.Happy Read.
op: Your Nameスパークル (Original Soundtrack Kimi no nawa)
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
Naruto © Kishimoto M.
.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.
Highschool DxD © Ichie Shibumi
.Kimi No Nawa belong's Makoto Shinkai.
.Kimi No Nawa Makoto Shinkai.
.
.
Note: Hanya Omake singkat karena banyak yang Request.
.
.
.
.Present.
.
.
.
(Family)
Itomori sebuah desa indah yang berada diantara pegunungan Hida, dimana seharusnya desa tersebut telah terhapus dari peradaban karena komet Tiamat yang melintas di atmosfer bumi setiap 1500 tahun sekali tidak jadi membumi hanguskannya akibat seorang ninja pirang telah menghancurkan batuan angkasa tersebut.
Beralih kearah sebuah rumah kayu minimalis berlantai dua dengan halaman depannya yang dipenuhi oleh tanaman bunga matahari dan terlihat seorang anak laki-laki berurai pirang pendek berlari kencang dari pekarangan rumah menuju kedalam.
Drap!
Drap!
Drap!
"Kaa-chan!"
"Astaga Boruto! Sudah ibu bilang untuk mencuci kaki setelah bermain dipekarangan kan?"
Wanita berparas manis dengan rambut pirang panjang sepunggung menatap sebal kearah seorang bocah laki laki bersurai sama sepertinya yang saat ini terdiam akibat Omelan kaa-channya, namun didetik selanjutnya ekspresi wanita tersebut tersenyum lembut diikuti tangannya mengelus pucuk kepala anak laki laki dihadapannya pelan.
"Sudah cepat cuci kakimu Boruto, biar ibu yang membersihkannya"
"Ha'i!" Boruto tertawa pelan melihat ibunya yang mengusap kepalanya pelan kemudian dirinya dengan cepat berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan kedua kaki berlumpurnya meninggalkan sang ibu yang juga geleng geleng kepala melihat tingkah putera semata wayangnya tersebut.
"Sudah 5 tahun kah?"
Kedua iris Hijaunya sesaat melirik kearah bingkai foto hitam putih yang terpajang di dinding tidak jauh dari tempatnya berdiri, sebuah foto yang menampakkan dirinya sedang menggendong bayi diikuti seorang pria bersurai pirang spike yang memeluknya sambil tersenyum lebar menampakkan deretan giginya entah mengapa setiap melihatnya membuat rasa bahagia meluap dihatinya seolah foto tersebut adalah sumber kebahagiaan tanpa batas yang akan selalu mengisi tubuhnya, serta foto bukti bahwa cinta sejatinya telah kembali padanya, cinta yang dulu pernah menghilang akibat menyelamatkannya sekaligus menyelamatkan desanya.
"Arigatou Naruto" Dirinya tersenyum manis sesaat sebelum akhirnya berniat berbalik untuk mengambil kain pel sebelum pintu rumahnya kembali terbuka.
Cklek!
"Tadaima!"
Seorang pria dewasa bersurai pirang membuka pintu rumahnya membuat wanita yang sebelumnya berniat berbalik mengurungkan niatnya.
Tap!
Tap!
Tap!
Set!
Cup!
Blush~
"Hehe~ wajahmu yang selalu memerah seperti ini yang membuat lelahku sehabis bekerja di ladang seketika menghilang Asia-chan"
Wanita pirang bernama Asia itu seketika wajahnya memerah total saat melihat suaminya yang baru datang langsung melangkah kearahnya kemudian mencium keningnya, meskipun perlakuan ini sering dilakukannya entah mengapa selalu sukses membuatnya tersipu malu seperti saat ini.
"Mou~ Naru-kun! Kau menambah kotor lantainya! Bukankah sudah kuingatkan untuk cuci kaki sebelum memasuki rumah?"
Naruto yang sadar bahwa kakinya memang kotor akibat berladang hanya terkekeh sebelum berlari menuju kamar mandi sama persis seperti yang dilakukan Boruto beberapa saat lalu membuat Asia yang melihatnya menghela nafas pelan.
