"Alter-chan!"
Saber Alter menoleh kebelakang, ia memasang wajah datarnya pada Fujimaru. Dia saat ini tengah berjalan-jalan di lorong yang sepi, Fujimaru menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu saat dia sampai tepat di depan Saber Alter.
"Umm, aku lupa mau minta apa."
"..." Saber Alter terdiam, dia juga tak mau membalas perkataan Fujimaru, karena memang ia tak memiliki ide untuk menanggapi basa-basi kepada Masternya. "Jika tak ada keperluan, aku akan pergi ke cafetaria, Master."
"Ehhh, tunggu!" Fujimaru kemudian mengambil sebuah kotak yang berisi coklat. "Ini, mungkin kau tak suka makanan manis, tapi setidaknya kau bisa mencoba ini Alter-chan."
Saber Alter menerima kotak tersebut, ia mengangkat alisnya sembari kedua mata emasnya menatap kotak tersebut. "Coklat kah?" gadis itu membukanya dan melihat isi dari kotak tersebut, dia bisa melihat sebuah coklat berbentu hati di sana, tak ada hiasan sama sekali. Coklat tersebut terlihat polos, iris emas itu lalu menatap Fujimaru yang tersenyum kaku pada dirinya.
Saber pun mencoba menggigit coklat itu, mengunyahnya beberapa saat, dan terdiam sejenak sambil terus menatap Fujimaru. "Ba-bagaimana?" Saber menelannya, lalu pergi dari hadapan Fujimaru. "Eh?"
Fujimaru melongo tak percaya melihat Saber Alter yang setelah memakan coklatnya malah pergi meninggalkannya sendirian. Di lain pihak, wajah putih Saber Alter merona hebat, dia merasakan coklat yang begitu enak itu meleleh dimulutnya, dia segera pergi dari hadapan Fujimaru karena coklat tersebut rasanya enak.
"Alter-chan!"
Langkah kaki Saber terhenti, dia memasang wajah datarnya lagi, dan berbalik menatap Fujimaru yang memanggilnya. "Ada apa?" wanita itu mencoba untuk bersikap normal.
"Anu, bagaimana rasanya?"
"..." Saber Alter diam tak menjawab pertanyaan Fujimaru. "Berikan aku coklat lagi?"
"Eh, hanya itu yang kubuat, dan yang ini untukku sendiri." Fujimaru mengeluarkan sebuah coklat yang masih berada disebuah kotak, dan itu miliknya sendiri. "Aku berencana memakannya nanti setelah memberikan coklat padamu."
"Kalau begitu..." Saber berujar ambigu, dia lalu mengambil kotak coklat itu, dan memakannya. Fujimaru terkejut dengan tingkah Saber, dan yang paling membuatnya terkejut adalah; Saber menarik kerah bajunya, lalu mencium bibirnya dengan coklat yang berada dimulutnya.
Fujimaru terkejut, tubuhnya seolah disengat listrik saat bibirnya mencium bibir Saber Alter. Tubuh Fujimaru langsung lemas dan merosot kebawah, setelah dia melepas ciuman tersebut dari Saber. "Saber..."
"Hm? Tadi enak sekali Master. Sekali-kali buatkan aku satu, dan kita akan memakannya bersama seperti tadi." Saber Alter mendekatkan wajahnya pada Fujimaru. "Master, bibirmu manis sekali." Wanita itu mengecup sekilas bibir Fujimaru, dan dia melenggang pergi dari hadapan pemuda itu.
Fujimaru langsung menutup wajahnya menggunakan tangannya, ia terlalu malu saat ini. "AAAAAAA"
...
..
.
Fate series by Nasu Kinoko/Typemoon.
