Who needs sugar for my black coffee?

Byun Baekhyun is enough to sweetten every single sip of my day.

——————————

ㅤ ㅤ

ㅤ ㅤ

Park Chanyeol terbangun di pagi hari dengan kesendirian yang kemudian diterpa rasa khawatir yang kentara. Ranjang disampingnya kosong, sudah amat rapih bahkan. Ia bergegas bangkit dan mencari seseorang, teman hidupnya. Byun Baekhyun.

Menuruni tangga dengan sedikit tergesa bahkan sang wira lupa untuk mengenakan kausnya terlebih dahulu. Menemukan Byun Baekhyun lebih utama daripada memakai kaus, pikirnya.

Chanyeol menjejakkan kakinya di pintu dapur dan bernapas lega. Istrinya, dunianya, Baekhyun sedang mengaduk kopi yang sudah ia seduh. Lantas kedua kuasa sang wira melingkarkan lengannya kesekeliling pinggang si mungil, "Good morning, Bubu!"

"Good morning too, Baba" Baekhyun menolehkan kepalanya dengan senyuman manis yang dihadiahkan kecupan kupu-kupu yang menyenangkan dibibirnya.

"Sudah ku bilang kalau ingin apa-apa bangunkan aku, setidaknya kalau ingin mengerjakan sendiri harus ku temani. "

Chanyeol khawatir sungguh. Ia menumpukan dagunya di bahu Baekhyun dan mengusap perut buncit sang istri dengan sayang.

"Hey, aku hanya membuat sarapan di dapur." Baekhyun berbalik menatap sang suami, "Percayalah tidak akan terjadi apa-apa."

"Tapi kata dokter-"

Baekhyun menutup mulut sang wira dengan kecupan, "Tenanglah, Chanyeol!"

"Tapi,"

"Ini kopimu, pahit, biar kamu bangun!" Baekhyun menyodorkan segelas kopi yang dia buat sambil menatapnya sebal yang entah kenapa terlihat menggemaskan.

Park Chanyeol tak bisa lagi menahan senyuman yang kian mengembang di bibirnya. Bukankah tingkah istrinya amat manis?

Senyuman yang terjalin dari tatap mereka seketika terputus karena Baekhyun dengan raut wajah yang aneh mencengkram kuat tangan Chanyeol, "Baba, sepertinya aku akan melahirkan."

Oh, astaga Ya Tuhan!

~ callmebaeby ~

Lagi pengen update lagi ajaaa xixixi