"Ayah dan anak sama saja"
.
.
.
Beberapa saat kemudian dimana langit senja mulai menggelap pertanda malam akan tiba terlihat di rumah kayu minimalis tersebut atau lebih tepatnya diruang keluarga terdapat Naruto duduk dibangku meja makan serta disampingnya terdapat Boruto beserta Asia yang sibuk mengambilkan makanan untuk suaminya dan anaknya.
"Ne! Ne! tou-chan!" Bocah bersurai pirang yang sedari tadi makan dengan lahap sesaat menghentikan makannya kemudian mengalihkan pandangan kearah pria pirang yang berada disampingnya, " Tadi siang Boruto bisa berjalan keatas pohon" sambunya dengan nada bangga membuat Naruto seketika menghentikan gerakan tangannya yang sedang menyumpit begitupula Asia yang menghentikan kegiatannya.
Naruto seketika terdiam mendengar kalimat puteranya itu, dirinya tidaklah kaget jika memang Boruto bisa mempunyai Chakra sebab dirinya adalah seorang mantan Hokage sekaligus Ninja terkuat di Konoha dulu namun pria tersebut hanya tidak menyangka bahwa diumur yang baru menginjak 5 tahun puteranya ini meskipun tanpa sengaja telah berhasil melakukan kontrol chakra untuk bisa berjalan keatas pohon.
"Bukankah sudah Kaa-chan bilang untuk jangan lagi bermain seperti itu? Bagaimana jika Boruto jatuh kemudian patah tulang?" Asia yang mendengar ceritanya anaknya langsung menasehatinya, sebab sebenarnya dirinya tidaklah terlalu setuju jika Boruto harus belajar menguasai chakra yang diwariskan oleh suaminya tersebut karena dunia ini berbeda dengan dunia suaminya dulu bahkan ia sempat pernah mengatakan kepada Naruto untuk jangan pernah lagi menggunakan jurus jurus aneh karena dirinya takut jika pria yang dicintainya itu kembali menghilang seperti dulu ketika Naruto menghancurkan Komet Tiamat, ia tidak mau kembali merasakan pedihnya rasa rindu akibat ditinggal oleh pria pirang tersebut.
Naruto yang melihat Omelan Asia hanya tersenyum sebab dirinya paham mengapa wanitanya itu mengomel panjang lebar, meskipun beberapa kali ia terkadang menggunakan teknik ninjanya untuk membantunya diladang tanpa sepengetahuan Asia.
Malam harinya ketika jam menunjukkan pukul 21'00 dimana Boruto yang telah terlelap dikamarnya kemudian beralih menuju kamar tempat Naruto dan Asia berada, terlihat saat ini Naruto duduk menyandar diatasnya kasur sambil membaca sebuah buku sedangkan Asia melakukan hal yang sama sepertinya namun kepala bersurai pirangnya menyandar dibahu suaminya membuat mantan Hokage 8 tersebut tersenyum lembut.
"Ne~ Asia-chan tak terasa sudah lima tahun ya." Naruto sesaat terpejam mengingat kenangannya dulu ketika baru pertama bertemu dengan Asia, Gadis yang dicintainya.
"Kenangan yang menyakitkan sekaligus paling membahagiakan" kenangan menyakitkan dimana harus melihat pria yang dicintainya menghilang akibat menyelamatkannya berserta desanya dan paling membahagiakan ketika kembali melihat sang pujaan hati berdiri membelakanginya menghadap pohon Sakura pertanda Kamii-sama telah mengabulkan doa doanya.
Asia mengeratkan pelukannya ketubuh Naruto seolah menyalurkan rasa cintanya yang meluap hebat saat memikirkannya, dirinya memang tidak menyangka jika kisah cintanya sudah berjalan selama 5 tahun bahkan sampai memiliki buah cinta yang menjadi bukti cintanya telah sepenuhnya kembali kepadanya.
