaran begitupun dengan orang tuaku yang sedang merekam video kearah kami

"konnichiwa. minna-san" ucap guruku itu yang agak brewokan dan mungkin umurnya sekitar 40-an

"konnichiwa sensei"

"hari ini kita mendapat guru baru yang mengajar di bidang seni seperti sensei. baiklah miki-san silahkan masuk" ucap guru tersebut

akhirnya guru baru itupun masuk. namun, alangkah kagetnya aku jika guru tersebut adalah onee-chanku sendiri. dan aku sangat khawatir namun aku lihat sebuah tangan memegang pundakku dan aku lihat disana ada onii-chanku disana dan terlihat jika isyaratnya begini 'semua akan baik-baik saja. sebaiknya kamu bertemu dengan kakakmu itu daripada dia menangis' dan akhirnya akupun mengangguk

"baiklah perkenalkan dirimu" ucap sensei yang brewokan itu kepada kakakku

"perkenalkan namaku hyoudou miki. aku sekarang tinggal di rumah arif-kun teman masa kecil adikku yang bernama hyoudou issei. mohon bantuannya" ucap kakakku itu dengan formal

"KENAPA KAMU DISINI HAH" teriak seseorang dan ketika aku lihat yang sedang marah itu adalah ayahku sendiri

"ITU BENAR KENAPA KAMU DISINI. APA KAMU MENGGUNAKAN GUNA-GUNA AGAR BISA MENDAPATKAN PEKERJAAN SEBAGAI GURU?" kali ini bisa aku pastikan suara ini adalah suara ibuku

"i-itu..a-ano...etto" ucap kakakku dengan terbata-bata

"ano apa kalian berdua kenal dengan miki-san?" tanya guru dengan tampang brewokan

"tentu saja kami berdua kenal. dialah yang menyebabkan anak kedua saya yang bernama hyoudou issei itu terluka" hei itu bohong yang ada kalian sendiri yang tidak peduli padaku orang tua brengsek

dan akhirnya kakakku keluar dari lokalku itu. dan ketika aku lihat bisa dipastikan jika kakakku mengeluarkan airmata yang begitu jelas aku lihat karena aku sudah menjadi iblis reinkarnasi. akupun sangat marah melihat kakakku yang selalu menghiburku menangis didepan mataku.

sret

"issei-kun" ucap asia-chan yang mlihat aku berdiri dari bangku dan tanpa segan akupun menghantam tinjuku ini kearah meja yang aku duduki

BRAK

semua orang kaget melihatku yang melakukan kejadian barusan

"issei-kun" ucap arif-niichan yang berada di sebelahku yang membuat aku menatapnya dengan nyalang. bagi semua orang aku tidak bisa didekati berbeda dengan nii-chanku yang sudah biasa menghadapinya

"kau kejar saja onee-chanmu itu biar ini menjadi urusanku" ucap arif-niichan. dan tanpa babibu akupun langsunng tancap gas menuju kakakku karena yang tahu penderitaan kakakku hanya aku,arif-niichan dan juga miyuki-neechan

"tidak boleh. anakku tidak boleh berurusan dengan perempuan sialan itu" ucap ayahku yang ingin memegang tanganku

plak

namun bisa aku pastikan jika arif-niichan menepis tangan ayahku yang sangat kurang ajar dihadapan semua orang

"sudah aku katakan. kalian berdua berurusan denganku. urusan issei-kun juga urusanku" ucap arif-niichan dan akupun terus mengejar kakakku

akhirnya akupun berlari menuju kakakku dan sekarang aku berada dekat tangga dan aku melihat kakakku berada dibawah dan akupun langsung melompat dan mengejar kakakku yang menangis. dan tanpa aku perhatiin akupun kesandung kakiku yang satunya lagi yang membuat aku kaget

"WUAAAAAA"teriakku yang kini berguling-guling di tangga

bruk

dan entah apa akupun menabrak kaki orang yang berada didepanku karena aku berguling-guling. dan ketika sadar ternyata yang aku tabrak adalah onee-chanku sendiri

"i-itta-ta"ucap kakakku yang kini dimana aku berada dibawah kakinya

"yo onee-chan" sapaku. yang kini masih berada dibawah kakakku. untung arif-niichan memberikan antisipasi kepadaku jika tidak mah aku nggak bisa membayangkan jika aku kena ketiban sial dan lagi ketika aku lihat diluar memang semua siswa kelas XI-A sedang olahraga

