— WARNING SEMI - MATURE CONTENT —
——————————
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ
ㅤ ㅤ
ㅤ ㅤ
Park Chanyeol tahu, apa yang dilakukannya saat ini salah. Menyetir dengan gila-gilaan demi menemui seseorang ditengah malam karena seutas pesan dari sang pengirim. Ia bahkan tak sempat meraih mantel atau jaket, hanya dirinya yang terlihat baru bangun dengan piama hitamnya.
Tapi apa bisa dibuat, yang mengirim adalah seseorang yang dia kasihi.
Segala macam umpatan tak henti keluar dari celah bibir apelnya. Lantas ia kembali memukul stirnya saat tak menemukan ponsel disekitarnya.
"Brengsek, kenapa bisa tertinggal?" Dengan cepat kemudinya ia belokkan kearah basement apartment yang sangat familiar baginya. Mengabaikan ponselnya yang tertinggal—
Langkah tergesa sudah cukup menandakan bahwa si Park ini amat menghawatirkannya.
Gadis kesayangannya.
Chanyeol menekan kombinasi angka pengaman dan masuk kedalamnya, "Baby?"
Dekapan diterima Chanyeol dari belakang, dia bahkan bisa merasakan bahwa tubuh ringkih itu bergetar ketakutan. Apalagi punggungnya yang terasa basah menjadi alasan tambahan.
Gadisnya menangis.
Damn!
"Daddy~"
Chanyeol mengulas senyum lega, pun kuasanya mengusap lengan mungil yang melingkar di pinggangnya, "Ada apa, hm? Tak biasanya mengirim pesan— dan baby jangan menelpon sambil menangis, hum?"
"Daddy khawatir padamu.." lebih khawatir lagi kalau istriku tahu tentang rahasia kecilku yang kotor.
Si mungil mengangguk lantas mengusakkan wajahnya di punggung tegap Chanyeol, membuatnya amat gemas. Dengan gerakan amat ringkas tubuh gadisnya sudah berada dalam pelukannya membelai helaian rambut halus sepunggungnya.
Hanya jangan sampai Byun Baekhyun mengetahui dirimu, dear. Bisiknya dalam hati.
"Tapi daddy, tadi aku menelepon dan yang mengangkat perempuan? Apa itu noona daddy?"
Chanyeol mematung seketika, ia tahu jawabannya tapi tak ingin membenarkan.
"Daddy, tidak berselingkuh kan?"
"Park Chanyeol tidak berselingkuh denganku." Ucap Baekhyun yang tengah menyaksikan acara pelukan mereka. Aah, beruntung sekali pintunya tak tertutup.
"Baekhyun?" Tanya Chanyeol tak percaya. By— Park Baekhyun istrinya tengah berdiri menghadap kearahnya dengan tubuh gemetar dan wajah memerah. Ia jelas melihat wajah kecewa itu.
"Selamat bertemu di persidangan, Park." Baekhyun mendecih malas walau airmata jelas tergenang di matanya, "Oh sungguh Tuhan melindungiku untuk tidak membiarkan manusia sepertimu menyentuhku."
Baekhyun berbalik hendak melangkah namun terhenti, "Dan kau Byun Binnie, ambil saja daddy—mu itu aku sama sekali tak membutuhkannya dari awal."
"Keluargaku juga tak membutuhkanmu lagi, hiduplah kalian berdua. Sampah."
Baekhyun, maaf.
Aku mencintaimu.
ㅤ
"I had enough with you.
I dont need you anymore now, later, and forever."
— Byun Baekhyun —
ㅤ
ㅤ
ㅤ ㅤ
ㅤ ㅤ
——————————
~callmebaeby~
Jahad jahad jahad!