"Jika seandainya Aku kembali menghilan-!"
"Kumohon jangan menghancurkan kebahagian yang telah terbentuk dihati ini Naru-kun"
Naruto seketika terdiam saat telapak tangan mungil Asia membungkam mulutnya namun didetik selanjutnya pria pirang tersebut mengangguk paham karena mengerti jika gadis manisnya ini masih trauma akan dirinya yang dulu pernah menghilang.
Namun tanpa disadari sebuah seringai tipis tercipta diwajahnya Naruto saat melihat Asia yang telah terlelap kemudian kedua iris safirnya melihat kearah kalender.
.
.
.
Cuit!
Cuit!
Cuit!
Suara burung burung yang saling sahut menyahut Dipagi hari membuat suasana pedesaan Itomori semakin tentram.
Matahari perhalan mulai menampakkan diri dari belakang pegunungan Hida menyinari persawahan, ladang dan hamparan rumput hijau yang terbentang luas sejauh mata memandang serta udara sejuk khas lembah gunung.
Beralih ke rumah kayu minimalis berlantai dua atau lebih tepatnya menuju kearah kamar Naruto&Asia terlihat didalam kamar tersebut terdapat seorang wanita bersurai pirang sepunggung yang terlelap nyenyak sambil memeluk sebuah guling disampingnya.
"Enggh~"
Asia melenguh pelan sesekali menggerakkan tubuhnya saat tangannya merasakan guling hangatnya (Naruto) yang berada disampingnya tubuhnya entah mengapa menghilang namun didetik selanjutnya matanya perlahan terbuka menampakkan kedua iris hijau indah yang mengerejap sesaat sebelum memandang tempat Naruto yang telah kosong.
"Naru"
Dirinya bergumam pelan sebelum akhirnya bangkit dari tidurnya kemudian melangkah menuju pintu keluar berniat bersiap untuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya.
Tap!
Tap!
Tap!
Cklek!
Asia sesaat terdiam saat tidak mendengar suara Boruto ataupun Naruto dari ruang tengah rumahnya karena biasanya ayah dan anak tersebut suka bermain bersama Dipagi hari namun yang ia dapati kali ini hanyalah ruangan kosong bahkan mainan Boruto terlihat tidak ada dilantai ruangan.
"Boruto! Naru-kun!"
Dirinya mencoba memanggil keduanya namun tidak ada yang membalas panggilannya hanya ruangan sunyi senyap seperti sebelumnya dan entah mengapa perasaan tidak enak mulai merayap didalam hatinya, seolah telah terjadi sesuatu tanpa sepengetahuannya.
kaki Asia perlahan melangkah berjalan menuju kamar puteranya kemudian tangan kanannya meraih knop pintu dan membukanya membuat kedua matanya sesaat melebar saat menemukan sebuah kamar kosong tanpa properti apapun bahkan kasur serta gambar ciptaan anaknya yang tertempel didinding semua menghilang menyisakan kamar kosong.
Tubuh mungil Asia perlahan bergetar kemudian melangkah mundur beberapa langkah diikuti kedua tangannya memegang Surai pirangnya kuat.
"T-tidak ini tidak mungkin"
Drap!
Drap!
Drap!
Dengan cepat wanita pirang tersebut berlari menyusuri seluruh tempat di rumahnya mencari keberadaan Naruto maupun Boruto karena tidak mungkin mereka berdua menghilang sebab baru kemarin malam dirinya memarahi anaknya tersebut serta memeluk pria yang dicintainya sebelum tidur.
"Naru-kun! Boruto! Jangan bercanda! Cepat keluar kalian!" Asia dengan suara serak menahan sesak di dadanya berteriak kencang berharap suami serta anaknya itu menyudahi acara mengerjainya namun hingga 20 menit dirinya mencari kesetiap sudut rumahnya hasilnya tetap nihil.