"issei-kun kamu nggak apa-apa?" panik kakakku kepadaku

"iya aku nggak apa-apa kok nee-chan" ucapku yang kelihatan menahan sakit karena kena hantam oleh betis kakakku sendiri

"kenapa kamu mau mengejar kakak? kakak ingin menenangkan diri sendiri" ucap kakakku

"nee-chan.. aku sangat menyayangimu nee-chan. aku sangat ingin bersamamu. aku kesepian sama sepertimu karena aku tidak memiliki teman curhat selain kamu nee-chan" ucapku yang kini memeluk kakakku dengan perasaan ingin menangis dan meluapkan kesedihan itu didekat kakakku. dan kakakku sangat kaget mendengar ucapanku

"otouto..hiks...hiks" akhirnya kakakku mengeluarkan kesedihannya itu begitupun denganku yang sudah sangat ingin bersama kakakku yang sudah terpisah selama belasan tahun

ketika aku sudah selesai menangis akhirnya aku melihat kakakku yang masih agak sesunggukkan menangis begitupun denganku yang masih sesunggukkan. dan bisa dipastikan baik bajuku maupun baju onee-chanku sama-sama basah akibat tangisan kami berdua disiang hari yang ditutupi oleh sekolahku

"sudah mulai agak tenang nee-chan?" tanyaku

"iya.. sudah agak mendingan daripada sebelumnya. dan lagi kenapa kamu juga menangis?" tanya nee-chanku yang melihat aku mengeluarkan liquid bening di wajahku yang bisa dibilang agak tampan

"oh...mungkin ada debu yang masuk ke mataku" ucapku asal

"bohong pasti sangat rindu nih sama onee-chan kan?" goda nee-chanku

"haaa. iya-iya aku menyerah. aku sangat rindu sama nee-chan" ucapku pasrah yang nggak bisa menutupi kebohonganku

"hahaha... nah gitu dong" ucap nee-chanku. aku sangat bersyukur bisa membuat kakakku kembali tersenyum kembali

"nee issei-kun" ucap nee-chanku

"ada apa nee-chan?" tanyaku

"kamu kenapa mau sama kakak. kamu tahukan apa yang telah onee-chan perbuat sama kamu yang membuat kamu menangis?" tanya kakakku

"iya aku sudah tahu kak. memang kenapa kakak menanyakan itu?" tanyakuu balik

"aku ingin tahu kenapa kamu masih mau sama nee-chan yang bodoh ini?" ucap kakakku. hei kamu bukan bodoh kak tapi pintar untuk buat orang tersenyum

"yang aku tahu kakak nggak pernah melakukan kesalahan. walau kakak pernah melakukan kesalahan tapi kesalahan itu adalah kecerobohan kakak yang ingin dekat denganku" ucapku

"hei..kecerobohan itu karena aku kaget melihat wajah kamu yang menangis dihadapan nee-chan lho" cemberut nee-chanku yang seolah terkesan imut

"hahaha... kamu kelihatan imut nee-chan" ucapku yang malah ketawa melihat wajah imut nee-chanku yang berhasil membuat wajah kakakku merona

"tapi walau bagaimanapun aku sangat menyukaimu nee-chan. ada alasan tertentu kenapa aku sangat menyukaimu miki-nee. aku nggak tahu kenapa disaat aku dibuli oleh perempuan dimana aku sering dikatakan sebagai 'penjahat kelamin', 'binatang', dan 'musuh wanita' kamu menganggap aku seperti 'otouto', 'ayo main otouto,' atau 'onee-chan pasti akan melindungimu otouto' dan itu kenapa aku mengetahui kamu menyukai aku apa adanya nee-chan. disaat aku ingin membela kamu malah aku kena tampar lagi oleh orang tuaku ketika kamu menyelamatkanku dari terkaman anjing liar" ucapku

"dan lagi aku ingin suatu saat nanti aku ingin melihat wajah kakak dengan senyum hangat yang selalu aku dambakan. wajah kakak, senyum kakak, dan lagi pelukan hangat seorang kakak yang berisi kasih sayang yang belum pernah aku dapatkan dari manapun yang tidak bisa aku dapatkan dari orang tuaku sendiri" ucapku yang kini entah kenapa malah mengeluarkan airmata kembali yang membuat kakakku kembali memelukku