"B-bagaimana bisa?" Asia menangkup wajah dengan kedua tangannya Manahan isakannya yang mulai terdengar, dirinya masih tidak mempercayai apa yang di alaminya saat ini, sebab baru kemarin dirinya mengelus Surai pirang anaknya serta baru kemarin pula ia memeluk tubuh kekar suaminya.
Tok!
Tok!
Tubuh Asia tersentak saat mendengar suara ketukan pintu depan rumahnya, dirinya berharap dibalik pintu rumahnya saat ini adalah Naruto serta Boruto yang baru pulang sehabis berolahraga kemudian dengan tergesa wanita bersurai pirang itu melangkah menuju pintu.
Tap!
Tap!
Tap!
Cklek!
"Asia-chan, ini seperti biasanya kubawakan masakan kesukaanmu"
Perasaan dihati gadis bersurai pirang tersebut seketika hancur lebur tanpa sisa saat melihat yang bertamu ke rumahnya adalah Nenek yang memang selama ini selalu mengurusnya sedari dulu dan juga membantunya mengajarinya ketika pertama kali menjadi Miko dikuil.
Brukh!
"Asia-chan kenapa nak?!"
Sang nenek seketika panik saat melihat tubuh gadis pirang dihadapannya ini jatuh terduduk sambil terisak pelan, kemudian dirinya perlahan membantunya berjalan kemudian duduk di kursi ruang tamu.
Saat ini terlihat Asia yang terduduk dibangku ruang tamu sambil masih terisak pelan sedangkan nenek yang sebelumnya membantunya hanya diam memandang gadis yang telah dianggapnya cucu tersebut.
"Kau kenapa nak?"
Tangan keriput sang nenek perlahan terulur mengelus punggung Asia pelan mencoba menenangkannya, kemudian dengan nada lembut ia mencoba bertanya kepada gadis manis dihadapannya.
"Naru-kun dan Boruto menghilang" Asia bergumam dengan nada lirih membuat wanita tua dihadapannya seketika terdiam namun didetik selanjutnya sebuah senyuman lembut tercipta diwajahnya.
"Tenanglah Asia-chan semua itu hanyalah Halusinasi"
Kedua iris hijau Asia sesaat mengerejap beberapa kali ketika mendengar kalimat sang nenek yang mengatakan bahwa yang dirinya alami selama ini halusinasi? Dimana dirinya mengandung Boruto 9 bulan kemudian membesarkannya selama 5 tahun itu hanya ilusi? Dirinya seolah sangat tidak mempercayai apa yang dikatakan wanita tua disampingnya itu namun ketika sang nenek menunjukkan sebuah bingkai foto membuat semua hal yang sebelumnya terbangun kokoh dihatinya seketika runtuh hancur lebur.
Sebuah foto yang menampilkan dirinya memakai pakaian tradisional Jepang sedang tersenyum lebar sambil sebelah tangannya seolah sedang merangkul mesra seseorang namun nyatanya didalam foto tersebut yang terlihat hanyalah dirinya seorang sedangkan disampingnya tidak ada siapapun.
"Kamu sudah sering melakukan hal seperti ini Asia-chan" sang nenek mencoba menjelaskan secara perlahan kalau Gadis pirang itu sejak kepergian pria pirang bernama Naruto telah sering mengalami halusinasi bahkan yang terparah adalah beberapa tahun lalu dimana Asia memakai pakaian khas orang Jepang yang akan melangsungkan pernikahan kemudian meminta tetua desa untuk menikahkannya dengan Naruto yang gadis pirang tersebut bilang berada disampingnya saat itu namun mereka semua yang berada di sana hanyalah melihat Asia menggandeng udara kosong.
"T-tidak mungkin!"
Asia memegang kepalanya erat seolah tidak mempercayai apa yang dilihatnya barusan, sebab kenangannya dengan Naruto maupun Boruto sangatlah terasa nyata dan tidak mungkin semua hal tersebut hanyalah halusinasi.
"Nenek akan meninggalkanmu sendiri saat ini untuk berpikir tenang Asia-chan"
Perlahan nenek yang sebelumnya mengantarkan rantang berisi makanan kesukaan gadis pirang itu berbalik kemudian melangkah keluar meninggalkan Asia yang masih duduk diam mencoba menerima kenyataannya saat ini.
Akhirnya seharian Asia habisnya hanya untuk duduk diam diruang tengah sambil sesekali terisak pelan karena meskipun yang dialaminya ini adalah kenyataan namun entah mengapa didalam lubuk hatinya paling dalam dirinya masih tidak mempercayai bahwa Naruto serta Boruto hanyalah ilusi yang dialaminya akibat depresi.
Beberapa saat setelahnya ketika jam menunjukkan pukul 8 malam terlihat saat ini Asia yang berdiri dalam diam memandang langit malam bertabur bintang dibawah pohon sakura yang dulu menjadi saksi bisu pernyataan cinta Naruto kepadanya serta tempat pertemuannya kembali dengan Naruto hingga mereka menikah kemudian mempunyai ana-!.
Tubuh Asia sesaat menegang menahan sesak dihatinya ketika kembali mengingat bahwa hal terakhir yang dibenaknya tersebut hanyalah halusinasinya, dirinya tidaklah pernah mempunyai anak maupun menikah dengan Naruto pria yang dicintainya, sebab pria pirang tersebut telah menghilang akibat menyelamatkannya desanya.
Set!
"K-kenapa?"
Asia bergumam pelan menatap hamparan sawah serta rerumputan dihadapannya dengan pandangan sendu.
"Kenapa berakhir seperti ini?"
Hatinya kembali terpuruk seperti dulu, dimana sebelumnya perasaanya telah membaik ketika Naruto telah kembali dalam pelukannya bahkan hingga mereka mempunyai buah cinta yang di beri nama Boruto semakin membuat rasa bahagia membuncah dihatinya namun kenapa? Kenapa ujung ujungnya kembali berakhir seperti ini?.
"Apakah aku tidak boleh bahagia Kamii-sama?" Asia bergumam pelan entah pada siapa, namun perlahan sebuah liquid bening mulai turun di setiap sisi kedua matanya dan menetes keatas permukaan tanah, "Mengapa kebahagiaan yang kualami hanyalah Halusinas-!"
"Kurasa itu adalah kenyataan Asia-chan"
Tubuh Asia seketika menegang ketika mendengar suara suam-! Naruto dari arah belakangnya dan ketika dirinya berbalik ia dapat melihat pria pirang tersebut berdiri tidak jauh dari hadapannya sambil tersenyum lebar.
Asia mematung beberapa saat sebelum akhirnya perlahan melangkah mundur.
"I-ini pasti halusinasi lagi!"
Naruto yang mendengar kalimat istrinya itu hanya terkekeh pelan kemudian dirinya mencetikkan jarinya pelan dan seketika sebuah denyutan hebat melanda kepala Asia membuat wanita itu hampir oleng namun dengan sigap Naruto memeluknya lembut.
"Ini bukanlah halusinasi Asia-chan" Ucap Naruto membuat Asia yang berada diperlukan Naruto perlahan mulai membuka kedua matanya dan melihat warga desa berkumpul mengelilingi mereka sambil tersenyum dan selanjutnya terlihat Boruto yang melangkah menuju kearahnya sambil membawa sebuah kue dengan dua buah lilin menghiasi bagian atasnya.
"Selamat Ulang Tahun Kaa-chan!"
Boruto dengan penuh semangat berteriak kearah Asia yang masih memproses hal apa yang terjadi saat ini namun didetik selanjutnya ketika paham apa yang terjadi dengan pandangan murka gadis tersebut menatap kearah Naruto kemudian...
Plak!
Seluruh warga desa membisu ketika melihat Asia yang terkenal lemah lembut saat ini menampar kuat wajah Naruto dengan pandangan berkaca kaca.