"aku tidak tahu kamu begitu menderita seperti ini. maafkan nee-chan, issei-kun" ucap kakakku. akhirnya akupun memeluk kakakku kembali dan aku menangis kembali dalam diam karena aku tidak mau berpisah sama kakakku yang sangat aku rindukan

BOOM BOOM

entah suara apa itu akupun melihat kedepan dengan mata kelihatan marah dan disana aku lihat ada 10 bahkan 12 bioraptor yang berjalan kesini yang membuat seluruh teman-temanku kaget dan lari tunggang langgang. bahkan anggota OSIS dibuat kerepotan akibat siswa disana yang lari kesana kemari seperti bertemu monster raksasa yang tingginya 100x lebih dari ukuran manusia normal

'sial disaat seperti malah datang' batinku yang kini menggemelutukkan rahangku keras-keras

akhirnya akupun berlari kearah tempat robot besar itu berada. namun, langkahku terhenti ketika tanganku dipegang oleh seseorang yang aku kenal nee-chanku. dan ketika aku lihat nee-chanku bisa dilihat jika dia tidak mau kehilanganku kembali yang selalu menghiburnya. itu benar ketika orang tuaku tidak peduli kepada nee-chanku yang mendapat luka ditangannya hanya aku yang selalu mengobatinya tak peduli jika aku terluka kembali jika ketahuan oleh orang tuaku kembali

"kamu mau kemana issei-kun?" tanya nee-chanku yang berisi kekhawatiran

"aku akan mennghadapinya nee-chan" ujarku

"tidak boleh. aku tidak ingin kamu kenapa-napa issei-kun" ucap nee-chanku. aku tahu kekhawatirannya itu namun mau bagaimana lagi. aku harus menghadapi bioraptor itu kembali. jika tidak maka teman-temanku kebanyakan ada yang terluka apalagi tewas

"aku tidak apa-apa kok nee-chan karena aku memiliki ini" ucapku yang kini mengeluarkan zoidsku yang berukuran kecil seperti pensil

"apa maksudmu mainan ini?" tanya nee-chanku kembali.

"iya perhatikan ini nee-chan"ucapku yang kini memegang ligerku dan bersiap melemparnya kedepan

"BANGKITLAH LIGERKU, ENERGY LIGER" teriakku yang langsung melempar zoidsku kedepan dengan kuat

whuuuuut whuuuuut

akhirnya zoidsku langsung membesar secara perlahan-lahan dan mengguncang tanah sekitar yang berada diareanya

"perkenalkan miki-nee. pengguna zoids tipe liger yang bernama energy liger hyoudou issei" ucapku yang memperkenalkan diri yang membuat kakakku kaget melihatku yang menggunakan robot besarku

"ja-jadi kamu adalah pilot dari zoidsmu ini?" tanya onee-chanku dengan tatapan kaget dan lagi dalam batinku aku juga kaget karena kakakku mengetahui zoids juga

"ya begitulah nee-chan. nanti aku akan jelaskan seperti apa ceritanya. dan lagi nee-chan bantu juga anggota OSIS yang agak kerepotan" ucapku yang kini memasuki zoidsku dan maju kesana

"pastikan kembali dengan selamat, issei-kun" ucap nee-chanku yang membuat aku senang dan kembali membara

"aaaaa... itu pasti" balasku yang kini melajukan zoids dengan kecepatan lari mengejar mangsa

groaaaaar

lalu auman dari ligerku keluar yang membuat semua menoleh bahwa zoidsku siap bertempur

TBC

yap mungkin segini dulu dari chapter 14 yang merupakan dimana terjadi konflik antara issei dengan keluarganya. dan lagi di cerita ini saya sudah berjanji dan akan memasukkan konflik internal antara issei dengan keluarganya sendiri dimana kakaknya ini tidak dianggap oleh orang tuanya issei. dan dichapter depan akan ada pertempuran antara 3 zoids tipe liger dengan 12 bioraptor

tapi jangan lupa sertakan kritik dengan saran agar saya mengetahui dimana kekurangan dan kelebihan dari cerita ini. karena saya sendiri sebagai author agak kesulitan membuat cerita yang menarik untuk para reader karena saya masih pembuat cerita yang masih amatir. dan sampai jumpa di chapter 15 dimana akan ada pertempuran mecha nantinya

chapter 15 : 3 zoids bertempur

sekian dulu bye bye

-=-=-=-=-arif4342 logout-=-=-=-=