"Kau kira ini lucu Naruto!?" Dengan nada penuh amarah Asia menatap Naruto yang masih terkekeh pelan, perasaanya hampir hancur akibat ulah suami tololnya ini dan sekarang dengan seenaknya malah tertawa dengan wajah tanpa dosa seperti ini malah semakin membuat emosinya meluap luap.
"Gomen Gomen Asia-chan" Naruto memandang iris Hijau Asia yang berkaca kaca dengan pandangan teduh kemudian tangan kekarnya terangkat mengusap lembut untaian Surai pirang gadis manisnya tersebut, "Aku hanya ingin membuat kejutan dihari ulang tahunm-!"
Plak!
"Namun jangan seperti ini Baka!"
Set!
"Sebagai permohonan maafku kau ingin Hadiah apa Asia-!"
Plak!
Grep!
Asia kembali menampar kuat wajah Naruto kemudian memeluk erat pria tersebut diikuti tubuhnya yang bergetar pelan.
"Kehadiranmu serta kehadiran Boruto sudah menjadi hadiah terbaik dalam hidupku Naruto." Isak Asia lirih dalam dakapan dada Naruto membuat mau tak mau Shinobi pirang itu tersenyum lembut karena sangat bersyukur mempunyai pasangan hidup yang sangat mencintainya.
Tap!
Tap!
Tap!
"Semua ini adalah rencana bodoh suamimu ini Asia-chan" Nenek yang tadi pagi datang kerumahnya untuk mengantarkan makanan terlihat saat ini melangkah mendekat kearahnya sambil menghela nafas pelan, "Aku sudah mengingatkannya kalau ini berlebihan namun kurasa suamimu ini sangat suka untuk menjahilimu Asia" sambungnya dengan dengusan pelan ketika beradu pandang dengan Naruto yang terkekeh pelan.
"Kurasa aku harus berterimakasih kepada seluruh warga desa yang mau diajak bekerjasama" Naruto terkekeh pelan melihat seluruh warga yang berkumpul di bukit untuk merayakan ulang tahun Asia, sedangkan Boruto yang sedari tadi membawa kue akhirnya melangkah mendekati ibunya.
"Kaa-chan tiuplah lilinnya" Ucap bocah 5 tahun tersebut membuat Asia mau tidak mau tersenyum bahagia kemudian dengan semangat berjongkok dihadapan Boruto kemudian meniup lilinnya.
"Selamat ulang tahun Kaa-chan!"
Boruto dengan ceria berteriak kearah ibunya ketika berhasil meniup lilin diikuti para warga desa yang mulai bertepuk tangan.
"Dan juga Kaa-chan, ternyata Tou-chan bisa menggunakan Genjutsu yang digunakannya kepada Kaa-chan tadi pagi sewaktu tidur" Boruto dengan ceria serta wajah tanpa dosa membongkar kedok rencana ayahnya kepada Asia yang seketika melirik kearah Naruto terkekeh pelan.
"Bukankah Naru-kun sudah berjanji untuk tidak menggunakan hal hal berbau Shinobi hm?"
"T-tapi itu untuk bisa memberi kamu kejutan Asia-!"
"Malam ini kau tidur diruang tengah Naru-kun"
Ucap Asia pelan sebelum kembali berbalik kemudian memeluk penuh sayang kearah Boruto menghiraukan Naruto yang mematung.
"Kau tega Asia."
.
.
.
Dan begitulah akhir dari Sebuah kisah perjalanan manis pahit antara sang Hokage 8 dengan Seorang Miko dari desa Itomori yang terletak diantara lembah pegunungan Hida.
Bagi kalian yang telah membaca dari chapter 1 hingga 3 Uchida ucapkan Terimakasih :') :'v dan Happy Valentine!
Bagian akhir cocok dengerin lagu RADWIMPS - SPARKLE Original Soundtrack KIMI NO NAWA.
-Owari-
-Kimi no Nawa-
.Dont Like Dont Read.
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Ame No Hoshi (Nagareboshi) Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
